Pada tahun 1965

Top PDF Pada tahun 1965:

GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965-1975 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM

GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965-1975 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM

Alhamdulillah, segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga penulis berhasil menyelesaikan skripsi dengan judul “GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM”. Dalam tulisan ini, penulis berusaha untuk menjelaskan tentang upaya gerakan perdamaian di Amerika Serikat pada tahun 1965 dalam mempengaruhi kebijakan Perang Vietnam.

18 Baca lebih lajut

Analisis Arus Kas dan Profitabilitas PT.Telkom, TBK yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Analisis Arus Kas dan Profitabilitas PT.Telkom, TBK yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pada tahun 1961 , jasa pos dan telekomunikasi tersebut setatusnya berubah menjadi perusahaan pemerintah pertama dengan tujuan menjaga jasa pos dan telekomunikasi di wilayah Sumatera, dimana mulai terbentuk pada tahun 1970 secar nasional . berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun No. 29 dan No. 30 tahun 1965 , pemerintah memisahkan jasa pos dengan telekomunikasi pada tahun 1965 ke dalam 2 (dua) perusahaan milik Negara , yaitu Perusahaan Pos dan Giro , dan Perusahaan Negara Telekomunikasi .

9 Baca lebih lajut

GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 19651975 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM

GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 19651975 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM

Alhamdulillah, segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga penulis berhasil menyelesaikan skripsi dengan judul “GERAKAN PERDAMAIAN DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965 DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PERANG VIETNAM”. Dalam tulisan ini, penulis berusaha untuk menjelaskan tentang upaya gerakan perdamaian di Amerika Serikat pada tahun 1965 dalam mempengaruhi kebijakan Perang Vietnam.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PUSAT DAN DAERAH DALAM UNDANG U

HUBUNGAN PUSAT DAN DAERAH DALAM UNDANG U

Setelah terjadinya Tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis (G30 S/PKI) pada tahun 1965 yang sampai pada akhirnya pada tahun 1967 karena Presiden Soekarno dianggap tidak dapat mempertanggung jawabkan “tragedy nasional” (G30 S/PKI) MPRS pada saat itu mencabut mandate Presiden Soekarno sebagai Presiden dan sekaligus mendudukan Soeharto sebagai pejabat Presiden. Lalu setahun kemudian Soeharto ditetapkan menjadi Presiden Defenitif yang dimana dikenal dengan lahirnya Orde Baru.Setelah Lahirnya Orde Baru, tidak lama kemudian UU No.18 Tahun 1965 dan Ketetapan MPRS No.II/MPRS/1965 yang dimana dengan demikian MPRS mengeluarkan Ketetapan yang menyangkut otonomi daerah yaitu ketetapan Nomo XXI/MPRS/1966, yang ditegaskan dalam Pasal 1, bahwa daerah harus diberi otonom seluas-luasnya tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah pusat dibidang perencanaan, koordinasi dan pengawasan terhadap daerah, dan Pasal 5, memerintahkan kepada pemerintah bersama DPR untuk meninjau kembali Undang- Undang No.18 Tahun 1965. Namun setelah format baru Politik Indonesia terbentuk Pada Tahun 1969-1971 maka asas otonomi seluas-luasnya mulai ditolak, dianggap tidak sesuai dengan prinsip negara Kesatuan, kemudian diganti dengan asas otonomi nyata dan bertanggung jawab. 12
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SEJARAH AHMADIYAH DI SALATIGA DAN SEKITARNYA TAHUN 1965-2008 - Test Repository

SEJARAH AHMADIYAH DI SALATIGA DAN SEKITARNYA TAHUN 1965-2008 - Test Repository

Bahkan gerakan ini sudah semakin berkembang seperti bakti sosial kepada korban-korban bencana- bencana di gunung Kidul. Kalau pada tahun 1969 merupakan akhir era Orde Lama maka antara 1972 boleh dikatakan masa transisi memasuki Orde baru, bahkan pada tahun 1976 Jamaah Ahamadiyah mengalami penurunan, karena Ny. H. Syarifah Arjo sebagai tokoh Ahmadiyah sudah berusia tua, suami beliau sudah wafat dan putra-putranya tinggal di Jakarta. Sehingga beliau tinggal bersama putranya di Jakarta, dan putranya membelikan rumah baru di Jln. Kridanggo 479 Salatiga untuk di wakafkan kepada Jemaat Ahmadiyah Cabang Salatiga, dengan Akte Notaris No. 9 tanggal 5 November 1976 ( Notaris N.L. Matu, SH. ).
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1965

