PEDAGANG MAKANAN

Top PDF PEDAGANG MAKANAN:

Studi Metode Penyuluhan Terhadap Perilaku Berdagang Pada Kelompok Pedagang Makanan Sehat Di Depok

Studi Metode Penyuluhan Terhadap Perilaku Berdagang Pada Kelompok Pedagang Makanan Sehat Di Depok

beberapa calon mitra program KPMS-Hypermart. Atas kondisi tersebut pihak Masyarakat Mandiri menempuh upaya sosialisasi dengan pengenalan tujuan program dan aktivitas yang akan dijalankan. Pertama calon mitra dikenalkan pada profil lebaga Masyarakat Mandiri, Dompet Dhuafa dan Hypermart. Peserta diberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban menggunakan publikasi berupa: flayer, leafet, brosur dan buletin. Kedua calon peserta diberi informasi tentang keberhasilan KPMS serupa di beberapa wilayah perkotaan, seperti kisah sukses para mitra di daerah Jakarta dan Surabaya. Ketiga, setelah mitra mengetahui tujuan dan program ini yaitu untuk memandirikan dan mensejahterakan perekonomian para pedagang makanan bersekala kecil, maka calon peserta ditawarkan kemungkinan bergabung sebagai mitra kelompok KPMS.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semaran

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semaran

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, di kelurahan Tlogosari kecamatan Pedurungan kota Semarang yaitu : telah dilakukan wawancara kepada 6 orang pedagang makanan ( takjil) di sepanjang jalan dengan hasil 5 orang pedagang mengerti tentang BTM (Bahan Tambahan Makanan) dan mengerti bahaya dari BTM, 1 orang tidak mengerti bahaya dari BTM tersebut, 4 orang mengerti apa itu sakarin (pemanis buatan) dan 1 orang tidak tau apa itu sakarin. Dari pemeriksaan laboratorium pada 5 takjil yang terdiri dari 2 kolak pisang, 1 bubur sumsum, 2 bubur biji salak. 3 diantaranya positif mengandung sakarin (2 kolak , 1bubur biji salak) dan 2 diantaranya negatif mengandung sakarin (bubur sumsum dan bubur biji salak) .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Struktur dan Strategi Nafkah Pedagang Makanan di Sektor Informal Daerah Suburban Kabupaten Bogor

Struktur dan Strategi Nafkah Pedagang Makanan di Sektor Informal Daerah Suburban Kabupaten Bogor

Umur rata-rata pekerja sektor informal khususnya pedagang makanan di Jalan Babakan adalah 40 tahun dengan kisaran umur antara 22 sampai 74 tahun, yang sebagian besar berumur 30 tahun ke atas. Sementara itu, Tingkat pendidikan akhir pedagang makanan tergolong dalam tingkat pendidikan rendah lebih banyak dari pada pendidikan akhir pedagang makanan yang tergolong dalam tingkat pendidikan tinggi. Meskipun begitu, hasil penelitian Iqbal (2004) yang menyatakan bahwa faktor pendorong tumbuh kembangnya sektor informal adalah adanya tingkat pendidikan dan keahlian yang terbatas tidak dapat dibenarkan karena sektor informal ini juga menampung pekerja yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan sangat tinggi. Sektor informal dapat dimasuki oleh semua golongan umur dan tingkat pendidikan. Syarat yang dibutuhkan dalam memasuki sektor informal adalah pengetahuan dan keterampilan yang berasal dari pengalaman kerja. Sementara itu, jumlah pedagang makanan berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari pada pedagang makanan berjenis kelamin laki-laki. Perempuan yang berusaha di sektor informal sebagai pedagang makanan berusaha membantu suami untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Hal ini menunjukkan adanya pola nafkah ganda. Pedagang makanan di Jalan Babakan yang bersatatus sudah kawin lebih banyak dari pada yang berstatus belum kawin. Status perkawinan ini mempunyai nilai pada sektor informal khususnya usaha berdagang makanan, di mana dengan sudah berstatus kawin maka dalam mengerjakan usaha makanan dapat melibatkan dua individu yang diikat dengan tali perkawinan. Pelibatan berdasarkan status perkawinan ini didasarkan atas kerja sama dan komplementer (saling melengkapi). Sementara itu, laki-laki dan perempuan mempunyai kedudukan seimbang dalam bekerja di sektor informal.
Baca lebih lanjut

