Non Performing Loan (NPL)

Top PDF Non Performing Loan (NPL):

PENGARUH SIZE, LDR, ROA, CAR DAN TOTAL LOAN TERHADAP NON PERFORMING LOAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH SIZE, LDR, ROA, CAR DAN TOTAL LOAN TERHADAP NON PERFORMING LOAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Berdasarkan berita yang dipublikasikan oleh suryaonline.com pada tanggal 5 Mei 2014 bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah menegur Bank Tabungan Negara (BTN) mengenai Kredit Macet miliknya, kredit macet yang dimiliki BTN (4,05%) paling tinggi dibandingkan tiga bank BUMN lainnya, yakni Bank Mandiri (0,58%), BNI (0,5%), dan BRI (0,34%). Berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia bahwa bank memilki potensi membahayakan kelangsungan usahanya jika bank tersebut memliki NPL lebih dari 5%, dari ketentuan tersebut dapat dilihat bahwa BTN hampir mendekati batas ketentuan NPL yang ditetapkan. Fenomena lainnya yaitu difokuskan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau yang lebih dikenal OJK, OJK menilai bahwa perlu adanya penekanan Non Performing Loan atau yang biasa disebut Kredit Macet dari produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah melampaui 3%. Namun OJK menilai bahwa kenaikan nilai kredit macet pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan suatu fenomena yang dianggap wajar karena perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi berkembang. Namun, angka NPL tersebut telah dijamin secara permanen oleh Jamkrindo. Berdasarkan kedua fenomena tersebut, maka sektor perbankan harus memfokuskan pada angka NPL yang tidak melampaui yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan lembaga pengawasan perbankan yang terkait.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS DETERMINAN NON PERFORMING LOAN PADA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA.

ANALISIS DETERMINAN NON PERFORMING LOAN PADA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA.

kredit. Para pelaku usaha yang terkena dampak lebih berat dari adanya depresiasi adalah perusahaan yang menggunakan komponen impor. Penurunan nilai mata uang domestik akan mengakibatkan harga barang impor menjadi lebih mahal. Kenaikan biaya produksi yang tidak diimbangi dengan kenaikan pemasukan bagi pelaku usaha akan mengganggu aliran kas perusahaan dan anggaran perusahaan secara umum, termasuk dalam hal ini adalah jadwal pembayaran utang. Jadwal pembayaran utang yang terganggu akibat terganggunya finansial perusahaan akan berimbas pada penerimaan perbankan yang bersumber dari penyaluran kredit. Semakin banyak jumlah debitur yang mengalami gangguan finansial akan mengakibatkan semakin banyaknya jumlah piutang yang bermasalah dan hal tersebut berimbas pada Non Performing Loan (NPL) yang semakin tinggi. d. Pengaruh Inflasi t-1 terhadap Non Performing Loan (NPL)
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL)  Analisis Pengaruh Non Performing Loan dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas Pada PT.Bank Syariah Mandiri Periode (2010-2014).

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) Analisis Pengaruh Non Performing Loan dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas Pada PT.Bank Syariah Mandiri Periode (2010-2014).

Non Performing Loan merupakan presentase jumlah kredit bermasalah (Kriteria kurang lancar, diragukan, macet) terhadap total kredit yang disalurkan bank (Siamat, 2005). Pengertian kredit bermasalah adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikannya. Kredit bermasalah menurut ketentuan Bank Indonesia merupakan kredit yang digolongkan ke dalam kolektibilitas Kurang Lancar (KL), Diragukan (D), dan Macet (M). Rasio ini menunjukkan bahwa kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. NPL (Non Performing Loan) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. NPL dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah kredit yang bermasalah dibandingkan dengan total kredit.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH SIZE, LDR, ROA, CAR DAN TOTAL LOAN TERHADAP NON PERFORMING LOAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH SIZE, LDR, ROA, CAR DAN TOTAL LOAN TERHADAP NON PERFORMING LOAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

dikatakan bahwa bank tersebut relatif tidak likuid (iliquid) begitu juga sebaliknya jika bank memiliki rasio LDR yang rendah menggambarkan bahwa bank tersebut adalah bank yang likuid dimana bank yang dimaksud memilki kelebihan kapasitas dana yang siap untuk digunakan untuk penyaluran kredit. (Latumaerissa,1999 dalam Anin dan Endang, 2012). Semakin besar dana yang diberikan untuk kredit maka bank tersebut berpotensi mengalami kenaikan rasio Non Performing Loan. Seperti yang dikemukakan oleh Suli, et al (2014) bahwa LDR berpengaruh positif terjadinya NPL, maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Loan Deposit Ratio, Non Performing Loan, Capital Adequacy Ratioterhadap Return On Assets Pada Perusahaan Finansial Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bei

Pengaruh Loan Deposit Ratio, Non Performing Loan, Capital Adequacy Ratioterhadap Return On Assets Pada Perusahaan Finansial Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bei

The Research has a purpose to analyze the effect on Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL) and Loan to Deposit Ratio (LDR) for Return on Asset (ROA) on all the Bank listed at Bursa Efek Indonesia (BEI) 2007-2010 period. ROA shows a comparison between the profit before tax to total assets (total assets). So, important for the banks to will be analyzed the factors to determined ROA targeted according to condition of banking and state of economy. This research using the data from Bank published financial reports 2007-2010 periods. Some statistical Analysis technique used to analyze the data, such as multiple linear regressions and the hypothesis testing with use F and t test. Others also done a classic assumption test covering normality test, multicolinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

View of CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN DEPOSIT RATIO DAN NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS

View of CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN DEPOSIT RATIO DAN NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS

ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan dari total aktiva yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan Deposit Ratio (LDR) dan Non Performing Loan (NPL) . terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) pada Bank Umum yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum yang terdaftar pada BEI dengan purposive sampling diperoleh 31 Bank Umum dengan periode penelitian pada tahun 2011-2015. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan CAR, LDR dan NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA. Sedangkan secara parsial, CAR berpengaruh positif, NPL berpengaruh negatif, sedangkan LDR tidak berpengaruh terhadap ROA.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK INTERNASIONAL INDONESIA TBK.

PENGARUH NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK INTERNASIONAL INDONESIA TBK.

1. Walaupun nilai non performing loan (NPL) pada Bank Internasional Indonesia, Tbk selalu berada di bawah batas maksimal, namun pihak bank harus berhati-hati dalam melakukan penyaluran dana dalam bentuk kredit. Dalam melakukan penyaluran kredit kepada masyarakat pihak bank harus memperhatikan dan melakukan analisis kredit dengan tepat. Analisis kredit dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menilai pihak debitur apakah layak mendapatkan pinjaman atau tidak dengan cara 5C dan 7P. Analisis kredit yang tepat menghasilkan bunga pinjaman bagi pihak bank yang akan memberikan keuntungan bagi bank.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Loan to Deposit Ratio, dan Non Performing Loan Terhadap Penyaluran Kredit

Pengaruh Return on Asset, Loan to Deposit Ratio, dan Non Performing Loan Terhadap Penyaluran Kredit

Menurut Perry Warjiyo (2004:26) dalam kenyataannya perilaku penawaran kredit perbankan tidak hanya dipengaruhi oleh dana yang tersedia yang bersumber dari DPK (Dana Pihak Ketiga), tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi bank terhadap prospek usaha debitor dan kondisi perbankan itu sendiri seperti permodalan atau CAR (capital adequacy ratio), jumlah kredit macet atau NPL (non performing loan) dan LDR (loan to deposit ratio). Selain faktor-faktor tersebut, faktor profitabilitas atau tingkat keuntungan yang tercermin dalam rasio Return on Asset (ROA) juga berpengaruh terhadap keputusan bank untuk menyalurkan kredit.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, LOAN TO DEPOSIT RATIO, NET INTEREST MARGIN, NON PERFORMING LOAN, DAN OPERATING EFFICIENCY RATIO TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, LOAN TO DEPOSIT RATIO, NET INTEREST MARGIN, NON PERFORMING LOAN, DAN OPERATING EFFICIENCY RATIO TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA.

