Pemahaman Orang Tua

Top PDF Pemahaman Orang Tua:

PENGARUH PELUANG  KERJA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG PEMAHAMAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN TINGGI   Pengaruh Peluang Kerja Dan Persepsi Siswa Tentang Pemahaman Orang Tua Dalam Pendidikan Tinggi Terhadap Motivasi Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa Kel

PENGARUH PELUANG KERJA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG PEMAHAMAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN TINGGI Pengaruh Peluang Kerja Dan Persepsi Siswa Tentang Pemahaman Orang Tua Dalam Pendidikan Tinggi Terhadap Motivasi Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa Kel

Menurut Sobur (2003:446) menyatakan bahwa Secara etimologis, kata persepsi atau percepetion berasal dari bahasa Latin perception, dari percipere yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai tanggapan/penerimaan langsung dari suatu serapan/suatu proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Hubungan orang tua dan anak dalam penelitian ini adalah peranan orang tua sebagai motivator sekaligus fasilitator dalam memberikan pendidikan bagi anak dan juga penanggungjawab dari pendidikan anak-anaknya. Data Persepsi siswa tentang pemahaman orang tua dalam pendidikan tinggi diperoleh dengan metode angket, yang terdiri dari 15 pernyataan. Dari hasil analisis dan perhitungan diperoleh nilai tertinggi sebesar 57, nilai terendah sebesar 30, rata-rata sebesar 45,86, median sebesar 46, modus sebesar 49 dan standar deviasi sebesar 5,402 serta varian sebesar 29,183.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG GENDER DALAM

PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG GENDER DALAM

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua yang ada di Desa Long Payau tentang gender serta mengetahui cara orang tua memberikan pola asuh kepada anak remaja laki-laki dan perempuan yang ada di Desa Long Payau. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak remaja laki-laki maupun perempuan yang berumur 12-17 tahun, anak remaja laki-laki dan perempuan, serta kepala adat Desa Long Payau. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang tua yang ada di Desa Long Payau belum memahami perbedaan gender dengan jenis kelamin karena mereka masih membedakan pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, cara orang tua memberikan pola asuh kepada anak remaja laki-laki dan perempuan adalah dengan melibatkan anak secara langsung mengerjakan kegiatan orang tua.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN PARENTING SKILL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN PARENTING SKILL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH

Program Pelatihan parenting skill ini merupakan upaya untuk mewujudkan salah satu program layanan bimbingan dan konseling yang komprehensip di Sekolah Dasar yang berkaitan dengan dukungan sistem, yaitu memberikan layanan kepada orang tua sebagai dukungan bagi program pendidikan orang tua siswa dalam meningkatkan kualitas pengasuhan. Adapun program pelatihan yang akan diberikan diantaranya mengenai (1) Merubah pola pikir orang tua berkenaan dengan pola pengasuhan pada anak, masa lalu, kini dan yang akan datang, (2) komunikasi yang seharusnya dibangun oleh orang tua dalam memperlakukan anak, (3) Pengetahuan dan pemahaman mengenai dampak dari berbagai pola asuh yang diberikan pada anak, serta (4) Pemahaman mengenai kelebihan, kekurangan, dan kemampuan masing-masing anak, sehingga orang tua bisa menerapkan ilmu mengasuh dan mendidik anak dengan baik dan benar berdasarkan kapasitas yang dimiliki anak melalui ilmu pengetahuan dan pemahaman yang diperolehnya selama mengikuti pelatihan parenting skill, serta dapat meminimalisir tingkat kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian yang mengarah kepada “Efektivitas Program Pelatihan Parenting Skill Terhadap Peningkatan Pemahaman Orang Tua Tentang Pola asuh,” sehingga bisa diketahui apakah program pelatihan parenting skill ini
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRI PADA PROGRAM PARENTING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRI PADA PROGRAM PARENTING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan pedekatan kualitatif ini dikarenakan permasalahan yang diteliti oleh peneliti merupakan permasalahan sosial yang ada di lingkungan masyarakat khususnya masyarakat miskin. Masyarakat miskin yang penuh dengan problematik kehidupan sosial mulai dari masalah sosial dalam keluarga maupun dengan lingkungan sekitarnya. Tema yang diangkat tentang strategi pembelajaran inkuiri dalam program parenting untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola asuh sangat erat kaitannya dengan kehidupan keluarga dalam mendidik dan mengasuh anak. Banyak permasalahan sosial yang dapat diungkapkan dalam penelitian yang berhubungan dengan pola asuh. Sedangkan dari sisi strategi inkuiri dalam program parenting yang merupakan bagian dari tema utama yang peneliti angkat, merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat miskin sebagai warga belajar. Masyarakat miskin yang identik dengan rendahnya pendidikan, kerawanan sosial, diskriminatif, penindasan, kekurangan, tentunya menjadi masalah sosial tersendiri dalam proses pembelajaran. Masalah yang harus digali dan diungkapkan untuk memberi gambaran yang sebenarnya dari proses pembelajaran bagi masyarakat miskin tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Bogdan dan Biklen (Sudirman, 2000 : 61) pendekatan ini berusaha untuk : (1) memberikan suatu aktivitas pendidik atau pelatih berdasarkan data lapangan yang digali dikawasan tertentu, namun tidak bermaksud menguji atau membuktikan suatu teori, (2) tidak mencari kebenaran mutlak, melainkan bergantung pada kenyataan lapangan menurut suatu pandangan kelompok tertentu.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN PARENTING SKILL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH.

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN PARENTING SKILL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG POLA ASUH.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti mencoba menawarkan sebuah program pelatihan parenting skill kepada orang tua khususnya orang tua siswa kelas tiga (3) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Husainiyah Pamoyanan Cicalengka yang rata-rata masih tergolong orang tua muda. Dari hasil observasi serta wawancara dengan beberapa orang tua siswa kelas tiga (3) SD/MI di lima sekolah di sekitar wilayah Cicalengka, Rancaekek dan Tanjungsari, diperoleh data bahwa para orangtua murid ini benar-benar merasa sangat membutuhkan tambahan ilmu mengenai parenting skill, sebab menurut mereka, pengasuhan yang diberikan selama ini masih menganut pola lama (pendekatan konvensional menurut Hidayati, Zulaehah,2012) dan sering melakukan kekerasan jika anak-anak mereka “ bandel ” atau tidak mau menurut, sehingga mereka merasa harus mengikuti pelatihan parenting skill (Parenting Class) dengan harapan dapat memberikan pengaruh pada peningkatan pemahaman mereka tentang pola pengasuhan, sehingga akan memberikan dampak positif pada perlakuan dan pengasuhan anak dimasa mendatang.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENGARUH PELUANG  KERJA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG PEMAHAMAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP  Pengaruh Peluang Kerja Dan Persepsi Siswa Tentang Pemahaman Orang Tua Dalam Pendidikan Tinggi Terhadap Motivasi Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Pada S

PENGARUH PELUANG KERJA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG PEMAHAMAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP Pengaruh Peluang Kerja Dan Persepsi Siswa Tentang Pemahaman Orang Tua Dalam Pendidikan Tinggi Terhadap Motivasi Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Pada S

nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000. 4) Koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0,344 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh peluang kerja dan persepsi orang tua tentang pendidikan terhadap motivasi melanjutkan ke perguruan tinggi adalah sebesar 34,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Evi Nurdianingsih BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Evi Nurdianingsih BAB I

bahwa keberhasilan sebuah TT tidak terlepas dari enam aspek yang harus diketahui dan dipahami oleh orang tua agar penerapan TT bisa berhasil sesuai yang diharapkan yaitu pemahaman orang tua tentang TT, waktu penerapan TT, mengajarkan anak cara menggunakan toilet, kesiapan anak melakukan TT sendiri, faktor-faktor yang menyebabkan anak mengalami regresi saat TT dan juga suka dan duka orang tua saat mengajarkan TT. 2. Luqman (2009), berjudul ” Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu

8 Baca lebih lajut

T PKKH 1302971 Chapter5

T PKKH 1302971 Chapter5

dengan baik. Pemahaman orang tua tentang konsep ketunarunguan akan berdampak pada kemampuan orang tua dalam memberikan layanan kepada anak tunarungu, pemahaman yang baik akan menumbuhkan pola asuh yang tepat dan cara penanganan Anka dapat meningkat. Sedangkan kemampuan pemahaman pola layanan orang tua terhadap anak tunarungu dari perspektif ekologi akan mempengaruhi pengertian orang tua untuk dapat lebih memberikan kesempatan, dukungan dan penguatan terhadap perkembangan anak terutama dalam aspek keterampilan komunikasi, dan pemahaman orang tua dalam pengembangan keterampilan komunikasi akan dapat membantu orang tua mengintervensi anaknya di rumah dalam mengembangkan teknik-teknik komunikasi yang benar dengan anak tunarungu sehingga keterampilan komunikasi yang dimiliki anak akan meningkat.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PERANAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER REMAJA PUTRI MENURUT ISLAM Arhjayati Rahim

PERANAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER REMAJA PUTRI MENURUT ISLAM Arhjayati Rahim

