Otoritas Jasa Keuangan

Top PDF Otoritas Jasa Keuangan:

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK SEBAGAI PENGA

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK SEBAGAI PENGA

Karena dalam prakteknya nanti terutama untuk industri perbankan, OJK akan menjalankan beberapa tugas penting untuk pengaturan dan pengawasan sektor Perbankan ( microprudential ), yang meliputi kelembagaan bank, kesehatan bank, aspek kehati-hatian bank dan pemeriksaan bank. Tentu saja dengan beberapa tugas tersebut, masih dibutuhkan tenaga professional yang sudah berpengalaman maka harus didukung dengan sistem dan Sumber Daya Manusia yang andal, yang dari segi kefektivitasnya tidak diragukan lagi. Oleh karena itu,langkah pertamaMuliaman D. Hadadsebagai Dewan KomisionerOtoritas Jasa Keuangan yang baru dilantikadalah membangun sumber daya manusia yang andal agar Otoritas Jasa Keuangan ini kuat dan berfungsi efektif selama masa transisi sampai dengan tahun 2014.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN LEMBAGA OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERBANKAN (Studi pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Lampung)

PERAN LEMBAGA OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERBANKAN (Studi pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Lampung)

Lembaga keuangan perbankan mempunyai peran strategis dalam kegiatan perekonomian melalui kegiatan usahanya menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan pembiayaan bagi usaha-usaha produktif maupun konsumtif, namun demikian tetap saja terjadi tindak pidana perbankan. Oleh karena itu diperlukan peran penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyidikan tindak pidana perbankan. Permasalahan: Bagaimanakah peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyidikan tindak pidana perbankan? Apakah faktor yang menghambat peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyidikan tindak pidana perbankan? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan: Peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyidikan tindak pidana perbankan termasuk dalam peran normatif yaitu peran yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan undang-undang oleh PPNS OJK dengan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana perbankan yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Peran faktual dilaksanakan PPNS OJK dengan melakukan pemanggilan, pemeriksaan, serta meminta keterangan dan barang bukti dari setiap orang yang disangka melakukan, atau sebagai saksi dalam tindak pidana perbankan untuk mendapatkan alat bukti dan barang bukti yang digunakan dalam penuntutan bila terbukti bersalah karena melanggar tindak pidana perbankan. Faktor yang menghambat peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyidikan tindak pidana perbankan dari segi faktor perundang-undangan atau substansi hukum adalah adanya ketentuan yaitu Pasal 183 KUHAP mengenai alat bukti yang sah. Penghambat dari segi penegak hukum adalah secara kuantitas masih terbatasnya personil PPNS OJK. Saran: OJK agar meningkatkan intensitas pengawasan terhadap perbankan dan menambah personil PPNS dalam rangka meningkatkan efektivitas penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perbankan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP INVESTOR PASAR MODAL PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG DINYATAKAN PAILIT (Studi Pada Otoritas Jasa Keuangan) - UNS Institutional Repository

UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP INVESTOR PASAR MODAL PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG DINYATAKAN PAILIT (Studi Pada Otoritas Jasa Keuangan) - UNS Institutional Repository

Penulisan ini merupakan syarat dalam meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Topik ini merupakan bahasan yang menarik untuk dikaji karena kedudukan hukum investor pasar modal ketika perusahaan go public dinyatakan pailit harus jelas dan seperti apa upaya perlindungan hukum bagi investor pasar modal yang dapat dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Penulis sangat menyadari bahwa dalam penulisan hukum ini tidak luput dari berbagai macam kekurangan dan juga penulis menyadari bahwa dalam penulisan hukum ini tidak akan mungkin selesai tanpa dukungan dan bantuan para pihak. Dengan penuh kerendahan hati penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H., M. Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EKONOMI OTORITAS JASA KEUANGAN penerap

EKONOMI OTORITAS JASA KEUANGAN penerap

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang

Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN DAN PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP SEKTOR JASA KEUANGAN A. Latar Belakang Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan - Analisis Yuridis Terhadap Pengurangan Pungutan Oleh Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Akibat dari Kepailitan

BAB II PENGATURAN DAN PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP SEKTOR JASA KEUANGAN A. Latar Belakang Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan - Analisis Yuridis Terhadap Pengurangan Pungutan Oleh Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Akibat dari Kepailitan

