Pasien Kanker Payudara

Top PDF Pasien Kanker Payudara:

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

Kanker payudara adalah kanker yang umum pada wanita. Salah satu penatalaksanaannya adalah mastektomi. Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Kehilangan salah satu atau kedua payudara adalah peristiwa traumatik dalam kehidupan wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi pengalaman pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi di Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam pada pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi dengan kriteria : 1) pasien kanker payudara yang sudah diangkat salah satu atau kedua payudara setelah 2 tahun , 2) komunikatif, 3) bersedia menjadi partisipan yang dinyatakan secara verbal atau dengan menandatangani surat perjanjian penelitian dan 4) mampu menceritakan pengalamannya sehingga diperoleh informasi yang lebih kaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah partisipan 10 orang. Hasil wawancara dianalisis dengan metode Colaizzi. Temuan hasil penelitian ini antara lain: (1) memiliki emosi campur baur setelah menjalani mastektomi, (2) mengalami proses berduka yang berkepanjangan, (3) merasakan perubahan pada konsep diri, (4) merasakan kesulitan dalam beradaptasi dengan kondisi tubuh saat ini, dan (5) berupaya untuk pulih secara sempurna meskipun kehilangan mahkota kewanitaan. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa semua partisipan memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi pengalaman setelah menjalani mastektomi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan khususnya perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi seperti memberi edukasi tentang mobilisasi dini khususnya pergerakan tangan, memotivasi pasien untuk melakukan latihan pergerakan tangan dan memberikan waktu untuk mendengar keluh kesah pasien yang menjalani mastektomi serta menjadi motivasi kepada pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kesimpulan: Pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik mayoritas

Kesimpulan: Pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik mayoritas

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang telah diberikan-Nya kepada saya sehingga Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini dapat diselesaikan dengan baik. Saya berharap penelitian yang berjudul “Tingkat Kepercayaan Terhadap Pengobatan Medis Pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2012” dapat menjadi suatu penelitian yang berguna bagi masyarakat pada umumnya dan tenaga kesehatan pada khususnya.

12 Baca lebih lajut

Mekanisme Koping Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Mekanisme Koping Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Mekanisme koping merupakan mekanisme yang digunakan individu untuk menghadapi perubahan yang diterima. Apabila mekanisme koping berhasil, maka orang tersebut akan dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pasien kanker payudara dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel diambil dari pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan sebanyak 45 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data mulai 12 Mei sampai 12 Juni 2014. Data dianalisa secara univariat deskriptif. Hasil penelitian mekanisme koping kanker payudara menunjukkan bahwa mayoritas pasien kanker payudara yang memiliki mekanisme koping yang adaptif sebanyak 31 orang dengan persentase 68,9%, sedangkan yang memiliki mekanisme koping yang maladaptif sebanyak 14 orang dengan persentase 31,1%. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan peneliti selanjutnya.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1. Kanker Payudara 2.1.1. Definisi Kanker Payudara - Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Depresi Pasien Kanker Payudara Paska Mastektomi di RSUP H. Adam Malik Medan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1. Kanker Payudara 2.1.1. Definisi Kanker Payudara - Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Depresi Pasien Kanker Payudara Paska Mastektomi di RSUP H. Adam Malik Medan

2.3.4. Dukungan Suami Pada Pasien Kanker Payudara Paska Mastektomi Gangguan psikologis yang dialami penderita kanker payudara berhubungan dengan depresi, cemas, marah, dan harga diri rendah serta dukungan emosional yang rendah. Penderita kanker payudara mengalami tingkat depresi mulai dari ringan sampai berat dengan kualitas hidup yang rendah. Ketakutan yang dialami penderita kanker payudara berhubungan dengan kematian, kekambuhan penyakit, gambaran diri yang rendah, perubahan feminitas, seksualitas dan ketertarikan merupakan faktor yang menyebakan terjadinya tekanan psikologis baik setelah didiagnosa maupun setelah menjalani pengobatan (Reich et al, 2007).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Kesimpulan : Semakin baik dukungan sosial yang diberikan maka semakin ringan kecemasan yang dirasakan pasien kanker payudara. Maka diharapkan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat untuk terus meningkatkan dukungan sosial kepada pasien kanker payudara sehingga dapat memberikan kenyamanan, merasa dicintai dan dihargai sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien kanker payudara.

