Partisipasi Siswa dalam Kelompok

Top PDF Partisipasi Siswa dalam Kelompok:

PENGARUH PARTISIPASI SISWA DALAM ORGANISASI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL) DI SMK NEGERI KOTA YOGYAKARTA KELOMPOK PARIWISATA.

PENGARUH PARTISIPASI SISWA DALAM ORGANISASI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL) DI SMK NEGERI KOTA YOGYAKARTA KELOMPOK PARIWISATA.

Untuk membantu tumbuhnya kemampuan penyesuaian diri, maka sejak awal anak diajarkan untuk lebih memahami dirinya sendiri (kelebihan dan kekurangannya) agar ia mampu mengendalikan dirinya sehingga dapat bereaksi secara wajar dan normatif. Agar anak dan remaja mudah menyesuaikanan diri dengan kelompok, maka tugas orang tua/pendidik adalah membekali diri anak dengan membiasakannya untuk menerima dirinya, menerima orang lain, tahu dan mau mengakui kesalahannya. Dengan cara ini, remaja tidak akan terkejut menerima kritik atau umpan balik dari orang lain/kelompok, mudah membaur dalam kelompok dan memiliki solidaritas yang tinggi sehingga mudah diterima oleh orang lain/kelompok.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS : penelitian tindakan kelas vii d smpn 26 bandung.

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS : penelitian tindakan kelas vii d smpn 26 bandung.

Daldjoeni, N. (1992). Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (Untuk mahasiswa IKIP (FKIP) dan Guru Sekolah Lanjutan). Bandung: Penerbit Alumni. Ibrahim. & Syaodih, N. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Isjoni. (2007). Cooperative Learning (Efektivitas Pembelajaran Kelompok).

11 Baca lebih lajut

S PSIPS 1103309 Chapter3

S PSIPS 1103309 Chapter3

Analisis data yang digunakan pada penelitian ini secara umum dilakukan dengan kualitatif, untuk menunjang proses perolehan informasi peneliti juga secara khusus menggunakan analisis kuantitatif yang meliputi pengolahan angket, proses konversi informasi kualitatif pada lembar observasi guru dan lembar observasi siswa serta penilaian partisipasi siswa dalam kelompok. Analisis data kuantitatif dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti hanya analisis sederhana yaitu mempresentasikan partisipasi siswa dalam kelompok dalam berbagai kegiatan dengan menggunakan teknik permainan dari siklus pertama hingga siklus ketiga. Cara perhitungannya yaitu :
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

S PSIPS 1103309 Abstract

S PSIPS 1103309 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi belajar siswa dalam kelompok yang terjadi pada pembelajaran IPS di kelas VIII-D SMP Negeri 45 Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki rendahnya partisipasi belajar siswa dalam kelompok pada pembelajaran IPS. Rendahnya partisipasi siswa dalam kelompok ini merupakan suatu masalah dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran secara berkelompok tidak akan berjalan secara baik apabila tidak ada partisipasi dari anggota kelompoknya. Penggunaan teknik permainan menjadi alternatif yang dipilih oleh peneliti dalam upaya memperbaiki rendahnya partisipasi belajar siswa dalam kelompok. Teknik permainan dipilih oleh peneliti karena melihat manfaat dari teknik permainan yang sangat erat kaitannya dalam melatih partisipasi belajar siswa dalam kelompok. Karena dengan teknik permainan siswa dituntut untuk berpartisipasi secara aktif agar mampu menyelesaikan permainan secara berkelompok dengan rasa senang dan tidak tertekan. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan suatu metode Penelitian tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan Taggart, yang setiap siklusnya terdiri dari tahapan-tahapan seperti perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus dan setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Kegiatan penelitian terkait dengan “ Peningkatan Partisipasi Belajar Siswa dalam Kelompok pada Pembelajaran IPS dengan Menggunakan Teknik Permainan” yang telah dilakukan melalui tahapan-tahapan tersebut memperoleh hasil yang Baik. Hal tersebut terlihat dari data yang diperoleh pada setiap siklusnya, yakni pada siklus pertama, partisipasi belajar siswa dalam kelompok baru mencapai kategori “cukup”, kemudian pada siklus kedua mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga hasil yang diperoleh menjadi masuk kedalam kategori “baik”, dan pada siklus ketiga, partisipasi belajar siswa dalam kelompok meningkat kembali, akan tetapi peningkatan pada siklus ke tiga ini tidak setinggi yang terjadi pada siklus kedua , tetapi hasil yang diperoleh sudah mencapai kategori “sangat baik”. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pengunaan teknik permainan dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S PSIPS 1103309 Chapter5

