orthogonal frequency division multiplexing

Top PDF orthogonal frequency division multiplexing:

Design And Implementation Of Orthogonal Frequency Division Multiplexing Receiver.

Design And Implementation Of Orthogonal Frequency Division Multiplexing Receiver.

This project is about Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Receiver. The purpose of this project is to design, simulate and implement OFDM receiver for Digital Video Broadcasting – Terrestrial (DVB-T). OFDM is a modulation technique especially suitable for wireless communication due to its resistance to inter- symbol interference (ISI). The whole system will be developed in the MATLAB simulation environment and then will be implemented in DSP board.

24 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Transmisi Citra Melalui Kanal Mobile To Mobile Pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM)

Analisis Kinerja Transmisi Citra Melalui Kanal Mobile To Mobile Pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM)

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi nirkabel generasi keempat (4G) memberikan layanan aplikasi multimedia berupa gambar, video dan audio berkualitas tinggi dan kecepatan internet yang tinggi menggunakan teknik transmisi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Pada sistem ini menggunakan kanal mobile to mobile, dimana pemancar dan penerima serta entitas jaringan selalu bergerak. Pergerakan pengguna atau obyek di sekitarnya menyebabkan terjadinya pergeseran frekuensi (Doppler shift) yang dapat mempengaruhi kinerja sistem komunikasi. Dengan adanya permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian analisis kinerja transmisi citra melalui kanal mobile to mobile pada sistem OFDM. Hasil perbandingan transmisi masing-masing citra yang berbeda ukuran dalam pixel yang melalui kanal mobile to mobile menggunakan teknik modulasi 4 QAM lebih cepat mendekati nilai standard BER sebesar 10 -3
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing pada Sistem DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial)

Analisis Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing pada Sistem DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial)

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah skema transmisi paralel yang mana sebuah data laju tinggi yang bersifat seri dibagi ke dalam sebuah kumpulan substream dengan laju data yang lebih rendah. Setiap substream tersebut di modulasi dengan menggunakan subcarrierss yang berbeda. Dengan demikian, lebar pita dari subcarriers menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan lebar pita kanal yang berelasi. Subcarriers yang independen tersebut mengalami fading yang rata sehingga memudahkan pengaplikasian ekualisasi yang lebih sederhana. Hal ini akan memberikan implikasi berupa waktu simbol substream yang lebih panjang bila dibandingkan dengan delay spread dari waktu pentransmisian kanal radio tersebut. Selain itu, dengan menggunakan frekuensi carrier yang tegak lurus, maka effisiensi spectra dapat dicapai. Untuk mempertahankan agar frekuensi carrier tetap tegak lurus (orthogonal) maka diperkenalkan sebuah cara yang dikenal dengan sebutan cyclic prefix .
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KINERJA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WARP - ITS Repository

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KINERJA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WARP - ITS Repository

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan komunikasi digital multicarrier yang digunakan untuk mengatasi kelemahan data rate diatas. Sifat orthogonalitas memungkinkan carrier- carrier tersebut memiliki jarak yang sempit bahkan hingga saling overlapped, tanpa mengalami ICI. Sementara untuk menangani masalah ISI, pada OFDM terdapat cyclic prefix yang merupakan suatu guard interval dalam domain waktu [1]. OFDM sudah diterapkan oleh berbagai standar sistem telekomunikasi baik dalam teknologi wireless maupun wireline sebagai contoh yaitu IEEE 802.11g untuk standar (WiFi) Wireless LANs.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA NETWORK CODING PADA SISTEM KOMUNIKASI ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WIRELESS OPEN-ACCESS RESEARCH (WARP)

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA NETWORK CODING PADA SISTEM KOMUNIKASI ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WIRELESS OPEN-ACCESS RESEARCH (WARP)

2.1 Teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing Orthogonal frequency division multiplexing atau selanjutnya disebut OFDM adalah bentuk dari multi-carrier modulation (MCM) yang dapat dapat dicapai dengan membagi kanal transmisi tunggal menjadi beberapa subchannel atau sucarrier yang saling tegak lurus (orthogonal) untuk mengoptimalkan efisiensi transmisi data. Sinyal carrier dari OFDM merupakan penjumlahan dari banyaknya subcarrier yang orthogonal, dengan data baseband pada masing – masing subcarrier dimodulasikan dengan teknik modulasi yang diinginkan. Pemakaian frekuensi yang saling orthogonal pada sistem OFDM memungkinkan singgungan antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi antara satu dengan lainya. Dalam pendekatan matematis [4], keorthogonalan sistem OFDM dapat dijelaskan sebagai berikut, misalkan fungsi X m (t) adalah subcarrier ke-m dan X n (t) adalah
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KINERJA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WARP

