ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Top PDF ORGANISASI PERANGKAT DAERAH:

KAJIAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PENYE

KAJIAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PENYE

Perubahan kebijakan penyusunan dan pengendalian organisasi perangkat daerah yang dapat menangani seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah lebih diarahkan pada upaya penyederhanaan birokrasi. Upaya penyederhanaan birokrasi dimaksudkan untuk mengembankan organisasi perangkat daerah yang lebih proporsional, efisien, dan efektif dengan dukungan sumberdaya manusia yang berkualitas dan manajemen yang baik. Pengembangan organisasi perangkat daerah diharapkan dapat memperjelas susunan, kedudukan, tugas, fungsi, dan tata kerja masing-masing organisasi perangkat daerah, sehingga duplikasi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah dapat dihindari. Pengembangan organisasi perangkat daerah diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN DAN PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

PEMBENTUKAN DAN PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Upaya awal yang dapat dilakukan adalah dengan mengevaluasi kelembagaan pemerintah daerah yang selama ini diterapkan dalam rangka menyusun organisasi kelembagaan pemerintah daerah yang responsif terhadap perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat yang makin beragam. Secara normatif, evaluasi kelembagaan pemerintah daerah dapat dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah yang di dalamnya mengatur mengenai jumlah dinas, badan, dan lembaga teknis serta sub- substruktur yang menjadi bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan. Namun, bila hanya berpatokan pada ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, nuansa kuantitatif melalui perhitungan scoring akan sangat berpengaruh dalam menentukan apakah suatu unit perlu dipertahankan, diubah, atau dihapuskan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERDA Nomor 2 tentang ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

PERDA Nomor 2 tentang ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka perlu dilakukan Penyesuaian dan Penyempurnaan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD, Dinas, Lembaga Tehnis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan Kota Prabumulih;

35 Baca lebih lajut

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Berdasar susunan kepegawaian yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang dan tantangan yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia dengan kompetensi khusus, mediator/perantara perselisihan, disamping SDM sebagai tersebut diatas yang harus terpenuhi dalam pengelolaan data SIAK.Memperhatikan susunan kepegawaian yang ada pada saat ini dapat diperkirakan bahwa sampai dengan 5 (lima) tahun kedepan 2016-2021 pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang pegawai yang akan memasuki usia pensiun ada 11 (sebelas)orang pegawai dengan perincian 7 (tujuh) orang dari unsur pejabat struktural dan 4 (empat) orang unsur staf. Secara rinci pejabat eselon II sejumlah 1 orang, eselon III sejumlah 2 orang dan eselon IV sejumlah 4 orang, disamping itu juga adanya penyesuaian perubahan kelembagaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai Pengganti Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang dinyatakan tidak berlaku lagi.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH Formulir. RKA OPD[r]

5 Baca lebih lajut

Implikasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007  Tentang Organisasi Perangkat Daerah Terhadap Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah Di Kabupaten Gayo Lues

Implikasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Terhadap Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah Di Kabupaten Gayo Lues

ABSTRAK Lahirnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah merupakan salah satu perubahan yang terjadi di dalam pemerintahan Negara kita setelah jatuhnya orde baru. Realisasi dari Pasal 68 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 diwujudkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat daerah. Peraturan Pemerintah ini telah memberikan kekuasaan dan keleluasaan yang sangat besar dalam menyusun dan menetapkan organisasi perangkat daerah. oleh karena itu, pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 dipandang tidak sesuai dengan keadaan dan perkembangan penataan pemerintah daerah sehingga perlu disempurnakan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Realisasi dari amanat perubahan Undang-undang dasar 1945 secara langsung membawa konsekuensi terhadap landasan hukum pemerintahan daerah, untuk itu setelah melakukan evaluasi yang mendasar maka pemerintah menerbitkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

peraturan daerah nomor 10 tahun 2008 tentang organisasi perangkat daerah

peraturan daerah nomor 10 tahun 2008 tentang organisasi perangkat daerah

Secara faktual, penataan organisasi perangkat daerah merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance). Tata pemerintahan yang baik perlu mendapat perhatian karena selain sudah menjadi tuntutan masyarakat, juga merupakan kepentingan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam rangka menciptakan profesionalisme dan kenyamanan pegawai dalam bekerja. Dalam perwujudan tata pemerintahan yang baik, ke depan organisasi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta diharapkan dapat mendorong terciptanya pelayanan publik yang prima, meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat, mengembangkan ekonomi, meningkatkan prasarana dan sarana kota, serta mewujudkan tertib anggaran. Di samping itu, penataan organisasi perangkat daerah juga diharapkan dapat meningkatkan akseptabilitas pemerintah daerah.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Penataan Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan

Penataan Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan

Organisasi perangkat daerah pada prinsipnya dibentuk untuk mengakomodasikan kewenangan yang dilaksanakan oleh Daerah. PP No. 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah mengisyaratkan pembentukan daerah disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, dan beban kerja. Tujuan dibentuknya daerah Kota Tangerang Selatan sebagai otonom baru adalah untuk mengupayakan kesejahteraan masyarakat secara demokratis. Kerangka inilah yang dijadikan landasan bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menyusun organisasi perangkat daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana penataan organisasi perangkat daerah Kota Tangerang Selatan mengacu pada PP No. 41 tahun 2007. Penataan perlu mengarah pada resizing dan reformulasi struktur kelembagaan daerah sesuai perumpunan urusan dalam kerangka fungsi pelayanan dasar dan pengembangan sektor unggulan. Perlu dilakukan peleburan, reformulasi, dan pengubahan kelembagaan daerah yang memiliki subyek dan obyek yang serumpun sehingga memenuhi kriteria dinas dan lembaga teknis daerah seperti yang diamanatkan oleh PP No. 41 tahun 2007.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

pp no 41 2007 organisasi perangkat daerah

pp no 41 2007 organisasi perangkat daerah

Besaran organisasi perangkat daerah sekurang-kurangnya mempertimbangkan faktor keuangan, kebutuhan daerah, cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang harus diwujudkan, jenis dan banyaknya tugas, luas wilayah kerja dan kondisi geografis, jumlah dan kepadatan penduduk, potensi daerah yang bertalian dengan urusan yang akan ditangani, sarana dan prasarana penunjang tugas. Oleh karena itu kebutuhan akan organisasi perangkat daerah bagi masing-masing daerah tidak senantiasa sama atau seragam. Peraturan Pemerintah ini menetapkan kriteria untuk menentukan jumlah besaran organisasi perangkat daerah masing-masing pemerintah daerah dengan variabel jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah APBD, yang kemudian ditetapkan pembobotan masing-masing variabel yaitu 40% (empat puluh persen) untuk variabel jumlah penduduk, 35% (tiga puluh lima persen) untuk variabel luas wilayah dan 25% (dua puluh lima persen) untuk variabel jumlah APBD, serta menetapkan variabel tersebut dalam beberapa kelas interval,
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

A. Gambaran Umum 1. Organisasi Perangkat Daerah

A. Gambaran Umum 1. Organisasi Perangkat Daerah

A. Gambaran Umum 1. Organisasi Perangkat Daerah Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta Peraturan Bupati Malang Nomor 59 Tahun Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah maka Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Malang dan Peraturan Bupati Malang Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Malang dinyatakan tidak berlaku lagi. Sehingga Nomenklatur dan tugas pokok dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kab.Malang juga mengalami perubahan. Nomenklatur berubah menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kab.Malang sedangkan tugas pokok dan fungsinya mengalami perubahan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

RENCANA KERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (RENJA - OPD)

RENCANA KERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (RENJA - OPD)

2. ANALISA KINERJA PELAYANAN INSPEKTORAT Inspektorat Kabupaten Boven Digoel sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Boven Digoel Nomor 5 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Boven Digoel, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2017, mempunyai tugas pokok melaksanakan Pengawasan terhadap Penyelenggaraan perintah Daerah, Inspektorat Kabupaten Boven Digoel merupakan unsur Pengawasan dan Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang di pimpin oleh seorang Inspektur yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Bupati Boven Digoel dengan Tugas Pokok membantu Bupati dalam menyelenggarakan Pengawasan Pelaksanaan Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten secara teknis Administrasi mendapat Pembinaan dari Sekretaris Daerah.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

                                                TESIS  PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

TESIS PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

Studi dalam penelitian ini mengenai pelaksanaan restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada sekretariat daerah Kabupaten Karo berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (2) Faktor-faktor apa yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo (3) Upaya- upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

PENDAHULUAN PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

Lahirnya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 diikuti pula dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah sebagai realisasi dari Pasal 128 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. Belum tuntas Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 dilaksanakan, sudah digantikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007. Hal ini nyaris mengulang pergantian (replacing) Peraturan Pemerintah Nomor 84 tahun 2000 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003, padahal Peraturan Pemerintah Nomor 84 tahun 2000 belum genap berumur tiga tahun. Begitu cepatnya bongkar pasang regulasi mengenai organisasi perangkat daerah dilakukan, tampaknya dipengaruhi oleh sekurang-kurangnya empat faktor. Pertama, belum tuntasnya persoalan tarik-ulur kewenangan Pusat-Daerah selama ini. Kedua, pengaruh dinamika politik lokal yang dipengaruhi oleh situasi transisi demokrasi. Ketiga, meningkatnya kesadaran kritis dan tuntutan rakyat lokal terhadap kualitas pelayanan publik di daerah. Dan, keempat, keterbatasan anggaran pemerintah untuk mendukung sistem kelembagaan daerah (Tjandra, 2012).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SLEMAN

KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SLEMAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan kecurangan akuntansi seperti pengendalian internal, asimetri informasi, kesesuaian kompensasi, dan perilaku tidak etis. Sejumlah responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasilnya, terdapat 84 responden yang telah melengkapi kuesioner penelitian yang kesemuanya merupakan pegawai negeri sipil yang bekerja pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal, asimetri informasi, dan kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, namun perilaku tidak etis berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PELAKSANAAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARO BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.

Ketiga, Lahirnya PP 41 Tahun 2007 ini adalah dengan tujuan untuk mewujudkan organisasi perangkat daerah yang efisien, efektif, dan rasional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah masing-masing serta adanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi serta komunikasi kelembagaan antara pusat dan daerah. Namun dalam pelaksanaanya di Kabupaten Karo sangat jauh berbeda dari tujuan Peraturan Pemerintah ini karena yang terjadi adalah bukan efisiensi terhadap organisasi perangkat daerah tapi malah terjadi peningkatan status, pemisahan/ pemecahan organisasi menjadi organisasi tersendiri dan tidak menggabung organisasi yang dapat digabung karena satu perumpunan bidang. Misalnya, organisasi kelembagaan dari kantor menjadi badan dan dari satu dinas dipecah menjadi dua dan atau beberapa dinas. Hal ini menyebabkan SOTK Kabupaten Karo berdasarkan PP 41 Tahun 2007 jauh lebih gemuk dari SOTK berdasarkan PP 8 Tahun 2003, sehingga tujuan dari PP 41 ini bisa dikatakan tidak terwujud di Kabupaten Karo dan adagium organisasi miskin struktur tapi kaya fungsi dikesampingkan.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Perkembangan Regulasi Penataan Organisasi  Perangkat Daerah   Retno Susilowati

Perkembangan Regulasi Penataan Organisasi Perangkat Daerah Retno Susilowati

Peraturan Pemerintah Nomor 84 tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Perafuran Pemerintah nomor 8 Tahun[r]

9 Baca lebih lajut

Evaluasi Kebijakan Penataan Organisasi Perangkat Daerah Di Kota Semarang

Evaluasi Kebijakan Penataan Organisasi Perangkat Daerah Di Kota Semarang

Penelitian bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan penataan organisasi perangkat daerah di kota Semarang dan menganalisis faktor ± faktor penentu keberhasilan kebijakan penataan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik analisa data kualitatif dan teknik untuk menguji kualitas data menggunakan teknik triangulasi. Kebijakan penataan organisasi perangkat daerah adalah sebagai pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Kesimpulan yang didapat adalah kebijakan penataan organisasi perangkat daerah di kota Semarang belum dapat dikatakan berhasil, hasil penelitian dan analisis penulis menunjukkan bahwa banyaknya kekurangan yang ada membuat performa kebijakan penataan organisasi perangkat daerah sangat rendah. Kekurangan ini terdapat pada beberapa kriteria yang belum tercapai seperti efisiensi, responsivitas, dan ketepatan. Selain itu pada faktor penentu keberhasilan kebijakan juga ada faktor yang kurang mendukung yaitu perumpunan urusan kewenangan dan sistem managemen administrasi pemerintahan daerah.. Sementara kriteria yang sudah mendukung adalah kriteria efektivitas, kecukupan, dan perataan dapat dikatakan cukup dalam pelaksanaan kebijakan penataan organisasi perangkat daerah. Penulis merumuskan beberapa upaya untuk memperbaiki kekurangan antara lain. menerapkan pola miskin struktur kaya fungsi, artinya dengan struktur organisasi yang kecil dapat menangani tanggung jawab tugas yang besar tanpa harus memperbesar pola struktur organisasi dan memperhatikan analisis jabatan dan analisis beban kerja agar dalam menetapkan nomenklatur kelembagaan selalu mempertimbangkan tugas -±tugas dan permasalahan yang menjadi prioritas untuk ditangani oleh SKPD yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah Kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara

Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah Kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara

Menurut Rivai (2003) dalam (Subekhi dan Jauhar, 2012), bahwa penataan sumber daya manusia dalam proses reformasi birokrasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk pendekatan manajemen sumber daya manusia. Dalam Perspektif reformasi birokrasi, pendekatan ini dilakukan dalam rangka menyikapi, mengatasi, dan sekaligus mengantisipasi permasalahan sumber daya manusia dalam birokrasi. Selain itu, Menurut Sedarmayanti (2009:94) pengukuran mengenai penataan sumber daya manusia aparatur dilaksanakan dengan memperhatikan: (1) penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian, (2) sistem diklat yang efektif, (3) standar dan peningkatan kinerja; (4) Pola karier yang jelas dan terencana, (5) standar kompetensi jabatan, (6) kualifikasi jabatan, (7) tugas, fungsi dan beban tugas proporsional, (8) rekrutmen sesuai prosedur, (9) penempatan pegawai sesuai keahlian, (10) renumerasi memadai, (11) perbaikan sistem manajemen kepegawaian Oleh karena itu, berdasarkan proses restrukturisasi organisasi perangkat daerah kecamatan, proses penentuan tipelogi dan besaran Kecamatan Tiwu dan Kecamatan Lasusua tersebut maka perlu melakukan reformasi di sektor birokrasi khususnya terkait dengan manajemen sumber daya manusia aparatur, belum berdasarkan indikator- indikator teoretis yang rasional, disebabkan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BIDANG KESEHATAN

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BIDANG KESEHATAN

Rumah sakit Daerah provinsi dalam penyelenggaraan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibina dan bertanggung jawab kepada dinas yang menyele[r]

52 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...