Pemahaman dan Pengetahuan Perpajakan

Top PDF Pemahaman dan Pengetahuan Perpajakan:

PENGARUH LAYANAN FISKUS,PELAKSANAAN SUNSET POLICY, PEMAHAMAN DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN, PERSEPSI YANG BAIK ATAS EFEKTIFITAS PERPAJAKANTERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM UPAYA PENINGKATAN PAJAK (STUDI EMPIRIS WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KPP PRATAMA KUD

PENGARUH LAYANAN FISKUS,PELAKSANAAN SUNSET POLICY, PEMAHAMAN DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN, PERSEPSI YANG BAIK ATAS EFEKTIFITAS PERPAJAKANTERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM UPAYA PENINGKATAN PAJAK (STUDI EMPIRIS WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KPP PRATAMA KUD

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat, karunia, hidayah, dan kemudahannya akhirnya skripsi dengan judul “Pengaruh Layanan Fiskus, Pemahaman dan Pengetahuan Perpajakan, Persepsi Yang Baik Atas Efektifitas Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Upaya Peningkatan Pajak (studi empiris wajib pajak orang pribadi di Kudus). Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana srata satu (S1) pada Fakultas Ekonomi studi Akuntansi Universitas Muria Kudus. Dalam penyelesaian penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Dampak Sistem E-Filing, Pengetahuan Perpajakan, Sosialisasi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Dampak Sistem E-Filing, Pengetahuan Perpajakan, Sosialisasi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Ilhamsyah, R., Maria. G Wi Endang., and Rizky Yudhi Dewantara. (2016). Pengaruh Pemahaman Dan Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Samsat Kota Malang), PS Perpajakan, Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN SELF ASSESMENT SYSTEM, SANKSI PERPAJAKAN, DAN PEMAHAMAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ATAS PP NO. 46 TAHUN 2013 - UMBY repository

PENGARUH PENERAPAN SELF ASSESMENT SYSTEM, SANKSI PERPAJAKAN, DAN PEMAHAMAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ATAS PP NO. 46 TAHUN 2013 - UMBY repository

pajak yaitu meliputi kesadaran dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, pengetahuan perpajakan, pemahaman peraturan perpajakan, persepsi efektivitas sistem perpajakan, kualitas layanan terhadap Wajib Pajak, serta kemauan membayar. Kemauan Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan akan dapat mendorong meningkatkan penerimaan pajak. Dari waktu ke waktu kontribusi penerimaan pajak terhadap penerimaan negara semakin meningkat.

12 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG  PRIBADI YANG MELAKUKAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus pada KPP Pratama Surakarta).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus pada KPP Pratama Surakarta).

Penelitian ini mengembangkan dari penelitian (Handayani et al. 2012) yaitu Kesadaran membayar pajak, Pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan perpajakan, Persepsi yang baik atas Efektifitas sistem perpajakan, dan Tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintah dan hukum. Sedangkan dalam penelitian ini dilakukan penambahan dua variabel independen yaitu Kualitas pelayanan perpajakan dan persepsi wajib pajak atas manfaat pajak yang dirasakan, sehingga diharapkan akan memberikan tambahan bukti empiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan Wajib Pajak dalam membayar pajak. Variabel kualitas pelayanan perpajakan ini merupakan salah satu variabel dari penelitian yang dilakukan oleh Hardiningsih dan Yulianawati (2011) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan membayar pajak.Variabel persepsi wajib pajak atas manfaat pajak yang dirasakan merupakan salah satu variabel dari penelitian yang dilakukan oleh Ryanni (2013) tentang faktor-faktor yang mempengarui kemauan membayar pajak oleh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di kantor pelayanan pajak pratama bintan. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis pengaruh Kesadaran membayar pajak, Pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan perpajakan, Persepsi yang baik atas Efektifitas sistem perpajakan, Kualitas pelayanan perpajakan, Persepsi wajib pajak atas manfaat pajak yang dirasakan, dan Tingkat kepercayaan terhadap sistem Pemerintahan dan Hukum terhadap kemauan membayar pajak.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK (Studi Pada WPOP yang Memiliki Kegiatan Usaha di Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK (Studi Pada WPOP yang Memiliki Kegiatan Usaha di Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dengan mengikuti perkembangan jaman dari waktu ke waktu, setiap harinya penduduk negara Indonesia bertambah. Itu menunjukkan bahwa semakin bertambahnya jumlah penduduk, semakin besar pula kewajiban penduduk yang melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak terhutangnya setiap bulan atau tahunnya. Sekarangpun masih banyak penduduk atau para Wajib Pajak (WP) yang masih menunggu untuk ditagih pajaknya, setelah itu mereka baru membayar. Dan hal ini dapat menurunkan jumlah penerimaan pajak negara. Menurut Waluyo (2011), sistem self assessment atau self assessment system merupakan sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang, kepercayaan, tanggung jawab kepada Wajib Pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar. Sedangkan menurut UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) ada istilah Self Assessment System, adalah suatu sistem dalam perpajakan yang memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada wajib pajak untuk berinisiatif mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), serta menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan sendiri pajak terutangnya.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sistem pemungutan pajak merupakan salah satu elemen penting yang menunjang keberhasilan pemungutan pajak suatu negara. Secara umum terdapat tiga sistem pemungutan pajak, yaitu official assessment system , self assessment system , dan withholding system . Dalam perkembangan Indonesia dari waktu ke waktu, sejak adanya reformasi di bidang pajak tahun 1983, negara kita mulai menerapkan self assessment system . Dimana di dalam sistem ini wajib pajak dituntut untuk berperan aktif, mulai dari mendaftarkan diri sebagai wajib pajak, mengisi SPT (Surat Pemberitahuan), menghitung besarnya pajak yang terutang dan menyetorkan kewajibannya. Sistem ini memberikan peluang bagi wajib pajak untuk bertindak curang dengan cara sengaja mengisi laporan yang tidak benar dan mengelak dari kewajiban pajaknya. Disini peran fiskus atau aparatur perpajakan adalah sebagai pembina, pembimbing, dan pengawas pelaksanaan kewajiban yang dilakukan oleh wajib pajak. Oleh karena itu, self assessment system ini akan berjalan dengan baik apabila masyarakat memiliki tingkat kepatuhan perpajakan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Analisis Pemahaman Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas - Repositori Universitas Andalas