S PSIPS 1103309 Chapter5

kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok dengan menggunakan teknik permainan di kategorikan sebagai “baik” di mana aktivitas guru dalam mengelola kelas setiap siklusnya itu semakin meningkat. Hal ini terlihat dari data yang diperoleh pada setiap siklusnya, yakni pada siklus pertama menunjukan angka 82%, kemudian meningkat lagi pada siklus kedua sebanyak 9% menjadi 91%, dan pada siklus ketiga mengalami peningkatan kembali sebanyak 4% menjadi 95%. Adapun penerapan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu, terdiri dari tiga siklus dan pada setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan, sehingga apabila dijumlahkan secara keseluruhan maka pertemuan yang dilakukan oleh peneliti adalah enam pertemuan. Dalam pelaksanannya, pada tindakan yang pertama di setiap siklusnya, peneliti melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teknik permainan yang berbeda-beda, pertama dengan menggunakan permainan tebak jawaban, pada siklus ke dua dengan menggunakan permainan susun kata dan untuk siklus ketiga menggunakan permainan kartu konsep. Kemudian di akhir kegiatan pembelajaran pertemuan kedua pada setiap siklusnya, peneliti melakukan pemberian tugas kepada siswa terkait dengan pembuatan pertanyaan untuk setiap permainanya dan untuk siklus tiga diberi tugas membuat kartu konsep yang digunakan pada permainan kartu konsep. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan dari teknik permainan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam kelompok sudah di katakana Baik dan sudah sesuai dengan yang ingin dicapai pada penelitian ini dan tidak perlu dilakukan lagi pelaksanaan untuk tindakan atau siklus selanjutnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

S IPS 1001869 Chapter 5

S IPS 1001869 Chapter 5

2. Pelaksanaan dari penggunaan metode diskusi kelompok dalam proses pembelajaran IPS yang telah dilakukan oleh guru sejauh ini dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok telah mampu meningkatkan partisipasi siswa di kelas VII D SMPN 26 Bandung, hal ini terlihat dari peningkatan yang terjadi pada setiap siklusnya, baik itu pengamatan kegiatan siswa maupun kegiatan guru dalam proses pembelajaran yang juga didukung dari hasil penilaian kemampuan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi kelompok serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Adapun peningkatan yang terjadi dari pengamatan kegiatan guru yaitu kemampuan guru dalam membuka pelajaran, dalam proses pembelajaran, maupun dalam kemampuan menutup pelajaran. Sedangkan untuk pengamatan dari kegiatan siswa yaitu dengan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Dari uraian tersebut, hal inilah yang kemudian membuktikan terdapatnya pengaruh antara penggunaan metode diskusi kelompok yang dilakukan oleh guru terhadap partisipasi siswa dalam proses pembelajaran IPS.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI METODE TUTOR SEBAYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII-2 SMP NEGERI 101 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 20072008 SEMESTER GENAP

IMPLEMENTASI METODE TUTOR SEBAYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII-2 SMP NEGERI 101 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 20072008 SEMESTER GENAP

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran tinggi, karena telah mencapai kriteria yang ditetapkan, yakni 100% siswa terlibat aktif, 2) Frekuensi siswa yang bertanya tinggi, karena kriteria yang ditetapkan, yakni 76%, sedangkan kriteria 75%, 3) Siswa yang mampu mengajukan pendapat sedang, karena meskipun belum memenuhi kriteria tetapi dari segi kuantitas mengalami peningkatan, 4) Siswa yang mampu menjawab pertanyaan tinggi, karena melampaui kriteria yang ditetapkan yakni 83%, sedangkan kriteria 80%, dan 5) Kinerja kelompok tinggi, karena sangat kompak dan dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Dengan demikian implementasi metode tutor sebaya berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika di kelas VIII-2 SMP Negeri 101 Jakarta.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

S IPS 1001869 Table Of Contents

S IPS 1001869 Table Of Contents

Indah Gita Priyani ,2014 UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS Universitas Pendidikan Indonesia | repository.[r]

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Parent Autonomy Support Terhadap School Engagement pada Siswa Kelas IV-VI SD "X" di Kota Bandung.

