Pemahaman matematis

Top PDF Pemahaman matematis:

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS P

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS P

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian setiap indikator yang mengukur kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititatif yang berupaya untuk mendeskripsikan analisis kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika tingkat 3 sebanyak 1 kelas yang terdiri atas 21 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi tes kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II yang meliputi materi fungsi invers, limit fungsi, dan turunan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kemampuan mahasiswa matematika pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II adalah sebagai berikut: Terdapat 3 mahasiswa yang mendapat nilai di bawah 50, terdapat 2 mahasiswa yang mendapat nilai antara 51 dan 60, terdapat 7 mahasiswa yang mendapat nilai antara 61 dan 70, terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai antara 71 dan 80, dan terdapat 4 mahasiswa yang mendapat nilai 81 ke atas. Adapun nilai sempurna diraih oleh 3 mahasiswa pada nomor soal pertama, 3 mahasiswa pada nomor soal kedua, 6 mahasiswa pada nomor soal ketiga, 13 mahasiswa pada nomor soal keempat, dan 16 mahasiswa pada nomor soal kelima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS, REPRESENTASI MATEMATIS, DAN KEYAKINAN MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI KONFLIK KOGNITIF. - repository UPI D MTK 1004724 Title

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS, REPRESENTASI MATEMATIS, DAN KEYAKINAN MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI KONFLIK KOGNITIF. - repository UPI D MTK 1004724 Title

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas rahmat, taufik, dan hidayahNya disertasi ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Disertasi ini berjudul “ Mengembangkan Kemampuan Pemahaman Matematis, Representasi Matematis dan Keyakinan Matematis Siswa Dengan Menggunakan Strategi Konflik Kognitif ”. Tujuan penulisan disertasi adalah untuk untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Doktor Pendidikan Matematika pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

e. Verification (pembuktian). Pada tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing (Syah, 2004). Verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya

10 Baca lebih lajut

 this  file 3027 5495 1 PB

this file 3027 5495 1 PB

Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa kemampuan pemahaman matematis merupakan hal yang mampu dikembangkan melalui pembelajaran nyata. Salahsatu pendekatan yang cocok untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis adalah contextual teaching and learning. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan CTL; (2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan pendekatan konvensional; (3) perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan CTL dengan pendekatan konvensional dan (4) respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan CTL. Penelitian ini menggunakan metode the nonequivalent control group design dan termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan dilakukan melalui pretes dan postes untuk melihat peningkatan terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan CTL dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional. Selain itu, siswa memberikan respon positif (baik) terhadap penggunaan CTL dengan menyatakan menyenangi dan ikut aktif dalam CTL.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

d mtk 0706868 chapter5

d mtk 0706868 chapter5

1. Ditinjau secara keseluruhan, kemampuan pemahaman matematis, koneksi matematis dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar matematika siswa, untuk siswa yang pembelajarannya menggunakan reciprocal teaching lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya dilakukan secara konvensional. Kemampuan-kemampuan tersebut semuanya berada dalam kualifikasi sedang.

7 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

Pengolahan data diawali dengan menguji persyaratan statistik yang diperlukan sebagai dasar dalam pengujian hipotesis antara lain uji normalitas dan homogenitas. Selanjutnya dilakukan uji-t atau anova dua jalur yang disesuaikan dengan permasalahannya. Seluruh perhitungan statistik digunakan bantuan komputer program microsoft excel dan SPSS versi 15. Selain dilakukan analisis secara kuantitatif, peneliti juga melengkapinya dengan analisis secara kualitatif. Analisis ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh tentang kemampuan pemahaman matematis, kemampuan koneksi matematis, kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar matematika siswa dalam reciprocal teaching. Di samping itu, analisis juga untuk mengetahui apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan-ketentuan pembelajaran yang ditetapkan pada kedua jenis pembelajaran.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

Bahan ajar dirancang agar tujuan penelitian yaitu untuk mengembangkan kemampuan pemahaman matematis, kemampuan koneksi matematis, kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar matematika siswa bisa dicapai. Pembelajaran reciprocal teaching yang sesuai dengan paham konstruktivisme, bahan ajar dirancang agar siswa memiliki peran yang sangat besar dalam upaya memahami, mengembangkan, menemukan, serta menerapkan baik konsep, prosedur maupun prinsip-prinsip matematika. Sedangkan peran guru lebih bersifat sebagai fasilitator yang memberikan scaffolding dan senantiasa memfasilitasi setiap perkembangan yang terjadi pada diri siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

S MTK 1201012 Chapter5

S MTK 1201012 Chapter5

1. Pencapaian dan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh strategi pembelajaran Everyone Is a Teacher Here lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Pencapaian pemahaman matematis siswa yang memperoleh strategi pembelajaran Everyone Is a Teacher Here termasuk dalam kategori cukup, pencapaian pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional termasuk dalam kategori rendah. Peningkatan pemahaman matematis siswa yang memperoleh strategi pembelajaran Everyone Is a Teacher Here termasuk dalam kategori sedang, peningkatan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional termasuk dalam kategori sedang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MAT 1302458 Chapter5

T MAT 1302458 Chapter5

1) Pembelajaran di kelas brain based learning.dapat dijadikan sebagai pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis dan komunikasi matematis dan mengurangi kecemasan matematis siswa.

2 Baca lebih lajut

t mtk 1007376 chapter5

t mtk 1007376 chapter5

2. Dalam menerapkan model pembelajaran yang diteliti, setiap pengajar disarankan untuk menyediakan bahan ajar yang dirancang secara khusus sesuai dengan indikator pemahaman matematis sehingga kemampuan tersebut dapat dimiliki siswa.

