Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Top PDF Novel Ronggeng Dukuh Paruk:

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

 BAB I   Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

BAB I Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk diteliti karena menarik untuk diteliti, salah satu alasan yang menarik diteliti dalam novel yaitu tentang kemasyarakatan. Tokoh utama atau Srintil dalam novel diceritakan sebagai simbol tokoh yang memberikan semagat keperempuannya untuk keluar dari kekangan laki-laki yang biasanya perempuan jaman dahulu hanya dijadikan tempat pelampiasan oleh laki-laki.

7 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

A. Tema ....................................................................................... 1. Tema Novel Ronggeng Dukuh Paruk ................................ 2. Tema Novel Sintren ........................................................... B. Fakta Cerita ............................................................................ 1. Fakta Cerita Novel Ronggeng Dukuh Paruk ...................... a. Alur ............................................................................ b. Penokohan .................................................................. c. Latar ........................................................................... 2. Fakta Cerita Novel Sintren .................................................
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) karya Ahmad Tohari dipandang oleh para pengamat sastra sebagai salah satu fiksi Indo- nesia mutakhir yang memenuhi kriteria sastra literer dalam teori Hugh (dalam Aminuddin, 1990: 45). Kriteria itu adalah (1) relevansi nilai- nilai eksistensi manusia yang terdeskripsikan melalui jalan seni, imajinasi, dan rekaan yang membentuk kesatuan yang utuh, selaras, serta memiliki kepaduan dalam pencapaian tujuan tertentu (integrity, harmony, dan unity); (2) daya ungkap, keluasan, dan daya pukau yang disajikan lewat bentuk (texture) serta penataan unsur-unsur kebahasaan dan struktur verbalnya (adanya consonantia dan klaritas). Struktur novel dengan segala sesuatu yang dikomunikasikan, menurut Fowler (1977: 3), selalu dikontrol langsung oleh manipulasi bahasa pengarang. Demi efektivitas pengung- kapan, bahasa sastra disiasati, dimanipulasi, dieksploitasi, dan diberdayakan sedemikian rupa melalui stilistika. Oleh karena itu, bahasa karya sastra memiliki kekhasan yang berbeda dengan karya nonsastra (Wellek dan Warren, 1989: 15). Kekhasan bahasa sastra adalah penuh ambiguitas dan memiliki kategori- kategori yang tidak beraturan dan terkadang tidak rasional, asosiatif, konotatif, dan mengacu pada teks lain atau karya sastra yang lahir sebelumnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah Srintil. Srintil adalah seorang yatim piatu, sisa sebuah malapetaka, yang membuat banyak anak Dukuh Paruk kehilangan ayah- ibu. Sebelum membahas terkait dengan sifat dan karakter Srintil, peneliti terlebih dahulu membahas tentang makna yang terkandung dari nama “Srintil”. Ali Imron Al- Ma’ruf dalam Novi Anoegrajekti menyatakan mengenai makna nama Srintil, meskipun dari namanya terdengar tidak istimewa bahkan terkesan rendah, sebenarnya memiliki makna yang dalam, simbolis, dan filosofis. Nama Srintil memiliki fungsi sebagai identitas seorang perempuan desa juga memiliki fungsi simbolik. Kata “Srintil” dalam bahasa Jawa berarti kotoran kambing yang wujudnya kebulat-bulatan berwarna hijau tua kehitam-hitaman dan berbau tidak sedap. Mes kipun baunya busuk dan wujudnya menjijikan, “Srintil” dapat menjadi pupuk yang mampu menyuburkan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya di tanah yang gersang sekalipun. Artinya, meskipun kotoran kambing itu wujudnya menjijikan dan baunya busuk, Srintil tetap dibutuhkan dan dicari oleh manusia. Jadi, nama Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk mengandung makna filosofis yang tinggi. 2
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Gaya Wacana Dalam Teks Novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Dimensi Budayanya

Gaya Wacana Dalam Teks Novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Dimensi Budayanya

Novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) karya Ahmad Tohari dipandang oleh para pengamat sastra sebagai salah satu fiksi Indonesia mutakhir yang memenuhi kriteria sastra literer dalam teori Hugh (dalam Aminuddin, 1990:45). Kriteria itu adalah: (1) relevansi nilai-nilai eksistensi manusia yang terdeskripsikan melalui jalan seni, imajinasi, dan rekaan yang membentuk kesatuan yang utuh, selaras, serta memiliki kepaduan dalam pencapaian tujuan tertentu (integrity, harmony dan unity); (2) daya ungkap, keluasan, dan daya pukau yang disajikan lewat bentuk (texture) serta penataan unsur- unsur kebahasaan dan struktur verbalnya (adanya consonantia dan klaritas).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah Srintil. Srintil adalah seorang yatim piatu, sisa sebuah malapetaka, yang membuat banyak anak Dukuh Paruk kehilangan ayah- ibu. Sebelum membahas terkait dengan sifat dan karakter Srintil, peneliti terlebih dahulu membahas tentang makna yang terkandung dari nama “Srintil”. Ali Imron Al- Ma’ruf dalam Novi Anoegrajekti menyatakan mengenai makna nama Srintil, meskipun dari namanya terdengar tidak istimewa bahkan terkesan rendah, sebenarnya memiliki makna yang dalam, simbolis, dan filosofis. Nama Srintil memiliki fungsi sebagai identitas seorang perempuan desa juga memiliki fungsi simbolik. Kata “Srintil” dalam bahasa Jawa berarti kotoran kambing yang wujudnya kebulat-bulatan berwarna hijau tua kehitam-hitaman dan berbau tidak sedap. Mes kipun baunya busuk dan wujudnya menjijikan, “Srintil” dapat menjadi pupuk yang mampu menyuburkan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya di tanah yang gersang sekalipun. Artinya, meskipun kotoran kambing itu wujudnya menjijikan dan baunya busuk, Srintil tetap dibutuhkan dan dicari oleh manusia. Jadi, nama Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk mengandung makna filosofis yang tinggi. 2
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya Ahmad Tohari yang lahir di daerah Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 13 Juni 1948. Ahmad Tohari pada dasarnya mempunyai hobi menulis, akan tetapi tidak pernah berpikiran akan menjadi penulis ternama. Karya sastranya terkenal pada kekuatan pedesaan yang dikemas secara eksotis sehingga menimbulkan kehidupan pedesaan menjadi sedemikian hidup dan menarik. Hasil tulisannya mendapatkan beberapa penghargaan antara lain hadiah dari Yayasan Buku Utama untuk novelnya yang berjudul Kubah (1980), hadiah Sayembara Penulisan Roman Dewan Kesenian Jakarta unutk novelnya yang berjudul Di Kaki Bukit Cibalak (1986), penghargaan Fellow Writer the University Of Iowa (1990), penghargaan Bhakti Upapradana dari Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah untuk Pengembangan Seni Budaya (1995), dan South East Asia Writes Award, Bangkok (1995).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Puji syukur alhamdulilah kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ‘Kajian Perubahan Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ke dalam Skenario Film Sang Penari karya Salman Aristo’ dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN Oleh Citra Resmi Sebuah skri[r]

3 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

2. Kajian mengenai realisasi kesantunan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pertimbangan untuk bahan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah, mulai dari tingkat menengah sampai tingkat tinggi. Misalnya pada standar kompetensi menulis (mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen) dan kompetensi dasar menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar), guru dapat memanfaatkan novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai model pemilihan tuturan oleh pengarang dalam mengekspresikan ide atau gagasannya ke dalam bentuk cerita. Pemilihan bahan pengajaran yang diambil dari seleksi tuturan-tuturan dalam novel ini sekaligus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santun. Hal ini tentunya diharapkan juga dapat dilakukan dalam aspek keterampilan berbahasa yang lain yakni, menyimak, berbicara, dan membaca. Kondisi seperti ini kiranya dipikirkan kembali karena berbahasa santun dalam berkomunikasi secara formal maupun nonformal akan berdampak positif pada keberlangsungan dan efek yang timbul dari komunikasi tersebut.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

