Peer Assisted Learning (PAL)

Top PDF Peer Assisted Learning (PAL):

PEMBERDAYAAN ASISTEN PRAKTIKUM UNTUK PELAKSANAAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL).

PEMBERDAYAAN ASISTEN PRAKTIKUM UNTUK PELAKSANAAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL).

Paradigma penelitian yang digunakan meliputi hubungan antar variabel-variabel seperti yang tercantum dalam Gambar 3.1. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya bahwa salah satu faktor yang dapat membantu keberhasilan pelaksanaan praktikum adalah tersedianya tenaga mahasiswa sebagai asisten praktikum yang kemampuannya dapat diandalkan. Selama ini kemampuan asisten praktikum sebagai variabel penelitian belum banyak diungkap baik dari proses seleksi, maupun dari pembekalan asisten untuk menangani pelaksanaan peer assisted learning PAL dalam praktikum, juga pembekalan untuk menangani evaluasi hasil praktikum. Dengan demikian perlu disusun suatu program pemberdayaan asisten untuk pelaksanaan PAL (PAsPAL) yaitu pembekalan dari dosen kepada asisten (PAs) dan pendampingan belajar oleh asisten praktikum kepada mahasiswa praktikan (PAL), yang dapat mengungkap dan mengembangkan kemampuan asisten praktikum hasil dari PAs, serta mengungkap capaian dan tanggapan praktikan hasil dari PAL.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

COMPARATIVE STUDY BETWEEN PEER ASSISTED LEARNING STRATEGY AND GUIDED WRITING STRATEGY IN TEACHING WRITING (An Experimental Study on the Eleventh Grade of SMA Negeri 1 Teras, Boyolali in the Academic Year of 2014/2015) - UNS Institutional Repository

COMPARATIVE STUDY BETWEEN PEER ASSISTED LEARNING STRATEGY AND GUIDED WRITING STRATEGY IN TEACHING WRITING (An Experimental Study on the Eleventh Grade of SMA Negeri 1 Teras, Boyolali in the Academic Year of 2014/2015) - UNS Institutional Repository

higher than t table (58, 0.05) = (2.00172). Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in writing skill between the students taught using Peer Assisted Learning and the those taught using Guided Writing. The mean of experimental group is 78.3, while the mean of control group is 75.2. Therefore, it can be concluded that Peer Assisted Learning is more effective than Guided Writing to teach writing.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN MORFOLOGI TUMBUHAN

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN MORFOLOGI TUMBUHAN

Di bidang instrumen penelitian ini sendiri, masih menyisakan kekurangan, antara lain bebe- rapa indikator literasi sains yang diujikan dalam pretes dan postes, absen diungkap dalam res- ponsi, bahkan ada pula indikator literasi sains yang diujikan dalam postes saja tanpa dimun- culkan dalam pretes. Selain itu perbedaan bentuk soal, yaitu soal essay pada pretes dan soal pilihan ganda pada postes yang dimaksudkan agar maha- siswa tidak terjeb ak pada “menghafal” jawaban, memberikan scoring yang berbeda dan ketegasan penilaian yang berbeda pula. Yang menjadi ken- dala adalah dalam pelaksanaan PAL melalui responsi di dalam kelas, lembar jawaban indi- vidual sebagai hasil responsi yang dikumpulkan dengan kalimat yang hampir persis sama setiap kelompok, ditemukan kemungkinan masih “kurang” dikuasai oleh masing - masing individu dalam kelompok tersebut. Sebagian besar mahasiswa ingin mengejar “cepat”, “praktis” dan “sepakat” dalam berdiskusi dan sangat meng- hindari “konflik”. Dengan demikian, masalah yang dianggap sulit “ditelan” begitu saja.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEER ASSISTED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KLINIK (CLINICAL SKILLS LAB/ CSL) DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEER ASSISTED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KLINIK (CLINICAL SKILLS LAB/ CSL) DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Results and Conclusions : The result showed that the student considers that the activities of PAL clinical skills are good and beneficial activities as well as the need to continue. PAL has several benefits based on the statements that have been submitted by the instructor and the participants among which have benefits in improving clinical skills, aspects of knowledge, a courage to ask, and social interaction. Some weaknesses in the activities held in the Medical Faculty, University of Lampung are scheduling practice time and administration equipment as support the continuity of PAL in clinical skills lab. Respondents expect the weakness in this current time can be improved well in the future.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI TAKSONOMI BARU MARZANO UNTUK PEMBERDAYAAN MAHASISWA ASISTEN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN DALAM PROGRAM PEER ASSISTED LEARNING (PAL).

