ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Top PDF ORGANISASI KEMASYARAKATAN:

UU 17 2013. Organisasi Kemasyarakatan

UU 17 2013. Organisasi Kemasyarakatan

Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas dengan segala bentuknya hadir, tumbuh dan berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia, Ormas merupakan wadah utama dalam pergerakan kemerdekaan di antaranya Boedi Oetomo, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Ormas lain yang didirikan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Peran dan rekam jejak Ormas yang telah berjuang secara ikhlas dan sukarela tersebut mengandung nilai sejarah dan merupakan aset bangsa yang sangat penting bagi perjalanan bangsa dan negara.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

uu no 17 2013 Organisasi Kemasyarakatan

uu no 17 2013 Organisasi Kemasyarakatan

Dinamika Ormas dengan segala kompleksitasnya menuntut pengelolaan dan pengaturan hukum yang lebih komprehensif. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 44) yang ada saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, diperlukan penggantian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

46 Baca lebih lajut

BAB II PEMUDA PANCASILA DARI ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA MENJADI ORGANISASI KEMASYARAKATAN 2.1 Organisasi Pemuda Pancasila sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) - Srikandi Pemuda Pancasila Sumatera Utara (1982 – 2007)

BAB II PEMUDA PANCASILA DARI ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA MENJADI ORGANISASI KEMASYARAKATAN 2.1 Organisasi Pemuda Pancasila sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) - Srikandi Pemuda Pancasila Sumatera Utara (1982 – 2007)

Membicarakan struktur organisasi Pemuda Pancasila secara garis besar tidak jauh berbeda dengan organisasi kemasyarakatan pemuda lainnya, karena sama-sama membicarakan tentang suatu kerangka hubungan yang berstruktur yang didalamnya terdapat wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja untuk menjalankan fungsinya masing- masing. Pada saat Pemuda Pancasila masih berbasis Organisasi Kemasyarakatan Pemuda(OKP) dipakai istilah “Dewan” untuk susunan kepengurusannya dan semenjak menjadi Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berubah menjadi “Majelis”. Pada tahun 1996 bulan Desember diadakanlah Musyawarah Wilayah ke-XI Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara yang mengeluarkan beberapa pokok pikiran antara lain:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pro Kontra UU Organisasi Kemasyarakatan

Pro Kontra UU Organisasi Kemasyarakatan

Demokratisasi yang terjadi di Indonesia tak bisa dilepaskan dari kebangkitan civil society atau masyarakat madani. Simbol dari masyarakat madani salah satunya adalah organisasi kemasyarakatan yang menjamur di tengah masyarakat. Ormas ini didirikan dengan berbagai macam latarbelakang kelompok baik ras, suku bangsa, agama , hingga ideologi. Dalam masa pergerakan kemerdekaan kita tentu akan teringat akan peran dari ormas-ormas seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Muhammadyah, dan lain-lain. Masyarakat yang tergabung didalam ormas dapat dimobilisasi dengan begitu cepatnya untuk menuju sebuah tujuan tertentu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

peran organisasi kemasyarakatan pemuda okp di wilayah bandung dalam memelihara r

peran organisasi kemasyarakatan pemuda okp di wilayah bandung dalam memelihara r

Namun jangkauan waktu yang panjang dan ruang yang luas dalam penelitian ini hanya menjadi latar penelitian. Karya penelitian ini akan memfokuskan diri pada konteks Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dalam realitas hidup di Wilayah Bandung dewasa ini. Pilihan terhadap Wilayah Bandung sebagai basis penelitian karena Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kepadatan penduduk terbesar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Menurut data proyeksi penduduk Indonesia yang dipublikasi oleh Badan Pusat Statistik, proyeksi penduduk Provinsi Jawa Barat 2015 adalah 46.709.000 penduduk. 1 Sedangkan menurut data SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) yang dipublikasi oleh Pemerintah provinsi 2011 total penduduk Jawa Barat, 46.497.175 penduduk. Bila dihitung per kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor merupakan penyumbang penduduk terbesar di Provinsi Jawa Barat yakni: 4.966.621 penduduk (11,03%). Namun, bila dilihat dalam konteks Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi) maka populasi penduduk terbesar mendiami wilayah Bandung Raya yakni: 20.601.492 penduduk (44%). Dengan rincian: Kota Bandung: 2.536.649 (5,36%), Kabupaten Bandung: 3.672.994 (8,16%), Kabupaten Bandung Barat: 1.854.109 (4,12%), Kota Cimahi: 606.699 (1,35%). Penelitian ini menempatkan diri untuk menelaah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PEMBUBARAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN

TINJAUAN YURIDIS PEMBUBARAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Kerancuan dalam definisi atas Or- ganisasi Kemasyarakatan ini berusaha di- perbaiki dengan melakukan revisi atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985. Revisi ini menghasilkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organi- sasi Kemasyarakatan. Di Pasal 1 angka 1 menyebutkan Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan di- bentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehen- dak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber- dasarkan Pancasila. Pengertian Ormas tersebut dimaksudkan untuk mewadahi semua organisasi atau lembaga yang di- bentuk masyarakat dengan mengacu pada tiga pilar dasar, yakni kesamaan tujuan, kepentingan, dan kegiatan sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat dan mening- katkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Pancasila berdasarkan Un- dang-Undang Dasar 1945, dan sekaligus menjamin tercapainya tujuan nasional.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