265 Baca lebih lajut

Anak Sebagai Pedagang Makanan Keliling D

Anak Sebagai Pedagang Makanan Keliling D

Aktivitas anak sebagai pedagang makanan keliling di Denpasar Barat diawali dengan bangun pagi pada pukul 04.00 WITA dan atau pada pukul 06.00 WITA. Kemudian membantu majikan dalam menyiapkan barang dagangan seperti ikut membungkus buah-buahan yang akan dijual kepada konsumen. Pada pukul 08.00 WITA, pedagang makanan keliling mulai berangkat untuk berdagang makanan keliling. Ada juga yang sudah mulai berjualan makanan pada pukul 05.00 WITA. Sebagian besar dari mereka memilih untuk berdagang di warung- warung makanan untuk dapat beristirahat dengan duduk sejenak. Ada juga yang memilih untuk masuk ke rumah-rumah warga untuk menawarkan makanan yang dijual oleh anak yang bekerja sebagai pedagang makanan keliling. Anak dari pedagang makanan keliling melakukan interaksi sosial dengan konsumen.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi  Bertahan Pedagang Makanan Tradisional  (Studi deskriptif: Pedagang Ombus-ombus Siborongborong, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara)

Strategi Bertahan Pedagang Makanan Tradisional (Studi deskriptif: Pedagang Ombus-ombus Siborongborong, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara)

Pada era globalisasi, tuntutan terhadap mutu produk akan semakin tinggi disertai dengan harga yang semakin bersaing, demikian juga tuntutan terhadap mutu SDM. Keberhasilan usaha dalam pasar terbuka ditentukan oleh produktivitas dan efisiensi produksi.. Agar dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan, setiap bagian dalam usaha itu melaksanakan pekerjaannya dan menunjuk pada tanggung jawab yang diemban oleh para pelaku usaha baik itu pedagang maupun pengusaha besar sekalipun. Pengetahuan mengenai cara berjualan atau memperdagangkan produk maupun makanan menjadi penting bagi para pedagang makanan atau usaha-usaha lainnya pada saat dihadapkan pada beberapa permasalahan, seperti menurunnya pendapatan yang disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen terhadap suatu produk sehingga mengakibatkan lambatnya pertumbuhan dalam kegiatan berdagang, seperti halnya kepada para pedagang makanan tradisional yang mengalami penurunan pendapatan diakibatkan konsumen/pembeli beralih/lebih memilih makanan fast food atau makanan impor lainnya karena makanan impor yang terlihat praktis dan siap saji serta fasilitas yang menyenangkan.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

ETOS KERJA PEDAGANG MAKANAN ETNIS MADURA DI PASAR KOTA GRESIK KABUPATEN GRESIK

ETOS KERJA PEDAGANG MAKANAN ETNIS MADURA DI PASAR KOTA GRESIK KABUPATEN GRESIK

Pedagang makanan yang berada di Pasar Kota Gresik Kabupaten Gresik sebagian besar adalah perantau, mereka adalah etnis Madura yang berasal dari Pulau Madura. Mereka melakukan migrasi dengan alasan untuk memperoleh tingkat kehidupan yang lebih baik daripada ditempat asal. Masyarakat Madura berkeyakinan bahwa mereka akan berkembang dan mandiri jika sudah jauh dari lingkungan asli. Ada beberapa pedagang makanan etnis Madura yang peneliti jumpai di pasar Kota Gresik, antara lain yaitu pedagang rujak cingur, nasi krawu, bubur (jenang Madura), dan olahan telur ikan. Kesuksesan yang diperoleh oleh pedagang terbukti sebagian besar mereka sudah mempunyai rumah sendiri di tempat perantauan. Dengan tingkat pendidikan mereka yang relatif rendah, dan lingkungan serta masyarakat yang berbeda mereka mampu bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat setempat, hingga sampai saat ini mereka mampu mempertahankan usaha dagang dalam kurum waktu yang cukup lama.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Profil Dan Strategi Pengembangan Sektor Informal Di Kota Medan (Studi Kasus Pedagang Makanan...

Profil Dan Strategi Pengembangan Sektor Informal Di Kota Medan (Studi Kasus Pedagang Makanan...