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIS.

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIS.

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kontekstuan dan siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung (direct instruction). Penelitian ini merupakan suatu studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest postest control group design. Subjek penelitian (sample) adalah siswa kelas IV SDN Sindanglaya 8 di Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen test yang berbentuk uraian. Test terdiri dari test kemampuan pemahaman dan test kemampuan representasi matematis. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) Kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapat pembelajaran kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan siswa yang mendapat pembelajaran langsung (direct instructions). 2) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapat pembelajaran kontekstual lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung (direct instruction). 3) Kemampuan representasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan representasi siswa yang mendapat pembelajaran langsung (direct instructions). 4) Peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran langsung (direct instruction).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

T IPA 1201376 Chapter4

T IPA 1201376 Chapter4

yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ekspositori, dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa terhadap aspek pemahaman matematis yang hendak diukur. Setelah pretes, kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda dimana kelas SPATKT diberi pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe kuis tim dan kelas KNV diberi pembelajaran model kovensional. Pada saat pembelajaran selesai sebanyak 8 pertemuan, kedua kelas diberikan postes untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis. Selisih antara skor postes dan pretes dibandingkan dengan selisih skor ideal kemampuan pemahaman matematis dengan skor pretes siswa yang dinyatakan dalam skor gain ternormalisasi (N-gain) untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya peningkatan setelah perlakuan diberikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T PD 1308022 Chapter3

T PD 1308022 Chapter3

Pada Tabel 3.12 diatas terlihat untuk soal no. 6, 12a, 12b, 8a, 8b, 8c, 9 dan 10 nilai alpha < 0,05, artinya kedelapan soal tersebut valid dan dapat dijadikan sebagai test untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis, sedangkan soal no. 11a, 11b, 7a, 7b, 13a, 13b dan 13c diperoleh nilai alpha > 0,05 yang berarti soal tersebut tidak valid sehingga tidak dapat dijadikan sebagai instrument dalam mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Melihat dari hasil perhitungan validitas diatas maka test yang akan dipergunakan dalam penelitian dalam mengukur kemampuan komunikasi matematis penulis memilih 7 butir soal yaitusoal no.6, 12a, 12b, 8a, 8b, 8c dan 9
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

d mtk 0706868 chapter1

d mtk 0706868 chapter1

Mengembangkan kemampuan komunikasi matematis sejalan dengan paradigma baru pembelajaran matematika. Pada paradigma lama, guru lebih dominan dan hanya bersifat mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa, sedangkan para siswa dengan diam dan pasif menerima transfer pengetahuan dari guru tersebut. Namun pada paradigma baru pembelajaran matematika, guru merupakan manajer belajar dari masyarakat belajar di dalam kelas, guru mengkondisikan agar siswa aktif berkomunikasi dalam belajarnya. Guru membantu siswa untuk memahami ide-ide matematis secara benar serta meluruskan pemahaman siswa yang kurang tepat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

d mtk 0706868 chapter1(1)

d mtk 0706868 chapter1(1)

sekolah dan faktor kemampuan awal matematika siswa. Level sekolah dibagi dalam tiga kelompok yaitu : atas, sedang dan bawah. Digunakannya tiga level dalam penelitian ini bertujuan agar semua kelompok sekolah terwakili sehingga kesimpulan yang didapatkan lebih representatif. Pengelompokan ini juga bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan level sekolah terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar siswa dalam matematika. Sedangkan kemampuan awal matematika siswa dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Pengelompokan ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal siswa terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

Kondisi ini juga terjadi pada siswa di SMP Negeri 8 Bandar Lampung. Berdasarkan data nilai mid semester siswa SMP Negeri 8 Bandar Lampung pada siswa kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 dengan pokok bahasan bilangan dan pecahan menunjukkan tingkat pemahaman konsep yang masih rendah, dari 260 siswa hanya 39 siswa yang mendapat nilai lebih dari 65. Persentase kelulusan siswa dalam tes yang memuat pemahaman konsep ini hanya mencapai 15,1%. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran, siswa tidak diberi kesempatan untuk menemukan konsep secara mandiri tetapi diperoleh melalui penjelasan guru. Selain itu, dalam pembelajaran di kelas kegiatan siswa hanya menyimak dan mencatat, kemudian siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas, guru membahas jawabannya dan diakhir pembelajaran guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa sehingga membuat siswa-siswa kurang menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru dan pemahaman konsep siswa menjadi rendah. Dengan demikian, siswa kurang memahami dan mudah melupakan konsep-konsep tersebut. Siswa yang dapat menemukan konsep secara mandiri biasanya akan lebih mudah mengingat dan memahami karena konsep yang ditemukan akan menjadi lebih bermakna.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

t mtk 1010026 table of content

t mtk 1010026 table of content

dan Berpikir Kritis Matematis …………………………………….. 94 4.10 Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Matematika ……………... .... 95 4.11 Sikap Siswa terhadap Pembelajaran Pemecahan Masalah ……... .... 96 4.12 Sikap Siswa terhadap Soal Kemampuan Pemahaman

Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN MODEL PEM (1)

PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN MODEL PEM (1)

yang dicapai siswa tidak terbatas pada pemahaman yang bersifat dapat menghubungkan. Hal ini merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan Zulkardi (2003:7) bahwa ”mata pelajaran matematika menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika peserta didik harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan soal- soal dan mampu mengaplikasikan pembelajaran tersebut di dunia nyata dan mampu mengembangkan kemampuan lain yang menjadi tujuan dari pembelajaran matematika. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika merupakan dasar untuk belajar matematika secara bermakna.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...