Pembelajaran Keterampilan Fungsional

Top PDF Pembelajaran Keterampilan Fungsional:

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL TERHADAP KEWIRAUSAHAAN WARGA BELAJAR.

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL TERHADAP KEWIRAUSAHAAN WARGA BELAJAR.

dan tekun, kerja lebih, jujur dan bertanggung jawab, disiplin, teliti, kerja terbaik, zero mistake, berjiwa besar, bersikap wira. Proses pemilikannya memerlukan sebuah proses yang simultan dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh aspek “ knowing the good, loving the good, and acting the goo d”, dan lingkungan yang kondusif atau menyenangkan. (Megawangi:2008). Karakter wirausaha dapat ditumbuhkan dengan pembelajaran keterampilan fungsional, karena didalamnya terjadi interaksi edukasi antara pendidik dan peserta didik. Menurut Joseph Schumpeter (Interpreneurship), pewirausaha memiliki karakter, jiwa, semangat yang diaplikasikan dalam segala bentuk kehidupan. Pewirausaha memiliki akhlak, watak, budi pekerti, dan mental yang tidak tergantung kepada pihak lain karena memiliki keberanian untuk menafkahi diri sendiri dengan cara bekerja untuk diri sendiri, bekerja pada orang lain, dan bekerja dengan orang lain. Kewirausahaan setiap diri warga belajar dapat ditumbuhkan dengan pembelajaran keterampilan fungsional, karena didalamnya terjadi interaksi edukasi antara pendidik dan peserta didik.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL PADA PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET B UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR :Studi pada PKBM Al-Salaam dan PKBM Citra di Kabupaten Purwakarta.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL PADA PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET B UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR :Studi pada PKBM Al-Salaam dan PKBM Citra di Kabupaten Purwakarta.

80 pada tahun 2010, peranan Pendidikan Kesetaraan Program Paket B cukup penting karena kenyataannya tidak semua penduduk Jawa Barat usia 13-15 tahun berpartisipasi dalam pendidikan formal di SMP/MTs. Disamping itu masih ada siswa SMP/MTs yang tinggal kelas dan berakhir dengan putus sekolah, juga masih ada penduduk usia di atas 15 tahun yang belum menuntaskan pendidikan setingkat SMP/MTs atau sederajat. Apabila hal ini tidak segera ditanggulangi, antara lain dengan penyelenggaraan Paket B, maka akan berpengaruh terhadap indeks pendidikan dan IPM Jawa Barat secara keseluruhan karena indeks pendidikan dibangun oleh komponen angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Sebagai ilustrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama 2003-2007 telah berhasil mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM ) sebesar 2,89 dari angka 67,87 pada 2003 menjadi 70,76 pada 2007. Dalam rentang waktu yang sama, indeks pendidikan penduduk Jabar meningkat sebesar 2,73 poin, dari 78,40 pada tahun 2003 menjadi 81,13 pada tahun 2007, sedikit dibawah target yaitu sebesar 81,27. Data tersebut mengimplikasikan perlunya penanganan indeks pendidikan disamping indeks lainnya sebagai indeks komposit IPM. Untuk indeks pendidikan antara lain ditentukan oleh keberhasilan Paket B dalam membantu menuntaskan Wajar Dikdas 9 tahun dan membekali lulusannya dengan keterampilan fungsional, kemandirian, serta watak kewirausahaan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

d pls 0605017 chapter5

d pls 0605017 chapter5

d. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis jalur, didapatkan bahwa variabel ketersediaan sarana dan prasarana mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap variabel kewirausahaan warga belajar. Dengan demikian, menunjukkan bahwa pentimgnya pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai untuk proses pembelajaran keterampilan fungsional yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan secara individual maupun kelompok dalam mencapai kewirausahaan warga belajar secara optimal. Mental berwirausaha warga belajar akan tumbuh dengan tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hakekat dan Metode Pembelajaran Keaksara

Hakekat dan Metode Pembelajaran Keaksara

Kegiatan pembelajaran keterampilan fungsional diarahkan pada pemberian keterampilan yang bersifat ekonomi produktif dan keterampilan sosial. Keterampilan fungsional menjadi tekanan pada kegiatan pendidikan keaksaraan fungsional karena sebagian besar warga belajar sasaran program penuntasan buta aksara adalah masyarakat miskin, sehingga secara ekonomi perlu diberdayakan. Bentuk pembelajaran keterampilan fungsional harus disesuaikan dengan minat dan kebutuhan warga belajar, serta bersifat fungsional seperti menjahit dan membuat kue. Sedangkan aspek keterampilan sosial antara lain adalah membangun jaringan kerja dengan dinas, instansi, lembaga, atau pihak-pihak lain dengan maksud untuk memfungsikan keaksaraannya, mendapatkan informasi, dan memanfaatkan peluang bagi upaya peningkatan kualitas ekonomi warga belajar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1101275 chapter2

s pgsd penjas 1101275 chapter2

Didalam keterampilan menggiring bola, teknik-teknik dasar dalam menggiring bola digunakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pemain pada permainan sepak bola. Menurut Mielke (2007, hlm. 2) mengemukakan bahwa “ Dribbling menggunakan sisi bagian dalam berfungsi untuk menjaga bola tetap di daerah terlindung di daerah kaki, akan memberikan perlindungan yang lebih baik dari lawan”. Sedangkan fungsi dribbling dengan sisi bagian kaki luar menurut Mielke (2007, hlm. 4) bahwa “keterampilan ini digunakan ketika seoran g pemain mencoba mengubah arah atau bersiap untuk mengoper bola ke teman satu timnya”. Dan fungsi dribbling menggunakan kura-kura kaki atau punggung kaki menurut Mielke (2007, hlm. 5) mengungkapkan bahwa “Biasanya, kura -kura kaki atau bagian punggung sepatu digunakan sebagai bidang tendangan utama untuk melakukan dribbling bila ingin bergerak cepat dialapangan.” Dribbling merupakan sebuah keterampilan dasar yang memang sangat memberikan sumbangan besar dalam sebuah pertandingan sepak bola. Jika seorang pemain sudah mengusai kemampuan dribbling secara efektif maka pemain tersebut dapat memberikan sumbangan atau pengaruh yang besar terhadap pertandingan. Hal serupa dikemukakan oleh Mielke (2007, hlm. 1), mengemukakan bahwa “ketika pemain telah mengusai kemampuan dribbling dengan efektif, sumbangan mereka di dalam pertandingan akan sangat besar”.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Kerjasama - UPAYA MENINGKATKAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DI KELAS IV SD NEGERI 1 KEDIRI - repository perpustakaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Kerjasama - UPAYA MENINGKATKAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DI KELAS IV SD NEGERI 1 KEDIRI - repository perpustakaan

IPS mempunyai tujuan yang mulia, meskipun kualitas pembelajaran yang ada masih jauh dari harapan. Proses pembelajaran tidak mampu untuk melatih keterampilan sosial siswa, seperti pada pembelajaran kelompok dan interaksi dengan temannya, keterampilan bekerja sama siswa masih rendah sehingga ketika ada sebuah permasalahan yang harus diselesaikan bersama siswa tidak mampu hal ini pula yang menyebabkan prestasi belajar siswa masih rendah, karena siswa menganggap bahwa pelajaran IPS sama seperti halnya pelajaran lain yang hanya menghafal dan mengedepankan kemampuan individu. b. Materi Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi dan
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN MEMBUAT KERUPUK DENGAN STRATEGI KONTEKSTUAL PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN TINGKAT SMALB DI SLB-C YPLAB KOTA BANDUNG.

KEMAMPUAN MEMBUAT KERUPUK DENGAN STRATEGI KONTEKSTUAL PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN TINGKAT SMALB DI SLB-C YPLAB KOTA BANDUNG.

Keterbatasan intelektual dan potensi yang dimiliki anak tunagrahita, mengakibatkan mereka kurang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, kurang memiliki keterampilan untuk bekerja yang memadai, namun dengan latihan dan pembiasaan mereka mampu melakukan kegiatan hidup sehari-hari. Untuk mencapai hasil belajar keterampilan bagi tunagrahita latihan berulang- ulang sampai menjadi kebiasaan dalam hidup. Jenis keterampilan disesuaikan dengan bakat dan minat siswa dengan berbekal keterampilan tersebut tunagrahita dapat mengembangkan diri atau bekerja pada pihak lain dengan memperoleh penghasilan layak.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi Iqro’ Berbasis Android Menggunakan Google

Pembangunan Aplikasi Iqro’ Berbasis Android Menggunakan Google

Pada pengujian ini melibatkan seorang ahli membaca alquran (guru mengaji) untuk menguji akurasi google speech yang diimplementasikan dalam media pembelajaran iqro. Pengujian ini dilakukan dengan cara seorang ahli diminta untuk menggunakan fitur soal dan menjawabnya dengan inputan benar. Setelah itu seorang ahli diminta mengisi form yang berisi kesesuaian huruf hijaiyah yang diucapkan dengan apa yang ditampilkan dalam antarmuka hasil jawaban, apakah sudah benar atau belum. Jika ada huruf yang belum sesuai maka penulis akan memperbaiki kunci jawaban. Pengujian ini dilakukan berulangkali sampai semua huruf hijaiyah yang ada dalam fitur soal memiliki kesesuaian dengan kunci jawaban.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERMEN LHK 27 2017 FORMASI FUNGSIONAL PENGENDALI DMPAK LH

PERMEN LHK 27 2017 FORMASI FUNGSIONAL PENGENDALI DMPAK LH

5. Formasi Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan adalah jumlah dan jenjang jabatan Pengendali Dampak Lingkungan yang diperlukan oleh suatu unit kerja pengelola kepegawaian untuk mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam jangka waktu tertentu.

23 Baca lebih lajut

Kata kunci : strategi pembelajaran, keterampilan berbicara ABSTRACT - ALTERNATIF STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA

Kata kunci : strategi pembelajaran, keterampilan berbicara ABSTRACT - ALTERNATIF STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA

Langkah pertama adalah dengan menghubungkan pembelajaran dengan pembelajaran sebelumnya dan menunjukkan manfaat yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menceritakan tokoh idola. Langkah ini sejalan dengan fase tumbuhkan dalam pembelajaran quantum teaching. Pada fase ini, guru dapat bertanya jawab dengan siswa mengenai tokoh idola mereka dan pengalaman mereka dalam menceritakan tokoh idolanya bersama teman ataupun keluarga. Langkah kedua adalah dengan menerapkan metode demonstrasi. Guru menunjukkan buku biografi tokoh idolanya dan menunjukkan beberapa gambar yang ada untuk menarik perhatian siswa. Pada saat bercerita mengenai tokoh idolanya, guru melengkapi uraiannya dengan mendemonstrasikan atau menirukan gaya tokoh idolanya. Gaya yang ditampilkan dapat berupa gaya khas sang tokoh, seperti jika guru mengidolakan Ronaldo, ia menirukan gaya khas Ronaldo ketika akan menendang bola, atau guru mengidolakan Ebiet, guru dapat menampilkan hasil karya Ebiet dengan cara bernyanyi lagu Ebiet lengkap dengan gayanya. Pada saat ini, guru diharapkan mampu menarik perhatian siswa dan mampu membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Setelah bercerita, guru mengajak siswa bertanya jawab mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menceritakan tokoh idola.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Dispepsia Fungsional dan non fungsional

Dispepsia Fungsional dan non fungsional

Dispepsia merupakan keluhan klinis yang sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Menurut studi berbasiskan populasi pada tahun 2007, ditemukan peningkatan prevalensi dispepsia fungsional dari 1,9% pada tahun 1988 menjadi 3,3% pada tahun 2003. Istilah dispepsia sendiri mulai gencar dikemukakan sejak akhir tahun 1980-an, yang menggambarkan keluhan atau kumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa penuh, sendawa, regurgitasi, dan rasa panas yang menjalar di dada. Sindrom atau keluhan ini dapat disebabkan atau didasari oleh berbagai penyakit, tentunya termasuk juga di dalamnya penyakit yang mengenai lambung, atau yang lebih dikenal sebagai penyakit maag. 1
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Keaksaraan Fungsional

Keaksaraan Fungsional

Pada umumnya, jadwal kegiatan pembelajaran Kekasaraan Fungsional di PKBM ”Berkah” dilaksanakan sebanyak 2 hari salam satu minggu dengan 1 kali pertemuan sebanyak 4 jam pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejenuhan warga belajar dalam mengikuti program Keaksaraan Fungsional.

2 Baca lebih lajut

KP FUNGSIONAL dan non fungsional

KP FUNGSIONAL dan non fungsional

Fotocopy Penilaian Prestasi Kerja PNS yang dilegalisir sekurang-kurangnya bernilai Baik dalam 2 dua tahun berakhir 3 lembar yaitu terdiri dari Penilaian Sasaran Kinerja Pegawai Target/Ko[r]

2 Baca lebih lajut

Gugus fungsional dan non fungsional

Gugus fungsional dan non fungsional

Asam karboksilat Karboksil RCOOH karboksi- asam -oat Asam asetat Asam etanoat atau asam cuka Sianat Sianat ROCN sianato- alkil sianat Tiosianat RSCN tiosianato- tiosianatalkil Eter[r]

6 Baca lebih lajut

Gerak Fungsional dan non fungsional

Gerak Fungsional dan non fungsional

Kekuatan / Daya ledak Power  Semua gerakan yang dihasilkan merupakan hasil dari adanya peningkatan tegangan otot dan menghasilka tenaga, sehingga bagian tubuh yang bergerak pada jar[r]

19 Baca lebih lajut

Fungsional dan non fungsional  Food

Fungsional dan non fungsional Food

Pengertian Pangan Fungsional Pengertian Pangan Fungsional  A Product similar in appereance to or may be a A Product similar in appereance to or may be a conventional food that is con[r]

23 Baca lebih lajut

FUNGSIONAL  dan non fungsional ASAMLEMAKJENUH

FUNGSIONAL dan non fungsional ASAMLEMAKJENUH

Oksidasi dari hidroperoksida yang lebih lanjut juga menghasilkan produk-produk degradasi dengan tiga tipe utama yaitu pemecahan menjadi alkohol, aldehid, asam, dan hidrokarbon, dimana ha[r]

11 Baca lebih lajut

Document fungsional dan non fungsional

Document fungsional dan non fungsional

2. Struktur Fungsional, tepat untuk perusahaan ukuran sedang dengan beberapa lini produk dalam satu industri. Para karyawan cenderung ahli dalam fungsi bisnis yang penting bagi industri tersebut. 3. Struktur Divisonal, tepat untuk perusahaan besar dengan banyak lini produk dalam beberapa industri yang berhubungan. Para karyawan biasanya spesialis fungsional yang diatur sesuai dengan pembedaan produk ataupun pasarnya.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI.

Dalam perkembangannya, ternyata dalam pembelajaran pendidikan jasmani banyak sekali berkembang model-model pembelajaran. Perkembangan tersebut tentu harus diikuti dengan pemahaman serta pengaplikasiannya, sehingga seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik mengenai model-model pembelajaran. Namun pada kenyataannya masih banyak guru pendidikan jasmani yang kurang memahaminya. Padahal dengan menerapkan banyak model pembelajaran maka akan sangat mendukung terhadap terbentuknya pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif, inovatif, kreatif, efektif, juga menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran pendidikan jasmani akan berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran pun akan tercapai.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...