PDRB Sektor Industri

Top PDF PDRB Sektor Industri:

Analisis Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap PDRB Sektor Industri di Sumatera Utara.

Analisis Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap PDRB Sektor Industri di Sumatera Utara.

Analisis pembahasan ini bermaksud untuk mengetahui korelasi antara kedua variabel yakni varaibel bebas dan variabel terikat. Untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang dibuat, penulis mengajukan dalam bentuk analisis matematik apakah investasi asing dan investasi dalam negeri serta tenaga kerja di sektor industri dapat mempengaruhi peningkatan PDRB sektor industri di Sumatera Utara. Seberapa jauh tingkat pencapaian data yang tersedia dlam pencapaian kebenaran akan dijelaskan dalam perhitungan serta pengujian terhadap masing-masing koefisien regresi yaitu uji t, uji f yang diperoleh dengan alat bantu komputer.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PENGARUH TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI, JUMLAH INDUSTRI DAN PDRB SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN (STUDI PADA WILAYAH KABUPATEN GRESIK 2006-2011)

PENGARUH TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI, JUMLAH INDUSTRI DAN PDRB SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN (STUDI PADA WILAYAH KABUPATEN GRESIK 2006-2011)

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan juga kesehatan jasmani maupun rohani sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI, JUMLAH INDUSTRI DAN PDRB SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN (Studi pada wilayah Kabupaten Gresik 2006 – 2011)”. Tak lupa sholawat serta salam semoga semoga selalu tercurahkan pada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Islamiyah untuk keselamatan umat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Peramalan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Industri Di Kabupaten Labuhan Batu

Peramalan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Industri Di Kabupaten Labuhan Batu

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh alam semesta beserta seluruh isinya dan berkat kekuatan iman dari-Nya, maka Tugas Akhir dengan judul “PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) SEKTOR INDUSTRI DI KABUPATEN LABUHAN BATU” dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kemudian seiring Shalawat dan salam penulis ucapkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang membawa umatnya ke jalan yang benar dan kesejahteraan hidup.

80 Baca lebih lajut

SPATIAL PATTERN ANALYSIS DAN SPATIAL AUT

SPATIAL PATTERN ANALYSIS DAN SPATIAL AUT

Hal ini juga terjadi pada Kabupaten/kota yang memiliki PDRB rendah. Berdasarkan Gambar 4, semakin cerah warna peta, menunjukkan bahwa proporsi PDRB di kabupaten/kota tersebut rendah. Kabupaten/Kota yang memiliki nilai PDRB rendah ditunjukkan oleh kode area 26, 27,28, dan 29. Kabupaten/Kota tersebut yakni Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep. Jika dilihat dari letak keempat Kabupaten/kota tersebut yang berdekatan, hal ini juga memperkuat hasil analisis yang menyimpulkan bahwa sebaran Proporsi PDRB sektor Industri di Provinsi Jawa Timur cenderung berpola clustered .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMODELAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

PEMODELAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spasial nilai PDRB antar kabupaten/kota yang ditunjukkan dalam model serta mengetahui pengaruh faktor tenaga kerja sektor industri dan UMKM terhadap PDRB sektor industri. Hasil dari penelitian ialah adanya interaksi spasial yaitu nilai PDRB sektor industri untuk masing- masing kabupaten/kota dipengaruhi oleh besar PDRB sektor Industri yang menjadi tetangganya dan ditunjukkan dalam model Spatial Autoregressive (SAR). Selain itu, variabel jumlah tenaga kerja sektor industri (x 1 ) dan jumlah UMKM (x 2 ) secara signifikan memiliki pengaruh terhadap PDRB Sektor Industri (y) dan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

prospek dan peranan investasi

prospek dan peranan investasi

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimanakah prospek sektor Industri Manufaktur dalam perekonomian Lampung, untuk mengetahui bagaimana pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap PDRB sektor Industri Manufaktur di Lampung dan sebagai sumbangan pemikiran kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan penulisan ini.