IMPLEMENTASI TAKSONOMI BARU MARZANO UNTUK PEMBERDAYAAN MAHASISWA ASISTEN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN DALAM PROGRAM PEER ASSISTED LEARNING (PAL).

Sifat praktikum Fisiologi Tumbuhan yang sarat dengan eksperimen, menuntut para mahasiswa asisten praktikum agar mampu mengelolanya dengan baik, termasuk menyiapkan alat evaluasi yang berragam, yang terrangkum dalam program Peer Assisted Learning (PAL). Untuk itu para asisten praktikum Fisiologi Tumbuhan perlu dibekali keterampilan terkait taksonomi baru Marzano sebagai bentuk pemberdayaan asisten praktikum dalam rangka penyempurnaan program PAL yang telah dilakukan sebelumnya. Metode yang digunakan adalah bagian dari Research & Development (R & D), terutama pada tahap perbaikan pengembangan program PAL dan implementasinya. Penelitian dimulai dengan mengelompokkan soal dan hasil seleksi penerimaan asisten ke dalam matriks taksonomi baru Marzano sampai asisten dapat menyusun soal/pertanyaan takson baru tersebut bagi para praktikan serta memeriksa hasilnya. Data dihitung rata-ratanya dan dipersentasikan. Instrumen yang digunakan meliputi soal seleksi asisten, lembar observasi, soal/pertanyaan praktikum yang bermuatan taksonomi baru Marzano. Hasil studi pemberdayaan asisten untuk menyiapkan alat evaluasi praktikum Fisiologi Tumbuhan (sebagai bentuk pengembangan program PAL), menunjukkan bahwa kemampuan para asisten praktikum Fisiologi Tumbuhan dapat dikembangkan dengan sangat baik pada berbagai level pemrosesan, domain pengetahuan informasi dan prosedur mental. Secara keseluruhan jawaban praktikan terhadap pertanyaan/soal yang telah disusun asisten tentang hampir semua muatan takson baru Marzano cukup baik, meski beberapa hal perlu dibelajarkan terlebih dahulu seperti perhitungan dalam pembuatan larutan dengan satuan ppm dan cara memprediksi data dari suatu grafik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Learning English Through ‘PALP’(Peer Assisted Learning Program)

Learning English Through ‘PALP’(Peer Assisted Learning Program)

Jerome Bruner in Wolfolk (1995) called this as scafolding. The term aptly suggests that childern use this help for support while they build a irm understanding that will eventually allow them to solve the problems on their own. Assisted learning, or assisted discovery in the classroom, involves giving information, prompts, reminders, encouragement at the right time and in the right amounts, then gradually allowing the students to do more and more on their own. For Vygotsky, social interaction and assistance were more than methods of teaching, they were the origin of higher mental processes such as problem solving.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PEER-ASSISTED LEARNING SRATEGIES (PALS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK KELAS III SEKOLAH DASAR Repository - UNAIR REPOSITORY

EFEKTIFITAS PEER-ASSISTED LEARNING SRATEGIES (PALS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK KELAS III SEKOLAH DASAR Repository - UNAIR REPOSITORY

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Peer- Assisted Learning Srategies (PALS) in improving children's reading skills in third grade primary school. Reading is a process in which the various aspects of the reader must be able to read the words that exist in reading with fluency and accuracy and building a higher meaning, this is according with the opinion of the Halberstan Lyons (2008). This ability as the basis for a child to be able to follow the teaching and learning process. PALS (Peer Assisted Learning Strategies) is a teaching method that did not include teachers in the process. In learning assisted by colleagues who have a higher capacity..
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Metode Peer-Assisted Learning Srategies (PALS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pada Anak

Metode Peer-Assisted Learning Srategies (PALS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pada Anak

