Pasien Penyakit Ginjal Kronik

Top PDF Pasien Penyakit Ginjal Kronik:

Status Periodontal Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Dan Non-Hemodialisa Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Status Periodontal Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Dan Non-Hemodialisa Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Saya Indah Anggaraini mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul “Status Periodontal Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa dan Non Hemodialisa di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan”.Jumlah pasien penyakit ginjal kronik yang saya periksa yaitu sebanyak 60 orang.Saya mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dampak yang terjadi pada rongga mulut akibat pengaruh penyakit yang bapak/ibu derita terhadap rongga mulut. Manfaat penelitian ini adalah memberi pengetahuan kepada Bapak/Ibu tentang dampak yang terjadi di rongga mulut akibat penyakit ginjal yang bapak/ibu derita yang akan dijelaskan saat pemeriksaan rongga mulut dilakukan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penatalaksanaan Nutrisi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis.

Penatalaksanaan Nutrisi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis.

Prevalensi kekurangan energi dan protein pada pasien penyakit ginjal kronik di dunia adalah 30-40%, sedangkan prevalensi kekurangan energi dan protein pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo adalah 10-70%. Terjadinya kekurangan energi dan protein pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis disebabkan oleh penurunan jumlah asupan berbagai zat gizi karena anoreksia yang dirasakan pasien dan peningkatan katabolisme karena reaksi inflamasi yang berlangsung lama.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

volume filtrasi yang meningkat disertasi reabsorbsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR/ daya saing.Metode adaptif ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai tiga per empat dari nefron-nefron rusak.Beban bahan yang harus dilarutkan menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorbsi berakibat diuresis osmotic disertai poliuri dan haus.Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak banyak, maka oliguria timbul disertai retensi produksi sisa.Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira kira fungsi ginjal telah hilang 80%-90%.Pada tingkat ini fungsi ginjal yang demikian memiliki nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/ menit atau lebih rendah. (Long, 996, 368)
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sindrom Depresi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis

Sindrom Depresi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis

faktor yang saling memengaruhi. Depresi dapat merefleksikan interaksi antara faktor-faktor biologis, faktor psikologis serta stresor sosial dan lingkungan. Berdasarkan model diatesis-stres, faktor-faktor sosiokultural merupakan stresor yang dapat mencetuskan timbulnya depresi melalui penurunan neurotransmitter dalam otak. Hal ini lebih cenderung terjadi pada orang dengan predisposisi genetis tertentu. Diatesis untuk depresi juga dapat berbentuk kerentanan psikologis berupa gaya berpikir yang cenderung depresi. Namun, suatu gangguan depresi mungkin tidak berkembang atau berkembang dalam bentuk ringan pada orang-orang yang memiliki sumber daya coping yang lebih efektif dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan (Sadock and Sadock, 2007). Untuk semua penyakit fisik hanya sebagian kecil pasien yang mengalami distres emosional yang menetap dengan tingkat yang berat. Kebanyakan orang berkonfrontasi dengan penyakit fisik menunjukkan sungguh tabah dan ,memiliki oucome psikologis yang baik.(Mayaou,1997).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan ”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi dan do’a dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini.Penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga tercinta, Ayahanda Irwan Nasution danDahlia Hafni Harahap,kakak saya Wanda Fauziah Nasution dan adik saya M. Rafi Luqman Nasution yang selalu memberi kasih sayang, semangat, motivasi, dan do’a tiada henti kepada penulis sampai saat ini.Dan pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih, yaitu kepada:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Sindrom Depresi Pada  Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis

Sindrom Depresi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis

Depresi memiliki asosiasi yang tinggi dengan banyak penyakit kronik (Kilzieh dkk, 2008). Depresi pada pasien dialisis dapat memperngaruhi mortalitas terlepas dari keteraturannya menjalani dialisis itu sendiri. Angka rawat inap pada pasien PGK (Penyakit Ginjal Kronik) dengan gangguan mental menjadi lebih tinggi 1,5-3.0 kali dibandingkan dengan penyakit kronik lainnya dan juga dikatakan bahwa depresi merupakan faktor risiko independen terhadap angka kematian pada pasien ini (National Kidney Foundation,2002). Prevalensi pasti akan depresi pada pasien dialisi masih belum jelas. Angka depresi ini berkisar antara 10%-66%. Deviasi yang besar ini diduga akibat perbedaan kriteria yang digunakan untuk mengakses gangguan depresif tersebut (schmidt dkk,2009). Penelitian Kimmel (2001) mendapati prevalensi depresi dengan skor BDI > 10 mencapai 46,4%. Wilson dan Martin menggunakan skoring yang berbeda untuk mengakses depresi pada pasien HD, yaitu berturut-turut BDI dan HADS. Hasilnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, yaitu 38,7% (BDI) dan 71,4% (HADS) (Wilson dkk, 2006 dan Martin dkk, 2004 dalam Chilcot dkk, 2008). Dan merupakan hal yang penting untuk mengidentifikasi depresi sejak adanya pengobatan yang efektif dan merupakan faktor yang penting sehubungan dengan kualitas hidup. Terdapat masalah yang melaporkan pengaruh depresi pada kematian pada penyakit ginjal tahap akhir, tapi beberapa telah menemukan depresi meningkatkan risiko kematian dengan cara yang sama sebagai faktor risiko medis. Lebih jauh lagi meskipun keputusan untuk menghentikan dialisis sering disetujui menjadi pilihan terbaik bagi psien, kelurganya dan staff , pada beberapa kasus depresi telah mendukung untuk mempengaruhi keputusan pasien. (Buttler, 2007). Dari uraian diatas peneliti merasa perlu mendeteksi sindrom depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh Yang Diukur Dengan Bio Impedance Analysis Dengan Kualitas  Hidup Yang Diukur Dengan Sf-36  Pada Pasien Hemodialisis Reguler

Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh Yang Diukur Dengan Bio Impedance Analysis Dengan Kualitas Hidup Yang Diukur Dengan Sf-36 Pada Pasien Hemodialisis Reguler

Bellizzi dkk; mendapatkan BIA merupakan instrumen klinik yang sangat berguna untuk mendeteksi perubahan dini volume cairan tubuh pada pasien- pasien penyakit ginjal kronik, juga pasien hemodialisis reguler cenderung memiliki TBW lebih tinggi dibanding populasi normal. 11 Dumler dkk; dengan BIA mendapatkan pasien-pasien hemodialisis reguler memiliki massa otot lebih sedikit dan sering terjadi kelebihan cairan tubuh dibandingkan dengan populasi normal. 12 S.T Chang dkk; mendapatkan adanya hubungan antara berat badan kering dengan kualitas hidup pasien hemodialisis reguler dan pencapaian berat kering yang optimal meningkatkan kualitas hidup pasien. (5)
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyakit Ginjal Kronik - Karakteristik dan Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyakit Ginjal Kronik - Karakteristik dan Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011

Anemia terjadi pada 80-90 % pasien penyakit ginjal kronik. Anemia pada penyakit ginjal kronik terutama disebabkan oleh defisiensi eritropoetin. Hal-hal yang ikut berperan dalam terjadinya anemia adalah defisiensi besi, kehilangan darah (misal, perdarahan saluran cerna, hematuri), masa hidup eritrosit yang pendek akibat terjadinya hemolisis, defisiensi asam folat, penekanan sumsum tulang oleh substansi uremik, proses inflamasi akut maupun kronik. Evaluasi terhadap anemia dimulai saat kadar hemoglobin ≤ 10 g% atau hematokrit ≤ 30g%, meliputi evaluasi terhadap status besi (Iron Binding Capacity), mencari sumber perdarahan morfologi eritrosit, kemungkinan adanya hemolisis (Suwitra, 2006).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Gangguan Hemostasis Dengan Penyakit Ginjal Kronik

Hubungan Gangguan Hemostasis Dengan Penyakit Ginjal Kronik

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu, Saudara/i, meluangkan waktu untuk membaca dan mengisi surat persetujuan ini. Sebelumnya, perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya dr. Hendrik Sarumpaet, peserta Program Pendidikan Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK- USU). Saya sedang melakukan pengumpulan data penelitian tugas akhir sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan di FK-USU. Adapun judul penelitian saya adalah ― HubunganGangguan Hemostasis dengan Penyakit Ginjal Kronik) .‖ Penelitian ini bertujuan untuk menilai Hubungan antara gangguan hemostasi pada pasien penyakit ginjal kronik. Apabila memang terbukti ada hubungan antara gangguan hemostasis dengan penyakit ginjal kronik kita bisa mempersentasikan kepada pihak yang terkait agar bisa diterapkan secara rutin kepada semua pasien penyakit ginjal kronik.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Hubungan Kombinasi Hemodialisis Hemoperfusi Dengan Status Nutrisi Yang Diukur Dengan Bia (Bioelectrical Impedance Analysis) Pada Pasien Hemodialisis Reguler

