Pelaksanaan Pendaftaran Tanah

Top PDF Pelaksanaan Pendaftaran Tanah:

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) BERDASARKAN PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2016 (STUDI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT) - Repository UNRAM

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) BERDASARKAN PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2016 (STUDI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT) - Repository UNRAM

Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kendala yang timbul serta bagaimana solusi dalam penanggulangannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris berdasarkan dengan cara mengkaji dan melihat secara langsung penerapan peraturan perundang-undangan di lapangan. Pendaftaran tanah sistematis lengkap dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku yang bertujuan untuk percepatan pemberian jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah. Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan berupa masih banyaknya sengketa pada tanah-tanah yang menjadi obyek pendaftaran tanah baik sengketa hak maupun sengketa batas, ketidaksanggupan peserta untuk melengkapi persyaratan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah, tenaga/petugas pengumpul data yang tidak memadai. Solusi yang dilakukan dalam penanggulangan kendala yang terjadi adalah apabila tejadi sengketa maka petugas adjudikasi bersama dengan kepala desa melakukan upaya damai dengan cara memediasi pihak-pihak yang bersengketa, bagi pemilik tanah yang tidak berada di tempat ataupun pemilik tanah yang belum melengkapi persyaratan maka tanahnya juga dicatat sebagai tanah tidak terdaftar.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH WAKAF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH WAKAF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah wakaf para pihak yaitu Tidak lengkapnya persyaratan yang dibutuhkan baik pada tahap pembuatan akta ikrar wakaf maupun pengurusan pendaftaran tanah wakaf, Terbatasnya pengetahuan yang dimiliki oleh wakif/nazhir mengenai tata cara pendaftaran tanah wakaf sebagai kurangnya sosialisasi tentang tata cara perwakafan tanah, Wakif dan nadzir beranggapan bahwa untuk mengurus pendaftaran tanah wakaf memerlukan biaya yang mahal padahal untuk mengurus pendaftaran tanah wakaf tidak dikenakan biaya, kecuali biaya pengukuran dan biaya materai. Dalam hal ini terlihat kurangnya koordinasi dan transparansi yang baik untuk masalah biaya antar Kantor Pertanahan dan Kantor Kementerian Agama.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH MELALUI PENDAFTARAN MANDIRI AKTA TANAH SECARA ONLINE DI KABUPATEN SUKOHARJO.

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH MELALUI PENDAFTARAN MANDIRI AKTA TANAH SECARA ONLINE DI KABUPATEN SUKOHARJO.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Efektifitas Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melalui Pendaftaran Mandiri Akta Tanah secara Online di Kabupaten Sukoharjo. (2) Kendala – kendala dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melalui Pendaftaran Mandiri Akta Tanah secara Online di Kabupaten Sukoharjo serta solusi untuk permasalahan tersebut.

10 Baca lebih lajut

pelaksanaan pendaftaran tanah menurut hukum undang undang

pelaksanaan pendaftaran tanah menurut hukum undang undang

Guna mewujudkan hal itu, melalui Pasal 19 UUPA telah ditetapkan ketentuan dasar pendaftaran tanah, sebagai berikut : ayat (1) Untuk menjamin kepastian hukum, oleh pemerintah diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia, menurut ketentuan yang diatur dengan peraturan pemerintah., ayat (2) Pendaftaran tanah tersebut pada ayat (1) meliputi :

0 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTANIAN HASIL REDISTRIBUSI YANG BERASAL DARI TANAH ABSENTEE DI KABUPATEN BANTUL.

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTANIAN HASIL REDISTRIBUSI YANG BERASAL DARI TANAH ABSENTEE DI KABUPATEN BANTUL.

