Ono Lesmana Kartadikusumah

Top PDF Ono Lesmana Kartadikusumah:

ANALISIS BUSANA TARI WAYANG KARAKTER PUTRA GAGAH KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS BUSANA TARI WAYANG KARAKTER PUTRA GAGAH KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN KABUPATEN SUMEDANG.

Skripsi dengan judul Analisis Busana Tari Wayang Karakter Putra Gagah Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah di Sanggar Dangiang Kutamaya Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan pengamatan terhadap seni tradisi di Jawa Barat, tepatnya di Sumedang. Permasalahan yang dibahas meliputi tentang busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, dan makna busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif, dimana peneliti akan melakukan pengamatan yang secara objektif yang mengungkapkan berbagai temuan dari sejumlah data yang ada, dan menggambarkan secara sistematis fakta dan karekteristik objek dan subjek yang diteliti di lapangan secara tepat yang kemudian dianalisis dan selanjutnya diuraikan menjadi satu bentuk deskripsi pada laporan tertulis. Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian untuk menghimpun data yaitu dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Tujuannya untuk mendeskripsikan serta menganalisis tentang permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, diantaranya tata busana tari Wayang berkarakter putra gagah Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah dan makna dari setiap busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah. Setelah melakukan penelitian dilapangan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil analisis dalam tata busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana mempunyai gaya dan ciri khas sendiri yang hanya dimiliki oleh kota Sumedang, sehingga disebut dengan tari Wayang gaya Kasumedangan. Ciri khas dari busana tari Wayang tersebut terdapat pada motif hiasnya yang selalu memakai motif bunga teratai. Tata busana yang ditangani oleh istri dari Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, baik menyulam busana, pembuatan rancangan busana maupun tata rias dikerjakan oleh Ibu Ono. Ibu Ono memakai motif bunga teratai dalam setiap baju tari Wayang, karena bunga tertai tersebut sepeti menyembah yang artinya nyembah tersebut bukan kepada penonton tetapi kepada Allah SWT, jadi dalam menaripun harus nyembah, selamanya kita itu tidak boleh lupa kepada Allah yang telah menciptakan kita di dunia.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

Setelah proposal penelitian disetujui oleh dewan skripsi, peneliti melakukan observasi. Dalam observasi ini peneliti mendatangi lokasi penelitian serta meminta izin untuk melakukan penelitian ditempat yang akan diteliti. Mengingat lokasi penelitian yang akan diteliti ini merupakan tempat berlatihnya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah semasa beliau berkiprah sebagai pencipta tari Wayang Sumedang dan kini diteruskan oleh cucunya Raden Widawati Noer Lesmana mengajarkan kepada murid-muridnya, maka peneliti melakukan observasi awal dengan cara mengamati tentang hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Hal-hal yang diamati, seperti struktur gerak dan ragam gerak pada tari Ekalaya, Jakasona, Jayengrana, Gandamanah, dan Gatot Kaca Gandrung serta mengikuti latihan rutin untuk mengetahui persamaan dari setiap tariannya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

Judul penelitian tentang Analisis Ragam Gerak Tari Wayang Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang adalah Analisis merupakan penelitian suatu peristiwa atau kejadian ( karangan, perbuatan, dsb ) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ragam gerak merupakan gerak-gerak yang berangkai, rangkaian dari sejumlah gerak, atau bentuk rangkaian gerak. Tari Wayang adalah suatu bentuk tarian yang berceritakan tentang tokoh pewayangan. Padepokan Sekar Pusaka adalah kediaman Raden Ono Lesmana Kartadikusumah yang dipakai tempat berlatih tari dan sepeninggalan beliau, rumahnya bernama sanggar tari milik Raden Ono Lesmana Kartadikusumah
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

TARI TOPENG KLANA KARYA RD. ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA SUMEDANG.

TARI TOPENG KLANA KARYA RD. ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA SUMEDANG.

Instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini diantaranya adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman wawancara berupa beberapa bentuk pertanyaan- pertanyaan sebagai pegangan dalam melakukan wawancara dengan narasumber yang dijadikan objek penelitian untuk mendapatkan data- data yang akurat dan terpercaya.Wawancara untuk penelitian ini ditujukan kepada pimpinan Sanggar Dagiang Kutamaya, murid-murid Rd. Ono Lesmana kartadikusumah yang masih ada diantaranya ialah Memey, Ade serta dari keluarga Rd. Ono Lesmana Kartadikusummah yang sampai saat ini masih melestarikan tentang tari topeng klana karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah. E. Teknik Pengumpulan Data
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

S STR 1204348 Table of content

S STR 1204348 Table of content

3. Latar Belakang Tari Lenyepan Gaya Sumedang Karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah di Padepokan Sekar Pusaka 60 4. Struktur Koreografi tari Lenyepan gaya Sumedang karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah ........................................... 63

8 Baca lebih lajut

S STR 1204348 Appendix

S STR 1204348 Appendix

Wawancara yang dilakukan oleh penulis bertujuan untuk menggali informasi dari narasumber sehingga didapatkan informasi mengenai keberadaan tari Lenyepan gaya Sumedang karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah di padepokan Sekar Pusaka, struktur koreografinya, rias, busana, dan iringan musik yang digunakan pada tari Lenyepan karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah. Adapun pedoman wawancaranya sebagai berikut:

10 Baca lebih lajut

s sdt 0800569 chapter 5

s sdt 0800569 chapter 5

Mengingat berkurangnya materi yang diajarkan di Padepokan Sekar Pusaka karena sedikit data-data tertulis yang ada pada tari Wayang karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, peneliti menyarankan untuk dibuat kembali pendokumentasian struktur gerak tari Wayang Ekalaya, Jakasona, Jayengrana, Gandamanah, dan Gatot Kaca Gandrung yakni berupa buku.

2 Baca lebih lajut

Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang.

Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang.

Setiap gerak yang tertuang dalam tari Pancawarna memiliki banyak syarat akan makna tentang kehidupan seperti halnya Gerak Calik Jengkeng Sembah atau Calik Jengkeng, merupakan salah satu pola gerak yang digunakan dalam setiap tari wayang karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah yang diwariskan oleh R. Ono Lesmana Kartadikusumah. Menurut R. Effendi Lesmana Kartadikusumah, calik sembah ( calik jengkeng ) awal dan akhir pada tarian Pancawarna ini merupakan penyatuan diri atau penyerahan diri kepada Tuhan. Berdasarkan analisis tersebut makna gerak calik sembah memiliki nilai estetis keselaran dan keagungan. Nilai keselarasan mengandung arti bahwa orang selalu mengawali dan mengakhiri segala sesuatu pekerjaan dengan berdoa, maka orang tersebut akan memiliki keselarasan hidup, sedangkan nilai keagungan pada calik sembah tersebut adalah tentang hubungan terhadap seseorang terhadap keagungan Tuhan- nya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

42 AKUNTANSI KELEMBAGAAN EKONOMI SYARIAH DALAM PERSFEKTIF IWAN TRIYUWONO Rahmaniar, Akhmad Dakhoir, dan Adelia Norain

42 AKUNTANSI KELEMBAGAAN EKONOMI SYARIAH DALAM PERSFEKTIF IWAN TRIYUWONO Rahmaniar, Akhmad Dakhoir, dan Adelia Norain

Akuntansi posisinya sangat penting dalam suatu lembaga keuangan atau per usahaan, dimana akuntansi sangat ber per an dalam mengambil kebijakan untuk mengembangkan per - usahaan. Tujuan akuntansi ter sebut intinya adalah untuk memper oleh infor masi keuangan se- bagai pengambil suatu kebijakan oleh per usahaan ataupun pengguna lapor an keuangan par a st akeholder s . Belakangan ini ada suatu peningkatan kepentingan ter hadap bidang akuntansi me- nuju akuntansi dalam per spektif Islami atau akuntansi syar iah. Salah satu aspek yang men- dor ongnya adalah dengan munculnya sistem per bankan syar iah. Di pihak lain, aspek-aspek akuntansi konvensional tidak dapat diter apkan pada lembaga yang menggunakan pr insip-pr in- sip Islam. Oleh kar ena itu, per lunya standar akuntansi yang cocok bagi bank syar iah.Tujuan dasar lapor an keuangan akuntansi syar iah yang dijelaskan oleh Iw an Tr iyuw ono yang ber sifat “mater i” adalah untuk pember ian infor masi (akuntansi), sedangkan yang ber sifat “spirit” adalah untuk akuntabilitas. Kedua tujuan ini mut ually inclusive , tujuan yang satu tidak dapat meniada- kan yang lain, keduanya ber ada dalam kesatuan ( unit y ) sebagaimana ber satunya badan dan r uh kita. Pember ian infor masiseolah-olah mer upakan “badan” sedangkanakuntabilitas adalah “r uh”, “Badan” tidakakan eksis tanpa “r uh”. Demikian juga sebaliknya“r uh” tidak dapat membumi tanpa“badan”. 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S SDT 1100561 Abstrack

S SDT 1100561 Abstrack

The research method used is descriptive method of analysis by describing the symptoms or the actual events during the study. The findings of the research is that Pancawarna dance is a dance that can be performed by women and men and belong to the new creation dance since this dance combines the Puppet dance andKeurseus dance.In conclusion, Dance Pancawarna by Efendi Lesmana R. Sekar Pusaka dwbwloped in Padepokan Kartadikusumah, Sumedang is an amalgamation of two types of dance clump which arw Puppet dance and Keurseus dance. Dance taken from the clump Keurseus include Lenyepan dance, Gawil dance, while from Puppet clumps are Jayengrana dance,Jakasona dance,and Gandamanah dance.R. Effendi Lesmana in the creation of motion refers to the philosophies of Mahabharata, Fiber Menak, History, Legend, and Ramayana.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BENTUK , FUNGSI, SIMBOL DAN MAKNA TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GAYA GARUT.

BENTUK , FUNGSI, SIMBOL DAN MAKNA TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GAYA GARUT.

tari Gatotkaca gaya Sumedang tidak terlalu rumit, karena hampir setiap gerakan selalu ada pengulangan gerak. Dapat dikatakan juga bahwa, variasi geraknya tidak terlalu banyak hal ini sesuai dengan lintasan serta motif gerak yang tidak terlalu rumit atau dapat dikatakan pola geraknya sederhana. Selain itu, pada gerak tari Gatotkaca gaya Sumedang memiliki kekhasan gerak pada saat melangkah dan kuda-kuda. Di mana pada gerak melangkah , tangan serta kaki selalu bersamaan dalam istilah bahasa Sunda sering disebut Ngarodon. Gerakan ini terdapat pada gerak Gedig Anca, dimana pada gerak kaki kanan melangkah diikuti dengan tangan kanan ke depan dan arah pandangan ke kanan. Adeg-adeg atau kuda-kuda pada tari Gatotkaca gaya Sumedang selalu mempergunakan adeg-adeg tengah, hal ini karena Raden Ono Lesmana Kartadikusumahsangat menggemari pencak silat. Oleh sebab itu pada setiap tarian Wayang yang Raden Ono Lesmana Kartadikusumah ciptakan selalu menggunakan adeg-adeg tengah. Seperti yang dikatakan Dewey dalam Soedarsono (1997:hlm.325), bahwa seni adalah satu pengalaman pribadi. Jadi dapat dikatakan, bahwa terciptanya tari Gatotkaca gaya Sumedang merupakan sebuah cerminan serta pengalaman dari sosok Raden Ono Lesmana Kartadikusumah.Hal tersebut tercermin pula pada rias dan busana pada tari Gatotkaca gaya Sumedang yang lebih sederhana dengan garis-garis pada jambang, alis, pasu teleng dan kumis yang tidak terlalu tebal serta motif payetpada busanahanya menggunakan satu warna, yaitu warna emas.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

T PSN 1303228 Chapter1

T PSN 1303228 Chapter1

Observasi merupakan suatu cara untuk mendapatkan ataupun mengumpulkan data-data penelitian secara langsung mengenai hal-hal yang akan diteliti. Anas Sugiono (1998:hlm.76) menyatakan secara umum pengartian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Observasi ini merupakan acuan dalam menentukan fokus penelitian. Observasi ini dilakukan pada minggu pertama dan kedua bulan Februari ke Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang serta ke Institut Seni Budaya Indonesia untuk mengamati penelitian terdahulu, struktur gerak serta dokumentasi-dokumentasi terdahulu dari hasil pementasan tari Gatotkaca gaya Sumedang karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah dan gaya Garut karya Iyus Rusliana. Dari hasil observasi inilah peneliti dapat mengamati yang berkaitan dengan fungsi, bentuk penyajian, susunan koreografi, serta simbol dan makna tari Gatotkaca Gaya Sumedang dan gaya Garut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

s sdt 0800569 chapter 1

s sdt 0800569 chapter 1

Gatot Kaca, serta masih banyak lagi murid dari Raden Ono Lesmana Kartadikusumah yang memiliki spesialisasinya. Dari spesialisasi tersebut tidak memunculkan karakter yang sama pada setiap tarian yang dibawakan, tetapi yang muncul adalah karakter yang berbeda sesuai dengan tarian yang dibawakan.

6 Baca lebih lajut

Show all 215 documents...