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1965

a. bahwa untuk keamanan dan kelantjaran lalu-lintas disekitar emplasemen Tjakung dianggap perlu merubah dan menambah Pasal 1 ajat (2) Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1964 tentang peruntukan dan penggunaan tanah-tanah untuk lalu-lintas kereta api dalam wilayah Djakarta Raya;

2 Baca lebih lajut

menguak tabir peristiwa 1 oktober 1965 bagian 2

menguak tabir peristiwa 1 oktober 1965 bagian 2

Sekolah teman-teman sering bertanya diriku anak siapa, mereka melihat aku amat berbeda dengan anak-anak bibi yang lain. Akhirnya mereka tahu kalau aku bukan anak kandung bibi. Hal ini membuatku merasa minder dan menjadi anak pendiam. Aku jarang bergaul dengan teman-teman. Sebaliknya aku memiliki kemauan keras untuk membuktikan bahwa aku anak orang baik-baik dan bertekat hendak menjadi yang terbaik. Aku selalu menjadi juara kelas, hal ini terutama dorongan nenek. Ia selalu mendukung dan membombong, memberikan perhatian besar pada perkem- bangan kami. Sejak kecil ia selalu mendidik kami dalam segi agama, menekankan arti pentingnya berdoa, dengan doa kita bisa mengubah diri. Dengan kasih sayang setiap Hari Raya Lebaran beliau selalu mengajak kami berdua menjenguk ibu dan bapak di penjara. Ayah tertangkap di Jakarta pada tahun 1972. Untuk bisa men- jenguk, sebelumnya nenek harus mencari informasi dari satu penjara ke penjara lain, dari satu kota ke kota lain. Kunjungan itu amat kami tunggu-tunggu, sampai kini pun aku merasakan makna yang mendalam bila Lebaran tiba. Setelah salat Ied, kami bertiga menjenguk ibu dan bapak. Sering kami mendapat hinaan dan perlakuan melecehkan dari petugas, “Hei, anak PKI!” Setiap kami menjenguk aku selalu memperhatikan kondisi fisik bapak. Pernah kudapatkan bapak berjalan dengan menyeret sebelah kakinya, itu bekas siksaan, kakinya ditindih dengan kaki meja, beberapa petugas duduk di atasnya sambil menekan. Ia juga distrum dengan alat listrik, “Biasa, mereka mencari informasi yang dibutuhkan”. Aku dengar pernah bapak tidak diberi air minum. Untuk bertahan hidup, ia minum air kencingnya sendiri. Penjara ibu menderita sakit kanker leher rahim, badannya sangat lemah, perutnya membuncit seperti orang hamil. Untunglah, hal itu dipergoki oleh kunjungan Palang Merah Internasional meskipun penguasa berusaha menyembunyikannya. Ibu dioperasi sampai empat kali. Aku dan kakak ketika itu tidak bisa mendekat ibu
Baca lebih lanjut

271 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN TANAMAN PANGAN DI INDONESIA TAHUN 1945-1965 -

PERKEMBANGAN TANAMAN PANGAN DI INDONESIA TAHUN 1945-1965 -

Pada masa kepemimpinan Sultan Agung, Mataram dalam pertanian terutama beras selalu mengalami surplus. Kerajaraan-kerajaan yang berada disekitar mengimpor beras dari Mataram. Pencapaian ini dapat berhasil dengan diterapkannya program dan rekayasa sosial untuk melaksanakan intensifikasi padi. Tulisan Van Goens dalam bukunya De Vijtgezant Schaparcizenaar Het Hot Mataram menyebutkan bahwa pada tahun 1626 Sultan Agung mengumpulkan dana sebesar 12.000 Gulden. Dana itu digunakan untuk pembangunan pedesaan, terutama intensifikasi padi. 55 Kerjasama antara petani dengan kelompok tani sangat kuat baik dalam pola tanam yang tertib, pengunaan air irigasi, pengendalian hama penyakit, maupun dalam penggunaan peralatan dalam melakukan panen padi. Kerajaan Mataram menjadikan tentaranya untuk
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965

Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965

bahwa pemberian hak atas tanah kepada pihak ketiga jang bersangkutan dilakukan oleh pejabat-pejabat yang berwenang menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 1972 tentang "Pelimpahan Wewenang Pemberian Hak atas Tanah", sesuai dengan peraturan perundangan agraria jang berlaku.

2 Baca lebih lajut

ANOTASI ARTIKEL MENGKRITISI SUMBER BELAJ (1)

ANOTASI ARTIKEL MENGKRITISI SUMBER BELAJ (1)

Pembelajaran sejarah sebagai suatu kajian ilmiah perlu membuka diri terhadap berbagai pemikiran mengenai Peristiwa 1965. Hal ini bukan sekedar menampung berbagai wacana yang ada untuk memperkaya pengetahuan sejarah namun lebih dari itu mengajak peserta didik mampu berpikir kritis analitis dan memiliki kebebasan terhadap ilmu. Sebagai generasi penerus bangsa, peserta didik harus memiliki pandangan yang mendalam dan luas tentang Peristiwa 1965 yang berpengaruh besar bagi perjalanan berbangsa dan bernegara. Untuk mewujudkannya diperlukan peran pemerintah dengan memberikan jaminan bagi kebebasan berpikir dan berpendapat khususnya mengenai Peristiwa 1965. Guru sebagai pendidik juga perlu berpikiran terbuka dan berwawasan luas agar dapat membantu peserta didik memahami berbagai kontroversi dan polemik yang muncul.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 1965 TENTANG APOTIK

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 1965 TENTANG APOTIK

Oleh karena itu Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1965 tentang Apotik yang memberi kesempatan kepada apotik sebagai usaha dagang perlu diubah, dan apotik dikembalikan kepada fungsi semula sebagai sarana penyalur perbekalan farmasi, dan sebagai sarana tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian oleh tenaga-tenaga farmasi dalam rangka pengabdian profesi kepada masyarakat.

0 Baca lebih lajut

HINDUISASI MASYARAKAT DESAKALIGONDOKECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1965-1985

HINDUISASI MASYARAKAT DESAKALIGONDOKECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1965-1985

Perkembangan agama Hindu selanjutnya, sejak ekspedisi Gajahmada ke Bali (tahun 1343) sampai akhir abad ke-19 masih terjadi pembaharuan dalam teknis pengamalan ajaran agama Hindu. Dan pada masa Dalem Waturenggong, kehidupan agama Hindu mencapai jaman keemasan dengan datangnya Danghyang Nirartha (Dwijendra) ke Bali pada abad ke-16. Jasa beliau sangat besar dibidang sastra, agama, arsitektur. Demikian pula dibidang bangunan tempat suci, seperti Pura Rambut Siwi, Peti Tenget dan Dalem Gandamayu (Klungkung). Perkembangan selanjutnya, setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan di Bali pembinaan kehidupan keagamaan sempat mengalami kemunduran. Namun mulai tahun 1921 usaha pembinaan muncul dengan adanya Suita Gama Tirtha di Singaraja. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar, Surya kanta tahun1925 di SIngaraja, Perhimpunan Tjatur Wangsa Durga Gama Hindu Bali tahun 1926 di Klungkung, Paruman Para Penandita tahun 1949 di Singaraja, Majelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung, Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar dan pada tanggal 23 Februari 1959 terbentuklah Majelis Agama Hindu. Kemudian pada tanggal 17-23 November tahun 1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama para Sulinggih di Campuan Ubud yang menghasilkan piagam Campuan yang merupakan titik awal dan landasan pembinaan umat Hindu, dan pada tahun 1964 (7 s.d 10 Oktober 1964), diadakan Mahasabha Hindu Bali dengan menetapkan Majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bali
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PERANAN ANGKATAN DARAT PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN TAHUN 1959-1965