T u j u a n d a r i p e n e l i t i a n i n i a d a l a h : ( 1 ) . M e n g e t a h u i g a m b a r a n profit/karakteristik pedagang sektor informal (pedagang makanan dan m i n u m a n ) d i K o t a M e d a n ( 2 ) . M e n g e t a h u i f a k t o r m o d a l i n v e s t a s i , pengalaman berdagang, jam kerja, tenaga kerja dan modal kerja dapat

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Berdasarkan penelitian di Semarang tentang pengetahuan bahan tambahan makanan menyatakan bahwa pedagang yang membuat makanan jajanan yang memiliki pengetahuan dengan kategori kurang kebanyakan yang melakukan praktek pembuatan makanan jajanan dengan tidak baik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktek pembuatan makanan jajanan. 37 Penelitian di Kecamatan Lawegon menyatakan rendahnya pengetahuan pedagang tentang pewarna alami dan sintetik serta pewarna yang tidak diijinkan dipengaruhi salah satunya oleh pendidikan dan hasil survei menunjukan 47,37% pedagang tidak berpendidikan. 38
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perencanaan Bisnis "Analisa Perencanaan Bisnis “King Reptile on Food Truck” di Kota Semarang - Unika Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perencanaan Bisnis "Analisa Perencanaan Bisnis “King Reptile on Food Truck” di Kota Semarang - Unika Repository

Berkembang pesatnya dunia kuliner di Indonesia ditandai dengan banyak bermunculan Food Truck di pinggir jalan protokol kota. Food truck atau truk makanan menjadi peluang bisnis dan telah menjamur dalam beberapa tahun terakhir. Pada awalnya food truk berasal dari gerobak kayu yang biasa digunakan oleh pedagang pedagang makanan seperti mie ayam dan bakso namun sekarang ini telah berkembang food truck atau berjualan di atas mobil atau truk sebagai pengganti gerobak. (Supeno, Haryatiningsih, & Sebayang, n.d.) Truk yang seperti restoran ini menawarkan berbagai macam design sperti pada truck nya, kemasanya dan makanannya. Usaha food truck banyak diminati karena mempunyai keuggulann seperti memiliki konsep menjemput bola yang mempunyai mobilitas yang tinggi yang dapat memperluas pangsa pasar.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Higiene Sanitasi Makan dan Minuman Jajanan Di Kompleks USU, Medan

Higiene Sanitasi Makan dan Minuman Jajanan Di Kompleks USU, Medan

mudah busuk dengan yang tidak mudah busuk, dan wadah tersebut dalam keadaan bersih. Penyimpanan bahan makanan yang dilakukan pedagang makanan dan minuman di Kompleks USU dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 menunjukkan bahwa lebih dari 89% pedagang telah mencuci bahan makanan sebelum disimpan, dan mempunyai wadah khusus untuk menyimpan bahan makanan. Tempat penyimpanan umumnya bersih, di mana tempat penyimpanan ini dibersihkan setiap hari oleh pedagang. Hal ini sudah memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Kepmenkes yang berlaku. Namun, untuk memisahkan bahan makanan yang mudah busuk dan tidak mudah busuk lebih banyak pedagang yang tidak melakukannya. Para pedagang beralasan lebih praktis meletakkan bahan tersebut pada satu wadah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Faktor yang Memengaruhi Kandungan E. coli Makanan Jajanan SD di Wilayah Cimahi Selatan | Riyanto | Majalah Kedokteran Bandung 127 436 1 PB

Faktor yang Memengaruhi Kandungan E. coli Makanan Jajanan SD di Wilayah Cimahi Selatan | Riyanto | Majalah Kedokteran Bandung 127 436 1 PB

Data dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa 45% produk pangan olahan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) tercemar oleh bahan berbahaya mulai dari isik, kimiawi, maupun mikrobiologi. Dari studi pendahuluan didapatkan bahwa masih banyak makanan jajanan di SD wilayah Cimahi Selatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kandungan E. coli makanan jajanan SD. Desain penelitian yang digunakan potong lintang. Uji chi-kuadrat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dan analisis multivariat untuk melihat faktor dominan yang memengaruhi kandungan E. coli makanan jajanan dengan uji regresi logistik ganda. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 pedagang makanan jajanan di SD, teknik pengambilan sampel dengan cara acak sederhana. Penelitian dilakukan di SD wilayah Cimahi Selatan November 2010−Januari 1011. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang memengaruhi kandungan E. coli makanan jajanan SD yaitu kebersihan orang yang mengolah makanan (p=0,013), peralatan (p=0,033), bahan makanan (p=0,050), dan sarana penjualan (p=0,050). Variabel yang tidak memengaruhi yaitu penyajian makanan (p=0,381), pada analisis multivariat sarana penjualan makanan mempunyai Prevalency Odd Ratio (POR) paling tinggi (16,8). Simpulan, faktor yang dominan memengaruhi kandungan E. coli makanan jajanan SD yaitu sarana penjualan makanan. [MKB. 2012;44(2):77–82].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hygiene Sanitasi Makanan dan Pemeriksaan Formalin Serta Boraks Pada Makanan Jajanan (Otak-Otak) di Kota Tanjungpinang Tahun 2013

