pembelajaran problem solving

Top PDF pembelajaran problem solving:

STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MEMPERHATIKAN SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2

STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MEMPERHATIKAN SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2

Pembelajaran Problem Solving adalah suatu cara mengajar dengan menghadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Diketahui bahwa pembelajaran problem solving adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dengan menggunakan langkah – langkah sampai pada suatu jawab.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Model pembelajaran problem solving (1)

Model pembelajaran problem solving (1)

tampil tampil dihadapan teman-temannya bukanlah hal yang gampang. Hal itu memerlukan persiapan yang matang. Untuk persiapan yang matang ini, guru memberik kesempatan yang sebanyak-banyaknya, guru memberi kesempatan agar siswa menyiapkan sebaik-baiknya apa yang akan ditampilkan dihadapan siswa-siswa yang lain. Model pembelajaran Problem Solving ini mampu merangsang siswa untuk dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, menuntut persiapan yang sangat matang di pihak guru karena akan belajar pada tingkat kognitif tinggi, menuntut kemampuan yang matang dalam presentasi, menutut semangat yang tinggi untuk mengikuti pelajaran, menuntut sebab akibat dari pelaksanaan diskusi. Contoh sebab akibat tersebut adalah, apabila siswa giat mengikuti pelajaran, akibatnya adalah mampu memberi tampilan yang diharapkan. Siswa akan menjadi aktif akibat diberikan giliran untuk berbicara di depan teman-temannya, yang sudah pasti akan menimbulkan tuntutan-tuntutan kemampuan yang tinggi baik dalam penampilan maupun keilmuan. Tanpa keilmuan yang mencukupi tidak akan mungkin tampilannya akan memuaskan, dalam hal ini siswa tidak bisa sembarangan saja, mereka harus betul-betul mampu menyimpulkan terlebih dahulu apa yang mereka akan bicarakan. Tuntunan langkah-langkah, motivasi, interpretasi yang inovatif di pihak guru untuk memberikan kesempatan yang banyak berinteraksi, bertukar pikiran sangat diperlukan.0
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERPE

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERPE

Langkah-langkah yang dapat di tempuh dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran eksperimen. Pada tahap persiapan eksperimen langkah-langkah yang dilakukan yaitu (1) menyusun RPP mempersiapkan media dan sumber belajar pembelajaran yang nantinya digunakan selama proses pembelajaran pada kelompok eksperimen, (2) menyusun instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pada ranah kognitif untuk mengukur hasil belajar PKn siswa. (3) Mengadakan validasi instrumen penelitian yaitu tes hasil belajar PKn, Pada saat pelaksanaan eksperimen langkah-langkah yang ditempuh yaitu : (a) Menentukan sampel penelitian berupa kelas dari populasi yang tersedia. (b) Dari sampel yang telah diambil kemudian diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas control. (c) Melaksanakan penelitian yaitu memberi perlakuan kepada kelas eksperimen berupa pembelajaran Problem Solving, Pada tahap pengakhiran eksperimen, langkah-langkah yang dilakukan adalah memberikan post test pada akhir penelitian, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) BERBANTU MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN PERAKITAN PERSONAL COMPUTER.

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) BERBANTU MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN PERAKITAN PERSONAL COMPUTER.

Penelitian ini betujuan untuk 1) mengetahui bagaimana tahap pengembangan multimedia interaktif sebagai alat bantu pembelajaran pada pembelajaran Problem Solving, 2) mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata kemampuan metakognitif siswa yang menggunakan pembelajaran Problem Solving berbantu multimedia interaktif dengan pembelajaran konvensional 3) mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan metakognitif siswa pada penerapan pembelajaran Problem Solving berbantu multimedia interaktif dengan pembelajaran konvensional, 4) mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran Problem Solving berbantu multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X TKJ 8 dan X TKJ 9 di SMK TI Garuda Nusantara Cimahi yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa pembelajaran Problem Solving berbantu multimedia interaktif dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa daripada pembelajaran konvensional. Hasil pengujian data postes yang dilakukan dengan menggunakan uji-t dua sampel independen diperoleh n ilai signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari α = 0,05. Hasil uji Gain ternormalisasi juga menunjukkan bahwa sebesar 0,78 dengan kriteria tinggi pada kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran Problem Solving berbantu multimedia interaktif dengan perolehan indeks gain dan 0,24 untuk kelas kontrol kriteria rendah. Siswa juga memberikan respon positif yang terlihat dari pendapat siswa bahwa mulitmedia yang digunakan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN OBSERVASI DAN INTERPRETASI

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN OBSERVASI DAN INTERPRETASI

2. Model pembelajaran problem solving yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran problem solving menurut Depdiknas (2008) dengan langkah – langkah sebagai berikut (a) ada masalah yang diberikan, (b) mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, (c) menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut, (d) menguji kebenaran jawaban sementara tersebut, dan (e) menarik kesimpulan. 3. Keterampilan observasi merupakan salah satu keterampilan dasar dari KPS.

31 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MEMPERHATIKAN SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2

STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MEMPERHATIKAN SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2

Pembelajaran Problem Solving adalah suatu cara mengajar dengan menghadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Diketahui bahwa pembelajaran problem solving adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dengan menggunakan langkah – langkah sampai pada suatu jawab.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Berbasis Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Keberanian dan Hasil Belajar Matematika ( PTK Pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri Surakarta 1 Tahun 2012/2013 ).

BAB 1 PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Berbasis Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Keberanian dan Hasil Belajar Matematika ( PTK Pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri Surakarta 1 Tahun 2012/2013 ).

Rendahnya tingkat keberanian dan hasil belajar matematika siswa di MTs N Surakarta 1 disebabkan oleh faktor pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan menarik. Sehingga siswa cenderung sulit untuk dapat memahami suatu konsep materi pelajaran yang diajarkan. Berdasarkan permasalahan diatas, hendaknya guru mampu untuk memilih dan menerapkan model pembelajaran yang dapat merangsang atau menarik keberanian siswa dalam belajar matematika. Dari model pembelajaran yang ada, model pembelajaran yang menarik dan dapat membantu dalam pemecahan masalah yang dapat dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari siswa dalam belajar matematika yaitu melalui model pembelajaran problem solving berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Model DAN Pembelajaran Problem Solving

Model DAN Pembelajaran Problem Solving

profesional, warga masyarakat, warga negara dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hasil pendidikan diberikan kepada lingkungan dan dierima oleh lingkungan sebagai masuk yang digunakan sesuai dengan kepentingannya. Dapat ditegaskan bahwa belajar adalah perubahan kualitas kemampuyan kognitif, afektif dan psikomotorik untuk meningkatkan tarah hidupnya sebagai pribadi, sebagai masyarakat maupun sebagai Makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Pendapat ahli tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar berada pada kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem solving yang sehingga aktivitas mengajar dapat ditingkatkan. Menurut Chaplin bahwa hasil belajar adalah hasil karya akademis yang dinilai oleh guru ataupun melalui tes-tes yang dibakukan maupun kombinasi dari keduanya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas Viii Semester Ii Smp Muhammadiyah 4 Sambi Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 Menggunakan Model Pembelajaran Problem Solving Dan Creative Problem Solving.

PENDAHULUAN Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas Viii Semester Ii Smp Muhammadiyah 4 Sambi Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 Menggunakan Model Pembelajaran Problem Solving Dan Creative Problem Solving.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah menggunakan model pembelajaran Problem Solving (pemecahan masalah). Problem Solving merupakan inti dari pembelajaran berbasis masalah yang melatih siswa memecahkan masalah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Suherman (2003) menyatakan bahwa Problem Solving adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan juga keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Dalam pembelajaran Problem Solving ini, siswa dituntut aktif selama proses pembelajaran sehingga siswa mampu menunjukkan kemampuan- kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah yang belum mereka ditemui. Problem Solving merupakan model pembelajaran yang memusatkan permasalahan untuk melatih keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO SCREENCAST POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS ARTIKEL PENELITIAN

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO SCREENCAST POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS ARTIKEL PENELITIAN

Beberapa saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran, diharapkan dapat membuat inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving dengan video screencast power point. (2) Guru dapat Memanfaatkan TIK untuk menambah sumber belajar, karena dengan banyak sumber belajar yang digunakan akan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan dalam usaha meningkatkan hasil belajar. (3) Setiap siswa perlu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. (4) Setiap siswa diharapkan menambah pengetahuan dengan belajar dengan berbagai sumber belajar. (5) Kepala sekolah agar mendorong dan membantu guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran dalam setiap kegiatan belajar mengajar. (6) Kepala sekolah agar memberikan kemudahan kepada guru dalam menggunakan fasilitas sekolah, agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran berjalan lancar. (7) Kepala sekolah selalu menambah sarana dan prasarana
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Pembelajaran Problem Solving Da

Analisis Pembelajaran Problem Solving Da

Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman tentang konsep matematika sangatlah penting, tetapi lebih penting lagi adalah kemampuan untuk mengaktifkan literasi matematika itu untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran problem solving disajikan sebagian besar dalam konteks situasi dunia nyata sehingga dapat dirasakan manfaat matematika itu untuk memecahkan permasalahan kehidupan keseharian. Tujuan pembelajaran problem solving adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematikanya untuk menangani masalah-masalah keseharian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

JURNAL NON PENELITIAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Mirwati, S. Ag Abstrak - MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP (mirwati)

JURNAL NON PENELITIAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Mirwati, S. Ag Abstrak - MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP (mirwati)

guru dan belajar dilakukan oleh siswa yang dilakukan melalui akses pendidikan dan teori belajar. Matematika adalah ilmu universal yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memajukan daya pikir serta analisa manusia. Peran matematika dewasa ini semakin penting, karena banyaknya informasi yang disampaikan orang dalam bahasa matematika seperti, tabel, grafik, diagram, persamaan dan lain-lain. Untuk memahami dan menguasai informasi dan teknologi yang berkembang pesat, maka diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Berkaitan dengan hal tersebut pada dasarnya objek pembelajaran matematika adalah abstrak. Walaupun menurut teori Piaget bahwa anak sampai umur SMP dan SMA sudah berada pada tahap operasi formal, namun pembelajaran matematika masih perlu diberikan dengan menggunakan alat peraga karena sebaran umur untuk setiap tahap perkembangan mental dari Piaget masih sangat bervariasi. Mengingat pembelajaran matematika di sekolah tidak bisa terlepas dari sifat-sifat matematika yang abstrak dan sifat perkembangan intelektual siswa. Menyadari akan peran penting matematika dalam kehidupan, maka matematika selayaknya merupakan kebutuhan dan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dalam proses pembelajaran matematika bertujuan melatih siswa berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, penemuan, membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan atau ide melalui tulisan, pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta atau diagram. Oleh karena itu, setiap siswa perlu memiliki penguasaan matematika yang merupakan penguasaan kecakapan matematika untuk dapat memahami dunia dan berhasil dalam karirnya. Mencermati hal tersebut, maka dapat dibuat suatu inovasi atau alternatif pemecahan sehingga proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya Model Pembelajaran Problem Solving siswa tertarik, terangsang dan bersikap positif terhadap pembelajaran matematika. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diambil suatu permasalahan yang dihadapi yakni seberapa pentingkah Model Pembelajaran Problem Solving dalam proses belajar mengajar matematika? Karena begitu pentingnya peninjauan terhadap peningkatan kualitas pendidikan sebagai aset di masa depan. Pendidikan memiliki peran penting yang menjadi tonggak dasar kemajuan suatu bangsa. Karena begitu pentingnya pendidikan maka perlu suatu terobosan dalam melakukan pembelajaran. Salah satunya adalah dengan Model Pembelajaran Problem Solving dalam membelajarkan materi matematika.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBING  Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Pembelajaran Problem Solving dan Probing Prompting Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Tingkat

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBING Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Pembelajaran Problem Solving dan Probing Prompting Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Tingkat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran Problem Solving dan metode pembelajaran Probing Prompting terhadap hasil belajar matematika, (2) perbedaan pengaruh tingkat berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Islam Al Abidin Surakarta, dengan sampel penelitian siswa kelas VIII F dan VIII E. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikasi sebesar 5%. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa: (1) terdapat perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran problem solving dan probing prompting terhadap hasil belajar matematika, dimana metode pembelajaran problem solving memberikan hasil belajar lebih baik dibanding metode pembelajaran probing prompting. (2) Terdapat perbedaan pengaruh tingkat berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar matematika, dimana siswa dengan tingkat berpikir kritis tinggi lebih baik dibanding siswa dengan tingkat berpikir kritis rendah. (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi metode pembelajaran dan tingkat berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBING  Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Pembelajaran Problem Solving dan Probing Prompting Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Tingkat

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBING Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Pembelajaran Problem Solving dan Probing Prompting Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Tingkat

dengan hasil belajar matematika karena grafik profil strategi pembelajaran yang diteliti dengan tingkat berpikir kritis siswa tidak berpotongan satu sama lain. Penelitian dari Rachmantika (2016) menyatakan bahwa terjadinya interaksi variabel bebasnya dilihat pada grafik interaksinya, dimana kemiringan garis kedua variabel relatif sejajar namun tidak berhimpitan yang berarti tidak ada interaksi antarvariabel. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara metode pembelajaran Problem Solving dan metode Probing Prompting dengan tingkat berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII PADA KONSEP STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH TUMBUHAN DI SMP NEGERI I WONOKERTO PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2007/2008.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII PADA KONSEP STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH TUMBUHAN DI SMP NEGERI I WONOKERTO PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2007/2008.

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran problem solving dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran problem solving untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VIII pada konsep struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di SMP Negeri I Wonokerto Pekalongan Tahun Ajaran 2007/2008.