PERANAN ANGKATAN DARAT PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN TAHUN 1959-1965

Dalam Dewan konstituante hasil pemilihan umum tahun 1955 tidak pula berhasil menyusun undang-undang dasar baru sebagai pengganti UUDS 1950, disebabkan adanya perbedaan pendapat secara prinsipil mengenai dasar negara terutama untuk pencantuman tujuh butir kata dari Piagam Jakarta yaitu “ dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya”. Karena itu Presiden pada tanggal 22 April 1959 menyampaikan amanat kepada Dewan Konstituante yang berisikan anjuran agar kembali ke UUD 1945. Namun dalam beberapa kali sidangnya, Dewan tidak berhasil mengambil keputusan dikarenakan partai-partai yang duduk didalamnya mengelompokkan dirinya dalam dua golongan yaitu masing-masing “ Kelompok Islam dan Kelompok Nasionalis/ Sosialis/ non Komunis”. Akibatnya adalah bahwa Presiden mengeluarkan dekrit pada tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan pembubaran Dewan Konstituante dan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

AKTIVITAS PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI KECAMATAN SIPISPIS TAHUN 1957-1965.

AKTIVITAS PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI KECAMATAN SIPISPIS TAHUN 1957-1965.

5. PKI datang ke Kecamatan Sipispis bertujuan untuk mencari anggota yang diajak masuk ke dalam PKI. Dengan melancarakan beberapa strategi kepada masyarakat, sehingga masyarakat menerima PKI serta ikut melaksanakan kegiatan PKI, sehingga pada pemilu tahun 1955, PKI memperoleh suara sebesar 16,4% dari persentase keseluruhan suara peilihan anggota DPR. Sedangkan dalam pemilu konstituante, PKI mendapat suara terbesar kedua setelah NU dalam pemilu parlemen dan suara terbesar ketiga setelah NU dan PNI dalam pemilu konstituante.

14 Baca lebih lajut

PERKEBUNAN TEH KEMUNING DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL TAHUN 1945 1965

PERKEBUNAN TEH KEMUNING DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL TAHUN 1945 1965

mendatangkan beberapa tanaman dari Jepang untuk negeri Belanda. 19 Walaupun teh tidak disebutkan dalam surat lampiran keputusan itu tetapi Vor Siebold tidak hanya mengirimkan tanaman-tanaman yang terdapat atau yang disebut dalam daftar itu, diantaranya juga membawa biji-biji teh untuk pertama kalinya ke jawa. Walaupun pengiriman pertama itu gagal, pada tahun 1826 vor Siebold kembali melakukan pengiriman sesuai pesanan Komisaris Jendral L.P.J. Burggtaaf du Bus de Gesignes. Salah satu faktor penting dalam pembudidayaan teh di Hindia Belanda adalah datangnya J.LL.L Jacobson seorang ahli pencicip teh dari De Nederlanshe Handel Maatshappij ke Jawa pada tahun 1827, tepatnya pada tanggal 2 september 1827. kemudian ia mengadakan beberapa kali perjalanan dari Jawa ke Cina untuk mengumpulkan keterangan tentang penanaman dan pengolahan teh seperti yang ditugaskan oleh pemerintah Hindia Belanda. 20
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah proses revitalisasi PKI pasca Madiun Affair? serta bagaimanakah dinamika PKI di Indonesia tahun 1950 – 1965? Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimanakah proses revitalisasi PKI pasca Madiun Affair dan untuk mengkaji strategi yang digunakan PKI tahun 1950-1965. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar dapat menambah wawasan mengenai dinamika PKI di Indonesia tahun 1950-1965.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Rekonstruksi Memori Tahun 1965 Film.

Rekonstruksi Memori Tahun 1965 Film.

