Pelaksanaan Pendaftaran Tanah

Top PDF Pelaksanaan Pendaftaran Tanah:

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) BERDASARKAN PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2016 (STUDI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT) - Repository UNRAM

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) BERDASARKAN PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2016 (STUDI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT) - Repository UNRAM

Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kendala yang timbul serta bagaimana solusi dalam penanggulangannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris berdasarkan dengan cara mengkaji dan melihat secara langsung penerapan peraturan perundang-undangan di lapangan. Pendaftaran tanah sistematis lengkap dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku yang bertujuan untuk percepatan pemberian jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah. Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan berupa masih banyaknya sengketa pada tanah-tanah yang menjadi obyek pendaftaran tanah baik sengketa hak maupun sengketa batas, ketidaksanggupan peserta untuk melengkapi persyaratan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah, tenaga/petugas pengumpul data yang tidak memadai. Solusi yang dilakukan dalam penanggulangan kendala yang terjadi adalah apabila tejadi sengketa maka petugas adjudikasi bersama dengan kepala desa melakukan upaya damai dengan cara memediasi pihak-pihak yang bersengketa, bagi pemilik tanah yang tidak berada di tempat ataupun pemilik tanah yang belum melengkapi persyaratan maka tanahnya juga dicatat sebagai tanah tidak terdaftar.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH MELALUI PENDAFTARAN MANDIRI AKTA TANAH SECARA ONLINE DI KABUPATEN SUKOHARJO.

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH MELALUI PENDAFTARAN MANDIRI AKTA TANAH SECARA ONLINE DI KABUPATEN SUKOHARJO.

Puji Syukur karena AnugrahNya diberikan kepada kita semua. Penulis diberikan keyakinan dan kemampuan serta kekuatan untuk menyelesaikan tugas akhir S2 Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Adapun penulis mengambil judul : Efektifitas Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melalui Pendaftaran Mandiri Akta Tanah Secara Online di Kabupaten Sukoharjo.

10 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

Skripsi yang berjudul “ PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR (SETELAH BERLAKUNYA P. P. NO. 24 TAHUN 1997)”, yang disusun oleh saudara ANDI ASTRIYANTI PRATIWI Nim. 10600106011, mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah yang diselenggarakan pada hari selasa, tanggal 20 Juli 2010 M, bertepatan dengan 08 Sya’ban 1431 H dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Hukum (S. H), tanpa (dengan beberapa) perbaikan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH WAKAF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH WAKAF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dengan masih adanya tanah wakaf yang belum bersertifikat, di Kabupaten Rembang. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka permasalahan yang dapat dikemukakan dalam tesis ini adalah : Bagaimana pelaksanaan pendaftaran tanah wakaf berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf di Kabupaten Rembang?, Apa saja hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah wakaf di Kabupaten Rembang dan bagaimana mengatasi hambatan tersebut?Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan pihak yang terkait dan studi kepustakaan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH UNTUK PERUMAHAN DI KABUPATEN PATI

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH UNTUK PERUMAHAN DI KABUPATEN PATI

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksaan pendaftaran tanah untuk perumahan di Kabupaten Pati sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, kendala pertama adalaha lamanya perubahan letter C ke sertifikat dikarenakan untuk mengetahui apakah tanah tersebut sudah ada yang mempunyai hak atau apakah belum, sehingga waktu yang diperlukan lama. Dan kendala yang lain adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengurus pendaftaran tanah secara sendiri karena menggunakan praktek percaloan untuk membantu mengurus pendaftaran tanah. Pada hal Badan Pertanahan Nasional sudah mengkampenyekan pendaftaran untuk dilakukan dengan sendiri, karena pendaftaran tanah untuk saat ini sudah lebih mudah sehingga warga dapat mengurusnya sendiri tanpa perlu bantuan calo.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTANIAN HASIL REDISTRIBUSI YANG BERASAL DARI TANAH ABSENTEE DI KABUPATEN BANTUL.

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTANIAN HASIL REDISTRIBUSI YANG BERASAL DARI TANAH ABSENTEE DI KABUPATEN BANTUL.

