Padi Lokal

Top PDF Padi Lokal:

Evaluasi Daya Pemulih Kesuburan Padi Lokal dari Kelompok Tropical Japonica

Evaluasi Daya Pemulih Kesuburan Padi Lokal dari Kelompok Tropical Japonica

Persentase serbuk sari fertil dan persentase gabah isi pada silang uji (test cross) 27 varietas padi lokal dengan galur CMS IR58025A terdapat pada Tabel 3. Persentase serbuk sari fertil dari F1 yang diamati beragam mulai dari 0% sampai dengan 72.08%. Dari 27 F1 yang diamati, 2 genotipe tergolong fertil (F), 7 genotipe fertil sebagian (PF), 14 steril sebagian (PS) dan 4 genotipe steril penuh (CS). Empat genotipe yang menunjukkan serbuk sari fertil 0% adalah Ase Lapan, Ase Mandi, Hawara Bunar dan Lampung Kuning, dengan demikian ke empat varietas tersebut tergolong sebagai galur pelestari kesuburan (maintainer). Pada pengamatan persentase gabah isi tidak dijumpai adanya genotipe yang fertil penuh (F), 11 genotipe fertil sebagian (PF) dan 16 genotipe steril sebagian (PS). Tanaman F1 yang menunjukkan persentase gabah isi yang tinggi hanya pada persilangan IR58025A/ Kencana Bali yaitu sebesar 60.56%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI KERAGAMAN TRIKOMA PADA BERBAGAI UMUR PADI LOKAL.

IDENTIFIKASI KERAGAMAN TRIKOMA PADA BERBAGAI UMUR PADI LOKAL.

Dengan ini saya Nama: Bernanda Irine Istriantika NIM: H0712043 Program Studi: Agroteknologi menyatakan bahwa dalam skripsi saya yang berjudul “IDENTIFIKASI KERAGAMAN TRIKOMA PADA BERBAGAI UMUR PADI LOKAL ” ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik dan sepanjang pengetahuan penulis juga tidak ada unsur plagiarisme, falsifikasi, fabrikasi karya, data, atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh penulis lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

RESPON PERKECAMBAHAN BENIH PADI LOKAL TORAJA TERHADAP INVIGORASI

RESPON PERKECAMBAHAN BENIH PADI LOKAL TORAJA TERHADAP INVIGORASI

Berdasarkan beberapa peubah pengamatan respon perkecambahan sebelumnya, varietas Kaloko memiliki nilai yang terendah.Kemungkinan ini terjadi karena mutu benih padi Kaloko yang rendah, umumnya disebabkan pemanenan dini (belum masak fisiologis sempurna). Berdasarkan deskripsi padi lokal pada Tabel 1, Nampak bahwa Kaloko memiliki bobot benih 1000 butir yang paling rendah (18,8 g) dengan umur panen 167 hari, sementara Tille yang tertinggi mencapai 45,9 g dengan umur panen 155 hari. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa bulir padi masih kurang bernas sehingga bobotnya ringan.Basu (1994) menyatakan bahwa kondisi lingkungan sebelum maupun sesudah masak fisiologis dapat mempengaruhi mutu benih.Pada saat masak fisiologis benih memiliki berat kering maksimum serta viabilitas dan vigor yang paling tinggi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Toleransi Plasma Nutfah Padi Lokal terhadap Salinitas

Toleransi Plasma Nutfah Padi Lokal terhadap Salinitas

Penelitian ini bertujuan untuk menyaring plasma nutfah padi yang memiliki sifat toleran terhadap salinitas. Sejumlah 104 plasma nutfah padi lokal yang berasal dari koleksi Bank Gen BB Biogen diuji terhadap salinitas. Kegiatan dilakukan di rumah kaca BB Biogen. Bibit padi berumur ±15 hari ditanam pada pot berisi tanah yang sudah dilumpurkan dengan larutan garam NaCl 0,4% (4.000 ppm). Satu aksesi padi ditanam pada 2 pot, masing masing pot berisi 4 tanaman. Setelah berumur 4 minggu dari tanam dilakukan pengamatan meliputi tinggi tanaman, bobot kering akar, bobot kering tanaman, jumlah daun total, jumlah daun hijau, dan jumlah daun mati. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 ulangan. Hasil analisis varians menunjukkan terdapat perbedaan respons plasma nutfah padi terhadap perlakuan salin yang diberikan. Perbedaan sangat nyata terdapat pada tinggi tanaman, bobot kering tanaman, jumlah daun total, dan jumlah daun hijau. Terdapat korelasi yang tinggi dan negatif pada tinggi tanaman dan jumlah daun total dengan persentase daun mati. Hasil pengujian telah terpilih 21 aksesi plasma nutfah padi toleran hingga agak toleran, sedangkan Pokkali sebagai cek sangat toleran. Dua aksesi yang toleran dengan persentase daun mati <50%, yaitu Tjempo Brondol (reg. 5800) dan Gembira Putih (reg. 20602), Pokkali sebagai varietas kontrol dengan tingkat persentase daun mati 16,9%, sedangkan 19 aksesi termasuk kelompok agak toleran dengan persentase daun mati <70%, dan 82 aksesi termasuk kelompok peka hingga sangat peka.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PADI LOKAL AROMATIK DI KECAMATAN SEKO

