Pembelajaran konstruktivistik

Top PDF Pembelajaran konstruktivistik:

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

2. Penerapan pembelajaran konstruktivistik dalam membentuk siswa yang ahli fikir di MAN 2 Tulungagung dilakukan melalui penggunaan kurikulum 2013, model pembelajaran aktif yang meliputi model pembelajaran cooperative learning dan model pembelajaran konstektual, strategi pembelajarannya yang meliputi strategi pembelajaran relating, experiencing, applying, cooperating dan transfering, serta melalui metode pembelajarannya yang meliputi metode diskusi dan presentasi.

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN PENDEKATAN SIKLUS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL :Studi Peningkatan Pemahaman Materi IPS dan Keterampilan Berpikir Peserta Didik Kelas Awal MTs Negeri Model dan MTs Al Hikmah 2 Kabup

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN PENDEKATAN SIKLUS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL :Studi Peningkatan Pemahaman Materi IPS dan Keterampilan Berpikir Peserta Didik Kelas Awal MTs Negeri Model dan MTs Al Hikmah 2 Kabup

Pada tahap studi pendahuluan ini penulis melakukan penelaahan kepustakaan dan observasi awal. Penelaahan kepustakaan dimaksudkan untuk mengkaji dan memperoleh penjelasan teoretik mengenai model pembelajaran konstruktivistik berpendekatan siklus belajar. Sedangkan observasi awal bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek model pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru IPS di MTs yang diteliti, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dan kinerja guru dalam pembelajaran, pendayagunaan sumber dan bahan ajar, serta evaluasi pembelajaran. Hasil observasi awal ini penulis gunakan sebagai bahan pengembangan model konstruktivistik berpendekatan siklus belajar dalam pembelajaran IPS di MTs yang diteliti.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENI. pdf

PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENI. pdf

Pembelajaran konstruktivistik menekankan pada peran siswa untuk menyusun sendiri pengetahuannya melalui pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran ini mendorong siswa memiliki kompetensi sebagaimana diharapkan oleh tujuan pendidikan. Kompetensi yang sering disebut standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Depdiknas, 2005). Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati, kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan pelajaran secara kontekstual (Depdiknas, 2002). Menurut Nur dan Muchlas (1996) pengetahuan diperoleh melalui aktivitas belajar Perkembangan pengetahuan anak tergantung pada seberapa jauh anak aktif memanipulasi
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Skripsi ini ditulis oleh Bisri Mustofa , NIM. 2811123006 dengan judul “ Implementasi Pembelajaran Konstruktivistik dalam Membentuk Siswa Yang Ulul Albab di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulungagung”, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, Dosen pembimbing Dr. Hj. Retno Indayati, M. Si. NIP. 19530329 198303 2 002.

6 Baca lebih lajut

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pendekatan Pembelajaran Konstruktivistik IPS SD

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pendekatan Pembelajaran Konstruktivistik IPS SD

pembelajaran konstruktivistik guna menggali potensi belajar serta memfasilitasi berkembangnya pengalaman-pengalaman belajar yang baru. Dialog, teknik bertanya atau kegiatan tanya jawab seperti ini relevan dengan teknik bertanya serta model-model pertanyaan dalam pembelajaran IPS. Pada abad ke-20, Jean Piaget dan John Dewey mengembangkan teori pendidikan dan perkembangan siswa (childhood development and education) atau yang dikenal dengan Progressive Education yang kemudian berpengaruh terhadap proses kelahiran aliran konstruktivistik dalam pembelajaran serta pengembangan kurikulum. Dalam teori yang dikembangkannya, Piaget meyakini bahwa manusia belajar melalui proses konstruksi satu struktur logika setelah struktur logika lain dicapainya. Maksudnya, manusia dapat mempelajari sesuatu yang baru setelah sesuatu yang lain dipelajarinya. Dia juga menyimpulkan bahwa kemampuan nalar anak dan cara pikirnya (modes of thinking) berbeda dengan cara pikir orang dewasa. Implikasi dari teori ini dan cara mengaplikasikannya telah melandasi bagi lahirnya aliran konstruktivisme dalam pendidikan, termasuk dalam pembelajran IPS.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM KURIKULUM 2013 DI SD MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR.

PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM KURIKULUM 2013 DI SD MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR.

maupun struktural. Seperti halnya, tidak semua pendidik menerima pelaksanaan Kurikulum 2013. Banyak wali murid yang mendapat keluhan dari anaknya sehingga meminta sekolah untuk kembali ke kurikulum sebelumnya. Sarana prasarana di sekolah yang belum mewadahi sepenuhnya pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013. Dari segi proses pembelajaran juga terdapat beberapa kendala, seperti pemahaman pendidik tentang konsep pembelajaran Kurikulum 2013 yaitu dengan model pembelajaran konstruktivistik belum semua menguasai. Kurangnya persiapan pendidik dalam mengajar. Kultur pembelajaran belum sepenuhnya mencerminkan budaya student centered learning. Karakteristik peserta didik yang tidak semua aktif bertanya, bereksperimen, atau melakukan tindakan. Pelaksanaan penilaian autentik dengan segala formatnya dirasa rumit sehingga menjadikan pendidik pasrah. Media dan fasiltias pembelajaran yang belum mendukung. Selain itu juga belum adanya data atau penelitian yang menunjukan baik tidaknya pendidik di SD Muhammadiyah Condongcatur dalam melaksanakan proses pembelajaran Kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

272 Baca lebih lajut

PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS, KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI, DAN HASIL BELAJAR IPS

PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS, KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI, DAN HASIL BELAJAR IPS

Dari sajian hasil penelitian berupa tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivistik yang dilakukan selama tindakan pada tiap siklus dapat memacu hasil belajar siswa meningkat. Dengan sistem penilaian yang bersifat otentik (authentic assessment) perkembangan siswa selalu dicatat dan diamati. Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran tetapi selama proses pembelajaran, terhadap produk hasil diskusi siswa, performen atau penampilan siswa dalam diskusi, presentasi serta perilaku siswa selama di sekolah. Pada tiap akhir pembelajaran selalu dilakukan refleksi (reflection) yang bermanfaat bagi siswa untuk merenungkan kembali kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Hasil refleksi tersebut diharapkan akan menumbuhkan minat, motivasi dan semangat belajar serta semangat berkompetisi.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

semnas ptbb ft uny 2005 penerapan pembelajaran konstruktivistik

semnas ptbb ft uny 2005 penerapan pembelajaran konstruktivistik

terlepas dari dunia tekstil. Kita ketahui bahwa tekstil merupakan bahan dasar dari busana, sehingga segala hal yang berhubungan dengan masalah tekstil sudah sewajarnya dan seharusnya dipelajari. Oleh karena itu mata kuliah Pengetahuan Tekstil ini mempunyai tujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang tekstil, baik mengenai definisi dan pengertian dari tekstil itu sendiri, serat tekstil, benang, dan ataupun kain/bahan tekstil beserta seluk beluknya dari mulai pengertiannya, bahan dasarnya, cara pembuatannya, cara pengolahan dan penyempurnaannya, karakteristiknya, cara penanganan dan perawatannya, dan hal-hal lainnya. Dengan memiliki pengetahuan tersebut di atas, maka diharapkan mahasiswa akan memiliki pemahaman yang benar terhadap tekstil yang selanjutnya dapat mengaplikasikannya dalam dunia busana/fashion sesuai bidang keahliannya. Dan dengan memiliki bekal dan pengetahuan yang cukup tentang tekstil tersebut, maka mahasiswa juga akan berkemampuan untuk memilih bahan tekstil secara baik dan benar, dapat menggunakannya sesuai dengan karakteristiknya, dan dapat merawat/memeliharanya dengan baik dan benar, sehingga nantinya dapat mendukung keahlian mahasiswa dalam bidang busana. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah dengan melalui pendekatan pembelajaran konstruktivisme.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK KONTEKSTUAL BERBANTUAN KOMPUTER DALAM MATADIKLAT PEMESINAN

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK KONTEKSTUAL BERBANTUAN KOMPUTER DALAM MATADIKLAT PEMESINAN

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama penelitian paling tidak terdapat tiga pola impelmentasi yang diterapkan guru. Pola pertama adalah menjadikan media pembelajaran berbantuan komputer atau Modul Elektronik sebagai bahan ajar tayang. Dalam hal ini pembelajaran menggunakan bantuan komputer dan alat proyeksi (viewer, infocus dan sejenisnya). Guru menjadikan medi elektronik sebagai bahan ajar dalam membantu menjelaskan suatu materi kepada siswanya. Siswa menyimak paparan dari guru menggauankan media tersebut. Pola kedua adalah menjadikan media pembelajaran berbantuan komputer atau Modul Elektronik sebagai pendukung paraktek. Dalam hal ini media pembelajaran ditempatkan dalam satu atau dua komputer yang diletakkan di bengkel dan dapat diakses secara leluasa oleh siswa. Siswa yang mengalami kesulitas dalam hal tertentu termasuk praktek dapat memanfaatkan media tersebut sebagai alat mencari informasi atau tutorial. Apabila siswa mengalami kesulitan maka siswa dapat mengakses atau mencari tahu jawabannya melalui media tersebut. Pola satu dan pola kedua lebih cocok diterapkan di SMK dengan keetrbatasan fasilitas komputer. Sedangkan untuk SMK yang memiliki kecukupan sarana komputer, pembelajaran dapat dilakukan secara individual dan interaktif. Dalam hal ini siswa langsung berhadapan dengan komputer (satu komputer satu siswa) untuk mempelajari materi atau kompetensi yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM MEMBENTUK SISWA YANG ULUL ALBAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. 10 Pada sekolah yang telah menggunakan kurikulum 13 sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan, penulis mempunyai optimisme yang tinggi akan keberhasilan tujuan pendidikan tersebut, karena pembelajarannya bersifat inovatif yang menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran, dan pusat dalam membangun pengetahuan. Sedangkan pembelajaran inovatif itu sendiri adalah pembelajaran yang berlandaskan paradigma konstruktivistik yang senantiasa mengakomodasi pengetahuan awal sebagai starting point. 11 Dari pemaparan ini membuktikan bahwa K13 menggunakan teori konstruktivistik dalam pembelajarannya. Pembelajaran yang menjadikan peserta didik aktif, kreatif dan mempunyai life skill.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KONSTRUKTIVISTIK DAN PEMBELAJARAN Berdas (1)

KONSTRUKTIVISTIK DAN PEMBELAJARAN Berdas (1)

diterapkan. Kajian tentang apa pembelajaran konstruktivistik biasanya dilakukan dengan mengkontraskan antara pendekatan pembelajaran konstruktivistik dengan pendekatan pembelajaran lainnya (behavioristik). Oleh sebab itu pada makalah ini penulis bermaksud mendeskripsikan beberapa teori yang melandasi pembelajaran konstruktivistik untuk memperkaya bagaimana dan seperti apa pembelajaran konstruktivistik tersebut. Berdasarkan tujuan dari makalah ini, maka batasan kajian ini terletak pada pandangan konstruktivistik yang dibatasi pada pandangan Piaget dan Vygotsky sebagai tokoh ternama dalam bidang konstruktivistik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD 47 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN  DENGAN ... 1 SM

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD 47 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN ... 1 SM

Penelitian yang dilakukan oleh Sadia (1996) menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model konstruktivistik sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir formal peserta didik SLTP dalam pembelajaran IPS, serta secara signifikan dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Temuan penelitian terdahulu dan pandangan teoretik sebagaimana yang diuraikan di atas menegaskan bahwa model konstruktivistik dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah rendahnya kualitas hasil pembelajaran IPS pada jenjang MTs. Dibandingkan dengan model konvensional, model pembelajaran konstruktivistik cukup teruji efektivitasnya dalam meningkatkan perolehan belajar peserta didik. Berpijak pada beberapa keunggulan tersebut, penelitian ini diarahkan pada penemuan dan pengembangan model konstruktivistik yang efektif dalam pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas awal MTs. Oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran konstruktivistik berpendekatan siklus belajar untuk meningkatkan pemahaman materi dan keterampilan berpikir peserta didik dalam pembelajaran IPS di MTs.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD IMPLEMENTASI TEORI PEMBELAJARAN   JOURNAL UNY 1 PB

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD IMPLEMENTASI TEORI PEMBELAJARAN JOURNAL UNY 1 PB

Karakteristik manusia masa depan yang diharapkan dalam rangka membangun sumber daya manusia adalah manusia-manusia yang memiliki kepekaan, kemandirian, tanggungjawab terhadap risiko dalam pengambilan keputusan, mengembangkan segenap aspek potensi melalui proses belajar yang terus menerus untuk menemukan diri sendiri yaitu proses to learn to be . Untuk mencapai tujuan ini dipilih teori belajar konstruktivistik, sebab dibandingkan teori belajar lain, teori ini dapat mengantisipasi pergeseran dari pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif menuju aspek potensi manusia secara utuh. Di samping itu teori belajar konstruktivistik pembelajarannya lebih menekankan aktivitas mahasiswa daripada pendidik. Menurut pandangan konstruktivistik belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan individu yang belajar, ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari. Dosen memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi terjadinya belajar, namun yang akhirnya paling menentukan terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar mahasiswa itu sendiri. Paradigma konstruktivistik memandang mahasiswa sebagai pribadi yang memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari suatu pengetahuan yang baru. Penilaian terhadap proses belajar mahasiswa merupakan bagian integral dalam pembelajaran, dilakukan melalui observasi dosen terhadap hasil kerja mahasiswa melalui pameran karya mahasiswa, dan portofolio. Terdapat beberapa strategi pembelajaran konstruktivistik yaitu belajar aktif, belajar mandiri, belajar kooperatif dan kolaboratif, generative learning , dan model pembelajaran kognitif yang kesemuanya ini dapat diterapkan pada mata kuliah Dasar-dasar Bisnis
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (Studi multi kasus di STIEKes Patria Husada Blitar dan STKIP PGRI Blitar) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (Studi multi kasus di STIEKes Patria Husada Blitar dan STKIP PGRI Blitar) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penerapan model desain sistem pembelajaran Konstruktivistik dimulai dari dosen mencoba untuk selalu mengingat nama mahasiswa, khususnya pada saat pertama kali mereka masuk di awal semester. Hal ini akan membuat mahasiswa merasa nyaman di kelas dan memiliki perasaan diterima lingkungan. menyapa mahasiswa dengan ramah. mahasiswa akan merasa dihargai dan dibutuhkan. membantu mahasiswa belajar dengan memberikan kegiatan yang menantang, mencari sendiri jawaban-jawaban. Hal ini membantu mereka belajar secara alami. belajar kelompok, berdiskusi, sangat baik dalam memberikan kesempatan kepada mereka untuk menstimulasi otak. membawa alat bantu mengajar akan berguna bagi mahasiswa untuk memperhatikan apa yang disampaikan. memberikan contoh yang nyata dari kehidupan membuat mahasiswa mampu menghubungkan antara teori dan contoh tersebut. mengatur kembali kelas yang akan dipakai memberikan perasaan ’hidup’, tidak bosan. humor,
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Daya

Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Daya

Hakikat pembelajaran konstruktivistik oleh Brooks & Brooks dalam Degeng mengatakan bahwa pengetahuan adalah non-objective, bersifat temporer, selalu berubah, dan tidak menentu. Belajar dilihat sebagai penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, dan refleksi serta interpretasi. Mengajar berarti menata lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali makna serta menghargai ketidakmenentuan. Atas dasar ini maka si belajar akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergentung pada pengalamannya, dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK.

PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK.

Perencanaan persiapan: Tindakan pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan berupa mengurus perijinan, melakukan ob- servasi awal, identifikasi permasalahan dan merumuskan spesifikasi tentang teori bel- ajar dan pembelajaran konstruktivistik, me- tode pembelajaran, materi pembelajaran, fasilitas pendukung, media pembelajaran, kriteria kualitas karya anak, dan sistem eva- luasinya. Kegiatannya selanjutnya adalah melatih guru kelas mengenai proses belajar mengajar dengan teori konstruktivistik. Pa- da akhir pelatihan sekaligus menyusun ren- cana penelitian, yakni menyusun jadwal ke- giatan pembelajaran/tindakan kelas, me- nyusun teknik pemantauan pada setiap ta- hapan penelitian dengan menggunakan alat yang berupa format observasi, media pem- belajaran, menentukan sarana dan prasara- na, serta menentukan sistem evaluasinya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

dari behavioristik ke konstruktivistik

dari behavioristik ke konstruktivistik

Degeng 20 MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK • Tujuan pembelajaran me-nekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas[r]

33 Baca lebih lajut

Invasi 2 Dinas Pendidikan Kota

Invasi 2 Dinas Pendidikan Kota

sujarwo@uny.ac.id 21 MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK • Tujuan pembelajaran me-nekankan pada penciptaan pemahaman, yang menun[r]

32 Baca lebih lajut

Model Konstruktivistik Pada Pembelajaran. pdf

Model Konstruktivistik Pada Pembelajaran. pdf

masalah yang digunakan dalam kajian ini yaitu “Bagaimana penerapan model pembelajaran konstruktivistik pada materi luas bangun datar berbantuan media Tangram?” Pada makalah ini, penggunaan Tangram ditekankan pada konstruksi bangun- bangun datar yang dibuat dengan menggabungkan bangun datar yang lain yang dibatasi pada luas persegi panjang jajar genjang dan trapesium.

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...