Pengaruh Parent Autonomy Support Terhadap School Engagement pada Siswa Kelas IV-VI SD "X" di Kota Bandung.

keuntungan pada academic achievement karena hal tersebut memberikan akses pada motivasi dan kognitif. Lebih lanjut hal ini mampu meningkatkan positive engagement siswa di sekolah seperti mengikuti aturan sekolah, tidak membolos, menunjukkan reaksi emosi positif terhadap sekolah, guru dan teman sebaya. Perilaku-perilaku tersebut menunjukkan keterlibatan peserta didik atau siswa secara aktif yang dikenal juga dengan sebutan school engagement yang dikemukakan oleh Fredricks, Blumentfelt & Paris (2004) yang terdiri dari tiga komponen, yaitu behavioral engagement, emotional engagement, dan cognitive engagement.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK DENGAN STRATEGI MEMBACA KERAS-KERAS PADA SISWA KELAS IV MI GRABAG 3 KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008 - Test Repository

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK DENGAN STRATEGI MEMBACA KERAS-KERAS PADA SISWA KELAS IV MI GRABAG 3 KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008 - Test Repository

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 1 April 2008 s.d. 7 April 2008 pada MI Grabag 03 yang berjumlah 26 siswa. Dalam hai ini peneliti bertindak sebagai guru, adapun proses pengajaran mengacu pada tahap perencanaan yang telah dipersiapkan peneliti yaitu dengan menggunakan strategi membaca keras - keras. Selain bertindak sebagai guru peneliti juga bertindak sebagai observator. sekaligus penguji. Observasi peneliti lakukan bersamaan dengan proses belajar mengajar, sedangkan tes pada siklus I ini dilakukan pada akhir masa siklus i, yaitu pada tanggal 7 April 2008. Tujuan diadakannya tes ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar aqidah akhlak kelas IV setelah diterapkannya strategi membaca keras - keras. Secara rinci kegiatan yang dilakukan pada siklus I dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

JournalPLVol4No3 O. JournalPLVol4No3 O

JournalPLVol4No3 O. JournalPLVol4No3 O

P enelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2001 di Desa Karangsong, Indramayu. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mengetahui strategi dan kegiatan-kegiatan yang digunakan didalam pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove, (2) mengetahui hubungan antara strategi yang dijalankan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove, dan (3) menentukan strategi pengembangan partisipasi masyarakat yang optimal dalam pengelolaan mangrove. Strategi dan kegiatan pengembangan partisipasi masyarakat dianalisis secara kualitatif. Hubungan antara strategi yang dijalankan dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove dianalisis dengan Analisis Komponen Utama (Prin- cipal Component Analysis ). Strategi pengembangan partisipasi yang optimal dianalisis dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang digunakan adalah strategi pembinaan, pelatihan dan bantuan usaha. Ketiga strategi ini berkorelasi positif dan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan partisipasi meliputi: persiapan, integrasi ke dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, pembentukan kelompok masyarakat, penguatan kapasitas kelompok, kelompok mandiri, monitoring dan evaluasi serta replikasi dan perluasan. Arahan strategi pengembangan partisipasi masyarakat ke depannya adalah meningkatkan partisipasi seluruh kelompok masyarakat (stakeholders ) di dalam pengelolaan mangrove desa sesuai dengan peran dan fungsinya, mendorong penetapan status tanah areal penanaman di pinggir pantai menjadi jalur hijau, mendorong pemerintah desa dan badan perwakilan desa (BPD) untuk membuat peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan mangrove desa dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat peraturan daerah yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir (mangrove) kabupaten.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

S PSIPS 1103309 Bibliography

S PSIPS 1103309 Bibliography

222 Nurul muliawati, 2015 PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERMAINAN Universitas Pendidikan Indonesia | reposito[r]

2 Baca lebih lajut

Suherman SMA Negeri 1 Stabat PENERAPAN M

Suherman SMA Negeri 1 Stabat PENERAPAN M

1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran kimia di kelas perlu memperhatikan langkah-langkah: (1) Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing terdiri atas 4 atau 5 anggota kelompok. Tiap kelompok mempunyai anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuannya (prestasinya). (2) Guru menyampaikan materi pelajaran. (3) Guru memberikan tugas kepada kelompok dengan menggunakan lembar kerja akademik , dan kemudian saling membantu untuk menguasai materi pelajaran yang telah diberikan melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok. (4) Guru memberikan pertanyaan atau kuis kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab perta- nyaan atau kuis dari guru, siswa tidak boleh saling membantu. (5) Setiap akhir pembe- lajaran guru memberikan evaluasi untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap bahan akademik yang telah dipelajari. (6) Tiap siswa dan kelompok diberikan skor atas penguasaannya terhadap materi pelajaran , dan kepada siswa secara individual atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba (Studi Deskriptif di Desa Tomok Parsaoran Kecamatan Simanindo)

Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba (Studi Deskriptif di Desa Tomok Parsaoran Kecamatan Simanindo)

Tahap menikmati hasil, yang dapat dijadikan indikator keberhasilan partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek. Selain itu, dengan melihat posisi masyarakat sebagai subjek pembangunan, maka semakin besar manfaat proyek dirasakan, berarti proyek tersebut berhasil mengenai sasaran. Pada tahapan ini masyarakat sudah mampu merasakan keberhasilan dari program yang telah mereka lakukan. Mereka juga dapat mengukur hasil yang mereka peroleh dengan potensi sendiri yang mereka miliki.

