Organ Reproduksi Jantan

Top PDF Organ Reproduksi Jantan:

Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica)

Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica)

Organ reproduksi trenggiling merupakan hal yang penting dalam menunjang upaya konservasi, karena trenggiling termasuk dalam kategori endangered species oleh IUCN dan dilindungi pemerintah berdasarkan UU No. 5/1990 serta PP No. 7/1999, meskipun menurut CITES termasuk appendix II. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari makroanatomi organ reproduksi jantan trenggiling (M. javanica). Organ reproduksi jantan dari lima ekor trenggiling digunakan pada penelitian ini. Pengamatan dilakukan terhadap posisi in situ, morfologi dan morfometri, yang meliputi pengukuran panjang, lebar atau diameter, tebal, dan dari masing-masing bagian organ reproduksi jantan trenggiling dengan menggunakan kaliper dalam satuan cm, serta bobot dalam satuan gr. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa trenggiling memiliki sepasang organ reproduksi yang terdiri atas testes, epididymis dan ductus deferens yang selanjutnya bermuara ke urethra.Testes terletak di subcutanea daerah inguinales, serta tidak terbungkus oleh scrotum. Testis dexter dan sinister memiliki bentuk dan ukuran yang relatif sama. Ukuran rata-rata testis adalah panjang 3,78 ± 0,12 cm, lebar 1,24 ± 0,02 cm, tebal 0,90 ± 0,03 cm, dan bobot 5,64 ± 0,04 g. Epididymis membentuk caput, corpus dan cauda dengan panjang rata-rata 4,78 ± 0,02 cm, sedangkan panjang rata-rata ductus deferens adalah 8,98 ± 0,31 cm. Penis berukuran kecil dan pendek, bertipe muscolocavernosus dengan rata-rata panjang dan diameter adalah 5,39 ± 1,63 cm, dan 0,64 ± 0,03 cm. Ditemukannya testes ascrotalis di subcutanea daerah inguinales merupakan hasil yang menarik dari penelitian ini yang diduga terkait dengan perilaku trenggiling menggulung tubuh.
Show more

8 Read more

Karakteristik Morfologi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica).

Karakteristik Morfologi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica).

Anatomi organ reproduksi jantan bervariasi pada berbagai spesies hewan. Variasi tersebut berhubungan erat dengan fungsi reproduksinya serta penyesuaian terhadap anatomi organ reproduksi betina. Secara umum, organ reproduksi jantan terdiri dari gonad (testis yang memproduksi spermatozoa dan hormon testosteron), saluran kelamin (ductus efferent), ductus epididymidis (caput, corpus dan cauda), ductus deferens dan organ kopulatoris yaitu penis (Toelihere 1981; Cunningham 2002) serta kelenjar asesoris (ampulla, glandula vesicularis, prostata dan glandula bulbourethralis) (Gambar 1). Testis terbungkus di dalam kantung scrotum dan memiliki saluran-saluran yaitu ductus epididymidis dan ductus deferens. Scrotum memberikan lingkungan yang lebih cocok yaitu temperatur yang lebih rendah untuk menjaga spermatozoa agar tetap fertil sehingga mampu mencapai organ reproduksi betina dan membuahi ovum. Alat penyalur spermatozoa dimulai dari tubuli recti, rete testis (terdapat dalam testis), ductus efferent, ductus epididymidis (terdapat dalam epididimis), ductus deferens dan urethra. Ductus epididymidis terdiri dari tiga bagian yaitu caput epididymidis, corpus epididymidis dan cauda epididymidis (Colville dan Bassert 2002).
Show more

51 Read more

Tinjauan Makroskopik Organ Reproduksi Jantan Musang Luak (Paradoxurus hermaphroditus)

Tinjauan Makroskopik Organ Reproduksi Jantan Musang Luak (Paradoxurus hermaphroditus)

