pemain belakang

Top PDF pemain belakang:

PERBEDAAN TINGKAT KESEGARAN KARDIORESPIRASI ANTARA PEMAIN DEPAN DENGAN PEMAIN BELAKANG PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA NEGERI 1 KOTA MUNGKID KAB MAGELANG JAWA TENGAH.

PERBEDAAN TINGKAT KESEGARAN KARDIORESPIRASI ANTARA PEMAIN DEPAN DENGAN PEMAIN BELAKANG PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA NEGERI 1 KOTA MUNGKID KAB MAGELANG JAWA TENGAH.

Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan menggunakan metode survei yang menggunakan tes dan pengukuran. Metode survei dapat digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada, sehingga tidak perlu memperhitungkan hubungan antara variabel-variabel (Sevilla, 1993:76). Penelitian ini memfokuskan pada Perbedaan Tingkat Kesegaran Kardiorespirasi Antara Pemain Depan Dengan Pemain Belakang Pada Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Sepakbola Tahun Ajaran 2015/2016 Di SMA Negeri 1 Kota Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah ” . Tes yang yang digunakan yaitu dengan multystage fitness test dengan jarak 20 meter.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KETEPATAN TENDANGAN LONGPASS ANTARA PEMAIN DEPAN, PEMAIN TENGAH, PEMAIN BELAKANG SISWA KECABANGAN SEPAKBOLA KELAS KHUSUS SMA NEGERI 2 NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN.

PERBEDAAN KETEPATAN TENDANGAN LONGPASS ANTARA PEMAIN DEPAN, PEMAIN TENGAH, PEMAIN BELAKANG SISWA KECABANGAN SEPAKBOLA KELAS KHUSUS SMA NEGERI 2 NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN.

Penelitian adalah salah satu kegiatan mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyususn laporannya, (Cholid Narbuko & Abu Achmadi, 2008: 1). Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang menggunakan metode survei dengan menggunakan teknik tes dan pengukuran. Penelitian deskriptif komparatif adalah penelitian yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, (Sugiyono, 2006: 21). Metode survei dapat digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada, sehinggga tidak memperhitungkan hubungan antara variabel-variabel. Penelitian ini memfokuskan pada perbedaan ketepatan tendangan long pass antar pemain belakang, pemain tengah dan pemain depan siswa kelas khusus olahraga kecabangan sepakbola SMA N 2 NGAGLIK.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KESEGARAN JASMANI PEMAIN KIPER DENGAN PEMAIN BELAKANG PADA PERSATUAN SEPAK BOLA SELURUH TULUNGAGUNG ( PERSETA ) BERDASARKAN VO2 MAKSIMAL

PERBEDAAN KESEGARAN JASMANI PEMAIN KIPER DENGAN PEMAIN BELAKANG PADA PERSATUAN SEPAK BOLA SELURUH TULUNGAGUNG ( PERSETA ) BERDASARKAN VO2 MAKSIMAL

efek dari suatu program latihan fisik (Astorin, 2000. Rodrigues, 2006). Pada permainan sepak bola terdapat berbagai posisi pemain yang terbagi menjadi penyerang (striker), pemain tengah (gelandang), pemain belakang (back) maupun penjaga gawang (kiper). Jenis dan macam latihannya pun berbeda-beda sesuai dengan posisi pemain. Sehingga setiap pemain sepak bola sesuai dengan posisi di lapangan kemungkinan akan mempunyai derajat kesegaran jasmani yang berbeda. Pada posisi kiper lebih ditekankan latihan teknik pada reflek menangkap bola, menendang bola dan konsentrasi dimana ketahanan anaerobik yang lebih menonjol. Pada pemain posisi belakang porsi latihan lebih ditekankan pada ketahanan fisik dalam menjaga pertahanan maka ketahanan aerobik lebih menonjol. Pada pemain tengah mirip dengan pemain belakang dengan ketahanan aerobiklah yang menonjol porsi latihan fisik yang di tekankan, karena pemain tengah bertugas membantu bertahan dan saat menyerang sehinga harus terus berlari selama pertandingan. Dan pada posisi penyerang latihan di tekankan pada sprint dan melakukan tendangan bola yang keras sehinga ketahanan
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA (Studi Deskriftip Pada SSB Tanjung Medal Tanjungsari).

PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA (Studi Deskriftip Pada SSB Tanjung Medal Tanjungsari).

peranannya masing-masing. Penjaga gawang bertindak sebagai palang pintu terakhir pertahanan suatu tim yang bertugas menjaga gawang agar tidak dibobol oleh lawan. Pemain Belakang adalah pemain bertahan yang bertugas sebagai penghalang serangan lawan atau sebagai penjaga pertahanan dari serangan lawan. Pemain belakang juga umumnya bertubuh besar dan tegap, dan biasanya juga tinggi, namun terdapat pula beberapa pemain belakang bertubuh pendek. Semua pemain belakang harus pandai melakukan tackel, dan perlu mempunyai keahlian penguasaan bola yang cukup. Para pemain belakang biasanya bertahan di paruh lapangannya sendiri, dan biasanya pemain belakang yang mempunyai postur tinggi maju ke depan membantu penyerangan saat tim mereka melakukan tendangan sudut atau tendangan bebas dimana ada kemungkinan mencetak gol melalui sundulan kepala.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PEMAIN BELAKANG YANG HILANG

PEMAIN BELAKANG YANG HILANG

"Payah, Mr. Holmes, payah sekali! Masih mujur rambut saya tak langsung menjadi putih. Godfrey Staunton—Anda tahu, kan? Semua anggota tim kami sangat bergantung kepadanya. Saya lebih suka kehilangan dua pemain lain daripada kehilangan pemain belakang saya itu. Tak peduli sedang melempar, menangkap, atau mendribel, tak ada musuh yang berani mendekatinya; lagi pula, dialah yang paling menonjol dan yang bisa mempersatukan kami. Apa yang harus saya Iakukan? Itulah yang ingin saya tanyakan kepada Anda, Mr. Holmes. Memang ada Moorhouse, pemain cadangan pertama, tapi dia dilatih secara khusus untuk menjadi pemain tengah, dan dia itu sukanya berebut bola padahal seharusnya berjaga di pinggir lapangan. Memang tendangannya bagus, tapi tak terarah, dan larinya payah. Wah, dengan mudah dia bisa dihadang oleh Morton atau Johnson, pelari-pelari ulung dari Oxford itu. Stevenson cukup cepat larinya, tapi dia tak bisa melempar dari garis dua puluh lima, dan pemain belakang yang tak mampu menyepak atau melempar dengan baik tak bisa ditaruh di posisi itu. Tidak, Mr. Holmes, kami pasti kalah kecuali Anda bisa menolong saya untuk menemukan Godfrey Staunton."
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERBEDAAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA PEMAIN BELAKANG, PEMAIN TENGAH, DAN PEMAIN DEPAN PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SMK MA’ARIF 1 WATES.

PERBEDAAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA PEMAIN BELAKANG, PEMAIN TENGAH, DAN PEMAIN DEPAN PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SMK MA’ARIF 1 WATES.

oleh R. Musa Arifin dan tes half squat jump yang dikembangkan oleh Argo Prapto Santosa. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM sepak bola yang berjumlah 30 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis anova yang dilanjutkan dengan uji t melalui uji prasyarat uji normalitas dan uji homo genitas. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara kekuatan dan daya tahan otot tungkai antara pemain belakang, pemain tengah, dan pemain depan UKM sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta. Kekuatan otot tungkai pemain tengah lebih baik dibandingkan dengan kekuatan otot tungkai pemain belakang dan pemain depan, kemudian daya tahan otot tungkai pemain tengah lebih baik dibandingkan dengan daya tahan otot tungkai pemain belakang dan pemain depan, namun daya tahan otot tungkai pemain belakang tidak lebih baik dibandingkan daya tahan otot tungkai pemain depan.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KETEPATAN DAN KECEPATAN SHOOTING ANTARA PEMAIN DEPAN PEMAIN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA PERMAINAN SEPAKBOLA.

