"Noise and Hearing Loss Prevention"

Top PDF "Noise and Hearing Loss Prevention":

Prevention of Noise Induced Hearing Loss on Workers Due to Noise Expossure

Prevention of Noise Induced Hearing Loss on Workers Due to Noise Expossure

Gangguan pendengaran akibat bising (Noise Induced Hearing Loss/NIHL) adalah penurunan pendengaran atau tuli akibat bising yang melebihi nilai ambang batas dengar (NAB) dilingkungan kerja. Dampak dari gangguan ini adalah kurangnya konsentrasi, kelelahan, sakit kepala, gangguan tidur, hingga berdampak kepada kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu sangatlah penting bagi pelaku industri maupun pekerja memahami tentang NIHL sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dan rehabilitasi untuk mengatasi permasalahan ini. Faktor resiko yang berpengaruh pada derajat parahnya ketulian ialah intesitas bising, frekuensi, lama pajanan perhari, masa kerja, kepekaan individu, umur dan faktor lain yang dapat menimbulkan ketulian berdasarkan hal tersebut dapat dimengerti bahwa jumlah pajanan energi bising yang diterima akan sebanding dengan kerusakan yang didapat. Secara umum NIHL memang tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah dan dilakukan rehabilitasi. Pencegahan dapat dilaksanakan dengan cara penerapan hearing conservation program (HCP) yaitu dengan prosedur pengukuran kebisingan, pengendalian kebisingan, pengukuran audiometri berkala, perlindungan pendengaran, pendidikan pekerja, pencatatan dan evaluasi. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari hearing conservation program adalah sebagai pedoman untuk mendiagnosis hearing loss, pencegahan terhadap dampak perburukan akan terpapar kebisingan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Anak Buah Kapal Bagian Kamar Mesin Terhadap Gangguan Pendengaran Akibat Bising di Kapal Tunda PT PELINDO I Cabang Belawan

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Anak Buah Kapal Bagian Kamar Mesin Terhadap Gangguan Pendengaran Akibat Bising di Kapal Tunda PT PELINDO I Cabang Belawan

Noise is unwanted sound and can cause a variety of physiological disorders. Noise induced hearing loss (NIHL/Noise Induced Hearing Loss) is a sensory- neural hearing loss and growing way up as a result of exposure to excessive sound intensity and in a long period of time. Boat Crewman working on the machine with the intensity of the sound > 90 dB at risk occurrence of NIHL. One of the simple prevention of NIHL is to wear Hearing Protective Devices (HPD). Knowledge, attitudes, and practice against noise induced hearing loss has an important role with respect to the wearing of hearing protection devices or control of NIHL.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Duration of works, flight hours, and blood pressure related to noise-induced hearing loss among Indonesian Air Force helicopter pilots

Duration of works, flight hours, and blood pressure related to noise-induced hearing loss among Indonesian Air Force helicopter pilots

Although prehypertension and hypertension stage 1 did not significantly increase risk of NIHL, a moderate increased was noted. This moderate influence is probably due to the number of subjects was small, Therefore, it cannot prove significantly the influence of hypertension to NIHL. However, early prevention by controlling blood pressure must be taken in order to reduce NIHL and other diseases caused by hypertension. 7 This finding needs further investigation with more subjects to assess the impact of noise exposure on blood pressure (BP) and cardiovascular disease as proposed by other paper on the Hypertension and Exposure to Noise near Airports (HYENA) project. 12 Other previous study noted that often only hearing loss is thought of when one refers to occupational noise, but there may be other factors such as blood pressure. What is not clear, however, is whether noise contributes to changes in blood pressure. 13
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Bagian Gangguan Pendengaran Akibat Bising : Tinjauan Beberapa Kasus