Organ reproduksi pada mamalia jantan me- miliki beberapa variasi sesuai dengan karakteris- tik reproduksi dan jenis hewan. Variasi tersebut mencakup variasi bentuk, lokasi, dan keberadaan/ jumlah kelenjar asesorius dari organ reproduksi jantan. Penelitian tentang organ reproduksi jan- tan pada hewan lain sudah pernah dilaporkan, di- antara Muntiacus muntjak muntjak (Wahyuni, 2012; Manik, 2011), Echymipera kalubu (Tethool, 2011), anjing dan kucing (Senger, 2003), tetapi penelitian serupa pada musang luak jantan belum pernah di- laporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mem- pelajari morfologi makroanatomi organ reproduksi musang luak jantan (Paradoxurus hermaphroditus), dan dibandingkan dengan organ reproduksi jan- tan dari ordo karnivora seperti anjing dan kucing. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dasar bagi penelitian lebih lanjut pada as- pek reproduksi musang luak, menambah data ten- tang anatomi dalam bidang satwa liar, dan mem- berikan informasi bagi peternak musang luak dan produsen kopi luak.
Show more

5 Read more

Anatomi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator (Reptil: Varanidae)

Anatomi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator (Reptil: Varanidae)

Berdasarkan latar belakang di atas, maka pene- litian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik morfologi organ reproduksi jantan biawak air asia secara makroskopis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperkaya informasi biologi keanekaragaman hayati Indone- sia, khususnya aspek biologi reproduksi V. salvator, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam penelitian lebih lanjut, maupun dalam menetapkan kebijakan program pemanfaatan dan pelestarian reptil khususnya V. salvator jantan oleh masyarakat, pemerhati satwa, pemerintah daerah dan semua pihak yang terkait.
Show more

7 Read more

Penelitian Anatomi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator (Reptil: Varanidae)

Penelitian Anatomi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator (Reptil: Varanidae)

Berdasarkan latar belakang di atas, maka pene- litian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik morfologi organ reproduksi jantan biawak air asia secara makroskopis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperkaya informasi biologi keanekaragaman hayati Indone- sia, khususnya aspek biologi reproduksi V. salvator, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam penelitian lebih lanjut, maupun dalam menetapkan kebijakan program pemanfaatan dan pelestarian reptil khususnya V. salvator jantan oleh masyarakat, pemerhati satwa, pemerintah daerah dan semua pihak yang terkait.
Show more

7 Read more

Karakteristik Morfologi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator bivittatus, Kuhl 1820 (Reptil:Varanidae)

Karakteristik Morfologi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator bivittatus, Kuhl 1820 (Reptil:Varanidae)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa organ reproduksi jantan V. salvator bivittatus terdiri atas testis, epididymis, ductus deferens dan hemipenis yang masing-masing berjumlah sepasang serta satu tipe kelenjar aksesoris. Testis kanan dan kiri masing-masing melekat di dinding dorsal coelom, tepatnya di kranial ginjal dan diikat oleh mesorchium. Testis berbentuk bulat lonjong (oval) berjumlah sepasang, berwarna putih pucat dan dibungkus oleh selaput jaringan ikat, tunica vaginalis dan tunica albuginea. Tunica albuginea disusun oleh jaringan ikat elastis, meluas ke dalam testis membentuk septum (septula testis). Septula testis membagi setiap testis menjadi beberapa lobulus testis yang berisi tubuli seminiferi. Tubulus seminiferous dikelilingi oleh jaringan ikat dan disusun oleh epitel germinal yang berisi spermatogonia, sel Sertoli, spermatosit, spermatid dan spermatozoa pada bagian dalam. Spermatogenesis pada biawak dapat diamati melalui tahapan diferensiasi yang terjadi mulai dari spermatogonia hingga menjadi spermatozoa.
Show more

49 Read more

Morfologi Organ Reproduksi Musang Luak Jantan (Paradoxurus hermaphroditus)

Morfologi Organ Reproduksi Musang Luak Jantan (Paradoxurus hermaphroditus)

Musang luak (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan salah satu jenis mamalia liar yang diklasifikasikan ke dalam famili Viverridae dan genus Paradoxurus. Musang luak dikenal juga dengan sebutan Toddy Cat atau Asian Palm Civet merupakan anggota dari famili Viverridae asli Asia Selatan dan Asia Tenggara. Musang jantan dan betina memiliki kelenjar anal yang terletak di sekitar anus. Organ reproduksi pada mamalia jantan memiliki beberapa variasi sesuai dengan karakteristik reproduksi dan jenis hewan. Variasi tersebut mencakup variasi bentuk, lokasi, dan keberadaan/jumlah kelenjar asesorius dari organ reproduksi jantan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari morfologi baik secara makroanatomi dan mikroanatomi organ reproduksi musang luak jantan (Paradoxurus hermaphroditus), dan membandingkan dengan organ reproduksi jantan ordo Carnivora seperti anjing dan kucing. Manfaat yang diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar tentang anatomi reproduksi musang luak jantan, menambah data ilmiah satwa liar di Indonesia, dan memberikan informasi tambahan bagi peternak musang luak dan produsen kopi luak.
Show more