Pengawasan sektor jasa keuangan selain bank yang semula dilakukan antara lain oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) juga beralih kepada Otoritas Jasa Keuangan. Pembentukan OJK sendiri kemudian dikukuhkan dengan disahkannya Undanng-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. 39 Undang-ndang ini sebagai dasar hukum pembentukan Lembaga Otoritas Jasa Keuangan pada dasarnya memuat ketentuan tentang organisasi dan tata kelola (governance) dari lembaga yang memiliki otoritas pengaturan dan pengawasaan terhadap sektor jasa keuangan. Sedangkan ketentuan mengenai jenis-jenis produk jasa keuangan, cakupan dan batas-batas kegiatan lembaga jasa keuangan, kualifikasi dan kriteria lembaga jasa keuangan, tingkat kesehatan dan pengaturan prudensial serta ketentuan tentang jasa
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Perlindungan Nasabah Bank Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Perlindungan Nasabah Bank Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Bahir Mukhammad. E0012074. 2016. KEWENANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PERLINDUNGAN NASABAH BANK BERDASARKAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1/POJK.07/2013 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN SEKTOR JASA KEUANGAN. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

16 Baca lebih lajut

peraturan otoritas jasa keuangan tentang tata cara pelaksanaan pungutan oleh otoritas jasa keuangan 1

peraturan otoritas jasa keuangan tentang tata cara pelaksanaan pungutan oleh otoritas jasa keuangan 1

(2) Kewajiban biaya tahunan bagi Wajib Bayar yang baru memperoleh perizinan, persetujuan, pendaftaran dan pengesahan dan belum mempunyai acuan sebagai dasar perhitungan biaya tahunan dikenakan biaya tahunan pada besaran paling sedikit sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Pungutan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Sistem Pengawasan Terhadap Lembaga Asuransi Setelah Terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan (Studi Di Lembaga Otoritas Jasa Keuangan Jakarta)

Efektivitas Pelaksanaan Sistem Pengawasan Terhadap Lembaga Asuransi Setelah Terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan (Studi Di Lembaga Otoritas Jasa Keuangan Jakarta)

Undang Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia, yang mengamantakan kembali untuk membentuk lembaga otoritas jasa keuangan sampai dengan 31 Desember 2010. Lagi-lagi amanat undang-undang tersebut meleset kembali, Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa keuanga tersebut belum juga disahkan sampai akhir desember 2010. Sampai akhirnya di tahun 2011 Undang-undang yang ditunggu dalam sektor pengawasan tersebut diketok dan disahkan oleh DPR pada tanggal Kamis 27 Oktober 2011. dengan di sahkannya Undang-Undang ini maka tugas pengawasan dalam sektor keuangan beralih dari yang dulunya berada pada Bank Indonesia dan BAPEPAM-LK sekarang berada pada lembaga Baru ini yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti Pada Pasal 55 Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan :
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Fungsi Dan Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Kegiatan Jasa Keuangan Di Sektor Perbankan (Studi Pada Otoritas Jasa Keuangan)

Fungsi Dan Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Kegiatan Jasa Keuangan Di Sektor Perbankan (Studi Pada Otoritas Jasa Keuangan)

Penulisan skripsi dengan judul “FUNGSI DAN KEWENANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM KEGIATAN JASA KEUANGAN DI SEKTOR PERBANKAN (STUDI PADA OTORITAS JASA KEUANGAN CABANG MEDAN)” belum pernah ditulis sebelumnya. Dengan demikian, berdasarkan perumusan masalah serta tujuan yang hendak dicapai dari penulisan skripsi ini, maka dapat dikatakan bahwa skripsi ini merupakan hasil karya yang asli dan bukan merupakan hasil jiplakan dari skripsi orang lain. Skripsi ini dibuat berdasarkan hasil pemikiran sendiri, referensi dari buku-buku, Undang-Undang, makalah-makalah, serta media elektronik yaitu internet dan juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Berdasarkan asas-asas keilmuan yang rasional, jujur, dan terbuka, maka penelitian dan penulisan skripsi ini dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK PENGAWAS LEMB

