orientasi masa depan

Top PDF orientasi masa depan:

HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DAN

HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DAN

Berdasarkan hasil uji deskriptif dapat disimpulkan bahwa orientasi masa depan mahasiswa memiliki kategori sedang. Mahasiswa sudah memiliki tujuan mengenai pekerjaan yang diinginkannya. Perencanaannya dengan menambah pengetahuan tentang minat pekerjaan yang diinginkan dan mencari informasi. Namun terdapat kendala, seperti belum lulus kuliah dan masih ada mata kuliah bersyarat yang harus diambil. Oleh karena itu, mahasiswa merasa belum dapat merealisasikan minat yang diinginkannya menjadi sulit untuk dicapai. Sehingga orientasi masa depan mahasiswa dikatagorikan sedang. Serupa dengan pendapat Nurmi (1989 b ) yang mengungkapkan bahwa pembentukan orientasi masa depan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA PENYINTAS ERUPSI  Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA PENYINTAS ERUPSI Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Joesoef_noegraha@yahoo.com Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan orientasi masa depan pada remaja penyintas erupsi Merapi. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 remaja dengan dengan karakteristik sebagai berikut: a). Remaja yang bertempat tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten-Jawa Tengah; b).

19 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA PENYINTAS ERUPSI  Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA PENYINTAS ERUPSI Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

Menurut Nurmi (2005) orientasi masa depan adalah suatu fenomena yang luas yang sangat berhubungan dengan bagaimana seorang individu berpikir dan bertingkah laku menuju masa depan yang digambarkan pada beberapa macam proses, proses tersebut antara lain motivasi, rencana, dan evaluasi. Banyak pelatihan yang sudah diberikan oleh organisasi-organisasi baik pemerintah maupun swasta untuk para korban erupsi gunung Merapi sebagai recovery wilayah pasca bencana dengan harapan para

12 Baca lebih lajut

KUESIONER ORIENTASI MASA DEPAN DALAM BIDANG PERNIKAHAN

KUESIONER ORIENTASI MASA DEPAN DALAM BIDANG PERNIKAHAN

LAMPIRAN 1 KUESIONER ORIENTASI MASA DEPAN DALAM BIDANG PERNIKAHAN Kuesioner ini terdiri dari sekelompok pertanyaan yang berhubungan dengan pendapat dan pemikiran Saudara mengenai pernikahan di masa mendatang. Saudara diminta untuk menjawab setiap pernyataan yang ada sesuai dengan keadaan diri saudara. Jawaban yang benar ialah jawaban yang menggambarkan diri saudara. Oleh karena itu kami harap agar saudara memberikan jawaban yang sesuai dengan keadaan dan keyakinan pribadi.

21 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA  ORIENTASI MASA DEPAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA.

ORIENTASI MASA DEPAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA ORIENTASI MASA DEPAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA.

Orientasi masa depan merupakan salah satu tugas perkembangan yang terjadi pada masa remaja. Sebagai individu yang sedang mengalami proses peralihan dari masa anak-anak mencapai kedewasaan, remaja memiliki tugas- tugas perkembangan yang mengarah pada persiapannya memenuhi tuntutan dan harapan peran sebagi orang dewasa. Namun, hal ini dapat terhambat bagi remaja yang mengalami perceraian orangtua. Hambatan tersebut seperti anak mejadi terlantar, tidak terpenuhi kebutuhan mereka seperti, tidak dapat melanjutkan pendidikan karena harus bekerja, fasilitas yang tidak memadai, perhatian yang tidak diperoleh dari salah satu orangtua karena tidak ada komunikasi dengan anak, putus komunikasi dengan salah satu orangtua, tetapi ada juga figure pengganti salah satu orangtua setelah perceraian.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS  YANG MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN  ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI.

ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui orientasi masa depan bidang pekerjaan pada aktivis yang mengikuti organisasi kemahasiswaan. Metode pengumpulan data pada penelitin ini menggunakan kuesioner terbuka. Informan dalam penelitian ini melibatkan 55 aktivis yang tergabung didalam kegiatan organisasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan organisasi seperti selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan rutin organisasi, belajar menjadi pemimpin, memberikan kontribusi berupa ide atau gagasan yang berguna demi kesuksesan pelaksanaan kegiatan, serta berani untuk menjadi sebagai konseptor untuk mengembangkan organisasi. Mahasiwa memahami dan mengetahui ilmu tentang keorganisasian yaitu mengenai manajemen SDM seperti peningkatan potensi diri, hubungan kerja dan komunikasi antar individu yang baik, mampu mengelola organisai dengan bisa mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam organisasi. Selain itu, melatih diri untuk lebih percaya diri, disiplin, bersemangat, mengatasi masalah dengan baik dan mengembangkan pola pikir, serta berlatih untuk berada dalam kondisi kerja tim, menambah relasi, dan dapat bersosialisi dengan baik. Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud orientasi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan dibidang pekerjaan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS  YANG MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN  ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI.

ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA AKTIVIS YANG MENGIKUTI ORGANISASI.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui orientasi masa depan bidang pekerjaan pada aktivis yang mengikuti organisasi kemahasiswaan. Metode pengumpulan data pada penelitin ini menggunakan kuesioner terbuka. Informan dalam penelitian ini melibatkan 55 aktivis yang tergabung didalam kegiatan organisasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan organisasi seperti selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan rutin organisasi, belajar menjadi pemimpin, memberikan kontribusi berupa ide atau gagasan yang berguna demi kesuksesan pelaksanaan kegiatan, serta berani untuk menjadi sebagai konseptor untuk mengembangkan organisasi. Mahasiwa memahami dan mengetahui ilmu tentang keorganisasian yaitu mengenai manajemen SDM seperti peningkatan potensi diri, hubungan kerja dan komunikasi antar individu yang baik, mampu mengelola organisai dengan bisa mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam organisasi. Selain itu, melatih diri untuk lebih percaya diri, disiplin, bersemangat, mengatasi masalah dengan baik dan mengembangkan pola pikir, serta berlatih untuk berada dalam kondisi kerja tim, menambah relasi, dan dapat bersosialisi dengan baik. Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud orientasi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan dibidang pekerjaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Orientasi Masa Depan dan Religiusitas pada Mahasiswa Teknik Informatika

Orientasi Masa Depan dan Religiusitas pada Mahasiswa Teknik Informatika

Salah satu faktor yang mempengaruhi orientasi masa depan adalah religiusitas atau keagamaan. House, dkk., (2004), mengatakan bahwa spiritualitas dalam agama secara inheren berorientasi pada masa depan, sehingga agama dan spiritualitas yang dominan berkontribusi secara signifikan terhadap orientasi masa depan suatu budaya. Gazalba (dalam Ghufron & Risnawita, 2016), mendefinisikan religiusitas berasal dari kata religi dalam bahasa latin “religio” yang akar katanya adalah religure yang berarti mengikat. Dengan demikian, mengandung makna bahwa religi atau agama pada umumnya memiliki aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluknya. Kesemuanya itu berfungsi mengikat seseorang atau sekelompok orang dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitarnya. Subandi (dalam Ghufron & Risnawita, 2016), mengartikan religiusitas sebagai keberagamaan karena adanya internalisasi agama ke dalam diri seseorang. Lebih lanjut Chatters (dalam Thontowi, 2005), mengatakan bahwa religiusitas merupakan sebuah proses untuk mencari sebuah jalan kebenaran yang berhubungan dengan sesuatu yang sakral.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Orientasi Masa Depan Bidang Akademik pada Mahasiswa Aktivis

Orientasi Masa Depan Bidang Akademik pada Mahasiswa Aktivis

Ada lima bidang yang seringkali diteliti dalam penelitian–penelitian orientasi masa depan pada remaja (Methaet dalam Nurmi, 2002) bidang tersebut adalah pekerjaan, pendidikan, pernikahan, kegiatan waktu luang dan aktualisasi diri. Dalam penelitian ini, hanya satu bidang yang di teliti ialah mengenai pendidikan, khususnya prestasi akademik pada mahasiswa aktivis.

