Pembelajaran aqidah akhlak

Top PDF Pembelajaran aqidah akhlak:

PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Negeri Bandung Tulungagung: Guru Aqidah Akhlak dalam menentukan pendekatan pembelajaran dengan menyesuaikan situasi, kondisi kelas serta karakter peserta didiknya. Guru Aqidah Akhlak menggunakan pendekatan bersifat individual yang diantaranya pendekatan pembiasaan, pengalaman, emosional, keteladanan, dan rasional. Guru Aqidah Akhlak lebih menekankan pada pendekatan pembiasaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Aqidah Akhlak.

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENDEKATAN INDIVIDUAL DALAM PENGEMBANGAN PERSEPSI DIRI DAN KONSEP DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MA NU IBTIDAUL FALAH DAWE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017. - STAIN Kudus Repository

IMPLEMENTASI PENDEKATAN INDIVIDUAL DALAM PENGEMBANGAN PERSEPSI DIRI DAN KONSEP DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MA NU IBTIDAUL FALAH DAWE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017. - STAIN Kudus Repository

“ Saat mengajar sering kali menggunakan pendekatan dalam pembelajaran, seperti saat menemui siswa yang memiliki masalah dalam belajar atau kesulitan dalam belajar, guru diharapkan bisa memberikan solusi dengan pendekatan yang baik, yaitu pendekatan individual hal ini sering saya lakukan, yaitu memberikan tugas pada siswa, menunjuk siswa yang kurang memperhatikan materi pembelajaran dengan diberikan arahan, serta memberikan latihan- latihan pada siswa yang kurang paham terhadap materi yang diajarkannya. Selain itu, langkah yang saya lakukan adalah melakukan kerjasama dengan peserta didik yang mengalami masalah dalam belajar, seperti mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran peserta didik dan membuat hubungan saling percaya, membantu peserta didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas, menerima perasaan peserta didik sebagaimana adanya atau menerima perbedaannya dengan penuh perhatian, menangani anak didik dengan memberi rasa aman, penuh pengertian, bantuan, dan mungkin memberi beberapa alternatif pemecahan. Dengan adanya langkah-langkah ini akan memberikan pandangan pada peserta didik sehingga dapat memiliki persepsi diri dan konsep diri yang baik saat mengikuti pembelajaran apapun, selain pembelajaran Aqidah Akhlak ” 14
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4. Implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam menanggulangi kenakalan siswa di MTs Negeri Bandung Tulungagung dengan melakukan manajemen yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. Pembelajaran aqidah akhlak memiliki nilai lebih yang dapat ditinjau dari karakteristik dan fungsinya, nilai lebih tersebut dapat digunakan sebagai cara atau upaya untuk menanggulangi bentuk-bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa yang disebut dengan kenakalan siswa.

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pembelajaran aqidah akhlak mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya membangun akhlakul karimah siswa di MAN 1 Tulungagung. Dalam pelaksanaan pembelajaran aqidah akhlak guru terlebih dahulu mempersiapkan komponen-komponen bembelajaran, guru aqidah akhlak bertugas menjalankan program-program yang telah direncanakan bersama sebagaimana visi-misi dan tujuan Madrasah.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH DISIPLIN GURU AQIDAH AKHLAK TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) SATU ATAP (SA) DARURROHMAN DUSUN DEDALI DESA KAPETAKAN KECAMATAN KAPETAKAN KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cireb

PENGARUH DISIPLIN GURU AQIDAH AKHLAK TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) SATU ATAP (SA) DARURROHMAN DUSUN DEDALI DESA KAPETAKAN KECAMATAN KAPETAKAN KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cireb

Dari penjelasan diatas penulis ingin mengetahui lebih jauh bagaimana disiplin seorang Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak serta mengkaji bagaimana pengaruhnya terhadap disiplin belajar khususnya dalam proses belajar mengajar Aqidah Akhlak kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Satu Atap (SA) Darurrohman Dusun Dedali Desa Kapetakan Kecamatan Kapetakan kabupaten Cirebon.

28 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

orang lain. Ketiga, menyadarkan anak bahwa nilai-nilai akhlak muncul dari dalam diri manusia, dan bukan berasal dari peraturan dan undang-undang. Karena akhlak adalah nilai-nilai yang membedakan manusia dari binatang. Pendidikan akhlak dimulai dengan mendidik seorang anak agar mempunyai kemauan yang keras. Seseorang tidak akan mampu menerapkan nilai-nilai akhlak dalam segala situasai dan kondisi tanpa memiliki kemauan yang keras. Indikasi kemauan yang keras adalah berani menghadapi berbagai situasi kehidupan yang manis maupun yang getir. Kemudian teguh dan istiqomah terhadap nilai-nilai yang diyakini. 47 Keempat, Menanamkan perasaan peka pada anak- anak. Caranya adalah membangkitkan perasaan anak terhadap sisi kemanusiaannya, yakni dengan tidak banyak menghukum, mengahakimi, dan mengajar anak. Bila terpaksa menghukum, lakukanlah dengan seringan mungkin, itu pun dalam konteks mendidik, dan beritahu mereka bahwa perbuatannya itu tidak terpuji. Tujuan pendidikan akhlak adalah membangun pribadi berakhlak pada anak, diman kesadaran itu muncul dari dalam dirinya sendiri. Kelima, Membudayakan akhlak pada anak sehingga akan menjadi kebiasaan dan watak pada diri mereka. Jika akhlak telah menjadi watak dan kebiasaan, maka mereka tidak akan mampu melanggarnya, karena tidak mudah bagi seseorang melanggar kebiasaannya yang sudah berakar dan sudah menjadi kebiasaan. Jika kebiasaan berakhlak baik terbentuk dalam waktu yang lama, maka akan lama pula untuk menghilangkannya. Jika pedoman akhlak sudah merasuk dalam jiwa seseoang dan menjadi sistem dalam seluruh perilaku hidupnya, maka saat itu orang tersebut bergelar “Manusia berakhlak. 48
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran AQIDAH AKHLAK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran AQIDAH AKHLAK

Peserta didik yang belum memenuhi ketuntasan belajar diberikan tugas untuk menyusun pertanyaaan dan menanyakan jawaban kepada teman sebaya, setelah menemukan jawaban dari teman sebaya, diberikan kesempatan untuk bertanya jawab dengan guru tentang materi “akidah Islam”. Guru akan melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis. Remedial pembelajaran dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu atas kesepakatan antara Siswa dan guru,

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari hasil wawancara peneliti dengan informan dan hasil pengamatan yang peneliti lakukan dapat diketahui bahwa perencanaan pembelajaran aqidah akhlak yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak di MTs Negeri Bandung Tulungagung berupa menganalisis tujuan pembelajaran, penyusunan RPP untuk proses belajar mengajar di dalam kelas dan mendesain pembelajaran dengan melihat kondisi siswa dan kelas. Dari perencanaan tersebut maka pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan guru aqidah akhlak dapat dengan mudah menyampaikan materi pembelajaran melalui RPP yang telah dibuat. Selain itu dari lembaga sendiri mendukung adanya perencanaan dengan mengadakan kegiatan pembacaan Al-Qur’an 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENG

HUBUNGAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENG

Maksudnya adalah ayat ini memperkuat alasan yang dikemukakan di atas dengan menyatakan bahwa pahala yang tidak putus-putusnya itu diperoleh Rasulullah SAW Sebagai hasil akhlak yang agung yang merupakan akhlak beliau. Pernyataan bahwa Muhammad mempunyai akhlak yang agung merupakan pujian Allah SWT kepada beliau, yang jarang diberikanNya kepada hamba-hambanya yang lain. Dengan secara tidak langsung ayat ini juga menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan orang musyrik bahwa Muhammad adalah orang gila itu adalah tuduhan yang tidak mempunyai alasan sedikitpun, karena semakin baik budi pekerti seseorang makin jauh ia dari penyakit gila. Sebaliknya semakin buruk budi pekerti seseorang semakin dekat pula ia kepada penyakit gila. Muhammad adalah seorang yang berakhlak agung sehingga ia terjauh dari penyakit gila. 5
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dalam hal ini pembelajaran aqidah akhlak sangat berperan penting dalam penerapan perilaku siswa terhadap lingkungan. Siswa diberikan kesadaran untuk selalu menjaga lingkungan, memberikan pengertian bahwa lingkungan merupakan bagian dari hidup manusia. Lingkungan yang indah nyaman akan berdampak positif bagi perkembangan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kerusakan lingkungan sebagai akibat dari manusia yang tidak perduli terhadap lingkungan akan membawa dampak negatif bagi masa depan bangsa, banyaknya bencana seperti banjir, tanah longsor merupakan akibat dari tangan manusia sendiri. Oleh sebab itu penting dilakukan pembelajaran dan membiasakan siswa supaya menjaga lingkungan. Sebagaima dalam teori yang menyatakan bahwa:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBANGUN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Nurul Hidayah Rahmawati, 2811123182, 2016. Research with the title “The Implementation of Aqidah Akhlaq Instruction to Build a Student Good Character in Islamic Senior High School of Tulungagung 1. Study of Islamic Religion Education, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Guided by Prof. Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag.

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) AL-MUNAWWAROH KECAMATAN PABEDILAN KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) AL-MUNAWWAROH KECAMATAN PABEDILAN KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Jumlah siswa-siswi MTs Al-Munawwaroh Pabedilan Kabupaten Cirebon …………………………………………………………... Prosentase keberpengaruhan …………………………………….. Interpretasi r ……………………………………………………... Komposisi kepengurusan MTs Al-Munawwaroh Pabedilan Kabupaten Cirebon periode tahun 2009/2010 …………………... Guru MTs Al-Munawwaroh Pabedilan Kabupaten Cireb on ……. Karyawan MTs Al-Munawwaroh Pabedilan Kabupaten Cirebon . Prestasi yang pernah dicapai oleh sekolah ………………………. Keadaan siswa …………………………………………………… Rasio penerimaan siswa …………………………………………. Keadaan guru ……………………………………………………. Bidang mata pelajaran …………………………………………… Saran dan prasarana ……………………………………………... Kondisi orang tua ………………………………………………... Menerapkan metode yang bervariasi ……………………………. Guru Aqidah Akhlak menarik dalam mengajar dan siswa merasa senang ketika mengikuti pelajarannya …………………………... Bolos ketika mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak …………….... Faham dengan materi yang diajarkan guru Aqidah Akhlak …….. Guru Aqidah Akhlak selalu berinteraksi dengan siswa ketika mengajar …………………………………………………………. Proses pembelajaran Aqidah Akhlak berjalan efektif …………… Guru Aqidah Akhlak selalu menanamkan Aqidah ketika dalam proses pembelajaran ……………………………………………... Menerapkan Akhlak yang baik dalam kehidupan sehari- hari ……
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

KORELASI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAKKELAS IV MIN 5 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

KORELASI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAKKELAS IV MIN 5 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Angket (kuisioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuisioner juga cocok digunakan bila jumlah kuisioner cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuisioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui internet atau pos 61 . Berdasarkan definisi diatas angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang bersifat tertutup. Angket digunakan untuk mendapatkan data yang akan diolah oleh peneliti guna mendapatkan hasil yang akan dijadikan tolak ukur dan membuktikan hasil dari penelitian yang peneliti lakukan mengenai minat belajar dengan hasil belajar dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

1. Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) - PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) DAN OEL (OPEN ENDED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELA

1. Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) - PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) DAN OEL (OPEN ENDED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELA

Pembelajaran Aqidah Akhlak tidak sekedar terkonsentrasi pada persoalan teoritis yang bersifat kognitif semata, tetapi sekaligus juga mampu mengubah pengetahuan Aqidah Akhlak yang bersifat kognitif menjadi makna dan nilai-nilai yang perlu diinternalisasikan dalam diri siswa lewat berbagai cara, media dan forum. 63 Nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa terkait dengan perilaku kehidupan sehari-hari. Sehingga, diharapkan dapat menjadikan siswa tersebut akan bersikap lebih bijaksana dan siswa dapat menempuh kebahagiaan dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, pembelajaran Aqidah Akhlak memerlukan pendekatan perkembangan kognitif, termasuk di dalamnya perkembangan penalaran atau proses keterlibatan akal dari siswa secara aktif sebagai tahapan pertama (kognisi), yang sekaligus ditindak lanjuti dengan tahapan kedua (afeksi) yang aturannya terkait erat dengan tahapan pertama (kognisi) dan tahapan ketiga (psikomotorik).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS AL-GHOZALI DESA PANJEREJO KEC REJOTANGAN TAHUN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS AL-GHOZALI DESA PANJEREJO KEC REJOTANGAN TAHUN 2015/2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa, Perencanaan pembelajaran yang di lakukan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran aqidah akhlak di MTs Al-Ghozali Desa Panjerejo Kec.Rejotangan meliputi : pertama. Seorang guru harus bisa membuat perencanaan pembelajaran sebaik mungkin. Kedua , profesionalisme seorang guru dan kreatifitas guru sangat dibutuhkan dalam menyesuaikan media, strategi dan metode pembelajaran dengan bahan ajar. Ketiga kesadaran seorang guru akan tujuan pembelajaran. Keempat, guru menganjurkan siswa untuk mempunyai sumber belajar lain selain LKS. Kegiatan pembelajaran yang di lakukan guru dalam strategi meningkatkan mutu pembelajaran aqidah akhlak di MTs Al-Ghozali Panjerejo Kec.Rejotangan Tahun 2015-2016 meliputi: yang pertama , guru menjadi contoh atau suri tauladan bagi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK PADA MATERI MENGHINDARI AKHLAK TERCELA ORANG MUNAFIK SISWA KELAS IV MIN 5 TULUNGAGUNG  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK PADA MATERI MENGHINDARI AKHLAK TERCELA ORANG MUNAFIK SISWA KELAS IV MIN 5 TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Model pembelajaran Mind mapping adalah salah satu metode pembelajaran inovatif yang diharapkan dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Mind mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa, mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi yang dipelajari ke dalam otak dan mengambilnya keluar dari otak. Mind mapping juga merupakan cara mencatat yang kreatif, efektif dan akan dengan mudah memetakan pikiran-pikiran yang kita miliki. Mind map hampir mirip dengan peta kota atau denah, dimana pusat mind map mewakili ide terpenting. Jalan-jalan yang menyebar dari pusat mewakili pikiran-pikiran utama dari suatu materi atau pemikiran kita, dan jalan sekunder menggambarkan pikiran sekunder dan seterusnya. Gambar atau pola mewakili suatu hal yang digambarkan penting. 10
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pendidikan Aqidah Akhlak Dalam Membentuk Karakter Siswa (Studi Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta Tahun 2013).

PENDAHULUAN Pendidikan Aqidah Akhlak Dalam Membentuk Karakter Siswa (Studi Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta Tahun 2013).

berbuat baik tidak melihat siapa orangnya, dimanapun berada kebaikan tersebut harus selalu ditanamkan dan bergaullah dengan manusia yang baik pula. Generasi instan melakukan sesuatu tanpa perhitungan yang matang, generasi instan sama sekali tidak melihat dari sisi efektivitas dan efisiensi. Mereka hanya melihat dari aspek hasilnya (Asmani, 2011: 114). Untuk mencapai kehidupan yang aman, tentram dan sejahtera membutuhkan proses dan kesabaran yang amat sangat tinggi. Dalam membentuk akhlak mulia juga membutuhkan kesabaran, kesabaran tersebut sebagai bentuk dari karakter yang baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS V-A MI WAHID HASYIM UDANAWU BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS V-A MI WAHID HASYIM UDANAWU BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pengetahuan para siswa dalam mempelajari Aqidah Akhlak dan menyebabkan hasil belajarnya rendah. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Aqidah Akhlak kurang bervariasi. Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak ada beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya adalah model Jigsaw, yaitu model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil yang beranggotakan 4-6 orang dengan sistem pengelompokan yang heterogen dimana dalam tahap pelaksanaannya meliputi: (1) pembentukan kelompok asal, (2) pembelajaran kelompok asal, (3) pembentukan kelompok ahli, (4) diskusi kelompok-kelompok ahli, (5) diskusi kelompok asal, (6) diskusi kelas, (7) pemberian kuis, (8) penghargaan kelompok.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA AQIDAH-AKHLAK DENGAN  Hubungan Antara Aqidah-Akhlak Dengan Kesejahteraan Siswa Di Sekolah.

HUBUNGAN ANTARA AQIDAH-AKHLAK DENGAN Hubungan Antara Aqidah-Akhlak Dengan Kesejahteraan Siswa Di Sekolah.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi siswa sehingga membuat siswa-siswanya merasa sejahtera (well-being) karena kesejahteraan siswa (student well-being) mempengaruhi hampir seluruh aspek bagi optimalisasi fungsi siswa di sekolah. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aqidah akhlak dengan kesejahteraan siswa di sekolah. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat hubungan posirif antara aqidah akhlak dengan kesejahteraan siswa di sekolah. Subyek penelitian adalah siswa siswi SMP di Surakarta kelas VIII E & F dan IX E & G berjumlah 87. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment dengan menggunakan program bantu SPSS 19,0 For Windows Program. Berdasarkan hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,425; p = 0,000 (p <0,05) artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara akidah akhlak dengan kesejahteraan siswa di sekolah. Tingkat akidah akhlak tergolong tinggi sebesar 163,45 dan tingkat kesejahteraan siswa di sekolah tergolong tinggi sebesar 49,57. Sumbangan efektif antara variabel aqidah akhlak dengan kesejahteraan siswa di sekolah sebesar 18%, yang berarti masih terdapat 82% faktor lain yang mempengaruhi kesejahteraan siswa di sekolah seperti harga diri, kontrol diri, pendidikan, tujuan hidup, relasi sosial.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

aktivitas siswa dalam proses pembelajara

aktivitas siswa dalam proses pembelajara

Disadari cara pembinaan akhlak yang dicontohkan Nabi SAW seusia dini jauh lebih bermanfaat dari pada usia senja. Dilihat dalam kapasitas intelektual juga jauh lebih baik. Dalam pepatah diungkapkan: “Belajar di usia dini bagaikan menulis di atas batu, dan belajar di usia tua/senja bagaikan menulis di atas air”. Pribahasa tadi menggambarkan pendidikan diberikan diusia dini sangat membekas sekali, diibaratkan mengukir di atas batu, sangat jelas dan membekas, tetapi jika pendidikan diberikan di usia tua/senja akan sulit dan diibaratkan seperti menulis di atas air, akan sukar masuknya dan mudah hilangnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...