Bagian Gangguan Pendengaran Akibat Bising : Tinjauan Beberapa Kasus

dan 1 kasus bising akibat non pabrik (anggota militer). Hampir di semua negara industri, gangguan pendengaran akibat bising telah menjadi suatu masalah yang serius dan menghabiskan banyak biaya di tengah masyarakat. Di Amerika Serikat, berdasarkan National Institute for Deafness and Communication Disorders (NIDCD) dan Occupational Safety and Health Administrasion (OSHA) mengatakan bahwa lebih 30-40 juta masyarakat AS terpajan bunyi bising, dan setengah diantaranya adalah pekerja aktif, sehingga gangguan pendengaran akibat bising ini merupakan penyakit akibat kerja yang menghabiskan cukup banyak biaya kesehatan. Bidang pekerjaan seperti militer, pabrik, konstruksi, pertanian, pertambangan terutama yang berada di negara berkembang melaporkan perlunya program konservasi pendengaran akibat bising. 2,9
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MASA BEKERJA DENGAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA PEKERJA GROUND HANDLING BANDARA ADI SUMARMO SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

HUBUNGAN MASA BEKERJA DENGAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA PEKERJA GROUND HANDLING BANDARA ADI SUMARMO SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Latar Belakang : Noise Induced Hearing Loss (NIHL) ialah gangguan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Masa bekerja menjadi salah satu faktor risiko terjadinya Noise Induced Hearing Loss (NIHL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara masa bekerja dengan Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada pekerja ground handling Bandara Adi Sumarmo.

14 Baca lebih lajut

Epidemiologi Noise Induced Hearing Loss Pada Operator PLTD/G di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Bali Tahun 2016.

Epidemiologi Noise Induced Hearing Loss Pada Operator PLTD/G di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Bali Tahun 2016.

beberapa alat lainnya. Alat ini mengukur kebisingan antara 30-130 dB dan dari frekuensi 20-20.000 Hz yang dibuat berdasarkan American National Standard Institute (ANSI) tahun 1997 dan dilengkapi dengan alat pengukur tiga macam frekuensi yaitu A, B dan C. Jaringan frekuensi A mendekati frekuensi karakteristik respon telinga untuk suara rendah yaitu di bawah 55 dB. Jaringan frekuensi B dimaksudkan mendekati reaksi telinga dengan batas kisaran 55 sampai 85 dB. Sedangkan jaringan frekuensi C digunakan untuk reaksi telingan dengan batas di atas 85 dB. Terdapat tiga jenis sound level meter yaitu type 0 untuk standar laboratorium, type 1 untuk presisi dan type 2 untuk tujuan umum. 2. Noise Dosimeter
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

WACANA 1 TRADE FOR THE GOOD THINGS IN LIFE

WACANA 1 TRADE FOR THE GOOD THINGS IN LIFE

Like many others that we do well, safe driving begins with simple matter. It begins as soon as you sit behind the steering wheel. The first things that you should do is to get the proper seating position and the proffer distance between yourself and the steering wheel. You should sit down in such a way that your shoulders rest easily again the seat. Your back should also be against the seat, not hunched forward. Move the set until your arms are straight in front of you when holding the-steering wheel.

6 Baca lebih lajut

Pest Repeller System.

Pest Repeller System.

pipe organ, to 20,000 Hz, such as the high shrill of a dog whistle that many people are unable to hear. The human hearing range is identified using an audiometer which emits sound waves of various frequencies and a calibrated headphone. Under such ideal conditions, the human ear can pick up the frequencies between 12 Hz to 20 kHz. There is a significant difference in the hearing ranges of men and women. It has been found that women are more sensitive towards higher range frequencies than their counterparts. The perception of lower range frequencies is more or less same in men and women.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

The results indicate the period of exposure per day and use of PPE affects the incidence of noise induced hearing loss in workers' Workshop Balai Yasa Pulubrayan North Sumatra, PT. Kereta Api Indonesia. Intensity noise, frequency noise and years of service had no effect on the incidence of noise induced hearing loss in workers Workshop Balai Yasa Pulubrayan North Sumatra, PT. Kereta Api Indonesia. Advised on the management workshop set working hours not more than 8 hours /day, and impose sanctions on employees who did not use PPE. Workers workshop for abiding use PPE during work hours.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Identification model for hearing loss symtoms using machine learning techniques.

Identification model for hearing loss symtoms using machine learning techniques.

The healthcare worker goes through multi-spectral data and various information sources when diagnosing a disease in order decide on the appropriate treatment strategy. This research can help in the discovery of new and useful patterns in audiometry datasets of patients. The computational algorithm can be used to implement audiology decision support system (ADSS) that learns from past experiences and predict likely symptoms with high accuracy and minimal error rate. The clinician can use both his knowledge and the system to make better analysis of patient hearing test result and make more informed and better decision than either him or the ADSS could make.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Pada kegiatan sehari–hari di industri, kebanyakan bising yang terbentuk berasal dari campuran berbagai spektrum frekuensi yang dihasilkan dari bermacam- macam sumber suara seperti mesin, kendaraan bermotor, cerobong asap, teriakan suara manusia dan lain – lain. Untuk jenis bising ini diklasifikasikan sebagai bising nada lebar (wide band noise). Untuk bising yang berasal dari frekuensi yang hampir senada disebut bising nada sempit (narrow band noise) seperti yang berasal dari gergaji sirkular, alat pemotong elektrik, atau peralatan yang berputar lainnya.

33 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Diseluruh dunia kejadian gangguan pendengaran akibat bising di tempat kerja sebesar 16% dengan variasi berkisar 7-21%. Franklin (2002), melakukan penelitian pada petani dewasa muda di Australia yang terpajan bising traktor dengan intensitas 90 dB(A), didapatkan noise induced hearing loss atau NIHL sebesar 23% pada telinga kanan dan 28% pada telinga kiri. Joshi dkk (2003) mengatakan bising lingkungan perkotaan mendapatkan NIHL sebesar 13,5%. Siddiqui (2008) mengatakan karyawan Bandar Udara Internasional Karachi dengan intensitas lebih dari 85 dB(A) didapatkanNIHL derajat ringan 16,9%, NIHL derajat sedang 33,9% dan NIHL derajat berat 15,3%. Survei dari SAHI atau society to aid the hearing impaired pada polisi lalu lintas di India mendapatkan 76% menderita NIHL setelah bekerja selama lima tahun (Susilawati dkk, 2010).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kejadian Ketulian Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss) Pada Pekerja Bengkel (Workshop) Balai Yasa Pulubrayan Sumatera Utara PT. Kereta Api Indonesia

The suggested management workshop (workshop) Balai Yasa Pulubrayan North Sumatra PT. Indonesia Railway working hours no more than 8 hours per day, to sanction workers who do not wear PPE, workers sebagaiknya workshop (workshop) Balai Yasa Pulubrayan North Sumatra PT. Indonesian Railways to use PPE any work and workers in the workshop (workshop) Balai Yasa Pulubrayan North Sumatra PT. Indonesian Railways for more obedient APD working time.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN  PAPARAN BISING TERHADAP KEJADIAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA MUSISI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

HUBUNGAN PAPARAN BISING TERHADAP KEJADIAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA MUSISI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Method : this was a cross-sectional study with consecutive sampling. using musician as a sample. Forty seven musicians fulfilled exclution and inclution criterias during April 2010 to June 2010 measured with pure tone audiometry and noise intensity. Pure tone audiometry exam was conducted by audiologist. Data will be described on table, tested with chi-square, prevalence rasio with SPSS for windows 17

17 Baca lebih lajut

Age, duration of work, noise and vibration in inducing hearing and balance impairments

Age, duration of work, noise and vibration in inducing hearing and balance impairments

All the information was obtained from the drivers prior to the examination. In the audiometric test, the examining nurse instructed the drivers to give a sign whenever they hear a sound. In the posturographic test for balance, the drivers were given four tests. In the first and second tests, they had to stand on a gravicoder without rubber, first with their eyes open and then with their eyes closed. In the third and fourth tests, they stood on a gravicoder with rubber, first with their eyes open and then again with their eyes closed. This last test determined the vestibular function.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

segmentasi tepi citra Paru research

segmentasi tepi citra Paru research

The purpose of health promotion is to positively influence the health behavior of individuals and communities as well as the living and working conditions that influence their health. Health promotion improves the health status of individuals, families, communities, states, and the nation. Health promotion enhances the quality of life for all people. By focusing on prevention, health promotion reduces the costs (both financial and human) that individuals, employers, families, insurance companies, medical facilities, communities, the state and the nation would spend on medical treatment. 5
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SKRIPSI HUBUNGAN DURASI TERPAPAR BISING DENGAN KEJADIAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA PEKERJA PABRIK SPEAKER X DI PASURUAN

SKRIPSI HUBUNGAN DURASI TERPAPAR BISING DENGAN KEJADIAN NOISE INDUCED HEARING LOSS PADA PEKERJA PABRIK SPEAKER X DI PASURUAN

Pabrik speaker menggunakan mesin yang menimbulan bising dalam proses produksi. Bising yang dihasilkan mesin produksi dapat menimbulkan Noise Induced Hearing Loss (NIHL). Noise Induced Hearing Loss atau Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB) adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh paparan bising dengan intensitas lebih dari 85dB dalam jangka waktu tertentu. NIHL merupakan tuli jenis sensorineural yang bersifat permanen(irreversible).

22 Baca lebih lajut

Hubungan Merokok dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit X

Hubungan Merokok dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit X

Result : Of the 122 workers, the proportion of GPAB was 89.3%. Mild deafness (68.8%) is most common. We found that there is a significant correlation between type of smoker and grade of hearing loss (p= 0.000). Smokers likely to experience GPAB 1.224 times greater than nonsmokers (PR = 1.224, p = 0.002, CI 95% = 1,077 - 1,392).

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NOISE INDUCED HEARING LOSS DAN TINITUS PADA PEKERJA BENGKEL MESIN TERPAPAR BISING DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NOISE INDUCED HEARING LOSS DAN TINITUS PADA PEKERJA BENGKEL MESIN TERPAPAR BISING DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

Pemeriksaan audiometri dilakukan untuk mengetahui fungsi pendengaran pekerja baik pada telinga kanan maupun kiri. Pekerja diperdengarkan suara melalui headphone untuk mengukur ambang pendengaran jenis AC (air conduction) kemudian diperdengarkan suara melalui alat yang dipasang di bawah telinga untuk jenis BC (Bone Conduction). Audiogram yang turun pada frekuensi 4000 Hz namun mengalami perbaikan pada 8000 Hz menunjukkan Noise Induced Hearing Loss (NIHL) dan bila tetap menurun tanpa perbaikan maka merupakan presbyacusis. Bila grafik AC dan BC menjauh, AC mengalami penurunan pada frekuensi tertentu maka pekerja mengalami ketulian konduksi. Bila ambang dengar pekerja ≤ 20 dB maka fungsi pendengaran pekerja adalah normal.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

SKRIPSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NOISE INDUCED HEARING LOSS DAN TINITUS PADA PEKERJA BENGKEL MESIN TERPAPAR BISING DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

SKRIPSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NOISE INDUCED HEARING LOSS DAN TINITUS PADA PEKERJA BENGKEL MESIN TERPAPAR BISING DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

Noise Induced Hearing Loss (NIHL) and tinnitus can caused by noise level that exceed Threshold Limit Value and other factors such as working period. hobby and using Personal Protective Equipment (PPE). This study was conducted to analyse the factors affecting Noise Induced Hearing Loss (NIHL) and tinnitus in machine workshop’s workers exposed to noise at PT Dok dan Perkapalan Surabaya (PT DPS).

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...