Analisis Pemahaman Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas - Repositori Universitas Andalas

39 4.3.Hubungan Jenis Kelamin, Pendidikan, Kursus Perpajakan dengan Pemahaman .... 41 4.4.Pemahaman Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi ...[r]

6 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaft

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaft

Menurut Sudjono (2006) dalam Sapti, dkk (2012) bahwa pengetahuan sebagai suatu ingatan dan hafalan terhadap materi yang dipelajari seperti rumus batasan, definisi, pasal dalam undang-undang dan sebagainya memang perlu dihafal dan diingat agar dapat dikuasai sebagai pengetahuan. Sedangkan memahami adalah suatu kemauan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar (Soekidjo, 2007). Dengan demikian, apabila seorang telah mengetahui peraturan yang ada, maka seharusnya orang tersebut akan paham akan peraturan yang ada. Persepsi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengorganisasian dan penginterpretasikan terhadap stimulus oleh organisasi atau individu sehingga merupakan suatu yang berarti dan merupakan aktivitas integrated dalam diri individu. Sedangkan efektifitas memiliki pengertian suatu pengukuran yang dinyatakan seberapa jauh target (kualitas, kuantitas dan waktu) telah tercapai (Widayati dan Nurlis, 2010). Pelayanan yang baik akan mendorong kepatuhan wajib pajak untuk dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya. Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak yaitu dengan cara mendengar, mencari tahu dan berupaya untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh wajib pajak terkait dengan hak dan kewajiban perpajakan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Dan Pemahaman Tentang Peraturan Perpajakan, Efektifitas Sistem Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus Pada KPP Pratama Sura

PENDAHULUAN Analisis Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Dan Pemahaman Tentang Peraturan Perpajakan, Efektifitas Sistem Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus Pada KPP Pratama Sura

Pelayanan fiskus yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Pelayanan fiskus yang baik akan memberikan kenyamanan bagi wajib pajak. Keramah tamahan petugas pajak dan kemudahan dalam sistem informasi perpajakan termasuk dalam pelayanan perpajakan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Utami, dkk (2011), penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepatuhan. Apabila kualitas pelayanan semakin baik maka akan cenderung meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak. Ketika tingkat kualitas pelayanan meningkat, hal ini akan mendorong wajib pajak untuk melakukakn kewajibannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KESADARAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN PADA SEKTOR USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KOTA MEDAN.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KESADARAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN PADA SEKTOR USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KOTA MEDAN.

Pada penelitian ini batasan masalah yang dibuat supaya tidak meluas pembahasannya adalah pengaruh pengetahuan wajib pajak, pemahaman self assessment system, tingkat penghasilan wajib pajak, kemudahan dalam melakukan sistem pembayaran perpajakan, manfaat yang dirasakan oleh wajib pajak, dan tingkat kepercayaan pada sistem pemerintah dan hukum terhadap kesadaran kewajiban perpajakan pada sektor usaha kecil dan menengah.

31 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT KESADARAN, PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN  PERATURAN PERPAJAKAN, KONDISI KEUANGAN  Pengaruh Tingkat Kesadaran, Pengetahuan Dan Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kondisi Keuangan Serta Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Wajib Pajak Bad

PENGARUH TINGKAT KESADARAN, PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KONDISI KEUANGAN Pengaruh Tingkat Kesadaran, Pengetahuan Dan Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kondisi Keuangan Serta Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Wajib Pajak Bad

Sasaran utama dari kebijaksanaan keuangan negara di bidang penerimaan dalam negeri adalah untuk menggali, mendorong, dan mengembangkan sumber-sumber penerimaan dari dalam negeri agar jumlahnya meningkat sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Pertumbuhan populasi dunia usaha di Indonesia yang pesat merupakan indikator peningkatan potensi penerimaan pemerintah dari sektor pajak meskipun belum mencerminkan kondisi yang diinginkan, karena itu kebijaksanaan sektor perpajakan diarahkan untuk mendorong perekonomian (Suhendra, 2010).

18 Baca lebih lajut

ANALISIS  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Dalam Memenuhi Kewajiban Membayar Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Dalam Memenuhi Kewajiban Membayar Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayan

Peranan penerimaan pajak sangat penting bagi negara, oleh karena itu Direktorat Jendral (Dirjen) Pajak merupakan instansi pemerintah di bawah Departemen Keuangan yang bertindak sebagai pengelola sistem perpajakan di Indonesia berusaha meningkatkan penerimaan pajak dengan melakukan reformasi pajak yang bertujuan agar sistem perpajakan dapat mengalami penyederhanaan yang mencakup tarif pajak, penghasilan tidak kena pajak, dan sistem pemungutan pajak. Dalam pelaksanaan undang-undang perpajakan yaitu Undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan bahwa wajib pajak merupakan orang pribadi atau badan, seperti pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. Bentuk reaksi masyarakat dapat dilihat dari kemauan wajib pajak untuk membayar pajak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar Di KPP Pratama Surakarta).

PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar Di KPP Pratama Surakarta).

pemungutan pajak, sepenuhnya berada ditangan pemerintah, sedangkan dalam self assessment system Wajib Pajak diberi kepercayaan penuh untuk menghitung, membayar, menyetor dan melaporkan besarnya jumlah pajak terhutang, dalam jangka waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang- undangan perpajakan.

8 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Dasar - dasar Teori - PENGARUH PERSEPSI SANKSI PERPAJAKAN, KESADARAN PERPAJAKAN, PELAYANAN FISKUS DAN TINGKAT PEMAHAMAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PRIBADI SEBAGAI PENGUSAHA (Studi Empiris pada Wajib

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Dasar - dasar Teori - PENGARUH PERSEPSI SANKSI PERPAJAKAN, KESADARAN PERPAJAKAN, PELAYANAN FISKUS DAN TINGKAT PEMAHAMAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PRIBADI SEBAGAI PENGUSAHA (Studi Empiris pada Wajib

Kesadaran untuk mematuhi ketentuan (hukum pajak) yang berlaku tentu menyangkut faktor - faktor apakah ketentuan tersebut telah diketahui, diakui, dihargai, dan ditaati. kesadaran WP adalah suatu kondisi dimana WP mengetahui, mengakui, menghargai dan menaati ketentuan perpajakan yang berlaku serta memiliki kesungguhan dan keinginan untuk memenuhi kewajiban pajaknya. Menurut Suardika (dikutip dari Muliari dan Setiawan, 2010), masyarakat harus sadar akan tahun jumlah WP, jumlah SPT tahunan kepatuhan keberadaannya sebagai warga negara dan harus selalu menjunjung tinggi undang - undang dasar 1945 sebagai dasar hukum penyelenggaran negara. Dalam penelitian itu kesadaran pajak diukur melalui, WP paham atau berusaha untuk memahami semuaketentuan peraturan perundang - undangan perpajakan, mengisi formulir pajak dengan lengkap dan jelas, ketepatan dalam pembayaran pajak yang terutang, pembayaran pajak sebagai pendapatan negara, ketepatan membayar pajak, kewajiban membayar pajak, membayar pajak tanpa paksaan.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT KESADARAN, PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN  PERATURAN PERPAJAKAN, KONDISI  Pengaruh Tingkat Kesadaran, Pengetahuan Dan Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kondisi Keuangan Serta Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Wajib Pajak Badan ( Stud

PENGARUH TINGKAT KESADARAN, PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KONDISI Pengaruh Tingkat Kesadaran, Pengetahuan Dan Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kondisi Keuangan Serta Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Wajib Pajak Badan ( Stud

Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ PENGARUH TINGKAT KESADARAN, PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KONDISI KEUANGAN SERTA TARIF PAJAK TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK BADAN (Studi Kasus pada KPP PRATAMA Sukoharjo) ”.

15 Baca lebih lajut

FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN UNTUK MEMBAYAR PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG  Faktor- Faktor Yang Mepengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Di Kabupaten Blora.

FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN UNTUK MEMBAYAR PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG Faktor- Faktor Yang Mepengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Di Kabupaten Blora.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kesadaran Membayar Pajak, Persepsi yang Baik Atas Efektifitas Sistem Perpajakan, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kemauan Membayar Pajak karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sedangkan Pengetahuan dan Pemahaman Akan Peraturan Perpajakan berpengaruh secara signifikan terhadap Kemauan Membayar Pajak karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor- Faktor Yang Mepengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Di Kabupaten Blora.

PENDAHULUAN Faktor- Faktor Yang Mepengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas Di Kabupaten Blora.

Pada awal tahun 1984, sejak dimulainya tax reform sistem perpajakan di Indonesia berubah dari official assessment system yaitu pemungutan terletak sepenuhnya pada penguasa pemerintah menjadi self assessment system (Asri dan Vinola,2010) . Self assessment system yaitu wajib Pajak diberi kepercayaan penuh untuk menghitung, memperhitungkan, membayar/menyetor dan melaporkan besarnya pajak yang terhutang sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dalam peraturan perundang- undangan perpajakan. Sebenarnya masih banyak wajib pajak potensial yang belum terdaftar sebagai wajib pajak aktual. Ketidaktaatan dalam membayar pajak tidak hanya terjadi pada lapisan pengusaha saja tetapi telah menjadi rahasia umum bahwa para pekerja profesional lainnya juga tidak taat untuk membayar pajak. Hal ini disebabkan kemauan wajib pajak dalam membayar kewajiban pajaknya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas ( Studi Kasus Pada Kpp Pratama Karanganyar ).

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas ( Studi Kasus Pada Kpp Pratama Karanganyar ).

b. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan, dan presepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan terhadap kemauan membayar pajak, sehingga dapat diketahui faktor apa yang mempengaruhi wajib pajak mau membayar pajak

9 Baca lebih lajut

KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI NON PEKERJAAN BEBAS SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (STUDI KASUS PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI NON PEKERJAAN BEBAS DI KANTOR PELAYANAN PAJAK SEMARANG BARAT).

KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI NON PEKERJAAN BEBAS SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (STUDI KASUS PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI NON PEKERJAAN BEBAS DI KANTOR PELAYANAN PAJAK SEMARANG BARAT).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan untuk membayar pajak wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas dalam penelitian yang dilakukan oleh Widayanti dan Nurlis (2010), adalah kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan pajak, dan persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Namun, hasil yang di dapatkan kesadaran membayar pajak dan persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak, sedangkan pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan pajak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Sedangkan Fahluzy dan Agustina (2014), dalam penelitianya memilih persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan, dan tingkat kepercayaan terhadap sistem hukum dan pemerintahan sebagai faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar pajak UMKM di kabupaten Kendal. Namun, hasil dalam penelitiannya secara parsial menunjukkan bahwa variabel persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan dan pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan membayar pajak UMKM di kabupaten Kendal, sedangkan tingkat kepercayaan terhadap sistem hukum dan pemerintahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan membayar pajak UMKM di kabupaten Kendal. Penelitian ini mengambil objek di KPP Pratama Semarang Barat, karena menurut Kanwil DJP I Jateng jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) di KPP Pratama Semarang Barat merupakan yang terbesar ke dua setelah KPP Pratama Semarang Candisari dibandingkan dengan KPP yang lain untuk wilayah Semarang. Berikut data jumlah WPOP di KPP se-kota Semarang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN FORMAL WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS PADA KPP PRATAMA BLITAR) SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN FORMAL WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS PADA KPP PRATAMA BLITAR) SKRIPSI

Melihat hal tersebut di atas, pemerintah, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pajak, terus berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak. Langkah- langkah strategis pun dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah pemerintah untuk meningkatkan penerimaan dari sektor perpajakan dimulai dengan melakukan reformasi perpajakan secara menyeluruh pada tahun 1983, dan sejak saat itulah, Indonesia menganut sistem self assessment (Mustikasari, 2007:2). Sistem ini telah berhasil meningkatkan partisipasi rakyat dalam hal pemenuhan kewajiban membayar pajak yang merupakan sumber penerimaan negara yang vital (Sukma, 2006:4). Reformasi pajak (tax reform) dilakukan karena pemerintah menganggap bahwa peraturan perpajakan yang berlaku saat itu (1983 dan sebelumnya) adalah peninggalan kolonial Belanda yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, tidak sesuai dengan struktur dan organisasi pemerintahan, tidak berdasarkan Pancasila, dan tidak lagi sesuai dengan perkembangan ekonomi, yang selama ini berlaku di Indonesia (Suandy, 2000:77).
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...