Pasien Diabetes Melitus Tipe II

Top PDF Pasien Diabetes Melitus Tipe II:

ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II

ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II

menyatakan de ngan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul : “Analisis Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kabupaten Pasuruan” adalah benar - benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan skripsi ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

20 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA  Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di RSUD Sukoharjo pada bulan Desember 2014. Sampel penelitian ini sebanyak 50 pasien yang dibagi menjadi 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang disertai hipertensi dan 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang tidak disertai hipertensi di poli penyakit dalam RSUD Sukoharjo. Sumber data diperoleh dari rekam medis dengan metode purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Jenis penelitian adalah desain survai analitik dengan pendekatan crossescitonal. Sampel penelitian adalah pasien penderita DM tipe II yang tercatat sebagai pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam sebanyak 87 orang dari populasi pasien DM 231 pasien. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling . Instrument penelitian menggunakan kuesioner tingkat depresi dari The Beck Depresion Inventory dan kualitas hidup yang menggunakan Quality of Life Instrument for Indian Diabetes Patients (QOLID). Analisis data penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitan diketahui 51 responden (58,6 %) mengalami depresi sedang dan 36 responden (41,4%) dengan depresi ringan. Terdapat 46 responden (52,9%) dengan kualitas hidup yang baik dan 41 responden (47,1%) dengan kualitas hidup buruk. Hasil analisis data dari uji fisher exact diperoleh p-value = 0,001. Nilai p- value <0,05 disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Islam Surakarta
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA  Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

PERBEDAAN KADARKOLESTEROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI HIPERTENSI DENGAN TANPA Perbedaan Kadarkolesterol Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Disertai Hipertensi Dengan Tanpa Hipertensi Di Rsud Sukoharjo.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di RSUD Sukoharjo pada bulan Desember 2014. Sampel penelitian ini sebanyak 50 pasien yang dibagi menjadi 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang disertai hipertensi dan 25 orang pasien diabetes melitus tipe II yang tidak disertai hipertensi di poli penyakit dalam RSUD Sukoharjo. Sumber data diperoleh dari rekam medis dengan metode purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Data statistik organisasi WHO tahun 2011 menyebutkan Indonesia menduduki rangking ke 4 setelah Amerika Serikat, China, India. Pasien yang menderita penyakit Diabetes Mellitus yang menjalani terapi pengobatan dapat mempengaruhi kapasitas fungsional, psikologis dan kesehatan sosial serta mempengaruhi kesejahteraannya. Pasien diabetes mellitus dalam kehidupan sehari-hari dapat mengalami keterbatasan aktivitas fisik. Hal ini karena rasa sakit yang dirasakannya. Kondisi ini dapat menjadikan rasa putus asa, kehilangan semangat dapat sehat yang akhirnya dapat menjadikan depresi. Depresi yang terjadi dapat semakin meningkat hingga pasien merasa hidupnya semakin kurang berarti. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di rawat inap Rumah Sakit Islam Surakarta 5 orang pasien Diabetes Melitus dikatahui 3 orang sudah mengalami komplikasi diantaranya gagal ginjal, stroke, penurunan penglihatan mereka mengatakan bosan karena penyakitnya tidak kunjung sembuh, dan merasa membebaninya. Dua orang pasien baru mengatakan baru mengetahui kalau dirinya terkena diabetes mellitus. Kondisi ini menjadikan hilangnya semangat dalam menjalani hidup. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Islam Surakarta. Jenis penelitian adalah desain survai analitik dengan pendekatan croscecitonal. Sampel penelitian adalah pasien penderita DM tipe II yang tercatat sebagai pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam sebanyak 87 orang dari populasi pasien DM 231 pasien. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner tingkat depresi dari The Beck Depresion Inventory dan kualitas hidup yang menggunakan Quality of Life Instrument for Indian Diabetes Patients (QOLID). Analisis data penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitan diketahui 51 responden (58,6 %) mengalami depresi sedang dan 36 responden (41,4%) dengan depresi ringan. Terdapat 46 responden (52,9%) dengan kualitas hidup yang baik dan 41 responden (47,1%) dengan kualitas hidup buruk. Hasil analisis data dari uji fisher exact diperoleh p- value = 0,001. Nilai p- value <0,05 disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Islam Surakarta
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS.

PERBANDINGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia- Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Tak lupa pula penulis mengirimkan salam dan shalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Skripsi yang berjudul “PERBANDINGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG DISERTAI DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS” merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana kedokteran. Terwujudnya skripsi dan publikasi jurnal ilmiah ini tidak lepas dari partisipasi dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada :
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

GAMBARAN RIWAYAT KEBIASAAN MENGKONSUMSI KOPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013.

GAMBARAN RIWAYAT KEBIASAAN MENGKONSUMSI KOPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013.