Hygiene Sanitasi Makanan dan Pemeriksaan Formalin Serta Boraks Pada Makanan Jajanan (Otak-Otak) di Kota Tanjungpinang Tahun 2013

Persyaratan lain mengenai sarana penjaja makanan adalah konstruksi sarana penjaja harus tersedia tempat untuk air bersih, penyimpanan bahan makanan, penyimpanan makanan jadi/siap disajikan, penyimpanan peralatan, tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan) dan tempat sampah. Berdasarkan pengamatan, tidak ada satupun sarana penjaja makanan jajanan tradisional yang memiliki fasilitas yang lengkap seperti yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/2003. Sarana penjaja yang dimiliki oleh pedagang makanan jajanan tradisional biasanya hanya tersedia satu atau dua ruang penyimpanan saja yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan, makanan jadi dan sebagainya yang digabung. Penelitian serupa yang dilakukan Hidayat dalam Agustina (2009) di dua propinsi yaitu Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta umumnya pedagang makanan jajanan tradisional tidak menyediakan tempat cuci tangan dan tempat sampah.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

KAJIAN EKONOMI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF : KASUS PANTAI BARU, DESA PONCOSARI,  KAJIAN EKONOMI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF : KASUS PANTAI BARU, DESA PONCOSARI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHU

KAJIAN EKONOMI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF : KASUS PANTAI BARU, DESA PONCOSARI, KAJIAN EKONOMI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF : KASUS PANTAI BARU, DESA PONCOSARI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHU

Gambar 2.1 Skema/Gambaran Umum Proses Produksi Biogas dan Sisa Hasil Produksi Biogas ……………………………………... 19 Gambar 3.1 Peta Menuju Pantai Baru ……………………………………….. 27 Gambar 4.1 Persentase Pedagang Makanan Pengguna Biogas dan

14 Baca lebih lajut

RENCANA BISNIS PLAN APLIKASI KAKI LIMA O

RENCANA BISNIS PLAN APLIKASI KAKI LIMA O

Aplikasi Jajan Keliling Gerombolan Anak Tukang Jajan (Gerobak Tuan) ini dikhusukan kepada pedagang makanan kaki lima yag berkeliling dan juga mangkal. Un- tuk pedagang keliling bisa menunjukkan lokasi berkeliling dan kemampuan untuk men- jangkau pelanggan terdekat yang ingin memesan dan untuk yang mangkal bisa menun- jukkan posisi terdekat dengan pelanggan. Aplikasi ini juga menyediakan daftar menu dan rentang harga agar pelanggan bisa memlih sesuai selera dan bagi penjual hanya tinggal menginputkan saja dagangan dan harga serta memiliki smarthphone yang terkoneksi gps agar dapat terpantau baik pedagang dan pembeli. Serta disertakan bar- code dan id untuk pengenal dan pembayaran uang elektronik bagi penjual dan untuk menghindari penipuan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Contoh Proposal PKM M 2

Contoh Proposal PKM M 2

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan minyak goreng banyak digunakan sebagai media transfer panas pada berbagai pemrosesan yang digunakan oleh berbagai kalangan, baik rumah tangga, maupun pedagang dan industri makanan. Akibatnya penggunaan minyak goreng tersebut akan menghasilkan limbah yang disebut minyak jelantah.

26 Baca lebih lajut

Hasil Observasi Lapangan Makalah Pencema

Hasil Observasi Lapangan Makalah Pencema

SD Negeri 05 Indralaya merupakan salah satu SD di Indralaya yang berlokasi diantara Kantor Camat Indralaya dengan Puskesmas Indralaya. Sekolah ini bersebelahan (satu komplek) dengan SDN 21, yang berlokasi di Jalan Lintas Timur KM 37 Indralaya Ogan Ilir. Di dalam lingkungan Sekolah tersebut, belum terdapat kantin yang menyediakan jajanan bagi siswa dan guru. Hal ini menyebabkan maraknya pedagang yang berjualan di luar lingkungan sekolah. Sebagian pedagang sudah mendapatkan izin dari sekolah karena lokasinya berada di rumah penduduk yang ada disekitar sekolah. Namun tidak sedikit juga pedagang kaki lima yang berjualan jajanan di lokasi yang tidak sewajarnya. Misalnya di pinggir-pinggir jalan yang pada umumnya di lewati oleh kendaraan bermotor. Pihak sekolah sendiri kurang dalam mengawasi, sehingga mereka bebas jajan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Pedagang Jajanan Makanan dan Minuman terhadap Penggunaan bahan tambahan pangan ( BTP) di Pusat Jajanan Pajak USU Padang bulan Medan Tahun 2012