KARAKTERISTIK PADI LOKAL AROMATIK DI KECAMATAN SEKO

Penelitian ini bertujuan membedakan karakter aroma padi lokal Seko yang ditanam pada dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja setelah menilai kelayakan lokasi (Judgement Sampling). Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan dengan mengamati dari kelima hamparan jenis padi lokal aromatik Seko. Pengujian aroma dilakukan dengan dua cara yaitu dimasak dan tabung reaksi. Pengamatan kedua terhadap karakteristik morfologi dan agronomi. Pengujian dengan metode dimasak menampilkan karakter aroma dengan golongan aromatik yang lebih banyak daripada aroma sedang, sedangkan pada pengujian metode tabung reaksi menampilkan golongan aromatik yang lebih sedikit karena faktor jumlah beras yang digunakan lebih sedikit sehingga aroma yang tercium menjadi lebih lemah. Padi lokal Seko memiliki sifat-sifat morfologis yang spesifik, mulai dari daun, batang, malai, gabah dan beras dengan rasa nasi wangi dan pulen. Dengan perbaikan teknik budidaya, potensi hasil dapat mencapai 5,2 sampai 7,0 t/ha GKP. Untuk pelestarian dan pengembangan lebih lanjut, diperlukan usaha penangkaran padi jenis ini agar tetap terjaga keberadaannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Ketahanan Varietas Padi Lokal terhadap Hawar Daun Bakteri.

Ketahanan Varietas Padi Lokal terhadap Hawar Daun Bakteri.

Hawar daun bakteri (HDB) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Penyakit HDB pada padi dapat menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi. Penggunaan varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap HDB merupakan salah satu upaya pengendalian yang efektif dan efisien. Varietas padi lokal diketahui memiliki latar belakang genetik yang luas sehingga perlu dilakukan penelitan untuk mengetahui ketahanannya terhadap hama dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan varietas padi lokal terhadap penyakit HDB.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN PADI LOKAL VARITAS KARANGDUKUH (Oryza sativa L) DI KECAMATAN TAMBAN CATUR KABUPATEN KAPUAS

ANALISIS PENDAPATAN PADI LOKAL VARITAS KARANGDUKUH (Oryza sativa L) DI KECAMATAN TAMBAN CATUR KABUPATEN KAPUAS

Beras padi lokal khususnya varitas Siam Karangdukuh sangat diminati dan disukai oleh konsumen masyarakat di Kalimantan khususnya masyarakat Kapuas, karena beras padi lokal varitas ini rasanya lebih enak, jika dibandingkan dengan beras varitas lokal jenis lain. Walaupun harga beras padi lokal varitas Siam Karangdukuh lebih mahal sedikit dibanding harga beras siam lain, karena rasanya pulen, tidak keras dan lebih enak, sehingga tetap disukai oleh masyarakat Kalimantan. Disamping itu pemasarannya mudah dan harga jualnya pun cukup tinggi, sehingga dapat memberikan hasil dan pendapatan yang baik bagi petani padi lokal sebagai pelaku utama dalam usaha tani.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI PADI LOKAL LAHAN PASANG SURUT DI KAPUAS LOCAL RICE FARMERS INCOME AND WELFARE ANALYSIS AT TIDAL LAND IN KAPUAS Jhon Wardie

ANALISIS PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI PADI LOKAL LAHAN PASANG SURUT DI KAPUAS LOCAL RICE FARMERS INCOME AND WELFARE ANALYSIS AT TIDAL LAND IN KAPUAS Jhon Wardie

Secara geografis, sebagian besar wilayah Kabupaten Kapuas adalah dataran rendah berupa lahan pasang surut, sehingga sebagian besar masyarakat petani memanfaatkannya sebagai tempat bercocok tanam padi lokal. Lahan pasang surut dikatakan sumberdaya alam unik yang dikategorikan sebagai lahan marginal karena sebagian tanah bergambut dan memiliki tingkat kemasaman cukup tinggi, sehingga untuk mengembangkan lahan pasang surut menjadi areal pertanian yang produktif memerlukan beberapa perhatian khusus terkait dengan teknologi penataan lahan, pengelolaan air, dan penggunaan varietas lokal yang adaptif dan spesifik lokasi. Pengelolaan usaha tani secara optimal memegang peranan penting terutama untuk menghindari risiko kegagalan, sehingga dapat memberikan produksi dan pendapatan yang maksimal serta meningkatkan kesejahteraan hidup petani.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI AGRONOMIS VARIETAS PADI LOKAL DI KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN.