17 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori - Elsa Okti Inkamawarni Bab II

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori - Elsa Okti Inkamawarni Bab II

Keith Davis (1985 : 185) yang dikutip Suryosubroto (2009 : 294) mendefinisikan partisipasi sebagai berikut ; Participation is defined as a mental and emotional involed at a person in a group situation which encourager then contribut to group goal and share responsibility in them. Maksudnya adalah partisipasi sebagai keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya.

15 Baca lebih lajut

73875 ID partisipasi anggota pada kelompok tani k

73875 ID partisipasi anggota pada kelompok tani k

Pengertian kelembagaan juga mencakup kegiatan sistem gotong royong, sistem sakap dan bagi hasil, dan sebagainya, yang merupakan aktifitas kolektif masyarakat yang memiliki kelengkapan norma atau aturan tak tertulis yang dipahami dan disepakati oleh para pelakunya. Dalam uraian ini yang dimaksud dengan kelambagaan yang dibatasi sebagai suatu organisasi yang memiliki struktur. Sebagai contoh adalah kelompok tani yang secara structural memiliki kepengurusan berupa ketua, sekertaris, bendahara dan anggota, serta mamiliki atuaran-aturan keorganisasian. Nuryanti dan Swastika (2011), dijelaskan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG WOSI RENDANI (Participation of Communities in the Wosi Rendani Protected Forest Management) | Sinery | Jurnal Manusia dan Lingkungan 18811 45617 1 PB

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG WOSI RENDANI (Participation of Communities in the Wosi Rendani Protected Forest Management) | Sinery | Jurnal Manusia dan Lingkungan 18811 45617 1 PB

walaupun budidaya tanaman dan domestifikasi hewan telah mulai dikenal. Bentuk-bentuk interaksi tersebut mengikat masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam baik secara personal, keluarga maupun kelompok lebih besar (Uluk dkk, 2001 dan Sardjono, 2004). Interaksi masyarakat dengan kawasan terlihat dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam di dalam dan sekitar kawasan hutan yang menimbulkan saling ketergantungan antara masyarakat dengan sumber daya alam (Pattiselano, 2007; Pattiselano dan Mentansan, 2010). Kondisi tersebut dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk pemanfaatan sumber daya alam seperti perburuan satwa liar secara aktif maupun tidak aktif (Pattiselano, 2006). Bahkan dari sejumlah interaksi yang terjadi pada berbagai wilayah mulai menghawatirkan sumber daya alam seperti halnya satwaliar. Menurut Robinson dan Bodmer (1999) perburuan satwa di area hutan hujan tropis tidak lagi berkelanjutan ( sustainable ) dan sumberdaya satwa liar di hutan ini sangat rawan terhadap eksploitasi yang berlebihan, sehingga spesies satwa buruan dikhawatirkan dapat menuju kepunahan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh perubahan pola pemanfaatan sumberdaya alam. Menurut Sinery dkk (2016) telah terjadi perubahan pola pemanfaatan sumber daya alam dari pola pemenuhan kebutuhan dasar ( basic need ) menjadi pola ekonomi ( ekonomic need ).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S IPS 1001869 Bibliography

S IPS 1001869 Bibliography

Rizka, Iryanti Juita. (2012). Implementasi Metode Diskusi Kelompok Pada Mata Pelajaran PKN Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Siswa (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 9 Bandung). Bandung: UPI Tidak diterbitkan.

3 Baca lebih lajut

Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia | Prasisko | Jurnal Pemikiran Sosiologi 23532 46054 3 PB

Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia | Prasisko | Jurnal Pemikiran Sosiologi 23532 46054 3 PB

Kekuatan baru yang bisa diidentifikasi adalah kelompok yang lahir dari pertumbuhan sektor jasa, serta produksi pengetahuan/informasi yang melimpah. Mereka eksis sebagai profesional karena level pendidikannya. Mereka memiliki kemampuan memproduksi pengetahuan atau informasi untuk memaknai hal tertentu. Kemampuannya dalam hal kultural membuatnya kerap beraktivitas berdasarkan identifikasi atau sistem makna tertentu. Konflik sosial dalam hal ini cenderung berkutat di persoalan produksi dan sirkulasi pengetahuan atau informasi, kondisi sosial berbasis produksi dan penggunaan pengetahuan atau informasi, dan konstruksi makna kaitannya dengan identitas personal maupun kolektif. 6
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) denga

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) denga

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang berjumlah 40 siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) identifikasi masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) pengamatan, (6) refleksi, dan (7) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 6 x 45 menit / 7 x 45 menit.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...