Redistribusi i t tan anah ah (redi distri ribu usi i b ba aru) u) di Da Daer erah ah Istimewa Yo Yo Yogyakarta a a h h ha a a be e erasal dari tanah A Abs bsen nte tee e, maka a pe pe rlun l unya dilaksanakan in n nventar r ris is isasi i id d den enti tifi fika kasi si t terh had dap k kemungkinan-kemungki kinan bahw ba hwa a ta tana nah h h-ta a an n nah te te t rs rs rse berpot oten ensi si i s s seb eb ebag ag agai ai ai t tan an nah ah ah A A Abs bs bsen e e tee, d dib d ib ibua ua uat t t si si sils lsil ilah ah ah pen p p en engg gg ggar arap apannya deng g gan an an j j je para Kepala Desa dan jajaranny y ya a be b b rsedia dan sanggup memenuhi pe pe pers rs sya ya yarat pe
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

pelaksanaan pendaftaran tanah menurut hukum undang undang

pelaksanaan pendaftaran tanah menurut hukum undang undang

Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) merupakan peraturan dasar yang mengatur penguasaan, pemilikan, peruntukan, penggunaan dan pengendalian pemanfaatan tanah yang bertujuan terselenggaranya pengelolaan dan pemanfaatan tanah sebesar-besar kemakmuran rakyat. Salah satu aspek yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut adalah mengenai kepastian hak atas tanah, yang menjadi dasar utama dalam rangka kepastian hukum pemilikan tanah.

0 Baca lebih lajut

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat...

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat...

As a tool for maintain a research, the writer uses analytical description writing method and juridical-sociological theory. Sample which is used are from the local community from Tanah Datar Regency, West Sumatera., by randomize the sample. Primary and secondary data are taken from field and library research, while the way to garb it is by interviews and fill up the questionnaire. The method for analyzing the data is qualitative method, but its possible to used qualitative method, by classify it into inductive-deductive conclusion.

5 Baca lebih lajut

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Minang

Beberapa Kendala Yuridis Dan Sosiologis Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Minang

Kendala-kendala sosiologis yang berupa kuatnya adat yang masih mengikat, banyaknya anggota masyarakat yang merantau, aksebilitas suatu desa ke kota dan kendala yuridis yang berupa subjek pendaftaran tanah ulayat, eksestensi dan batas dan suatu tanah ulayat merupakan beberapa dari sekian banyak kendala yang terdapat di lokasi penelitian yang dapat mempengaruhi minat masyarakat adat dan menimbulkan sengketa yang memerlukan penyelesaian yang cepat dari pemerintah, sehingga tidak menghambat pelaksanaan dan pemasyarakatan UUPA dan PP 24 tahun 1997 serta peraturan-peraturan penunjang lainnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

bidang tanah dari setiap bidang tanah yang telah terdaftar atau tanah yang sudah bersertipikat. Dalam setiap melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah pertama kali, peta pendaftaran ini digunakan selbagai alat kontrol dalam proses pengukuran dan pemetaan dalam rangka permohonan hak, dengan maksud untuk menghindari terjadinya tumpang tindih (overlap) penerbitan sertipikat tanah. Disamping tersedianya informasi yang bersumber dari peta pendaftaran dan peta situasi tersebut, juga pada kontor pertanahan tersedia informasi data-data berbentuk digital yang meliputi data tekstual dan spasial yang tersimpan dalam sistem data base Komputerisasi Kantor Pertanahan (GEO KKP). Keadaan ini dapat memberikan terjaminnya kebenaran informasi mengenai lokasi, posisi, luas, batas dan pemilik bidang-bidang tanah. Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka tujuan pendaftaran tanah sebagaimana yang ditentukan dalam pasal 3 PP No.24 tahun 1997 yaitu tersedianya informasi kepada pihak yang berkepentingan dan terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

BAB II PELAKASANAAN PENDAFTARAN TANAH GUNA TERWUJUDNYA CATUR TERTIB PERTANAHAN DI TEBING TINGGI A. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah 1. Pengertian Pendaftaran Tanah - Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Terhadap Terwujudnya Catur Tertib Pertanahan Di Kota

bidang tanah dari setiap bidang tanah yang telah terdaftar atau tanah yang sudah bersertipikat. Dalam setiap melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah pertama kali, peta pendaftaran ini digunakan selbagai alat kontrol dalam proses pengukuran dan pemetaan dalam rangka permohonan hak, dengan maksud untuk menghindari terjadinya tumpang tindih (overlap) penerbitan sertipikat tanah. Disamping tersedianya informasi yang bersumber dari peta pendaftaran dan peta situasi tersebut, juga pada kontor pertanahan tersedia informasi data-data berbentuk digital yang meliputi data tekstual dan spasial yang tersimpan dalam sistem data base Komputerisasi Kantor Pertanahan (GEO KKP). Keadaan ini dapat memberikan terjaminnya kebenaran informasi mengenai lokasi, posisi, luas, batas dan pemilik bidang-bidang tanah. Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka tujuan pendaftaran tanah sebagaimana yang ditentukan dalam pasal 3 PP No.24 tahun 1997 yaitu tersedianya informasi kepada pihak yang berkepentingan dan terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM TERHADAP SISTEM PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KABUPATEN MOROWALI | SULISTIATI | Legal Opinion 5682 18747 2 PB

TINJAUAN HUKUM TERHADAP SISTEM PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KABUPATEN MOROWALI | SULISTIATI | Legal Opinion 5682 18747 2 PB

. Kondisi sebagaimana ditegaskan diatas, terjadi diseluruh wilayah RI. karena yang menentukan lokasi pendaftaran tanah ditentukan BPN dilingkungan wilayah Kabupaten/Kota masing-masing sesuai dengan usulan kepada Menteri Agraria/Ka BPN RI. Demikian pula halnya Kabupaten Morowali dalam pelaksanaan pendaftaran tanah dilaksanakan dengan dua bentuk pendaftaran tanah baik secara sistematik maupun secara sporadik. Walaupun oleh pemerintah pelaksanaan pendaftaran tanah secara sistematik akan diutamakan namun karena keterbatasan- keterbatasan dalam pendanaan, sehingga tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pendaftaran secara sporadik akan lebih banyak dilakukan dalam suatu daerah. Pendaftaran tanah secara sporadik di Kabupaten Morawali banyak dilakukan masyarakat disebabkan kebutuhan akan kepastian hukum dan hak atas tanah sangat diperlukan. Apalagi sebagai suatu Kabupaten yang baru terbentuk tentunya pembangunan fisik sangat padat diberbagai bidang. Kondisi demikian akan memicu pula pemanfaatan tanah yang demikian besar, sehingga akan berpengaruh terhadap kebutuhan akan kepastian hukum dan hak atas tanah
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALABADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2005

IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALABADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2005

umumnya mereka berpendapat pelaksanaan kegiatan pendaftaran tanah pertama kali sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,namun untuk standar penyelesaian dari proses pengajuan permohonan pensertipikatan tanah belum dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat yaitu dapat dilayani dengan cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pelaksanaan pendaftaran tanah pertama kali dalam ketentuan yang ada memang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyelesaian sertipikat tanahnya. Hal ini perlu dimaklumi karena kurang mengertinya masyarakat akan ketentuan atau standar lamanya pelaksanaan pelayanan pensertipikatan tanah pertama kali, ini disebankan karena kurangnya sosialisasi atau pemberitahuan atau pengenalan adanya aturan yang memuat ketentuan – ketentuan mengenai jangka waktu penyelesaian proses pensertipiktan tanah yang melalui pendaftaran tanah pertama kali. Banyak diantara para tokoh masyarakat,pemohon,aparat desa,Camat dan Notaris /Pejabat Pembuat Akta Tanah yang tidak tahu secara pasti mengenai ketentuan – ketentuan yang telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali secara Sporadik melalui Pengakuan Hak/Penegasan Hak ini.Untuk itu maka dalam usaha peningkatan pelayanannya diharapkan kepada seluruh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota untuk bisa memasang secara transparan pada papan yang telah ditentukan. Hal ini akan membantu terlaksananya pendaftaran tanah pertama kali dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan dalam standar ketentuan yang ada.
Baca lebih lanjut

261 Baca lebih lajut

Kajian Pendaftaran Tanah Dari Pembagian Warisan Setelah PP 24 Tahun 1997 (Studi Penelitian Di Kecamatan gunung Sitoli Kabupaten Nias)

Kajian Pendaftaran Tanah Dari Pembagian Warisan Setelah PP 24 Tahun 1997 (Studi Penelitian Di Kecamatan gunung Sitoli Kabupaten Nias)

