pelestarian bahan pustaka

Top PDF pelestarian bahan pustaka:

PROGRAM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN IAIN IMAM BONJOL PADANG

PROGRAM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN IAIN IMAM BONJOL PADANG

Abstrak : Program pelestarian bahan pustaka di Perpustakaan IAIN Imam Bonjol Padang meliputi gedung dan lingkungan, koleksi, staf, pemustaka dan kerjasama. Pertama, gedung dan lingkungannya, kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pengecekan berkala pada setiap bagian gedung dan membuatnya dalam sebuah laporan kondisi fisik gedung dan lingkungan. Kedua, melakukan usaha perlindungan terhadap koleksi dengan cara membersihkan debu dan kotoran, menghilangkan noda dan selotip, menguatkan bahan pustaka dengan laminating, dan memberikan pelindungan kepada bahan pustaka dengan kotak pelindung. Ketiga, membuat program pelestarian bahan pustaka khusus untuk staf Perpustakaan dengan melakukan pendidikan pelestarian bahan pustaka untuk pimpinan, dan pustakawan/staf. Keempat, melaksanakan program pendidikan pemakai (user education) bagi setiap calon pemustaka. Di dalam program pendidikan pemakai ini dimaksukan pendidikan pelestarian bahan pustaka. Kelima, kerjasama Perpustakaan melakukan hubungan kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat membantu terlaksananya program pelestarian bahan pustaka.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SISTEM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN TAKALAR

SISTEM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN TAKALAR

Untuk mengetahui faktor-faktor kerusakan bahan pustaka khususnya di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Takalar maka peneliti langsung mewawancarai pustakawati yang bernama Ibu Rahmawati S. Hum salah satu alumni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, wawancara di lakukan pada tanggal 23 Mei 2013 dengan informan atas pertanyaan apa saja faktor-faktor kerusakan bahan pustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Takalar? ibu menyatakan bahwa adapun faktor-faktor yang terjadi dalam melakukan kegiatan pelestarian bahan pustaka adalah faktor dari pemustaka itu sendiri, banyak pemustaka yang biasa sengaja merobek halaman buku yang di anggapnya penting, kadang- kadang pemustaka juga sengaja membuat lipatan sebagai tanda batas baca atau melipat buku kebelakang sebagai akibatnya perekat yang mengelem punggung buku untuk memperkokoh penjilidan dapat terlepas sehingga lembaran-lembaran buku dapat terpisah dari jilidannya, kecerobohan yang lainnya habis makan tidak mencuci atau membersihkan tangan dahulu yang menyebabkan buku menjadi kotor atau berminyak. Maka cara pencegahannya adalah pegawai perpustakaan sebaiknya memperhatikan pemustaka yang datang dan memberitahunya supaya jangan melipat atau merobek buku karena masih banyak pemustaka yang lain yang butuh, dapat juga mempersulit dalam perbaikan buku.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pelestarian koleksi buku langka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Pelestarian koleksi buku langka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Dalam hal pelestarian, Undang-Undang No. 4 tahun 1990 menyebutkan dengan jelas bahwa PNRI merupakan badan yang ditunjuk untuk melaksanakan pelestarian semua karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan di Indonesia atau yang diterbitkan di luar negeri tentang Indonesia. Dari hasil wawancara disebutkan bahwa belum adanya kebijakan tertulis mengenai pelestarian bahan pustaka khususnya buku langka di PNRI, tetapi pihak PNRI menggunakan acuan sebagai kebijakan pelestarian yaitu UU No. 43 tahun 2007 yang tercantum pada Bab VII pasal 21 ayat 3 tentang tanggung jawab PNRI yaitu mengembangkan koleksi nasional untuk melestarikan hasil budaya bangsa, selain itu secara tertulis memang PNRI telah menyatakan mengadopsi Prinsip-Prinsip Pelestarian Bahan Pustaka yang dikeluarkan oleh IFLA sebagai pedoman pelestarian bahan pustaka di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran Pustakawan Abstrak 2013