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KINERJA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN WARP

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan komunikasi digital multicarrier yang digunakan untuk mengatasi kelemahan data rate diatas. Sifat orthogonalitas memungkinkan carrier- carrier tersebut memiliki jarak yang sempit bahkan hingga saling overlapped, tanpa mengalami ICI. Sementara untuk menangani masalah ISI, pada OFDM terdapat cyclic prefix yang merupakan suatu guard interval dalam domain waktu [1]. OFDM sudah diterapkan oleh berbagai standar sistem telekomunikasi baik dalam teknologi wireless maupun wireline sebagai contoh yaitu IEEE 802.11g untuk standar (WiFi) Wireless LANs.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Discrete Fourier Transform-Spread Orthogonal Frequency Division Multiplexing pada Jaringan Generasi Keempat (4G) T1 612005039 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Discrete Fourier Transform-Spread Orthogonal Frequency Division Multiplexing pada Jaringan Generasi Keempat (4G) T1 612005039 BAB I

Sedangkan pendekatan non-orthogonal mengizinkan cross correlation yang bernilai tidak nol diantara sinyal-sinyal yang berasal dari pengguna yang berbeda, seperti pada Random Waveform Code Division Multiple Access (CDMA), Trellis Coded Multiple Access (TCMA), dan Interleave Division Multiple Access (IDMA).

Baca lebih lajut

Implementasi Radar Doppler dengan Sinyal Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada Perangkat berbasis Software Define Radio (SDR) - ITS Repository

Implementasi Radar Doppler dengan Sinyal Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada Perangkat berbasis Software Define Radio (SDR) - ITS Repository

Puji Syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memeberikan rahmat dan anugerah-NYA untuk dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir dengan judul “ Implementasi Radar Doppler dengan Sinyal Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Pada Perangkat Berbasis Software Define Radio (SDR) ” untuk memenuhi persayaratan pendidikan pada Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia, Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang dalam pengerjaannya terdapat berbagai kendala dan permasalahan, namun atas bantuan dari berbagai pihak, kendala dan permasalahan dapat teratasi. Karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Transmisi Citra Menggunakan Teknik Modulasi QAM Pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing

Analisis Kinerja Transmisi Citra Menggunakan Teknik Modulasi QAM Pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing

Teknologi telekomunikasi nirkabel yang berkembang pesat saat ini memberikan manfaat bagi operator dan pelanggan. Long Term Evolution merupakan teknologi nirkabel 4G memberikan layanan aplikasi multimedia berupa gambar, video dan audio berkualitas tinggi dan kecepatan internet yang tinggi menggunakan teknik transmisi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Pada penelitian ini sumber informasi berupa citra warna dikirim melalui kanal AWGN dibandingkan kanal rayleigh fading menggunakan teknik modulasi 16 QAM dengan 64 QAM, selanjutnya dilakukan analisis kinerja transmisi citra menggunakan teknik modulasi QAM pada sistem OFDM. Hasil perbandingan transmisi setiap citra melalui kanal AWGN dan Rayleigh fading menggunakan teknik modulasi 16 QAM lebih cepat mendekati nilai standard BER sebesar 10 -3 daripada 64 QAM. Sistem kinerja transmisi citra pada teknik modulasi 16 QAM ini menunjukkan kinerja transmisi lebih baik disebabkan rendahnya nilai Eb/No yang dibutuhkan dengan selisih nilai rata-rata sekitar 8 dB mampu memberikan persentase error yang cukup kecil dari pada menggunakan 64 QAM.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SIMULASI PENGARUH PERUBAHAN PARAMETER PHYSICAL OFDM (ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING) PADA JARINGAN MOBILE WIMAX

SIMULASI PENGARUH PERUBAHAN PARAMETER PHYSICAL OFDM (ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING) PADA JARINGAN MOBILE WIMAX

WiMAX physical layer based on orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). and efficient plan for high speed data transmission in non-line of sight and being able to work on multipath fading channels (frequency selective fading). This study focused on the effect of changing design parameters to improve the performance of OFDM in mobile WiMAX networks using OPNET simulator. Network configuration modeling without and with asn-gateway. The results obtained that the change in the number of subcarrier, and the value of frame duration and base frequency can be affect of throughput. In object MS (mobile station), the value of the average throughput of 947,326 bits/sec when the parameters sub-carrier numbered of 2048, average throughput of 924,156 bits/sec when the parameters sub-carrier numbered of 1024, average throughput of 924,195 bits/sec when the parameters sub-carrier numbered of 512 and the average throughput of 137,560 bits/sec when the parameters sub-carrier numbered of 128. While reducing the frame duration will enhance the resulting throughput. The changes of base frequency when the value of 1.5 GHz throughput declines occurred for 2 times, because of data drop and then enhance the resulting throughput when the time is 249.6 sec with 292.806 bit/sec and the time is 354.6 sec with 73.7 bit/sec.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Estimasi Doppler Spread pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan Metode Phase Difference