Dari kajian yuridisnya bahwa ketentuan-ketentuan ataupun peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pendaftaran tanah telah banyak di undangkan dan semakin lengkap walaupun masih banyak disana-sini kelemahan- kelemahan dari peraturan dan perundang-undangan tersebut. Namun untuk mengefektifkan implementasi peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sangat perlu di dukung secara konsisten oleh para petugas pihak Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Dan juga bukan hanya dukungan dari aparat pemerintah saja dalam hal ini Kantor Pertanahan Kabupaten tetapi juga harus mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat sehingga program pendaftaran tanah dan peralihan hak atas tanah terlaksana dengan baik serta masyarakat pun dalam hal ini akan memperoleh perlindungan dan kepastian hukum atas kepemilikan hak atas tanah.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

PENDAFTARAN TANAH MELALUI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PENDAFTARAN TANAH MELALUI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Pendaftaran tanah dan penerbitan sertifikat bertujuan untuk memberikan kepastian hukum atas hak milik atas tanah dan untuk menciptakan tertib administrasi pertanahan. Salah satu program Pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut adalah melaksanakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap melalui pemberlakuan Peraturan Menteri Negara Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap di Kota Bandar Lampung? (2) Bagaimana hambatan yang dihadapi Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap? Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dan empiris. Jenis data terdiri dari data sekunder dan data primer yang dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap pada tanah yang belum bersertifikat berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Negara Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2017 meliputi: penetapan lokasi kegiatan PTSL, pembentukan dan penetapan Panitia Ajudikasi PTSL, penyuluhan, pengumpulan data fisik dan data yuridis bidang tanah, pemeriksaan tanah, pengumuman data fisik dan data yuridis bidang tanah serta pembuktian hak, penerbitan keputusan pemberian atau pengakuan hak atas tanah, pembukuan dan penerbitan sertipikat hak atas tanah serta penyerahan sertipikat hak atas tanah. (2) Hambatan-hambatan Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap adalah adanya sanggahan atau keberatan dari pihak-pihak lain terhadap proses pendaftaran tanah melalui PTSL yang dilaksanakan oleh pendaftar, pemohon sulit dalam melengkapi persyaratan permohonan pendaftaran tanah melalui PTSL, dan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap hukum dibidang pertanahan. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Kantor Pertanahan Kota agar lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya di bidang pertanahan. (2) Badan Pertanahan Kota Bandar Lampung agar meningkatkan penyuluhan hukum atau sosialisasi tentang pertanahan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH ATAS DASAR HIBAH WASIAT (Studi di Kantor Pertanahan Kota Magelang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH ATAS DASAR HIBAH WASIAT (Studi di Kantor Pertanahan Kota Magelang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Berdasarkan analisis kualitatif diketahui bahwa penyebab pelaksanaan pendaftaran peralihan hak atas tanah dengan dasar hibah wasiat di Kota Magelang belum sesuai asas-asas pendaftaran tanah yaitu PPAT yaitu pada awal tahun sering terjadi Kantor Pajak Bumi Dan Bangunan belum menerbitkan SPPT untuk tahun berjalan, padahal saat itu datang pemohon untuk mengalihkan hak atas tanah, saat itu data NJOP yang diperlukan belum ada, maka dapat terjadi PPAT menunda proses tersebut menunggu sampai terbitnya SPPT dari Kantor PPB itu. BPN yaitu masih adanya didalam memberikan keterangan atau penjelasan kepada masyarakat petugas BPN berbelit-belit; Masyarakat yaitu masih adanya masyarakat yang belum mengerti atau mengetahui tentang pendaftaran tanah; selain itu masih adanya masyarakat yang menganggap bahwa pendaftaran tanah memerlukan biaya tinggi dan urusan yang bertele-tele. Upaya dalam mengatasi hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pendaftaran tanah yaitu Kantor Pertanahan haruslah senantiasa memutakhirkan datanya terutama pembuktian sertifikat sebagai tanda bukti hak
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Mempengaruhi Upaya Peningkatan Pendaftaran Tanah Di Kota Gunung Sitoli

Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Mempengaruhi Upaya Peningkatan Pendaftaran Tanah Di Kota Gunung Sitoli

Kebutuhan akan tanah dewasa ini semakin meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan lain yang memerlukan tanah. Menyadari akan pentingnya tanah bagi hajat hidup orang banyak maka selanjutnya pemerintah perlu membuat suatu perturan yang mengatur penggunaan, peruntukan, dan pelestarian tanah. Menyadari hal tersebut maka selanjutnya pemerintah membentuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1961 Tentang Pokok-Poko Agraria, yang dimana didalam salah satu Pasalnya tepatnya pada Pasal 19 memerintahkan untuk membuat suatu peraturan yang memberikan jaminan dan perlindungan hukum terhadap kepemilikan tanah yaitu peraturan mengenai pendaftaran tanah, sehingga atas dasar perintah tersebut lahirlah PP. Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah, namun selam PP ini berjalan banyak dijumpai hambatan, sehingga perlu diadakan penyempurnaan terhadap PP yang sebelumnya, sehingga lahirlah PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Perubahan atas PP Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah. Permasalahan yang akan ditulis dalam skripsi ini adalah perkembangan pendaftaran tanah di Indonesia, kesadaran hukum masyarakat Gunung Sitoli terhadap pelaksanaan pendaftaran tanah, serta hambatan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah dan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENDAFTARAN TANAH MELALUI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PENDAFTARAN TANAH MELALUI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KOTA BANDAR LAMPUNG

daftar tanah dan pembuatan surat ukur. Pembuatan peta dasar pendaftaran tersebut merupakan dasar untuk pembuatan peta pendaftaran. Pada pelaksanaan pendaftaran tanah secara sistematik, peta dasar pendaftaran digunakan untuk memetakan bidang- bidang tanah yang sebelumnya sudah didaftar. Sedangkan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah secara sporadik peta dasar pendaftaran tersebut disediakan agar bidang tanah yang didaftar dapat diketahui letaknya dalam kaitannya dengan bidang-bidang tanah yang lain dalam suatu wilayah, sehingga dapat dihindarkan terjadinya penerbitan sertipikat ganda atas satu bidang tanah. Bidang-bidang tanah yang sudah ditetapkan batas-batasnya, diukur dan dilakukan pemetaan dalam peta dasar pendaftaran untuk kemudian dibubuhkan nomor pendaftarannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 20 PP Nomor 24 Tahun 1997. Selanjutnya bidang-bidang tanah yang sudah dipetakan tersebut dibukukan dalam daftar tanah (Pasal 21 PP Nomor 24 Tahun 1997), dan untuk keperluan pendaftaran haknya, maka bidang-bidang tanah tersebut dibuatkan surat ukur (Pasal 22 PP Nomor 24 Tahun 1997). Selanjutnya tahapan pengumpulan data yuridis dilakukan untuk memperoleh data mengenai haknya, siapa pemegang haknya dan ada atau tidak adanya hak pihak lain yang membebaninya. Pengumpulan data tersebut menggunakan alat pembuktian berupa dokumen dan lain-lainnya. Dalam kegiatan pengumpulan data yuridis diadakan perbedaan antara pembuktian hak-hak baru dan hak lama. Hak-hak baru adalah hak-hak yang baru diberikan atau diciptakan sejak mulai berlakunya PP Nomor 24 Tahun 1997 dan untuk keperluan pendaftaran data yuridisnya
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH | SYAHRI | Legal Opinion 5579 18357 2 PB

PERLINDUNGAN HUKUM KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH | SYAHRI | Legal Opinion 5579 18357 2 PB

Tidaklah mengherankan apabila baik konsep maupun praktek pendaftaran tanah sebagai bagian tak terpisahkan dari fungsi keagrarian di Indonesia mengalami perkembangan yang lamban terutama pada fase perkembangan. Denyut kemajuan dalam tataran konsep maupun strategi pada pendaftaran tanah di Indonesia sepertinya baru dirasakan sejak tahun 1994 yakni ketika mulai diluncurkannya system ajudikasi melalui Proyek Administrasi Pertanahan atau yang lebih popular dengan sebutan Proyek Ajudi kasi dalam rangka pelaksanaan pendaftaran tanah sistematak sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 19 UUPA (UU N0. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria). Praktik pendaftaran tanah dan keagarariaan pada umumnya di Indone sia yang terjadi terutama hingga beberapa tahun menjelang runtuhnya kekuasaan pemim pin tertnggi Orde Baru Soeharto, laksana proyek- proyek pengurusan hak social dan hak ekonomik pemilik tanah yang seharusnya dilindungi menurut UUPA 2 . Setiap macam hak atas tanah wajib didaftarkan pada dan disertifikatkan oleh Kantor Pertanahan alias Badan Pertanahan Nasional/BPN yang berkantor disetiap daerah Kabu paten dan daerah Kota, demikian lebih kurang pesan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Pendaftaran tanah multiguna dalam perkemba ngannya selalu menuju intergrasinya yang lebih besar adalah berkat: 3
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...