3 Baca lebih lajut

ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DAN IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN 1997 2008

ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DAN IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN 1997 2008

Siti Fatimah Nurhayati dan Haris (2002) dalam sebuah penelitian yang berjudul “Analisis Penentuan Spesialisasi Sektor di Kabupaten Boyolali Dalam Menghadapi Implementasi Otonomi Daerah : Masa Krisis Ekonomi 1997-1999 “. Mendapatkan hasil bahwa dengan menggunakan analisis LQ dengan ketentuan LQ > 1 maka, ada dua sektor yang menjadi sektor unggulan yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan. Kemudian penjabaran mengenai faktor penyebab perubahan struktur ekonomi dapat diketahui menggunakan analisis shift share. Dilihat dari nilai rata-rata Shift Share Klasik sektor yang mempunyai nilai positif hanya berlaku pada sektor
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Pembangunan Daerah di Indonesia Masalah

Pembangunan Daerah di Indonesia Masalah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keberhasilan pembangunan daerah bisa dilihat dari beberapa indikator, di antaranya adalah produk domestik regional bruto (PDRB), konsumsi rumah tangga perkapita, human development index (HDI), kontribusi sektoral terhadap PDRB, tingkat kemiskinan dan struktur fiskal. Dengan melihat nilai dari keenam indikator tersebut dan membandingkannya dengan tiap daerah (dalam hal ini provinsi), kita dapat mengetahui mana daerah yang lebih maju pembangunannya.

48 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Penentu Ketersediaan Infrastruktur Jalan dan Air: Studi Panel Data Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Faktor-faktor Penentu Ketersediaan Infrastruktur Jalan dan Air: Studi Panel Data Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi investasi infrastruktur jalan dan air di kabupaten/kota di Provinsi Lampung sehingga dapat dirumuskan beberapa kebijakan untuk dapat meningkatkan investasi infrastruktur dalam perspektif untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi serta mengetahui seberapa besar pengaruh sektor-sektor dalam perekonomian terhadap peningkatan infrastruktur tersebut.

2 Baca lebih lajut

Skripsi C2B 605 114(r)

Skripsi C2B 605 114(r)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ekonomi Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2004-2008 dan pergeseran peranan sektor ekonomi terutama dalam penyerapan tenaga kerjanya dan pertumbuhan serta kontribusi outputnya. Penyerapan tenaga kerja sektor pertanian lebih besar dibandingkan dengan sektor industri namun tenaga kerja yang terserap kesektor pertanian semakin berkurang sedangkan penyerapan tenaga kerja sektor industri semakin bertambah selama tahun 2004-2008. Dalam penelitian ini digunakan alat analisis LQ (Location Quotien), shift-share, dan tipologi klassen. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa sektor industri merupakan sektor unggulan dengan nilai LQ sebesar 1,328 pada tahun 2004 menjadi 1,429 pada tahun 2008. Hasil analisis shift-share secara keseluruhan sektor industri sebesar 28,64%, sektor pertanian 15,24%. Hasil analisis tipologi klassen menunjukkan bahwa sektor industri, sektor jasa, dan sektor pertanian merupakan sektor yang maju dan tumbuh cepat.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Analisis Sektor Unggulan dalam Perekonomian Kota Bogor (Periode 2006-2012)

Analisis Sektor Unggulan dalam Perekonomian Kota Bogor (Periode 2006-2012)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor unggulan dalam perekonomian Kota Bogor periode 2006-2012. Analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi sektor, Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Model Rasio pertumbuhan (MRP) dan overlay (dari PB, RPs, dan MRP). Penelitian dilakukan terhadap sembilan sektor perekonomian Kota Bogor secara umum dan lebih spesifik dilakukan terhadap 28 subsektor perekonomian Kota Bogor. Data yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bogor dan PDRB Provinsi Jawa Barat periode 2006-2012. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga sektor unggulan yaitu, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas dan air bersih. Sementara untuk subsektor unggulan, terdapat lima subsektor unggulan yaitu, subsektor perdagangan besar dan eceran, subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki, subsektor air bersih, subsektor lembaga keuangan selain bank dan subsektor sewa bangunan.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAB IV PROFIL KABUPATEN TAPANULI TENGAH - DOCRPIJM 1483154368BAB 4 (Propil Kab Tapteng)  Finaldocx

BAB IV PROFIL KABUPATEN TAPANULI TENGAH - DOCRPIJM 1483154368BAB 4 (Propil Kab Tapteng) Finaldocx

Untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi masing-masing sektor di Kabupaten Tapanuli Tengah, maka dilakukan analisis dengan menggunakan alat analisis Klassen Typology(Tipologi Klassen). Tipologi Klassen pada dasarnya membagi daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dan pendapatan per kapita daerah (Dalam hal ini digunakan pendekatan laju pertumbuhan ekonomi dan besaran kontribusi masing- masing sektor terhadapat PDRB). Melalui analisis ini diperoleh empat karateristik pola dan struktur pertumbuhan ekonomi yang berbeda, yaitu: sektor prima/cepat-maju dan cepat-tumbuh (high growth andhigh income), sektor berkembang /sektor maju tapi tertekan (high income but low growth), sektor potensial/berkembang cepat (high growth but income), dan sektor terbelakang/relatif tertinggal (low growth and low income). Persamaan dari analisis tipologi klassen ini dapat dilihat pada diagram berikut.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH SEKTOR SEKTOR PDRB WIL

ANALISIS PENGARUH SEKTOR SEKTOR PDRB WIL

Sampai saat ini pengembangan kegiatan industri di Kabupaten Karawang dialokasikan pada bagian selatan tepatnya di Kecamatan Klari, Cikampek, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Purwasari, Karawang, Jatisari, Pangkalan dan Cikampek. Namun demikian tidak semuanya berkembang, terutama yang diperuntukan untuk Kota Industri di Kecamatan Telukjambe Barat seluas 7.100 Ha, sehingga fungsinya akan dikembalikan pada asalnya yaitu sebagai lahan perhutani. Lambatnya perkembangan kegiatan industri ini diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi yang melanda sejak tahun 1997 yang mengakibatkan meningkatnya nilai inflasi di Kabupaten Karawang. Sementara, kegiatan industri yang relatif berkembang diantaranya Kota Industri di bagian Timur (Kota Bukit Indah City) Kecamatan Cikampek, Kawasan Industri (Kecamatan Telukjambe Timur dan Pangkalan), Zona Industri (Kecamatan Telukjambe Timur, Klari, Cikampek dan Karawang). Hal ini menjadikan penurunan kontirbusi sektor industri terhadap PDRB Kabupaten Karawang. Namun, walaupun terjadi penurunan kontribusi sektor industri di PDRB, proporsi industri masih tetap besar yaitu sekitar 53 persen selama tahun 2009 – 2013.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KINERJA DAN PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN BLORA.

KINERJA DAN PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN BLORA.

Subsektor perikanan merupakan subsektor terbelakang yang berarti subsektor perikanan memiliki kontribusi dan laju pertumbuhan yang lebih kecil dibandingkan kontribusi dan laju pertumbuhan PDRB kabupaten. Nilai PDRB subsektor perikanan selama 2005-2009 paling kecil di antara subsektor pertanian lain dan kontribusinya cenderung stagnan. Laju pertumbuhannya juga fluktuatif. Subsektor perikanan kurang berkembang karena sumberdaya alam kurang mendukung untuk mengembangkan sub sektor ini. Subsektor perikanan mengandalkan budidaya perikanan kolam dan perikanan di perairan umum seperti sungai, waduk, cek dam dan embung.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LAPORAN PERENCANAAN WILAYAH ACARA VI ANALISIS EKONOMI II Disusun Guna Memenuhi Tugas Perencanaan Wilayah Dosen pengampu : Rita Noviani, S.Si, M.Sc

LAPORAN PERENCANAAN WILAYAH ACARA VI ANALISIS EKONOMI II Disusun Guna Memenuhi Tugas Perencanaan Wilayah Dosen pengampu : Rita Noviani, S.Si, M.Sc

Dalam model ekonomi basis, perekonomian terbagi menjadi dua yaitu sektor basis dan non basis. Sektor basis disebut juga sektor ekspor dan akan menentukan perkembangan wilayah. Kedua sekotr ini memiliki hubungan, dimana jika sektor basis berkembang, maka pada gilirannya akan meningkatkan pula kegiatan non basis. Hal ini sering disebut dengan multiplier effect. Untuk mengetahui sektor basis dan non basis digunakan metode Location Quotient ( LQ ), sedangkan untuk multiplier effect digunakan teknik pengganda basis atau multiplier effest.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pertumbuhan Sektor-sektor Perekonomian Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara Sebelum dan pada Masa Otonomi Daerah (1995-2004)