Hubungan Kombinasi Hemodialisis Hemoperfusi Dengan Status Nutrisi Yang Diukur Dengan Bia (Bioelectrical Impedance Analysis) Pada Pasien Hemodialisis Reguler

Masalah status gizi pada pasien penyakit ginjal kronik telah banyak dibicarakan, dimana penurunan status gizi yang terjadi merupakan bagian dari progresifitas gagal ginjal, disebabkan adanya gangguan metabolisme energi dan protein, ketidaknormalan hormonal, asupan energi yang rendah, adanya gangguan gastrointestinal seperti anorexia, mual dan muntah selain itu diit yang ketat, serta kadar ureum yang tinggi. Malnutrisi dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada pasien PGK 1

17 Baca lebih lajut

Profil penggunaan furosemid pada pasien penyakit gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil penggunaan furosemid pada pasien penyakit gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Suwitra, K., 2006. Penyakit Ginjal Kronik. In: Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., and Setiati, S., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta; Pusat Penerbitan, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pp. 570-573.

8 Baca lebih lajut

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA

asupan cairan yaitu pemberian pendidikan kesehatan, akan tetapi pada kenyataannya, pada terapi hemodialisa berikutnya masih sering terjadi keluhan sesak nafas akibat kenaikan berat badan interdialitik. Terapi hemodialisa bagi penderita GGK akan mencegah kematian. Namun demikian, terapi hemodialisa tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal dan tidak mampu mengimbangi hilangnya aktifitas metabolik atau endokrin yang dilaksanakan oleh ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapi terhadap kualitas hidup pasien.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik

Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik

Mekanisme lainnya yang menyebabkan peningkatan rigiditas eritrosit yang mengakibatkan hemolisis pada gagal ginjal adalah penurunan fosfat intraseluler (hipofosfatemia) akibat pengobatan yang berlebihan dengan pengikat fosfat oral, dengan penurunan intracellular adenine nucleotides dan 2,3- diphosphoglycerate (DPG). Hemolisis dapat timbul akibat kompliksai dari prosedur dialisis atau dari interinsik imunologi dan kelainan eritrosit. Kemurnian air yang digunakan untuk menyiapkan dialisat dan kesalahan teknik selama proses rekonstitusi dapat menurunkan jumlah sel darah merah yang hidup, bahkan terjadi hemolisis. Filter karbon bebas kloramin yang tidak adekuat akibat saturasi filter dan ukuran filter yang tidak mencukupi, dapat mengakibatkan denaturasi hemoglobin, penghambatan hexose monophosphate shunt, dan hemolisis kronik. Lisisnya sel juga dapat disebabkan tercemarnya dialisat oleh copper, nitrat, atau formaldehide. Autoimun dan kelainan biokomia dapat menyebabkan pemendekan waktu hidup eritrosit. Hipersplenisme merupakan gejala sisa akibat transfusi, yang distimulasi oleh pembentukan antibodi, fibrosis sumsum tulang, penyakit reumatologi, penyakit hati kronis dapat mengurangi sel darah merah yang hidup sebanyak 75% pada pasien dengan gagal ginjal terminal. Ada beberapa mekanisme lainnya yang jarang , yang dapat menyebabkan hemolisis seperti kelebihan besi pada darah, Zn, dan formaldehid, atau karena pemanasan berlebih. Perburukan hemolisis pada gagal ginjal juga dapat disebabkan karena proses patologik lainnya seperti splenomegali atau mikroangiopati yang berhubungan dengan periarteritis nodosa, SLE, dan hipertensi maligna. 3,7
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik yang di Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada bulan Januari 2011-April 2015

Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik yang di Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada bulan Januari 2011-April 2015

Penatalaksanaan terutama ditujukan pada penyebab utamanya, pemberian eritropoitin (EPO) merupakan hal yang dianjurkan. Dalam pemberian EPO ini, status besi harus selalu diperhatikan karena EPO memerlukan besi dalam mekanisme kerjanya. Pemberian transfusi pada penyakit ginjal kronik harus dilakukan secara hati-hati, berdasarkan indikasi yang tepat dan pemantauan cermat. Transfusi darah yang tidak cermat dapat mengakibatkan kelebihan cairan tubuh, hiperkalemia dan perburukan fungsi ginjal. Sasaraan hemoglobin menurut berbagai studi klinik adalah 11-12 g/dl (Suwitra, 2006). Transfusi darah misalnya Packed Red Cell (PRC) merupakan salah satu pilihan terapi alternatif, murah, dan
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PROFIL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE JANUARI - JUNI 2009

PROFIL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE JANUARI - JUNI 2009

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa “Ida Sang Hyang Widhi Wasa” atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “ PROFIL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE JANUARI – JUNI 2009 ”.

25 Baca lebih lajut

AidillahMayuda 22010113120001 Lap.KTI BAB VI

AidillahMayuda 22010113120001 Lap.KTI BAB VI

4. Variabel perancu berupa usia, pendidikan, status pernikahan, pendapatan, pekerjaan, dan penyakit mendasari tidak memiliki hubungan bermakna terhadap kualitas hidup sedangkan jenis kelamin dan IMT berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik di RSUP Dr.Kariadi Semarang

1 Baca lebih lajut

PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG TERJADI PADA PASIEN DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI ipi122473

PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG TERJADI PADA PASIEN DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI ipi122473

Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, maka pada pasien ini dapat di tegakkan diagnosa Chronic Kidney Disease (CKD) stage V. Kemudian pasien di tatalaksana dengan : diet ginjal 1700 kal/hari, diet rendah protein 50 gram, infus D5% dua puluh tetes/menit, injeksi ranitidin 1 ampul/12 jam, injeksi furosemide 2 ampul/8 jam, bicnat 3x1 tablet, asam folat 3x1 tablet, clonidine 3x0,15 mg, hemodialisis, dan transfusi packed red cell 450 cc.

8 Baca lebih lajut

Penyakit Ginjal Kronik pada Anak

Penyakit Ginjal Kronik pada Anak

Respon ginjal pada PGK pada umumnya sama walaupun etiologi berbeda. Pada awal penyakit, ginjal beradaptasi terhadap kerusakan dengan meningkatkan LFG oleh nefron normal yang tersisa, namun makin lama menyebabkan kerusakan glomerulus progresif akibat peningkatan tekanan hidrostatik pada dinding kapiler dan efek toksik protein yang melintasi dinding kapiler. Seiring berjalannya waktu, jumlah nefron yang sklerosis akan semakin banyak, sehingga terjadi peningkatan beban ekskresi pada nefron yang masih bertahan. Kondisi ini akan terus berulang dan semakin banyak nefron yang rusak hingga berakhir dengan GGT. 11
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Hubungan  Hemodialisis dan Skor Pruritus pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Haji Adam Malik Medan

Hubungan Hemodialisis dan Skor Pruritus pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Haji Adam Malik Medan

Walaupun xerosis tidak berkaitan dengan pruritus secara konsisten, terdapat bukti bahwa kira-kira 50% pasien-pasien dialisis dengan pruritus melaporkan kulit kering dan mengartikannya sebagai penyebab sensasi gatal. Xerosis pada penyakit ginjal kronik terutama terjadi berkaitan dengan tiga hal seperti dehidrasi kulit, fungsi barier yang mengalami perubahan dan iritasi yang jelas terhadap substansi- substansi eksternal seperti surfaktan. Atrofi kelenjar sebasea dan sekresi dan porsi duktus dari kelenjar ekrin, menyebabkan kadar lipid permukaan kulit yang lebih rendah dan hilangnya integritas dari kandungan air pada stratum korneum kulit oleh karena disfungsi barier kulit, penting juga dalam patogenesis xerosis uremikum.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hemodiafiltrasi 054 . (998.4Kb)

Hemodiafiltrasi 054 . (998.4Kb)

Pasien dengan diabetes berisiko meningkat untuk terjadinya gagal ginjal kronik dan kejadian kardiovaskular. Kontrol kadar glukosa darah pada pasien dengan gagal ginjal kronik mungkin bermasalah karena meningkatnya atau berubahnya sensitivitas terhadap rejimen konvensional, bervariasi anjuran diet dan masalah kepatuhan terkait dengan diperlukannya kerumitan dalam perawatan. Karena itu, penting untuk para klinisi untuk menyadari pentingnya kontrol glikemik bagi pasien ini. 10-15 Saat ini terdapat keterbatasan bukti untuk membimbing rekomendasi pengobatan diabetik pada populasi gagal ginjal kronik . Akibatnya, pernyataan terbatas dalam lingkup. Rekomendasi ini tidak dimaksudkan untuk mengganti Canadian Diabetes Association Guidelines tetapi lebih untuk fokus pada aspek perawatan spesifik untuk pasien dengan gagal ginjal kronik . Informasi tambahan tersedia pada pedoman praktek klinis dari Canadian Diabetes Association . 16
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...