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK PENGAWAS LEMB

OJK, adalah institusi yang bukan hanya menyandang independen, berdiri sendiri, namun wewenangnya juga berbeda dengan wewenang lembaga sebelumnya yakni Bank Indonesia yang selama ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan, namun OJK memiliknya. Selain hal tersebut, OJK juga memiliki kewenangan untuk memungut fee dari lembaga keuangan yang diawasinya. Fee tersebut akan digunakan sebagai biaya operasional lembaga yang baru lahir tersebut. Dalam masa transisi ini, pada tanggal 1 Januari 2013 OjK akan mulai dengan tugasnya untuk mengawasi lembaga keuangan non bank dan baru mulai 1 Januari 2014 akan memulai tugas untuk mengawasi perbankan di Indonesia.Pada tahun 2013 anggaran operasional akan dialokasikan dari APBN, baru mulai 1 Januari 2014 biaya operasional lembaga tersebut akan dipungut dari lembaga keuangan yang diawasinya. Sungguh suatu hal yang menarik, sebuah lembaga yang dikatakan independen menarik fee(iuran) dari lembaga yang diawasinya. Selama ini pengawasan perbankan dilakukan oleh Bank Indonesia dengan anggaran untuk keperluan tersebut seluruhnya atas beban Bank Indonesia tanpa memungut dari lembaga perbankan dan juga tidak dialokasikan dari APBN.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK PENGAWAS LEMB

OTORITAS JASA KEUANGAN OJK PENGAWAS LEMB

LK kaitannya dengan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (UU Nomor 8 Tahun 1995) tentang pasar modal sebagaimana Pasal 3(1) ” Pembinaan,Pengaturan dan Pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal dilakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal atau disebut BAPPEPAM ” ,yang sekarang sudah berganti nama menjadi OJK dengan demikian;Tugas dan wewenang OJK, sudah jelas diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagaimana bunyi pasal 6 (b) ” OJK melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap Jasa Keuangan di sektor Pasar Modal ’ yang akan diberlakukan mulai 1 januari tahun 2013, menurut (ojk:2013). Struktur Pasar Modal adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KEDUDUKAN DAN WEWENANG OTORITAS JASA KEUANGAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN

DESKRIPSI KEDUDUKAN DAN WEWENANG OTORITAS JASA KEUANGAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN

menimbulkan konsekuensi bahwa pemerintah dan BI akan memberikan wewenangnya dalam hal pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan kepada OJK, yang mengakibatkan OJK akan menjadi sebuah lembaga keuangan yang mempunyai kewenangan yang luas dan besar. Oleh karena itu dengan adanya Undang-undang OJK diharapkan adanya penyelarasan dari berbagai aturan peraturan dalam sektor jasa keuangan, karena sudah ada beberapa peraturan sektoral sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih peraturan (kewenangan) yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Pada tanggal 22 November 2011, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK disahkan. Lembaga yang disebut independen ini akan berfungsi mulai 31 Desember 2012 dimana menggantikan fungsi, tugas dan wewenang pengaturan yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Pengawas Pasar Modal serta Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Operasional OJK akan dimulai pada 1 Januari 2013.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PENGAWASAN PERBANKAN

PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PENGAWASAN PERBANKAN

Otoritas Jasa Keuangan dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan dapat terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, yang diwujudkan melalui adanya sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan didalam sektor jasa keuangan. 20 OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya, antara lain melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen, dan tindakan lain terhadap lembaga jasa keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan, termasuk kewenangan perizinan kepada Lembaga Jasa Keuangan. 21
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PENGAWASAN PERBANKAN

PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PENGAWASAN PERBANKAN

Otoritas Jasa Keuangan dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan dapat terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, yang diwujudkan melalui adanya sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan didalam sektor jasa keuangan. 20 OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya, antara lain melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen, dan tindakan lain terhadap lembaga jasa keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan, termasuk kewenangan perizinan kepada Lembaga Jasa Keuangan. 21
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

MEKANISME PENGISIAN JABATAN DEWAN KOMISIONER DALAM KAITANNYA DENGAN INDEPENDENSI OTORITAS JASA KEUANGAN.

MEKANISME PENGISIAN JABATAN DEWAN KOMISIONER DALAM KAITANNYA DENGAN INDEPENDENSI OTORITAS JASA KEUANGAN.

Mekanisme pengisian jabatan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan cara melakukan fit and proper test kepada calon Dewan Komisioner. Hal ini dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan, mekanisme fit and proper test dilakukan berdasarkan ketentuan pada Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPR sebagai perwujudan dari fungsi pengawasan. Kewenangan DPR dalam pemilihan Dewan Komisioner ini dipermasalahkan karena dianggap dapat membuka peluang intervensi politik sehingga mengancam independensi OJK itu sendiri.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

INDEPENDENSI OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM MELAKSANAKAN MEDIASI.

INDEPENDENSI OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM MELAKSANAKAN MEDIASI.