6 Baca lebih lajut

PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEM

PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEM

Kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam proses problem solving matematika dapat melatih siswa menemukan berbagai alternatif penyelesaian permasalahan dan mengembangkan pemikiran siswa. Setiap proses pembelajaran terutama mata pelajaran matematika, sering terdapat temuan berupa manfaat maupun kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran tersebut. Proses problem solving memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan/kekurangan, seperti yang diungkapkan oleh (Hariyanti, 2010)menyatakan bahwakelebihan pembelajaran problem solving adalah sebagai berikut: (1) Mendidik siswa untuk berpikir sistematis (2) Mampu mencari jalan keluar terhadap situasi yang dihadapi (3) Belajar menganalisis suatu masalah dari berbagai aspek (4) Mendidik siswa percaya diri sendiri (5) Berpikir dan bertindak kreaktif (6) Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis (7) Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja (8) Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Sedangkan kelemahan pembelajaran problem solving: (1) Memerlukan waktu yang cukup banyak (2) Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah berbeda beda ada yang sempurna dalam memecahkan masalah tetapi ada juga yang kurang dalam memecahkan masalah. Hal tersebut didukung Hudoyo dalam(Bey & Asriani, 2013) mengemukakan bahwa tujuan dari pembelajaran problem solving adalah : {1) Siswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya, (2) Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi siswa, (3) Potensi intelektual siswa meningkat, (4) Siswa belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V dengan Model Problem Solving Dipadukan dengan Metode NHT

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V dengan Model Problem Solving Dipadukan dengan Metode NHT

solving dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Candirejo 01. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan menggambarkan adanya empat langkah pada setiap siklus yang meliputi perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis dan refleksi. Siklus I dan siklus II masing – masing terdiri dari 3 pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis hasil belajar berupa nilai tes dan data hasil observasi yang terdiri dari data observasi terhadap aktivitas guru, dan keaktifan belajar siswa. Kemudian peneliti melakukan teknik analisis deskriptif komparatif yakni dengan membandingkan data yang diperoleh selama prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode problem solving dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Candirejo 01 yang ditunjukkan dengan peningkatan keaktifan dan hasil belajar IPA dari kondisi prasiklus, siklus I, dan siklus II. Peningkatan persentase keaktifan siswa pada siklus I pertemuan pertama dengan persentase 68,3%. Kemudian meningkat pada siklus I pertemuan kedua meningkat persentase 76,7%. Setelah itu, pada siklus II pertemuan pertama dengan pencapaian persentase 81,7% dan meningkat pada siklus II pertemuan kedua persentase mencapai 91,7%. Peningkatan hasil belajar pada prasiklus yang semula jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 30 siswa dengan persentase 78,9% dan memperoleh rata – rata 72,8. Pada siklus I meningkatan dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 33 siswa dengan persentase 86,8% dan memperoleh rata – rata 74,3. Pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I yaitu jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 35 siswa dengan persentase 92,1% dan memperoleh rata – rata 83,1.berdasarkan persentase keaktifan dan hasil belajar tiap siklus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran Problem Solving pada pelajaran IPA kelas 4 di SD Negeri Candirejo 01 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kemampuan Pemecahan Masalah - WAHYU ASHARI BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kemampuan Pemecahan Masalah - WAHYU ASHARI BAB II

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan. Siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah sampai selesai dan benar. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran Problem solving dalam penelitian ini. Dengan model pembelajaran Problem Solving diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

9 Baca lebih lajut

KOMPARASI ANTARA STRATEGI PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN PEMBELAJARAN

KOMPARASI ANTARA STRATEGI PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN PEMBELAJARAN

Model pembelajaran problem solving merupakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir tingkat tinggi (Wiederhold dalam http://leevanews.com/260/model-pembelajaran-creative- problem-solving-cps). Hal ini terjadi karena model pembelajaran problem solving memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk memecahkan masalah dengan strateginya sendiri. Siswa dilatih untuk memecahkan masalah serta memberikan alternatif jawaban terhadap suatu permasalahan, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kerjasama di antara para siswa. Di samping itu siswa juga dilatih mengungkapkan ide-ide, sehingga akan muncul ide / gagasaan kreativ siswa. Salah satu pengembangan model pembelajaran problem solving adalah metode Creative Problem Solving (CPS) yang dipandang efektif dan dapat membantu pemecahan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari (Ismiyanto.2010:104). Dikatakan selanjutnya bahwa CPS jika ditilik dari konsep dasarnya merupakan metode pembelajaran yang mengacu kepada pendekatan heuristik, dengan konsep bahwa mengajar adalah upaya guru untuk menciptakan sistem lingkungan yang dapat mengoptimalkan kegiatan siswa dalam belajar.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...