Peran Pustakawan Abstrak 2013

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa fungsi perpustakaan dalam lingkup perguruan tinggi dirumuskan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi yang keberadaannya diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Kondisi tersebut selaras dengan Pasal 3 Undang-Undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Terkait dengan kegiatan pelestarian bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi terdapat berbagai aspek yang perlu diperhatikan agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan. International Federation of Library Association (IFLA) mendiskripsikan bahwa pelestarian (preservation) kegiatannya mencakup semua aspek usaha pelestarian bahan pustaka, baik dari sisi anggaran, ketenagaan, metode pelestarian, serta penyimpanannya. Guna mewujudkan kegiatan yang terkait dengan pelestarian bahan pustaka tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan, peran pustakawan sangat vital sebagai subjek pelestari bahan pustaka. Pustakawan diharapkan dapat mengelaborasikan kebutuhan pelestarian bahan pustaka sebagaimana tersebut dalam definisi IFLA tersebut diatas. Selain juga pustakawan diharapkan mampu mengetahui dan memahami faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, usaha pencegahan kerusakan bahan pustaka dan perawatannya yang dapat dilakukan dengan cara fumigasi, deasidifikasi dan laminasi. Dengan manajemen pelestarian bahan pustaka yang baik, bahan pustaka dapat berumur lebih panjang dari sisi fisik dan terjaga dari sisi isi informasinya, serta pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi dapat memperoleh kebanggaan dalam peningkatan kinerja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran pustakawan dalam pelestarian bahan pustaka di perpustakaan sekolah tinggi ekonomi prasetiya mulya

Peran pustakawan dalam pelestarian bahan pustaka di perpustakaan sekolah tinggi ekonomi prasetiya mulya

debu dapat masuk secara mudah ke dalam ruang perpustakaan melalui pintu jendela, atau lubang-lubang angin perpustakaan. Apabila debu melekat pada kertas, maka akan terjadi reaksi kimia yang meninggikan tingkat keasaman pada kertas. Akibatnya kertas menjadi rapuh dan cepat rusak. Disamping itu, apabila keadaan ruang perpustakaan lembab, debu yang bercampurdengan air lembab itu akan menimbulkan jamur pada buku. Debu dari jalan yang mengandung belerang atau debu dari kenalpot kendaraan memiliki daya rusak yang paling tinggi. Debu tersebut sangat mudah bersenyawa dengan kertas, apalagi pada ruangan yang lembab. Untuk menghindari kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh debu perpustakaan hendaknya selalu bebas dari debu. Caranya ialah dengan selalu membersihkan ruangan perpustakaan. Alat pembersih yang paling bagus untuk bahan pustaka adalah vacuum cleaner
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

STRATEGI PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN ABDURRASYID DAENG LURANG SUNGGUMINASA GOWA

STRATEGI PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN ABDURRASYID DAENG LURANG SUNGGUMINASA GOWA

Bahan pustaka umumnya terbuat dari kertas akan mengalami kerusakan dengan sendirinya. Hal ini disebabkan bahan pembuat kertas itu sendiri yang bersifat asam merupakan bahan organik yang selalu bereaksi dan akan menguarai. Di samping faktor lain seperti kelembapan karena pengaruh uap air, atau kekeringan karena pengaruh terhadap ruangan koleksi. Populasi udara, manusia, serangga, binatang pengerat, dan lain sebagainya. Yang dimaksud dengan lingkungan bahan pustaka adalah gedung ruangan dan peralatan yang ada dalam suatu perpustakaan. Suatu bahan pustaka lambat laun pasti akan mengalami kerusakan. Upaya pencegahan kerusakan bahan pustaka dapat dilakukan dengan memperhatikan tempat penyimpanan, kebersihan, suhu dan kelembapan udara dalam ruangan penyimpanan, pencahayaan, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pelestarian bahan pustaka di perpustakaan STIE-AUB Surakarta 5875

Pelestarian bahan pustaka di perpustakaan STIE-AUB Surakarta 5875

2. Sumber dana, yaitu dana yang diperlukan untuk kegiatan pelestarian bahan pustaka ini harus diusahakan dan dimonitor dengan baik, sehingga kegiatan pelestarian tidak akan mengalami gangguan. Pendanaan ini tentu tergantung dari lembaga tempat perpustakaan ini bernaung. Dan kalau tidak mungkin menyelenggarakan bagian pelestarian bahan pustaka sendiri, maka dianjurkan untuk mengadakan kerja sama dengan perpustakaan lain. Maka dengan demikian akan menghemat biaya yang besar.

37 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelestarian - Kebijakan Pustakawan Dalam Pelestarian Bahan Pustaka Monograf Pada Perpustakaan Umum Kota Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelestarian - Kebijakan Pustakawan Dalam Pelestarian Bahan Pustaka Monograf Pada Perpustakaan Umum Kota Medan

informasinya serta memudahkan pemakaian dan penyebarannya. Pemakai cukup menggunakan kopi film atau fis, sehingga bahan asli dapat dilestarikan bila bernilai historis tinggi. Dalam hal terakhir ini nilai informasi lebih tinggi disbanding dengan nilai historis fisik dokumen. Pemakaian teknologi baru terutama dalam image processing akan banyak menolong pelestarian koleksi. Namun yang pasti dengan mulai dipakainya media baru hasil teknologi, berarti media tersebut perlu penanganan secara tepat seperti kertas, agar kelestariannya dapat dipertahankan (Sudarsono, 2006:318-319).