Hasil penelitian di Kabupaten Bantul menunjukkan, proses pelaksanaan redistribusi tanah pertanian dilakukan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, terdiri dari pemberian hak milik kepada 54 orang petani penggarap tanah Absentee seluas 2.1740 Hektar, pemberian hak milik kepada 69 orang petani penggarap tanah Absentee seluas 1.8152 Hektar, pemberian hak milik kepada 74 orang petani penggarap tanah Absentee seluas 3.0362 Hektar, pemberian hak milik kepada 105 orang petani tanah obyek landreform yang bera ra rasa sa sal l da da dari r tanah absentee tersebut diredistribusi kepada para petani pen ngg gg ggarap yang memenuhi hi i s s sya ya y rat. Selanjutnya yang terma dalam kriteria per er erlu lu lu ada penelitian kembali pada tah h hun un un 1987 dan 1989 diada penelitian kem em embali di Desa den en enga ga gan n n me me memi mi m nt n a pe p p njelasan dar ri i i aparat Desa dan p penggara a ap p p tanah, seh eh ehin n ngg gga gg a a dipe e ero ro role le leh h h da da data ta ta b b bah a ah wa wa wa tan an anah a a -tanah pad ad ada kriteria terse diny y yat at atakan seb b bag ag agai ber er erik kut :
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Minang

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Minang

Kendala-kendala sosiologis yang berupa kuatnya adat yang masih mengikat, banyaknya anggota masyarakat yang merantau, aksebilitas suatu desa ke kota dan kendala yuridis yang berupa subjek pendaftaran tanah ulayat, eksestensi dan batas dan suatu tanah ulayat merupakan beberapa dari sekian banyak kendala yang terdapat di lokasi penelitian yang dapat mempengaruhi minat masyarakat adat dan menimbulkan sengketa yang memerlukan penyelesaian yang cepat dari pemerintah, sehingga tidak menghambat pelaksanaan dan pemasyarakatan UUPA dan PP 24 tahun 1997 serta peraturan-peraturan penunjang lainnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

Skripsi yang berjudul “ PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR (SETELAH BERLAKUNYA P. P. NO. 24 TAHUN 1997)”, yang disusun oleh saudara ANDI ASTRIYANTI PRATIWI Nim. 10600106011, mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah yang diselenggarakan pada hari selasa, tanggal 20 Juli 2010 M, bertepatan dengan 08 Sya’ban 1431 H dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Hukum (S. H), tanpa (dengan beberapa) perbaikan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH UNTUK PERUMAHAN DI KABUPATEN PATI

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH UNTUK PERUMAHAN DI KABUPATEN PATI

Suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut. Bahwa orang yang tidak dapat menuntut tanahnya yang sudah bersertifikat atas nama orang atau badan hukum lain, jika selama 5 (lima) tahun sejak dikeluarkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan atau tidak mengajukan gugatan pengadilan, sedangkan tanah tersebut diperoleh orang atau badan hukum lain tersebut dengan itikad baik dan secara fisik nyata dikuasai olehnya atau oleh orang lain atau badan hukum yang mendapat persetujuannya.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat...

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat...

Tanah merupakan unsur yang penting bagi kelanjutan hidup manusia oleh karena itu pemerintah merasa perlu untuk melindungi setiap subjek yang memiliki hak terhadap setiap bidang tanah dengan jalan menetapkan PP 24/97. Namun pelaksanaan PP 24/97 ini tidak dapat berjalan secara maksimal terhadap tanah yang dimiliki oleh masyarakat adat di Kabupaten Tanah Datar sebagai harta pusaka yang diperoleh secara turun temurun tanpa alas hak yang kuat yang disebut juga dengan tanah ulayat, hal ini dapat terlihat dari jumlah persil tanah yang didaftarkan hanya mencapai 7,9 % yang berarti masih dibawah rata-rata Nasional sebesar 30 % dan dibawah rata-rata daerah sebesar 17 %, oleh karena itu perlu diadakan suatu penelitian tentang kendala-kendala sosiologis dan yuridis yang menghambat pendaftaran tanah tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

Menurut hasil pengamatan dan wawancara langsung dengan Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kota Tebing Tinggi langkah - langkah yang sudah mulai dilaksanakan dalam meningkatkan pelayanan di bidang pertanahan kepada masyarakat adalah dengan membuat daftar-daftar bagi tanah-tanah yang telah didaftar pada kantor pertanahan tersebut. Adapun daftar - daftar yang dimaksud sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 jo. PMNA/KBPN No. 3 tahun 1997 yaitu daftar tanah, daftar nama, daftar buku tanah dan daftar surat ukur. Daftar tanah ini dibuat untuk mencatat tanah-tanah yang ada dalam satu desa baik tanah yang sudah ada haknya maupun tanah yang belum ada haknya seperti tanah negara, tetapi untuk pembuatan daftar tanah tersebut belum secara menyeluruh dilaksanakan, karena mengingat kurangnya biaya yang tersedia untuk menyelenggarakannya.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

bidang tanah dari setiap bidang tanah yang telah terdaftar atau tanah yang sudah bersertipikat. Dalam setiap melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah pertama kali, peta pendaftaran ini digunakan selbagai alat kontrol dalam proses pengukuran dan pemetaan dalam rangka permohonan hak, dengan maksud untuk menghindari terjadinya tumpang tindih (overlap) penerbitan sertipikat tanah. Disamping tersedianya informasi yang bersumber dari peta pendaftaran dan peta situasi tersebut, juga pada kontor pertanahan tersedia informasi data-data berbentuk digital yang meliputi data tekstual dan spasial yang tersimpan dalam sistem data base Komputerisasi Kantor Pertanahan (GEO KKP). Keadaan ini dapat memberikan terjaminnya kebenaran informasi mengenai lokasi, posisi, luas, batas dan pemilik bidang-bidang tanah. Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka tujuan pendaftaran tanah sebagaimana yang ditentukan dalam pasal 3 PP No.24 tahun 1997 yaitu tersedianya informasi kepada pihak yang berkepentingan dan terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH ATAS DASAR HIBAH WASIAT (Studi di Kantor Pertanahan Kota Magelang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH ATAS DASAR HIBAH WASIAT (Studi di Kantor Pertanahan Kota Magelang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan pendaftaran peralihan hak atas tanah dengan dasar hibah wasiat di Kota Magelang belum sesuai asas-asas pendaftaran tanah. upaya dalam mengatasi hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pendaftaran tanah karena hibah wasiat tersebut

2 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis tentang Permohonan dan Pemberian Hak Atas Tanah Menurut Hukum Agraria di Indonesia

Tinjauan Yuridis tentang Permohonan dan Pemberian Hak Atas Tanah Menurut Hukum Agraria di Indonesia

Pasal 19 Undang-Undang Pokok Agraria Juncto pasal 1 Angka 20 Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997 secara eksplisit menyatakan sertifikat adalah surat tanda bukti hak atas tanah. Namun dalam perkembangan, eksistensi sertifikat hak atas tanah tidak hanya dipandang dari segi hukum semata, juga segi sosial, ekonomi, politik, pertahanan, dan keamanan, bahkan di era globalisasi saat ini lalu lintas transaksi bidang pertanahan menjadi semakin ramai hingga bermuara kepada upaya efektifitas, efisiensi, dan transparansi penegakan hukum (law enforcement) bidang pendaftaran tanah, antara lain melalui upaya penyatuan persepsi peraturan perundang-undangan terkait dengan persyaratan permohonan sertifikat hak atas tanah di kantor pertanahan. 2
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALABADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2005

IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALABADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2005

Pada saat ini jumlah karyawan karyawati Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi sebanyak 51 orang yang terdiri dari 1 orang selaku Kepala Kantor, 6 orang selaku Kepala Seksi dan Kasubag TU, 14 orang selaku Kepala Sub Seksi dan Kepala Urusan serta sisanya staf. Masing – masing bertugas dan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing.Namun perlu diketahui bahwa untuk jabatan Kepala Sub Seksi ada 2 jabatan yang kosong, yaitu Kepala Sub Seksi Perkara Pertanahan dan Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak.Dengan belum terisinya jabatan yang lowong tersebut sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan pendaftaran tanah pertama kali, disini peran dan fungsi dari Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak yang penting dan dominan,namun dalam pelaksanaan tugas sehari – hari dengan menunjuk salah satu dari Kepala Sub Seksi yang ada untuk melaksanakan tugas tersebut, dan ini sangat berpengaruh sekali dalam pelaksanaan tugasnya dan hasilnya tidak bisa maksimal terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.Begitu pula kekosongan jabatan untuk Kepala Sub Seksi Perkara juga sangat berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan yang ada.Memang untuk mengatasi hal ini perlunya adanya suatu kebijakan dari atasan.
Baca lebih lanjut

261 Baca lebih lajut

Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Negara Agraria   Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997

Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Negara Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997

Gambar ukur bidang tanah yang dibuat karena adanya perubahan data fisik disatukan dalam jilitan yang telah ada atau yang baru dimana letaknya disesuaikan dengan nomor gambar ukurnya. Gambar ukur yang lama tetap berada pada posisi semula, tetapi pada bagian muka lembar gambar ukur harus ditandai dengan cara mencoret silang serta dibubuhi catatan “ Diganti dengan nomor xxxxxx ( tulis nomor gambar ukur yang baru). Jika gambar ukur berisi lebih dari satu bidang tanah maka yang dicoret adalah nomor bidang yang mengalami perubahan dan pada kolom Keterangan ditulis catatan “ Diganti dengan nomor xxxxxxx (tulis nomor gambar ukur yang baru). Selain lembar gambar ukur DI 107 atau DI 107A, jika ada lembar yang disatukan dengan lembar gambar ukur tersebut seperti salinan peta garis/foto atau blow up juga harus ditandai. Selain gambar ukur, data-data yang berhubungan dengan bidang dimaksud harus dicoret.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kajian Pendaftaran Tanah Dari Pembagian Warisan Setelah PP 24 Tahun 1997 (Studi Penelitian Di Kecamatan gunung Sitoli Kabupaten Nias)

Kajian Pendaftaran Tanah Dari Pembagian Warisan Setelah PP 24 Tahun 1997 (Studi Penelitian Di Kecamatan gunung Sitoli Kabupaten Nias)

Dari hasil penelitian bahwa pelaksanaan proses pendaftaran tanah atau peralihan hak atas tanah dari pembagian warisan di Kecamatan Gunungsitoli telah di lakukan sebagaimana yang telah di isyaratkan oleh penjelasan Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yang menyatakan bahwa”peralihan hak karena warisan terjadi karena hukum pada saat yang bersangkutan meninggal dunia,artinya sejak itulah para ahli waris menjadi pemegang haknya yang baru dengan menunjukkan surat bukti sebagai ahli waris, atau surat keterangan ahli waris, atau surat penetapan ahli waris, atau surat keterangan ahli waris walaupun tidak semaksimal mungkin di lakukan oleh masyarakat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Nias karena menemui kendala-kendala yang di hadapi bersama baik kendala dari masyarakat Nias sendiri maupun dari kalangan Kantor Pertanahan Kabupaten Nias. Adapun kendala-kendala yang di hadapi tersebut yang timbul dari kalangan masyarakat adalah: faktor budaya hukum masyarakat setempat, ketidakfahaman akan fungsi dan kegunaan sertifikat oleh pemegang hak, ekonomi dan pendidikan masyarakat, biaya yang cukup mahal, dan faktor birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Sedangkan kendala yang timbul dari pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Nias adalah: faktor keterbatasan teknis lapangan dan sarana serta prasarana, kurangnya dana dan anggaran penyuluhan dan sosialisasi tentang pendaftaran tanah. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut maka di harapkan kepada pemerintah setempat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Nias melakukan upaya–upaya seperti memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kegunaan dan fungsi sertifikat,meningkatkan ekonomi pendapatan masyarakat, meningkatkan kwalitas pendidikan masyarakat, memberikan kemudahan-kemudahan dalam kepengurusan dan keringanan biaya kepada masyarakat, serta peningkatan sarana dan prasarana pelaksana teknis Kantor Pertanahan Kabupaten Nias. Disamping itu juga sabgat di harapkan seluruh dukungan masyarakat agar mendukung program pemerintah dan Kantor Pertanahan Kabupaten Nias tentang budaya pendaftaran tanah.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Hukum Agraria SP - Rahmad Hendra, SH.,M.Kn.

Hukum Agraria SP - Rahmad Hendra, SH.,M.Kn.

Kegiatan Pendaftaran Tanah di Indonesia sejak penjajahan Belanda telah ada khususnya untuk mengelola hak-hak barat dan pada zaman awal kemerdekaan pendaftaran tanah di Indonesia berada di Departemen Kehakiman yang bertujuan untuk menyempurnakan kedudukan dan kepastian hak atas tanah yang meliputi :

Baca lebih lajut

LATAR BELAKANG - TINJAUAN HUKUM PROGRAM NASIONAL AGRARIA DI KABUPATEN SUKOHARJO

LATAR BELAKANG - TINJAUAN HUKUM PROGRAM NASIONAL AGRARIA DI KABUPATEN SUKOHARJO

Ayat 3 untuk mencapai tertib administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c setiap bidang tanah dan satuan rumah susun termausk perilahan, pembebanan dan hak milik atas satuan rumah susun wajib didaftarkan di dalam menemui penjelasan UUPA dijelaskan bahwa yang menjadi dasar-dasar untuk mengadakan kepastian hukum adalah usaha-usaha yang menuju ke arah kepastian hak atas tanah itu terdapat pada ketentuan-ketentuan dan dari pasal-pasal yang mengatur tentang pendaftaran tanah yaitu terdapat dalam pasal UUPA Pasal 19, 23, 32, dan pasal 38. Pengaturan dalam Pasal 23, 32, dan pasal 36 ini ditujukan kepada para pemegang hak yang bersangkutan, dengan maksud mereka memperoleh kepastian haknya. Pendaftaran tanah ini akan deselenggarakan dengan mengingat pada kepentingan serta keadaan negara, masyarakat, sosial ekonomi juga kemungkinan-kemungkinan dalam personil dan lperalatannya. Oleh karena itu penyelenggaraan pendaftaran tanah terus menerus dilaksanakan baik melalui PRONA dan swadaya masyarakat lambat laun tanah selutruh wilayah Republik Indonesia bersertifikat semua.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

peraturan menteri pertanian dan agraria nomor 6 tahun 1964 ttg pendaftaran hak

peraturan menteri pertanian dan agraria nomor 6 tahun 1964 ttg pendaftaran hak

d. bahwa berhubungan dengan itu pendaftaran daripada tanah-tanah tersebut di atas yang terletak di luar daerah-daerah yang dimaksudkan dalam huruf b sebaiknya diselenggarakan juga menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961, hingga terdapatlah kesatuan di dalam peraturan-peraturan yang bersangkutan;

Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM TERHADAP SISTEM PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KABUPATEN MOROWALI | SULISTIATI | Legal Opinion 5682 18747 2 PB

TINJAUAN HUKUM TERHADAP SISTEM PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KABUPATEN MOROWALI | SULISTIATI | Legal Opinion 5682 18747 2 PB

. Kondisi sebagaimana ditegaskan diatas, terjadi diseluruh wilayah RI. karena yang menentukan lokasi pendaftaran tanah ditentukan BPN dilingkungan wilayah Kabupaten/Kota masing-masing sesuai dengan usulan kepada Menteri Agraria/Ka BPN RI. Demikian pula halnya Kabupaten Morowali dalam pelaksanaan pendaftaran tanah dilaksanakan dengan dua bentuk pendaftaran tanah baik secara sistematik maupun secara sporadik. Walaupun oleh pemerintah pelaksanaan pendaftaran tanah secara sistematik akan diutamakan namun karena keterbatasan- keterbatasan dalam pendanaan, sehingga tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pendaftaran secara sporadik akan lebih banyak dilakukan dalam suatu daerah. Pendaftaran tanah secara sporadik di Kabupaten Morawali banyak dilakukan masyarakat disebabkan kebutuhan akan kepastian hukum dan hak atas tanah sangat diperlukan. Apalagi sebagai suatu Kabupaten yang baru terbentuk tentunya pembangunan fisik sangat padat diberbagai bidang. Kondisi demikian akan memicu pula pemanfaatan tanah yang demikian besar, sehingga akan berpengaruh terhadap kebutuhan akan kepastian hukum dan hak atas tanah
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...