Penelitian mengenai analisis pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja bank telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti seperti Suyono (2005) dan Mawardi (2005) Almilia dan Herdaningtyas (2005) Esther Novelina Hutagalung Djumahir dan Kusuma Ratnawati (2011). Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pemilihan variabel independen yang digunakan serta periode penelitian. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan variabel yang menurut penelitian sebelumnya paling beeperngaruh terhadap kinerja bank. Variabel – variabel tersebut antara lain Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Operating Effeciency Ratio (OER) yang disebut juga dengan Biaya Operasi dibanding Pendapatan Operasi (BOPO). Serta periode penelitian adalah 4 tahun (2011-2014).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI  Kebijakan Pemberian Kredit Dan Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Non Performing Loan (NPL) Pada Koperasi Pembatikan Nasional

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI Kebijakan Pemberian Kredit Dan Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Non Performing Loan (NPL) Pada Koperasi Pembatikan Nasional

DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI PEMBATIKAN NASIONAL (KPN) SOLO”. Skripsi ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Studi S-1 dan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI  Kebijakan Pemberian Kredit Dan Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Non Performing Loan (NPL) Pada Koperasi Pembatikan Nasional

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI Kebijakan Pemberian Kredit Dan Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Non Performing Loan (NPL) Pada Koperasi Pembatikan Nasional

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan software SPSS 16 dalam analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai Adjusted R 2 sebesar 0,879 atau 87,9%. Hal ini berarti 87,9% variasi dari Non Performing Loan (NPL) dapat dijelaskan oleh variabel Loan to Deposit Ratio (LDR). Sedangkan sisanya sebesar 12,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan) ROA (Return On Asset) dan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Terhadap Kecukupan Modal Perbankan Pada Bank Yang Terdaftar Di BEI

Pengaruh LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan) ROA (Return On Asset) dan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Terhadap Kecukupan Modal Perbankan Pada Bank Yang Terdaftar Di BEI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan) ROA (Return On Asset) dan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Terhadap Kecukupan Modal Perbankan Pada Bank Yang Terdaftar Di BEI” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul ini belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi untuk program S1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar, apa adanya dan apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

View of PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk Periode Tahun 2004-2015)

View of PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk Periode Tahun 2004-2015)

Berdasarkan NPL (Non Performing Loan) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa. Barat dan Banten, Tbk. Periode Tahun 2004-2015 terlihat mengalami fluktuasi yang cenderung naik dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oteh peningkatan jundah hutang perusahaan-perusahan (kredit bermasalah) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. Pada tahun 2004 nilai NPL sebesar 0.32% yang kemudian mengalami kenaikan pada 2005 menjadi 0,45% dan mengalami penurunan pada tahun 2006 menjadi 0.41%. Pada tahun 2007 nilai NPL kembali meningkat sampai tahun 2009, yaitu 0.70%, 0.78% dan 1.97%. Tahun 2010 dan 2011 mengalami penurunan menjadi 1.86% dan menurun kembali menjadi 1.21%. Kenaikan yang cukup tinggi terjadi dari tahun 2012 sampai tahun 2014, yaitu masing-masing 2.07%, 2.83% dan 4.15%. Dan kembali menurun pada tahun 2015 menjadi 2.91%. Tahun 2014 merupakan nilai terbesar NPL dari tahun sebelumnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Capital Adequacy Ratio(CAR), Non Performing Loan (NPL), Operating Ratio (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio(LDR) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Capital Adequacy Ratio(CAR), Non Performing Loan (NPL), Operating Ratio (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio(LDR) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Operating Ratio (BOPO) berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Laba sedangkan variabel Capital Adequacy Ratio(CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio(LDR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Laba. Secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh secara signifkan terhadap Pertumbuhan Laba.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Non Performing Loan NPL Capital

Pengaruh Non Performing Loan NPL Capital

secara simultan variabel-variabel independen, Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Kualitas Aktiva Produktif terdapat pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas dengan tingkat probabilitas yang lebih kecil dari α (0,026 < 0,05).Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 44,4% sedangkan 55,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan Dari hasil uji t untuk NPL terhadap profitabilitas diperoleh t hitung -

7 Baca lebih lajut

125245Pengaruh Non Performing Loan NPL d

125245Pengaruh Non Performing Loan NPL d

pertimbangan yang sangat teliti agar dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya risiko kredit lebih awal. Faktor utama memburuknya kondisi tingkat kesehatan bank yang hampir dihadapi seluruh perbankan adalah membengkaknya jumlah kredit yang bermasalah atau disebut juga non performing loan . Semakin kecil NPL, maka semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank. Menurut ketentuan Bank Indonesia, salah satu risiko yang menjadi sumber penilaian kesehatan suatu bank adalah dari sumber pembiayaan/kredit yang dimana suatu bank harus mempunyai nilai NPL ( non performing loan ) atau kredit macet dibawah 5%. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (untuk selanjutnya disebut LDR) merupakan salah satu indikator penilaian kinerja keuangan untuk mengukur tingkat likuiditas yang disebut juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga atau biasa digunakan untuk mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank oleh karena itu, kegiatan penyaluran kredit menjadi sumber pendapatan utama bank. Semakin besarnya penyaluran dana dalam bentuk kredit dibandingkan dengan deposit atau simpanan masyarakat pada suatu bank membawa konsekuensi semakin besarnya risiko yang harus ditanggung oleh bank yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR)  Analisis Pengaruh Non Performing Loan dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas Pada PT.Bank Syariah Mandiri Periode (2010-2014).

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) Analisis Pengaruh Non Performing Loan dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas Pada PT.Bank Syariah Mandiri Periode (2010-2014).

This study aims to examine the Non Performing Loan and Loan to Deposit Ratio Profitability (Return On Assets). The research population is Bank Syariah Mandiri. The sampling method using purposive sampling with criteria established that quarterly reports from 2010 to 2014. The number of samples were analyzed using multiple linear regression analysis.

18 Baca lebih lajut

ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING LOAN, RETURN ON ASSET,

ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING LOAN, RETURN ON ASSET,

“Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Loan to Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Return On Assets, Suku Bunga SBI Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit: Studi Empiris Pada Bank BUMN dan Bank Swasta Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013”.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car) Dan Non Performing Loan (NPL) Terhadap Return On Equity (ROE) Pada PT Bank bjb Tbk

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car) Dan Non Performing Loan (NPL) Terhadap Return On Equity (ROE) Pada PT Bank bjb Tbk

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio rata- rata diatas 8% yang berarti melebihi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Perkembangan Non Performing Loan Bank Jabar Banten secara rata- rata di bawah 5%. Kemampuan Bank Jabar Banten dalam menghasilkan laba bersih dari modal sendiri cukup baik. Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return On Equity, demikian juga secara parsial, Capital Adequacy Ratio memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Return On Equity sedangkan Non Performing Loan tidak brpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Pengaruh kedua variabel tersebut terhadap Return On Equity adalah 82,6% dan sisanya sebesar 17,4%, merupakan pengaruh faktor lain diluar kedua variabel bebas yang diteliti.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

ANALISIS DATA PANEL NON PERFORMING LOAN

ANALISIS DATA PANEL NON PERFORMING LOAN

Salah satu tugas dari bank adalah menyalurkan kredit ke masyarakat. Sebagai bagian dari lembaga perantara, penyaluran kredit bisa saja mengalami kegagalan pembayaran. Dengan demikian, terdapat rasio untuk melihat kegagalan pembayaran kredit. Rasio ini disebut dengan Non-Performing Loans (NPL). NPL digunakan sebagai indikator dalam konteks negara maupun industri. Besarnya presentase NPL menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pembayaran kredit dari nasabah.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...