8 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN SANTRI PENGHAFAL AL-QURAN

ORIENTASI MASA DEPAN SANTRI PENGHAFAL AL-QURAN

Ketiga penelitian ini dilakukan oleh Oktarina Putri, JurusanpPsikologi FakultassIlmu SosialpHumaniora UIN SunankKalijaganYogyakarta, tahun 2018. Berjudull. Hubungan CitrakRagakTerhadap OrientasimMasa Depannditinjau Dari kKonsep DiripPada mTuna Daksa. 4 Penelitiann ini bermaksud dengan tujuankuntuk mencari tahu suatuhhubungan citramraga dengan orientasimmasa depankyang dapat diamati dari konsep8diri padaotuna daksa.Adanya tunadaksa difabel dalam usia produktif berjumlah 55 orang yang bisa dijadikan subjek dalam hal penelitian ini. Skala Orientasi Masa Depan, SkalaeCitrakRaga danySkalakKonsep Dirii merupakan alat yangpdipakai dalam mengumpulkan data. Moderatedd RegressionAnalysis (MRA,) digunakan dalam hal ini untuk menguji hipotesis pada penelitian ini. Hasilnya menunjukan angka
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PELATIHAN BERPIKIR OPTIMIS UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN   Pelatihan Berpikir Optimis Untuk Meningkatkan Orientasi Masa Depan Remaja Tuna Daksa.

PELATIHAN BERPIKIR OPTIMIS UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN Pelatihan Berpikir Optimis Untuk Meningkatkan Orientasi Masa Depan Remaja Tuna Daksa.

viii KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim, Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya serta menganugerahkan tetesan ilmu, kesehatan, dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Tesis ini disusun bersumber dari hasil temuan di lapangan tempat peneliti menimba ilmu selama menyelesaikan gelar magister ini. Tesis dengan judul “ Pelatihan Berpikir Optimis Untuk Meningkatkan Orientasi Masa Depan Remaja Tuna Daksa ” ini disusun sebagai syarat mendapatkan gelar Magister Psikologi Profesi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rancangan Modul Pelatihan Orientasi Masa Depan Dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Remaja Tentang Konsep Orientasi Masa Depan Area Pendidikan Bagi Siswa Kelas XII.

Rancangan Modul Pelatihan Orientasi Masa Depan Dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Remaja Tentang Konsep Orientasi Masa Depan Area Pendidikan Bagi Siswa Kelas XII.

v ABSTRAK Masa remaja merupakan periode dimana terjadi perubahan-perubahan yang salah satunya berkaitan dengan hubungan dengan orang tua dan cita-cita mereka, dimana cita-cita yang dikenal remaja merupakan suatu konsep yang disebut dengan orientasi masa depan. Orientasi Masa Depan adalah gambaran individu tentang dirinya dalam konteks masa depan, yang akan membantu invididu mengarahkan dirinya untuk mencapai sejumlah perubahan yang sistematis, guna meraih apa yang diinginkannya. (Nurmi, 1989). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan eksperimental, dimana tujuannya untuk melihat apakah terdapat perbedaan kondisi sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan Pelatihan Orientasi Masa Depan kepada subyek penelitian. Dalam penelitian ini, orientasi masa depan dikaitkan dengan rencana remaja siswa kelas XII dalam mengantisipasi dan merencakan tindakan setelah mereka lulus dari SMA.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR

Siswa yang berorientasi kemasa depan akan termotivasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan begitu siswa akan berupaya untuk selalu mengejar pengetahuan dan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Memiliki orientasi yang baik, sehingga orientasi masa depan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar giat (Saroni, 2008). Hal ini sangat penting bagi kelangsungan dan kesinambungan proses belajar siswa, dengan begitu siswa akan memiliki pandangan atau gambaran tujuan masa depannya. Dengan begitu siswa tidak mengalami kebingungan menentukan rencana dan tujuan dalam rangka mempersiapkan diri menuju masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS IDENTITAS TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN AREA PEKERJAAN

PENGARUH STATUS IDENTITAS TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN AREA PEKERJAAN

memberikan pengaruh terhadap orientasi masa depan area pekerjaan. Menurut Santrock (2012) identitas achievement status individu yang sudah mengalami krisis dan sudah membuat komitmen. Hasil skor dari uji t diperoleh = 0,00< 0,05 dan koefisien korelasi dengan orientasi masa depan 0,465. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa identitas achievement memberikan pengaruh yang signifikan terhadap orientasi masa depan dan memiliki hubungan yang positif meskipun korelasinya lemah. Artinya semakin tinggi identitas achievement maka semakin tinggi orientasi masa depan dan begitu pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki identitas achievement tinggi sudah bisa menantukan komitmennya melalui hasil eksplorasinya. Hal ini tentunya mempengaruhi pemilihan karir mereka, pembuatan perencanaan dan mereka sudah dapat melakukan evaluasi- evaluasi terhadap perncanaannya. Sejalan dengan Marcia dan Archer (Marcia, 1993) yang menyatakan orang yang memiliki identitas achievement akan dengan serius melakukan eksplorasi paling tidak pada satu alternatif pada pekerjaan yang dippilih dan akan mulai berpikir bahwa diri mereka menjabat suatu pekerjaan tertentu (misal: guru, dokter, dll).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

PENDAHULUAN Orientasi Masa Depan Remaja Penyintas Erupsi Merapi.

2. Bagi masyarakat desa Balerante, dapat dijadikan pertimbangan dalam mengorientasikan masa depannya khususnya bagi para remaja Balerante penyintas erupsi Merapi. 3. Bagi Lembaga Sosial Masyarakat agar dapat dijadikan pertimbangan dalam membantu mengarahkan orientasi masa depan para remaja penyintas erupsi Merapi agar lebih terarah sehingga masyarakat lereng merapi nantinya akan memiliki pekerjaan yang tidak bergantung dengan aktivitas gunung Merapi.

7 Baca lebih lajut

ORIENTASI MASA DEPAN SANTRI SALAF

(Studi di PondokPesantrenPutra IstiqomatuSalafiah)

ORIENTASI MASA DEPAN SANTRI SALAF (Studi di PondokPesantrenPutra IstiqomatuSalafiah)

Dari ketiga penelitian di atas yang telah dipaparkan semuanya ada dua penelitian yang sama kaitannya dengan penelitian tentang masa depan dan terdapat perbedaan dalam fokus permasalahannya. Pertama, pada penelitian yang dilakukan oleh Afifah yang terfokus pada permasalahan pengaruh dukungan orang tua terhadap masa depan anaknya. Kedua, Otih Jembarwati fokus dengan permasalahan pelatihan orientasi masa depan pelatihan orientasi masa depan pada siswa SMA dan yang ketiga, Rustam Ibrahim yang merupakan penelitian tentang eksistensi pesantren salaf di tengah arus pendidikan modern. Sementara peneliti pada penelitian ini mengangkat tema yang sama yaitu dengan ketiga penelitian di atas tenang masa depan dan mengambil fokus permasalahan yang berbeda yaitu membahas tentang orientasi masa depan para santri salaf di pondok pesantren Istiqomatu Salafiah. Adapun dengan penelitian yang ketiga sama penelitiannya pada pesantren salaf namun pada peneltitian ini terfokus pada santri-santrinya.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Orientasi Masa Depan dan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa

Orientasi Masa Depan dan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa

Korelasi negatif antara orientasi masa depan dengan kecemasan yang dialami oleh mahasiswa dalam penelitian ini juga ditunjukkan oleh penelitian Halgin dan Whitbourne (2010). Individu yang lebih berorientasi ke masa depan akan melakukan sejumlah rencana untuk mengurangi kecemasan (anxiety), kegelisahan, ketegangan dan ketiknyamanan mengenai kemungkinan yang buruk. Mahasiswa yang belum memiliki pengalaman kerja cenderung merasakan kecemasan yang lebih tinggi, karena timbulnya kekhawatiran seperti kegagalan dalam bersaing dengan calon tenaga kerja yang lain, dan penilaian terhadap kemampuannya yang dianggap belum dapat memenuhi tuntutan dunia kerja. Selain itu mereka juga merasa akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang penuh kedisiplinan tinggi, dan khawatir tidak memiliki rekan kerja yang baik. Hal itu sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Atmaja (2013) bahwa kecemasan mahasiswa tingkat akhir dapat terlihat dari ketidaksiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja mulai dari pemikiran hingga ke perilaku. Pemikiran yang muncul seperti mulai berpikir dunia kerja penuh dengan persaingan, memikirkan kemampuannya, ketidakpastian individu untuk diterima di sebuah perusahaan, ketidakpastian lama kerja, dan ketidakpastian bidang kerja yang diminati. Adapun perilaku yang terlihat adalah menarik diri dari kegiatan pengembangan diri, tidak berusaha untuk mencari pengalaman kerja di bidang yang digelutinya dan menghindari situasi yang berhubungan dunia kerja.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Orientasi Masa Depan Menghadapi Pensiun

Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Orientasi Masa Depan Menghadapi Pensiun

Pensiun adalah masa purna dari tugas baik yang bekerja di swasta maupun pegawai negeri. Pada kenyataannya tidak semua orang siap menghadapi masa pensiun. Ketidaksiapan ini timbul karena adanya kekhawatiran salah satunya yaitu tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu akibat pensiun dan sebelum seseorang menghadapi masa pensiun tidak ada perencanaan atau gambaran kedepannya setelah pensiun tiba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi coping dengan orientasi masa depan menghadapi pensiun. Subjek penelitian menggunakan studi populasi yaitu seluruh PNS yang bekerja di pemerintahan Kabupaten Kudus berusia 56-58 tahun dan berjumlah 80 subjek. Metode pengumpulan data menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan alat ukur skala yaitu skala strategi coping dan skala orientasi masa depan. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi coping memiliki korelasi dengan orientasi masa depan sebesar 0,807 dengan tingkat signifikansi 0,000, artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara strategi coping dengan orientasi masa depan menghadapi pensiun. Tingkat strategi coping tergolong tinggi dan tingkat orientasi masa depan tergolong tinggi. Sumbangan efektif strategi coping terhadap orientasi masa depan sebesar 65,1% dan masih terdapat 34,9% dipengaruhi faktor lain diantaranya usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dukungan sosial, dan interaksi sosial.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Orientasi Masa Depan Dengan Kesiapan Kerja Siswa SMK

Hubungan Antara Orientasi Masa Depan Dengan Kesiapan Kerja Siswa SMK

Tingkat pengangguran terbuka penduduk di dominasi oleh lulusan SMK dengan hasil prosentase 12,65%. Hal tersebut terjadi karena adanya kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dengan penyediaan tenaga kerja dari lembaga pendidikan kejuruan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan masih rendahnya keterserapan lulusan SMK di dunia kerja. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesiapan kerja siswa SMK di dunia usaha dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depan dengan kesiapan kerja siswa SMK. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 154 siswa yang terdiri dari laki-laki 144 siswa dan perempuan 10 siswa, yang merupakan siswa kelas XII SMK Muhamadiyah 6 Tirtomoyo. Teknik pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi populasi. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur skala orientasi masa depan dan skala kesiapan kerja. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi product moment menggunakan program bantu SPSS for 16 windows. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,657; signifikansi (p) sebesar 0,000 (p < 0,01) yang artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara orientasi masa depan dengan kesiapan kerja siswa SMK. Sumbangan efektif atau peranan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja sebesar 43,2 %, sisanya 56,8 % dipengaruhi oleh faktor lain. Variabel kesiapan kerja memiliki rerata empirik (RE) sebesar 116,79 sehingga memiliki kategori yang tergolong sedang, sedangkan variabel orientasi masa depan memiliki rerata empirik (RE) sebesar 102,38 yang memiliki kategori yang tergolong tinggi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Orientasi Masa Depan dengan Prokrastinasi dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa

Hubungan Antara Orientasi Masa Depan dengan Prokrastinasi dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa

Metode penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman angkatan 2007 dan 2008 yang sedang menyusun skripsi dengan menggunakan teknik accidental sam- pling. Metode pengumpulan data yang dimaksud pada penelitian ini adalah menggunakan data pribadi subjek dan alat pengukuran atau instrumen. Alat pen- gukuran atau istrumen yang digunakan ada dua macam yaitu alat ukur orientasi masa depan dan prokrastinasi dalam menyusun skripsi. Alat ukur ori- entasi masa depan mengacu pada teori Nurmi (1989) dan prokrastinasi dalam menyusun skripsi mengacu pada teori Ferrari, Johnson, dan McCown (1995). Teknik analisa data yang digunakan yaitu korelasi produk momen (correlation product moment person) untuk mengetahui seberapa besar hubungan dan ke- mampuan prediksi antara variabel bebas dan variabel tergantung. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yang meliputi normalitas sebaran linearitas hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Keseluruhan teknik analisis data akan menggunakan program SPSS versi 13.0 for win- dows.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...