Pasien Diabetes Melitus Tipe II

Top PDF Pasien Diabetes Melitus Tipe II:

ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II

ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II

menyatakan de ngan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul : “Analisis Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kabupaten Pasuruan” adalah benar - benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan skripsi ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

20 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS.

PERBANDINGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS.

Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana teknik sampling yang digunakan adalah fixed disease sampling. Penelitian yang dilakukan di RSUD Dr Moewardi Surakarta ini mengambil besar sampel sebanyak 100 orang pada rentang usia 31-60 tahun yang terdiri dari 50 pasien Diabetes Melitus tipe II yang disertai dengan obesitas sebagai kelompok kasus dan 50 pasien Diabetes Melitus tipe II yang tidak disertai dengan obesitas sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan metode Chi- Square dengan alat bantu SPSS 21,00.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA  Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di RSUD Sukoharjo pada bulan Desember 2014. Sampel penelitian ini sebanyak 50 pasien yang dibagi menjadi 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang disertai hipertensi dan 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang tidak disertai hipertensi di poli penyakit dalam RSUD Sukoharjo. Sumber data diperoleh dari rekam medis dengan metode purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA  Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

Alhamdulillahirabbilalamin, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat, taufik dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Perbedaan Kadar Kolest erol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di RSUD Sukoharjo”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam proses penyusunan skripsi ini, Penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Maka penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN TERJADINYA KEMATIAN AKIBAT INFARK MIOKARD AKUT ( IMA ) DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANGPERIODE JANUARI – DESEMBER 2008

HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN TERJADINYA KEMATIAN AKIBAT INFARK MIOKARD AKUT ( IMA ) DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANGPERIODE JANUARI – DESEMBER 2008

HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN TERJADINYA KEMATIAN AKIBAT INFARK MIOKARD AKUT IMA DI RSUD Dr.. Keywords:Kendali Glukosa Darah, DM [r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Jenis penelitian adalah desain survai analitik dengan pendekatan crossescitonal. Sampel penelitian adalah pasien penderita DM tipe II yang tercatat sebagai pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam sebanyak 87 orang dari populasi pasien DM 231 pasien. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling . Instrument penelitian menggunakan kuesioner tingkat depresi dari The Beck Depresion Inventory dan kualitas hidup yang menggunakan Quality of Life Instrument for Indian Diabetes Patients (QOLID). Analisis data penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitan diketahui 51 responden (58,6 %) mengalami depresi sedang dan 36 responden (41,4%) dengan depresi ringan. Terdapat 46 responden (52,9%) dengan kualitas hidup yang baik dan 41 responden (47,1%) dengan kualitas hidup buruk. Hasil analisis data dari uji fisher exact diperoleh p-value = 0,001. Nilai p- value <0,05 disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Islam Surakarta
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

penulis panjatkan atas nikmat, taufik dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan penelitian ini yang berjudul “ Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta “.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH EDUKASI PERSONAL TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

PENGARUH EDUKASI PERSONAL TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003 memprediksikan jumlah penderita DM mencapai 194 juta jiwa dan diperkirakan meningkat jadi 333 juta pada tahun 2025 (Winasis, 2009). Jika dilihat di Indonesia penyakit diabetes mellitus menempati urutan ke empat tertinggi didunia yaitu 8,4 juta jiwa dan angka kematian di Indonesia menempati urutan ketujuh di dunia yaitu 3,2 juta penderita. (Tandra, 2008).Dilihat dari data Rekam Medik RSUP. DR. M. Djamil Padang bahwa pada tahun 2009 didapatkan data pasien DM sebanyak 681 orang. Sedangkan pada tahun 2010 didapatkan data sebanyak 1889 orang (Rekam medik RSUP. DR. M. Djamil Padang 2010).
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Tingginya pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Islam Surakarta, serta adanya gejala depresi pada beberapa pasien Diabetes Melitus, maka penulis tertarik dan ingin melakukan penelitian yang terkait dengan “hubungan antara tingkat depr esi dengan kualitas hidup pasien Diabetes

8 Baca lebih lajut

GAMBARAN RIWAYAT KEBIASAAN MENGKONSUMSI KOPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013.

GAMBARAN RIWAYAT KEBIASAAN MENGKONSUMSI KOPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013.

Kejadian diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya, factor resiko diabetes mellitus adalah kurangnya aktifitas fisik, genetik dan pola konsumsi makanan yang kurang baik. Berdasarkan penelitian sebelumnya kopi mampu mengurangi resiko diabetes mellitus tipe II 50%. Kopi memiliki lebih banyak antioksidan (64%) dibandingkan dengan buah (11%), teh (8%) dan sayuran (2%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran riwayat mengkonsumsi kopi pada pasien diabetes tipe II. Desain penelitian adalah deskriptif retrospektif. Subjek penelitian sebanyak 61 orang pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Pengambilan data menggunakan lembar wawancara. Data dianalisa univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari sebagian memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi (39,3%). Kurang dari sebagian responden mengkonsumsi kopi 1-3 sendok makan (39,3%). Kurang dari sebagian responden mengkonsumsi kopi >10 tahun (37,7%). Kurang dari sebagian responden frekuensi minum kopi 1-3 gelas/ hari. Sebagian kecil responden kekentalan minum kopi 1-3:1:150 (29,5%). Kurang dari sebagian responden mengkonsumsi kopi tidak murni (39,3%). Berdasarkan hasil tersebut disarankan bagi anggota keluarga pasien yang memiliki riwayat DM untuk mengkonsumsi kopi dengan takaran optimal dan tidak berlebihan serta memperbaiki gaya hidup dengan mengurangi faktor resiko.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CILACAP TENGAH 1 DAN 2

KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CILACAP TENGAH 1 DAN 2

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori rendah untuk kemampuan self-care DM. Self-care DM merupakan tindakan yang dilakukan perorangan untuk mengontrol DM yang meliputi diet, peningkatan aktivitas fisik, minum obat teratur, kontrol teratur dan perawatan kaki (Sigurdardotir, 2005). Aktivitas self-care idealnya dilakukan selama 7 hari dalam seminggu agar tercapai kontrol gula darah yang optimal. Akan tetapi jika pasien tidak sanggup, minimal dapat dilakukan 3 – 5 hari perminggu. Rendahnya kemampuan self-care DM sebagian besar disebabkan karena jenuh, bosan atau merasa dibatasi. Faktor kurang informasi dan biaya juga menjadi alasan kurangnya kemampuan self-care pasien DM.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONTROL GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID(PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN DI RSUD ADHYATMA PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2013) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

HUBUNGAN ANTARA KONTROL GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID(PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN DI RSUD ADHYATMA PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2013) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

28. Rachmawati, A.M., Bahrun, U., Rusli, B., Hardjoeno. Tes Diabetes Melitus. Dalam Hardjono dkk. Interpretasi Hasil Diagnostik Tes Laboratorium Diagnostik. Cetakan 3. Lembaga Pendidikan Universitas Hasanudin. Makasar. 2007. p. 167-82.

8 Baca lebih lajut

UEU Undergraduate 10495 1. COVER.Image.Marked

UEU Undergraduate 10495 1. COVER.Image.Marked

UNIVERSITAS ESA UNGGUL “HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, KARBOHIDRAT, DAYA TERIMA DAN CITA RASA MENU DIET DIABETES MELITUS TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II D[r]

1 Baca lebih lajut

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengendalian Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2016.

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengendalian Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2016.

Mengingat tingginya prevalensi dan biaya perawatan untuk penderita DM maka perlu adanya upaya untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut meliputi peningkatan edukasi, perilaku konsumsi obat diabetes, latihan jasmani (aktivitas fisik), pengaturan makanan serta pengecekan berkala glukosa darah (Anani, 2012). Keberhasilan pengendalian DM tergantung dari perilaku pasien DM dimana perilaku penanggulangan DM yang dilakukan oleh setiap pasien berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perubahan perilaku seseorang ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu faktor predisposisi (predisposing factors), faktor pendukung (enabling factors), dan faktor pendorong (reinforcing factors) (Notoatmodjo, 2010).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

HUBUNGMELITUS PADA DIA Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit DM dengan Tingkat Pengendalian Kadar Glukosa Darah pada DM Tipe II.

HUBUNGMELITUS PADA DIA Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit DM dengan Tingkat Pengendalian Kadar Glukosa Darah pada DM Tipe II.

Doni Aprilianto, J500100063. Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Diabetes Melitus dengan Tingkat Pengendalian Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kabupaten Karanganyar Latar Belakang :Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan sehingga kadar glukosa dalam darah tinggi. Kadar glukosa yang tidak terkendali berangsur-angsur akan menimbulkan komplikasi. Dalam penanggulangan penyakit DM, seorang penderita DM harus memiliki pengetahuan tentang DM yang baik sehingga dapat mencegah dari mortalitas dan morbiditas penyakit DM.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOLONISASI BAKTERI KONJUNGTIVA PADA PASIEN DI POLIKLINIK MATA.

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOLONISASI BAKTERI KONJUNGTIVA PADA PASIEN DI POLIKLINIK MATA.

Patients with diabetes mellitus mostly showed growth of bacterial colonization of the culture examination compared with patients without diabetes. This reflects the environmental conditions favorable to the growth of bacteria in the eyes of diabetics. This study aims to determine the relationship between diabetes mellitus type II with conjunctival bacterial colonization. This study was cross sectional study conducted at the Eye Clinic Sanglah Hospital, from January 2016 to March 2016. Each sample of venous blood samples were taken for checking blood sugar levels and conjunctival swabs for examination of bacterial culture. The relationship between diabetes mellitus type II with conjunctival bacterial colonization were analyzed by Chi-Square test. The number of samples that meet the eligibility criteria as many as 84 patients were divided into 42 patients with diabetes mellitus and 42 patients without diabetes mellitus. The percentage of positive bacterial cultures of the conjunctiva in patients with diabetes mellitus obtained by 84%, while negative bacterial cultures of the conjunctiva in patients without diabetes mellitus is 100%. Obtained prevalence ratio of 6.2 (p <0.001). Based on the research of diabetes mellitus as a risk factor in patients with conjunctival bacterial colonization in the eye clinic.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II

Mengingat besarnya kontribusi diabetes menyebabkan gagal ginjal kronik, hingga menyebabkan kematian di negara maju, termasuk Indonesia diperlukan suatu data untuk mengetahui kejadian gagal ginjal kronik, khususnya untuk pasien yang telah memiliki faktor risiko tinggi salah satunya adalah DM. Untuk mendapatkan data tersebut perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui hubungan DM tipe II dengan kejadian gagal ginjal kronik yang dalam penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2011 - Oktober 2012.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Anti Hiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Diabetes Dengan Aloksan

Uji Anti Hiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Diabetes Dengan Aloksan

Diabetes Tipe II (Diabetes melitus tak tergantung insulin, NIDDM) merupakan suatu kelompok heterogen yang terdiri dari bentuk diabetes yang lebih ringan yang terutama terjadi pada orang dewasa tetapi kadang-kadang juga terjadi pada remaja. Sirkulasi insulin endogen cukup untuk mencegah terjadinya ketoasidosis tetapi insulin tersebut dalam kadar kurang normal atau secara relatif tidak mencukupi karena kurang pekanya jaringan. Obesitas umumnya menyebabkan gangguan kerja insulin, sehingga merupakan faktor resiko pada diabetes tipe ini, sebagian besar pasien dengan diabetes tipe II bertubuh gemuk (Katzung, 2002). Pada NIDDM pankreas masih mempunyai beberapa sel beta yang berfungsi untuk menghasilkan insulin untuk memelihara homeostasis glukosa. Diabetes tipe II sering dihubungkan dengan resistensi organ target yang membatasi respon insulin endogen dan eksogen. Pada beberapa kasus disebabkan oleh penurunan jumlah atau mutasi reseptor insulin.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

THE PROCEDURES OF EXTRACTION IN TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS.

THE PROCEDURES OF EXTRACTION IN TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS.

Ekstraksi adalah tindakan perawatan yang sederhana yang dapat dilakukan di tempat praktek pada kondisi pasien yang sehat. Namun tindakan tersebut memerlukan perhatian khusus pada pasien-pasien yang mempunyai penyakit sistemik seperti diabetes melitus tipe II yang akan berdampak pada penyembuhan setelah ekstraksi tersebut, seperti mudah terkena infeksi yang akan memperlambat penyembuhan luka.

2 Baca lebih lajut

Model Machine Learning CART Diabetes Melitus

Model Machine Learning CART Diabetes Melitus

Menurut status penderita Diabetes Melitus. Penderita pasien tipe II merupakan penderita paling banyak yaitu 516 orang. Penderita yang memiliki riwayat keluarga menderita DM, yaitu 468 penderita. Usia yang paling banyak menderita Diabetes Melitus yaitu usia 43 sampai 64 tahun yaitu 368 pasien. Penderita Diabetes Melitus yang paling banyak adalah kelamin perempuan, yaitu 307 penderita. Penderita Diabetes Melitus paling banyak menderita obesitas atau kelebihan berat badan yaitu 487 orang. Penderita dengan pola diet lebih banyak menderita Diabetes Melitus tipe II yaitu 440 penderita. Aktif fisik yaitu berolahraga lebih banyak menderita DM yaitu 456 pasien.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...