Tulisan ini membahas tentang peranan orang tua terhadap pendidikan karakter remaja putri menurut Islam. Masa remaja dalam kehidupan manusia hanya datang sekali, masa yang indah sekaligus rentan karena masa ini merupakan masa transisi fisik,emosi dan psikologi menuju ke fase hidup selanjutnya yang mengarah pada kedewasaan, kematangan berfikir dan bertindak sebagai eksistensi sisi manusia. Masa ini juga identik dengan pergaulan dan adaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak mengherankan ketika pola fikir dan tingkah laku masing-masing remaja di tiap negara berbeda karena terkait masalah kultur dan dominasi sosial lingkungannya. Remaja cenderung akan mengalami kondisi yang labil sehingga di perlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua terutama pada remaja putri, kondisi pengetahuan dan pemahaman orang tua baik dari segi kepribadian dan pengetahuan keagamaan sangat berpengaruh terhadap pola didik terhadap karakter remaja putri sehingga mereka dapat melewati masa remaja dengan baik dan sesuai ajaran Islam sehingga menghasilkan generasi yang tangguh,berprestasi serta taat dan selalu berada dalam jalur Islam.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

S PLB 1105240 Chapter1

S PLB 1105240 Chapter1

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana pemahaman orang tua terhadap kondisi ketunagrahitaan anak, sikap orang tua terhadap kondisi ketungrahitaan anak, masalah yang dialami orang tua dalam mengasuh anak tunagrahita serta upaya orang tua dalam menangani masalah yang dialami dalam mengasuh anak tunagrahita.

5 Baca lebih lajut

Syukur Kepada Orang Tua

Syukur Kepada Orang Tua

Bila kita memperhatikan ‘kehidupan’ dari sudut pandang historis, kita bakal saksikan bahwa hidup itu kerap-kali sulit bagi umumnya orang. Ketika anda mengunjungi sebuah pekuburan dan membaca batu-batu nisannya di sini di Inggris, Anda akan temui banyak dari nama-nama yang wafat tersebut adalah perempuan muda -- usia 25 tahun dsb. -- mereka meninggal sewaktu melahirkan, demi bayinya. Hal ini umum sekali terjadi di Inggris, di masa yang belum terlalu lama: 100 tahun yang lampau. Para wanita tidak mesti berhasil selamat melewati proses-persalinannya. Sekarang, ketika kita jumpai seseorang tewas karena persalinan, kita kaget dan marah; kita pikir bahwa kehidupan mestinya bukan seperti ini, hidup seharusnya adil. Pengharapan-pengharapan kita tinggi selangit, dan kita bisa jadi sangat rewel (critical) karena menyangka bahwa kehidupan ini mestinya hanya akan jadi lebih baik dan lebih baik lagi. Bahkan, kendati kita sudah memiliki segalanya, tetap saja hidup ini terasa kelam. Jadi semua sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapi kehidupan, dan bagaimana kita membina, melatih mengembangkan (develop) pikiran kita -- itulah yang penting -- tak ada urusannya dengan kekayaan dan status, atau kesehatan sekalipun.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

komunikasi pada orang tua dengan

komunikasi pada orang tua dengan

Selain itu juga masa yang lama berada bersama seseorang kadang- kadang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan sehingga menstimulasi emosi terhadap keduia orang tuanya. Untuk mengantisipasi situasi ini, maka dianjurkan agar sianak tetap berbicara dengan baik dan lemah lembut terhadap kedua orang tuanya,dengan demikian dia akan selamat dari segala cela dan aib. Maka Allah SWT berfirman: “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kita sebagai orang tua tuggal

Kita sebagai orang tua tuggal

Ing madyo mangun karso yang artinya ditengah memberikan semangat. Gampangnya, menjadi teman yang asik untuk anak-anak. Pada usia 6-12 tahun, anak sedang asik- asiknya berteman. Berbincang seru dengan temannya adalah aktifitas yang paling disukai anak-anak diusia ini. Ketika kita berhasil menjadi tauladan yang baik untuk anak- anak, bukan menjadi komandan yang memaksakan anak untuk terus mengikuti perintah kita, maka kita sebagai orang tua memiliki peluang besar untuk jadi teman yang asik buat anak-anak. Kenapa jadi teman yang asik? Karena semua orang nggak akan ada yang mau berteman sama orang yang nggak asik. Anak-anak akan ogah bersahabat sama orang tua yang suka ngomel, serba perintah-perintah, dan ngebetein. Terus kenapa juga harus bersahabat sama anak? Agar anak nyaman untuk bercerita dan meminta pendapat kepada orang tuanya. Kalau anak nggak nyaman curhat sama orang tuanya, lalu kepada siapa anak akan meminta pendapat? Kepada siapa anak akan
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

4 AGAMA BUDDHA BUKU SISWA

4 AGAMA BUDDHA BUKU SISWA

Bersabar juga harus diterapkan ketika orang berjuang meraih cita- citanya. Misalnya ketika belajar, orang tidak boleh malas, bosan, apa lagi putus asa ketika menghadapi kesulitan. Belajar juga tidak boleh terburu-buru, menganggap enteng, dan ingin segera cepat selesai. Mengapa? Belajar merupakan perjuangan untuk meraih cita-cita. Saat guru menerangkan, siswa harus mendengarkan dengan baik, dan tidak boleh bermain atau berbicara sendiri. Menghadapi pelajaran yang sulit, siswa harus bersabar dan tetap semangat, terus berjuang pantang menyerah. Dengan bertanya kepada guru, banyak membaca, dan berlatih disertai kesabaran, pelajaran sesulit apa pun akan dapat dipahaminya.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Buku Siswa Kelas 4 SD Agama Buddha dan Budi Pekerti   Backup Data www.dadangjsn.blogpspot.com

Buku Siswa Kelas 4 SD Agama Buddha dan Budi Pekerti Backup Data www.dadangjsn.blogpspot.com

Bersabar juga harus diterapkan ketika orang berjuang meraih cita- citanya. Misalnya ketika belajar, orang tidak boleh malas, bosan, apa lagi putus asa ketika menghadapi kesulitan. Belajar juga tidak boleh terburu-buru, menganggap enteng, dan ingin segera cepat selesai. Mengapa? Belajar merupakan perjuangan untuk meraih cita-cita. Saat guru menerangkan, siswa harus mendengarkan dengan baik, dan tidak boleh bermain atau berbicara sendiri. Menghadapi pelajaran yang sulit, siswa harus bersabar dan tetap semangat, terus berjuang pantang menyerah. Dengan bertanya kepada guru, banyak membaca, dan berlatih disertai kesabaran, pelajaran sesulit apa pun akan dapat dipahaminya.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Kelas 04 SD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa

Kelas 04 SD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa

Kurikulum 2013 dirancang sebagai kendaraan untuk mengantarkan peserta didik menuju penguasaan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pendekatan ini selaras dengan pandangan dalam agama Buddha bahwa belajar tidak hanya untuk mengetahui dan mengingat (pariyatti), tetapi juga untuk melaksanakan (patipatti), dan mencapai penembusan (pativedha). “Seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai dengan ajaran, orang yang lengah itu sama seperti gembala yang menghitung sapi milik orang lain, ia tidak akan memperolah manfaat kehidupan suci.” (Dhp.19).

116 Baca lebih lajut

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA dalam

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA dalam

Itulah ingatan yang sarat kasih sayang. Ingatan akan masa kecil yang lemah, dipelihara oleh kedua orang tua. Dan keduanya hari ini sama seperti kita di masa kanak-kanak; lemah dan membutuhkan penjagaan dan kasih sayang. Itulah tawajuh kepada Allah agar Dia merahmati keduanya, karena rahmat Allah itu lebih luas dan penjagaan Allah lebih

5 Baca lebih lajut

berbakti pada orang tua dalam

berbakti pada orang tua dalam

Dulu.... ada seorang sahabat yang selalu menggendong ibunya kemanapun ibunya pergi. Suatu hari ia bertanya pada Rasulullah, Wahai Rasul Apakah semua kebaikan yang telah aku lakukan untuk ibu, itu bisa membalas kebaikan ibuku ?.......... Apa jawab Rasul pak, Bu ?..... mau tahu ?..... yakin ?...... Jawab Rasulullah Ternyata Tidak ......(Semua kebaikan anak tidak akan dapat membalas kebaikan orang tua) Kenapa ?....... mau tau lagi ?..... karena dunia dan seisinya tidak sedikit pun dapat membalas kebaikan Ayah dan ibu...... Subhanallah .........
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Adab Kepada Orang Tua

Adab Kepada Orang Tua

Mengucapkan kata ‘ah’ kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Terus, apabila kita hendak pergi sekolah, maka kita harus ingat untuk bersalaman terlebih dahulu. Jangan hanya meminta uang jajan lantas kita pergi begitu saja. Itu contoh kecilnya. Nah, apabila kita bisa menghormati orang tua, maka sudah termasuk anak yang soleh.

2 Baca lebih lajut

BERBAKTI PADA ORANG TUA

BERBAKTI PADA ORANG TUA

Karena itulah, Jangan sekali­kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya   ancaman   bagi   siapapun   yang   durhaka   kepada   orang   tua.   Wahai   saudaraku, Rasulullah menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Allah.   Dalam   hadits   Rasulullah   SAW   bersabda:   “Maukah   kalian   aku   beritahukan   dosa   yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, duraka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...