Estimasi Doppler Spread pada Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan Metode Phase Difference

Gambar 1 merupakan blok diagram proses estimasi Doppler Spread pada sistem OFDM. Pada awalnya, di pemancar, data input biner dimodulasi QPSK, sehingga 2 bit mewakili 1 simbol pada diagram konstelasi. Ketika masuk ke bagian serial to parallel, bit informasi tersebut dijadikan 8 jalur paralel, kemudian disisipkan pilot di setiap jalur paralel. Jadi setiap jalur diawali oleh 1 simbol pilot dan diikuti 8 simbol informasi. Setelah masuk ke IFFT, maka sinyal keluaran dari transmitter OFDM akan saling orthogonal satu dengan yang lain. Penambahan cyclic prefix (CP) berguna untuk menghindari terjadinya ISI karena CP berperan sebagai ruang penjaga antara dua simbol bersebelahan. Kemudian, data diubah dari paralel ke serial dan dikirim melalui kanal fading Rayleigh. Data terkena efek doppler dan noise AWGN sebelum masuk ke penerima. Sebelum masuk ke remove cyclic prefix dan FFT, data diubah dari serial ke paralel. Ekstraksi pilot berguna untuk mengambil pilot untuk dianalisa. Estimasi Piece-wise Linear berguna untuk estimasi kanal, sehingga didapatkan satu kanal dominan. Estimasi Phase Difference berguna untuk menganalisa pergeseran fase pilot, sehingga nilai doppler spread estimasi dapat dihitung.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MODUL DIGITAL SIGNAL PROCESSING TMS320C6731 SEBAGAI MODEM BERBASIS SIMULINK

MODUL DIGITAL SIGNAL PROCESSING TMS320C6731 SEBAGAI MODEM BERBASIS SIMULINK

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan sebuah teknik pentransmisian yang menggunakan sistem multicarrier sehingga bandwidth yang digunakan pada sistem ini dibagi menjadi beberapa bandwidth subcarrier. Sistem OFDM efisien dalam penggunaan bandwidth karena bandwidth data yang dibawa oleh subcarrier dapat saling overlap tanpa mengakibatkan terjadinya interferensi. Bandwidth pada sistem OFDM ditunjukkan pada Gambar 4.

Baca lebih lajut

Implementasi dan Evaluasi Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Menggunakan WARP

Implementasi dan Evaluasi Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Menggunakan WARP

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka solusi yang tepat untuk data rate yang tinggi digunakanlah transmisi multi-carrier. Karena pada transmisi multi-carrier total bandwidth yang tersedia dalam spectrum dibagi menjadi sub band-sub band untuk transmisi multi-carrier dalam bentuk parallel sehingga bandwidth untuk masing-masing sub band relative lebih kecil jika dibandingkan dengan bandwidth koheren. Sebagai contoh transmisi multi- carrier yaitu OFDM, dimana pada OFDM ini memungkinkan carrier-carrier tersebut memiliki jarak yang sempit bahkan hingga saling overlapped sehingga lebih hemat bandwidth jika dibandingkan dengan multi- carrier yang lain seperti Frequency Division Multiplexing (FDM). OFDM sendiri sudah diterapkan untuk berbagai standar sistem telekomunikasi baik dalam teknologi wireless maupun wireline sebagai contoh yaitu IEEE 802.11g untuk standar (WiFi) Wireless LANs.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Design And Implementation Of Ofthogonal Frequency Division Multiplexing Transmitter.

Design And Implementation Of Ofthogonal Frequency Division Multiplexing Transmitter.

An IFFT converts a number of complex data points, of length that is power of 2, into the same number of points in time domain. Each data point in frequency spectrum used for an FFT or IFFT operation is called a bin. The output is N time-domain samples. In order to preserve the sub-carrier orthogonality and the independence of subsequent OFDM symbols, a cyclic guard interval is introduced. Time and frequency synchronization can be established by means of cyclic extension in the prefix and the postfix period. In this case, assumed a cyclic prefix of length Lp samples is pre-pended to the N samples to form a cyclically extended OFDM symbol. The cyclic prefix is simply the last Lp samples of the N inverse Fast Fourier Transform output samples.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ART Andreas Ardian Febrianto Unjuk Kerja Trellis Code Orthogonal Abstract