Baca lebih lajut

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN (PUSTAKA), KEMENTERIAN PERTANIAN RI ( SUATU KAJIAN OBSERVASI FUMIGASI BAHAN PUSTAKA KERTAS )

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN (PUSTAKA), KEMENTERIAN PERTANIAN RI ( SUATU KAJIAN OBSERVASI FUMIGASI BAHAN PUSTAKA KERTAS )

Fisik dari bahan pustaka tentu bisa rusak dimakan usia. Beberapa faktor pengrusak bahan pustaka antara lain disebabkan oleh manusia, insekta, debu, jamur, banjir, kebakaran, noda makanan dan minuman, pemudaran warna kertas, kerapuhan, rendahnya mutu barang dan faktor- faktor yang lainnya. Karena berbagai kemungkinan diatas maka perlu diadakan pelestarian bahan pustaka untuk menyelamatkan nilai informasi yang tersimpan didalam bahan pustaka. Mengingat Indonesia yang beriklim tropis juga berbagai bencana yang sering terjadi, maka perawatan bahan pustaka perlu mendapat perhatian.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Peranan Pustakawan pada Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Peranan Pustakawan pada Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Bahan pustaka yang umumnya terbuat dari kertas akan mengalami kerusakan dengan sendirinya. Hal ini disebabkan bahan pembuat kertas itu sendiri yang bersifat asam merupakan bahan organik yang selalu bereaksi dan akan mengurai. Di samping itu faktor-faktor lain seperti kelembapan karena pengaruh uap air, atau kekeringan karena pengaruh panas terhadap ruangan koleksi. Polusi udara, manusia, serangga, binatang mengerat, dan lain sebagainya. Yang dimaksud dengan lingkungan bahan pustaka adalah gedung ruangan dan peralatanyang ada dalam suatu perpustakaan. Pemeliharaan lingkungan adalah pemeliharaan dan penjagaan bahan pustaka yang tidak berkenaan dengan fisik bahan pustaka, melainkan menyangkut gedung perpustakaan, ruangan baca, ruangan penyimpanan dan peralatan yang ada di dalamnya. (Karmidi Martoatmodjo, 2009:77).
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA LANGKA MELALUI PROSES REPRODUKSI FOTO DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA LANGKA MELALUI PROSES REPRODUKSI FOTO DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

2. Terbitnya pedoman teknik di bidang pelestarian bahan pustaka langka melalui proses reproduksi beserta alur kerja dari tahapan-tahapan proses pelaksanaan reproduksi foto sehingga terencana dan tersususn secara baik dan sistematis. Usulan untuk mengembangkan alur kerja pedoman teknis dalam pelaksanaan proses reproduksi foto.

4 Baca lebih lajut

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN BALAI KOTA MAKASSAR

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN BALAI KOTA MAKASSAR

Defenisi pengawetan oleh IFLA dibatasi kepada kebijakan dan khusus dalam melindungi bahan pustaka untuk kelestarian koleksi tersebut. Perbaikan menurut defenisi yang diberikan IFLA menunjutkan pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan yang rusak. (Martoatmodjo, 2009 : 1) pelestarian bahan pustaka tidak hanya menyangkut pelestarian dalam fisik, tetapi juga pelestarian dalam bidang informasi yang terkandung didalamnya . Maksud dan tujuan pelestarian bahan pustaka yaitu mengusahakan agar bahan pustaka yang mahal, diusahakan agar awet, bisa dipake lebih lama dan bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakan (Masofa,2006:16) Koleksi yang dirawat dimaksudkan bisa menimbulkan daya tarik sehingga orang tadinya segan membaca atau enggan memakai buku perpustakaan menjadi rajin menggunakan jasa perpustakaan
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

MeMbangun Kesadaran MasyaraKat suMedang dalaM MelestariKan Warisan budaya (Sebuah kajian fenomenologis tentang pengalaman pustakawan Perpustakaan Yayasan Pangerang Sumedang dalam melakukan kegiatan pelestarian buku “Babad Sumedang”)

MeMbangun Kesadaran MasyaraKat suMedang dalaM MelestariKan Warisan budaya (Sebuah kajian fenomenologis tentang pengalaman pustakawan Perpustakaan Yayasan Pangerang Sumedang dalam melakukan kegiatan pelestarian buku “Babad Sumedang”)

Pengawetan buku yang sudah langka atau sudah berusia tua di Perpustakaan Yayasan Pangeran Sumedang dengan cara memberikan rempah-rempah seperti teh, kopi ataupun cengkeh kedalam rak tempat penyimpanan buku itu sendiri. Selain menggunakan rempah mereka menggunakan silika gel untuk melindungi buku yang usianya sudah tua, agar buku tersebut tetap dalam kondisi yang baik serta awet. Ruangan penyimpanan koleksi- koleksi perpustakaan diletakan bersamaan dengan ruang bacanya. Koleksi-koleksi pustaka ditempatkan pada lemari-lemari kaca yang terkunci dari luar, beberapa koleksi naskah kuno ditempatkan pada tempat penyimpanan di ruangan yang sama.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kebijakan Pustakawan Dalam Pelestarian Bahan  Pustaka Monograf Pada Perpustakaan Umum Kota Medan

Kebijakan Pustakawan Dalam Pelestarian Bahan Pustaka Monograf Pada Perpustakaan Umum Kota Medan

Bahan pustaka yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar, sobek, mudah rusak oleh makhluk hidup dan timbul noda oleh debu dan jamur. Kekuatan kertas makin lama makin menurun sejalan dengan usia kertas. Penurunan tersebut karena reaksi foto kimia atau reaksi antara selulosa dengan bahan-bahan lain yang ada pada kertas atau bahan lain yang berasal dari luar. Kertas yang sudah tua akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan lama kelamaan menjadi rapuh dan hancur. Walaupun demikian cepat atau lambat proses kerusakan pada kertas tergantung pada mutu kertas dan iklim daerah dimana kertas itu berada (Darmono, 2001:74).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN IAIN PONTIANAK

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN IAIN PONTIANAK

Penelitian ini membahas mengenai “Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan IAIN Pontianak”. Data pada penelitian didapatkan melalui wawancara Kepala Perpustakaan, Petugas Layanan Sirkulasi, dan Petugas Pengolahan Bahan Pustaka penelitian ini melalui observasi dilakukan dalam kurun waktu 4 bulan. Penelitian mengangkat pelestarian bahan pustaka di Perpustakaan IAIN Pontianak, karena peneliti melihat beberapa bahan pustaka yang sudah rusak tanpa adanya perbaikan, namun bahan pustaka tersebut masih digunakan oleh pemustaka. Wawancara dilakukan kepada informan dengan tujuan untuk mengetahui usaha dalam pelestarian. kendala, dan faktor kerusakan dalam melakukan pelestarian bahan pustaka. Tujuan perguruan tinggi Adapun teori yang digunakan peneliti Mortoatmodjo (2013:1) pelestarian adalah mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan koleksi, bahan pustaka dan arsip. Menyelamatkan informasi menajdi tujuan utama dalam pelestarian bahan pustaka. Termasuk didalamnya kebijakan pengelolaan, keuangan, metode, dan teknik serta penyimpanannya.Setelah dilakukan penelitian kepada informan terkait pelestarian bahan pustaka, peneliti menyusun pedoman wawancara dan menghasilkan beberapa pembahasan terkait pelestarian bahan pustaka, yaitu:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TATA KERJA PENGOLAHAN BUKU PERPUSTAKAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MODEL SEKAYU - eprint UIN Raden Fatah Palembang

TATA KERJA PENGOLAHAN BUKU PERPUSTAKAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MODEL SEKAYU - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Perpustakaan bukan merupakan hal yang baru di kalangan masyarakat, di mana-mana telah diselenggarakan perpustakaan, seperti di sekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah menengah. Begitu pula di kantor-kantor, bahkan sekarang telah digalakkan perpustakaan-perpustakaan umum baik di tingkat kabupaten sampai dengan di tingkat desa. Tetapi, walaupun bukan merupakan hal yang baru, masih banyak orang yang memberikan definisi yang salah terhadap perpustakaan. Banyak orang yang mengasosiasikan perpustakaan itu dengan buku- buku, sehingga setiap tumpukan buku pada suatu tempat tertentu disebut perpustakaan. Padahal tidak semua tumpukan buku itu dapat dikatakan perpustakaan. Memang salah satu ciri perpustakaan adalah adanya bahan pustaka atau sering juga disebut koleksi pustaka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Indonesia Timur - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Indonesia Timur - Repositori UIN Alauddin Makassar