Dengan adanya Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga pengawasan keuangan perbankan dan non perbankan yang beroperasi di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan merupakan sebuah lembaga Independen, yang baru dirancang untuk melakukan pengawasan ketat bagi lembaga-lembaga tersebut. Adapun tujuan utama pendirian Otoritas Jasa Keuangan adalah meningkatakan dan memelihara kepercayaan publik di bidang jasa keuangan. Menegakkan peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan. Meningkatkan pemahaman publik mengenai bidang jasa keuangan serta melindungi kepentingan konsumen jasa keauangan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB II OTORITAS JASA KEUANGAN SEBAGAI LEMBAGA YANG INDEPENDEN

BAB II OTORITAS JASA KEUANGAN SEBAGAI LEMBAGA YANG INDEPENDEN

Membangun industri jasa keuangan Indonesia yang kuat memerlukan totalitas sektor sebagai kesatuan industri misalnya pengaturan perbankan yang bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada sektor pasar modal ataupun lembaga pembiayaan lain. Karena OJK hadir ditengah-tengah regulasi dan ketentuan industri yang telah tertanam, tak mengherankan jika harmonisasi kebijakan sektor perlu mendapat perhatian serius. Fungsi harmonisasi ini tidak bisa mengandalkan pada fungsi komisioner dari BI ataupun Kementrian Keuangan dan tim ad hoc 89 tetapi jauh lebih penting adalah menentukan desain, struktur dan proses oganisasi OJK yang efisien dan efektif. 90
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGAWASAN LEMBAGA PERBANKAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN SETELAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN

PENGAWASAN LEMBAGA PERBANKAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN SETELAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN

kewenangan legislasi. Dari kewenangan legislasi pada Pasal 6 yang dikaitkan dangan ketentuan Pasal 1 angka 1 mengenai definisi OJK, maka dapat di pahami OJK menjadi ‘regulator independen’. Inilah yang merupakan peran aktual OJK dalam sejarah perbankan Indonesia. Peran aktual itu membawa format baru hubungan antara pengatur (regulator) dengan ‘yang diatur’ (regulatee), yaitu bank. Format ini mengembangkan pola regulasi lama yang sudah mengenal struktur regulator semi-independen di dalam kementerian, contohnya BAPEPAM-LK yang memiliki independensi tinggi meskipun di bawah Kementerian Keuangan. Kebaruan itu dapat terlihat dari sinkronisasi sebagai pihak pengatur sekaligus pengawas yang akan dielaborasi berikut ini. Sekarang, dengan hadirnya OJK pola independensi bahkan jauh lebih berkembang karena tidak hanya menyangkut regulasi, namun lembaga ini bisa dikatakan super body karena de facto bertindak sebagi regulator, quasi regulator dan eksekutor pada saat yang bersamaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

OTORITAS JASA KEUANGAN: SISTEM BARU DALAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN SEKTOR JASA KEUANGAN

OTORITAS JASA KEUANGAN: SISTEM BARU DALAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN SEKTOR JASA KEUANGAN

FSA merupakan lembaga independen di luar pemerint ah yang dibiayai oleh pungut an dan denda dari sekt or indust ri j asa keuangan. 5 FSA dipimpin oleh suat u Dewan (Boar d) yang dit unj uk oleh Ment eri Keuangan. Dewan t erse- but t erdiri dari seorang Ket ua, seorang Deput i, seorang Kepala Pegawai Eksekut if , seorang Ke- pala Pegawai Operasional, 2 Direkt ur Pelaksa- na, dan 9 Direkt ur Non-Eksekut if yang salah sa- t unya adalah Deput i Gubernur Bank of Engl and (bank sent ral) bidang St abilit as Keuangan seba- gai anggot a Dewan ex-of f i cio. 6 FSA memiliki 4 t uj uan sebagaimana yang dit ent ukan oleh t he Fi nanci al Ser vi ces Act 2010, yait u: per t ama, menj aga kepercayaan di sist em keuangan; ke- dua, berperan dalam perlindungan dan pening- kat an st abilit as sist em keuangan di Inggris; ke- t i ga, menj amin t ingkat perlindungan konsumen yang t epat ; dan keempat , mengurangi t ingkat kemung-kinan digunakannya suat u bisnis yang dij alankan oleh pihak yang diat ur undang-un- dang unt uk t uj uan yang berkait an dengan kej a- hat an keuangan. 7
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

peraturan otoritas jasa keuangan tentang perlindungan konsumen sektor jasa keuangan

peraturan otoritas jasa keuangan tentang perlindungan konsumen sektor jasa keuangan

c. menyatakan pemberian kuasa dari Konsumen kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan segala tindakan sepihak atas barang yang diagunkan oleh Konsumen, kecuali tindakan sepihak tersebut dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan;

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...