1966” diedarkan, rezim Orde Baru telah membuat sejumlah film propaganda. Selain “Janur Kuning” (Alam Surawidjja, 1979) dan “Serangan Fajar” (Arifin C. Noer, 1981) yang membesar- besarkan jasa Soeharto dalam perang di Yogyakarta 1945, ada dua film lain bertema gejolak politik 1965: “Pengkhianatan G30S/PKI” (1984) dan “Penumpasan Sisa PKI Blitar Selatan” (1986). Film Operasi X (Misbach Yusa Biran, 1968) bertema mirip, dengan intelijen militer sebagai pahlawan. Sementara itu, beredar sebuah film drama produksi swasta hampir bersamaan waktu dengan “Djakarta 1966”, yakni “Gema Kampus 66” (Asrul Sani, 1988). Puncak dari semua film propaganda antikomunis adalah film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer. Bagi sebagian besar masyarakat, film ini menjadi satu-satunya sumber informasi resmi (sekaligus disinformasi dan misinformasi) yang tersedia, tentang apa yang mungkin terjadi di Jakarta pada 1965. Segala bentuk diskusi dan terbitan yang meragukan, apalagi berbeda dengan propaganda pemerintah, dilarang dengan ancaman hukum pidana bagi pelanggarnya. Kerangka bertutur dalam film ini membentuk kerangka utama logika-retorika masyarakat puluhan tahun berikutnya, hingga kini.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

1965   Tahun Matahari Tenggelam Sebuah R

1965 Tahun Matahari Tenggelam Sebuah R

SEKITAR Lebaran 25 Desember 1965. Saya sudah lupa tanggalnya, tapi apa yang saya saksikan pada hari-hari itu kemudian melekat di benak hingga sekarang. Kembali dari Malang menuju Bandung, selepas Yogya, tiba-tiba semua kendaraan berhenti. Di jalanan orang hilir mudik. Semua diam atau berbisik-bisik. Tak ada tentara. Ada yang muram, setengah lari kembali ke rumah. Ada yang hanya saling pandang. Aneh, tak ada riang selepas Lebaran itu. Yang ada kegalauan yang membuat kami – kala itu saya masih di bangku terakhir SMA – masygul, terheran-heran ada apa gerangan. Maka kami pun menuju tepi jembatan tempat banyak orang berkumpul dan memandang ke bawah, ke sungai. Sejumlah jasad terkapar di pinggir dan tengah sungai yang dangkal. Terkejut dan terhenyak sesaat, saya tak menghitung jumlahnya. Yang pasti ada puluhan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN NEGARA (P.N.) PERHUBUNGAN UDARA DAERAH DAN PENERBANGAN SERBAGUNA "MERPATI NUSANTARA" MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN PERSERO)

PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN NEGARA (P.N.) PERHUBUNGAN UDARA DAERAH DAN PENERBANGAN SERBAGUNA "MERPATI NUSANTARA" MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN PERSERO)

(3) Kepada Menteri Perhubungan diberikan kekuasaan untuk menunjuk seseorang untuk ikut serta mendirikan Perusahaan Perseroan (PERSERO) tersebut, sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam pasal 6 Peraturan Pemerintah No.12 tahun 1969 (Lembaran- Negara Republik Indonesia tahun 1969 No.21; Tambahan Lembaran-Negara Republik Indonesia No.2894).

0 Baca lebih lajut

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

periwtiwa Madiun, PKI bangkit dengan dipimpin oleh DN. Aidit. Strategi yang dijalankan oleh Aidit selama Demokrasi Liberal disesuaikan dengan strategi komintern dan disesuaikan dengan kondisi sosial politik yang ada di Indonesia. PKI menggunakan strategi front persatuan nasional untuk mencari dukungan massa yang besar guna bersaing dengan partai-partai lain selama Demokrasi Liberal. Keberhasilan PKI menerapkan strategi front persatuan nasional dapat terlihat dalam perolehan suara pada Pemilu tahun 1955. Selama masa Demokrasi Terpimpin PKI menggunakan strategi ofensif manipolis dan ofensif revolusioner. Strategi tersebut dilakukan setelah PKI memiliki pendukung yang besar. strategi tersebut ditujukan untuk menghadapi lawan utama PKI selama Demokrasi Terpimpin, yaitu Angkatan Darat. Perjuangan PKI berakhir ketika terjadi periwtiwa G30S, dimana PKI dituduh sebagai dalang dalam peristiwa tersebut. Penumpasa PKI oleh Angkatan Darat menandai berakhirnya eksistensi PKI di Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...