KARAKTERISASI AGRONOMIS VARIETAS PADI LOKAL DI KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN.

Penelitian mengenai karakterisasi agronomis varietas padi telah dilakukan pada sepuluh desa yang ada di kecamatan Rao kabupaten Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi awal mengenai plasma nutfah padi lokal (padi sawah) Sumatera Barat, dibatasi pada kecamatan Rao kabupaten Pasaman untuk adaptasi daerah datran rendah sehingga akan dimiliki bahan tanaman sumber gen-gen tertentu untuk perakitan varietas unggul baru yang sesuai dengan agroekologi Sumatera Barat dan memiliki kualitas rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen orang Minang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGUJIAN TOLERANSI BEBERAPA KULTIVAR PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN.

PENGUJIAN TOLERANSI BEBERAPA KULTIVAR PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN.

Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak sekali genotipe atau kultivar padi lokal dan baru beberapa kultivar yang diketahui tingkat toleransinya terhadap kekeringan. Beras merah merupakan salah satu kultivar padi lokal yang tingkat toleransinya terhadap kekeringan belum diketahui. Swasti et al., (2007); Noftaria, (2010), melalui kegiatan eksplorasi telah berhasil mengumpulkan sebanyak 182 kultivar padi lokal di Sumatera Barat, dimana terdapat 15 kultivar padi beras merah yang belum diketahui datanya apakah toleran atau tidak terhadap kekeringan sehingga untuk itu diperlukan adanya penelitian terhadap kekeringan menggunakan kultivar padi beras merah lokal tersebut. Sampai saat ini ada 5 kultivar padi beras merah lokal sumatera barat yang masih di budidayakan oleh petani, namun data toleransinya terhadap kekeringan belum di ketahui. Kultivar tersebut adalah BH Siarang, BM Sungai Abu, BM Karajut, BM Siopuk dan BM Silopuk.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Publikasi Hermin Undip dkk di Jogja

Publikasi Hermin Undip dkk di Jogja

Identifikasi toleransi terhadap kekeringan beberapa kultivar padi lokal telah dilakukan berdasarkan kandungan karotenoid, karakter morfologi dan anatomi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kultivar padi lokal yang berpotensi tahan atau toleran terhadap kekeringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, meliputi eksplorasi, koleksi, identifikasi, serta analisis karakter morfologi dan anatomi. Tiga puluh tujuh kultivar padi lokal telah digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lebih banyak padi kultivar lokal asal Jawa Tengah memperlihatkantoleransi terhadap kekeringan yang lebih besar dibandingkan dengan kultivar padi dari daerah lain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Potensi Padi Liar sebagai Sumber Genetik dalam Pemuliaan Padi

Potensi Padi Liar sebagai Sumber Genetik dalam Pemuliaan Padi

Sebagai sumber gen yang memiliki sifat-sifat yang tidak dapat diperoleh dari padi budi daya atau padi lokal, padi liar mempunyai peranan penting dalam program pemuliaan padi. Oleh karena itu, pendayagunakan gen padi liar dengan mengintrogresikan ke dalam padi budi daya perlu diupayakan untuk memperluas gene pool tanaman pad,i sehingga akan memperluas variabilitas gen dalam sumber gen utama yang siap pakai dalam program perbaikan varietas padi. Namun usaha ini menghadapi banyak kendala reproduksi dalam menghasilkan hibrida interspesifik dan keturunannya, seperti aborsi embrio, sterilitas hibrida, dan sterilitas keturunannya (hybrid breakdown) dan lethalitas (kematian tanaman).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Padi (Oryza sativa L.) Berdasar Karakteristik Botani Morfologi Dan Penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) | Juansa, Aziz Purwantoro, Panjisakti Basunanda | Vegetalika 1514 2753 1 PB

Keanekaragaman Padi (Oryza sativa L.) Berdasar Karakteristik Botani Morfologi Dan Penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) | Juansa, Aziz Purwantoro, Panjisakti Basunanda | Vegetalika 1514 2753 1 PB

Kajian mengenai keanekaragaman kultivar-kultivar padi di Indonesia telah dilakukan berdasarkan perbedaan anatomi, morfologi, sebaran geografi, serta ciri-ciri fisiologi penting. Pada penelitian ini hanya menggunakan sebagian kecil plasma nutfah dari setiap tempat di Indonesia dan berupaya untuk mengisi kekosongan informasi mengenai keragaman padi lokal di Jawa, dengan pertama- tama menggunakan materi koleksi padi yang dimiliki oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.

11 Baca lebih lajut

PKL Ari revisi 8 terbaru

PKL Ari revisi 8 terbaru

Padi lokal biasanya mempunyai potensi produksi yang rendah dan umur yang panjang. Walaupun demikian ada jenis padi lokal dengan produksi rendah dan umur panjang akan tetapi mempunyai keunggulan lain seperti rasa enak, pulen bahkan ada yang memiliki fungsi untuk kesehatan seperti padi Merah. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut diharapkan padi lokal memiliki harga yang lebih tinggi. Keunggulan-keunggulan tersebut dan keunggulan/karakter lain yang belum diketahui tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai sumber gen/tetua (Diwyanto dan Setiadi, 2003). Mengingat pentingnya pelestarian sumberdaya genetik maka perlu dicegah punahnya padi lokal DIY ini. Tahun 2006 BPTP Yogyakarta telah mengadakan penelitian uji adaptasi beberapa jenis padi Merah lokal di Dusun Duwetsari Padasan, Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman. Usahatani padi Merah lokal diharapkan dapat menguntungkan dari segi ekonomi dan sekaligus sebagai usaha pelestarian sumberdaya genetik lokal.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pengetahuan Lokal Petani Dalam Mengelola Padi Sawah di Pangaribuan

Pengetahuan Lokal Petani Dalam Mengelola Padi Sawah di Pangaribuan

balgana, adong napagellengku dohot pagodang hu. Molo nabalga i ima naporngis, alai na otik i gabe lapungon ala dang magodang. (Perbedaan menanam padi jaman dahulu dengan sekarang hanya terletak pada jarak saja, jika dulu hanya memiliki jarak antara 5-10 cm. Maka sekarang jarak antara 15-20 cm. Jarak yang di buat pada jaman dahulu tersebut membuat pertumbuhan dan perkembangan padi kurang baik, tidak seimbangnya kandungan yang di dapatkan tanaman padi tersebut. Jarak tersebut juga mengundang hama tikus karena dekatnya jarak tanaman padi membuat padi terlihat bersemak. Padi yang ditanam tidak mendapatkan pengaruh pupuk yang diberikan secara merata, jadi padi tersebut ada yang tumbuh dengan rumpun yang besar dan ada yang tumbuh dengan rumpun yang kecil. Isi padi pun menjadi tidak merata pula, pada bagian rumpun yang besar terdapat padi yang berisi, sementara pada rumpun yang kecil terdapat banyak sekali padi kosong ).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek) DI LAHAN PASIR PANTAI | Yusuf | Vegetalika 10479 20064 1 PB

PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek) DI LAHAN PASIR PANTAI | Yusuf | Vegetalika 10479 20064 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa organik berupa jerami padi dan eceng gondok terhadap pertumbuhan tanaman dan kualitas benih kacang hijau kultivar Vima-1, Lokal Wonosari, dan Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai dengan Februari 2015 bertempat di lahan pasir pantai Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Split Plot. Sebagai perlakuan petakan utama adalah kultivar kacang hijau (K), yaitu kultivar Vima-1 (K1), Lokal Wonosari (K2), dan Lokal Sentolo (K3). Perlakuan petak bagian adalah jenis mulsa (M), yaitu tanpa mulsa (M1), mulsa jerami padi 5 ton/ha (M2), dan enceng gondok 5 ton/ha (M3). Pada hasil pengamatan ditunjukkan bahwa tanaman kacang hijau Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai Bugel, Kulon Progo memiliki hasil komponen pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan kacang hijau kultivar Vima-1 dan Lokal Wonosari. Akan tetapi, tanaman kacang hijau kultivar Vima-1 yang di tanam di lahan Pasir Pantai Bugel dapat memproduksi benih dengan nilai tertinggi dibandingkan dengan kacang hijau Lokal Wonosari dan Lokal Sentolo. Tanaman kacang hijau kultivar Vima-1 yang di tanam di lahan Pasir Pantai Bugel dapat memproduksi benih sebesar 2,50 ton/Ha, tanaman kacang hijau kultivar Lokal Wonosari sebesar 2,49 ton/Ha, sedangkan tanaman kacang hijau kultivar Lokal Sentolo hanya sebesar 1,99 ton/Ha. Disamping itu, penggunaan mulsa juga memicu peningkatan produksi benih tanaman kacang hijau yang di tanam di lahan Pasir Pantai Bugel. Penggunaan mulsa jerami padi dapat meningkatkan produksi benih kacang hijau sebesar 13,32% dibandingkan tanpa menggunakan mulsa, sedangkan penggunaan mulsa eceng gondok dapat meningkatkan produksi benih kacang hijau sebesar 11,14% dibandingkan tanpa menggunakan mulsa. Selain itu, kacang hijau kultivar Vima-1, Lokal Wonosari, dan Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai dengan mulsa jerami padi dan mulsa eceng gondok juga dapat menghasilkan benih dengan kualitas tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Ketahanan Padi Varietas Lokal terhadap Hawar Pelepah Daun.

