Pemberdayaan Guru

Top PDF Pemberdayaan Guru:

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

beberapa sasaran utama untuk mewujudkan SMK yang mampu menjawab tuntutan persaingan global. Salah satu program penting dalam bidang peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing adalah pemnberdayaan tenaga guru secara profesional. Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan mampu memberdayakan semua potensi yang ada untuk mendukung suksesnya pemberdayaan guru SMK tersebut. Terkait standar pendidikan, Direktorat Pembinaan SMK (2008: 5) menggariskan bahwa SMK menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan sertifikat kompetensi standar nasional pada satu atau lebih program keahlian. Agar mampu menyelenggarakan layanan pendidikan SMK ini, SMK harus memahami prinsip-prinsip pengembangannya. Menurut Slamet (2008: 22), salah satu prinsip pengembangan SMK adalah dimilikinya sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan tangguh. Lebih lanjut dikatakan bahwa salah satu strateginya adalah menyiapkan tenaga guru dengan memberdayakannya untuk menjadi guru yang profesional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SAKTI GEMOLONG  Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SAKTI GEMOLONG Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Upaya pemberdayaan guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong; 2) Faktor penghambat pemberdayaan guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong; dan 3) Solusi dalam mengatasi hambatan dalam pemberdayaan guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong.

15 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI   Pemberdayaan Guru Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan Sidoharjo Sragen.

PEMBERDAYAAN GURU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI Pemberdayaan Guru Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan Sidoharjo Sragen.

Hasil penelitian tentang upaya pemberdayaan guru berbasis kearifan lokal di sekolah dalam adalah sebagai berikut:1. Upaya Pemberdayaan guru berbasis kearifan lokal dari individu guru dapat dilakukan dengan jalan meningkatkan kemampuan akan penguasaan materi bahan ajar yang berbasiskan kearifan lokal, dengan jalan a. berijasah Sarjana (S 1 ) dalam bidang pembelajaran yang

15 Baca lebih lajut

evaluasi pendidikan dan pelatihan guru smk di diy dalam rangka pemberdayaan guru

evaluasi pendidikan dan pelatihan guru smk di diy dalam rangka pemberdayaan guru

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan untuk dipersiapkan menjadi tenaga kerja level menegah. Seiring kebijakan pemerintah terkait dengan pemberian ruang pada tenaga kerja (manpower) untuk dapat bekerja di lingkungan Negara ASEAN, yakni kebijakan AFLA (Asean Free Labour Association) menuntut lembaga pendidikan untuk lebih serius meningkatkan kompetensi siswanya. Sekolah dituntut mampu menghasilkan out put yang mampu bersaing dengan tenaga kerja di lingkungan Negara ASEAN. Sebagai implikasinya adalah upaya pemberdayaan guru melalui berbagai pelatihan terkait pengembangan kapasitas mereka untuk mampu melakukan pembelajaran yang menghasilkan peserta didik terserap di dunia kerja.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

Tujuan penelitian ini ada tiga. (1) Mendeskripsikan kinerja guru di SMP Negeri 2 Kismantoro. (2) Mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pemberdayaan guru di SMP Negeri 2 Kismantoro. (3) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi dan solusinya dalam pemberdayaan guru di SMP Negeri 2 Kismantoro.

16 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI   Pemberdayaan Guru Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan Sidoharjo Sragen.

PEMBERDAYAAN GURU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI Pemberdayaan Guru Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan Sidoharjo Sragen.

kata-kata tertulis atau lisan dari seseorang atau peristiwa yang diamati. Desain penelitian ini adalah etnografi karena penelitian ini berhubungan dengan suatu grup atau kelompok masyarakat yang hidup bersama. Lokasi penelitian Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan kecamatan Sidoharjo kabupaten Sragen. Waktu penelitian 4 bulan, yaitu mulai bulan Nopember 2014 sampai dengan Pebruari 2015. Sumber Data Penelitian meliputi Informan, dokumen, dan tempat atau peristiwa. Informan yaitu guru dalam mempersiapkan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Patihan kecamatan Sidoharjo kabupaten Sragen, foto atau gambar pembelajaran, kata-kata tertulis atau lisan dari hasil wawancara kepada Kepala Sekolah, guru, siswa, dan anggota komite sekolah mengenai pemberdayaan guru berbasis kearifan lokal di sekolah Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan situs tunggal dengan analisis kualitatif metode alir. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, pengecekan dengan anggota, penyusunan data base, dan penyusunan mata rantai semua bukti penelitian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

