PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

Top PDF PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA:

KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT

KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT

Peraturan Pemerintah ini mengatur mengenai kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi yang diberikan kepada korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat. Kompensasi dan rehabilitasi yang menyangkut pembiayaan dan perhitungan keuangan negara dilaksanakan oleh Departemen Keuangan. Sedangkan mengenai kompensasi, dan rehabilitasi di luar pembiayaan dan perhitungan keuangan negara dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah Terkait.

0 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia - Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.

4 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia - Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.

6 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Hak Asasi Manusia menjadi salah satu hal penting dalam hukum internasional yang memuat seperangkat standar minimum dan aturan prosedural terkait hubungan antar manusia yang diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan manusia. Namun, dari masa ke masa selalu saja terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia, baik pelanggaran ringan maupun berat, seperti terorisme yang telah menewaskan banyak nyawa. Ancaman terorisme membuat banyak pihak melancarkan berbagai upaya untuk memeranginya, seperti salah satunya yang dilakukan oleh Amerika Serikat melalui Central Intelligence Agency (CIA) dengan cara membuat program penahanan dan interogasi terhadap tahanan teroris. Namun, pelaksanaan program tersebut sarat dengan bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan terhadap para tahanan. Atas dasar pelanggaran-pelanggaran tersebut maka perlu suatu kajian akademis terhadapnya salah satunya melalui skripsi ini.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap K (1)

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap K (1)

Manusia diciptakan dan dibedakan jenis kelaminnya menjadi laki-laki dan perempuan. Pada hakekatnya, di semua ajaran agama dan budaya tradisional, sudah sepantasnya laki-laki mencintai dan menikahi perempuan. Namun dari awal abad kedua puluh, ada sekumpulan orang mulai membuka diri kepada publik bahwa mereka mencintai sesama jenisnya. Laki-laki menyukai laki-laki dan perempuan menyukai perempuan. Bahkan ada juga yang merasa mereka seharusnya tidak dilahirkan sesuai dengan jenis kelamin mereka. Masih banyak orang yang menganggap bahwa mereka adalah sekelompok orang yang melawan hakekat dan kodrat manusia serta melanggar ketentuan agama dan budaya. Sekelompok orang ini harus mengalami diskriminasi dari cemooh, ejekan, bahkan dianggap sebagai suatu bentuk kejahatan sehingga harus dieksekusi. Padahal mereka juga manusia, dan sudah selayaknya setiap manusia adalah individu yang berbeda. Yang membedakan mereka dengan yang lain hanyalah orientasi seksualnya dan mereka hanya ingin diperlakukan selayaknya manusia dan memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Masa Lalu yang Tak Berlalu: Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Masa Lalu yang Tak Berlalu: Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Selama tiga bulan, tim dokumentasi mewawancarai korban, saksi, dan sumber data lain untuk menggali fakta dan konteks mengenai peristiwa-peristiwa di masa lalu. Selain mengum pulkan bukti-bukti, diantara adalah foto sejarah, dokumen dan catatan, dan meng- kom pilasikan data sekunder seperti laporan-laporan ELSHAM yang telah diterbitkan, untuk memberikan konteks dan memperdalam pemahaman terhadap data yang diperoleh dalam wawancara. Para peneliti dilatih untuk melakukan wawancara, merekam data, menranskrip dan menganalisa data. Para peneliti juga mempelajari konsep-konsep keadilan transisi, serta contoh-contoh penerapannya di berbagai wilayah konflik dan pasca-konflik di dunia. Para peneliti telah mengumpulkan kesaksian dari 108 saksi, dan dapat mengungkapkan 749 dugaan pelanggaran HAM terhadap lebih dari 300 korban. Kekerasan yang teridentifikasi terdiri dari pembunuhan warga sipil, penangkapan sewenang-wenang dan penahanan, pe nyik - saan, pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya. Terungkap dengan jelas bahwa banyak korban tidak pernah mendapat kesempatan untuk menceritakan kisah mereka. Sebagai indikasi dari masalah yang berkelanjutan, selama penelitian ini berjalan, setidaknya ada 30 kasus kekerasan baru yang memakan korban baik dari masyarakat sipil maupun pasukan keamanan dan kelompok bersenjata. 9 Kasus yang menonjol adalah penyerangan
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM terhad

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM terhad

3. Menurut pasal 1 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2002 anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Bahwa anak adalah amanah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia sutuhnya. Maka ia perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, perlu dilakukan dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta perlakuan tanpa adanya diskriminasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MAKALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA SM

MAKALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA SM

Coba kita bayangkan betapa kejamnya negara kita dahulu disaat HAM ibarat tulisan dan nama saja yang tak berfungsi apa-apa. Tentu kita semua tidak ingin berada di masa tersebut yang terdapat banyak pelanggaran-pelanggaran HAM baik yang ringan maupun yang berat. Apalagi jika saat ini HAM sama seperti dulu, tentu banyak macam-macam kasus pelanggaran HAM di sekitar kita, jadi beruntunglah kita sekarang ini HAM (Hak Asasi Manusia) kini telah hadir, telah kuat, dan dapat menjaga kita semua.

11 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM

Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan atau tindakan individu atau sekelompok orang, termasuk aparat negara, baik disengaja mapun tidak disengaja, atau karena kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan/atau mencabut HAM individu atau sekelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang dan tidak didapatkan atau dikahawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian, pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan alasan rasional yang menjadi pijakannya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kedua, publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta, yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1.000 tewas. Horta mengatakan, “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia”
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (3)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (3)

Kita telah mengenal banyak sekelompok manusia dengan atribut agama, berlindung dalam lembaga agama, mereka justru melakukan kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity) entah itu Kristen, Islam atau agama apapun. Atas nama ‘agama yang suci’ mereka melakukan ‘pelecehan yang tidak suci’ kepada sesamanya manusia. Akhir abad 20 atau awal abad 21, akhir- akhir ini kita disuguhi sajian-sajian berita akan kebobrokan manusia yang beragama melanggar hak asasi manusia, misalnya kelompok Al-Qaeda dan sejenisnya menteror dengan bom, dan olehnya mungkin sebagian dari kita telah prejudice menempatkan orang-orang Muslim di sekitar kita sama jahatnya dengan kelompok ‘Al-Qaeda’. Di sisi lain Amerika Serikat (AS) sebagai ‘polisi dunia’ sering memakai ‘isu terorisme yang dilakukan Al-Qaeda’ untuk melancarkan macam-macam agendanya. Invasi AS ke Iraq, penyerangan ke Afganistan dan negara-negara lain yang disinyalir ‘ada terorisnya’. Namun kehadiran pasukan AS dan sekutunya di Iraq tidak berdampak baik, mungkin pada awalnya terlihat AS dengan sejatanya yang super-canggih menguasai Iraq dalam sekejap, namun pasukan mereka babak-belur dalam ‘perang-kota’, ini mengingatkan kembali sejarah buruk, dimana mereka juga kalah dalam perang gerilya di Vietnam. Kegagalan pasukan AS mendapat kecaman dari dalam negeri, bahkan sekutunya, Inggris misalnya. Tekanan-tekanan ini membuat PM Inggris Tony Blair memilih mengakhiri karirnya sebelum waktunya baru-baru ini. Karena ia berada dalam posisi yang sulit : menuruti tuntutan dalam negeri ataukah menuruti tuan Bush.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (2)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (2)

Bagi orang yang awam dalam bidang hukum, dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Kedua, publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta, yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1.000 tewas. Horta mengatakan, “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Dekriminasi Terhadap Wanita; Konvensi tentang Hak-hak Anak; Konvensi Pelarangan, Pengembangan, Produksi dan Penyimpanan Senjata Biologis dan Penyimpanannya serta pemusnahannya; Konvensi tentang Apartheid dalam Olah Raga; Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan, atau merendahkan martabat Manusia; Konvensi orgnisasi Buruh Internasional No. 87, 1998 tth Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi; Optional protokol Konvensi tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan; Konvensi Internasional untuk penghentian Pembiayaan terorisme; Konvensi tentang Penghapusan Semua Bentuk Deskriminasi Rasial; Konvensi tentang Tindakan Pelarangan dan Penghapusan Segala Bentuk-Bentuk terburuk Pekerja Anak; Konvensi Hak-Hak Sipil dan Politik; Konvensi Hak-Hak Ekonomi,Sosial dan Budaya; Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida; Konvensi Status Pengungsi; Konvensi Rome Statute of The Internasional Criminal Court.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Hak yang di langgar dalam kasus m unir yait u karena t elah m enghilangkan nyaw a dengan sengaja at au sudah m elanggar hak unt uk hidup. Banyak orang yang t erlibat dalam kejadian it u. Orang pert am a yang m enjadi t ersangka pert am a pem bunuhan M unir (dan akhirnya t erpidana) adalah Pollycarpus Budihari Priyant o. Selam a persidangan, t erungkap bahw a pada 7 Sept em ber 2004, seharusnya Pollycarpus sedang cut i. Lalu ia m em buat surat t ugas palsu dan m engikut i penerbangan M unir ke Am st erdam .

Baca lebih lajut

PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KONF

PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KONF

pelanggaran tersebut. Seperti konflik bersenjata di Suriah yang menelan banyak korban sejak tahun 2011, ditemukan identifikasi pelanggaran HAM oleh pasukan pemerintah Bashar Al Assad. Di sini, penulis membahas bagaimana pengaturan hukum humaniter internasional mengenai pelanggaran HAM, tinjauan yuridis dan konsekuensi atas dugaan pelanggaran HAM dalam konflik bersenjata oleh pemerintah Suriah. Metoda penelitian yang digunakan adalah Yuridis-Normatif dengan meneliti kepustakaan atau data sekunder. Data utama yaitu Report of Independent International Commission of Inquiry on The Syrian Arab Republic disertai konvensi-konvensi terkait HAM dan Hukum Humaniter. Kesimpulan dari pembahasan permasalahan di atas menunjukkan bahwa pemerintah Bashar Al Assad benar telah melakukan pelanggaran HAM yang tergolong kepada kejahatan perang (war crimes) berdasarkan Pasal 8 Statuta Roma yang merujuk kepada Konvensi Jenewa 1949. Karena
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG DILAK

PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG DILAK

Yang dimaksud dengan aktor negara adalah mereka, baik perorangan maupun institusi yang berada dalam kapasitas atau sebagai representasi Negara (legislatif, eksekutif dan yudikatif). Pelanggaran HAM tersebut terjadi karena dalam melaksanakan kewajiban mereka sebagai representasi Negara tidak melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia warga negaranyaSecara sederhana, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki oleh setiap umat manusia sejak terlahir di dunia. Hak tersebut menyatu dalam diri seseorang tanpa mengenal bangsa, warna kulit, agama, afiliasi politik dan lain-lainnya. Semua orang terlahir dengan hak yang sama sama tanpa pengecualian. 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM Terhad

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM Terhad

Sebagai negara hukum dan beradab, tentu saja Indonesia tidak mau disebut sebagai unwillingness state. Indonesia selalu menangani sendiri kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya tanpa bantuan dari Mahkamah Internasional. Contoh-contoh kasus yang dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan bukti bahwa di negara kita ada proses peradilan untuk menangani masalah HAM terutama yang sifatnya berat. Sebelum berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM, kasus pelanggaran HAM diperiksa dan diselesaikan di pengadilan HAM Ad Hoc yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden dan berada di lingkungan peradilan umum.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

4 Baca lebih lajut

Peran Hukum Internasional atas Pelanggar

Peran Hukum Internasional atas Pelanggar

Istilah Pelanggaran HAM Berat merupakan terjemahan dari konsep Kejahatan Internasional (International Crimes). Pelaku kejahatan internasional seperti yang dilakukan terhadap etnis Rohingya tersebut dapat dibawa ke peradilan nasional maupun internasional. Hal ini sesuai asas yang dianut bagi kejahatan internasional yaitu asas universal. Berdasarkan Pasal 1 ayat 6 UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: “Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk Aparat Negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum, mengurangi, menghilangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ProdukHukum MENKOKESRA

ProdukHukum MENKOKESRA

pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok orang baik sipil, militer, maupun polisi, maka pihak korban atau keluarga korban yang merupakan ahli warisnya berhak memperoleh kompensasi, restitusi dan atau rehabilitasi secara tepat, cepat, dan layak dalam arti bahwa pihak korban atau ahli warisnya berhak memperoleh ganti kerugian atau pengembalian hak-hak dasarnya yang dilakukan sesuai dengan sasaran yakni korban dan penggantian kerugiannya, pelaksanaannya segera diwujudkan, dan pengembalian haknya harus patut sesuai dengan rasa keadilan. Ganti kerugian atau pengembalian hak, misalnya
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...