Pembebasan Irian Barat

Top PDF Pembebasan Irian Barat:

DINAMIKA POLITIK INDONESIA DALAM PERJUANGAN DIPLOMASI PEMBEBASAN IRIAN BARAT,

DINAMIKA POLITIK INDONESIA DALAM PERJUANGAN DIPLOMASI PEMBEBASAN IRIAN BARAT,

Key Words: political struggle, colonialism, imperialism I. PENDAHULUAN Sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat kembali ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dipisahkan dari dinamika politik nasional Indonesia. Proses panjang untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda, telah mengerahkan segenap potensi negara yang tidak sedikit. Juga perjuangan diplomasi yang melibatkan berbagai unsur internasional telah memberikan andil untuk mengantarkan keberhasilan pemerintah Indonesia dalam membebaskan Irian Barat. Secara prinsip yang menjadi faktor penentu dalam pembebasan Irian Barat adalah perjuangan diplomasi yang dipadukan dengan kekuatan militer. 1 Selain itu berkaitan dengan konteks sejarah modern, perjuangan pembebasan Irian Barat tidak lepas dari pengaruh konflik Perang Dingin antara ideologi Barat (kapitalis) dengan ideologi Timur (komunis). Hal ini antara lain tampak ketika pengerahan kekuatan militer dalam Tri Komando
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peran Abdul Haris Nasution dalam Pembebasan Irian Barat (1957-1962)

Peran Abdul Haris Nasution dalam Pembebasan Irian Barat (1957-1962)

Abdul Haris Nasution adalah salah satu tokoh militer yang banyak menduduki jabatan penting pemerintahan. Walaupun pernah sekolah di HIK, keinginan militer dan politiknya semakin kuat sampai dia masuk Akademi Militer Bandung dan dididik oleh Belanda. Dari sini, dia mulai mendapat pangkat dan berturut-turut menduduki jabatan penting pemerintahan sampai pensiun. Adapun peranannya dalam Pembebasan Irian Barat yaitu: pertama, rangka pengambilalihan perusahaan-perusahaan Belanda. Efek yang langsung dirasakan oleh Belanda dalam hal ini adalah membawa mereka kehilangan suatu sumber penghasilan dari perusahaan-perusahaannya yang ada di Indonesia dan melemahkan ekonomi Belanda. Kedua, mendirikan Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB) dan menjadi ketuanya. Sebagai Ketua Umum, dia mengintruksikan Operasi A untuk memulai infiltrasi-infiltrasi ke Irian Barat bagian Barat, Operasi B untuk menghimpun dan kaderisasi terhadap putra-putra asal Irian Barat dan daerah-daerah Maluku perbatasan terutama dari bekas Kesultanan Tidore yang dulunya membawahi Irian Barat, dan Operasi C yang ditugaskan pada Uyeng Suwargana dan para atase Militer yakni mempengaruhi sikap tokoh-tokoh Belanda di Nederland. Ketiga, diplomasi TNI dalam pembelian senjata dan misi ke luar negeri untuk mendengar respon negara-negara lain mengenai Irian Barat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN WARGA-NEGARA ASING YANG DENGAN SUKARELA TURUT-SERTA DALAM PERUJUANGAN PEMBEBASAN IRIAN BARAT

PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN WARGA-NEGARA ASING YANG DENGAN SUKARELA TURUT-SERTA DALAM PERUJUANGAN PEMBEBASAN IRIAN BARAT

Sukarelawan asing adalah seorang warga-negara dari sesuatu negara asing, berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, yang karena keyakinannya terhadap tujuan perjuangan nasional Indonesia, secara sukarela, tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu apapun juga dari Pemerintah Republik Indonesia turut serta dalam perjuangan Pembebasan Irian Barat menurut ketentuan-ketentuan dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini.

0 Baca lebih lajut

2015 OPERASI MANDALA DALAM RANGKA PEMBEBASAN IRIAN BARAT : PASANG SURUT HUBUNGAN INDONESIA - BELANDA

2015 OPERASI MANDALA DALAM RANGKA PEMBEBASAN IRIAN BARAT : PASANG SURUT HUBUNGAN INDONESIA - BELANDA

Suharto merupakan sosok seorang militer profesional. Sebagai orang Jawa ia memiliki kepribadian yang tenang. Kepribadiannya sangat mempengaruhi gaya kepemimpinannya. Selama ia menjalankan tugasnya sebagai penglima komando mandala, ia melakukannya dengan penuh pertimbangan, keuletan, dan sangat patuh terhadap perintah atasannya. Pada pembentukan Komando Mandala kekuataan militer Indonesia belum cukup kuat untuk menghadapi kekuataan militer Belanda. Suharto sebagai Panglima Komando Mandala dituntut untuk melaksanakan tugas sebaik- baiknya dalam keadaan serba terbatas. namun dalam keterbatasaanya Suharto mampu merebut kembali Irian Barat ke Indonesia dalam kurun waktu tujuh bulan, sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Presiden. Karena itulah penulis merasa sangat tertarik pada peran Suharto, menjalankan tugas sebagai Panglima Komando Mandala dan pengaruh Komando Mandala terhadap karirinya. Penulis menganggap komando mandala merupakan salah satu pencapaian tertinggi suharto selama karir militernya. Maka dari itu penulis ingin mengkaji lebih dalam peranaan suharto dalam bentuk skripsi dengan judul “Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia - Belanda 1961-1962”
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANAN ANGKATAN LAUT REPUBLIK INDONESIA (ALRI) DALAM OPERASI PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963.

PERANAN ANGKATAN LAUT REPUBLIK INDONESIA (ALRI) DALAM OPERASI PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963.

Peranan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dan setiap operasi militer diwujudkan dalam berbagai peristiwa dan perjuangan yang tidak mudah. Sejak perintah persiapan militer dikeluarkan oleh Presiden Soekarno serta dibacakannya Tri Komando Rakyat, secara resmi menandai bahwa konfrontasi total dimulai. Dalam pembentukan Komando Mandala yang khusus menangani operasi militer pembebasan Irian Barat, ALRI selalu berusaha untuk ikut aktif membantu selama pelaksanaannya. Peristiwa Laut Aru yang heroik sekaligus tragis memberi peran psikologis yang besar bagi bangsa Indonesia, dan terutama bagi ALRI. Peristiwa ini telah menguatkan tekad Angkatan Perang RI untuk semakin memperkuat dan mempersiapkan operasi dengan jauh lebih baik. Pada masa Komando Mandala bertugas, ALRI telah melancarkan berbagai operasi laut dalam beberapa rangkaian fase militer, yaitu sejak tahap Show of Force, infiltrasi, eksploitasi, hingga konsolidasi. Operasi pokok dari fase-fase tersebut diantaranya adalah operasi Antareja dan Imam Sura pada tahap show of Force, operasi Kapal Cepat Torpedo yang terdiri dari operasi Badar Lumut, Badar Besi dan operasi Kapal Selam Cakra pada masa infiltrasi, serta operasi Kapal Selam Lumba-Lumba dan Alugara sebagai bagian dari tahap eksploitasi pada masa operasi Jayawijaya yang menjadi puncak operasi pembebasan Irian Barat. Sedangkan masa konsolidasi dilakukan dengan perencanaan operasi Brajamusti dan pelaksanaan operasi Sadar, diikuti pula dengan beberapa operasi konsolidasi lain hingga Irian Barat resmi masuk ke dalam NKRI pada 1 Mei 1963.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia - Belanda 1961-1962.

Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia - Belanda 1961-1962.

Skripsi ini berjudul “ Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia-Belanda 1961- 1962”. Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaruh Operasi Mandala terhadap hubungan bilateral Indonesia dan Belanda? kemudian masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana hubungan Indonesia sebelum operasi mandala berlangsung? (2) Bagaimana latarbelakang terjadinya operasi mandala? (3) Bagaimana pelaksanaan strategi Suharto dalam menjalankan Operasi Mandala? (4) Bagaimana dampak keberhasilan Operasi Mandala terhadap hubungan Indonesia dan Belanda?. Metode yang dipakai dalam skripsi ini adalah menggunakan metode historis melalui empat tahapan, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan studi kepustakaan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis penulis skripsi ini membahas hubungan bilateral Indonesia-Belanda pada masa pembebasan Irian Barat yang timbul setelah pihak Indonesia mengalami kegagalan diplomasi pada Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung pada tahun 1950 dan 1955. Indonesia mengangap secara de jure dan de facto wilayah Irian Barat merupakan bagian dari NKRI. Karena Diplomasi yang selalu mengalami kegagalan pihak Indonesia melakukan tindakan di luar Diplomasi yaitu dengan dibentuknya Operasi Mandala. Dalam Operasi Mandala ditunjuklah Mayjen Suharto sebagai Panglima Mandala, strategi yang digunakan diantaranya infiltrasi, eksploitasi, konsolidasi. Keberhasilan Panglima Komando Mandala dalam menjalankan strategi, membuat Belanda melakukan perundingan dengan Indonesia yang menengahi adalah PBB perundingan tersebut kita yang dikenal dengan persetujuan New York. Dari persetujuan New York masalah Irian Barat dapat terselesaikan, Secara politis Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dengan masuknya Irian Barat masuk kedalam wilayah NKRI, secara militer dengan masuknya Irian Barat kedalam wilayah NKRI membuat ABRI mengambil alih keamanan Irian Barat.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PERANAN ANGKATAN LAUT MANDALA DAN ANGKATAN UDARA MANDALA DALAM OPERASI MILITER PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963.

PERANAN ANGKATAN LAUT MANDALA DAN ANGKATAN UDARA MANDALA DALAM OPERASI MILITER PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963.

karya Maya Nurhasni dengan skripsi penulis yang berjudul “Peranan Angkatan Laut Mandala dan Angkatan Udara Mandala dalam Operasi Militer Pembebasan Irian Barat Tahun 1961-1963” adalah bahwa skripsi penulis ini melihat konsep operasi yang dilakukan Komando Mandala dalam tahap infiltrasi dan eksploitasi perlu melibatkan pembahasan tidak hanya Angkatan Laut saja namun juga Angkatan Udara. Hal itu didasarkan bahwa keberhasilan operasi infiltrasi tidak hanya melalui laut namun juga udara, selain itu dalam Operasi Jayawijaya (tahap eksploitasi) peran Angkatan Laut membutuhkan bantuan dan koordinasi dari Angkatan Udara untuk melindungi Angkatan Laut dari sergapan musuh saat armada bergerak di lautan menuju sasaran. Hal itu bisa dilihat dalam peta Operasi Jayawijya yang menunjukan pergerakan ATA-17 perlu mendapat perlindungan dari satuan Pesawat buru sergap MiG-17 dan Pesawat Gannet. Selain itu sesuai dengan doktrin militer mengenai Operasi Amfibi bahwa diperlukan bantuan perlindungan dari udara saat pasukan yang dibawa oleh Angkatan Laut mendarat dipantai musuh.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KAJIAN ESTETIKA DAN REALISME SOSIALIS TIGA PATUNG MONUMEN (PATUNG SELAMAT DATANG, PEMBEBASAN IRIAN BARAT DAN DIRGANTARA) ERA SOEKARNO DI JAKARTA

KAJIAN ESTETIKA DAN REALISME SOSIALIS TIGA PATUNG MONUMEN (PATUNG SELAMAT DATANG, PEMBEBASAN IRIAN BARAT DAN DIRGANTARA) ERA SOEKARNO DI JAKARTA

kejauhan. Penonjolan otot-otot lengan menunjukkan kekuatan dan gerak yang mempertegas memutus belenggu rantai. Rantai pada lengan yang terjuntai dan terayun ke atas memperkuat kesan tersebut. Telapak tangan yang terbuka lebar dibuat dengan kasar terlihat pada bagian ruas-ruas jari, sehingga menyatu dengan gerak kekuatan tangan memutus rantai. Ruas-ruas tulang rusuk diperlihatkan, kerutan-kerutan kain celana dipertegas dan otot-otot tubuh dibuat menonjol, sehingga gestur sosok memperlihatkan ritme guratan-guratan yang tidak teratur. Gagasan perjuangan yang ditransformasikan melalui konsep bentuk patung Pembebasan Irian Barat ini menyajikan pesan moral kepada masyarakat, sebagai peringatan peristiwa sejarah perjuangan. Di samping itu patung monumen secara umum mengusung fungsi sosial dengan aspek politik dan ideologi yang pada patung ini bertujuan mendorong semangat perjuangan dan kesatuan bangsa Indonesia merdeka. Menurut But Muchtar (1992: 36) bahwa pembangunan monumen tersebut dimaksudkan untuk tujuan spiritual, menumbuhkan semangat patriotik, kebersatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sesuku, semasyarakat, seagama, sekerajaan, sebangsa, senegara, makna spiritual dapat tercapai jika lingkungan masyarakat seiasekata, sependapat, sealiran, seideologi, singkatnya memiliki spirit yang sama. Sehingga patung Pembebasan Irian Barat ini mengandung makna luas karena di dalamnya terkandung nilai spirit sebuah perjuangan seperti terlihat pada gambar berikut:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBEBASAN IRIAN BARAT 2003

PEMBEBASAN IRIAN BARAT 2003

TRI KOMANDO RAKYAT Kami Presiden Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dalam rangka politik konfrontasi dengan Belanda untuk membebaskan Irian Barat, telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersenjata untuk pada setiap waktu yang kami akan tetapkan menjalankan tugas kewajiban membebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu kolonialisme Belanda.

18 Baca lebih lajut

Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia - Belanda 1961-1962 - repository UPI S SEJ 0901588 Title

Operasi Mandala Dalam Rangka Pembebasan Irian Barat : Pasang Surut Hubungan Indonesia - Belanda 1961-1962 - repository UPI S SEJ 0901588 Title

Sebuah Skripsi Yang Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Departemen Pendidikan. Sejarah Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial[r]

3 Baca lebih lajut

Irian barat adalah bagian konflik antara

Irian barat adalah bagian konflik antara

Sementara situasi di Indonesia, sikap anti Belanda terus meningkat. Rakyat Indonesia menggelar rapat-rapat umum untuk menggalang dukungan terhadap Irian Barat. Pada tanggal 18 November 1957 berlangsung rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta. Rapat ini berlanjut dengan aksi pemogokan yang dilakukan para buruh yang bekerja di perusahaan Belanda. Pemerintah Indonesia juga melarang perusahaan penerbangan Belanda KLM untuk mendaratkan pesawatnya di Indonesia. Pada tahun yang sama juga terjadi pengambilalihan semua perusahaan milik Belanda di Indonesia. Pengambilalihan mi diperkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah No.23 tahun 1958. Sampai akhir tahun 1958, semua perusahaan Belanda di Indonesia sudah dinasionalisasikan. Pada tanggal 17 Agustus 1960, Presiden Soekarno mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda. Semua warga negara Belanda yang bekerja di Indonesia dipecat. Pemerintah juga membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat sebagai organisasi untuk menghimpun seluruh kekuatan bangsa Indonesia guna membebaskan dan mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERANAN ANGKATAN LAUT DALAM PERJUANGAN MEMBEBASKAN IRIAN BARAT TAHUN ABSTRACT

PERANAN ANGKATAN LAUT DALAM PERJUANGAN MEMBEBASKAN IRIAN BARAT TAHUN ABSTRACT

Peran TNI AL dalam perjuangan Irian Barat dengan terbentuknya Komando Mandala yang akan melaksanakan operasi gabungan yang merupakan suatu “naval campaign”, maka ditunjukkan bahwa peranan Angkatan Laut cukup sentral dalam pelaksanaannya. Setiap elemen yang terkait pasti memiliki kontribusi tertentu dalam sebuah peristiwa. Menurut Jusuf (1971: 174) fakta tersebut menunjukkan sebuah pokok bahasan menarik yang memberikan kecenderungan bagi peneliti untuk dapat melihat proses militer secara utuh, khususnya yang dilakukan oleh Angkatan Laut selama operasi pembebasan Irian Barat berlangsung antara aspek politik maupun unsur militer lainnya. Jika ditelusuri lebih jauh secara teori maupun kebijakan, permasalahan ini akan merujuk pada sebuah acuan tentang beberapa kewenangan yang menjadi tugas Angkatan Laut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KITA TIDAK MAU BERUNDING LAGI DENGAN BELANDA, KALAU BELANDA TERUS MENGIRIMKAN BALA- BANTUAN KE IRIAN BARAT

KITA TIDAK MAU BERUNDING LAGI DENGAN BELANDA, KALAU BELANDA TERUS MENGIRIMKAN BALA- BANTUAN KE IRIAN BARAT

Apakah sebab jikalau saya berpidato, Rakyat berbondong- bondong sama datang? Lihat, pegawai-pegawai negeri hadir, Angkatan Bersenjata - baik Darat maupun Udara maupun Laut maupun Polisi - hadir, mahasiswa dan mahasiswi hadir sukarelawan hadir, kaum buruh hadir, kaum tani hadir, pendek-kata seluruh Rakyat dari pelbagai golongan dan pangkat hadir. Apa sebab demikian? Oleh karena sebenarnya yang hendak saya katakan atau yang telah saya katakan ialah suara mereka sendiri. Saya ulangi, saya tidak berbicara nonsens. Saya bicara, menggambarkan isi hati Rakyat Indonesia. Saya adalah - demikian saya katakan berulang-ulang -- penyambung lidah daripada Rakyat Indonesia, bukan- kataku berulang-ulang pula -- saya ini bangga bahwa saya ini disebutkan: Paduka Yang Mulia, atau Presiden, atau Panglima Tertinggi, atau Mandataris M.P.R.S. atau Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat, atau Panglima Besar Komando Tertinggi Urusan Ekonomi seluruh Indonesia, tidak. Saya berulang-ulang berkata, bahwa saya merasa berbahagia dan mengucap syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa saya adalah penyambung- lidah daripada Rakyat Indonesia.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perjuangan diplomasi bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat (1950-1963).

Perjuangan diplomasi bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat (1950-1963).

Penggunaan kekuatan militer Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat ternyata mampu memberikan tekanan terhadap Belanda. Satu persatu wilayah yang dikuasai oleh Belanda berhasil direbut oleh tentara dan sukarelawan Indonesia melalui pertempuran. Ekspansif militer Indonesia menyebabkan tentara dan orang-orang Belanda yang ada di Irian Barat menjadi ketakutan. Posisi militer Belanda yang semakin terdesak telah mendorong pemerintah Den Haag melakukan protes ke PBB. Luns selaku Menteri Luar Negeri Belanda melaporkan bahwa pihak Indonesia telah melakukan agresi militer dan mengancam perdamaian dunia. Tuduhan Belanda ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan Irian Barat. Posisi militer Indonesia yang sudah berhasil menekan militer Belanda, tiba-tiba pemerintah Belanda memutuskan mau mengadakan perundingan. Perubahan sikap Belanda ini atas desakan pemerintah Amerika supaya kedua belah pihak menghentikan pertempuran dan kembali ke meja perundingan. 70 Atas peran serta Amerika Serikat akhirnya Indonesia dan Belanda sepakat untuk melakukan perundingan kembali. Dari perundingan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Bab 11 Perjuangan bangsa Indonesia Merebut Irian Barat (1950 1969)

Bab 11 Perjuangan bangsa Indonesia Merebut Irian Barat (1950 1969)

Dalam upaya pembebasan Irian Barat bangsa Indonesia menempuh jalan konfrontasi ekonomi, politik, maupun militer. Salah satu bentuk konfrontasi politik adalah pada tanggal 17 Agustus 1956 pemerintah Indonesia membentuk provinsi di Irian Barat dan mengangkat Zainal Abidin Syach dari Tidore sebagai gubernurnya. Wilayah provinsi tersebut meliputi daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda, seperti Tidore, Roba, Patani, dan Wasik. Selain itu, pada tanggal 4 Januari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB).

13 Baca lebih lajut

BAB 11 PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT. Kata Kunci

BAB 11 PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT. Kata Kunci

Setelah usaha-usaha diplomasi secara bilateral tidak berhasil, Kabinet Ali Sastroamijoyo membawa masalah Irian Barat ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun usaha ini pun mengalami kegagalan. Kabinet Burhanuddin Harahap meneruskan usaha kabinet yang digantikannya melalui sidang Majelis Umum PBB. Pihak Belanda menanggapi dengan pernyataan bahwa Irian Barat adalah masalah bilateral antara Indonesia dan Belanda. Di samping itu pemerintah Republik Indonesia dalam pembebasan Irian Barat dilakukan melalui forum-forum solidaritas Asia Afrika, seperti dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB III KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AUSTRALIA TERHADAP MASALAH IRIAN BARAT ( )

BAB III KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AUSTRALIA TERHADAP MASALAH IRIAN BARAT ( )

Kegagalan Indonesia di PBB menyebabkan Indonesia mulai meninggalkan perjuangan diplomatiknya di PBB. Perjuangan diplomatik diubah menjadi perjuangan ke arah yang bersifat lebih konfrontatik, terbukti dengan terbentuknya Front Nasional Pembebasan Irian Barat pada 1958. Pihak Australia sendiri mengharapkan dukungan Amerika Serikat dan Inggris, tetapi dalam kenyataannya justru tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya dari dua negara tersebut. Amerika Serikat memilih bersikap netral dengan tidak mendukung salah satu pihak yang bertikai. Sikap Amerika Serikat terungkap ketika secara mendadak menolak untuk hadir pada pembukaan Dewan New Guinea pada 5 April 1961. 13
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEROBAHAN NAMA PROPINSI IRIAN BARAT MENJADI IRIAN JAYA

PEROBAHAN NAMA PROPINSI IRIAN BARAT MENJADI IRIAN JAYA

PEROBAHAN NAMA PROPINSI IRIAN BARAT MENJADI IRIAN JAYA.. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,.[r]

0 Baca lebih lajut

PEMERINTAH PROVINSI IRIAN JAYA BARAT

PEMERINTAH PROVINSI IRIAN JAYA BARAT

Selain itu berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tersebut di atas tidak diberikan bagi hasil pajak kendaraan bermotor kepada Kabupaten/Kota se Provinsi Irian Jaya Barat 100% (seratus persen), realisasi pajak kendaraan bermotor sepenuhnya menjadi hak Pemerintah Provinsi. Berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 Kabupaten/Kota menerima bagian 30% dari realisasi bersih pajak kendaraan bermotor dimana 15% dibagi merata untuk seluruh Kabupaten/Kota sesuai dengan realisasi bersih setempat.

21 Baca lebih lajut

Proses Integrasi Irian Barat ke dalam Nkri

Proses Integrasi Irian Barat ke dalam Nkri

Sebagai tindak lanjut dari hasil KMB, dalam butir ke 6, pasal 2 perjanjian KMB 1949 menyatakan bahwa “kedudukan Irian Barat akan dirundingkan antara kerajaan Belanda dan Republik Indonesia Serikat (RIS) setahun setelah perundingan”. Tindak lanjut perundingan terkait status wilayah Irian Barat dilaksanakan di Jakarta bulan Maret 1950 pada “Konferensi Uni Indonesia-Belanda” namun perundingan ini gagal mencapai kesepakatan terkait status Irian Barat.Selanjutnya dalam rangka melanjutkan perundingan tersebut,maka pada bulan Desember tahun 1950, Belanda dan Indonesia menyelenggarakan “KonferensiKhusus” di Hague-Belanda, namun baik Indonesia maupun Belanda tidak mendapatkan suatu titik temu kesepakatan dan saling mempertahankan kepentingannya masing-masing, dan yang mana Belanda semakin memantapkan status quo nya di Irian dan mempersiapkan pembentukan Irian sebagai sebuah Negara dan kemudian mendeklarasikan kemerdekaan Negara Papua pada tanggal 1 Desember 1961 di Hollandia (Kini Jayapura) melalui KNP (Komite Nasional Papua) dengan nama Negara “West Papua”, lambing Negara “Burung Mambruk”, Bendera “ Bintang Kejora”, Lagu Kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan Semboyan “One
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...