2 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Kanker Payudara dan Penanganannya Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Periode Januari 2010 - Desember 2012.

Karakteristik Pasien Kanker Payudara dan Penanganannya Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Periode Januari 2010 - Desember 2012.

Faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya pasien kanker payudara di RSUD Arifin Achmad datang dengan stadium lanjut lokal tidak diketahui, tetapi dalam literatur diduga disebabkan skrining terhadap kanker payudara di Indonesia masih bersifat individual sehingga program deteksi dini masih belum efektif dan efisien 5 . Kurangnya informasi, letak geografis, pendidikan, banyaknya iklan yang menerangkan tentang pengobatan alternatif, kurangnya alat diagnostik, seperti mamografi, USG, dan kurangnya keterampilan tenaga medis dalam mendiagnosis keganasan payudara memungkinkan penderita kanker sudah berada pada stadium lanjut 17 .Menurut Indrati, Setyawan, dan Handojo, proporsi terbanyak pada stadium III menunjukkan bahwa kesadaran responden untuk melakukan pengobatan pada gejala awal atau pada stadium dini masih sangat rendah. Kebanyakan responden tidak mengetahui gejala kanker payudara, cara mendeteksi kanker payudara secara dini, pencarian pengobatan serta cara pencegahannya 9 .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pasien Kanker Payudara Wanita Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pasien Kanker Payudara Wanita Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa tinggi konsumsi makanan berlemak banyak ditemukan pada kelompok kasus yaitu sebesar 91.7% dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu sebesar 70.8%. Hubungan antara konsumsi makanan berlemak dengan kanker payudara dianalisis menggunakan Chi-Square dan tabel 2x2, hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi makanan berlemak tidak berhubungan dengan kanker payudara (p>0.05). Hasil ini tidak selaras dengan beberapa data eksperimental dan data epidemiologi yang menunjukkan hubungan antara beberapa jenis kanker dan jumlah lemak dalam makanan. Diet tinggi lemak cenderung tinggi kalori dan berkontribusi terhadap obesitas, yang berhubungan dengan meningkatnya risiko beberapa kanker seperti kolon dan rektum, esopagus, kandung empedu, payudara (terutama post menopause), endometrium, pankreas, dan ginjal (Mahan & Escott-Stump 2008). Lemak menyumbang energi paling besar yaitu sebesar 9 kkal/g dibandingkan protein dan karbohidrat yaitu masing-masing sebesar 4 kkal/g. Namun, konsumsi lemak secara keseluruhan tidak dapat mempengaruhi risiko kanker payudara. Setiap jenis lemak menghasilkan efek yang berbeda (Willett 2001).
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

Selama ini komplikasi yang bersifat fisik masih tingi (10% - 50%). Komplikasi fisik ini terutama dirasakan pada daerah bekas operasi lengan atas dan lengan bawah (Van de Velde, et al, 1999 dalam Sudarto, 2002 dalam Aini, 2015). Keterbatasan gerak bahu sedikitnya bisa muncul dalam 2 minggu immobilsasi. Mobiltas lengan dan bahu adalah salah satu yang harus diperhatikan karena akan berdampak pada aktivitas kehidupan sehari- hari penderita kanker payudara (Delburck, 2007 dalam Aini 2015).

21 Baca lebih lajut

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

Pengan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Mastektomi di Medan

pria, kanker paru – paru adalah kanker paling umum (16.7% dari semua kasus baru pada pria). Sedangkan pada wanita kanker payudara adalah kanker yang paling umum (25.2% dari semua kasus baru pada wanita) (IARC, 2014). Terhitung 23% dari total kasus kanker dan 14% meninggal karena kanker (Jemal, et.al, 2011). Perbandingan resiko wanita dengan kanker payudara adalah 1:11. Insiden kanker payudara juga akan meningkat sesuai pertambahan usia (Dewar, et.al, 2007).

