Pembelajaran mikro

Top PDF Pembelajaran mikro:

hakikat pembelajaran mikro latar belakan

hakikat pembelajaran mikro latar belakan

Pembelajaran mikro juga merupakan wadah bagi calon guru untuk melatih keberanian dalam menghadapi kelas, mengendalikan emosi, mengatur irama bicara, dan lain-lain. Menurut Indraningsih (2013: 38), Pembelajaran mikro dilakukan sampai peserta atau calon guru menguasai kompetensi yang harus dicapai sebagai prasyarat untuk mengikuti praktek pengalaman lapangan di sekolah/lembaga pendidikan. Saat pembelajaran mikro ini dilaksanakan, setiap calon guru yang berlatih setiap jenis keterampilan mengajar akan diobservasi dan dianalisis oleh supervisor. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui apa saja kekurangan serta kelebihan dari peserta atau calon guru yang sedang berlatih sehingga hal tersebut dapat menguji peserta sejauh mana peserta menguasai keterampilan mengajarnya. Diharapkan dengan adanya supervisor, peserta atau calon guru bisa memperbaiki apa saja yang menjadi kekurangannya saat berlatih sesuai dengan masukan yang diberikan oleh supervisor. Hal ini dilakukan terus menerus sampai akhirnya diperoleh kemahiran. Dalam proses pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, bagian demi bagian sesuai dengan apa yang dikehendaki arahan dari supervisor.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

P PT MATERI PEMBELAJARAN MIKRO

P PT MATERI PEMBELAJARAN MIKRO

Alat evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan/indikator telah dirancang pada saat persiapan. Alat evaluasi ini sebelum digunakan perlu divalidasi sehingga alat evaluasi tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Setelah divalidasi alat evaluasi ini perlu diujicobakan kepada siswa yang telah mengikuti pembelajaran materi yang bersangkutan. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui reliabilitas (keajegan atau konsistensi) daya pembeda (kemampuan membedakan siswa yang memahami dan tidak memahami) dan tingkat kesukaran alat evaluasi tersebut. Pada sebuah perangkat evaluasi (pokok uji) tingkat kesukarannya harus proporsional, artinya komposisi antara pokok uji yang sukar, sedang, dan mudah tidak menumpuk pada salah satu. Biasanya komposisi yang baik pada sebuah perangkat pokok uji adalah sukar 25 %, senang 50 %, dan mudah 25%. Evaluasi yang dilakukan bisa berupa evaluasi proses pembelajaran atau pun hasil belajar. Evaluasi peoses belajar dapat dilakukan melalui portofolio yang menggambarkan upaya siswa dalam memahami materi pelajaran atau pun proses latihan menguasai suatu keterampilan. Di samping itu, evaluasi juga dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan, dapat dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PPT MATERI PEMBELAJARAN MIKRO

PPT MATERI PEMBELAJARAN MIKRO

- Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan bentuk mengajar klasikal biasa yang memungkinkan guru dalam waktu yang sama menghadapi beberapa kelompok kecil yang belajar secara kelompok dan beberapa orang siswa yang bekerja atau belajar secara perorangan. Format mengajar ini ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PROSEDUR UMUM PEMBELAJARAN MIKRO gabung

PROSEDUR UMUM PEMBELAJARAN MIKRO gabung

Kegiatan pembelajaran pada umumnya digolongkan ke dalam tiga bagian utama, yaitu pembukaan (pendahuluan), kegiatan inti dan kegiatan penutup. Tahapan yang pertama yaitu kgiatan pembukaan. Kegiatan pembukaan adalah salah satu upaya yang dilakukan guru untuk mengkondisikan atau menciptakan suasana siap belajar baik secara fisik, mental, emosional, dan sosial siswa yang bertujuan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Kegiatan pembukaan (pra-instructional) ini sebagai dasar bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada tahap selanjutnya yaitu kegiatan inti. Biasanya waktu yang diperlukan untuk kegiatan pembukaan berkisar 5 menit. Pada tahap awal ini siswa memiliki kejelasan tujuan yang harus dicapai, manfaat dari materi yang dipelajari, dan menumbuhkan rasa ingin tahu atau perhatian serta motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya atau kegiatan inti. Seperti yang dijelaskan oleh Bobbi DePorter (Sukirman dan Mamad Kasmad, 2006: 54) bahwa langkah pembelajaran meliputi keenam aspek yaitu aspek tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Dari keenam aspek tersebut yang terkait dengan kegiatan pembukaan pembelajaran adalah tumbuhkan karena tumbuhkan disini memiliki makna tumbuhkan minat, perhatian, dan motivasi siswa, yaitu apabila siswa sejak memulai pembelajaran sudah memahami dengan jelas apa manfaat dari mempelajari materi tersebut. keterampilan ini perlu dilatihkan sehingga diperoleh kemampuan profesional mengingat kegiatan membuka pembelajaran ini tidak semudah yang dibayangkan. Adapun unsur-unsur kegiatan membuka pembelajaran menurut Sukirman dan Mamad Kasmad (2006: 55) yaitu
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

prosedur umum pembelajaran mikro docx

prosedur umum pembelajaran mikro docx

Pembelajaran merupakan bagian dari proses pendidikan, sedangkan pendidikan merupakan proses pendewasaan manusia. Oleh karena itu melalui kegiatan pembelajaran, selain upaya untuk merubah perilaku siswa baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan, juga harus dimaksudkan dalam kerangka mencapai tujuan yang lebih luas yaitu tujuan pendidikan itu sendiri. Dengan demikian sejak awal pembelajaran dimulai, unsur-unsur pendidikan harus ditanamkan kepada siswa, dalam hal ini menanamkan nilai-nilai yang perlu dimiliki oleh siswa. Misalnya bagaimana sebelum belajar dimulai terlebih dahulu siswa dibiasakan untuk berdo’a, mentaati aturan-aturan yang ditetapkan oleh pihak sekolah, disiplin, jujur, dan nilai-nilai lain yang perlu dimiliki oleh siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

silabus pembelajaran mikro kejuruan ppgt

silabus pembelajaran mikro kejuruan ppgt

Kuliah ini merupakan kajian kritis teori dan internalisasi konsep merencanakan pembelajaran pendidikan teknologi dan kejuruan yang efektif dan efisien. Kawasan kajian meliputi teori dan konsep tentang: belajar dan pembelajaran, kurikulum SMK, kompetensi hasil belajar, metode pembelajaran, kemampuan dasar mengajar, merancang pelaksanaan pembelajaran teori dan praktik di SMK, dan peer teaching.

4 Baca lebih lajut

pembelajaran mikro metodik pembelajaran kejuruan panduan mikro

pembelajaran mikro metodik pembelajaran kejuruan panduan mikro

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil prestasi belajar mahasiswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian pengajaran mikro memiliki dua kepentingan, yaitu untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa dan sebagai masukan perbaikan kebijakan program/pelaksanaan pengajaran mikro. Untuk kepentingan penilaian prestasi belajar mahasiswa menjadi kewenangan dosen pembimbing pengajaran mikro, sedangkan untuk menentukan kebijakan pelaksanaan pengajaran mikro, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh tim tersendiri.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

pembelajaran mikro modul 1

pembelajaran mikro modul 1

Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.

17 Baca lebih lajut

34. PEMBELAJARAN MIKRO

34. PEMBELAJARAN MIKRO

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jurusan PLB FIP UPI. Selesai mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan dasar profesional dalam membantu memenuhi kebutuhan ABK melalui kegiatan intervensi pendidikan sesuai dengan hambatan belajar dan perkembangan yang dihadapinya. Dalam perkuliahan ini kegiatan pembelajaran dilakukan melalui praktek intervensi langsung kepada ABK dalam rangka membantu mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi, meliputi hambatan persepsi, atensi, konsentrasi, motorik, interaksi dan komunikasi, serta emosi dan perilaku, dibawah bimbingan dan supervisI tenaga profesional (ahli). Pelaksanaan dilakukan di Persekolahan, laboratorium dan klinik-klinik intervensi/ bimbingan ABK. Pelaksanaan perkuliahan dilakukan dengan pendekatan inkuiri melalui praktek penanganan kasus, serta penyususnan dan pemaparan hasil praktikum. Tahapan penguasaan mahasiswa dilakukan berdasarkan hasil penilaian tenaga kerja profesional/ahli (70%), UAS (20%) dan laporan hasil praktikum (10%). Buku utama: Jurusan PLB FIP UPI, (2001). Pedoman Pelaksanaan Mata Kuliah Internship Mahasiswa Jurusan PLB FIP UPI; Sunardi dan Sunaryo, (2006) Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus, Bandung: Jurusan PLB FIP UPI.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA 2012

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA 2012

Pembelajaran mikro (micro teaching) adalah salah satu pendekatan atau cara untuk melatih penampilan mengajar yang dilakukan secara “micro” atau disederhanakan. Penyederhanaan ini terkait dengan setiap komponen pembelajaran, misalnya dari segi waktu, materi, jumlah siswa, jenis keterampilan dasar mengajar yang dilatihkan, penggunaan metode dan media pembelajaran, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya. Seperti sudah dipelajari dalam kegiatan belajar 1 bahwa unsur-unsur pokok pembelajaran itu ada empat yaitu: a) tujuan atau kompetensi, b) materi yang harus dipelajari siswa, c) metode dan media, dan d) evaluasi. Adapun yang dimaksud penyederhanaan dalam pembelajaran mikro tersebut termasuk penyederhanaan keempat aspek pembelajaran tersebut. Jika dalam pembelajaran biasa yang normal di Madrasah Ibtidaiyah misalnya, waktu satu jam pembelajaran berikasar antara 35 s.d 40 menit 45 menit, jumlah siswa perkelas antara 30 s.d 35 orang sisiwa, membahas topik berbuat baik kepada orang tua (ahlak), menerapkan beberapa jenis keterampilan mengajar, menggunakan multi metoda dan media pembelajaran secara serentak. Dapat dibayangkan betapa kompleknya situasi pembelajaran tersebut. Untuk menghadapinya tentu saja harus sudah memiliki kesiapan pengetahuan dan pengalaman praktis yang memadai sehingga dapat melaksanakan pembelajaran yang maksimal, itu dalam situasi pembelajaran yang sebenanrnya (real teaching). Dengan pendekatan micro teaching sebagai sarana berlatih mengajar, setiap unsur pembelajaran tersebut disederhanakan. Bentuk penyederhanaan tersebut misalnya, waktu pembelajaran yang normal antara 33 s.d 40 menit menjadi 10 s.d 15 menit, jumlah siswa dalam kondisi sebenarnya berhadapan dengan sejumlah 25 s.d 30 orang dibatasi menjadi 5 s.d 10 orang siswa, keterampilan dasar mengajar yang bermacam-macam itu dalam latihan hanya difokuskan kepada
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA.

Observasi pembelajaran di kelas dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa memiliki pengetahuan serta pengalaman pendahuluan sebelum melaksanakan tugas mengajar yaitu kompetensi-kompetensi profesional yang dicontohkan oleh guru pembimbing di dalam kelas dan agar mahasiswa mengetahui lebih jauh administrasi yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk kelancaran mengajar (presensi, daftar nilai, penugasan, ulangan, dan lain- lainnya). Dalam hal ini mahasiswa harus dapat memahami beberapa hal mengenai kegiatan pembelajaran di kelas seperti membuka dan menutup materi, diklat, mengelola kelas, merencanakan pengajaran, dan lain sebagainya
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Keuangan mikro Islam (suatu kajian nodel pembelajaran dalam praktek keuangan mikro Islam di Indonesia

Keuangan mikro Islam (suatu kajian nodel pembelajaran dalam praktek keuangan mikro Islam di Indonesia

Studi ini membuktikan bahwa konsep keuangan mikro Islam tidak sekedar ‚keuangan mikro minus interest‛ , namun justru sebaliknya, dari hasil penelusuran pustaka diketemukan bukti evolusi bayt al-ma>l sejak masa Rasulullah SAW, yang diteruskan oleh Khulafah al- Rasidin , terutama ketika ‘Umar Ibn al-Khattab menjadi khalifah, fungsi bayt al-mal menjadi lembaga keuangan mikro Islam (berfungsi menghimpun dana, menyalurkan kepada yang berhak, dan meminjamkan kepada yang membutuhkan). Perkembangan bayt al-mal terus berlanjut sampai ke khalifah berikutnya (masa kerajaan Islam) yang menjadikan bayt al-mal sebagai Badan Keuangan Negara. Di Cordoba telah berdiri usaha gadai (al-Rahn) pada tahun 1401, lalu di Irlandia tahun 1462 M berdiri juga usaha gadai dan Koperasi tanpa bunga yang sebelumnya belum dikenal di Eropa, sebagai bukti adanya perjalanan konsep Islam ‚benang merah‛ kepada pemikiran dan gerakan ekonomi di Eropa yang pelopori para pemikir barat Albertus Magnus(1206-1280M) tentang konsep harga yang adil dimana sejalan dengan Abu Yusuf (731-798M) dan St.Thomas Aquinas(1225- 1274M) dalam bukunya summa theologica yang mengutuk bunga. Kehadiran paham baru ‚protestan‛ yang melahirkan ‚kapitalisme‛ di Eropa pada abad 15 telah mengubah tatanan ekonomi yang sudah ada, paham ini menganjurkan diberlakukannya ‚bunga‛. Sehingga lembaga-lembaga keuangan yang muncul setelah itu menjadi berbasis bunga. Maka konsep dan prinsip keuangan mikro telah direduksi oleh paham kapitalis menjadi ‚minus keadilan- kejujuran-kemitraan‛.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SD N GEDONGKIWO.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SD N GEDONGKIWO.

maupaun diberikan komentar secara lisan kepada mahasiswa pada saat evaluasi setelah pembelajaran berakhir. Guru pamong atau guru pembimbing memberikan masukan secara lisan terkait kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta RPP yang dibuat. Sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga memberikan saran dan masukan secara lisan kepada mahasiswa tentang cara penyampaian materi, kesesuaian materi dengan pencapaian indikator dan tujuan pembelajaran, cara penilaian yang dilakukan, cara mengelola kelas, serta cara memecahkan persoalan yang dialami mahasiswa dalam melakukan proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

PPL tahun 2016 telah dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Kegiatan PPL bertujuan melatih mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya dalam suatu proses pembelajaran sesuai dengan bidang studinya sehingga mahasiswa dapat memiliki pengalaman yang dapat digunakan sebagai bekal untuk mengembangkan kompetensinya di masa yang akan datang dalam kaitannya sebagai pendidik. Pelaksanaan kegiatan PPL secara umum meliputi tiga tahapan yaitu, tahap persiapan, pelaksanaan, penyusunan laporan dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi pembekalan PPL yang dilaksanakan di kampus UNY sebelum penerjunan ke lapangan. Tahapan pelaksanaan PPL meliputi tahap observasi potensi pengembangan sekolah yang meliputi observasi kegiatan pembelajaran dan observasi fisik sekolah, identifikasi dan inventarisasi permasalahan, penyusunan rancangan program, pengajuan proposal dan pelaksanaan program. Pelaksanaan PPL di SMP Negeri 6 Yogyakarta meliputi program pembuatan administrasi guru, pemetaan SK dan KD, pembuatan RPP, pembuatan soal evaluasi, analisis penilaian, administrasi dan pengelolan laboratorium IPA, dan konsultasi pembimbing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DI SMA NEGERI 1 JETIS.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DI SMA NEGERI 1 JETIS.

Universitas Negeri Yogyakarta merupakan pengembangan dari IKIP untuk menghasilkan guru yang kompeten, hal tidak terlepas dari kegiatan PPL sebagai sarana mahasiswa untuk berlatih mengajar. Dengan adanya kegiatan PPL ini diharapkan bisa menjadi sarana mahasiswa calon guru mendapatkan gambaran secara mendetail kegiatan guru dan karyawan yang berhubungan dengan sekolah. Program utama pelaksanaan PPL ini adalah praktik mengajar. Sebelum praktik mengajar dilaksanakan, ada beberapa administrasi pembelajaran yang harus dibuat. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan observasi kegiatan pembelajaran di kelas yang dilakukan pada tanggal 27 Juni 2015, bersamaan dengan penerjunan PPL. Dengan melakukan observasi maka mahasiswa dapat menentukan teknik dan media yang tepat untuk digunakan dalam praktik mengajar, serta mendapat gambaran tentang pembelajaran secara langsung berbasis kurikulum 2013.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DI SMA NEGERI 1 JETIS.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DI SMA NEGERI 1 JETIS.

Bimbingan PPL diberikan oleh DPL PPL dan dosen mikro masing- masing mahasiswa. Dengan adanya bimbingan ini mahasiswa dapat mengemukakan masalah yang dihadapinya dalam proses pembelajaran baik ketika mikro teaching maupun ketika sudah berada ditempat PPL. Dari bimbingan itu mahasiswa memperoleh masukan dan saran dalam mengatasi permasalahannya yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Selain itu DPL juga wajib memberikan pengarahan tentang permasalahan yang berkaitan dengan situasi dan kondisi sekolah yang akan ditempati, tata tertib, efektivitas pelaksanaan program, penyusunan proposal dan penyusunan matrik program kerja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...