Pekerja Tambang

Top PDF Pekerja Tambang:

KARYA TULIS ILMIAH ANALISA KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PEKERJA TAMBANG KAPUR DI DAERAH AROSBAYA BANGKALAN MADURA

KARYA TULIS ILMIAH ANALISA KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PEKERJA TAMBANG KAPUR DI DAERAH AROSBAYA BANGKALAN MADURA

Dalam Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ ANALISA KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PEKERJA TAMBANG KAPUR DI DAERAH AROSBAYA BANGKALAN MADURA ”. Namun Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna sehingga segala saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna untuk menambah pengetahuan dimasa yang akan mendatang. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini memberimanfaat untuk kita semua.

17 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN TAMBANG BELERANG (Studi pada Pekerja Tambang Belerang di Taman Wisata Alam Kawah Ijen)

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN TAMBANG BELERANG (Studi pada Pekerja Tambang Belerang di Taman Wisata Alam Kawah Ijen)

Permasalahan lainnya adalah beban kerja yaitu setiap harinya pekerja tambang harus mengangkut belerang dua kali dari atas ke bawah dengan beban 40-50 kg dengan keranjang bambu. Selain itu, tidak lengkap dan tidak standarnya alat pelindung diri (APD) yang dipakai. Tanpa perlengkapan dan pelindung yang seharusnya melindungi mereka, pekerja tambang selalu menghirup dan bernafas dalam udara yang mengandung gas beracun setiap hari. Selanjutnya adalah masalah yang berkaitan dengan pemberian jaminan sosial tenaga kerja yang buruk. Masalah kesehatan yang diderita penambang umumnya adalah tulang keropos, batuk, sakit gigi, nyeri persendian, dan sesak napas. Para pekerja tambang belerang ini ketika sakit tidak segera mendapatkan pengobatan, dan kalaupun berobat mereka maksimal hanya sampai puskesmas dan itupun harus dengan biaya sendiri (Ma’rufi, 2014). Sejak tahun 1968 sampai saat ini jumlah pekerja tambang belerang yang ada sebanyak 478 orang (Arie, 2013).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Tambang Emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Tambang Emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017

Tindakan tidak aman merupakan unsur yang memegang peranan penting dalam mengakibatkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja tambang emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017.Kecelakaan kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan. Hubungan kerja disini dapat berarti bahwa kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan.

17 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Ketangguhan dan Dukungan Sosial terhadap Coping Stres pada Pekerja Tambang Batubara - Ubaya Repository

Hubungan Antara Ketangguhan dan Dukungan Sosial terhadap Coping Stres pada Pekerja Tambang Batubara - Ubaya Repository

Gaji sebagai pekerja tambang batubara tergolong cukup besar, hal ini yang akhirnya mendorong banyak masyarakat kalangan sosial rendah bermigrasi ke Kalimantan Timur, yang merupakan pusat tambang batubara kedua terbesar di Indonesia. Bekerja di perusahaan pertambangan batubara selain memperoleh gaji yang besar, namun juga diikuti oleh tuntutan kerja yang berat. Para pekerja harus siap bekerja jauh dari keluarga, bekerja di daerah terpencil, kesulitan komunikasi karena bekerja di daerah minim sinyal, bekerja tanpa mengenal istilah tanggal merah, bekerja dalam rentang waktu yang sangat panjang, banyak bekerja sendirian, dan bekerja di lokasi yang cuacanya ekstrem dan penuh resiko kecelakaan kerja. Bekerja di pertambangan batubara tidaklah mudah, untuk bisa bertahan para pekerja harus memiliki kepribadian yang tangguh dan mendapatkan dukungan sosial dari orang lain.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KAJIAN KESEJAHTERAAN PEKERJA TAMBANG EMAS DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS

KAJIAN KESEJAHTERAAN PEKERJA TAMBANG EMAS DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS

Aktifitas pertambangan emas membawa pengaruh pada kehidupan sosial khususnya kesejahteraan hidup pekerja tambang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan pekerja tambang emas di Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.

15 Baca lebih lajut

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Merkuri (Hg) Dalam Urin Pada Pekerja Tambang Emas di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Merkuri (Hg) Dalam Urin Pada Pekerja Tambang Emas di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan

dicampur dengan merkuri. Hal ini bertujuan untuk menghancurkan dan memisahkan batuan dengan emas. Selama proses amalgamasi pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan sepatu. Setelah proses amalgamasi selesai, hasil gilingan limbah dialirkan ke dalam bak pengendapan selanjutnya dibuang ke sungai sehingga sungai yang berada di daerah tersebut tercemar merkuri. Pemeriksaan kadar merkuri pada air sungai daerah tersebut yang dilakukan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Medan pada bulan Februari 2012 diperoleh kadar merkurinya sebanyak 0,0012 mg/L (nilai batas normal kadar merkuri dalam air menurut PP No. 18 Tahun 2008 dan SNI adalah 0,0001). Hasil survey lapangan dan wawancara yang dilakukan kepada Kepala Desa Panton Luas, selama ini belum ada pemeriksaan kadar merkuri dalam urin pada pekerja tambang emas di daerah tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Tambang Emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Tambang Emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017

Tindakan tidak aman merupakan unsur yang memegang peranan penting dalam mengakibatkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja tambang emas Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017.Kecelakaan kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan. Hubungan kerja disini dapat berarti bahwa kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan.

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DI CV BARA MITRA KENCANA (BMK) SAWAHLUNTO TAHUN 2014.

HUBUNGAN UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DI CV BARA MITRA KENCANA (BMK) SAWAHLUNTO TAHUN 2014.

Berdasarkan uraian data diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja tambang batubabara bawah tanah di CV. Bara Mitra Kencana (BMK) Sawahlunto Tahun 2014.

10 Baca lebih lajut

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA CIWARU KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI.

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA CIWARU KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI.

Sumber daya alam seperti air, udara, lahan, minyak, ikan, hutan, dan lain-lain merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Hilangnya atau berkurangnya ketersediaan sumber daya tersebut akan berdampak sangat besar bagi kelangsungan kehidupan manusia. Pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan manusia, sedangkan sebaliknya jika pengelolaan sumberdaya alam yang tidak baik akan berdampak buruk bagi manusia. Keberadaan tambang emas di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi berdampak terhadap kehidupan social ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai penambang emas. Perubahan social ekonomi ini tidak selalu berada pada keadaan yang tetap akan tetapi mengalami kenaikan dan penururan hal ini dapat disebut dengan gejala Dinamika Sosial Ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan penelitian kualitatif dan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur yang dianalisis dengan cara reduksi data, analisis data, dan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memahami bagaimana kondisi status social pekerja tambang emas tradisional (2) Memahami dinamika sosial ekonomi pekerja tambang emas tradisional (3)Memahami dampak perubahan mata pencaharian dari petani menjadi pekerja tambang emas tradisional. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa keberadaan tambang emas di Desa Ciwaru menjadi satu lapangan pekerjaan baru yang membuat banyak masyarakat yang beralih profesi dari petani menjadi pekerja tambang emas. Perubahan mata pencaharian ini berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi dan social para pekerja tambang emas. Akan tetapi perubahan yang dialami oleh pekerja tambang emas tidak berlangsung lama atau mengalami naik turun yang disebut dengan dinamika sosial ekonomi hal ini disebabkan karena sumber mineral emas dapat sewaktu-waktu habis jika pengolahannya tidak dilakukan dengan cara yang benar
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Merkuri (Hg) Dalam Urin Pada Pekerja Tambang Emas di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Merkuri (Hg) Dalam Urin Pada Pekerja Tambang Emas di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan

Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur logam berat yang mendapat perhatian utama dalam segi kesehatan karena bersifat toksik terhadap manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar merkuri (Hg) dalam urin pada pekerja tambang emas di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 30 orang. Data diperoleh dari kuesioner dan pemeriksaan laboratorium kadar merkuri dalam urin. Uji statistik yang digunakan adalah chi- square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar merkuri dalam urin pada pekerja tambang emas paling tinggi adalah 3,8 μ g/l dan paling rendah adalah 2,0 μ g/l, hasil uji bivariat diperoleh bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kadar merkuri dalam urin pekerja tambang emas adalah lama bekerja di pertambangan (p<0,05). Penelitian ini merekemondasikan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan kelompok kontrol untuk melihat perbedaan kadar merkuri pada orang yang terpapar merkuri secara langsung dengan pekerja tambang emas yang tidak terlibat dalam proses amalgamasi dan masyarakat setempat yang berisiko terpapar merkuri akibat pencemaran dari kegiatan pertambangan di desa tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA CIWARU KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI - repository UPI S SOS 11060 Title

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA CIWARU KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI - repository UPI S SOS 11060 Title

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA CIWARU KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI SKRIPSI Disusun untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Sarjana P[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN PADA PEKERJA TAMBANG BELERANG DI KAWAH IJEN, BANYUWANGI

ANALISIS HUBUNGAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN PADA PEKERJA TAMBANG BELERANG DI KAWAH IJEN, BANYUWANGI