MODEL PEMBERDAYAAN GURU MATA PELAJARAN E

MODEL PEMBERDAYAAN GURU MATA PELAJARAN E

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta pada madrasah di lingkungan kantor wilayah kementerian agama provinsi Maluku Utara. Draf model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta yang dikembangkan terdiri dari empat tahap yakni: 1) TQA (Teacher Quality Asessment), 2) Pelatihan (Training of Trainers), 3) Pendampingan (implementasi hasil pelatihan di Madrasah) dan 4) Refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Educational Research and Development). Akan tetapi, pelaksanaan penelitian ini baru sampai pada uji coba skala terbatas. Berdasarkan hasil uji coba skala terbatas disimpulkan bahwa model pemberdayaan guru yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada madrasah yang ditandai dengan; 1) adanya peningkatan penguasaan guru terhadap materi ajar, 2) peningkatan pemahaman guru tentang pendekatan, model dan metode, serta kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran (RPP), 3) terciptanya kegiatan pembelajaran yang berciri student centered yang diharapkan mampu memberdayakan kemampuan berpikir siswa, 4) perbaikan pada asesmen yang dilakukan menuju terlaksananya asesmen autentik. Draf model ini masih perlu diujicoba secara lebih luas sehingga dapat dihasilkan model final yang dapat digunakan untuk program pemberdayaan guru dalam lingkup yang lebih luas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 1 DELANGGU   Pemberdayaan Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Delanggu.

PEMBERDAYAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 1 DELANGGU Pemberdayaan Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Delanggu.

Jabatan guru sebagai jabatan profesional menuntut guru untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga kuantitas dan kualitas mengajar dalam proses pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Guru yang mampu bekerja secara profesional salah satunya dipengaruhi oleh pola pemberdayaan guru. Guru yang tidak diberdayakan akan selalu ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kata lain, agar guru tetap profesional perlu ada sistem pemberdayaan yang baik, tersistem, dan berkelanjutan (Suyanto, 2007: 28).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 1 DELANGGU  Pemberdayaan Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Delanggu.

PEMBERDAYAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 1 DELANGGU Pemberdayaan Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Delanggu.

Hasil penelitian ini: 1) Profil guru di SD Negeri 1 Delanggu sudah cukup baik yang ditunjukkan oleh 80% pendidikan guru sudah memenuhi standar kualifikasi. Tetapi di SD Negeri 1 Delanggu belum memiliki guru BK; 2)Pemberdayaan guru di SD Negeri 1 Delanggu untuk 4 kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi pribadi, dan kompetensi sosial sudah cukup baik. Terdapat kekurangan pada kompetensi profesional yaitu guru tidak melakukan penelitian, serta kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer kurang. Selain itu juga terdapat kekurangan dalam kompetensi pribadi guru yaitu kurang disiplin waktu; 3) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Delanggu dalam perencanaan mengalami kendala pada ketersediaan buku-buku paket sebagai penunjang kegiatan pembelajaran. Sedangkan pada pelaksanaan, SD Negeri 1 Delanggu menerapkan Kurikulum 2013 waktunya tidak sesuai dengan yang diagendakan oleh pemerintah. Meskipun begitu, SD Negeri 1 Delanggu sudah dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 di dalam proses pembelajaran dengan baik. Untuk evaluasinya, Kurikulum 2013 belum dapat dievaluasi secara normatif dan sumatif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS PEMBERDAYAAN GURU DI SMP NEGERI 3   Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 3 Kedungjati.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS PEMBERDAYAAN GURU DI SMP NEGERI 3 Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 3 Kedungjati.