Salah satu pengarang laki-laki yang mengangkat tema perempuan dalam novelnya adalah Ahmad Tohari. Beliau lebih banyak mengangkat persoalan budaya, politik, sosial, dan perempuan dalam karya sastranya. Perempuan sebagai kajian tematik dalam novelnya, tidak terlepas dari kasus-kasus perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, atau pelecehan seksual (berkenaan dengan jenis kelamin). Seksual juga berkenaan dengan perkara persetubuhan (eksploitasi) antara laki-laki dan perempuan. Aspek kehidupan seperti itu juga dapat dicermati dalam karya sastranya yakni novel Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Di Indonesia, perkembangan karya sastra sangat membanggakan. Dewasa ini banyak sekali diterbitkan novel mutakhir dengan berbagai macam tema dan isinya. Pada dasarnya novel yang diterbitkan merupakan gambaran kehidupan sosial masyarakat dari berbagai aspeknya. Berbeda dengan novel- novel dahulu, novel terbitan sekartang rata-rata pengarangnya adalah wanita, yang menonjolkan tokoh wanita sebagai tokoh utama. Namun, selain itu ada pula novel yang berisi mengenai suatu kehid upan masyarakat yang tokohnya juga wanita. Contohnya Para Priyayi, Pengakuan Pariem, Ronggeng Dukuh Paruk. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk mengkaji novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dengan tinjauan psikologi sastra. Ahmad Tohari sebagai penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk seorang sastrawan yang kreatif hal ini terbukti dengan karyanya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

sebagai upaya untuk menjelaskan bahwa utilitas bahasa dalam perspektif antropologi linguistik mampu menformulasi dan merekonstruksi hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer berupa teks sastra (novel), sedangkan data sekunder meliputi: (1) berbagai referensi atau jurnal yang relevan dengan permasalahan penelitian; (2) berbagai informasi penting yang diperoleh dari pengarang, budayawan, dan pembaca yang dirujuk dari internet. Pengumpulan dapat dilakukan dengan teknik studi kepustakaan disertai pemahaman arti secara mendalam. Teknik analisis data untuk pemaknaan diperlukan pembacaan secara semiotik yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hegemoni kekuasaan yang diungkapkan pengarang melalui sistem penanda dapat diperhatikan dalam penggunaan tanda/simbol yang mengarah pada pemaknaan kekuasaan pada kategori linguistik yang dikaitkan dengan budaya masyarakat dalam teks; (2) hegemoni kekuasaan yang ditunjukkan dalam teks sebagai representasi kemanusiaan diungkapkan bahwa untuk kepentingan-kepentingan tertentu terkadang bahasa merupakan salah satu alat jitu yang digunakan untuk memberikan suatu pembenaran terhadap perilaku manusia; (3) bahasa yang digunakan dalam teks tidak dapat dilepaskan dengan kebudayaan masyarakat dalam memberikan pemaknaan tentang kekuasaan. Representasi kekuasaan tergambar secara jelas dalam membicarakan dan menafsirkan penggunaan penanda bahasa yang mengacu pada realitas sosial.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya monumental. Pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk bernama Ahmad Tohari, seorang penulis dari Banyumas. Merupakan sastrawan Indonesia yang jeli dalam mengamati fenomena-fenomena sosial budaya. Kehidupan masyarakat yang kompleks dan rumit ia tuangkan dalam tulisan dengan menggunakan bahasa sederhana yang terkadang masih lekat dengan jawa. Lebih dari 50 skripsi dan tesis lahir dari novel ini. Selain itu novel ini telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa asing, yaitu bahasa, Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris, di samping dibuat pula dalam bahasa daerah Jawa. Bahkan di jurusan Sastra Asia Timur, novel ini menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