UU 17 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan

UU 17 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan

Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas dengan segala bentuknya hadir, tumbuh dan berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia, Ormas merupakan wadah utama dalam pergerakan kemerdekaan di antaranya Boedi Oetomo, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Ormas lain yang didirikan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Peran dan rekam jejak Ormas yang telah berjuang secara ikhlas dan sukarela tersebut mengandung nilai sejarah dan merupakan aset bangsa yang sangat penting bagi perjalanan bangsa dan negara.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI FUNGSI ORGANISASI KEMASYARAKATAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI MEDIA DEMOKRASI: Studi Deskriptif Analitis Terhadap PW Muhammadiyah Jawa Barat.

IMPLEMENTASI FUNGSI ORGANISASI KEMASYARAKATAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI MEDIA DEMOKRASI: Studi Deskriptif Analitis Terhadap PW Muhammadiyah Jawa Barat.

Metode deskriptif dipandang tepat digunakan dalam penelitian ini. Alasan penggunaan metode deskriptif yaitu pertama, metode deskriptif tidak terbatas hanya sampai pengumpulan data saja, tetapi meliputi analisis data dan menginterpretasikan tentang arti data tersebut. Dengan menggunakan metode tersebut, pembahasan masalah dan analisis data menjadi efektif serta akan mudah dipahami. Kedua, metode deskriptif dapat mendeskripsikan data atau informasi hasil pendapat ahli, observasi dan wawancara yang selanjutnya dapat ditarik suatu kesimpulan sehingga memiliki hasil yang maksimal. Ketiga, peneliti bermaksud untuk menggambarkan fenomena serta membuat gambaran mengenai implementasi fungsi organisasi kemasyarakatan PW Muhammadiyah Jawa Barat dalam meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat sebagai media demokrasi.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

REVITALISASI PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN

REVITALISASI PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Salah satu bentuk organisasi masyarakat sipil adalah organisasi kemasyarakatan (ORMAS) sebagai organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga negara I ndonesia secara sukarela berdasarkan kesamaan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam UU Nomor 8 Tahun 1985 disebutkan bahwa Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warganegara I ndonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperanserta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesaruan Republik I ndonesia yang berdasarkan Pancasila. 5
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HAK MEMBENTUK ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN.

HAK MEMBENTUK ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN.

Berdasarkan uraian diatas, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana jaminan hak membentuk Ormas warga negara diatur dalam Undang-Undang No.17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, serta untuk mengetahui bagaimana Undang-Undang No.17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan memuat sanksi hukum untuk mencegah kekerasan oleh Ormas (preventif) serta untuk menindak (represif) Ormas yang melanggar demi memberikan rasa aman serta keadilan di masyarakat.

5 Baca lebih lajut

lampiran 1 pergub  70 tahun 2014 di ttd

lampiran 1 pergub 70 tahun 2014 di ttd

(4) Telah terdaftar pada pemerintah daerah sekurang kurangnya 3 (tiga) tahun, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang dibuktikan dengan akta pendirian atau dokumen lain yang menunjukan terbentuknya organisasi kemasyarakatan dan surat keterangan terdaftar*); (5) Memiliki sekretariat tetap*).

17 Baca lebih lajut

Undang Undang R I No 8 tentang organisasi Masyarakat 1

Undang Undang R I No 8 tentang organisasi Masyarakat 1

Pembekuan dan pembubaran dapat dilakukan setelah mendengar keterangan dari Pengurus atau Pengurus Pusat Organisasi Kemasyarakatan yang bersangkutan dan sete lah mempe roleh pert imba ngan dalam segi hukum dari Mahka mah Agun g untu k tingk at nasio nal, seda ngka n untuk ting kat Propi nsi dan tingk at Kabup aten/ Kotam adya sete lah memp erole h pert im bangan dari instansi yang berwenang sehingga dapat dipertanggungjawabkan dari semua segi, bers ifat mendi dik, dalam rang ka pemb inaa n yang posi tif, dan deng an mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembubaran merup akan upaya tera khir .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

c. bahwa Organisasi Kemasyarakatan sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat Warganegara Republik Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Pancasila berdasarkan Undang- Undang Dasar 1945 dalam rangka menjamin pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa, menjamin keberhasilan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, dan sekaligus menjamin tercapainya tujuan nasional;

Baca lebih lajut

Tampilkan DIP: Permendagri 38 Tahun 2011

Tampilkan DIP: Permendagri 38 Tahun 2011

8. Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warganegara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Mengantisipasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah: studi kasus pra kondisi desentralisasi di Timor Leste T2 092014901 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Mengantisipasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah: studi kasus pra kondisi desentralisasi di Timor Leste T2 092014901 BAB I

3 pasi terjadinya kegagalan dalam sistem disentralisasi di Timor Leste. Antisipasi dapat dilakukan melalui penjaringan aspirasi atau pandangan para aktor di Timor Leste yakni para birokrat, aka-demisi dan sektor swasta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Delphi, guna memperoleh persepsi para aktor dalam proses penjaringan aspirasi terkait potensi masalah dalam penerapan disentralisasi dan otonomi daerah di Timor Leste. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh pengambil kebijakan sehingga dapat meLSMptimalkan proses penyelenggaraan disentralisasi dan otonomi daerah di Timor Leste. Disisi lain, penelitian terkait penjaringan aspirasi guna mengan- tisipasi permasalahan desentralisasi masih belum ditemukan peneliti hingga saat ini, sehingga hasil kajian dalam penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan yakni memperkaya kajian tentang desentralisasi yang melibatkan persepsi para aktor dari birokrat, akademisi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Permen no.38 2011 bela negara Copy

Permen no.38 2011 bela negara Copy

8. Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warganegara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Baca lebih lajut

kepemimpinan dalam organisasi (2). docx

kepemimpinan dalam organisasi (2). docx

1. Pemimpin sebagai penentu arah, yaitu setiap organisasi baik dibidang kenegaraan, , politik, sosial dan organisasi kemasyarakatan lainnya,diciptakan atau dibentuk sebagai wahana untuk mencapai tujuan tertentu, baik sifatnya jangka panjang, ataupun jangka pendek yang tidak mungkin tercapai apabila tidak diusahakan untuk dicapai oleh anggota yang bertindak sendiri-sendiri, tanpa ditentukan arah oleh pimpinan.

Baca lebih lajut

V9f4lLahey masyarakat hukum adat petalangan dan hak tanah adat uir

V9f4lLahey masyarakat hukum adat petalangan dan hak tanah adat uir

Secara objektif keadaan ini bisa diterima, karena hak konstitusional masyarakat adat ini belum secara keseluruhan teridentifikasi dan terkonsepsi dalam tatanan kenegaraan, bahkan pandangan ini juga mengandung multiinterpretasi dan debatable, sedangkan dalam tatanan kemasyarakatan adat keadaan ini merupakan sebuah keadaan yang diyakini telah diakui secara turun temurun serta masyarakat adat telah menerimanya secara wajar. Deskripsi ini berkaitan erat dengan masyarakat adat Petalangan sebagai sebuah masyarakat hukum adat yang berada di Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Masyarakat hukum adat Petalangan merupakan sebuah kelompok masyarakat yang memiliki dukungan historis serta keberadaannya tidak diragukan. Menurut tombo 6 , mereka berasal dari Johor menggunakan perahu, dan membuka hutan di pemukiman mereka sekarang ini. Mereka menjadi kawula Kerajaan Kampar yang sekarang lebih dikenal dengan Pelalawan. Di bawah pemerintahan Kesultanan Pelalawan mereka mendapat pengakuan hak atas wilayah hutan mereka (Hutan Tanah Perbatinan Kurang Satu Tiga Puluh), yang dipimpin oleh kepala adat yang dikenal dengan sebutan batin. Hak perlindungan hukum atas hukum adat dan tanah adat pada masyarakat Petalangan telah mendapat legitimasi 7 . Hak ini terbukti dengan diterbitkan Surat Keterangan Hutan Tanah ( Grand Sultan) bagi masyarakat adat yang memiliki Tombo atau Terombo 8 .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Rapat yang diselenggarakan membicarakan tindak lanjut dan sosialisasi serta penjelasan posisi Perindo terkait deklarasi pencalonan capres & cawapres Partai Hanura, dimana Harry Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum Perindo (Persatuan Indonesia) pada tanggal 12 Juli 2013 telah dicalonkan oleh Partai Hanura sebagai cawapres pada Pilpres 2014 kemarin. Rakor ini juga akan banyak mengupas dasar-dasar idiologi serta program-program prioritas Perindo yang harus segera dilaksanakan di Sumatera Utara terutama di daerah-daerah Kabupaten kota, Selain itu kedalam internal pengurus, rapat ini juga dijadikan evaluasi kerja organisasi setelah DPW Perindo Sumatera-Utara deklarasi. Kehadiran para pemegang mandat daerah adalah sebuah momentum konsolidasi antara DPP Perindo, DPW Perindo Sumut dan calon Perindo kabupaten/kota, sehingga ada kesamaan visi misi dan agenda dalam menjalankan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dibawah bendera Ormas Perindo ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

resume materi lembaga sosial. docx

resume materi lembaga sosial. docx

Lembaga Kemasyarakatan merupakan terjemahan langsung dari istilah asing Sosial Institution. Akan tetapi hingga kini belum ada kata sepakat mengenai istilah Indonesia yang dengan tepat dapat menggambarkan isi Sosial Institution tersebut. Ada yang mempergunakan istilah pranata sosial, tetapi Sosial-Institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku warga masyarakat.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...