pembelajaran accelerated learning

Top PDF pembelajaran accelerated learning:

MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING INDONESIA

MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING INDONESIA

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) karena tidak semua variabel yang muncul dalam kondisi eksperimen dapat diatur dan dikontrol secara ketat. dengan menggunakan desain nonequivalent Control group design. Desain ini diawali dengan pemilihan kelompok subjek atau kelas yang sudah terbentuk tanpa campur tangan peneliti. Langkah selanjutnya diberikan perlakuan eksperimental kepada salah satu kelompok subjek atau kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran Accelerated Learning berfasilitas multimedia sedangkan pada kelompok kontrol diberikan perlakuan berupa pembelajaran konvensional. Yang dibandingkan hanya skor post test. Menurut Dantes (2012 : 97) menyatakan bahwa “pemberian pre test pada Nonequivalent Control Group Desain biasanya digunakan untuk mengukur ekuivalensi atau penyetaraan kelompok”. Pada penelitian ini pre test tidak dilaksanakan, untuk meyetarakan kedua kelompok digunakan nilai sumatif semester 1.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING BERBASIS POWER  Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika Siswa melalui Strategi Pembelajaran Accelerated Learning Berbasis Power Point bagi Siswa Kelas VII S

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING BERBASIS POWER Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika Siswa melalui Strategi Pembelajaran Accelerated Learning Berbasis Power Point bagi Siswa Kelas VII S

Tujuan peneletian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas VII D SMP N 2 Ngemplak dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pembelajaran ACCELERATED LEARNING BERBASIS POWER POINT. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII D SMP N 2 Ngemplak berjumlah 36 siswa. Pelaksanaan tindakan kelas dilaksanakan selama dua kali putaran. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran Accelerated Learning berbasis Power Point dapat meningkatkan kemampuan aktivitas belajar matematika siswa. Hal ini dapat dilihat dari indikator aktivitas siswa meliputi 1)Kemampuan siswa bertanya dan menanggapi pertanyaan dari siswa lain ada 13 siswa (36,11%) setelah tindakan putaran II ada 24 menjadi (66,67%). 2) Antusiasme siswa dalam proses pembelajaran matematika ada 8 siswa (22,22%) setelah tindakan putaran II ada 19 menjadi (52,78%). 3) Dalam kegiatan berkelompok, siswa yang mampu terlibat secara aktif dan menanggapi ada 15 siswa (41,67%) setelah tindakan putaran II ada 29 menjadi (80,56%). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi pembelajaran Accelerated Learning berbasis Power Point dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING INCLUDED BY DISCOVERY (ALID) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI DI MTs WATHONIYAH ISLAMIYAH KEBUMEN

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING INCLUDED BY DISCOVERY (ALID) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI DI MTs WATHONIYAH ISLAMIYAH KEBUMEN

Aktivitas dalam pembelajaran yang menggambarkan model pembelajaran Accelerated learning Included by Discovery yaitu ketika siswa diminta mengerjakan tugas secara berkelompok untuk menganalisa dan mencari informasi tentang gerak pada tumbuhan melalui gambar dan video, kemudian membuat kesimpulan. Tahap diskusi kelompok tersebut mengajarkan siswa berfikir kritis dan ini sesuai dengan model pembelajaran discovery. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok dengan teman sekelas melalui presentasi, kegiatan ini termasuk dalam model accelerated learning. Pembelajaran yang demikian dapat mendukung perkembangan intelektual siswa diantanya adalah proses pemecahan masalah, analisa data, pencarian informasi, pengajuan pertanyaan dan penerimaan ide-ide baru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE AC

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE AC

127 learning lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran biasa. Dimana proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran accelerated learning melibatkan peran aktif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada setiap pertemuan siswa diberikan bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) yang penulis buat sebagai sarana berlangsungnya tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan penalaran adaptifnya. Hal tersebut yang diharapkan akan membuat siswa lebih mudah memahami, mengingat materi yang dipelajari dan kemampuan penalaran adaptif siswa dapat berkembang sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Model Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi serta Mengurangi Kecemasan Matematis Peserta Didik SMK - repo unpas

Penerapan Model Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi serta Mengurangi Kecemasan Matematis Peserta Didik SMK - repo unpas

Penelitian ini fokus pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis, serta kecemasan matematis. Rancangan penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan metode penelitian Mix Methods. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dengan terpilih 30 orang peserta didik kelompok eksperimen dan 31 orang peserta didik kelas kontrol pada kelas X RPL SMKS Prakarya Internasional Kota Bandung. Kelompok Eksperimen diberi pembelajaran model Accelerated Learning Cycle, sedangkan kelompok kontrol diberi pembelajaran biasa. Tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan komunikasi matematis, serta angket skala kecemasan digunakan sebagai instrumen penelitian.Data yang digunakan menggunakan uji perbedaan rata- rata Anova Dua Jalur (Kuantitatif) dan MannWhitney untuk melihat perbedaan kemampuan kedua kelompok berdasarkan Kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM) dan deskripsi (kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran model Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran biasa:(b) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik KAM tinggi dan sedang, tinggi dan rendah, yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta KAM sedang dan rendah yang memperoleh pembelajaran biasa(c) peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik KAM tinggi dan sedang, tinggi dan rendah, yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta KAM sedang dan rendah yang memperoleh pembelajaran biasa: (d)Terdapat hubungan antar kemampuan pemecahan masalah kelas control dengan kecemasan.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain pretest-posttest experiment group design, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan accelerated learning terhadap peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Kecamatan Harau, dan pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan memilih siswa kelas VIII sebanyak dua kelas sebagai sampel. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok pembelajaran, yaitu pembelajaran accelerated learning dan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok terdiri dari 28 siswa yang terbagi berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM), yaitu kategori KAM tinggi, sedang dan rendah di kelasnya. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, angket, observasi dan wawancara. Dalam perhitungan ujicoba instrumen diggunakan program Anates dan perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 17. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan keseluruhan siswa ditentukan dengan menggunakan uji-t. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan kategori KAM ditentukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini adalah 1) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang dan rendah, sedangkan pada kategori KAM tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan ; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang, sedangkan pada kategori KAM tinggi dan rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

2. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran accelerated learning lebih baik secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung ditinjau berdasarkan KAM atas dan sedang. Sedangkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran accelerated learning tidak lebih baik secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung ditinjau berdasarkan KAM bawah. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran accelerated learning untuk kategori KAM (atas, sedang, dan bawah) berada pada kualifikasi sedang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

T MAT 1402189 Chapter5

T MAT 1402189 Chapter5

2. Penelitian ini dilakukan pada level sekolah sedang, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan pada level sekolah tinggi atau rendah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan matematis siswa

2 Baca lebih lajut

T MAT 1402189 Abstract

T MAT 1402189 Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa hal ini tercantum dalam kurikulum KTSP 2006. Namun masih banyak didapati kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih rendah dengan respon yang kurang positif masih selalu muncul bila siswa diberi masalah yang non rutin. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) mengetahui apakah apakah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis (Tinggi, Sedang, Rendah) 3) mengetahui apakah peningkatan kemampuan self-regulated learning siswa yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 4) mengetahui apakah peningkatan kemampuan self- regulated learning siswa yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis (Tinggi, Sedang, Rendah)
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA | Widyasari | Inkuiri 3826 8460 1 SM

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA | Widyasari | Inkuiri 3826 8460 1 SM

Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara siswa dengan kreativitas tinggi dan rendah terhadap hasil prestasi belajar kognitif. Hasil analisis sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lubis (2011) yang menyimpulkan kreativitas berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar, karena kreativitas merupakan kemampuan untuk menghubungkan, mengkaitkan, memodifikasi, maupun menciptakan gagasan baru. Penerapan model accelerated learning melalui concept mapping dan mind mapping mendorong siswa berlaku kreatif dengan kegiatan perencanaan, peng-asosiasi-an, serta mengkomunikasikan konsep-konsep yang telah mereka temukan kepada orang lain dalam bentuk gambar, simbol, maupun pewarnaan yang mewakili suatu konsep, membuat kata penghubung yang sesuai, mencari adanya keterkaitan antar konsep, serta menemukan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL ACCELERATED LEARNING TIPE MASTER TERHADAP PENCAPAIAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPA.

PENGARUH PENERAPAN MODEL ACCELERATED LEARNING TIPE MASTER TERHADAP PENCAPAIAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPA.

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model pembelajaran yang memberikan pengaruh yang lebih besar antara model Accelerated Learning tipe MASTER dengan model pembelajaran langsung terhadap pen- capaian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre- test-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD se-Dabin Slamet Riyadi Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang terdiri atas tujuh kelas. Teknik pengambilan sampel yang di- gunakan adalah cluster random sampling. Sampel terdiri atas dua kelas, satu kelas sebagai kelompok kontrol dan satu kelas lainnya sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, ang- ket dan studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil dari analisis data menunjuk- kan bahwa pengaruh penerapan model Accelerated Learning tipe MASTER lebih besar secara signifikan dari- pada model pembelajaran langsung terhadap pencapaian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran IPA.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Accelerated Learning

Accelerated Learning

Accelerated Learning adalah pembelajaran yang alami, yang didasarkan pada cara orang belajar secara alamiah. Accelerated Learning adalah filosofi kehidupan dan pembelajaran terpadu. Oleh karenanya, Accelerated Learning merupakan pandangan yang sama sekali baru yang mengupayakan demekanisasi (tak berlangsung secara mekanis) dan membuat belajar menjadi manusiawi kembali, serta menempatkan pembelajar (bukan guru, bukan materi, bukan presentasi) tepat di pusat.

4 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNINGMELALUICONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBALSISWA (PembelajaranSistemPeredaranDarahManusiauntukSiswaKelasXI IPA SMA Negeri 3 SukoharjoTahunAkademik 2012/2

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNINGMELALUICONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBALSISWA (PembelajaranSistemPeredaranDarahManusiauntukSiswaKelasXI IPA SMA Negeri 3 SukoharjoTahunAkademik 2012/2

1. Tesis yang berjudul “PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAUDARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA” (Pembelajaran Sistem Peredaran Darah ManusiauntukSiswa Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013) ini adalah karya penelitian saya sendiri dan bebas plagiat, serta tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber acuan serta daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sangsi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Permendiknas no 17, tahun 2010).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN  UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING PADA POKOK BAHASAN LUAS DAN KELILING LING

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING PADA POKOK BAHASAN LUAS DAN KELILING LING

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, mengetahui dan mendiskripsikan tentang : 1) Peningkatan kreativitas dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan Accelerated Learning pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surakarta dan 2) Peningkatan efektivitas dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan Accelerated Learning pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surakarta . Pendekatan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan desain penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Subyek penelitian adalah guru matematika kelas VIII PK SMP Muhammadiyah 7 Surakarta sebagai subyek pemberi tindakan, siswa kelas VIII PK yang berjumlah 24 siswa sebagai subyek penerima tindakan. Metode pengumpulan data melalui observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian tindakan kelas, 1) Ada peningkatan kreativitas dalam hal bertanya, sebelum dilakukan tindakan 20,83% meningkat menjadi 70,83%; 2) Ada peningkatan kreativitas mengajukan ide, sebelum dilakukan tindakan 12,5% meningkat menjadi 41,66%; 3) Ada peningkatan kreativitas memberikan jawaban atas pertanyaan dari guru atau siswa lain, sebelum dilakukan tindakan 25% meningkat menjadi 79,16%; 4) Ada peningkatan kreativitas mengerjakan soal latihan di depan kelas, sebelum dilakukan tindakan 16,66% meningkat menjadi 50%. Dengan meningkatnya kreativitas dalam pembelajaran matematika maka efektivitas pembelajaran matematika juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan siswa menguasai kompetensi dasar dan materi yang telah disampaikan yaitu terlihat dari peningkatan persentase siswa yang memenuhi KKM, sebelum dilakukan tindakan 54,16% meningkat menjadi 100%, guru tidak mendominasi kelas, suasana kelas menyenangkan dan tidak tegang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan Accelerated Learning dapat meningkatkan kreativitas dan efektivitas dalam pembelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING PADA POKOK BAHASAN LUAS DAN KELILING LINGKARAN (PTK Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun A

PENDAHULUAN UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING PADA POKOK BAHASAN LUAS DAN KELILING LINGKARAN (PTK Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun A

berpikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Agar dapat mengikuti perkembangan maka guru dituntut memiliki berbagai ketrampilan dalam mengajar. Namun, hal tersebut jelas berat bagi guru. Dalam praktik pembelajaran di kelas guru banyak menghadapi hambatan dan permasalahan. Maka kemampuan untuk menyikapi dan mengatasi permasalahan ini perlu dimiliki oleh guru sebagai praktisi pendidikan yang terjun langsung berinteraksi dengan siswa.

8 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MODEL ACCELERATED LEARNING  CBC  UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH IRIGASI 0

PEMBELAJARAN MODEL ACCELERATED LEARNING CBC UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH IRIGASI 0

Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa untuk mata kuliah irigasi. Hal ini dilakukan mengingat jumlah SKS yang terlalu kecil dibandingkan dengan tuntutan yang seharusnya. Kemampuan yang dituntut mahasiswa harus menguasai daripenalaran sampai skill ( menggambar ). Penelitian ini akan dicoba pembelajaran Model Accelerated Learning dengan membuat kelompok kecil untuk diskusi setelah

1 Baca lebih lajut

S MAT 1202539 Abstract

S MAT 1202539 Abstract

Kemampuan berpikir lateral matematis sangat penting dimiliki oleh siswa. Namun berdasarkan fakta dilapangan, Indonesia menempati peringkat terbawah di PISA 2012 dalam kemampuan matematis. Ini berarti kemampuan matematis siswa Indonesia perlu ditingkatkan, salah satunya kemampuan berpikir lateral matematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir lateral matematis siswa, salah satunya dengan menerapkan model Accelerated Learning dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pencapaian serta peningkatan kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dan mengetahui sikap siswa terhadap penerapan model Accelerated Learning pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitiannya adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Cimahi tahun ajaran 2015/2016 dan sampel pada penelitian ini adalah siswa dari dua kelas pada sekolah tersebut. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning, sedangkan kelas kontrol mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan berpikir lateral matematis siswa, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pencapaian kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional; (2) peningkatan kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional; (3) siswa pada umumnya memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan menerapkan model Accelerated Learning.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Accelerated learning for the 21st centur

Accelerated learning for the 21st centur

Explore the information from different angles using the techniques that are best suited to you. For example, you might read it out loud while thinking of practical applications. Get the big picture first - what will you be able to do differently with this new material? How will you benefit by learning this new material?

8 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA | Artuty Widyasari | Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika 5538 11863 1 SM

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA | Artuty Widyasari | Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika 5538 11863 1 SM

Selama ini, alokasi waktu yang digunakan pada materi sistem peredaran darah kurang lebih 20 jam pelajaran, karena materi sistem peredaran darah manusia bersifat abstrak baik pada organ-organ yang terlibat (darah, pembuluh darah, dan jantung) maupun mekanisme kerjanya. Penggunaan model accelerated learning melalui concept mapping dan mind mapping dengan alokasi waktu 9 jam pelajaran terbukti mampu menjadikan pembelajaran materi sistem peredaran darah menjadi efektif dan efisien. Padahal, model percepatan ini tidak diterapkan pada siswa program akselerasi tetapi pada kelas reguler. Keberhasilan ini disebabkan oleh tiga hal yaitu: 1) model accelerated learning merupakan suatu model pembelajaran yang diperkuat dengan peningkatan keterampilan proses sains, yang apabila dipadukan dengan metode concept mapping maupun mind mapping akan menjadi suatu komposisi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Model pembelajaran ini menjadikan proses belajar sebagai pengalaman bagi seluruh pikiran dan seluruh indera, sehingga pembelajaran menjadi bermakna. 2) Kombinasi penggunaan model accelerated learning melalui concept mapping dan mind mapping merupakan perpanjangan gagasan. Presentasi secara visual dapat menghubungkan konsep-konsep secara menyeluruh agar memori jangka panjang siswa dapat ditingkatkan karena kedua metode pemetaan tersebut mampu menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan. Sesuai dengan pendapat Buzan (2006) bahwa pembuatan mind mapping melibatkan kedua sisi otak karena menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (wilayah otak kanan) bersamaan dengan kata, angka, dan logika (wilayah otak kiri). 3) pembelajaran materi sistem peredaran darah tidak membelajarkan seluruh materi, tetapi membelajarkan materi-materi pilihan yang dianggap mewakili seluruh materi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Accelerated Learning pada Algoritma  Backpropagation Menggunakan Adaptive Learning Rate

Analisis Accelerated Learning pada Algoritma Backpropagation Menggunakan Adaptive Learning Rate

Algoritma backpropagation merupakan multi layer perceptron yang banyak digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang luas, namun algoritma backpropagation juga mempunyai keterbatasan yaitu laju konvergensi yang cukup lambat. Pada penelitian ini penulis menambahkan parameter learning rate secara adaptif pada setiap iterasi dan koefisien momentum untuk menghitung proses perubahan bobot. Dari hasil simulasi komputer maka diperoleh perbandingan antara algoritma backpropagation standar dengan backpropagation adaptive learning. Untuk algoritma backpropagation standar kecepatan konvergensi mencapai 1000 epoch dengan nilai MSE yang dihasilkan adalah 0,00044 sedangkan untuk algoritma backpropagation adaptive learning hanya 72 epoch dengan nilai MSE yang dihasilkan 0.0000036. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma backpropagation adaptive learning lebih cepat mencapai konvergensi daripada algoritma backpropagation standar.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...