Ono Lesmana Kartadikusumah

Top PDF Ono Lesmana Kartadikusumah:

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

Penelitian ini dilakukan di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang, yang beralamatkan di jalan Pangeran Santri No. 31B RT 01 RW 13 Kelurahan Kota Kaler Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, karena Padepokan Sekar Pusaka merupakan salah satu sanggar pertama yang mengelola tari-tari karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah di kabupaten Sumedang. Selain itu, Padepokan Sekar Pusaka merupakan kediaman Raden Ono Lesmana Kartadikusumah semasa beliau menciptakan serta mengajarkan tarian-tarian, termasuk tari Wayang dan sampai saat ini pun Padepokan Sekar Pusaka masih aktif.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

TARI TOPENG KLANA KARYA RD. ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA SUMEDANG.

TARI TOPENG KLANA KARYA RD. ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA SUMEDANG.

1. Tari topeng Klana gaya Sumedang merupakan karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah yang diciptakan pada tahun 1924. Tari topeng Klana Sumedang memiliki struktur gerak yang terpola, teratur sesuai dengan tingkatan karakter tarian, hal ini dibuktikan dengan penggunaan unsur-unsur pokok tari seperti ruang menggunakan tingkatan tinggi, sedang, bawah, waktu digunakan tempo cepat dan lambat, tenaga yang digunakan kuat,sedang dan lembut, unsur badan yang digunakan gerakan badan bagian dalam melibatkan torso, gerakan badan berjalan, mengayun dan pola langkah seperti berjalan, lompat. Dalam menciptakan tari topeng Klana Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah terinspirasi dari tari topeng Cirebon dan tari Wayang karyanya sendiri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS RAGAM GERAK TARI WAYANG KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA KABUPATEN SUMEDANG.

Setelah proposal penelitian disetujui oleh dewan skripsi, peneliti melakukan observasi. Dalam observasi ini peneliti mendatangi lokasi penelitian serta meminta izin untuk melakukan penelitian ditempat yang akan diteliti. Mengingat lokasi penelitian yang akan diteliti ini merupakan tempat berlatihnya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah semasa beliau berkiprah sebagai pencipta tari Wayang Sumedang dan kini diteruskan oleh cucunya Raden Widawati Noer Lesmana mengajarkan kepada murid-muridnya, maka peneliti melakukan observasi awal dengan cara mengamati tentang hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Hal-hal yang diamati, seperti struktur gerak dan ragam gerak pada tari Ekalaya, Jakasona, Jayengrana, Gandamanah, dan Gatot Kaca Gandrung serta mengikuti latihan rutin untuk mengetahui persamaan dari setiap tariannya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

ANALISIS BUSANA TARI WAYANG KARAKTER PUTRA GAGAH KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN KABUPATEN SUMEDANG.

ANALISIS BUSANA TARI WAYANG KARAKTER PUTRA GAGAH KARYA RADEN ONO LESMANA KARTADIKUSUMAH DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN KABUPATEN SUMEDANG.

Skripsi dengan judul Analisis Busana Tari Wayang Karakter Putra Gagah Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah di Sanggar Dangiang Kutamaya Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan pengamatan terhadap seni tradisi di Jawa Barat, tepatnya di Sumedang. Permasalahan yang dibahas meliputi tentang busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, dan makna busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif, dimana peneliti akan melakukan pengamatan yang secara objektif yang mengungkapkan berbagai temuan dari sejumlah data yang ada, dan menggambarkan secara sistematis fakta dan karekteristik objek dan subjek yang diteliti di lapangan secara tepat yang kemudian dianalisis dan selanjutnya diuraikan menjadi satu bentuk deskripsi pada laporan tertulis. Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian untuk menghimpun data yaitu dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Tujuannya untuk mendeskripsikan serta menganalisis tentang permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, diantaranya tata busana tari Wayang berkarakter putra gagah Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah dan makna dari setiap busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah. Setelah melakukan penelitian dilapangan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil analisis dalam tata busana tari Wayang berkarakter putra gagah karya Raden Ono Lesmana mempunyai gaya dan ciri khas sendiri yang hanya dimiliki oleh kota Sumedang, sehingga disebut dengan tari Wayang gaya Kasumedangan. Ciri khas dari busana tari Wayang tersebut terdapat pada motif hiasnya yang selalu memakai motif bunga teratai. Tata busana yang ditangani oleh istri dari Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, baik menyulam busana, pembuatan rancangan busana maupun tata rias dikerjakan oleh Ibu Ono. Ibu Ono memakai motif bunga teratai dalam setiap baju tari Wayang, karena bunga tertai tersebut sepeti menyembah yang artinya nyembah tersebut bukan kepada penonton tetapi kepada Allah SWT, jadi dalam menaripun harus nyembah, selamanya kita itu tidak boleh lupa kepada Allah yang telah menciptakan kita di dunia.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang.

Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang.

Setiap gerak yang tertuang dalam tari Pancawarna memiliki banyak syarat akan makna tentang kehidupan seperti halnya Gerak Calik Jengkeng Sembah atau Calik Jengkeng, merupakan salah satu pola gerak yang digunakan dalam setiap tari wayang karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah yang diwariskan oleh R. Ono Lesmana Kartadikusumah. Menurut R. Effendi Lesmana Kartadikusumah, calik sembah ( calik jengkeng ) awal dan akhir pada tarian Pancawarna ini merupakan penyatuan diri atau penyerahan diri kepada Tuhan. Berdasarkan analisis tersebut makna gerak calik sembah memiliki nilai estetis keselaran dan keagungan. Nilai keselarasan mengandung arti bahwa orang selalu mengawali dan mengakhiri segala sesuatu pekerjaan dengan berdoa, maka orang tersebut akan memiliki keselarasan hidup, sedangkan nilai keagungan pada calik sembah tersebut adalah tentang hubungan terhadap seseorang terhadap keagungan Tuhan- nya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

s sdt 0800569 bibliograpy

s sdt 0800569 bibliograpy

“Tari Wayang Gaya Sumedang Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah”.. Tesis: tidak diterbitkan Tim Penyusun.[r]

2 Baca lebih lajut

S STR 1204348 Appendix

S STR 1204348 Appendix

Wawancara yang dilakukan oleh penulis bertujuan untuk menggali informasi dari narasumber sehingga didapatkan informasi mengenai keberadaan tari Lenyepan gaya Sumedang karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah di padepokan Sekar Pusaka, struktur koreografinya, rias, busana, dan iringan musik yang digunakan pada tari Lenyepan karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah. Adapun pedoman wawancaranya sebagai berikut:

10 Baca lebih lajut

s sdt 0800569 chapter 5

s sdt 0800569 chapter 5

Mengingat berkurangnya materi yang diajarkan di Padepokan Sekar Pusaka karena sedikit data-data tertulis yang ada pada tari Wayang karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah, peneliti menyarankan untuk dibuat kembali pendokumentasian struktur gerak tari Wayang Ekalaya, Jakasona, Jayengrana, Gandamanah, dan Gatot Kaca Gandrung yakni berupa buku.

2 Baca lebih lajut

T PSN 1303228 Chapter1

T PSN 1303228 Chapter1

Narasumber merupakan orang yang dapat memberikan informasi mengenai topik yang akan diteliti. Narasumber yang menjadi kunci pada penelitian ini adalah cucu dari Raden Ono Lesmana Kartadikusumah yang meneruskan jejaknya dalam melestarikan tari Wayang yaitu Widawati Noer Lesmana serta Iyus Rusliana yang merupakan dosen pengampu dalam mata kuliah tari Wayang di Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung yang kiprahnya dulu menerapkan tari Gatotkaca gaya Garut yang dikembangkan di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

15 Baca lebih lajut

S STR 1204348 Table of content

S STR 1204348 Table of content

3. Latar Belakang Tari Lenyepan Gaya Sumedang Karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah di Padepokan Sekar Pusaka 60 4. Struktur Koreografi tari Lenyepan gaya Sumedang karya Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah ........................................... 63

8 Baca lebih lajut

BENTUK , FUNGSI, SIMBOL DAN MAKNA TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GAYA GARUT.