Gambaran Perilaku Pedagang Jajanan Makanan dan Minuman terhadap Penggunaan bahan tambahan pangan ( BTP) di Pusat Jajanan Pajak USU Padang bulan Medan Tahun 2012

Secara geografis, Pajak USU terletak di pusat Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan, terdapat ratusan pedagang yang berjualan di Pajak USU, tidak hanya menjual alat – alat tulis dan kebutuhan Mahasiswa, dilingkungan Pajak USU ini juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual beraneka ragam makanan dan minuman jajanan seperti Bakso/Mie sop, Mie goreng, makanan gorengan, bakso bakar, berbagai jenis es sirup, dan lain lain dengan harga yang sangat murah dan beraneka ragam. Dengan demikian, penulis tertarik untuk meneliti tentang gambaan perilaku pedagang jajanan makanan dan minuman dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan ( BTP ) di pusat jajanan pajak USU Padang bulan Medan Tahun 2012
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Keberadaan Boraks Pada Makanan Jajanan Di Kota Banjarbaru

Keberadaan Boraks Pada Makanan Jajanan Di Kota Banjarbaru

Abstrak: Keberadaan boraks pada makanan jajanan di Kota Banjarbaru. Pentol bakso merupakan makanan salah satu jajanan yang sangat populer di Kota Banjarbaru. Hampir semua lapisan masyarakat menyukai makanan ini dikarenakan rasa yang enak dan harga yang murah sehingga tidak heran jika pedagang pentol bakso menjamur di setiap daerah. Untuk memenuhi standar yang disukai konsumen dan memperpanjang masa simpan pentol bakso, banyak pedagang yang tidak bertanggung jawab menambahkan bahan-bahan kimia yang sebenarnya dilarang untuk makanan seperti boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan boraks dan faktor yang menentukan keberadaan boraks pada makanan jajanan pentol bakso yang dijual di Sekitar Lapangan Murjani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif yaitu menggambarkan keberadaan boraks, tingkat pengetahuan pedagang, dan proses pengolahan pada makanan jajanan pentol bakso yang dijual di Sekitar Lapangan Murjani dengan pendekatan cross sectional.Hasil pemeriksaan di laboratorium menunjukkan bahwa semua sampel pentol bakso yang diambil dari pedagang yang berjualan di sekitar lapangan Murjani tidak terdapat boraks. Semua pedagang hanya menggunakan Bahan Tambahan Pangan yang diperbolehkan dalam proses pengolahan pentol bakso. Hal ini didukung sebagian besar pedagang memiliki pengetahuan baik tentang bahan tambahan makanan. Para pedagang diharapkan agar tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan konsumen diatas kepentingan ekonomi secara pribadi dengan cara tidak memasukkan bahan tambahan pangan yang dilarang kedalam produk olahan makanannya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DENGAN MORBIDITAS DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KARTASURA.

HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DENGAN MORBIDITAS DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KARTASURA.

Makanan jajanan anak sekolah yang diproduksi secara tradisional dalam bentuk industri rumah tangga memang diragukan keamanannya. Meskipun jajanan yang diproduksi industri makanan tersebut berteknologi tinggi, belum tentu terjamin keamanannya. Oleh karena itu, kemanan pangan jajanan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius, konsisten dan disikapi bersama (Iswarawanti dkk, 2007).

Baca lebih lajut

Strategi Pelayanan Pelanggan Dalam Meningkatkan Penjualan Makanan ( Studi Pada Pedagang Kaki Lima ‘Nasi Padang’ Plaza Milenium)

Strategi Pelayanan Pelanggan Dalam Meningkatkan Penjualan Makanan ( Studi Pada Pedagang Kaki Lima ‘Nasi Padang’ Plaza Milenium)

“menurut saya, yang menjadi kekuatan terbesar saya adalah tempat saya berada didekat pintu keluar Plaza Milenium. Jadi, orang-orang yang keluar dari Plaza itu dan yang ingin mencari makanan pastinya mereka akan berjumpa langsung dengan jualan saya. Dan juga, saya mempunyai anggota yang siap memanggil orang-orang yang akan keluar dari plaza millennium. Disamping itu, yang menjual nasi padang seperti saya hanya dua pedagang saja. Itupun, pedagang nasi padang yang lain berada jauh dari pintu keluar plaza millennium. Ini yang menjadi kesempatan dan peluang untuk membuka usaha ini. Dan, pesaing saya pun ada juga berada diseberang ditempat saya jualan. Orangpun, tidak usah capek menyeberang membeli nasi. Sudah ada warung nasi berjualan disini. Saya jamin tidak akan kecewa dan tidak kalah saing dengan rumah makan di seberang jalan”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects