PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

Top PDF PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA:

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Hak Asasi Manusia menjadi salah satu hal penting dalam hukum internasional yang memuat seperangkat standar minimum dan aturan prosedural terkait hubungan antar manusia yang diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan manusia. Namun, dari masa ke masa selalu saja terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia, baik pelanggaran ringan maupun berat, seperti terorisme yang telah menewaskan banyak nyawa. Ancaman terorisme membuat banyak pihak melancarkan berbagai upaya untuk memeranginya, seperti salah satunya yang dilakukan oleh Amerika Serikat melalui Central Intelligence Agency (CIA) dengan cara membuat program penahanan dan interogasi terhadap tahanan teroris. Namun, pelaksanaan program tersebut sarat dengan bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan terhadap para tahanan. Atas dasar pelanggaran-pelanggaran tersebut maka perlu suatu kajian akademis terhadapnya salah satunya melalui skripsi ini.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

Penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat ini memiliki kendala-kendala yang harus diperhatikan oleh Pemerintah, Jaksa yang memahami masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat umumnya hanya berada di Jakarta, sehingga untuk melakukan pemeriksaan (penyidikan) perkara-perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat akan terbentur dengan masalah sumber daya manusia dan pembatasan yang diatur dalam Undang- Undang . Disamping masalah sumber daya manusia kendala lain masalah pembatasan waktu/masa penyidikan yang secara limitatif ditentukan dalam Pasal 22 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan, Hak Asasi Manusia, hanya selama 240 hari padahal karakteristik dari perkara Hak Asasi Manusia ini tidaklah sesederhana. Kendala pembatasan waktu ini juga berhubungan dengan ketersediaan anggaran dan kesiapan pengadilan HAM Ad Hoc dalam penanganan selanjutnya Permasalahan- permasalahan itu harus mendapatkan perhatian yang sangat serius dari Pemerintah
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia - Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.

6 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I

pemerintah dengan masyarakat. Apabila dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia, ada beberapa peristiiwa besar pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dan mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia, seperti :

4 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

Indonesia adalah salah satu Negara yang sangat menjunjung tinggi tentang Hak Asasi Manusia hal ini terbukti bahwa , perhatian Pemerintah Republik Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia secara konstitusional sudah ada sejak para pendiri Negara ini menyusun Undang-Undang Dasar 1945. Pada dasarnya Pelanggaran Hak Asasi Manusia merupakan pelanggaran terhadap berbagai instrument Nasional seperti kovenan internasional hak sipil dan politik, konvensi anti penyiksaan dan penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia dan deklarasi mengenai perlindungan pada semua orang terhadap kejahatan Hak Asasi Manusia Berat Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah faktor-faktor penghambat dalam penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Bagaimanakah upaya mengatasi faktor-faktor penghambat penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

Indonesia adalah salah satu Negara yang sangat menjunjung tinggi tentang Hak Asasi Manusia hal ini terbukti bahwa , perhatian Pemerintah Republik Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia secara konstitusional sudah ada sejak para pendiri Negara ini menyusun Undang- Undang Dasar 1945. Pada dasarnya Pelanggaran Hak Asasi Manusia merupakan pelanggaran terhadap berbagai instrument Nasional seperti kovenan internasional hak sipil dan politik, konvensi anti penyiksaan dan penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia dan deklarasi mengenai perlindungan pada semua orang terhadap kejahatan Hak Asasi Manusia Berat Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah faktor-faktor penghambat dalam penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Bagaimanakah upaya mengatasi faktor-faktor penghambat penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT

Indonesia adalah salah satu Negara yang sangat menjunjung tinggi tentang Hak Asasi Manusia hal ini terbukti bahwa , perhatian Pemerintah Republik Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia secara konstitusional sudah ada sejak para pendiri Negara ini menyusun Undang- Undang Dasar 1945. Pada dasarnya Pelanggaran Hak Asasi Manusia merupakan pelanggaran terhadap berbagai instrument Nasional seperti kovenan internasional hak sipil dan politik, konvensi anti penyiksaan dan penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia dan deklarasi mengenai perlindungan pada semua orang terhadap kejahatan Hak Asasi Manusia Berat Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah faktor-faktor penghambat dalam penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Bagaimanakah upaya mengatasi faktor-faktor penghambat penyidikan dan penuntutan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia - Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.

4 Baca lebih lajut

KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT

KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT

3. Korban… 3. Korban adalah orang perseorangan atau kelompok orang yang mengalami penderitaan baik fisik, mental maupun emosional, kerugian ekonomi, atau mengalami pengabaian, pengurangan atau perampasan hak-hak dasarnya, sebagi akibat pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk korban adalah ahli warisnya.

0 Baca lebih lajut

Implementasi Instrumen Hak Asasi Manusia Dalam Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Dihubungkan Dengan Sistem Peradilan Pidana Indonesia.

Implementasi Instrumen Hak Asasi Manusia Dalam Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Dihubungkan Dengan Sistem Peradilan Pidana Indonesia.

Hak asasi manusia merupakan hak yang bersifat universal yang berlaku di semua tempat dan di setiap waktu, akan tetapi pelaksanaan dari hak asasi manusia yang bersifat universal tersebut, sering kali sangat tergantung dari bagaimana negara melakukan implementasi terhadap hak asasi manusia yang terkadang sangat tergantung kepada pandangan Negara tersebut mengenai hak asasi manusia. Oleh karena itu sebagai negara hukum, Indonesia menjadikan hak asasi manusia sebagai sesuatu yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan bernegara, yang tidak saja dalam bentuk aturan yang terdapat dalam perundang-undangan, tetapi juga dalam pelaksanaannya, dengan memperhatikan teori hak asasi manusia yang berlaku secara universal dengan tujuan untuk melakukan pembangunan hukum sebagaimana yang dimaksudkan dalam teori hukum pembangunan, serta dengan memperhatikan bagaimana sistem peradilan pidana Indonesia memberikan perlindungan terhadap korban pelanggaran hak asasi manusia serta bagaimana sistem peradilan pidana Indonesia dapat menghukum pelaku pelanggaran hak asasi manusia khususnya pelaku pelanggaran hak asasi manusia berat, sehingga permasalahan yang timbul adalah bagaimana pengaturan tentang pelanggaran pelanggaran hak asasi manusia berat dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia dan bagaimana penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia berat dalam sistem peradilan pidana di Inonesia.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MAKALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA SM

MAKALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA SM

Coba kita bayangkan betapa kejamnya negara kita dahulu disaat HAM ibarat tulisan dan nama saja yang tak berfungsi apa-apa. Tentu kita semua tidak ingin berada di masa tersebut yang terdapat banyak pelanggaran-pelanggaran HAM baik yang ringan maupun yang berat. Apalagi jika saat ini HAM sama seperti dulu, tentu banyak macam-macam kasus pelanggaran HAM di sekitar kita, jadi beruntunglah kita sekarang ini HAM (Hak Asasi Manusia) kini telah hadir, telah kuat, dan dapat menjaga kita semua.

11 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM

Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Masa Lalu yang Tak Berlalu: Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Masa Lalu yang Tak Berlalu: Pelanggaran Hak Asasi Manusia

International Center for Transitional Justice and (ICTJ) dan Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) berterima kasih pada para penulis, yaitu Matthew Easton, Zandra Mambrasar, Ferry Marisan, Joost Willem Mirino, Dominggas Nari, Daniel Radongkir, Aiesh Rumbekwan, Mathius Rumbrapuk, Sem Rumbrar, Andy Tagihuma, dan Galuh Wandita. Juga kepada pihak-pihak yang memberikan kontribusi penting dan dukungan penyuntingan yaitu Tony Francis, Atikah Nuraini, Nancy Sunarno, Dodi Yuniar, Dewi Yuri, dan Sri Lestari Wahyuningroem. Juga kepada Canada Fund yang turut mendukung penelitian ini. Laporan ini dibuat atas dukungan finansial dari Uni Eropa. Isi laporan ini
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap K (1)

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap K (1)

Pada tanggal 6 sampai 9 November 2006, diadakan suatu konfrensi di mana berbagai ahli Hak Asasi Manusia dan seksualitas dari berbagai negara datang ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta untuk merumuskan Prinsip Yogyakarta atau Yogyakarta Principles on the Application of International Human Rights Law in relation to Sexual Orientation and Gender Identity. Beberapa isi dari keseluruhan 29 Prinsip Yogyakarta adalah:

13 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (3)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (3)

Abilio Jose Osorio Soares, mantan Gubernur Timtim, yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benar-benar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari kambing hitam atau tumbal politik. Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (2)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (2)

Bagi orang yang awam dalam bidang hukum, dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Kedua, publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta, yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1.000 tewas. Horta mengatakan, “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di I (1)

Kedua, publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta, yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1.000 tewas. Horta mengatakan, “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia”
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM Terhad

Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM Terhad

Sebagai negara hukum dan beradab, tentu saja Indonesia tidak mau disebut sebagai unwillingness state. Indonesia selalu menangani sendiri kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya tanpa bantuan dari Mahkamah Internasional. Contoh-contoh kasus yang dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan bukti bahwa di negara kita ada proses peradilan untuk menangani masalah HAM terutama yang sifatnya berat. Sebelum berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM, kasus pelanggaran HAM diperiksa dan diselesaikan di pengadilan HAM Ad Hoc yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden dan berada di lingkungan peradilan umum.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penanganan Perkara Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kejaksaan

Penanganan Perkara Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kejaksaan

Disamping asas hukum penegakan HAM yang diatur dalam Perundangundangan HAM di Indonesia merupakan problem yang dilematis, Pengaturan HAM dalam Perundang - Undangan HAM di Indonesia juga merupakan problem yang dilematis, dimana masih terdapat kelemahan - kelemahan, seperti : belum adanya diatur Kejahatan Perang dan Kejahatan Agresi, sebagaimana telah diatur dalam Statuta Roma, ke dalam UU No. 39 Tahun 1999 maupun UU No. 26 Tahun 2000. Tidak adanya definisi yang jelas perkataan “Berat” pada Pelanggaran HAM yang berat sebagaimana diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999 maupun UU No. 26 Tahun 2000. Perbedaan kriteria pelanggaran HAM yang berat sebagaimana diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999, terdapat 6 kriteria pelanggaran HAM yang berat, sedangkan UU No. 26 Tahun 2000 hanya mengatur 2 kriteria pelanggaran HAM yang berat - tidak sinkron.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...