3. Peer Assisted Learning Strategies PALS ( peer assisted learning strategies ) dikembangkan berdasarkan CWPT ( classwide peer tutoring ) yang dibuat oleh Delquardi, dkk di Juniper Gardens (Delquardi et al., 1986 dalam Calhoon & Fuchs, 2003). Topping et al telah memperkenalkan PALS ( peer assisted learning strategies ) sebagai metode pengajaran yang inovatif untuk pertama kalinya pada tahun 1998 (Topping, 1998 dalam Abedini, dkk, 2013). PALS adalah sebuah pendekatan untuk mendukung pembelajaran siswa yang digunakan sebagai suplemen untuk praktek pedagogis yang ada, dimana siswa lebih berpengalaman mentor dan mendukung siswa yang masuk dalam mata pelajaran tertentu (Wadoodi & Cosby, 2002 dalam Edwards & Bone, 2012)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Computer Assisted Instruction and Learning issues

Computer Assisted Instruction and Learning issues

Connor et al. (1999) report that CAI should be based on educational theory, otherwise the learning is left to chance. Although there are no clearly defined boundaries between the various different educational psychologies, there are four basic groups. Behavioural psychology (Skinner, 1968) focuses only on objectively observable behaviours and discounts mental activities. The cognitive model (Merrill, 1991) holds the view that knowledge is constructed and is not simply a learned response. This model considers the active mental processing that occurs and the setting (individual, group and environment) when acquiring knowledge. The constructivist approach (Jonassen, 1991) considers the nature of knowledge, the mental activities of learners and how knowledge develops in learning. In this model, learners use their intuitions to link prior understanding and new knowledge, which can be acquired by new experiences and interaction with the physical world. The humanist psychology of Maslow (1954) and Rogers (1969) is complex and based on personality. It is founded on generally accepted principles of human nature (Merriam and Caffarella, 1991) and argues that learning occurs as a result of intrinsic motivation and reflection on personal experience.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

kolaborasi project based learning dan peer teaching

kolaborasi project based learning dan peer teaching

Seluruh data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan langkah-langkah: a) mengumpulkan data kasar ( abrupt data, b) coding data, khususnya yang akan dianalisis secara kuantitatif; c) pemilihan data ( data selection) ; d) data recording dan organisasi data; e) analisis deskriptif-kuantitatif; f) analisis deskriptif kualitatif dan g) inteprestasi hasil. Analisis kuantitatif dan kualitatif dilakukan dalam setiap tahapan implementasi kolaborasi Project-Based learning dan eksperimen sederhana . Sistem coding adalah terbuka di mana katagori yang muncul di luar kompetensi yang dirumuskan tetap dicatat untuk membantu analisis kualitatif. Namun beberapa katagori-katagori inti tetap di coding sebagai aksial sedangkan katagori yang muncul dalam proses akan membantu untuk menjelaskan katagori-katagori inti dan interprestasi hasil. Laporan penelitian akan menyajikan poin-poin penting karena itu secara selektif pengkodean dilakukan dengan tetap mengacu kepada katagori inti disertai analisis deskriptif kualitatif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBEDAAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA PELAJARAN HISTOLOGI BLOK BASIC SCIENCE-2 ANTARA METODE PEERASSISTED LEARNING (PAL) DAN KONVENSIONAL 2

PERBEDAAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA PELAJARAN HISTOLOGI BLOK BASIC SCIENCE-2 ANTARA METODE PEERASSISTED LEARNING (PAL) DAN KONVENSIONAL 2

Peer-Assisted Learning telah didefinisikan sebagai pengembangan pengetahuan dan keterampilan melalui bantuan aktif dan dukungan dari antara yang memiliki status yang sama dan memiliki kecocokan. Orang dengan kelompok status sosial yang sama dan bukan merupakan pengajar ahli saling membantu dan belajar bersama. Metode PAL sangat menarik bagi para pendidik, terutama dibidang pendidikan kedokteran karena terjadi pembatasan sumberdaya yang memacu pengajar harus menciptakan suasana belajar dengan biaya yang lebih rendah (Glynn et al., 2006). Metode ini merupakan variasi koperatif dan kolaboratif dari berbagai strategi pendidikan (Henning et al., 2008).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 M01859