7 Baca lebih lajut

ANALISIS BIAYA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2012 - repository perpustakaan

ANALISIS BIAYA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2012 - repository perpustakaan

Metode Penelitian : penelitian bersifat deskriptif analitik, dengan pendekatan retrospektif. Data yang dibutuhkan berupa data primer yang diambil dengan cara wawancara dengan pasien, dan data sekunder yang didapat dari penelusuran rekam medik. Hubungan antar variabel stadium kanker, kelas perawatan, jenis asuransi dan status pekerjaan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan dianalisis menggunakan analisis bivariat, dan uji korelasi pearson.

17 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Pasien Kanker Payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Latar belakang : Kanker payudara merupakan penyakit yang sering terjadi pada wanita. Masalah infeksi akibat kanker ini merupakan masalah utama. Penderita kanker payudara selalu mengalami ketidak berdayaan, kecemasan, rasa malu, dan harga diri menurun. Penderita kanker payudara membutuhkan pendamping dari lingkungan sekitar seperti keluarga, teman dan tenaga medis agar memberikan segala dukungan sehingga penderita kanker payudara mampu beradaptasi terhadap segala masalah yang dihadapinya.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Pengalaman Pasien Yang Menderita Kanker Payudara

Pengalaman Pasien Yang Menderita Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita, kanker payudara terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel didalam jaringan payudara, banyak hal yang dapat menyebabkan wanita menderita kanker payudara salah satunya adalah pola hidup yang kurang baik serta masih banyaknya makanan-makanan yang mengandung bahan pengawet. Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan salah satunya kemoterapi, pengobatan ini ditujukan untuk membunuh sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman pasien yang menderita kanker payudara. Desain penelitian yang digunakan adalah desain fenomenologi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 7 orang. Waktu penelitian dari Februari sampai April 2011. Proses pengumpulan data melalui kuesioner data demografi sebagai data dasar dan wawancara mendalam dengan menggunakan alat perekam suara. Penelitian ini menemukan bahwa keluhan partisipan saat mengalami kanker payudara adalah adanya benjolan dan perubahan pada payudara seperti payudara mengencang, payudara memerah dan nyeri disertai berdenyut. Pemeriksaan yang dilakukan partisipan untuk mendeteksi kanker payudara adalah biopsi, USG, dan Rongten. Upaya yang dilakukan partisipan untuk menghilangkan kanker payudara adalah melakukan pengobatan alternatif, mengkonsumsi obat tradisional seperti rebusan-rebusan benalu kopi, daun sirsak, dengan tindakan operasi, dan pengobatan kemoterapi. Efek samping yang dialami oleh partisipan selama menjalani pengobatan kemoterapi adalah mual muntah, badan lemas, rambut rontok, kulit kering, dan kuku menghitam. Upaya yang dilakukan partisipan untuk mengurangi efek samping kemoterapi adalah berdoa, nyanyi, sholat dan berzikir. Dampak yang terjadi selama menderita kanker payudara adalah psikologi dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Dukungan yang diberikan anggota keluarga adalah dukungan doa, memberikan semangat, dan dukungan dana. Diharapkan agar petugas kesehatan khususnya bidan dapat mengerti tentang kanker payudara dan pengobatannya sehingga dapat memberikan informasi serta asuhan kepada pasien kanker payudara.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN PASCA MASTEKTOMI

PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN PASCA MASTEKTOMI

Selain dari faktor karakteristik responden, tingginya penerimaan diri pasien kanker payudara pasca mastektomi dapat dijelaskan dari tiga aspek pembentuk penerimaan diri yaitu aspek pengetahuan tentang fisik diri sendiri, pemahaman yang realistis tentang kemampuan diri dan kepuasan terhadap diri sendiri. Dari aspek pembentuk penerimaan diri menunjukkan bahwa pengetahuan pasien tentang fisik diri sendiri tergolong cukup tinggi. Hal ini berarti bahwa pasien kanker payudara yang telah melakukan mastektomi memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk memandang dirinya secara realistis tanpa harus menjadi malu akan keadaannya, mampu mengenali kelebihan-kelebihan dirinya dan bisa memanfaatkannya, mampu mengenali kelemahan-kelemahan dirinya tanpa harus menyalahkan dirinya sendiri dan memiliki spontanitas serta rasa tanggung jawab dalam dirinya. Pasien kanker payudara pasca mastektomi akan menganggap dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan individu lain dan mampu menempatkan dirinya sehingga individu lain dapat menerima dirinya. Hal ini didorong dengan sud ah cukup lamanya pasien melakukan mastektomi sehingga pasien menjadi lebih terbiasa dengan kondisi fisiknya sehingga menjadi cukup nyaman dan menjadi lebih percaya diri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerimaan diri pada pasien pasca mastektomi.