92 Read more

Penelitian Pencitraan Ultrasonografi Organ Reproduksi Domba Jantan Ekor Tipis Indonesia

Penelitian Pencitraan Ultrasonografi Organ Reproduksi Domba Jantan Ekor Tipis Indonesia

Domba jantan idealnya diperiksa status kesehatan reproduksinya pada usia 2 bulan sebelum mema- suki masa dewasa kelamin (Viñoles-Gil et al., 2010). Kondisi kesehatan organ reproduksi secara klinis umumnya dilakukan dengan palpasi maupun ins- peksi pada penis, testis dan skrotum yang diikuti dengan pemeriksaan makroskopis dan mikrosko- pis pada semen (Boundy, 1992), akan tetapi kondisi kesehatan pada struktur jaringan penyusun organ tidak dapat diketahui dengan baik melalui tehnik ini. Teknik diagnostik yang cukup handal dan sen- sitif pada jaringan lunak adalah melalui pencitraan ultrasonografi (Noviana et al., 2012). Pertamakali ultrasonografi digunakan pada ruminansia kecil sejak tahun 1983 untuk pemeriksaan kebuntingan pada domba (Tainturier et al., 1983a) dan kambing (Tainturier et al., 1983b), menghitung jumlah fetus domba (Buckrell, 1988; Garcia et al., 1993), kambing (Martínez et al., 1998; Gonalez et al., 2004; Abdel- ghafar et al., 2007), rusa (Revol & Wilson, 1991), dan rusa kutub (Vahtiala et al., 2004) serta menentu- kan usia kebuntingan pada kambing (Amer, 2008). Data hasil pencitraan ultrasonografi pada struktur jaringan penyusun organ reproduksi jantan DET Indonesia hingga saat ini sangat sulit didapatkan karena belum pernah dilaporkan. Dengan demikian penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gam- baran anatomi struktur jaringan penyusun organ reproduksi jantan DET melalui pencitraan Bright- ness-mode (B-mode) ultrasonografi.
Show more

6 Read more

GAMBARAN ANATOMI ORGAN REPRODUKSI KLARAP JANTAN (Draco volans Linnaeus,1958 )

GAMBARAN ANATOMI ORGAN REPRODUKSI KLARAP JANTAN (Draco volans Linnaeus,1958 )

1. Organ reproduksi jantan pada klarap (Draco volans) adalah testis yang berbentuk oval berwarna keputihan,berjumlah sepasang dengan ukuran yang berbeda antara kanan dan kiri, diameter panjang testis kanan sekitar 8.5±0.5 mm diameter panjang kiri sekitar 8±1 mm, diameter pendek kanan 1±8 mm diameter pendek kiri 3±0 mm, berat kanan 0.43±0.35 gram kiri 0.06±5.10 -4 gram dan volume kanan ±66.110 ml kiri ±66.19 ml sedangkan tebal antara kanan dan kiri tidak ada perbedaan. Preparat histologi testis ditemukan tubulus seminiferus, lumen, spermatozoa, sel leydig, dan membran sel.
Show more

23 Read more

MORFOLOGI ORGAN REPRODUKSI MUSANG LUAK JANTAN (Paradoxurus hermaphroditus) SHANDY MAHA PUTRA

MORFOLOGI ORGAN REPRODUKSI MUSANG LUAK JANTAN (Paradoxurus hermaphroditus) SHANDY MAHA PUTRA

Hewan yang digunakan pada penelitian ini adalah dua ekor musang luak jantan dewasa dan memiliki bobot badan sekitar 2-3 kg. Musang dianastesi dengan preparat xylazine 2% dengan dosis 2 mg/kg bobot badan dan ketamin 10% dengan dosis 10 mg/kg bobot badan. Eksanguinasi dilakukan dengan mengeluarkan darah dari arteri carotis communis. Kemudian dilakukan laparotomi medianus di daerah inguinal untuk mendapatkan organ reproduksi musang luak jantan. Organ reproduksi difiksasi dengan larutan paraformaldehid 4% selama 3 x 24 jam dan kemudian dipindahkan ke dalam larutan alkohol 70% sebagai stopping point. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan makroanatomi dan mikroanatomi untuk mempelajari morfologi organ reproduksi jantan musang luak. Pewarnaan yang digunakan diantaranya Hematoksilin Eosin untuk pengamatan morfologi umum dari organ reproduksi jantan dan Masson’s Trichrome untuk melihat keberadaan jaringan ikat pada organ reproduksi jantan.
Show more

11 Read more

KARAKTERISTIK DAN ORGAN REPRODUKSI BETIN

KARAKTERISTIK DAN ORGAN REPRODUKSI BETIN

Toelihere (1985) melaporkan bahwa besar ovarium yang tentunya berpengaruh pada berat ovarium erat hubungannya dengan jumlah folikel de Graaf yang terbentuk, lebih jauh dijelaskan jumlah folikel de Graaf yang terbentuk tergantung pada hereditas dan faktor-faktor lingkungan. Hardjo- pranjoto (1995) menegaskan adanya kejadian pada satu individu ternak, dapat terjadi pada salah satu organ atau keseluruhan salah satu bagian organ kelaminnya (jantan maupun betina) kemungkinan mengalami abnormalitas perkembangan yang ber- sifat genetik maupun lingkungan sehingga organ tersebut cenderung lebih besar atau kecil dari kondisi normal umumnya. Pendapat ini dibenarkan Hafez (2000) yang menyatakan bahwa ada ke- cenderungan salah satu atau seluruh bagian organ reproduksi (jantan maupun betina) bagian kiri (ter- kadang kanan namun jarang ditemukan) mengalami perkembangan yang tidak sempurna (rudimenter) sehingga tampak sangat kecil bahkan tidak ada, yang diduga sebagai akibat pengaruh lingkungan maupun hereditas individu ternak dimaksud.
Show more

7 Read more

Ukuran Organ Sistem Reproduksi Itik Jantan Yang Disuplementasi Probiotik Mep+ Berbagai Dosis Selama 30 Hari

Ukuran Organ Sistem Reproduksi Itik Jantan Yang Disuplementasi Probiotik Mep+ Berbagai Dosis Selama 30 Hari

nyata (P > 0,05), hal ini membuktikan bahwa berbagai dosis probiotik yang dicobakan tidak efektif. Hasil ini sama dengan laporan sebelumnya oleh Ma ï”—ˆ et al. (2012) bahwa organ reproduksi jantan dan betina secara keseluruhan tidak secara nyata dipengaruhi probiotik. Kemungkinan lain tidak signifikannya hasil penelitian diakibatkan karena data tidak homogen atau bervariasi. Jumlah ulangan dalam penelitian ini juga terbukti tidak memperkecil tingkat galat atau kesalahan. Faktor lain yang mungkin menjelaskan hasil penelitian ini yaitu lama pemberian probiotik yang hanya 30 hari.
Show more

6 Read more

STRUKTUR ANATOMI DAN HISTOLOGI ORGAN REPRODUKSI LANDAK JAWA JANTAN ( Hystrix javanica F. Cuvier, 1823 )

STRUKTUR ANATOMI DAN HISTOLOGI ORGAN REPRODUKSI LANDAK JAWA JANTAN ( Hystrix javanica F. Cuvier, 1823 )

Organ reproduksi jantan sangat penting untuk makhluk hidup menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Hal ini juga bertujuan agar keseimbangan alam tetap terjaga. Reproduksi merupakan kunci utama keberhasilan dalam meningkatkan populasi, untuk itu perlu dilakukan kajian anatomi dan histologi organ reproduksi sehingga manfaat landak dapat dijadikan sebagai standar awal dalam pengembangannya serta diperlukan dalam penentuan statusnya sebagai salah satu satwa liar dilindungi.
Show more