Hasil penelitian ini (1) ciri-ciri gaya kepemimpinan kepala sekolah berbasis pemberdayaan guru, dilakukan dengan cara memberikan semangat kerja kepada guru, dan memberikan contoh yang baik kepada guru, kepala sekolah beranggapan bahwa pendidikan yang baik dimulai dari diri kita sendiri, dengan demikian kepala sekolah dapat dijadikan sebagai panutan oleh guru. Kepala sekolah memandang guru sebagai teman kerja yang penting, Kepala sekolah menjalin hubungan yang baik meskipun dengan guru yang baru. Kepala sekolah mempunyai kepribadian yang menarik, kompetensi dan kredibilitas yang tinggi dan juga kepala sekolah memiliki kemampuan memberi apresiasi dan penghargaan pada guru yang berprestasi. (2) ciri-ciri strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pemberdayaan guru adalah dengan memberikan motivasi kepada setiap guru, dan memberikan kesempatan pada guru untuk secara formal melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Pembinaan yang dilakukan kepala sekolah dilaksanakan secara non-formal antara lain guru mengikuti kegiatan internal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SAKTI GEMOLONG  Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SAKTI GEMOLONG Pemberdayaan Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong Kabupaten Sragen.

Upaya peningkatan pemberdayaan guru di SMK Sakti Gemolong Sragen dalam mengembangkan Profesionalitasnya telah dilakukan dengan beberapa hal, yaitu : a) Mengikutkan guru dalam workshop, diklat dan seminar; b) Supervisi; Penulisan PTK; dan c) Studi lanjut S2. Di samping itu pemberdayaan Guru di SMK Sakti Gemolong Sragen dapat terwujud dengan tindakan profesionalitas guru antara lain : Di SMK Sakti Gemolong Sragen kompetensi professional guru sangat bagus, misalnya di samping guru-guru melaksanakan tugas pokok juga masih melaksankan tugas tambahan seperti kegiatan keagamaan dan juga selalu membuat kelengkapan mengajar. Guru yang mengajar di SMK Sakti Gemolong Sragen sudah menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta mampu menguasai materi pembelajaran, dan juga menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran dengan tujuan agar siswa tidak jenuh terhadap pembelajaran yang sedang dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU MATEMATIKA SMK KABUPATEN KLATEN DALAM IMPLEMENTASI KTSP  Pemberdayaan Guru Matematika Smk Kabupaten Klaten Dalam Implementasi KTSP.

PEMBERDAYAAN GURU MATEMATIKA SMK KABUPATEN KLATEN DALAM IMPLEMENTASI KTSP Pemberdayaan Guru Matematika Smk Kabupaten Klaten Dalam Implementasi KTSP.

Tujuan penelit ian ini adalah unt uk (1) mendiskripsikan kesiapan sekolah dan guru mat emat ika SM K di Kabupat en Klat en dalam mengimplement asikan Kurikulum Tingkat Sat uan Pendidikan. (2) mendiskripsikan pemberdayaan guru mat emat ika SM K di Kabupat en Klat en dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. (3) mendiskripsikan kendala yang dihadapi guru mat emat ika SM K di Kabupat en Klat en dalam mengimplement asikan Kurikulum Tingkat Sat uan Pendidikan. Subyek penelit ian ini adalah guru mat emat ika, Kepala Sekolah at au pengaw as dan pengurus M GM P di SM K kelompok t eknologi, pert anian dan kesehat an Kabupat en Klat en. M et ode pengumpulan dat a menggunakan w aw ancara, observasi dan dokument asi. Hasil penelit ian ini adalah (1) diskripsi kinerja guru mat emat ika SM K dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran sebagai implement asi KTSP. (2) diskripsi pembinaan dan pendampingan sekolah t erhadap guru mat emat ika SM K di Kabupat en Klat en. (3) diskripsi ket erlibat an M GM P sebagai organisasi guru mat a pelajaran sebagai mit ra kerja sekolah dalam merealisasikan perangkat pembelajaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI PEMBERDAYAAN GURU MATEMATIKA SMK KABUPATEN KLATEN  Pemberdayaan Guru Matematika Smk Kabupaten Klaten Dalam Implementasi KTSP.

NASKAH PUBLIKASI PEMBERDAYAAN GURU MATEMATIKA SMK KABUPATEN KLATEN Pemberdayaan Guru Matematika Smk Kabupaten Klaten Dalam Implementasi KTSP.

Sat u persoalan yang cukup m emprihat inkan selam a ini ialah kurangnya m anajem en pemberdayaan guru, lem ahnya kont rol kinerja guru, m inimnya pembinaan t erhadap guru. Sehingga guru tidak berdaya t erhadap sebuah perubahan. Jika para dosen mudah m endapatkan kesempat an unt uk m engikut i sem inar, lokakarya bahkan m endapat kan beasisw a S2 dan S3, t idak dem ikian dengan guru. Pelat ihan dan kesempatan guru untuk m eng-upgrade SDM m asih m inim , Sehingga m asih ada guru yang m engajar dengan kem ampuan dan penget ahuan seadanya. Ada guru yang hanya mengandalkan pola “ talk and chalk” yang dikhaw atirkan hanya m em buat m urid-m urid apat is dan st res. Bukan karena beban kurikulum t et api cara komunikasi dan interaksi guru yang m asih sangat konvensional dan t radisional. Hal t ersebut ditam bah lagi dengan kondisi kesejaht eraan para guru terutama guru honorer yang m asih jauh dari kat egori layak. Rasanya perhat ian pem erintah t erhadap guru m asih jauh dari kat a cukup, ini t erut am a jika dibandingkan dengan beban berat yang dipikul oleh m ereka dalam rangka m encerdaskan anak bangsa.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Salah satu karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener adalah mengikutsertakan guru dalam kegiatan seminar, pelatihan, dan workshop untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Guru bersertifikasi diwajibkan untuk mengikuti pelatihan PTK dan mempraktekkannya langsung dengan menyusun PTK. Dibandingkan dengan penelitian ini, penelitian yang dilakukan oleh Pavlos Koulouris & Sofoklis Sotiriou (2006) dalam penelitiannya yang berjudul “Building Lifelong Learning Networks of Teachers for the Development of Competence in Teaching in Small Rural Schools”. Penelitian ini membahas tentang cara-cara yang dilakukan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar melalui teknologi baru. Dan juga membahas tentang kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan kompetensi guru dalam menajalani tanggung jawabnya sebagai guru.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PANUNGGALAN  Pemberdayaan Guru Di Sekolah Dasar Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan.

PEMBERDAYAAN GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PANUNGGALAN Pemberdayaan Guru Di Sekolah Dasar Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan.

Hasil penelitian pola pelaksanaan pemberdayaan Guru di SD Negeri 1 Panunggalan Grobogan, dilakukan dengan pola pemberdayaan administrasi pembelajaran guru secara kolektif atau kelompok. Kepala sekolah menggunakan pendekatan yang akrab karena dalam penyampaiannya kepada guru-guru terjadi dialog atau komunikasi dua arah. Berdasarkan studi dokumen yang dilakukan peneliti, hasil pemberdayaan guru di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan berupa dokumen perlengkapan administrasi perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru pada awal tahun pelajaran berupa : silabus, program semester, pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, kriteria ketuntasan minimal, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemanfaatan hasil pemberdayaan Guru untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilihat dari tingkat kehadiran guru baik di sekolah ataupun di kelas yang selalu dipantau oleh kepala sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

Pemberdayaan guru dapat dilakukan dengan meningkatkan semangat kerja, mendorong pengembangan profesi, membangun kolaborasi dan kerjasama, mengkaji dan mengevaluasi kinerja, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, membuat program reward dan punishment, melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan kondisi saling percaya dan meningkatkan partisipasi aktif guru dalam menyelesaikan tugas dan pengambilan keputusan. Kepala sekolah harus mampu memberikan wewenang dan tanggung jawab yang proposional kepada guru. Cara ini, pada satu sisi merupakan proses kaderisasi dan pada sisi lain untuk mengakomodir proses peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU MENUJU SEKOLAH  ADIWIYATA DI SD NEGERI SINE 1 SRAGEN  Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Adiwiyata Di SD Negeri Sine 1 Sragen.

PEMBERDAYAAN GURU MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA DI SD NEGERI SINE 1 SRAGEN Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Adiwiyata Di SD Negeri Sine 1 Sragen.

Penelitian ini mempunyai empat tujuan. (1) Mendeskripsikan upaya sekolah memberdayakan guru-guru dalam mencapai sekolah adiwiyata di SD Negeri Sine 1 Sragen. (2) Mendeskripsikan upaya guru-guru memberdayakan dirinya sendiri dalam mencapai sekolah adiwiyata. (3) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi sekolah dalam memberdayakan guru-guru untuk mencapai sekolah adiwiyata. (4) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru-guru dalam memberdayakan dirinya sendiri. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumen. Pengujian keabsahan data triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian, (1) Upaya sekolah memberdayakan guru-guru dalam mencapai sekolah adiwiyata antara lain IHT, mengadakan pelatihan ketrampilan, mengaktifkan supervisi pembelajaran, dan membentuk tim adiwiyata. (2) Upaya guru-guru memberdayakan dirinya sendiri dengan cara meningkatkan kompetensi guru secara mandiri dalam menyusun perangkat pembelajaran, meningkatkan ketrampilan berbasis adiwiyata. (3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam memberdayakan guru-guru antara lain implementasi kurikulum yang tidak sesuai dengan sekolah adiwiyata, kurangnya budaya disiplin guru dalam pengelolaan lingkungan hidup, tidak ada anggaran untuk pelaksanaan pemberdayaan guru dalam mencapai sekolah adiwiyata, dan sarana sekolah yang kurang (4) Kendala yang dihadapi guru-guru dalam memberdayakan dirinya antara lain kurang motivasi dalam pembelajaran lingkungan berbasis adiwiyata, kurang profesional dalam mengelola limbah/sampah, kurang trampil dalam pembibitan tanaman.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Di Jakarta Selatan.

Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Di Jakarta Selatan.

Karena itu, penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pemberdayaan guru sekolah dasar di Jakarta Selatan dengan menggunakan metode kualitatif yang data-datanya dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap key informan dan studi kepustakaan.

1 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik pemberdayaan guru dalam bidang akademik diwujudkan dalam bentuk mengikutsertakan guru dalam kegiatan KKG dan PKG. Dimana guru berperan aktif menjadi pemandu mata pelajaran dan tutor dalam kegiatan tersebut dengan menyusun materi ajar KKG dan membuat APM. Pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik juga dilakukan dalam bentuk peningkatkan kompetensi dan profesionalisme yang dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan, seminar, dan workshop. Guru diwajibkan untuk mengikuti dan menyusun PTK. Dengan adanya pemberdayaan dalam kegiatan akademik, kemampuan guru dapat ditingkatkan dan dapat membantu guru yang belum bersertifikasi dalam meningkatkan profesionalismenya; (2) Karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi diantaranya adalah keaktifan guru yang diwujudkan dalam bentuk menjadi pengurus di gugus sekolah, KKG, dan PKG. Guru secara aktif terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan perlombaan di UPT dengan menjadi panitia atau juri perlombaan. Selain itu, guru secara aktif mengikuti kompetisi yang diadakan UPT seperti lomba penulisan karya tulis ilmiah, guru teladan, dan guru berprestasi. Guru juga menjalin hubungan sosial yang baik dengan guru serta karyawan di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

organisasi (OCB) dalam organisasi Tionghoa. Ditemukan bahwa pemberdayaan psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja baik karyawan dan OCB. Hubungan antara pemberdayaan psikologis dan kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor lain, seperti ketegangan antara karyawan dan supervisor. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh komitmen organisasi dan komitmen profesional. Membagikan job kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki diharapkan dalam melaksanakan pekerjaan akan lebih serius dengan hasil yang maksimal. Disamping itu penghargaan juga sangat dibutuhkan, melalui penghargaan diharapkan dapat membangkitkan motifasi yang positif terhadap kinerja guru. Penelitian ini relevan dengan penelitian Wanbugu dan Omboi (2013) tentang “Effect of Reward Strategis on Employee Performance at Kabete Technical Training Institute”. Hasil penelitian ini meneliti pengaruh reward strategi terhadap performa pegawai di Kenya. Hasil penelitiannya menemukan bahwa reward strategi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap performa pegawai. Memberi kesempatan untuk promosi, penggajian yang lebih baik, cash gift dan peluang pelatihan merupakan strategi reward. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kismantoro juga melakukan reward strategi dalam upaya pemberdayaan guru melalui peningkatan kinerja guru.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...