Penerimaan diri pada pasien pasca mastektomi.

Selain dari faktor karakteristik responden, tingginya penerimaan diri pasien kanker payudara pasca mastektomi dapat dijelaskan dari tiga aspek pembentuk penerimaan diri yaitu aspek pengetahuan tentang fisik diri sendiri, pemahaman yang realistis tentang kemampuan diri dan kepuasan terhadap diri sendiri. Dari aspek pembentuk penerimaan diri menunjukkan bahwa pengetahuan pasien tentang fisik diri sendiri tergolong cukup tinggi. Hal ini berarti bahwa pasien kanker payudara yang telah melakukan mastektomi memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk memandang dirinya secara realistis tanpa harus menjadi malu akan keadaannya, mampu mengenali kelebihan-kelebihan dirinya dan bisa memanfaatkannya, mampu mengenali kelemahan-kelemahan dirinya tanpa harus menyalahkan dirinya sendiri dan memiliki spontanitas serta rasa tanggung jawab dalam dirinya. Pasien kanker payudara pasca mastektomi akan menganggap dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan individu lain dan mampu menempatkan dirinya sehingga individu lain dapat menerima dirinya. Hal ini didorong dengan sud ah cukup lamanya pasien melakukan mastektomi sehingga pasien menjadi lebih terbiasa dengan kondisi fisiknya sehingga menjadi cukup nyaman dan menjadi lebih percaya diri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Usia dengan Gambaran Histopatologi Kanker Payudara di RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

Hubungan Usia dengan Gambaran Histopatologi Kanker Payudara di RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

pada usia middle age (30-59 tahun) mempunyai resiko yang lebih besar untuk terjadinya kanker payudara. Hal ini juga didukung oleh penelitian lain, yakni penelitian CJ Fisher et al,kelompok usia 40-49 tahun justru menempati urutan kedua setelah kelompok usia 50-59 tahun. Pada penelitian ini kelompok usia 40-49 tahun memang lebih kecil daripada kelompok usia 50-59 tahun, namun keduanya masih berada pada rentang usia middle age. Bagaimanapun, tidak terbantahkan bahwasanya faktor resiko paling signifikan dari proses terjadinya kanker adalah usia yang terus bertambah. Pada manusia sendiri, insiden kanker meningkat secara eksponensial setalah berusia sekitar kurang lebih 50 tahun (Judith et al, 2011). Namun penelitiaan di Indonesia menunjukkan penurunan pada usia di atas 59 tahun, hal ini mungkin disebabkan oleh angka harapan hidup pada pasien kanker payudara yang kurang baik akibat sebagian besar pasien datang dalam keadaan sudah stadium lanjut, seperti pada penelitian di RSUD. Arifin Achmad Pekanbaru, dimana jumlah kasus dengan stadium lanjut berjumlah lebih dari setengah kejadian yakni 53 kasus (60%).
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Pembedahan Pada Tumor Ganas Payudara

Pembedahan Pada Tumor Ganas Payudara

Perlunya melakukan diseksi kelenjar getah bening level I dan II pada semua pasien dengan kanker payudara invasif sudah mulai dipertanyakan semenjak tahun 1990an karena beberapa alasan. Diseksi aksila standar berhubungan dengan meningkatnya morbiditas. Kebanyakan komplikasi yang timbul adalah lymphedema, terbatasnya gerakan bahu dan penurunan sensori pada ketiak bawah karena gangguan saraf intercostobrachial. Pada pasien tertentu terutama kanker payudara stadium dini dan dengan derajat gradasi yang rendah memiliki insiden metastase kelenjar getah bening yang rendah. Karena itu diperkirakan sebanyak 30% kasus yang telah menjalani diseksi kelenjar getah bening aksila pada kanker payudara dini sebetulnya tidak diperlukan tindakan tersebut sehingga membuat pasien mengalami komplikasi yang seharusnya tidak terjadi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