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui 80% pendidikan para pekerja tambang adalah tidak sekolah bahkan hanya beberapa orang yang lulus SD. Status ekonomi para penambang masih rendah, hasil kerja para penambang tidak sesuai dengan beban kerja penambang, hasil tambang belerang hanya dihargai 800.00/kg belerang. Para penambang dalam sehari hanya menghasilkan 50kg/hari, dalam sehari para penambang hanya menghasilkan kurang lebih 40.000,00 sedangkan kebutuhan sehari-hari penambang untuk makan dan lain-lain juga banyak, pendapatan sebulan para pekerja tambang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para pekerja tambang. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap pola pemenuhan kebutuhan hidup termasuk kebutuhan layanan kesehatan. Pendapatan yang rendah para penambang menimbulkan kebiasaan untuk menghemat hidup sehingga kebutuhan layanan kesehatan terabaikan (P.D Blanc, et al. 2006).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan kejadian infeksi cacing tambang dengan anemia pada pekerja tambang intan tradisional Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru tahun 2014 The relationship of hookworm infection and anemia on the traditional diamond mine workers in

Hubungan kejadian infeksi cacing tambang dengan anemia pada pekerja tambang intan tradisional Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru tahun 2014 The relationship of hookworm infection and anemia on the traditional diamond mine workers in

Abstrak. Penyakit kecacingan yang diakibatkan oleh infeksi Soil Transmitted Helminth merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah infeksi cacing tambang dengan gejala klinik infeksi antara lain lesu, kurang konsentrasi, pucat, dan anemia yang berdampak pada menurunnya produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi kejadian infeksi cacing tambang dan anemia pada pekerja tambang intan tradisional. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain potong lintang dan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru pada bulan Maret-Oktober 2014. Subjek penelitian adalah penambang intan tradisional di Kelurahan Sungai Tiung sebanyak 129 orang yang dipilih secara purposif . Pengumpulan data dilakukan dengan survei pemeriksaan parasit pada sampel tinja, pemeriksaan hemoglobin, dan pengukuran status gizi dengan antropometri, serta wawancara terkait perilaku buang air besar dan penggunaan alas kaki. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif . Rata-rata umur responden pada usia produktif dan 59,7 % responden dengan masa kerja antara 1-5 tahun. Responden yang menderita infeksi cacing tambang hanya 6 orang (4,7%) dan yang mengalami anemia 8 orang (6,2%). Sebanyak 29,4% responden dengan status gizi yang kurus dan 18,6 % menyatakan BAB di sekitar tempat kerja serta sebagian besar tidak menggunakan alas kaki pada saat bekerja (86,9%). Kondisi masih ditemukannya pekerja yang terinfeksi cacing tambang disertai anemia membutuhkan adanya peningkatan promosi kesehatan dari pelayanan kesehatan setempat terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesadaran akan kebutuhan gizi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Deteksi Suspek Tuberculosis Paru Pada Pekerja Tambang Poboya Palu Sulawesi Tengah | Ria | Biocelebes 3929 12523 1 PB

Deteksi Suspek Tuberculosis Paru Pada Pekerja Tambang Poboya Palu Sulawesi Tengah | Ria | Biocelebes 3929 12523 1 PB

tersebut diketahui jumlah pekerja tambang sebanyak 250 orang. Mengumpulkan data rekam medik pekerja pertambangan pada Puskesmas Pembantu di Kel. Poboya Palu Sulawesi Tengah. Memberikan kuisioner pekerja pertambangan yang akan diambil sampel dahaknya (sputumnya), melakukan wawancara langsung kepada para pekerja tambang yang termasuk dalam suspek Tuberculosis Paru. Membagikan pot sampel (sputum) dan pengumpulan sampel sputum, untuk memperoleh sampel. Menjelaskan kepada para pekerja tambang tata cara dalam mengambil sputum dan memasukkannya kedalam pot sputum, pengumpulan sputum dilakukan setelah semua sputum telah diambil dari para penambang. Pengambilan sampel ini dilakukan sebanyak tiga kali yakni, sputum sewaktu pertama, sputum pagi dan sewaktu kedua.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ALIENASI PADA MANTAN PEKERJA TAMBANG DI DESA SATAR PUNDA, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT PASCA TUTUP TAMBANG - Unika Repository

ALIENASI PADA MANTAN PEKERJA TAMBANG DI DESA SATAR PUNDA, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT PASCA TUTUP TAMBANG - Unika Repository

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir Alienasi Pada Mantan Pekerja Tambang Pasca Tutup Tambang ...................................................... 44 Gambar 4.1 Peta Pembagian Wilayah Manggarai .................................. 55 Gambar 4.2 Kerangka Berpikir Alienasi Pasca Tutup Tambang pada Subyek 1 ............................................................................. 74 Gambar 4.3 Kerangka Berpikir Alienasi Pasca Tutup Tambang pada Subyek 2 ............................................................................. 94 Gambar 4.4 Kerangka Berpikir Alienasi Pasca Tutup Tambang pada Subyek 3 .......................................................................... 115 Gambar 4.5 Kerangka Berpikir Alienasi Pasca Tutup Tambang pada
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA TAMBANG PASIR GALI DI DESA PEGIRINGAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2013.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA TAMBANG PASIR GALI DI DESA PEGIRINGAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2013.

