oksidasi lemak

Top PDF oksidasi lemak:

PENGARUH TEMPERATUR PENGASAPAN TERHADAP OKSIDASI LEMAK, KADAR AIR DAN KADAR LEMAK KERIPIK DAGING ASAP PUBLIKASI ILMIAH Diserahkan Guna Memenuhi Syarat yang Diperlukan untuk Mendapatkan Derajat Sarjana Peternakan pada Program Studi Peternakan

PENGARUH TEMPERATUR PENGASAPAN TERHADAP OKSIDASI LEMAK, KADAR AIR DAN KADAR LEMAK KERIPIK DAGING ASAP PUBLIKASI ILMIAH Diserahkan Guna Memenuhi Syarat yang Diperlukan untuk Mendapatkan Derajat Sarjana Peternakan pada Program Studi Peternakan

Pembuatan keripik daging merupakan bentuk pengolahan daging secara kering dengan metode transfer panas yang bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, karena daging merupakan bahan yang mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pengasapan terhadap oksidasi lemak, kadar air dan kadar lemak keripik daging asap. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi bagian paha, tepung tapioka dan bumbu- bumbu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Ternak (TPHT) Fakultas Peternakan Universitas Mataram, yang meliputi pembuatan keripik daging dan pengasapan keripik daging, dan analisis bilangan peroksida dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA, sedangkan analisis kadar air dan kadar lemak dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak (INMT) Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Mei sampai 10 Juni 2016. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan (temperatur pengasapan 70, 80 dan 90 o C) dan 3 ulangan. Data dianalisa mengunakan analisa varian (Anova), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis diperoleh rata-rata bilangan peroksida pada temperatur 70, 80 dan 90 o C adalah 0,02 meq/kg, 0,09 meq/kg dan 0,07meq/kg, nilai rata-rata kadar air yaitu 16,30%, 9,03% dan 10,00% dan nilai rata-rata kadar lemak yaitu 0,89%, 1,12% dan 1,11%. Dari hasil analisis sidik ragam bilangan peroksida menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05), kadar air menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01), dan kadar lemak menunjukkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa temperatur pengasapan 70 o C merupakan metode terbaik karena menghasilkan bilangan peroksida terendah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Aplikasi Ekstrak Daun Sirih dalam Menghambat Oksidasi Lemak Jambal Patin

Aplikasi Ekstrak Daun Sirih dalam Menghambat Oksidasi Lemak Jambal Patin

Dalam proses pembuatan jambal pada penelitian ini, sebelum pemberian garam dilakukan autolisis selama 6 jam, karena diharapkan pada tahap ini protein ikan akan mulai mengalami degradasi oleh enzim proteolitik yang terdapat pada daging ikan sehingga tekstur yang dihasilkan lebih empuk. Menurut Huss (1995) enzim katepsin merupakan enzim proteolitik yang berperan penting selama proses degradasi autolisis pada daging ikan. Degradasi oleh enzim tersebut menyebabkan daging ikan menjadi lebih lunak. Autolisis hanya dilakukan selama 6 jam untuk menghindari autolisis berlanjut yang berakhir pada kebusukan. Aktivitas enzim ini akan terhambat dengan pemberian garam. Tahap selanjutnya dalam pembuatan jambal patin adalah pemberian ekstrak daun sirih. Ekstrak daun sirih yang diberikan dibuat dalam konsentrasi 22.5 % (disajikan pada Lampiran 1), kemudian ekstrak daun sirih tersebut dibuat dengan beberapa perbandingan terhadap larutan garam jenuh yaitu 1:2 (kode B), 1:3 (kode C), 1:4 (kode D), 1:5 (kode E) dan kode A tanpa ekstrak daun sirih hanya direndam dalam larutan garam jenuh saja. Pemberian ekstrak daun sirih ini dimaksudkan untuk menghambat oksidasi lemak pada jambal patin. Selanjutnya dilakukan perendaman selama 48 jam untuk memberikan kesempatan ekstrak daun sirih dan larutan garam berpenetrasi ke dalam daging ikan. Ikan kemudian dibersihkan dari garam dan kemudian dibelah dan segera dicuci sehingga warna dari ekstrak daun sirih tidak mengganggu produk.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

2 OKSIDASI LEMAK PADA MAKANAN: IMPLIKASINYA PADA MUTU MAKANAN DAN KESEHATAN

2 OKSIDASI LEMAK PADA MAKANAN: IMPLIKASINYA PADA MUTU MAKANAN DAN KESEHATAN

juga interaksi antara komponen bioaktif dari makanan (baik yang bersifat positif maupun negatif) dengan sintesis protein, degradasi protein, dan modifikasi protein yang keseluruhannya bermuara pada metabolisme sel. Munculnya ilmu baru ini dilandasi oleh beberapa fakta yang telah diketahui hingga saat terakhir ini. Pertama, zat-zat kimia pada makanan termasuk produk oksidasi lemak berpengaruh pada gen-gen manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bisa mengganggu ekspresi gen. Kedua, dalam kondisi tertentu atau pada individu tertentu maka zat-zat bioaktif makanan bisa menjadi pemicu yang menyebabkan sakit. Ketiga, sejauh mana zat makanan berpengaruh menyehatkan atau menyebabkan sakit bagi individu tergantung pada kondisi genetik masing-masing. Keempat, konsumsi makanan tertentu (misalnya makanan yang kaya antiok- sidan) yang didasarkan pada pengetahuan kebutuhan gizi, status gizi, dan genotipe individu bisa diarahkan untuk mencegah, mengenda- likan, atau bahkan menyembuhkan penyakit kronis (Fogg-Johnson dan Kaput 2003).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam Sosis untuk Penghambatan Kerusakan Oksidatif Lemak

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam Sosis untuk Penghambatan Kerusakan Oksidatif Lemak

Nitrat atau nitrit sering ditambahkan pada proses curing, selain berfungsi untuk mempertahankan warna merah dan memperbaiki flavor daging, juga berperan sebagai antimikroba dan antioksidan. Nitrat dan nitrit dapat menghambat pertumbuhan spora Clostridium botulinum dan beberapa bakteri patogen lainnya. Sedangkan sebagai antioksidan, kedua senyawa ini dapat menghambat terjadinya oksidasi lemak pada daging yang menyebabkan ketengikan dan perubahan warna pada daging menjadi coklat (Fista et al. 2004). Untuk mengurangi terjadinya oksidasi lemak sosis dan memperpanjang umur simpan biasanya ditambahkan senyawa antioksidan sintetis seperti BHA dan BHT. Menurut USDA (2000), batas maksimal penambahan BHA dan BHT masing-masing sebesar 0.01%.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum dan Bilangan Peroksida

Laporan Praktikum dan Bilangan Peroksida

Angka peroksida rendah bias disebabkan laju pembentukkan peroksida rendah bias disebabkan laju pembentukkan peroksida baru lebih kecil dibandingkan dengan laju degradasinya menjadi senyawa lain, mengingat kadar peroksida cepat mengalami degradasi dan bereaksi dengan zat lain. Oksidasi lemak oleh oksigen terjadi secara spontan jika bahan berlemak dibiarkan kontak dengan udara, sedangkan kecepatan proses oksidasinya tergantung pada tipe lemak dan kondisi penyimpanan.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam Sosis untuk Penghambatan Kerusakan Oksidatif Lemak

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam Sosis untuk Penghambatan Kerusakan Oksidatif Lemak

Cengkeh (Eugenia caryophylata Thunb) merupakan salah satu jenis rempah yang sudah sejak lama digunakan sebagai sumber flavor alami dalam berbagai produk pangan, seperti daging dan produk olahan daging, ikan dan ayam. (Sulieman et al. 2007). Cengkeh juga dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dari cengkeh lebih baik dari rempah-rempah lainnya seperti rosemary, sage, oregano, pala, jahe dan hampir sama kuat dengan antioksidan sintetis BHA dan BHT (Lee dan Shibamoto 2001, Gulcin et al. 2004, Nasar et al. 2007, Phoupuritham et al. 2007). Namun efektivitasnya dalam mencegah terjadinya reaksi oksidasi lemak pada sistem pangan terutama produk olahan daging, belum banyak dipelajari.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

Rancangan Percobaan dan Analisis Data

Rancangan Percobaan dan Analisis Data

Peubah yang diamati adalah: a) penampilan itik, b) komposisi gizi daging (dada dan paha dengan kulit) yang meliputi kadar air, kadar protein (metode Kjeldahl), dan kadar lemak (metode Soxhlet) (AOAC, 1984), c) komposisi asam lemak daging dan kulit itik di- lakukan dengan cara mengekstraksi lemak, melakukan metilasi untuk memperoleh ester metil dari asam lemak kemudian dianalisa lebih lanjut dengan GC (IUPAC, 1988), d) nilai TBARS (tingkat laju oksidasi lemak) da- ging dengan kulit itik mengikuti prosedur Laboratorium Kimia Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, e) sensori daging itik dengan kulit (Meilgaard et al., 1999). Uji sensori dilakukan untuk mempelajari tingkat bau (off - fl avor) daging itik dengan kulit hasil perlakuan. Uji ini dilakukan oleh panelis terlatih yang diperoleh melalui beberapa tahapan, yaitu perekrutan dan seleksi panelis, pelatihan, penyiapan sampel dan pengujian sampel oleh panelis. Selain dilakukan uji sensori terhadap tingkat bau daging itik dengan kulit, juga dilakukan uji hedonik. Uji hedonik dilakukan oleh 111 orang panelis tidak terlatih. Panelis diminta untuk menyatakan kesukaan atau ketidak- sukaannya terhadap bau daging dan kulit itik akibat perlakuan dengan 7 skala hedonik yaitu 1= sangat tidak suka; 2= tidak suka; 3= agak tidak suka; 4= netral; 5= agak suka; 6= suka; 7= sangat suka.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penurunan Kadar Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Menggunakan Serbuk Brokoli 10% b/v (Brassica Oleracea L. Var Italica) Berdasarkan Variasi Lama Waktu Perendaman - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Penurunan Kadar Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Menggunakan Serbuk Brokoli 10% b/v (Brassica Oleracea L. Var Italica) Berdasarkan Variasi Lama Waktu Perendaman - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Proses pembentukan peroksida ini dipercepat oleh adanya cahaya, panas, enzim peroksida atau hiperperoksida, logam-logam berat seperti Cu, Fe, Co, dan Mn, logam porfirin seperti hematin, hemoglobin, meoglobin, krofil, dan enzim-enzim lepoksidase. Molekul-molekul lemak yang mengandung radikal asam lemak mengalami oksidasi dan menjadi tengik. Oksidasi lemak biasanya melalui proses pembentukan radikal bebas, kemudian radikal ini bersama O 2

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGIS AYAM BAKAR ASAP SELAMA PENYIMPANAN [The Effect of Vacuum Packaging on Microbiological of Smoked Roasted-Chicken during Storage] Rabiatul Adawiyah 1) , Sri Widyastuti 2) , Wiharyani Werdiningsih

PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGIS AYAM BAKAR ASAP SELAMA PENYIMPANAN [The Effect of Vacuum Packaging on Microbiological of Smoked Roasted-Chicken during Storage] Rabiatul Adawiyah 1) , Sri Widyastuti 2) , Wiharyani Werdiningsih

Pada Tabel 2 menunjukkan purata kadar asam lemak jenuh secara berturut-turut pada penyimpanan 0, 3 dan 6 hari yaitu 2,09%, 2,73% dan 3,48% yang menunjukkan bahwa semakin lama masa simpan maka kadar asam lemak bebas semakin tinggi. Penyimpanan hari ke 0 memiliki kadar asam lemak bebas yang rendah disebabkan karena pada penyimpanan hari ke 0 belum dilakukan pengemasan terhadap ayam bakar asap, sehingga oksidasi lemak yang disebabkan oleh oksigen yang kontak langsung dengan bahan jumlahnya sama.Pengaruh perlakuan lama penyimpanan yang tidak berbeda nyata terhadap kadar asam lemak bebas ayam bakar asap pada penyimpanan 3 hari, disebabkan karena aliran oksigen dan uap air yang masuk dalam kemasan pada semua perlakuan tidak jauh berbeda, sehingga oksigen dan uap air yang dapat menyebabkan reaksi oksidasi dan hidrolisis pada kandungan lemak juga tidak jauh berbeda.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh penambahan ekstrak etanol cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam sosis untuk penghambatan kerusakan oksidatif lemak

Pengaruh penambahan ekstrak etanol cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam sosis untuk penghambatan kerusakan oksidatif lemak

Beberapa jenis rempah seperti sage dan rosemary berpotensi sebagai antioksidan dan luas digunakan pada produk daging. Namun rempah-rempah ini kurang efektif dibandingkan BHA dan BHT. Ahn et al. (2002) melaporkan bahwa ekstrak rosemary kurang efektif dibandingkan BHA (Butylated Hydroxyanisole) dan BHT (Butylated Hydroxytoluene) dalam menekan oksidasi pada daging sapi masak. Selain itu penggunaan ekstrak rempah-rempah dalam konsentrasi tinggi dapat mempengaruhi rasa dan aroma dari produk yang dihasilkan sehingga dapat mengurangi penerimaan konsumen, sehingga efektivitas penggunaan antioksidan dari rempah-rempah ditentukan oleh kemampuannya dalam menghambat oksidasi lemak dan secara sensori dapat diterima.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pengaruh penambahan ekstrak etanol cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam sosis untuk penghambatan kerusakan oksidatif lemak

Pengaruh penambahan ekstrak etanol cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb) dalam sosis untuk penghambatan kerusakan oksidatif lemak

Beberapa jenis rempah seperti sage dan rosemary berpotensi sebagai antioksidan dan luas digunakan pada produk daging. Namun rempah-rempah ini kurang efektif dibandingkan BHA dan BHT. Ahn et al. (2002) melaporkan bahwa ekstrak rosemary kurang efektif dibandingkan BHA (Butylated Hydroxyanisole) dan BHT (Butylated Hydroxytoluene) dalam menekan oksidasi pada daging sapi masak. Selain itu penggunaan ekstrak rempah-rempah dalam konsentrasi tinggi dapat mempengaruhi rasa dan aroma dari produk yang dihasilkan sehingga dapat mengurangi penerimaan konsumen, sehingga efektivitas penggunaan antioksidan dari rempah-rempah ditentukan oleh kemampuannya dalam menghambat oksidasi lemak dan secara sensori dapat diterima.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Dampak Penggunaan Beluntas dalam Upaya Menurunkan Kadar Lemak Daging terhadap Produksi dan Kadar Lemak Telur Itik Lokal

Dampak Penggunaan Beluntas dalam Upaya Menurunkan Kadar Lemak Daging terhadap Produksi dan Kadar Lemak Telur Itik Lokal

Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB Abstrak Bau amis pada daging itik sebagian besar adalah hasil proses oksidasi lemak dan oksidasi lemak pada daging dapat dice[r]

1 Baca lebih lajut

makalah seminar penelitian dias n indah

makalah seminar penelitian dias n indah

Dari Tabel 4 terlihat tingkat kejernihan minyak semakin besar dengan semakin kecilnya konsentrasi bentonit. Hal ini juga diikuti dengan semakin kecilnya nilai densitas dan viskositas. Selain itu juga kualitas minyak semakin baik dimana bilangan asam dan peroksidanya semakin turun. Semakin lama waktu yang diperlukan untuk proses penjernihan maka semakin baik pula asam lemak bebas yang terikat oleh absorbent.

13 Baca lebih lajut

Pengambilan Minyak Kemiri dengan Cara Pengepresan dan Dilanjutkan Ekstrasi Cake Oil | Estrada | Widya Teknik 1 PB

Pengambilan Minyak Kemiri dengan Cara Pengepresan dan Dilanjutkan Ekstrasi Cake Oil | Estrada | Widya Teknik 1 PB

Dari Gambar 6 dan Tabel 5 dapat dilihat bahwa sifat fisis dan kimiawi minyak yang meliputi (a) kadar FFA, (b) bilangan iodine, (c) bilangan penyabunan, (d) warna, (e) indeks bias dan (f) densitas, dapat dikatakan tidak berubah dengan perubahan tekanan pengepresan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan tidak mempengaruhi struktur dari minyak tersebut. Dari Gambar 6 (a) dan Tabel 5 (a) terlihat bahwa semakin tinggi suhu biji kemiri yang dipress, maka kadar FFA dan warna minyak semakin besar. Peningkatan kadar FFA dan warna dapat disebabkan oleh adanya proses oksidasi. Proses oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan minyak. Proses oksidasi dimulai dengan pembentukan peroksida dan hidroperoksida, yang kemudian dilanjutkan dengan terurainya asam-asam lemak dan hidroperoksida menjadi aldehid dan keton serta asam-asam lemak bebas. Dengan semakin tingginya suhu, maka aldehid, keton dan asam- asam lemak bebas menjadi meningkat yang mengakibatkan kadar FFA juga semakin meningkat. FFA juga dapat terbentuk karena adanya reaksi hidrolisis antara minyak dan air yang dikandungnya. Minyak kemiri memiliki kandungan tokoferol yang dengan adanya pemanasan dapat teroksidasi menjadi oxidized tokoferol sehingga menyebabkan warna minyak kemiri menjadi gelap [6] .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kinetika parameter stabilitas oksidasi minyak sawit merah

Kinetika parameter stabilitas oksidasi minyak sawit merah

Pada Tabel 13 dapat diamati bahwa peubah a(T) (jumlah peroksida pada kondisi asymtotik pada suhu tertentu) pada produk minyak bunga matahari, emulsi minyak bunga matahari jauh lebih tinggi dibanding a(T) pada NDRPO. Dengan tingginya nilai a(T) maka peroksida akan dapat terus terbentuk dalam jumlah yang lebih banyak, rendahnya nilai a(T) pada NDRPO disebabkan oleh keberadaan β -karotena pada NDRPO yang dapat menghambat pembentukan peroksida. Diketahui pula dari Tabel 14 bahwa korelasi peroksida saat pembentukan dengan konsentrasi β -karotena adalah -0.787. Tingginya nilai korelasi ini dapat disebabkan karena peroksida yang terbentuk akan menyerang β -karotena. S emakin tinggi nilai peroksida, semakin rendah konsentrasi β - karotena. Akan tetapi apabila dilihat pada nilai korelasi antara konsentrasi peroksida saat degradasi dengan konsentrasi β -karotena, dan asam lemak jenuh dan tidak jenuh yang cukup tinggi. Hal ini berarti semakin rendah konsentrasi peroksida, semakin rendah pula konsentrasi β -karotena dan asam lemak tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh degradasi peroksida melalui mekanisme yang telah dibahas sebelumnya memiliki kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan degradasi β -karotena dan asam lemak tersebut.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Rigar David S G2A009051 Bab3KTI

Rigar David S G2A009051 Bab3KTI

Kerangka teori Keterangan Mengaktifkan Akumulasi lipid Hiperglikemi Oksidasi asam lemak ROS Fibrosis Miokard Lipotoksisitas Kardiomiopati Diabetika Peningkatan uptake asam lem[r]

2 Baca lebih lajut

MODUL KIMIA KELAS XI SEMESTER GANJIL RUA

MODUL KIMIA KELAS XI SEMESTER GANJIL RUA

Pentingnya reaksi oksidasi­reduksi dikenali sejak awal kimia. Dalam                 oksidasi­reduksi, suatu entitas diambil atau diberikan dari dua zat yang bereaksi.                       Situasinya mirip dengan reaksi asam basa. Singkatnya, reaksi oksidasi­reduksi dan asam                       basa merupakan pasangan sistem dalam kimia. Reaksi oksidasi reduksi dan asam basa                         memiliki nasib yang sama, dalam hal keduanya digunakan dalam banyak praktek kimia                         sebelum reaksi ini dipahami. Konsep penting secara perlahan dikembangkan: misalnya,                     bilangan oksidasi, oksidan (bahan pengoksidasi), reduktan (bahan pereduksi), dan gaya                     gerak listrik, persamaan Nernst, hukum Faraday tentang induksi elektromegnet dan                     elektrolisis. 
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Metabolisme Lemak pada Tubuh docx

Metabolisme Lemak pada Tubuh docx

Penyakit Refsum adalah suatu penyakit neurologik yang bersifat herediter, akibat kelainan metabolic yang menyebabkan akumulasi asam finanat yang ditemukan di prosuk susu serta daging dan lemak pemamah biak . Asam fitanat diperkirakan memiliki efek patologis terhadap fungsi membran, prenilasi protein dan ekspresi gen. Terjadi pada oksidasi asam lemak Alfa. Kelainan metabolisme fosfolipid terjadi menyebabkan beberapa penyakit. Penyakit Tay- Sachs disebabkan oleh defisiensi enzim Heksoamindase A, penyakit Fabry defisiensi enzim Alfa- galaktosidase, penyakit Krabbe karena defisiensi enzim Beta- Galaktosidase dan berbagai penyakit lainnya. 1
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB 12 Metabolik & Endokrin

BAB 12 Metabolik & Endokrin

Oksidasi Glukosa melalui pembentukan pentosa fosfat, yang reaksinya membutuhkan akseptor H yaitu NADP. Reaksi ini aktif dalam jaringan hati, mamma laktasi, adiposa eritrosit, testis, cortex adrenal. Enzim berada di ekstra mitokondria yang berguna untuk menghasilkan NADPH untuk sintesa ekstra mitokondrial dan keutuhan membran. Pada eritrosit defisiensi Glu- 6-dehidrogenase menyebabkan eritrosit jadi fragil (anemia). Reaksi ini juga dapat menghasilkan pentosa untuk sintesa (nukleotida, asam nukleat) pembentuk gula penyusun RNA dan DNA.

34 Baca lebih lajut

WartaIHPvol 26 no.1 2009

WartaIHPvol 26 no.1 2009

Penelitian/Research PENGARUH LAMA OKSIDASI TERMAL DAN JENIS MINYAK GORENG TERHADAP PEMBENTUKAN ASAM LEMAK trans DAN KUALITAS MINYAK GORENG The Effect of Thermal Oxidation Time and [r]

5 Baca lebih lajut

Show all 4905 documents...