I. Pengetahuan mengenai SADARI - Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Sadari Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Hkbp Nomensen Pematang Siantar Tahun 2013

I. Pengetahuan mengenai SADARI - Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Sadari Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Hkbp Nomensen Pematang Siantar Tahun 2013

13. Pada saat melakukan SADARI kita melakukan perabaan terhadap payudara dengan menekan secara mantap namun lembut dengan jari-jari yang saling merapat dengan gerakan dari atas ke bawah, sisi ke sisi(seperti mengepel lantai) dan selanjutnya melingkar seperti lingkaran obat nyamuk pada setiap gerakan, pastikan seluruh bagian payudara anda teraba seluruhnya, gerakan ini brtujuan untuk.....

Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Karsinoma Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada tahun 2013

Karakteristik Penderita Karsinoma Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada tahun 2013

Terdapat beberapa gejala dan tanda-tanda karsinoma payudara yang kita ketahui. Secara umum, kanker payudara pada deteksi awal tidak mempunyai sintom maupun rasa nyeri. Dan apabila kanker sudah mulai ada pada duktus, sintom yang ada pada duktus karsinoma in situ adalah nyeri padudara, nyeri puting payudara dan keluar darah pada puting susu manakala invasive duktus karsinoma dikatakan bahawa tidak mempunyai simpton atau apa-apa tanda. Pada lobular pula, lobular karsinoma in situ dikatakan tidak mempunyai sebarang sintom. Manakala invasive lobular karsinoma dapat terasa sepeti gumpalan atau teraba keras, penebalan atau puting susu mereng menghadap ketiak, jika tumornya besar akan terdapat lekukan pada kulit payudara (Wax.A, 2012). Menurut Breast Cancer Society berdasarkan America Cancer Society, sintom yang biasanya dijumpai adalah benjolan ataupun massa. Massa yang dimana tidak meyebabkan rasa nyeri, keras dan tidak rata dikatakan adalah kanker, tetapi juga bisa massa tersebut berupa lunak dan bulat dan nyeri. Selain itu pembengkakan menyeluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit atau lekukan , nyeri payudara, nyeri puting susu, kemerahan, bersisik, penebalan puting susu atau payudara, keluar cairan pada puting susu dan terdapat gumpalan pada bawah axilaris dikatakan sebagai tanda pertama kanker payudara. Jika kanker payudara telah merebak ke lymph node dibawah lengan atau pada collar bone dan meyebabkan benjolan atau pembengkakan, tumor tersebut akan menjadi cukup besar untuk bisa diraba(Lester.S.C, 2005).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PSI 0901685 Chapter1

S PSI 0901685 Chapter1

Banyak pasien terlambat menyadari penyakit kanker payudara, meskipun telah mengetahui akan bahayanya penyakit ini, terlebih bagi pria. Pria justru menyepelekan penyakit ini karena kurangnya pengetahuan mengenai penyakit yang sangat jarang diderita oleh pria ini. Keyakinan tidak mungkin diderita atau alasan tidak percaya yang dialami pria, maka membuat penderita kanker payudara pria justru semakin tinggi derajat keparahan penyakitnya, tutur dr. Mulawan Umar, SpB (K) Onk dalam Palembang Pos (2013). Dia juga menyayangkan, penderita kanker payudara selalu terlambat melakukan tindakan atau memeriksakan diri ke dokter setelah penyakit tersebut menggerogoti bagian payudara dengan tingkatan stadium lanjut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Potensi Antikanker Metformin pada Kanker Kolorektal cell line WiDr melalui Studi Ekspresi p21 dan Bax: in vitro.

Analisis Potensi Antikanker Metformin pada Kanker Kolorektal cell line WiDr melalui Studi Ekspresi p21 dan Bax: in vitro.

Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia. Terhitung pada tahun 2002 terdapat 14.1 juta kasus baru dan 8.2 di antaranya berisiko kematian. Salah satu kanker dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi yaitu kanker kolorektal. Kanker kolorektal adalah suatu keganasan yang berasal atau tumbuh pada saluran usus besar (kolon) dan atau rektum. Insidensi kanker kolorektal di dunia mencapai 9% dari jumlah insidensi seluruh kanker, dan merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak keenam di Asia Tenggara dan keempat di dunia (WHO, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...