Ketahanan Padi Varietas Lokal terhadap Hawar Pelepah Daun.

Joho, Mojoban, Sukoharjo, Central Java, on April to September 2016. This study used Randomized Completely Block Design (RCBD) one factor, as a factor is local varieties of rice. There are nine varieties of rice locally tested of this study, there are Padi Hitam, Mentik Susu, Rojopusur, Beras Merah Klaten (BMK), Srikiti, Rojolele, Mentik Wangi, Segreng Wonogiri, Padi Merah Karanganyar, Rati Rahayu dan Pandan Wangi, and 3 varieties as compared variety Inpari13, IR64S and IR64PP. The results showed that the tested local variety of rice had better resistance to ShB than compared variety. This is indicated by the value of the disease incidence, disease severity, the rate of infection and AUDPC lower than compared variety. Padi Hitam is the most resistant varieties to ShB that indicated by the disease incidence, disease severity and AUDPC which is the lowest value of the tested local varieties of rice. The variety performed the lowest disease intensity and higher yield than the others.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Adaptasi dan Stabilitas Hasil Delapan Varietas Lokal Padi Sawah

Adaptasi dan Stabilitas Hasil Delapan Varietas Lokal Padi Sawah

Ketersediaan varietas unggul padi yang adaptif pada lahan sawah dataran tinggi dan memiliki rasa nasi yang sesuai dengan preferensi konsumen di Sumatera Barat masih sangat terbatas. Sampai saat ini, kebanyakan petani masih membudi- dayakan varietas-varietas lokal yang sudah beradaptasi dan disukai konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan stabilitas hasil beberapa varietas lokal padi sawah untuk pengusulan pelepasan sebagai varietas unggul. Delapan varietas lokal padi sawah hasil identifikasi dan seleksi dari beberapa lokasi di Kabupaten Solok (Sumatera Barat) dan satu varietas unggul sebagai pembanding (varietas Batang Sumani) diuji daya hasil dan sifat agronomis lainnya di enam lokasi di Kabupaten Solok. Pada setiap lokasi digunakan rancangan percobaan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Pendugaan adaptabilitas dan stabilitas hasil menggunakan teknik regresi dimana rataan hasil setiap varietas di setiap lokasi diregresikan dengan indeks lingkungan (rataan hasil semua varietas) lokasi yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN POPULASI HAMA PUTIH PALSU PADA BEBERAPA PADI VARIETAS LOKAL.

PERTUMBUHAN POPULASI HAMA PUTIH PALSU PADA BEBERAPA PADI VARIETAS LOKAL.

Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang telah tercipta banyak varietas padi yang memiliki keunggulan, salah satunya varietas non lokal. Varietas non lokal masih belum banyak dibudidayakan oleh petani. Banyak petani yang lebih memilih untuk membudidayakan padi varietas lokal karena menurut mereka, varietas lokal memiliki beberapa kelebihan, salah satunya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Ketahanan terhadap serangan hama putih palsu pada masing-masing varietas lokal ini belum diketahui, sehingga perlu dilakukan penelitian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN POPULASI PENGGEREK BATANG PADI KUNING DAN MUSUH ALAMINYA PADA BEBERAPA PADI VARIETAS LOKAL.

PERTUMBUHAN POPULASI PENGGEREK BATANG PADI KUNING DAN MUSUH ALAMINYA PADA BEBERAPA PADI VARIETAS LOKAL.

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah, rahmat serta hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pertumbuhan Populasi Penggerek Batang Padi Kuning dan Musuh Alaminya pada Beberapa Padi Varietas Lokal”. Skripsi ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects