ninik mamak

Top PDF ninik mamak:

SINERGITAS NINIK MAMAK DAN APARAT KEPOLISIAN DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK HUKUM PIDANA DI SUMATERA BARAT

SINERGITAS NINIK MAMAK DAN APARAT KEPOLISIAN DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK HUKUM PIDANA DI SUMATERA BARAT

ninik mamak menjadi salah satu faktor penyebab terbatasnya peran ninik mamak. Tidak berbeda dengan Lubuk Kilangan, niniak mamak di Nagari Simarasok dan Batu Banyak juga dihadapkan pada persoalan rendahnya tingkat pendidikan dan susahnya pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pertama, faktor pendidikan merupakan faktor yang sangat signifikan mempengaruhi penurunan fungsi dan peran ninik mamak di tengah masyarakat. Lebih dari 50 persen ninik mamak di dua nagari ini hanya mengecap pendidikan formal pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Walaupun terdapat ninik mamak yang pendidikan formalnya lebih tinggi, akan tetapi ninik mamak tersebut tidak menetap lagi di kampung tersebut, sudah banyak merantau ke luar daerah. Hal ini seolah membenarkan anggapan bahwa semua yang pandai pergi keluar dan siapa yang dengan kemampuan seadanya atau kurang sama sekali menetap atau menghuni kampun atau nagari. Kondisi tersebut menjadi alasan yang membenarkan bahwa sumber daya manusia niniak mamak tidak memadai untuk melaksanakan fungsi-fungsinya.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

PANDANGAN NINIK MAMAK TERHADAP RELASI GENDER DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK

PANDANGAN NINIK MAMAK TERHADAP RELASI GENDER DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK

Pendapat Ninik Mamak terkait relasi gender sedikit bertentangan dengan realita yang ada di masyarakat Pulau Jambu, dimana pada saat ini sudah banyak perempuan yang berkiprah di area publik baik bekerja di instansi pemerintah maupun swasta bahkan, untuk pekerjaan kasar seperti berjualan ke pasar dan mengambil upah (buruh) lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan (ibu-ibu). Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Ninik Mamak mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada aturan baku di dalam adat tentang pekerjaan apa yang pantas dan tidak pantas untuk perempuan dan laki-laki, sehingga mereka juga tidak dapat melarang jika perempuan berperan di wilayah publik apa lagi pada saat ini perekonomian negara tidak menentu seperti sekarang ini. Disamping itu, sekarang banyak perempuan yang sudah berpendidikan tinggi sehingga akan terasa rugi jika mereka tidak mempergunakan pendidikan tersebut untuk kesejahteraan diri mereka. Artinya laki-laki bisa bekerja dalam bidang apa saja selagi mereka memiliki kompetensi dan kemauan begitu juga sebaliknya dengan perempuan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENYELESAIAN SENGKETA HARTA PUSAKO TINGGI DI LUAR PENGADILAN DI NAGARI LADANG PANJANG KECAMATAN TIGONAGARI KABUPATEN PASAMAN.

PENYELESAIAN SENGKETA HARTA PUSAKO TINGGI DI LUAR PENGADILAN DI NAGARI LADANG PANJANG KECAMATAN TIGONAGARI KABUPATEN PASAMAN.

Proses Mediasi melalui “ urang barampek dalam kampuang ” (Imam, Katik, Pangulu, Urang Tuo) ini adalah berdasarkan permintaan ninik mamak kaum yang bersengketa. “ Urang barampek dalam kampuang ” (Imam, Katik, Pangulu, Urang Tuo) mereka memanggil kedua belah pihak dipertemukan disebuah tempat untuk melakukan musyawarah dan “ urang barampek dalam kampuang ” (Imam, Katik, Pangulu, Urang Tuo) yang menjadi penengah, dan menyarankan untuk menyelesaikan segketa yang terjadi secara damai karena jika terus bertahan pada yang bukan seharusnya itu akan mengakibatkan perpecahan saja antar para pihak karena sesungguhnya semua masyarakat di Nagari Ladang Panjang itu berasal dari nenek moyang yang sama karena sudah begitu lama maka silsilah itu sulit untuk ditelusuri lagi.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Jurnal Masyarakat Kebudayaan dan Politik

Jurnal Masyarakat Kebudayaan dan Politik

Peranan perempuan dalam masyarakat Minangkabau berdasarkan adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah adalah sangat luas disamping itu bunda kanduang juga dianggap sebagai (1) Sebagai urang rumah (pemilik rumah besar): artinya orang Minangkabau selalu dan harus mempunyai rumah dan tanah kuburan keluarga; (2) Sebagai Induak bareh (nan lamah di tueh, nan condong di tungkek, ayam barinduak, siriah bajunjuang), artinya ibu rumah tangga yang mengatur makanan dan minuman seluruh keluarga besar, yang miskin dibantu yang berada diajak bicara; (3) Sebagai pemimpin, artinya perempuan Minangkabau sangat arif. Kearifan adalah menjadi asas utama kepemipinan di tengah masyarakat. Perempuan yang disebut bundo kanduang adalah pemimpin keluarga dan masyarakatnya, karena merekalah yang bertanggung jawab atas rumah gadang (rumah besar) termasuk pendidikan anak-anak dan generasi muda, sebagai generasi penerus dalam sistem matrilinial, serta pengontrol kekuasaan (sebelum keputusan diambil dimintakan persetujuan bundo kanduang terlebih dahulu). Sifat kepemimpinan tersebut selalu diiringi dengan sikap sikap mulia, yaitu (1) Hati-hati (watak Islam khauf), ingek dan jago pado adat, ingek di adat nan ka rusak, jago limbago nan kasumbiang (selalu ingat dan menjaga tata tertib yang telah ditentukan adat); (2) Iman dan bertauhid kepada Allah selalu berpedoman pada ajaran Islam, adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah; (3) Kepribadian yang berkepatutan; kepribadian dan sikap hormat sesuai alur dan patut (uswah istiqamah), maha tak dapek di bali, murah tak dapek dimintak, takuik di paham ka tagadai, takuik di budi katajua, artinya; perempuan itu mahalnya tidak dapat dibeli dan murahnya tidak dapat diminta, yakni satu sikap keteguhan diri, maknanya selalu mawas diri, teguh dalam pendirian, serta sikap hormat sesuai alur dan patut yang tidak mau melangkahi, yang tua, terutama ninik mamak dan penghulu. Pada wawancara dengan salah seorang tokoh perempuan di kota Payakumbuh, sifat kepatutan ini juga termasuk salah satu unsur sungkan dengan ninik mamak, alim
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perkembangan Syarat Menggadai Tanah Harta Pusaka Tinggi Dalam Masyarakat Adat Minangkabau Di Kabupaten Agam Nagari Kamang Mudiak

Perkembangan Syarat Menggadai Tanah Harta Pusaka Tinggi Dalam Masyarakat Adat Minangkabau Di Kabupaten Agam Nagari Kamang Mudiak

Bagi ninik mamak yang bijaksana tidak membiarkan hal ini terjadi tetapi dia berusaha menutupi kekurangan uang itu terlebih dahulu agar sawah itu dapat dikerjakan secara bergantian atau bergilir seperti sediakala. Agar keluarga yang masih belum punya bisa tertolong, meskipun menurut hukum adat membolehkan yang kaya itu “memperbuat” sendiri (hak intern keluarga yang bersangkutan). Jika hendak menggadai harta pusaka tinggi mesti sepengetahuan dan mufakat dari seluruh ahli waris baik laki-laki maupun perempuan, jika tidak maka dapat diajukan gugatan yang menjadikan gadai itu batal.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Nilai Etik, Estetik, dan Artistik dalam Indang.

Nilai Etik, Estetik, dan Artistik dalam Indang.

Guru pada mulanya adalah urang Siak yang beralih menjadi tugas ninik mamak yang telah terbebas dari balai adat.. Guru benar-benar menjadi panutan bahkan wibawanya jauh lebih tinggi da[r]

23 Baca lebih lajut

484 1 10 20180201 pdf (Bahasa Indonesia)

484 1 10 20180201 pdf (Bahasa Indonesia)

In communication, a speaker does not only do code mixing in formal context. It can also be found in a certain communication in a special event of a tradition. In fact, the use of code mixing can be found in Bapeno used by Depati Ninik Mamak in Hiang. In Ba peno, Depati Ninik Mamak used code mixing in term of Indonesian language and Hiang dialect or vice verse. This research was conducted concerning the forms and the functions of code mixing in Bapeno by Depati Ninik Mamak in Hiang. This research is a descriptive research. The participants of this reserach were Depati Ninik Mamak in Hiang. This research employed two kinds of data collection techniques; observation and recording. The findings showed that the forms of code mixing in Bapeno by Depati Ninik Mamak in Hiang included in words insertion, phrase insertion, and clause insertion. Then, the function of code mixing in Bapeno by Depati Ninik Mamak in Hiang involved as identity marking and strategy of neutrality. Based on those findings, it was concluded Depati Ninik Mamak did code mixing in Bapeno in Hiang. However, not all of the forms of code mixing used by Depati Ninik Mamak in Bapeno in Hiang. Then, code mixing used by Depati Ninik Mamak in Bapeno did not cover all functions of code mixing.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Aspek budaya dalam negosiasi upacara meminang masyarakat Minangkabau di kabupaten Solok (kajian etnografi komunikasi) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Aspek budaya dalam negosiasi upacara meminang masyarakat Minangkabau di kabupaten Solok (kajian etnografi komunikasi) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

1045 nan tuo nan banamo silang nan bapangka baiek karajo nan bajunjuang (sebut- an untuk ninik mamak sebagai pihak penyelenggara, atau tuan rumah dalam acara tersebut), jika seperti itu yang Datuk inginkan janganlah Datuk merasa ragu, seperti pepatah datuk juga baik kesepakatan dikarenakan oleh musya- warah, bagusnya sebuah perundingan dikarenakan oleh mufakat bersama. Jika keinginan akan kami penuhi, jika permintaan akan kami kabulkan Da- tuk. Sekian yang akan disampaikan kepada Datuk... Datuk Pado Sati) Pada data (3) di atas terdapat aspek budaya dalam komunikasi verbal, yakni konotasi. Pihak si ujuang mengatakan, berunding dilakukan apabila kegiatan makan telah selesai dan kegiatan berbicara dimulai setelah istirahat, ketika ma- kan dan minum selesai, asap rokok sudah banyak, dan sudah makan sirih. Kutipan data tersebut mengandung konotasi seperti makan dan minum sudah selesai, asap rokok pun sudah banyak. Ia mengandung makna kias, yakni bah- wa kegiatan sudah dapat dilanjutkan ke acara inti yakni negosiasi dalam memi- nang. Aspek budaya dalam komunikasi verbal berupa makna kias disampaikan oleh pihak si ujuang sebagai tamu. Pihak si ujuang telah menikmati makanan dan minuman serta merokok yang telah disediakan oleh tuan rumah (pihak si pangka). Selanjutnya, pihak si ujuang mengajak segera memulai perundingan ini karena waktu sudah semakin larut malam.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB II PROFIL SUMATERA BARAT II.1 Sejarah Provinsi Sumatera Barat - Pola Budaya Matrilineal Dalam Politik (Studi Kasus Keterwakilan Perempuan di DPRD Sumatera Barat Tahun 2014)

BAB II PROFIL SUMATERA BARAT II.1 Sejarah Provinsi Sumatera Barat - Pola Budaya Matrilineal Dalam Politik (Studi Kasus Keterwakilan Perempuan di DPRD Sumatera Barat Tahun 2014)

Sebagai sebuah sistem, matrilineal dijalankan berdasarkan kemampuan dan berbagai penafsiran oleh pelakunya; ninik-mamak, kaum perempuan dan anak kemenakan. Akan tetapi sebuah uraian atau perincian yang jelas dari pelaksanaan dari sistem ini, misalnya ketentuan- ketentuan yang pasti dan jelas tentang peranan seorang perempuan dan sanksi hukumnya kalau terjadi pelanggaran, ternyata sampai sekarang belum ada. Artinya tidak dijelaskan secara tegas tentang hukuman jika seorang Minang tidak menjalankan sistem matrilineal tersebut.

40 Baca lebih lajut

Pelantikan KAN Lubuk Basung

Pelantikan KAN Lubuk Basung

Kepada Ketua KAN terpilih, untuk tiga tahun mendatang dan seluruh ninik mamak yang tergabung dalam kepengurusan KAN Lubuk Basung merupakan pemimpin bagi kaum, sebagai orang minang kita memiliki "Etika Adat" Kamanakan Barajo Ka Mamak, Mamak Barajo Ka Pangulu, Pangulu Barajo Kapado Kebenaran atau Mufakat. Itulah demokrasi di Minangkabau.

5 Baca lebih lajut

Mata Diklat ANTI KORUPSI Ninik

Mata Diklat ANTI KORUPSI Ninik

Mudahan-mudahan Anda dapat menyadari dengan sepenuh hati dampak dari korupsi yang diuraikan dalam modul ini, karena kesadaran tersebut dapat menjadi kemauan kuat serta semangat tinggi un[r]

119 Baca lebih lajut

Pola Komunikasi Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Perkawinan Usia Remaja (Studi kasus pola komunikasi keluarga dalam pengambilan keputusan perkawinan usia remaja di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang)

Pola Komunikasi Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Perkawinan Usia Remaja (Studi kasus pola komunikasi keluarga dalam pengambilan keputusan perkawinan usia remaja di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang)

“Ketika sudah melakukan kesalahan dek. Diantara ke empat anak mamak kakak yang paling sering dinasehati bang hendra. Haha (tertawa) dia dulu kan bandel. Dia orangnya super-super bandel haha (tertawa) sering kali dimarahi. Sampai berantem-berantem kami. Kalau dikeluarga kami yang cenderung dinasehati itu anak laki-laki, anak perempuan jarang. Nasehati nya yaa pas ketemu, kalau mamak kakak lagi ada dirumah abang kakak ada dirumah. Itu pun jarang moment seperti itu, karena mamak kakak sibuk, abang kakak lagi di masa pubertas jarang dirumah, keluyuran aja. Kalau kakak sama kak uci ngga pernah buat masalah, kami dirumah aja. Sekolah, les, ngaji, kami disekolah rangking terus malah”
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

POWER POINT PENGAWASAN DAN EVALUASI KOPERASI.pptx SILABUS SAP

POWER POINT PENGAWASAN DAN EVALUASI KOPERASI.pptx SILABUS SAP

KONSEP TEKNIS PENGAWASAN KOPERASI Oleh NINIK INDAWATI KONSEP TEKNIS PENGAWASAN KOPERASI Oleh NINIK INDAWATI memasuki tahap III perlu ditempuh lewat langkah-langkah antara lain : Langka[r]

92 Baca lebih lajut

NINIK FITRI SETIANINGSIH 4247 2009

NINIK FITRI SETIANINGSIH 4247 2009

Evaluasi sistem pemberian kredit pada Perum Pegadaian Cabang Karanganyar Setelah memperoleh informasi tentang dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, fungsi yang terk[r]

65 Baca lebih lajut

dra ninik setyowani mpd 195210301979032001

dra ninik setyowani mpd 195210301979032001

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: 024 8508081, Fax.[r]

3 Baca lebih lajut

POWERPOINT MANAJEMEN KELAS NINIK INDAWATI

POWERPOINT MANAJEMEN KELAS NINIK INDAWATI

Serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas mengacu kepada: 1 tindakan pencegahan preventif dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan, dan 2 tindakan korektif[r]

126 Baca lebih lajut

97 Studi Tata Ruang Rumah Tinggal - GUN FAISAL, DIMAS WIHARDYANTO STUDI TATA RUANG RUMAH TINGGAL SUKU TALANG MAMAK

97 Studi Tata Ruang Rumah Tinggal - GUN FAISAL, DIMAS WIHARDYANTO STUDI TATA RUANG RUMAH TINGGAL SUKU TALANG MAMAK

The Talang Mamak tribe, one of Indonesian tribe, still practices the hunting and gathering of natural produce despite the fact that among them have chosen to settle permanently and doing farming activities. The aim of this research is to study the characteristics of the Talang Mamak house. The method used in this research is grounded theory method, based on the open coding, axial coding as well selective coding techniques. The method used to find the variation layout of the houses and then evaluate the characters and concept of the layouts. The conclusion of this study is that the core of the Talang Mamak house is based on the connectivity of four rooms namely: Ruang Haluan, Ruang Tangah, Ruang Tampuan and Pandapuran. The house has an open layout where all daily household activities are done without barriers. The social status of the owner is identified by house’s furniture and staf.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

poster penelitian hibah Doktor ninik 2015

poster penelitian hibah Doktor ninik 2015

Pelaksanaan Penelitian : 6 April – 31 Nopember 2015 Di biayai oleh : Kopertis Wilayah VII Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan LATAR BELAKANG Penelitian ini bertujuan untuk menyusun [r]

1 Baca lebih lajut

Show all 182 documents...

Related subjects