M01859

ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri andayani). Hal ini kemudian dikemas sebagai Student Teacher Aesthetic Role-sharing (STAR). STAR adalah suatu kegiatan pembelajaran yang bersifat kolaboratif, interaktif, dan kontekstual untuk membawa perserta didik dan pendidik dalam suatu hubungan/suasana akademik yang lebih erat dan serasi. Strategi STAR atau SCL Plus memiliki berbagai macam metode pembelajaran; salah satu di antaranya adalah research-based learning (RBL) atau pembelajaran berbasis riset (PBR). Ditinjau dari aspek interaksi sosial di dalam proses pembelajaran maka ciri-ciri STAR sangat sesuai dengan ciri utama PBR, yaitu “berpikir tentang sesuatu yang sedang dikerjakan, mengerjakan sesuatu yang sedang dipikirkan”. Sementara itu, ditinjau dari aspek ins piratif, maka STAR merupakan “ruh” pembelajaran berbasis riset (PBR) (Diah Tri Widayati, dkk. 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

18. THATHIT MANON ANDINI

18. THATHIT MANON ANDINI

Students of this class also experienced with life skills issues such as self confidence and self independence. There weren’t initiative from students to answer or give feedback on translation project. They loved to keep silence if the teacher didn’t give prompts such as pointing at students to answer questions or even teacher should apply reinforcement approach in order to generate students’ initiative of answering. This shouldn’t happen by adult learners, as adult learners have responsibility in deciding the purpose of their learning.

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEER TEACHING. pdf

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEER TEACHING. pdf

Hal yang dipersiapkan Ibu Dra. Hj. Siti Ngatimah dalam rangka penerapan pembelajaran peer teaching jenis Jigsaw (Model Team Ahli) ini setelah perangkat pembelajaran adalah menyiapkan materi pelajaran secara tertulis dan membagi menjadi beberapa topik untuk dibagikan dan didiskusikan oleh siswa dalam kelompok topik sebelum siswa masuk dalam kelompok jigsaw (model team ahli). Hal itu dilakukan karena dengan diketahui berapa topik materi yang ada, maka memudahkan untuk menentukan berapa jumlah kelompok yang akan dibentuk.

Baca lebih lajut

THE INFLUENCE OF USINGPEER ASSISTED LEARNING STRATEGY (PALS) TOWARDS STUDENTS’READING COMPREHENSION AT THE SECOND SEMESTER OF THE TENTHGRADE AT MA AL-FATAH NATARIN 20172018 ACADEMIC YEAR A Thesis Submitted in a Partial Fulfillment of the Requirements for

THE INFLUENCE OF USINGPEER ASSISTED LEARNING STRATEGY (PALS) TOWARDS STUDENTS’READING COMPREHENSION AT THE SECOND SEMESTER OF THE TENTHGRADE AT MA AL-FATAH NATARIN 20172018 ACADEMIC YEAR A Thesis Submitted in a Partial Fulfillment of the Requirements for

Jagonalan Klaten in the academic year of 2013/2014. 6 It can be concluded that the researcher proposes the use of Peer Assisted Learning Strategy (PALS) as an alternative strategy that can be used for teaching English especially in teaching reading comprehension. Based on the explanation the differences between previous research and this research are, previous research is using descriptive text and this reseach using narrative text, then previous research in junior high school and this research in senior high school, after that previous research take place in Jagolagon Klaten Central Java and this research take place at Natar South Lampung, and the last previous research using qualitative research meanwhile this research using qualitative research.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

The effect of teaching simple present and present progressive tense through computer on the students' achievement of these tenses - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

The effect of teaching simple present and present progressive tense through computer on the students' achievement of these tenses - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

2.4.1. The Principles of Computer Assisted Instruction 24 2.4.2. The Advantages of Computer Assisted Instruction 25 2.4.3. The Hindrances of Computer Assisted Instruction 26 2.5. Computer Assisted Language Learning (CALL) 26 2.5.1. The Principles of Computer Assisted Language Learning 26 2.5.2. The Advantages of Computer Assisted Language Learning 27 2.5.3. The Hindrances of Computer Assisted Language Learning 27 2.6. The Role of Computer in the Teaching of Structure 28