PERBEDAAN KETEPATAN DAN KECEPATAN SHOOTING ANTARA PEMAIN DEPAN PEMAIN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA PERMAINAN SEPAKBOLA.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan perbedaan ketepatan dan kecepatan shooting antara pemain depan pemain tengah pemain belakang pada permainan sepakbola. sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola Kecamatan Cimanggung 12 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kamera. Dalam penelitian ini, penulis menyiapkan kamera untuk merekam proses shooting untuk diukur kecepatannya dan menyiapkan skor batas di daerah gawang untuk mengukur ketepatan. Untuk pengolahan dan analisis datanya menggunakan statistik One-Way Anova. Sedangkan untuk pengolahan hasil datanya menggunakan program SPSS for Windows versi 17. Dari pengolahan analisis data diperoleh hasil data sebagai berikut: untuk Ketapatan shooting nilai (p) = 0,038. Sedangkan untuk kecepatan shooting nilai (p) = 0,038. Dari hasil kedua data tersebut dapat diketahui bahwa nilai (p) < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, penulis menyimpulkan bahwa: Terdapat perbedaan ketepatan shooting antara pemain depan, pemain tengah dan pemain belakang. Dan Terdapat perbedaan kecepatan shooting antara pemain depan, pemain tengah, dan pemain belakang
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA (Studi Deskriftip Pada SSB Tanjung Medal Tanjungsari) - repository UPI S KOR 0803031 Title

PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA (Studi Deskriftip Pada SSB Tanjung Medal Tanjungsari) - repository UPI S KOR 0803031 Title

upi.edu | perpustakaan.upi.edu PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA Studi Deskriftip Pada SSB Tanjung Medal Tanjungsari SKRIPSI D[r]

4 Baca lebih lajut

S KOR 0803031 Bibliography

S KOR 0803031 Bibliography

57 Sugeng Hardiyanto, 2014 PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.. Metode Penelitian Pe[r]

2 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KAPASITAS VO2 MAKSIMUM ANTARA PEMAIN DEPAN TENGAH DAN BELAKANG ANGGOTA FORUM KOMUNIKASI ANTAR SEKOLAH SEPAKBOLA UMUR 17 KABUPATEN CILACAP TAHUN 2015.

PERBEDAAN KAPASITAS VO2 MAKSIMUM ANTARA PEMAIN DEPAN TENGAH DAN BELAKANG ANGGOTA FORUM KOMUNIKASI ANTAR SEKOLAH SEPAKBOLA UMUR 17 KABUPATEN CILACAP TAHUN 2015.

Posisi pemain belakang dibagi menjadi beberapa posisi, yaitu: wing back (pemain belakang yang berposisi di kedua sayap pertahanan), stopper (pemain belakang yang menempati posisi tepat di bagian tengah daerah pertahanan, di depan penjaga gawang), dan sweeper (pemain belakang yang menempati posisi di antara stopper dan penjaga gawang). Untuk pemain belakang, posisi yang dapat ditempati adalah centre back, wing back, dan sweeper. Centre back menempati posisi tepat di bagian tengah daerah pertahanan, di depan penjaga gawang. Wing back menempati bagian kanan dan kiri daerah pertahanan, sedangkan sweeper menempati posisi diantara centre back dan penjaga gawang, dengan tugas menyapu bersih bola dan pemain lawan yang berhasil lolos dari hadangan centre back. Namun saat ini posisi sweeper sudah jarang digunakan. Hal ini karena para pelatih lebih suka memasang pemain bertahan yang sejajar, dengan tujuan memungkinkan dilakukannya jebakan offside.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

S KOR 0803031 Table of content

S KOR 0803031 Table of content

Sugeng Hardiyanto, 2014 PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN DEPAN TENGAH DAN PEMAIN BELAKANG PADA OLAHRAGA SEPAK BOLA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.. Karakteristik Permainan [r]

4 Baca lebih lajut

FORMASI FUTSAL lambada  DAN STARTEGI

FORMASI FUTSAL lambada DAN STARTEGI

bisa maju dan masuk ke sisi tengah untuk melakukan tindakan berikutnya, bisa melakukan tembak langsung, atau mengobrak-abrik pertahanan Akan tetapi, startegi ini memiliki kelemahan yaitu saat lawan berhasil memotong operan kita,mereka dapat dendan mudah melakukan Dribbling dari tengah ke depan kotak penalty,melakukan tembakan langsung dari tengah,membiarkan umpan langsung ke depan gawang.Jika hai ini terjadi, maka pemain belakang harus sigap menghadang lawan di tengah.

3 Baca lebih lajut

S KOR 0803031 Abstract

S KOR 0803031 Abstract

Latihan fisik menjadi sangat penting sebagai pondasi utama bagi seorang pemain sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi fisik pemain depan, pemain tengah, dan pemain belakang pada SSB Tanjung Medal dibawah usia 20 tahun dan mengetahui manakah diantara ketiga posisi tersebut yang memiliki kondisi fisik baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftip. Subjek penelitian ini adalah siswa SSB Tanjung Medal dibawah usia 20 tahun sebnyak 30 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa pemberian tes kondisi fisik, seperti tes lari 15 menit, lari cepat 20 meter, tes sit and reach, tes vertical jump, tes shuttle run. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemain depan berada dalam kategori cukup, pemain tengah berada dalam kategori kurang, dan pemain belakang berada dalam kategori kurang. Dengan demikian kondisi fisik pemain depan lebih baik dari pada pemain tengah dan pemain belakang. Sedangkan kondisi fisik untuk keseluruhan SSB Tanjung Medal dibwah usia 20 tahun berada dalam kategori kurang.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

42 Permainan Kartu Sepakbola

42 Permainan Kartu Sepakbola

Pemain yang Pemain yang menangmenang adalah pemain adalah pemain yang memegang habis duluan atau yang memegang habis duluan atau mempunya kartu paling sedikit mempunya kartu palin[r]

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Music Performance Anxiety pada Pemain Gitar Musik Gerejawi di Tinjau dari Latar Belakang Pendidikan Musik

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Music Performance Anxiety pada Pemain Gitar Musik Gerejawi di Tinjau dari Latar Belakang Pendidikan Musik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat Music Performance Anxiety pada pemain gitar musik gerejawi ditinjau dari latar belakang pendidikan musik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pemain gitar musik gerejawi yang tergabung dalam Salatiga Worshipper United, BKGS, STT Abdiel Ungaran, Indonesian Gospel Musician ( IGM ) dan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana. Subjek berjumlah 52 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala Music Performance Anxiety Inventory for Adolescent (MPAI-A) yang diterjemahkan Abhiyoga 2015 kedalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian dengan uji U Man whitney 235 dengan nilai signifikansi 0,078 ( P > 0,05)). Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan tingkat Music Performance Anxiety pada pemain gitar musik gerejawi ditinjau dari latar belakang pendidikan musik, yang berarti masihadafaktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya MPA pada pemain gitar musik gerejawi .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kondisi Rongga Mulut Pada Atlet Mahasiswa di Lingkungan Universitas Sumatera Utara

Kondisi Rongga Mulut Pada Atlet Mahasiswa di Lingkungan Universitas Sumatera Utara

Beberapa penelitian terhadap atlet menunjukkan kesehatan rongga mulut yang buruk. 5,7 Salah satunya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Gay-Escoda, dkk. terhadap 30 pemain sepak bola profesional. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata DMFT bernilai 5,7 ± 4,1. 8 Penelitian Rosa, dkk. terhadap 400 pemain sepak bola termasuk 353 pemain amatir dan 47 pemain profesional menunjukkan pemain amatir memiliki karies sebesar 71% dan pada pemain profesional sebesar 68%. 3 Hasil tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Riskesdas pada tahun 2013, yang mana rata-rata DMFT pada kelompok umur 15-24 tahun adalah 1,8 dan prevalensi karies penduduk Indonesia berdasarkan Riskesdas tahun 2007 adalah sebesar 43,4%. 9,10
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DINAMIS TUBUH TERHADAP RISIKO CEDERA ANKLE PADA PEMAIN SEPAKBOLA  Hubungan Antara Keseimbangan Dinamis Tubuh Terhadap Risiko Cedera Ankle Pada Pemain Sepakbola.

HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DINAMIS TUBUH TERHADAP RISIKO CEDERA ANKLE PADA PEMAIN SEPAKBOLA Hubungan Antara Keseimbangan Dinamis Tubuh Terhadap Risiko Cedera Ankle Pada Pemain Sepakbola.

Beberapa penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa keseimbangan dinamis merupakan salah satu faktor yang menyebabkan cedera ankle yaitu seperti sebuah tinjauan sistematis terbaru merangkum bukti-bukti untuk menyarankan bahwa kemampuan keseimbangan yang tidak baik dimasukkan dalam faktor intrinsik pada peningkatan risiko cedera ankle (witchalls, 2011). Menurut Hrysomallis et al (2008) pada pemain sepakbola dengan tingkat keseimbangan yang tidak baik mengalami peningkatan risiko cedera ankle. selain itu menurut penelitian Willeam et al (2005) juga mendapatkan hasil yang sama. 4. PENUTUP
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kondisi Rongga Mulut Pada Atlet Mahasiswa di Lingkungan Universitas Sumatera Utara

Kondisi Rongga Mulut Pada Atlet Mahasiswa di Lingkungan Universitas Sumatera Utara

terhadap 400 pemain sepak bola termasuk 353 pemain amatir dan 47 pemain profesional menunjukkan pemain amatir memiliki karies sebesar 71% dan pada pemain profesional sebesar 68%.3 Hasil [r]

67 Baca lebih lajut

RISET OPERASIONAL 1 RISET OPERASI

RISET OPERASIONAL 1 RISET OPERASI

Two-Person Zero-Sum Game • Sebuah game atau permainan dengan dua pemain • Sebuah keuntungan dari satu pemain sama dengan kerugian yang lain • Pemain yang difokuskan = pemain baris[r]

49 Baca lebih lajut

T1 802009047 Full text

T1 802009047 Full text

hiburan. Selanjutnya dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari kedua kelompok pemain gitar mengalami kecemasan pada tingkat yang rendah. Kecemasan pada kadar yang rendah membantu individu untuk bersiaga mengambil langkah-langkah mencegah bahaya atau memperkecil dampak bahaya tersebut Videman (dalam Prasetya, Supriyono, dan Ramli 2007). Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Lazarus (dalam Anwar, 2009) yang menyatakan bahwa kecemasan sebagai intervening variable, yaitu kecemasan lebih mempunyai arti sebagai motivating solution, artinya situasi kecemasan tersebut mendorong individu agar dapat mengatasi masalah. Hal senada juga diungkapkan Halgin dan Whitbourne (2009) menyatakan bahwa pengalaman-pengalaman kecemasan yang ada pada diri individu dapat dikembangkan menjadi cara yang efektif untuk menenangkan individu yang nantinya akan berguna saat individu diharuskan menghadapi situasi-situasi tertentu, atau kecemasan tersebut bisa digunakan sebagai penyemangat untuk mengatasi rintangan-rintangan sehingga individu dapat tampil secara efektif.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...