BENTUK , FUNGSI, SIMBOL DAN MAKNA TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GAYA GARUT.

tari Gatotkaca gaya Sumedang tidak terlalu rumit, karena hampir setiap gerakan selalu ada pengulangan gerak. Dapat dikatakan juga bahwa, variasi geraknya tidak terlalu banyak hal ini sesuai dengan lintasan serta motif gerak yang tidak terlalu rumit atau dapat dikatakan pola geraknya sederhana. Selain itu, pada gerak tari Gatotkaca gaya Sumedang memiliki kekhasan gerak pada saat melangkah dan kuda-kuda. Di mana pada gerak melangkah , tangan serta kaki selalu bersamaan dalam istilah bahasa Sunda sering disebut Ngarodon. Gerakan ini terdapat pada gerak Gedig Anca, dimana pada gerak kaki kanan melangkah diikuti dengan tangan kanan ke depan dan arah pandangan ke kanan. Adeg-adeg atau kuda-kuda pada tari Gatotkaca gaya Sumedang selalu mempergunakan adeg-adeg tengah, hal ini karena Raden Ono Lesmana Kartadikusumahsangat menggemari pencak silat. Oleh sebab itu pada setiap tarian Wayang yang Raden Ono Lesmana Kartadikusumah ciptakan selalu menggunakan adeg-adeg tengah. Seperti yang dikatakan Dewey dalam Soedarsono (1997:hlm.325), bahwa seni adalah satu pengalaman pribadi. Jadi dapat dikatakan, bahwa terciptanya tari Gatotkaca gaya Sumedang merupakan sebuah cerminan serta pengalaman dari sosok Raden Ono Lesmana Kartadikusumah.Hal tersebut tercermin pula pada rias dan busana pada tari Gatotkaca gaya Sumedang yang lebih sederhana dengan garis-garis pada jambang, alis, pasu teleng dan kumis yang tidak terlalu tebal serta motif payetpada busanahanya menggunakan satu warna, yaitu warna emas.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

T PSN 1303228 Chapter5

T PSN 1303228 Chapter5

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tari Gatotkaca gaya Sumedangdiciptakan oleh Raden Ono Lesmana Kartadikusumah pada tahun 1942 yang menggambarkan kegagahan Gato[r]

3 Baca lebih lajut

s sdt 0800569 chapter 1

s sdt 0800569 chapter 1

Gatot Kaca, serta masih banyak lagi murid dari Raden Ono Lesmana Kartadikusumah yang memiliki spesialisasinya. Dari spesialisasi tersebut tidak memunculkan karakter yang sama pada setiap tarian yang dibawakan, tetapi yang muncul adalah karakter yang berbeda sesuai dengan tarian yang dibawakan.

6 Baca lebih lajut

PERCAKAPAN HUMOR PARA PENYIAR RADIO ACARA �ONO OPO REK� DI RADIO EL VICTOR FM SURABAYA ANALISIS TEORI PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN GRICE Repository - UNAIR REPOSITORY

PERCAKAPAN HUMOR PARA PENYIAR RADIO ACARA �ONO OPO REK� DI RADIO EL VICTOR FM SURABAYA ANALISIS TEORI PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN GRICE Repository - UNAIR REPOSITORY

Media radio sebagai media komunikasi yang digunakan untuk memberikan hiburan, informasi, serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dewasa ini. Pada siaran “Ono Opo Rek” di radio El Victor FM Surabaya terdapat percakapan interaktif antara penyiar radio. Penyampaian berita yang berfungsi untuk mengedukasi masyarakat dikemas dalam bahasa Jawa dialek Surabaya dengan santai dan penuh humor, sehingga pendengar yang mendengarkan siaran “Ono Opo Rek” di Radio El Victor FM Surabaya selain mendapat pengetahuan juga dapat digunakan sebagai hiburan untuk menyegarkan fikiran, penyampaian berita yang disampaikan secara humor yang dihasilkan dari kreatif penyiar radio dapat menggelitik telinga sehingga membuat pendengar tertawa.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

MOTIF PENDENGAR AKTIF PROGRAM ACARA “ONO OPO REK” DI 93,3 RADIO EL VICTOR FM SURABAYA (Studi Deskriptif Tentang Motif Pendengar Aktif Acara “Ono Opo Rek” Di 93,3 Radio el Victor FM Surabaya).

MOTIF PENDENGAR AKTIF PROGRAM ACARA “ONO OPO REK” DI 93,3 RADIO EL VICTOR FM SURABAYA (Studi Deskriptif Tentang Motif Pendengar Aktif Acara “Ono Opo Rek” Di 93,3 Radio el Victor FM Surabaya).

Pada kategori tinggi jumlahnya mencapai 32 responden (38,1%), hal ini disebabkan responden dalam mendengarkan acara “ono opo rek” di Radio el Victor FM Surabaya tidak hanya didorong oleeh motif identitas personal saja akan tetapi didorong oleh motif kognitif dan diversi. Berarti responden mendengarkan tidak hanya ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan saja seperti ikut-ikutan tetangga, teman ataupun orang lain, mendiskusikan tentang persoalan dan menjadikannya sebagai bahan pembicaraan misalnya diskusi tentang seputar lagu dangdut terbaru dalam acara “ono opo rek” tersebut. Selain itu responden juga ingin mencari hiburan dan melepaskan diri dari kejenuhan dan hal-hal baru dalam mendengarkan acara “ono opo rek” di Radio el Victor FM Surabaya.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

ASSET INVESTASI DINBUDPAR 2015

ASSET INVESTASI DINBUDPAR 2015

Provinsi Jaw a Tengah Dr.Praset yo Aribow o,SH,M .Soc,Sc Kart ono,SE.[r]

1 Baca lebih lajut

Perancangan Pusat Konservasi Satwa dan Tanaman Mangrove “Ono Niha Zoological Park”, Kawasan Ekonomi Khusus, Idea Land, Teluk Dalam, Nias Selatan

Perancangan Pusat Konservasi Satwa dan Tanaman Mangrove “Ono Niha Zoological Park”, Kawasan Ekonomi Khusus, Idea Land, Teluk Dalam, Nias Selatan

Studio Perancangan Arsitektur 6 ini lebih berfokus kepada hasil desain lansekap perencanaan suatu kawasan yang akan dijadikan sebagai sebuah Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Ono Niha Zoological Park merupakan salah satu bagian kecil sebagai area rekreasi yang ingin direncanakan dari banyak cluster atau zona pariwisata yang kelompok kami rancang untuk kawasan kota Teluk Dalam Kab. Nias Selatan ini.Segala sesuatunya yang tertulis disini adalah kisah perjalanan sebuah team (kami) sebagai arsitek amatiran, penuh lelah dan sakit yang tentu saja tidak lepas dari bimbingan Bapak Firman Eddy, ST. MT. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Perancangan Arsitektur 6. Ini adalah kali pertamanya mendapatkan kesempatan baik mengerjakan sebuah proyek nyata di pulau tetangga sekaligus menjadi tugas terakhir dalam menempuh pendidikan Strata 1 Arsitektur Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

alih fungsi lahan pertanian

alih fungsi lahan pertanian

Meskipun tidak menyebutkan data pasti seberapa berapa besar alih fungsi lahan pertanian produktif yang terjadi di Jawa Barat, Ono berasumsi ini terjadi karena angka pembangunan di Jawa Barat merupakan tertinggi di Indonesia, dan tentu lahan yang digunakan untuk membangun, baik industri, maupun perumahan tersebut mengambil dari lahan pertanian produktif, karena sebelumnya hampir seluruh lahan yang ada di Jawa Barat dikelola dan ditanami oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, dan sebagian besar profesi masyarakat di Jawa Barat adalah petani. Sehingga, sampai Jawa Barat dikenal sebagai daerah lumbung pangan nasional.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA PESERTA SANGGAR SENAM “ONO AEROBIC” DI SALATIGA.

PENDAHULUAN PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA PESERTA SANGGAR SENAM “ONO AEROBIC” DI SALATIGA.

4 latihan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Senam Aerobik Terhadap Penurunan Berat Badan Pada Peserta Sanggar Senam ONO AEROBIC di Salatiga”.. R[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 215 documents...