Baca lebih lajut

T BING 1201147 Table of Content

T BING 1201147 Table of Content

CHAPTER III METHODOLOGY ........................ Error! Bookmark not defined. 3.1 Research Design ........................................... Error! Bookmark not defined. 3.2 Setting and Participant ................................. Error! Bookmark not defined. 3.3 Data Collection Techniques ......................... Error! Bookmark not defined. 3.3.1 Teaching and Learning Activities ......... Error! Bookmark not defined. 3.3.2 The Collection of Students’ Translation Error! Bookmark not defined. 3.3.3 Assessment Rurbric ............................... Error! Bookmark not defined. 3.3.4 Pretest and Posttest ................................ Error! Bookmark not defined. 3.3.5 Students' Journals .................................. Error! Bookmark not defined. 3.3.6 Interviews .............................................. Error! Bookmark not defined. 3.4 Data Analysis ............................................... Error! Bookmark not defined. 3.5 Chapter Summary ........................................ Error! Bookmark not defined.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

D IPA 0907789 Abstract

D IPA 0907789 Abstract

Pengembangan program Pemberdayaan Asisten Praktikum untuk Pelaksanaan Peer Assisted Learning (PAsPAL) telah dilakukan dan telah diteliti keefektifannya dalam praktikum Struktur dan Fungsi Tumbuhan ditinjau dari taksonomi baru Marzano. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods yang melibatkan data kualitatif tentang kemampuan enam orang asisten praktikum dan data kuantitatif tentang capaian hasil belajar tiga kelas praktikan. Data penguasaan materi praktikum dan keterampilan lab oleh asisten dijaring secara berkala menggunakan instrumen seleksi asisten. Kinerja asisten diobservasi menggunakan lembar observasi, sedangkan kemampuan asisten dalam menilai laporan praktikum menggunakan rubrik penilaian laporan, dan ketepatan soal praktikum bertakson Marzano yang disusun asisten dikonfirmasi berdasarkan karakter masing-masing level pemrosesan dari taksonomi baru Marzano. Capaian hasil belajar praktikan dijaring melalui pretes postes, penilaian lembar kegiatan mahasiswa (LKM), laporan praktikum serta skor pra UAS dan UAS. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua kemampuan asisten praktikum Struktur dan Fungsi Tumbuhan pada setiap level pemrosesan sudah berkembang dengan sangat baik, kecuali analisis. Sebagian besar kemampuan praktikan pada setiap level pemrosesan berkembang dengan baik. Secara keseluruhan program PAL ditanggapi positif oleh praktikan dan ditanggapi sangat positif oleh semua asisten praktikum.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

D IPA 0907789 Chapter5

D IPA 0907789 Chapter5

Program pemberdayaan asisten praktikum (PAsPAL) dapat diterapkan untuk melaksanaan Peer Assisted Learning (PAL) pada praktikum Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Karakteristik program PAsPAL berpusat pada perekrutan dan pembekalan kepada asisten (PAs) untuk melaksanakan PAL dalam praktikum dan untuk mengevaluasi hasil praktikum.

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI AFEKTIF (SOFTSKILLS) MAHASISWA PERAWAT MELALUI METODE PEMBELAJARAN PEERASSISTED LEARNING (PAL) | Andriani | Seminar Nasional dan Call for Paper #4 Prodi PPKn FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo 1 PB

PENINGKATAN KOMPETENSI AFEKTIF (SOFTSKILLS) MAHASISWA PERAWAT MELALUI METODE PEMBELAJARAN PEERASSISTED LEARNING (PAL) | Andriani | Seminar Nasional dan Call for Paper #4 Prodi PPKn FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo 1 PB

yang perlu disiapkan bagi mahasiswa untuk dapat survive ditempat kerja (Amer, 2011). Oleh karenanya, diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat menstimulus pengembangan softskills mahasiswa calon perawat. Salah satu metode pembelajaran student centered learning tipe cooperative learning yang dapat diterapkan adalah Peer-Assisted Learning (PAL). Metode PAL merupakan salah satu implementasi pembelajaran dalam kelompok kecil yang bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kompetensi intelektual dan professional, dan pengembangan kepribadian mahasiswa (Brown & Atkins, 2012). Metode Peer- Assisted Learning (PAL) terbukti efektif dan berperan dalam penguasaan komunikasi (Nestel & Kidd, 2005). PAL dapat meningkatkan pengetahuan dan tanggung jawab tutor (Brannangan, 2013). Penelitian lain menjelaskan bahwa PAL merupakan salah satu aspek yang berkembang pesat dalam pendidikan keperawatan yang telah terbukti mengembangkan kemampuan siswa dalam komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri (Stone, Cooper, & Cant, 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...