Tambang pasir di Desa pegiringan termasuk dalam jenis pertambangan golongan C dengan jumlah pekerja mencapai 343 orang, yang dikelola oleh masyarakat sekitar dan tanpa adanya campur tangan dari pemerintah daerah. Pasir yang dihasilkan dipertambangan ini terkenal memiliki kualitas yang baik karena tidak tercampur dengan banyak tanah. Pertambangan ini masuk dalam jenis pekerjaan informal karena tidak berbadan hukum, siapapun boleh memasuki area tambang tanpa adanya izin dari pengelola, ketrampilan diperoleh dari luar sekolah. Dalam pengerjaannya tugas dibagi menjadi 3 bagian yaitu pekerja yang bertugas mengeruk tanah bagian atas dan bagian yang lain adalah mengeruk material pasir dibagian bawah, dan menaikan material ke atas truk pengangkut. Pekerja dibagian bawah termasuk dalam pekerjaan yang berbahaya karena cenderung terjadi kecelakaan seperti tertimpa batu dan tanah dari bagian atas yang sewaktu-waktu dapat longsor dan menimpa pekerja di bagian ini. Dari 2 kejadian kecelakaan terakhir pada tahun 2013 ini semuanya dialami oleh pekerja dibagian bawah yaitu yang bertugas mengeruk material pasir, umumnya kejadian terjadi secara tiba-tiba karena tanah dibagian atas longsor dan menimpa pekerja dibawahnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

2. Konsep Geografi - KAJIAN KESEJAHTERAAN PEKERJA TAMBANG EMAS DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan

2. Konsep Geografi - KAJIAN KESEJAHTERAAN PEKERJA TAMBANG EMAS DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan

c) Perlindungan ekonomis, yaitu suatu jenis perlindungan yang berkaitan dengan usaha untuk memberikan kepada pekerja atau buruh suatu penghasilan yang cukup guna memenuhi keperluan sehari-hari baginya dan keluarganya, termasuk dalam hal pekerja atau buruh yang tidak mampu bekerja karena sesuatu diluar kehendaknya. Perlindungan jenis ini biasanya disebut dengan jaminan sosial.

23 Baca lebih lajut

Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Iklim dalam Pemanfaatan Ruang Pesisir (Studi Kasus: Desa Batu Belubang, Bangka) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Iklim dalam Pemanfaatan Ruang Pesisir (Studi Kasus: Desa Batu Belubang, Bangka) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Outcomes yang dihasilkan dalam peralihan mata pencaharian ini memiliki 2 sisi. Di satu sisi, peralihan ini memberikan outcomes positif dengan meningkatkan pendapatan dan memunculkan adanya multiplier effect sehingga lingkup peningkatan ekonomi dan kesejahteraan meluas, tidak hanya bagi pekerja tambang. Akan tetapi, di sisi lain, peralihan aktivitas dengan TI apung ini juga menghasilkan outcomes negatif yakni kerusakan lingkungan yang parah, dan ketergantungan masyarakat akan hasil instan dalam jumlah besar dari alam. Outcomes positif memberikan peningkatan kapasitas ekonomi bagi masyarakat akan tetapi disisi lainnya outcomes negatif memicu adanya kerentanan baru di kemudian hari setelah usaha pertambangan sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan karena hasil akhirnya hanyalah kerusakan lingkungan. Hal ini akan berimplikasi sangat buruk bagi keberlanjutan usaha perikanan tangkap mereka sebagai nelayan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

S SOS 1106012 Chapter1

S SOS 1106012 Chapter1

Dari segi ekonomi kehidupan para pekerja tambang menjadi lebih baik dari pekerjaan sebelumnya hal ini dibuktikan dari kemampuan para pekerja tambang untuk membeli kendaraaan bermotor dan lainnya akan tetapi hal ini biasanya tidak berlangsung lama. Karena emas merupakan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui ketika emas tersebut habis maka kehidupan para pekerja tambang akan kembali seperti semula. Selain itu karena mayoritas keberadaan tambang ini merupakan milik perseorangan masyarakat rela menjual harta bendanya untuk modal dalam menjalankan tambang emas tradisional, hal inilah yang membuat kehidupan ekonomi masyarakat mengalami naik turun dalam segi ekonomi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 8218 documents...