Analisis Pertumbuhan Sektor-sektor Perekonomian Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara Sebelum dan pada Masa Otonomi Daerah (1995-2004)

Hasil analisis yang ada, menunjukkan bahwa sektor pertanian mengalami laju pertumbuhan yang lambat pada masa otonomi daerah, padahal sektor pertanian di Kabupaten Asahan memiliki keunggulan komparatif dibanding wilayah lain di Propinsi Sumatera Utara. Untuk mencegah terjadinya penurunan kontribusi di tahun-tahun berikutnya maka perlu perlu dibangun infrastruktur (penyediaan sarana produksi, sistem irigasi dll) yang dapat menunjang peningkatan produktivitas sektor pertanian yang pada akhirnya akan mampu mendorong pertumbuhuhan sektor-sektor yang berbasis kepada sektor pertanian, seperti industri pengolahan. Pada masa otonomi daerah, sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa-jasa terletak di Kuadran II dan termasuk kategori sektor mengalami pertumbuhan yang lamaban. Kedua sektor tersebut sangat berperan dalam mobilisasi sektor-sektor perekonomian lainnya, oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya, seperti; perbaikan jalan, penyediaan sarana transportasi dan pengangkutan yang memadai, memberi kemudahan bagi investor untuk berinvestasi dan mempermudah jalur birokrasinya, serta perlunya penguatan lembaga keuangan daerah.
Baca lebih lanjut

163 Baca lebih lajut

PERANAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKO

PERANAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKO

Salah satu tolok ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai. Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang (Sukirno, 2008).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Konsep Pengembangan Wilayah melalui Anal (1)

Konsep Pengembangan Wilayah melalui Anal (1)

Provinsi jawa tengah terdiri dari 35 kabupaten kota yang juga memiliki ketidak merataan dalam pembangunan daerah nya. Identifikasi awal dapat dilihat dari rasio pendapatan regional domestik bruto (PDRB) masing-masing wilayah kabupaten/kota terhadap PDRB Jawa tengah. Penyebab ketidak merataan antar daerah ini di sebabkan oleh perbedaan sumber daya yang di miliki, perbedaan sumber daya manusia dan perbedaan akses modal (Mudrajat Kuncoro, 2004: 157). Dari penelitian terdahulu melakukan penelitian mengenai kabupaten tertinggal di provinsi jawa tengah dengan rentang tahun 2006-2009. Terdapat delapan kabupaten tertinggal yaitu: Kab Kebumen, Kab Wonosobo, Kab Klaten, Kab Rembang, Kab Demak, Kab Temanggung, Kab Batang, Kab Pekalongan. Berdasarkan analisa tingkat spesialisasi yang di lakukan pada penelitian ini, Kab Wonosobo tidak memiliki spesialisi di sektor apapun. Berdasarkan PDRB Kabupaten/kota di Provinsi Jawa tengah tahun 2009 wonosobo nilai Share 1,22% di bandingkan Kota Semarang memiliki nilai Share 13,51% dan kota Surakarta dengan nilai Share 3,24%.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

E-DOKUMEN | Klaten

E-DOKUMEN | Klaten

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 Peningkatan kapasitas dan 8.1 Angka Partisipasi Kasar PAUD 34,52 8 Kontribusi sektor industri terhadap PDRB Kontribusi sektor Perdagan[r]

3 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengembangan Wilayah - Analisis Potensi Ekonomi Wilayah Provinsi Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengembangan Wilayah - Analisis Potensi Ekonomi Wilayah Provinsi Sumatera Utara

Pendekatan sektoral adalah dimana seluruh kegiatan ekonomi di dalam wilayah perencanaan dikelompokkan atas sektor-sektor.Selanjutnya setiap sektor dianalisis satu per satu. Setiap sektor dilihat potensi dan peluangnya, menetapkan apa yang dapat ditingkatkan dan di mana lokasi dari kegiatan peningkatan tersebut. Caranya adalah masing-masing sektor dianalisis sehingga terdapat kelompok- kelompok bersifat homogen. Analisis sektoral tidaklah berarti satu sektor dengan sektor lain terpisah dalam analisis. Pendekatan sektoral pada umumnya less-spatial (kurang memperhatikan aspek ruang secara keseluruhan). Dalam pendekatan sektoral, untuk tiap-tiap sektor/komoditi termaktub analisis berikut :
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects