pembelajaran konvensional

Top PDF pembelajaran konvensional:

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL.

Adapun isi jurnal vol. 5 nomor 1 Juni 2012 ini antara lain membicarakan tentang pembelajaran geometri dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional, pembelajaran yang diawali dengan pemberian soal cerita untuk meningkatkan hasil belajar matematika dan sikap terhadap matematika siswa kelas V-A, pemetaan dan peningkatan model pengembangan pembelajaran matematika, meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa melalui pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw, peningkatan pemahaman konsep dan komunikasi matematik siswa dengan pendekatan penemuan terbimbing berbantuan software autograph, dan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika melalui pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional, Upaya Meningkatkan Komunikasi Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Mapping And Improvement Development Model Of Mathematics Learning.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 6 LHOKSEUMAWE.

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 6 LHOKSEUMAWE.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem pencernaan makanan, (2) pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan makanan, (3) kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dari pengaruh model pada materi sistem pencernaan makanan, dan (4) kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dari pengaruh model pembelajaran pada materi sistem pencernaan makanan. Metode penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 3 kelas ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling yaitu 2 kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah bermedia animasi (Eksperimen A), dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media (Eksperimen B), sedangkan 1 kelas sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah sebanyak 6 soal; tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 20 soal dalam bentuk Essay yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukarannya. Data dianalisis menggunakan teknik Analisis Kovariat (Anacova) dengan bantuan program SPSS 19.0 (SPSS Inc.).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BEMUATAN CERITA BERDILEMA MORALTERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KAMASAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BEMUATAN CERITA BERDILEMA MORALTERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KAMASAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan design Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan. Dipilih 2 kelas yang terdiri dari 78 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data yang dianalisis adalah hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang dikumpulkan melalui tes pilihan ganda/objektif yang terdiri dari 30 butir soal. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh t hit =5,75 dan t tab (pada taraf signifikasi 5%)=2,000. Hal ini berarti T hitung > T tabel, sehingga ini
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIIF, SMP Negeri I Juwangi, Boyolali. Tahun Ajaran 2010/2011).

PENDAHULUAN UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIIF, SMP Negeri I Juwangi, Boyolali. Tahun Ajaran 2010/2011).

Perbedaan antara metode pembelajaran konvensional dengan metode Problem Based Learning (PBL) adalah metode konvensional siswa diharuskan mengingat seluruh informasi yang ada, yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan dalam metode PBL siswa hanya diberi informasi secukupnya sebagai modal dasar untuk memecahkan masalah yang lain. Selain itu metode Problem Based Learning (PBL) membiasakan siswa untuk berfikir secara aktif dalam proses belajar mengajar karena penerapan metode Problem Based Learning (PBL) mengharuskan siswa untuk mengidentifikasikan suatu masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan infprmasi tersebut. Siswa diharapkan mampu merumuskan hal yang ditanyakan dalam soal menggunakan meteri yang pernah diberikan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN KELAS X SMK NEGERI 1 STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN KELAS X SMK NEGERI 1 STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar pengantar administrasi perkantoran siswa pada kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Maka dari itu didapat data sebagai berikut:

23 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA (Pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Kartasura).

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA (Pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Kartasura).

Dilihat dari permasalahan tersebut di atas, peneliti akan mencermati tentang adanya perbedaan antara pembelajaran matematika dengan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran kooperative melalui startegi Think Talk Write ditinjau dari kemandirian belajar siswa pada kelas VIII Semester genap SMP Negeri 1 Kartasura.

8 Baca lebih lajut

PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK XI IBB SMAN2 SIDOARJO PADA MATERI PERSEBARAN HEWAN DAN TUMBUHAN MELALUI PETAINLEK Soegiarto SMA Negeri 2 Sidoarjo

PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK XI IBB SMAN2 SIDOARJO PADA MATERI PERSEBARAN HEWAN DAN TUMBUHAN MELALUI PETAINLEK Soegiarto SMA Negeri 2 Sidoarjo

Penelitian ini dilakukan karena kualitas proses pembelajaran rendah yang ditunjukkan oleh tingkat partisipasi dan penyelesaian tugas sebagian besar peserta didik pada materi Persebaran Hewan dan Tumbuhan tidak tuntas dan hasil belajar peserta didik kelas XI IBB pada materi tersebut masih rendah.Dalam proses pembelajaran konvensional, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami penggunaan peta dan lembar kerja pada materi Persebaran Hewan dan Tumbuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menggunakan media pembelajaran dengan mengkombinasikan Peta, jaringan Internet dan Lembar Kerja (Petainlek) untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar dalam materi tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Siklus karena praktis dan aktual. Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa dengan menggunakan Petainlek,1) terjadi peningkatan kualitas. Proses pembelajaran pada materi persebaran hewan dan tumbuhan sebesar 40% pada unsur partisipasi dan ketuntasan penyelesaian tugas, 2) terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 40% pada ketepatan jawaban dalam menyelesiakan soal.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

View of PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERORIENTASI BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA SMP

View of PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERORIENTASI BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA SMP

Penerapan Model Sinektik Berorientasi Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji:(a) Perbedaan kemampuan menulis teks deskripsi siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik dan pembelajaran konvesional, (b) Perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik dan pembelajaran konvensional, (c) korelasi antara menulis teks deskripsi dengan berpikir kreatif. Metode penelitian adalah Mix Method tipe The Embedded Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembang, dan sampel dipilih secara acak atau (random sampling), yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen, dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes kemampuan menulis teks deskripsi berpikir kreatif dan soal non tes berupa angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: Kemampuan menulis teks deskripsi siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik dibandingan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvesional. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvesional. Terdapat korelasi antara kemampuan menulis teks deskripsi dengan berpikir kreatif yang menggunakan model pembelajaran sinektik dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sedang untuk pembelajaran konvesioanal tidak terdapat korelasi antara menulis teks deskripsi dengan kemampuan berpikir kreatif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

s bio 0800115 chapter3

s bio 0800115 chapter3

a. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together yaitu, pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 5-6 orang siswa yang heterogen dimana setiap siswanya diberi nomor. Siswa diminta duduk bersama dengan teman sekelompoknya, kemudian guru memberikan pertanyaan untuk setiap anggota kelompok yang akan didiskusikan dengan kelompoknya, kemudian guru memanggil nomor anggota secara acak untuk menjawab pertanyaan yang telah didiskusikan dengan teman sekelompoknya. Pembelajaran yang digunakan pada kelas kontrol adalah model pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi, siswa dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima sampai enam orang siswa, kemudian keenam kelompok tersebut melakukan diskusi bersama teman sekelompoknya masing-masing (Lampiran A1).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERORIENTASI BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA SMP ARTIKEL TESIS diajukan untuk memenuhi salah satu syarat sidang tesis Magister Pendidikan Bahasa Indonesia oleh: YANTI SRI RAHAYU

PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERORIENTASI BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA SMP ARTIKEL TESIS diajukan untuk memenuhi salah satu syarat sidang tesis Magister Pendidikan Bahasa Indonesia oleh: YANTI SRI RAHAYU

Yanti Sri Rahayu. Penerapan Model Sinektik Berorientasi Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji: (a) Perbedaan kemampuan menulis teks deskripsi siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik dan pembelajaran konvesional, (b) Perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik dan pembelajaran konvensional, (c) korelasi antara menulis teks deskripsi dengan berpikir kreatif. Metode penelitian adalah Mix Method tipe The Embedded Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembang, dan sampel dipilih secara acak atau (random sampling), yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen, dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes kemampuan menulis teks deskripsi berpikir kreatif dan soal non tes berupa angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: Kemampuan menulis teks deskripsi siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik dibandingan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvesional. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan pembelajaran model sinektik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvesional. Terdapat korelasi antara kemampuan menulis teks deskripsi dengan berpikir kreatif yang menggunakan model pembelajaran sinektik dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sedang untuk pembelajaran konvesioanal tidak terdapat korelasi antara menulis teks deskripsi dengan kemampuan berpikir kreatif.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI KOLOID DI SMK PGRI PONTIANAK

PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI KOLOID DI SMK PGRI PONTIANAK

Perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol disebabkan karena terdapat perbedaan perlakuan didalam proses pembelajaran. Kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional sedangkan kelas eksperimen diajar dengan model pembelajaran project based learning. Pembelajaran konvensional pada kelas kontrol yang dilakukan, sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagaimana biasanya. Penyampaian materi dimulai dengan ceramah oleh guru, dilanjutkan dengan pemberian contoh soal, kemudian ltihan soal yang dikerjakan oleh siswa. Pembelajaran yng dilakukan di kelas kontrol terlihat bahwa siswa kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara pada siswa, bahwa siswa yang kurang tertarik, mengantuk, bosan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga banyak siswa yang malas mendengarkan dan asik mengobrol dengan temannya. Berdasarkan wawancara pada siswa kelas kontrol, penyebab rendahnya hasil belajar karena siswa merasa kurang tertarik dalam pembelajaran, siswa lupa jawabannya pada soal, kurang memperhatikan dan merasa mengantuk pada saat pembelajaran, apalagi pada materi koloid ini materi yang berisikan teori-teori dan cenderung hapalan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Efektivitas Penerapan Metode Diskusi dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Ditinjau dari Tipe Kepribadian Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Lampung Timur

Efektivitas Penerapan Metode Diskusi dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Ditinjau dari Tipe Kepribadian Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Lampung Timur

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Penelitian oleh Nelly Fitriani (2012) menyimpulkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMR secara berkelompok lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Begitu juga Sigid Edy Purwanto (2010) menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelompok PMRdan kelompok kontrol. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang telah mengikuti PMR lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S MAT 1101899 Chapter1

S MAT 1101899 Chapter1

ekspositori biasanya digunakan dalam model pembelajaran konvensional, Killen (Sanjaya, 2006) menamakannya dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Karena dalam hal ini siswa tidak dituntut untuk menemukan konsep dari materi yang sedang dipelajari. Prosedur dalam pembelajaran ini digambarkan secara garis besar oleh Sanjaya (2006), yaitu: persiapan (preparation); penyajian (presentasion); korelasi (correlation); menyimpulkan (generalization); dan mengaplikaikan (aplication). Model pembelajaran konvensional dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas dengan jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Pembelajaran dengan Teori Gagne Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Sudut Siswa Kelas VII SMPN 1 Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Penerapan Pembelajaran dengan Teori Gagne Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Sudut Siswa Kelas VII SMPN 1 Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari hasil analisis tersebut sudah jelas bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang menerapkan pembelajaran dengan teori Gagne dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui perbedaan mana yang lebih baik antara hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajaran dengan teori Gagne dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional, maka hal ini dapat diketahui melalui rata-rata hasil belajar yang diperoleh dari masing-masing kelas yaitu antara kelas eksperimen (yang menerapkan pembelajaran dengan teori Gagne) dan kelas kontrol (yang menggunakan pembelajaran konvensional).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DAN METODE DISKUSI TIPE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PKn MATERI   Penggunaan Media Audio Dan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar PKN Materi Proklamasi Kemerdekaan Dan Konstitusi Per

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DAN METODE DISKUSI TIPE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PKn MATERI Penggunaan Media Audio Dan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar PKN Materi Proklamasi Kemerdekaan Dan Konstitusi Per

Berikut ini beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa mengenai pembelajaran konvensional dengan hanya menggunakan metode ceramah. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2010:2) di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta pada siswa kelas VII, mengemukakan bahwa pada saat proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan guru hanya menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab dan diskusi, sehingga membuat siswa menjadi bosan dan pasif karena aktifitas siswa hanya duduk, mendengarkan, menyimak, dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Sementara itu, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Widyawati (2011:2) di SMK Muhammadiyah Delanggu pada siswa kelas X Perawat Kesehatan, mengemukakan bahwa guru dalam menyampaikan materi lebih sering menggunakan pembelajaran konvensional dengan ceramah, sehingga kegiatan belajar mengajar tersebut kurang efektif untuk menunjang keaktifan siswa. Berdasarkan kedua hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran konvensional yang hanya menggunakan metode pembelajaran yang monoton seperti metode ceramah, akan menyebabkan siswa menjadi pasif dan cenderung membuat siswa merasa bosan, dikarenakan guru hanya menyampaikan materi pelajaran tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (Tgt) Dan Make A Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Taksonomi Bloom.

PENDAHULUAN Pengaruh Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (Tgt) Dan Make A Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Taksonomi Bloom.

(2003:02) yang menyatakan bahwa hampir setiap pengembangan atau pengenalan model pembelajaran baru diawali oleh dua argumentasi yang menyatakan bahwa rendahnya mutu pembelajaran disebabkan oleh guru umumnya masih menggunakan model konvensional dan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan mempunyai keunggulan komparatif dibanding pembelajaran konvensional.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap pemahaman konsep matematika siswa

Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap pemahaman konsep matematika siswa

Metode pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang biasa digunakan untuk menyampaikan materi dalam kelas.Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang mengacu pada guru dimana guru adalah tokoh utama dalam pembelajaran.Penggunaan pembelajaran ini dianggap praktis, karena hanya menggunakan metode -metode sederhana.Pengajaran berpusat pada guru adalah perilaku pengajaran yang paling umum yang diterapkan di sekolah- sekolah di seluruh dunia.Peserta didik berperan sebagai pengikut dan penerima pasif dari kegiatan yang dilaksanakan.Sebagai salah satu komponen pembelajaran metode memiliki arti yang penting dan patut pertimbangan sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung.Sedangkan pembelajaran learning cycleadalah rangkaian tahap-tahap kegiatan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Perbandingan Keefektifan Pembelajaran Matematika antara Pembelajaran Penemuan Terbimbing dengan Pembelajaran Menggunakan Budaya Lokal pada Materi Pokok Geometri Ditinjau dari Prestasi dan Motivasi Belajar Matematika Siswa SMK.

Perbandingan Keefektifan Pembelajaran Matematika antara Pembelajaran Penemuan Terbimbing dengan Pembelajaran Menggunakan Budaya Lokal pada Materi Pokok Geometri Ditinjau dari Prestasi dan Motivasi Belajar Matematika Siswa SMK.

Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent group design menggunakan dua kelompok eksperimen yaitu kelompok eksperimen pertama diberikan perlakuan pembelajaran penemuan terbimbing dan kelompok eksperimen kedua diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan budaya lokal, dan satu kelompok kontrol diberikan perlakuan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMK Negeri di Kota Yogyakarta . Sampel yang diambil adalah siswa kelas X BG4 dan X BG5 di SMK Negeri 4 Yogyakarta yang dikenai perlakuan pembelajaran penemuan terbimbing dan pembelajaran budaya lokal, serta SMK Negeri 6 kelas X PAT yang dikenai perlakuan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes prestasi dan angket motivasi belajar matematika siswa. Untuk menguji keefektifan pembelajaran penemuan terbimbing, pembelajaran menggunakan budaya lokal, dan pembelajaran konvensional pada masing-masing variabel, data dianalisis dengan uji t one sample pada taraf signifikansi 5%. Kemudian untuk membandingkan keefektifan ketiga pembelajaran terhadap masing-masing variabel, dianalisis secara multivariate (MANOVA) dengan Helmert Contrasts pada taraf signifikan 5%.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

Siswa SMK Al hikmah 1 Sirampog dalam Pembelajarannnya masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membuat siswa sibuk mencatat materi yang disampaikan oleh guru, keaktifan siswa dalam pembelajaran akhirnya hanya menerima secara verbalisme. Pembelajaran yang hanya menggunakan komunikasi satu arah dapat mengurangi kreatifitas siswa. Penggunaan beberapa metode dan media yang tepat dimungkinkan dapat mengatasi masalah tersebut. Penggunaan beberapa metode dan media yang tepat dapat dimungkinkan mengatasi masalah tersebut. Rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa dalam mata pelajaran tersebut di atas disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain kurangnya media yang memadai sebagai sarana pembelajaran, sehingga pembelajaran kurang bervariasi yang menyebabkan pemahaman siswa tentang cara melakukan perbaikan sistem pengapian kurang maksimal.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI THINK-PAIR-SHARE DENGAN RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2009/2010.

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI THINK-PAIR-SHARE DENGAN RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2009/2010.

Hal lain yang berpengaruh dalam peningkatan mutu (kualitas) belajar mengajar adalah pendekatan yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk dapat menciptakan suatu kegiatan belajar menuju tercapainya hasil belajar secara optimal. Oleh karena itu, seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas tentang pemilihan strategi belajar mengajar, sehingga lebih mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran. “paradigma lama

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...