Faktor iklim seperti suhu dan kelembaban merupakan penyebab kerusakan bahan pustaka. Suhu udara dan kelembaban relative akan sangat menentukan kelestarian koleksi bahan pustaka dan arsip. Kondisi yang selalu disebut sebagai ideal untuk menyimpan koleksi bahan pustaka dan arsip adalah suhu udara yang tetap antara 16°C dan 21°C dengan kelembaban relative antara 40% dan 60%, serta sirkulasi udara yang baik. Dapat dibuktikan bahwa makin rendah suhu dan kelembaban akan lebih baik bagi kelestarian kertas. Demikian pula dengan pertumbuhan jamur akan sangat dihambat. Kerusakan kertas yang diakibatkan oleh suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perekat pada jilidan buku menjadi kering, sedangkan jilidannya sendiri menjadi longgar. Tingkat suhu dan kelembaban nisbi selama penyimpanan jangka panjang bahan pustaka diketahui berdampak nyata pada pelestarian. Suhu yang tinggi itu dapat mengakibatkan kertas menjadi rapuh, warna kertas menjadi kuning. Sebaliknya, apabila lembab nisbi terlalu tinggi, buku akan menjadi lembab sebagai akibatnya buku mudah diserang jamur, rayap, kecoa, kutu buku, dan ikan perak. Oleh karena itu, kedua variabel tadi harus berada pada suatu tingkat yang harus tetap di pertahankan di ruang penyimpanan dan ruang baca.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

KEGIATAN PELESTARIAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT SUMBER DAYA AIR TANAH DAN GEOLOGI LINGKUNGAN.

KEGIATAN PELESTARIAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT SUMBER DAYA AIR TANAH DAN GEOLOGI LINGKUNGAN.

Penelitian ini membahas kegiatan pelestarian koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan preservasi dan konservasi pada koleksi bahan pustaka berdasarkan teori Piramida Preservasi oleh Rene Teygeler yang meliputi Preservasi Preventif, Konservasi Pasif, dan Konservasi Aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelestarian koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Bandung yang meliputi Preservasi Preventif, Konservasi Pasif, dan Konservasi Aktif adalah cukup baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bahan pustaka menjadi tema sentral skripsi mahasiswa prodi ilmu perpustakaan UIN Jakarta

Bahan pustaka menjadi tema sentral skripsi mahasiswa prodi ilmu perpustakaan UIN Jakarta

Artikel ini merupakan hasil penelitian deskriptif kuantitatif mengenai perkembangan ilmu perpustakaan pada Prodi Ilmu Perpustakaan FAH-UIN Jakarta, yang dilakukan dengan cara pemetaan tema skripsi mahasiswa tahun 2003-2012. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa dari 244 judul skripsi diperoleh 30 tema pokok, dan terdapat lima tema pokok yang dominan, yaitu. 1). bahan pustaka sebanyak 60 judul (24,59%), terkategori menjadi: bahan pustaka format tertentu, bahan pustaka bidang tertentu, bahan pustaka koleksi perpustakaan tertentu, dan bahan pustaka secara umum, dengan fokus pembahasan pada aspek pengadaan, ketersediaan, kepuasan pemakai, pemanfaatan, evaluasi, penyiangan, pengembangan, perkembangan, persepsi pengguna, pengelolaan, dsb. 2)layanan perpustakaan yaitu 36 judul (14,75%), tema ketiga ‘perpustakaan sekolah’ sebanyak 31 judul (12,70%), dan tema keempat ‘pengembangan koleksi’ dengan frekuensi 26 judul (10,66 %), dan tema kelima ‘teknologi informasi’ sebanyak 16 judul (6,56 %). Tema yang paling jarang dibahas (hanya satu kali dalam periode 2003-2012):‘analisis sitasi, story teling, gedung perpustakaan, kerjasama antar perpustakaan, komunikasi ilmiah, perpustakaan daerah, perpustakaan digital, perpustakaan masjid, dan sistem jaringan informasi’. Disimpulkan, kecenderungan skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan FAH-UIN Jakarta adalah pada tema ‘pengembangan koleksi’ terutama tentang bahan pustaka, karena tema ini muncul secara signifikan hampir pada setiap tahun, disamping tema ‘pengembangan koleksi’ itu sendiri juga menjadi tema dominan yang keempat. Itulah arah atau kecenderungan umum dari perkembangan keilmuan yang ada pada prodi tersebut selama kurun waktu 2003-2012.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...