Para peneliti menyatakan komponen dalam kopi dapat membantu metabolism gula didalam tubuh dan dapat mengurangi resiko terserang penyakit diabetes, menurut Dr. Hu pria yang minum 6 cangkir atau lebih kopi sehari beresiko lebih rendah untuk terkena diabetes dibandingkan yang bukan peminum kopi. Minum kopi 4-6 cangkir sehari dapat menurunkan resiko sampai 29%. Wanita yang mengkonsumsi 4-6 cangkir kopi perhari dapat menurunkan resiko terkena diabetes sampai 30% (Tjekyan, 2007).

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Tingginya pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Islam Surakarta, serta adanya gejala depresi pada beberapa pasien Diabetes Melitus, maka penulis tertarik dan ingin melakukan penelitian yang terkait dengan “hubungan antara tingkat depr esi dengan kualitas hidup pasien Diabetes

8 Baca lebih lajut

PENGARUH EDUKASI PERSONAL TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

PENGARUH EDUKASI PERSONAL TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

Edukasi diabetes adalah suatu proses yang berkesinambungan dan perlu dilakukan beberapa pertemuan untuk menyegarkan dan mengingatkan kembali prinsip-prinsip penatalaksanaan diabetes. Edukasi dapat membantu pasien hingga merasakan dirinya lebih sehat, dapat mengontrol diabetes, mencegah komplikasi, dan akhirnya dapat mengurangi biaya pengobatan (Noer, 2004).

0 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Jalan Kaki dan Senam Kaki terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Jalan Kaki dan Senam Kaki terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

Röckl, K., Hirshman, M., Brandauer, J., Fujii, N., Witters, L., & Goodyear, L. 2007. Skeletal Muscle Adaptation to Exercise Training AMP-Activated Protein Kinase Mediates Muscle Fiber Type Shift. Diabetes. 56. Agustus 2007: 2062 – 2069.

Baca lebih lajut

Pengaruh Pola Makan dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian DM Tipe 2 di RSUDr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Pengaruh Pola Makan dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian DM Tipe 2 di RSUDr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Sukardji, K. 2009. Penatalaksanaan Gizi pada Diabetes Melitus, dalam Buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu (Panduan Penatalaksanaan Diabetes Melitus bagi Dokter dan Edukator). Edisi ke-2, Cetakan ke-7. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Aliftina Retno Wulandari BAB I

BAB I PENDAHULUAN - Aliftina Retno Wulandari BAB I

Perbandingan Efektifas Senam Diabetes Dengan Senam Kaki Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Pasien DM Tipe II DI Puskesmas I Bukateja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan senam diabetes lebih efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II.

Baca lebih lajut

Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Hipertensi dan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik pada Periode Januari 2014 – Juni 2014

Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Hipertensi dan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik pada Periode Januari 2014 – Juni 2014

penderita hipertensi yang tidak obesitas. Pada obesitas tahanan perifer berkurang atau normal, sedangkan aktivitas saraf simpatis meninggi dengan aktivitas renin plasma yang rendah. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya hipertensi karena beberapa sebab. Makin besar massa tubuh, makin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan tubuh. Ini berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah menjadi meningkat sehingga memberi tekanan lebih besar pada dinding arteri. Kelebihan berat badan juga meningkatkan frekuensi denyut jantung dan kadar insulin dalam darah. Peningkatan insulin menyebabkan tubuh menahan natrium dan air. Penelitian epidemiologi juga membuktikan bahwa obesitas merupakan ciri khas pada populasi pasien hipertensi(Yogiantoro, 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Uji Anti Hiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Diabetes Dengan Aloksan

Uji Anti Hiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Diabetes Dengan Aloksan

Diabetes Tipe II (Diabetes melitus tak tergantung insulin, NIDDM) merupakan suatu kelompok heterogen yang terdiri dari bentuk diabetes yang lebih ringan yang terutama terjadi pada orang dewasa tetapi kadang-kadang juga terjadi pada remaja. Sirkulasi insulin endogen cukup untuk mencegah terjadinya ketoasidosis tetapi insulin tersebut dalam kadar kurang normal atau secara relatif tidak mencukupi karena kurang pekanya jaringan. Obesitas umumnya menyebabkan gangguan kerja insulin, sehingga merupakan faktor resiko pada diabetes tipe ini, sebagian besar pasien dengan diabetes tipe II bertubuh gemuk (Katzung, 2002). Pada NIDDM pankreas masih mempunyai beberapa sel beta yang berfungsi untuk menghasilkan insulin untuk memelihara homeostasis glukosa. Diabetes tipe II sering dihubungkan dengan resistensi organ target yang membatasi respon insulin endogen dan eksogen. Pada beberapa kasus disebabkan oleh penurunan jumlah atau mutasi reseptor insulin.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Lamanya Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penurunan Fungsi Kognitif.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Lamanya Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penurunan Fungsi Kognitif.

Morren D.Y., et. al. 2014. Duration of Type 2 Diabetes and Very Low Density Lipoprotein Levels Are Associated with Cognitive Dysfunction in Metabolic Syndrome. Hindawi Publishing Corporation Cardiovascular Psychiatry and Neurology : USA. Vol : 2014. pp: 1-6

Baca lebih lajut

HIPERTENSI SEBAGAI FAKTOR RISIKO RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS SKRIPSI Untuk Me me nuhi Pe rsyaratan Me mpe role h Ge lar Sarjana Ke dok te ran

HIPERTENSI SEBAGAI FAKTOR RISIKO RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS SKRIPSI Untuk Me me nuhi Pe rsyaratan Me mpe role h Ge lar Sarjana Ke dok te ran

sebagaimana orang sehat, untuk negara berkembang adalah tajam penglihatan 3/60 atau lebih rendah yang tidak dapat dikoreksi. Penyebab utama kebutaan kronis termasuk katarak, glaukoma, usia yang berhubungan dengan degenerasi makula, kekeruhan kornea, retinopati diabetik, trakoma, dan kondisi mata pada anak-anak (misalnya disebabkan oleh kekurangan vitamin A). Kebutaan yang berkaitan dengan usia meningkat di seluruh dunia, seperti kebutaan akibat diabetes yang tak terkendali. Di sisi lain, kebutaan yang disebabkan oleh infeksi menurun, sebagai akibat dari tindakan kesehatan masyarakat. Tiga perempat dari semua kebutaan dapat dicegah atau diobati (WHO, 2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOLONISASI BAKTERI KONJUNGTIVA PADA PASIEN DI POLIKLINIK MATA.

HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOLONISASI BAKTERI KONJUNGTIVA PADA PASIEN DI POLIKLINIK MATA.

Perhatian seharusnya lebih dicurahkan pada kondisi jaringan luar yang optimal beserta mikroorganisme yang terdapat didalamnya. Hal ini terutama dimaksudkan dalam profilaksis dan pencegahan endoftalmitis terutama setelah pembedahan (Speaker dkk, 1991). Terutama pada individu yang rentan terhadap terjadinya infeksi yang disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh, dimana salah satunya adalah diabetes melitus. Diabetes melitus tidak hanya mengganggu respon imun akan tetapi juga menempatkan pasien pada risiko infeksi yang lebih besar karena komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi yang nantinya akan memerlukan tindakan pembedahan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan kuman pada area perlukaan akan terjadi lebih cepat sehingga penyembuhan menjadi lebih lama dibandingkan individu yang sehat.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penulis panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi dengan judul Profil Penggunaan Insulin Long Acting pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Sidoarjo dapat terselesaikan. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Baca lebih lajut

KONSEP DIRI PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI KECAMATAN GETASAN TUGAS AKHIR - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsep Diri pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II di Kecamatan Getasan

KONSEP DIRI PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI KECAMATAN GETASAN TUGAS AKHIR - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konsep Diri pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II di Kecamatan Getasan

Sakit berdampak pada konsep diri seseorang, termaksuk pada penderita diabetes melitus tipe II, klien yang mengalami perubahan konsep diri karena kondisi sakitnya mungkin tidak lagi mampu memenuhi harapan kelurganya, yang akhirnya akan menimbulkan ketegangan atau konflik. Akibatnya anggota keluarga akan mengubah interaksi mereka dengan klien sehingga klien akan merasa kehilangan fungsi sosialnya. Selain itu juga perubahan konsep diri terjadi pada penderita diabetes tipe II yang telah mengalami komplikasi, seperti kebutaan, penyakit ginjal, gangrene (dan harus diamputasi), penyakit jantung dan stroke. (6)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II  Hubungan Asupan Karbohidrat Terhadap Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Rawat Jalan Di RSUD Sukoharjo.

HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Hubungan Asupan Karbohidrat Terhadap Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Rawat Jalan Di RSUD Sukoharjo.

Diabetes melitus uncontrolled will lead to complications of various diseases like stroke, hypertension, and heart disease. The complications due to the uncontrolled intake of carbohydrates and the level of triglycerides. The level of triglycerides influenced by intake of carbohihydrates and the productions of triglycerides. Extra calories especially comes from carbohydrate which will increase the production of the levels of triglycerides in the liver. This research aimed to understand the relationship between intake of carbohydrates toward the level of triglycerides in patients type 2 Diabetes melitus. This research was an observasional with the cross-sectional approach. The data of intake carbohydrates were obtained from 4x24 hour food recall. Laboratory checks to the levels of triglycerides used TMG 24I premium. Analysis of the data used Spearman Rank correlation test. The intake of carbohydrates were low. The subject who had high levels of triglycerides was 56,5 % and 43,5 % of the subject have levels of triglycerides normal. According to the Rank Spearman test the relationship between intake of carbohydrates and the levels of triglycerides in patients with diabetes melitus II showed pvalue = 0,044. There was relationship between the intake of carbohydrates and the levels of triglycerides of diabetes melitus type II outpatients in hospitals Sukoharjo. Hospitals Sukoharjo are expected to increase human resources in optimally especially in providing education to the patient about the management of diabetes melitus to control the levels of triglycerides. Futhermore patients of diabetes melitus are expected to reduce the intake of foods that contain carbohydrate in order to reduce triglycerides and prevent complications.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...