This research was motivated by a desire to find psychological conflict of the main character in the novel Ronggeng Dukuh Paruk written by Ahmad Tohari. This research aimed to describe the psychological conflict of the main character in the novel Ronggeng Dukuh Paruk, by Ahmad Tohari with psikoanalisis Sigmund Freud’s theory that divided the human personality into there, namely the id, ego, and superego in the attitude of repression, sublimation, rationalization, aggression, projection, diversion, apathy and fantasy. This research was a qualitative research, being descriptive, using textual approaches and literature technigues. Analysis and interactive models by Miles and Huberman done by marking,classify, and coclude the results of analysis that is consistent with the of Sigmund Freud’s personality theory. Pengeran displayed Rasus character as the narrator in novel Ronggeng Dukuh Paruk Hamlet was being displayed as a character who told Rasus. The main conflict deeloved in chapter there, namely when Srintil completed the last reguirement mus be a ronggeng. The requirement that must be fulfilled was named “bukak - klambu”. A requirement that destabilize the relationship between Rasus end Srintil. The results showed that in a natural psychiatric conflict was experienced by Srintil figure wit himself happened because Srintil psychiatric conflict by herself occurred as the result of Rasus’s refusal to bicome her husband and leaved her, and Srintil psychiatric conflict with the surrounding occurred when Srintil was involved by the communist minions and must be entered into the prison and She was be disappointed by Bajus because selling her to Pak Blengur. The peak of the problem occurred when Srintil has became a Ronggeng Dukuh Paruk. Srintil belonged to the people and Rasus as a man who loved her, should let her.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya monumental. Pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk bernama Ahmad Tohari, seorang penulis dari Banyumas. Merupakan sastrawan Indonesia yang jeli dalam mengamati fenomena-fenomena sosial budaya. Kehidupan masyarakat yang kompleks dan rumit ia tuangkan dalam tulisan dengan menggunakan bahasa sederhana yang terkadang masih lekat dengan jawa. Lebih dari 50 skripsi dan tesis lahir dari novel ini. Selain itu novel ini telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa asing, yaitu bahasa, Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris, di samping dibuat pula dalam bahasa daerah Jawa. Bahkan di jurusan Sastra Asia Timur, novel ini menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

Istilah ronggeng bukan merupakan sesuatu yang asing lagi. Di tanah Jawa yang merupakan tempat kelahiran ronggeng sendiri, ronggeng adalah sebuah produk seni dari kebudayaan. Ronggeng erat hubungannya dengan tayub, karena ronggeng secara harfiah berarti penari tayub. Sebagai artefak budaya, ronggeng memiliki sejarah yang sangat panjang. Dalam sejarahnya, ronggeng merupakan sebuah penyimbolan dunia sakral dan menjadi wakil dari kepercayaan mistis budaya Jawa di masa lalu. Sayangnya, pergeseran makna sakral menjadi profan pada ronggeng telah menjadikan ronggeng sebagai ‘perempuan penghibur’, yang bukan saja dilekatkan kepada seni tarian, namun justru kepada seksualitas mereka.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Sikap arif menghadapi orang khilaf itu pula agaknya yang mendorong Tohari lebih memilih cara pencerahan mental spiritual masyarakat melalui karya seni dalam hal ini novel dengan caranya yang khas sastra. Berbeda dengan para kyai atau pendeta yang berdakwah dengan cara berkhutbah yang sifatnya kadang-kadang doktrinal dan menggurui, maka melalui novel RDP, Tohari menyampaikan dakwah kulturalnya dengan menyentuh hati nurani, mengelus lembut perasaan, dan menggelitik pemikiran pembaca. Dakwah kultural dalam karya sastra itu menjadi menarik karena wawasan keagamaan itu diungkapkan bukan dengan mengobral ayat suci atau hadits dalam RDP melainkan melalui dialog para tokohnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 9173 documents...