ART Andreas Ardian Febrianto Unjuk Kerja Trellis Code Orthogonal Abstract

Pada teknik modulasi single carrier dengan semakin tinggi laju data maka periode simbol akan semakin pendek. Jika periode simbol lebih kecil dibandingkan delay spread kanal maka kemungkinan akan menimbulkan efek intersymbol interference ( ISI ). Fenomena ini dalam ranah frekuensi dijelaskan dengan adanya efek frequency selective fading.Teknik modulasi multicarrier Orthogonal Frequency Division Multiplexing ( OFDM ) dikembangkan untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada sistem modulasi single carrier. Dengan mentransmisikan isyarat secara paralel pada beberapa subcarrier maka periode simbol akan lebih panjang dan dengn penggunaan guard interval maka efek ISI bias dihilangkan. Dengan subcarrier yang memiliki lebar pita yang lebih kecil dibandingkan dengan lebar pita koheren kanal maka akan terhindar efek frequency selective fading. Pemakaian subcarrier yang saling orthogonal dan overlap akan meningkatkan efisiensi lebar pita.Penggunaan teknik penyandian Trellis Code Modulation ( TCM ) diharapkan akan meningkatkan kinerja sistem. Spesifikasi TCM yang digunakan adalah rate ½, susunan generator g 0 = 7 g 1 = 5 ,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Electrical Engineering and Systems Science authors titles recent submissions

Electrical Engineering and Systems Science authors titles recent submissions

Another way to achieve orthogonality of MIMO radar wave- forms is FDMA, where the signals transmitted by different antennas are modulated onto different carrier frequencies. This approach suffers from several limitations. First, due to the linear relationship between the carrier frequency and the index of antenna element, a strong range azimuth coupling occurs when using the classic virtual uniform linear array (ULA) configuration [16], [18], [19]. To resolve this aliasing, the authors in [21] use random carrier frequencies, which creates high sidelobe level. These may be mitigated by increasing the number of transmit antennas, which in turn increases system complexity. The second drawback of FDMA is that the range resolution is limited to a single waveform’s bandwidth, rather than the overall transmit bandwidth [22], [23]. To increase range resolution, the authors of [24], [25] use an inter-pulse stepped frequency waveform (SFW), utilizing the total bandwidth over the slow time [26], [27]. However, SFW leads to range-Doppler coupling [28] and the pulse repetition frequency (PRF) increases proportionally to the number of steps increasing range ambiguities [20], [29].
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Frequency Reuse In Orthogonal Frequency Division Multiple Access Network.

Frequency Reuse In Orthogonal Frequency Division Multiple Access Network.

There are several techniques that can be used to overcome the interference of channel and also to improve the performance of the network. The scope of work for this project is a Fractional Frequency Reuse (FFR). This technique is chosen because the usage of FFR is still in early stage in Malaysia. There are researches have been done about the FFR, how it works and what are the differences of applying FFR in a network.

Baca lebih lajut

Simulation Of Worldwide Interoperability For Microwave Access (WiMAX) System.

Simulation Of Worldwide Interoperability For Microwave Access (WiMAX) System.

In this project, a simulation model based on Orthogonal Frequency Division Multiplexing-Physical Layer (OFDM-PHY) model in different simulation scenarios with different modulation techniques such as Binary Phase Shift Keying (BPSK) , Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) and Quadrature Amplitude Modulation (QAM) (Both 16 and 64) will built to find out the best performance of physical layer for WiMAX Mobile. The performance has been concluded based on Bit-Error-Rate (BER), Signal-to-Noise Ratio (SNR) and Probability of Error (Pe) output through MATLAB Simulation.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Teknologi Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada Komunikasi Wireless

Teknologi Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada Komunikasi Wireless

Artikel singkat ini akan diulas mengenai teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada komunikasi wireless. Pembahasan meliputi sejarah, prinsip kerja, keunggulan dan kelemahannya. Dan pada bagian akhir akan diperkenalkan pula beberapa studi mengenai OFDM ini.

Baca lebih lajut

Pemodelan Dan Simulasi Orthogonal Frequency And Code Division Multiplexing (OFCDM) Pada Sistem Komunikasi Wireless

Pemodelan Dan Simulasi Orthogonal Frequency And Code Division Multiplexing (OFCDM) Pada Sistem Komunikasi Wireless

Perkembangan teknologi wireless multimedia tumbuh dengan pesat. Hal ini berdampak pada penggunaan bandwith yang besar dan kecepatan data yang semakin tinggi yang sangat rentan terhadap lingkungan multipath sehingga harus didukung oleh sistem yang handal agar dapat memberikan kualitas layanan dengan baik. Sistem Orthogonal Frequency And Code Division Multiplexing (OFCDM) menjadi sebuah evolusi teknologi baru yang dapat menjadi solusi layanan multimedia yang digunakan untuk transmisi downlink pada 4G.

Baca lebih lajut

Show all 4719 documents...