Non Performing Financing (NPF)

Top PDF Non Performing Financing (NPF):

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Pembiayaan Jual Beli , Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas Bank

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Pembiayaan Jual Beli , Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas Bank

Non Performing Financing (NPF) merupakan rasio yang menunjukan tingkat kolektabilitas dari dana yang telah disalurkan. NPF merupakan perbandingan antara total pembiayaan yang bermasalah dengan total pembiayaan yang diberikan kepada debitur. Semakin tinggi nilai NPF maka kinerja bank semakin buruk dan profitabilitasnya rendah (Riyadi dan Agung, 2014).

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Financing (NPF), dan inflasi terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia periode 2010-2013

Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Financing (NPF), dan inflasi terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia periode 2010-2013

Non Performing Financing (NPF) termasuk salah satu indikator dalam menilai kinerja suatu bank. Selain itu juga Non Performing Financing merupakan indikator yang digunakan untuk menunjukan kerugian akibat resiko pembiayaan. Menurut Dendawijaya (2005:82) NPF adalah rasio antara pembiayaan yang bermasalah dengan total pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah. Alasan pemilihan variabel NPF ini karena pada perbankan syariah apabila terjadi Non Performing Financing (NPF) maka akan berakibat terguncangnya kinerja pada perbankan itu sendiri. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Moch. Soedarto yang menyimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% jumlah kredit non lancar berpengaruh negatif signifikan terhadap besar kecilnya pemberian kredit. Oleh karena itu semakin besar kredit non lancar maka jumlah kredit yang dapat disalurkan oleh Bank Syariah semakin kecil, begitu sebaliknya (Soedarto,2004:64).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

DETERMINAN NON PERFORMING FINANCING BANK SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE JANUARI 2010 – JUNI 2015)

DETERMINAN NON PERFORMING FINANCING BANK SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE JANUARI 2010 – JUNI 2015)

Non Performing Financing (NPF) be one mea sure of the performance of banks functions. Because of the high NPF is an indicator of the failure of the bank in managing the business and affect the onset of the problem of liquidity, solvency, and profitability. In addition, bank profits will decline due to decreased revenue sources, namely of financing and on the other hand should be set aside as a reserve fund in accordance of financing collectability. This research aims to explain the influence of internal variables banks in the form of financial ratios consisting of Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Operating Expenses Operating Income (ROA), and the size of the Bank to fluctuations net Non Performing Financing (NPF) Syariah Bank in Indonesia in the period of 2010 January to 2015 in June. The resea rch data used a re seconda ry data obtained from Bank Indonesia and the Financial Services Authority. Methods of data analysis using the Error Correction Model (ECM).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CAPITAL EDEQUACY RATIO, FINANCING TO DEPOSITO RATIO, DAN NON PERFORMING FINANCING TERHADAP RETURN BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA.

PENGARUH CAPITAL EDEQUACY RATIO, FINANCING TO DEPOSITO RATIO, DAN NON PERFORMING FINANCING TERHADAP RETURN BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA.

tetap sekecil mungkin karena semakin besar NPF membuat bank syariah harus mencatatkan provisi dan pencadangan yang semakin besar dan dikhawatirkan akan mempengaruhi nisbah dan porsi bagi hasil bagi masyarakat penyimpanan dana oleh Achmad (dalam Arifa, 2008:3). Non Performing Financing (NPF) pada perbankan syariah yaitu tingkat pengembalian kredit yang diberikan deposan kepada bank dengan kata lain Non Performing Financing (NPF) merupakan Kredit macet pada bank tersebut.

27 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF), TINGKAT KECUKUPAN MODAL, TINGKAT LIKUIDITAS, DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (KAP) TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BANK INDONESIA TA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF), TINGKAT KECUKUPAN MODAL, TINGKAT LIKUIDITAS, DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (KAP) TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BANK INDONESIA TA

Non Performing Financing adalah kredit yang tidak menepati jadwal angsuran sehingga terjadi tunggakan. Menurut Dendawijaya (2003), Rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) merupakan kewajiban penyediaan modal minimum yang harus selalu dipertahankan oleh setiap bank sebagai suatu proporsi tertentu dari total aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Rasio ini memperlihatkan seberapa besar jumlah aktiva yang sebagian besar mengandung risiko kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) yang ikut dibiayai dari modal sendiri di samping memperoleh dana- dana dari sumber di luar bank.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) terhadap Return On Asset (ROA) (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode

Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) terhadap Return On Asset (ROA) (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode

28 Menurut Surat Edaran BI No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 Lampiran 14, Non Performing Financing (NPF) diukur dari rasio perbandingan antara kredit bermasalah terhadap total kredit yang diberikan. Non Performing Financing (NPF) yang tinggi akan memperbesar biaya, sehingga berpotensi terhadap kerugian bank. Semakin tinggi rasio ini maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar. Oleh karena itu, bank harus menanggung kerugian dalam kegiatan operasionalnya sehingga berpengaruh terhadap penurunan laba (ROA) yang diperoleh bank. Kredit dalam hal ini adalah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tidak termasuk kredit kepada bank lain. Kredit bermasalah adalah kredit dengan kualitas kurang lancar (KL), diragukan (D) dan macet (M). Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, besarnya Non Performing Financing (NPF) yang baik adalah di bawah 5%.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Pengaruh non performing financing,financing to deposit ratio, dan retrun on assets terhada pertumbuhan aset bank syariah

Pengaruh non performing financing,financing to deposit ratio, dan retrun on assets terhada pertumbuhan aset bank syariah

Dengan melihat rasio Non Performing Financing (NPF), maka dapat diketahui seberapa besar pembiayaan bermasalah dibandingkan seluruh pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah. Jika rasio Non Performing Financing (NPF) meningkat, pertumbuhan aset bank syariah dapat menurun. Hal tersebut dibuktikan oleh Nurhasanah (2012), yang menyimpulkan bahwa Non Performing Financing (NPF) berpengaruh secara negatif terhadap aset karena semakin kecil nilai Non Performing Financing (NPF) maka penyaluran dana kepada nasabah dapat kembali ke pihak bank sehingga ketika mendapatkan margin bagi hasil tersebut, pihak bank meningkatkan aset bank syariah. Selain itu, apabila Non Performing Financing (NPF) atau Non Performing Loan (NPL) dalam bank konvensional semakin besar, maka bank harus menyediakan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang lebih besar yang pada gilirannya memperberat posisi keuangan bank. 4 Namun berbanding terbalik dengan teori tersebut, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hidayah (2008) membuktikan bahwa rasio Non Performing Financing (NPF) tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan aset perbankan syariah.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF),  Analisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF), Financing To Deposit Ratio (FDR), Inflasi dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Proporsi Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF), Analisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF), Financing To Deposit Ratio (FDR), Inflasi dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Proporsi Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

The results showed that the NPF, FDR, Inflation and CAR simultaneously affect the murabaha financing. The amount of the effect of the five independent variables on the proportion of murabaha financing amounted to 36.2% and the remaining 63.8% is influenced by other variables outside of of this research. While for the results of the partial, variable NPF positive effect on the proportion of murabaha financing, CAR negative effect on the proportion of murabaha financing. While FDR variables and inflation do not have a significant effect on the proportion of murabaha financing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

2010:01 – 2014:04 THE INFLUENCE OF INTERNAL FACTORS AND MACROECONOMIC ON NON PERFORMING FINANCING OF INDONESIAN ISLAMIC BANK IN 2010:01 – 2014:04

2010:01 – 2014:04 THE INFLUENCE OF INTERNAL FACTORS AND MACROECONOMIC ON NON PERFORMING FINANCING OF INDONESIAN ISLAMIC BANK IN 2010:01 – 2014:04

mismanagement, kurangnya pengetahuan dan pengalaman pemilik usaha dan fraud (Sutojo, 2000), faktor keuangan, manajemen, operasional (Suhardjono, 2003), pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debitur (Tangkilisan, 2003). Penelitian Hadad dkk (2003) menyebutkan ada tiga variabel yang dapat digunakan untuk menilai atau mengukur kemungkinan pailit tidaknya sebuah perusahaan, yaitu dari sisi likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitasnya (Hermawan, 2005), sedangkan faktor ekstern bank dan debitur yang dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya NPF adalah penurunan kondisi ekonomi moneter negara, usaha, bencana alam, peraturan pemerintah, peraturan lainnya dimana bersifat membatasi yang berdampak besar pada situasi keuangan dan operasional serta manajemen nasabah (Sutojo, 2000), resesi, devaluasi, inflasi, deflasi dan kebijakan moneter lainnya, meningkatnya tingkat suku bunga pinjaman (Suhardjono, 2003), perubahan kebijaksanaan pemerintah di sektor riil yang meliputi melemahnya kurs nilai tukar mata uang nasional terhadap mata uang asing (Sutojo, 2000), risiko kredit yang meliputi risiko usaha, geografis, keamanan, politik, risiko ketidakpastian, persaingan (Firdaus dan Aryanti, 2003).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

THE EFFECT OF FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), NON PERFORMING FINANCING (NPF) AND RETURN ON EQUITY (ROE) ON MURABAHAH FINANCING OF THE ISLAMIC BANK IN INDONESIA

THE EFFECT OF FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), NON PERFORMING FINANCING (NPF) AND RETURN ON EQUITY (ROE) ON MURABAHAH FINANCING OF THE ISLAMIC BANK IN INDONESIA

PerformingFinancing (NPF) adalah sebesar 4,26%. Nilai ini dimiliki oleh Bank Syariah Bukopin pada tahun 2012. Hal ini mengindikasikan dari 100% jumlah keseluruhan dana pihak ketiga di periode tersebut, pembiayaan bermasalah yang dimiliki bank sebesar 4,26%. Berarti jumlah pembiayaan yang bermasalah lebih besar dari jumlah dana pihak ketiga. Meningkatnya NPF yang dialami Bank Syariah Bukopin dapat dikarenakan terjadi penurunan kemampuan nasabah dalam membayar bagi hasil saat jatuh tempo. Dan dari 31 bank dalam penelitian ini, rata-rata Non Performing Financing (NPF) pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 adalah sebesar 1,5190% dengan standar deviasinya sebesar 1,06860%.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), NON PERFORMING FINANCING (NPF) DAN RETURN ON EQUITY (ROE)TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK SYARIAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), NON PERFORMING FINANCING (NPF) DAN RETURN ON EQUITY (ROE)TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK SYARIAH - Perbanas Institutional Repository

Financing Murabahah is buy-sell agreement between the bank and its customers, where bank purchase necessary items and then sell them to the customer at cost plus a profit margin agreed in the initial agreement between the Islamic bank and the customer. Islamic Banking in Indonesia is currently used as a Murabahah financing is one of the main products. This research was conducted to determine the effect of Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF) and Return On Equity (ROE) against murabaha financing in Islamic banks in Indonesia. The population of this research is the 11 public bank syariah in Indonesia. The sample of this research using the annual financial statements of 11 existing Islamic banks in Indonesia in the period 2010-2012 by using purposive sampling method. The method of analysis used in this study is multiple regression. The results showed that simultaneous FDR, NPF and ROE effect on murabahah. Partially FDR and NPF has no effect on murabahah, while ROE effect on murabahah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DETERMINAN NON PERFORMING FINANCING BANK SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE JANUARI 2010 – JUNI 2015)

DETERMINAN NON PERFORMING FINANCING BANK SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE JANUARI 2010 – JUNI 2015)

Pertumbuhan ekonomi melambat dari 5,8 persen pada 2013 menjadi 5,1 persen di penghujung 2014. Menurut Yuslami, Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), menilai perlambatan ekonomi menyebabkan volume pembiayaan turut melambat. Sehingga di sisi lain, kualitas aset pembiayaan terus mengalami pemburukan yang menyebabkan Persentage (NPF) naik karena pembiayaan memlambat sehingga pembaginya menjadi besar. Pembiayaan syariah hingga November 2014 hanya tumbuh 9,7% menjadi Rp198,376 triliun. Angka tersebut merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, jumlah pembiayaan macet atau kolektabilitas tingkat lima naik 73,45% menjadi Rp5,36 triliun. Adapun, jumlah pembiayaan tidak lancar juga naik 78% sehingga NPF kotor pun ikut terseret. Kenaikan NPF tersebut menyebabkan terkurasnya laba perbankan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF),  Analisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF), Financing To Deposit Ratio (FDR), Inflasi dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Proporsi Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF), Analisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF), Financing To Deposit Ratio (FDR), Inflasi dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Proporsi Pembiayaan Murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

Berdasarkan uraian-uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait masalah tersebut. Oleh sebab itu, peneliti memilih judul “ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF), FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), INFLASI, CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP TERHADAP PROPORSI PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2012-2014”

Baca lebih lajut

PENGARUH FAK TOR INTERNAL DAN EK STERNAL YANG M EMPEMPENGARUH I PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDO NESIA Rizal Nur Firdaus

PENGARUH FAK TOR INTERNAL DAN EK STERNAL YANG M EMPEMPENGARUH I PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDO NESIA Rizal Nur Firdaus

This study aims to answer some questions about the factors that influence the occurrence of non-performing finanncing at sharia banks in Indonesia. Hypothesis testing is performed by multiple linear regression analysis to determine the effect of the internal variables (Growth Capital Financing and adequency Ratio) and external variables (Gross Domestic Product, Inflation and Exchange Rate) on the occurrence of non-performing Finanncing (NPF) in Islamic banks in Indonesia. Sources of data in this study came from Bank Indonesia Bank Indonesia website. Period examined data starts from March 2008 to December 2012 with a 3-month data collection. The study shows that simultaneous each factor in the internal and external variables have a significant influence on the occurrence of NPF at the 5% significance level. But partially, financing variables, inflation and the exchange rate has no significant effect on the occurrence of NPF while CAR and GDP variables have a significant influence. Keywords: Commercial Bank, Non Performing Financing, Financing Growth Effect of internal factors and adequency Capital Ratio) and external (Gross Domestic Product, Inflation and Exchange Rate)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah (BUS) (Periode 2010-2015).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah (BUS) (Periode 2010-2015).

Berdasarkan hasil analisis bahwa Non Performing Financing (NPF) dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadapdeposito murabahah. Hasil ini didukung oleh penelitian Novianti et.all (2015) bahwa Non Performing Financing tidak berpengaruh terhadap deposito mudharbah. Hal ini mengindikasikan bahwa NPF bukan faktor utama yang mempengaruhi tingkat bagi hasil yang diberikan oleh Bank Syariah. Dikarenakan permintaan pembiayaan yang cukup tinggi di Bank Syariah, kekhususan dalam penanganan pembiayaan bermasalah dibanding dengan Bank konvensional, dan kecilnya peluang moral hazard pada Bank Syariah Serta dalam jangka pendek, pihak Bank telah memiliki cadangan yang baik dan sudah melakukan analisis resiko yang nantinya permasalahan tersebut tidak akan mempengaruhi besaran bagi hasil deposito murabahah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyaluran Dana Perbankan Syariah di Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyaluran Dana Perbankan Syariah di Indonesia

Sebagaimana pengalaman bank konvensional ada beberapa faktor yang mempengaruhi Penyaluran dana, yakni Dana Pihak Ketiga (DPK), Bon u s S e r t i f i k a t W a d i a h B a n k I n d o n e s i a ( S W B I ) d a n P e m b i a y a a n bermasalah atau Non Performing Financing (NPF). Penelitian ini dilakukan untuk men getahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut hadap penyaluran dana atau pembiay aan bank sy ariah. Dengan menggunakan analisis deskriptif penelitian ini juga melihat bank syariah yang biasanya dianggap sebagai bank yang menjalankan sistem bagi hasil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia Periode 2010-2014

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia Periode 2010-2014

This research aimed to determine the effect of financial performance and corporate social responsibility on profitability of Islamic banks in Indonesia period 2010-2014. Variables used in this research was independent variables are Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Operational Efficiency Ratio (BOPO), and Corporate Social Responsibility (CSR). While the dependent variable is Profitability (ROA). The population in this research is theIslamic Banks registered in Bank Indonesia period 2010-2014 a total of 11 banks. The analysis technique used in this research is multiple linier regression.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa uji F (simultan) pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah, financing to deposit ratio (fdr) dan non performing financing (npf) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (retur on equity). Pada uji T (beda) menghasilkan pembiayaan mudharabah, musyarakah dan financing to deposit ratio (fdr) tidak berpengaruh, pembiayaan murabahah berpengaruh positif dan signifikan dan non performing financing (npf) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat Profitabilitas (ROE).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Bagi Hasil, Pembiayaan Jual Beli, Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia (Periode Tahun 2010-2015) ” dengan baik. Adapun maksud dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat guna menyelesaikan Program Studi Strata Satu (S1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...