27 Read more

UKURAN ORGAN SISTEM REPRODUKSI ITIK JANTAN YANG DISUPLEMENTASI PROBIOTIK MEP+ BERBAGAI DOSIS SELAMA 30 HARI

UKURAN ORGAN SISTEM REPRODUKSI ITIK JANTAN YANG DISUPLEMENTASI PROBIOTIK MEP+ BERBAGAI DOSIS SELAMA 30 HARI

Hasil penelitian dari parameter yang diteliti (bobot testis, bobot vas deferens, volume phallus, bobot hati, dan bobot itik) tidak berbeda nyata (P>0,05), hal ini membuktikan bahwa berbagai dosis probiotik yang dicobakan tidak efektif. Hasil ini sama dengan laporan sebelumnya oleh Ma’ruf et al. (2012) bahwa organ reproduksi jantan dan betina secara keseluruhan tidak secara nyata dipengaruhi probiotik. Kemungkinan lain tidak signifikannya hasil penelitian diakibatkan karena data tidak homogen atau bervariasi. Jumlah ulangan dalam penelitian ini juga terbukti tidak memperkecil tingkat galat atau kesalahan. Faktor lain yang mungkin menjelaskan hasil penelitian ini yaitu lama pemberian probiotik yang hanya 30 hari.
Show more

6 Read more

UKURAN ORGAN REPRODUKSI DOMBA LOKAL JANTAN PADA UMUR YANG BERBEDA

UKURAN ORGAN REPRODUKSI DOMBA LOKAL JANTAN PADA UMUR YANG BERBEDA

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar tentang ukuran organ reproduksi domba lokal jantan pada umur yang berbeda agar dapat digunakan bagi penelitian selanjutnya. Domba lokal jantan sebanyak 12 ekor dengan umur 3, 5, 7 dan 9 bulan (masing-masing ada 3 ekor domba sebagai ulangan) dipotong pada bobot potong 10, 15, 20 dan 25 kg kemudian diambil organ reproduksinya. Parameter yang diamati meliputi bobot potong, serta bobot penis, bobot testis, panjang penis, panjang testis dan lebar testis. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa umur domba mempunyai pengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap berat penis dengan persamaan Y = 3,917 + 9,583X (r 2 = 0,791), berat testis dengan persamaan Y = -101,150 + 43,650X (r 2 = 0,809), panjang penis
Show more

6 Read more

Saponin Biji Klabet pada Organ Reproduksi Tikus Jantan Sprague Dawley

Saponin Biji Klabet pada Organ Reproduksi Tikus Jantan Sprague Dawley

Pengamatan berat testis dapat secara makroskopis untuk mengetahui ada tidaknya efek pemberian fraksi saponin. Berat testis antara lain ditentukan oleh perkembangan epithelium tubulus seminiferus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penu- runan mulai dosis 80 mg/kg bb dan semakin menu- run bila dosis ditingkatkan. Di duga penurunan berat testis dapat disebabkan oleh atropi, yaitu suatu proses penyusutan atau berkurang besarnya suatu organ tubuh atau jaringan dari keadaan semula atau dari bentuk normalnya (Wahyuni, 2006). Menurut Barbosa (2014) saponin mempunyai sifat amfifilik dan mempunyai kemampuan membentuk komplek dengan fosfolipid dan protein membran sel sehingga akan merubah permeabilitas membran. Selanjutnya akan mengganggu aktivitas sel dan dapat menimbul- kan kematian sel. Pengurangan jumlah sel disebab- kan oleh ketidakseimbangan proliferasi dan kema- tian sel dalam jangka waktu lama (Candrasoma dan Taylor, 2005). Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Rekha& Chndrasekhara (2014) yang menyatakan bahwa fraksi saponin dengan dosis yang semakin tinggi dan pemberian fraksi saponin yang lama akan menghambat perkembangan testis dan menyebabkan atropi (pengecilan ukuran) testis dibanding kontrol.
Show more

7 Read more

Saponin Biji Klabet pada Organ Reproduksi Tikus Jantan Sprague Dawley®

Saponin Biji Klabet pada Organ Reproduksi Tikus Jantan Sprague Dawley®

Pengamatan berat testis dapat secara makroskopis untuk mengetahui ada tidaknya efek pemberian fraksi saponin. Berat testis antara lain ditentukan oleh perkembangan epithelium tubulus seminiferus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penu- runan mulai dosis 80 mg/kg bb dan semakin menu- run bila dosis ditingkatkan. Di duga penurunan berat testis dapat disebabkan oleh atropi, yaitu suatu proses penyusutan atau berkurang besarnya suatu organ tubuh atau jaringan dari keadaan semula atau dari bentuk normalnya (Wahyuni, 2006). Menurut Barbosa (2014) saponin mempunyai sifat amfifilik dan mempunyai kemampuan membentuk komplek dengan fosfolipid dan protein membran sel sehingga akan merubah permeabilitas membran. Selanjutnya akan mengganggu aktivitas sel dan dapat menimbul- kan kematian sel. Pengurangan jumlah sel disebab- kan oleh ketidakseimbangan proliferasi dan kema- tian sel dalam jangka waktu lama (Candrasoma dan Taylor, 2005). Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Rekha& Chndrasekhara (2014) yang menyatakan bahwa fraksi saponin dengan dosis yang semakin tinggi dan pemberian fraksi saponin yang lama akan menghambat perkembangan testis dan menyebabkan atropi (pengecilan ukuran) testis dibanding kontrol.
Show more

7 Read more

Embriologi sistem reproduksi Alat reproduksi wanita Organ reproduksi perempuan Organ internal Organ eksternal. Sistem Reproduksi - 2

Embriologi sistem reproduksi Alat reproduksi wanita Organ reproduksi perempuan Organ internal Organ eksternal. Sistem Reproduksi - 2

 Derajat kerasnya uterus dipengaruhi beberapa faktor:  Fase sekretori dari siklus menstruasi  Kehamilan  Menopause  Organ muskuler dan berongga  Pada wanita dewasa yang bel[r]

38 Read more

1. ANATOMI ORGAN REPRODUKSI SAPI JANTAN DAN BETINA Alat reproduksi ternak jantan di bagi menjadi tiga yaitu; alat kelamin primer berupa testis, alat

1. ANATOMI ORGAN REPRODUKSI SAPI JANTAN DAN BETINA Alat reproduksi ternak jantan di bagi menjadi tiga yaitu; alat kelamin primer berupa testis, alat

Pada kuda glans penisnya tipe vascular, mengandung lebih banyak jaringan erectile dibandingkan dengan glans penis pada domba, kambing, sapid an babi. Jaringan erectile adalah jaringan cavernous (sponge) terletak dalam dua daerah penis, yaitu pada corpus spongiosum penis yang merupakan jaringan cavernouse yang terletak di sekitar urethra, ditutupi oleh musculus bulbospongiosum pada pangkal penis. Kemudian pada corpus cavernosum penis, merupakan sebuah daerah jaringan cavernouse yang lebih besar, terletak di bagian dorsal dari corpus spongiosum penis. Pada mulanya kedua cavernouse tersebut berasal dari musculus ischlocavernouse. Kedua musculus bulbospongiosum dan musculus ischlocavernous adalah otot daging seran lintang yang merupakan musculus skeletal bukan otot daging licin sebagaimana halnya dengan otot-otot daging licin yang pada umumnya ada pada saluran reproduksi ternak jantan maupun betina. Pada saat ereksi penis dari type fibroelastic, diameternya tidak banyak berbeda dengan pada saat releks, tetapi pada penis type vascular, diameternya menjadi lebih besar dibandingkan ketika tidak ereksi.
Show more

25 Read more

reproduksi ovulum dan organ reproduksi b

reproduksi ovulum dan organ reproduksi b

Berdasarkan praktikum reproduksi dan embriologi tumbuhan Ovulum dan Gametofit Betina Angiospermae dapat diamati bentuk ovulum Passiflora sp. adalah tipe anatropus yaitu tipe ovulum yang berbalik sedemikian rupa sehingga mikropil mengarah mendekati hilum dan sejajar dengan funikulus. Struktur ovulum yang jelas teramati adalah plasenta, funiculus, nuselus, dan integumen. Perkembangan megasporofit pada preaktikum ini berdasarkan panjang bunga pada saat bunga berukuran 2 cm struktur bunga telah berkembang membentuk struktur ovulum anatropus yang sempurna. Perkembangan sel gamet pada Passiflora sp. tidak teramati.
Show more

10 Read more

Show all 10000 documents...