Pemberdayaan pegawai

Top PDF Pemberdayaan pegawai:

PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER DAN PEMBERDAYAAN PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN KABUPATEN CIANJUR :Studi terhadap Persepsi Pegawai di Lingkungan Distarkim Kab. Cianjur.

PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER DAN PEMBERDAYAAN PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN KABUPATEN CIANJUR :Studi terhadap Persepsi Pegawai di Lingkungan Distarkim Kab. Cianjur.

Selain berkenaan dengan kepemimpinan visioner, pemberdayaan pegawai juga perlu mendapatkan perhatian. Pemberdayaan secara etimologis berasal dari kata daya yang berarti kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak. Mendapat awalan ber- menjadi ‘berdaya’ artinya berkekuatan, berkemampuan, bertenaga, mempunyai akal (cara dan sebagainya) untuk mengatasi sesuatu. Mendapat awalan dan akhiran pe-an sehingga menjadi pemberdayaan yang dapat diartikan sebagai usaha/proses menjadikan untuk membuat mampu, membuat dapat bertindak atau melakukan sesuatu (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1995).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERDAYAAN PEGAWAI, KOMITMEN, IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PENGARUH PEMBERDAYAAN PEGAWAI, KOMITMEN, IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 74 yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil sedangkan tehnik pengambilan menggunakan tehnik sensus. Pada penelitian ini variabel bebasnya terdiri dari pemberdayaan pegawai, komitmen dan iklim kerja sedangkan variabel terikatnya dalah kinerja pegawai. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan reliabelitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji t dan uji F.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERANAN PEMIMPIN DALAM PEMBERDAYAAN PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

PERANAN PEMIMPIN DALAM PEMBERDAYAAN PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

3. Kepemimpinan padaBAPPEDA Prov. Sulawesi Tenggarasudahberhasil melaksanakan pemberdayaan pegawai dengan efektif. Hal ini dibuktikan dengan adanya sistem penempatan pegawai berdasarkan kriteria –kriteria yang objektif, sistem pengembangan pegawai yang dilaksanakan secara intens dan memperhatikan kemampuan pegawai serta sistem pemanfaatan pegawaiyangmemperhatikankebutuhandan kondisipsikologi para pegawainya. 5.2. Saran

10 Baca lebih lajut

Kontribusi Komitmen Pegawai Dan Pemberdayaan Pegawai Terhadap Mutu Informasi (Studi Implementasi ISO 9001:2000 di LPMP Kepulauan Bangka Belitung).

Kontribusi Komitmen Pegawai Dan Pemberdayaan Pegawai Terhadap Mutu Informasi (Studi Implementasi ISO 9001:2000 di LPMP Kepulauan Bangka Belitung).

Bagi pegawai LPMP Kepulauan Bangka Belitung, kategori baik yang ditunjukkan oleh hasil penelitian tentang komitmen pegawai dapat dijadikan acuan mereka untuk tetap secara terbuka menyalurkan aspirasi dan ide-ide, karena dengan demikian memudahkan lembaga untuk memfasilitasi dan merealisasikannya. 2. Kecenderungan umum jawaban responden menunjukkan bahwa budaya organisasi berada pada kategori cukup baik. Kecenderungan ini berimplikasi pada pentingya pemberdayaan pegawai dalam implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Sistem ini tidak akan berjalan tanpa memberdayakan seluruh kompnen dalam sistem tersebut khususnya pegawai yang merupakan asset penting sebuah organisasi. Perlu disadari pula bahwa dengan pemberdayaan pegawai yang baik akan mendorong terciptanya kondisi kerja yang kondusif antara manajemen dan pegawainya. Bagi pegawai LPMP Kepulauan Bangka Belitung, hendaknya terus meningkatkan kinerja mereka karena dengan demikian perhatian lembaga terhadap mereka akan lebih optimal sehingga akan terwujud hubungan timbale balik aantara lembaga dan pegawai yang harmonis.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KERJA PEMBERDAYAAN PEGAWAI

HUBUNGAN KERJA PEMBERDAYAAN PEGAWAI

(4) Apabila perundingan bipartit gagal, maka pegawai yang bersangkutan maupun Yayasan mencatatkan perselisihannya kepada instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan dengan melampirkan bukti bahwa upaya- upaya penyelesaian bipartit telah dilakukan. Kemudian dilakukan penyelesaian perselisihan melalui perundingan konsiliasi ( untuk perselisihan kepentingan dan PHK) atau perundingan mediasi dengan cara musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih mediator netral, yakni pegawai instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan yang memenuhi syarat- syarat sebagai konsiliator atau mediator dengan tugas mengadakan penelitian dan sidang konsiliasi atau mediasi selambat- lambatnya 7 (sepuluh) hari kerja sejak menerima pelimpahan penyelesaian perselisihan, yang kemudian menyampaikan anjuran secara tertulis kepada kedua belah pihak selambat- lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sejak sidang mediasi pertama.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .......... Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ......................... Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan .... Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja ................ Karakteristik Responden Berdasarkan Pemberdayaan Pegawai ................................................................................. Karakteristik Responden Berdasarkan Budaya Organisasi ..... Karakteristik Responden Berdasarkan Komitmen Organisasional .................................................................... Karakteristik Responden Berdasarkan Kinerja Pegawai ..... Hasil Uji Validitas .................................................................. Hasil Uji Reliabilitas ............................................................. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Pemberdayaan Pegawai (X 1 ) ...........................................................................................
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

t mmb 1004709 table of content

t mmb 1004709 table of content

4.1.1 Gambaran Umum Efektifitas Pemberdayaan Pegawai ...[r]

4 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus hal dan judul

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus hal dan judul

Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden, Jenis dan Sumber Data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data melalui editing, coding, dan tabulating, scoring. Uji Instrumen meliputi uji validitas dan reliabilitas. Analisis Data Menggunakan teknik confirmatory factor analysis pada SEM. Berdasarkan hasil analisis dihasilkan kesimpulan bahwa pengaruh variabel eksogen yang memiliki pengaruh paling besar adalah pemberdayaan terhadap motivasi. sedangkan pengaruh paling kecil atau paling rendah yaitu kondisi pemberdayaan pegawai terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, kesesuaian pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, kesesuaian pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Motivasi merupakan variabel intervening yang signifikan untuk meningkatkan kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

t pmp 0804667 chapter3

t pmp 0804667 chapter3

didasari oleh pendapat-pendapat para ahli dan praktisi yang meneliti tentang variabel tersebut. Butir-butir instrument untuk mengukur komitmen pegawai dirangkum dengan seksama dari kajian pustaka pada bab sebelumnya dan diujicobakan kembali oleh mereka. Dimensi-dimensi dalam komitmen dipilih berdasarkan penilaian atas penelitian sebelumnya demikian pula dengan kuisioner dalam instrumen pemberdayaan pegawai serta mutu informasi juga dikembangkan dengan teliti dari pembahasan literatur-literatur terbaik yang ada.

20 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Gigih Hendro Saputro, 2013, Pengaruh Pemberdayaan pegawai Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Mediasi Komitmen Organisasional (Studi pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Cukai Kudus) Studi pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Cukai Kudus), Students Journal of Economic and Management Vol 1, No 1 (2012): Vol. 1 No. 1.

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN

HUBUNGAN ANTARA TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN

Pelibatan dan pemberdayaan pegawai sangatlah diperlukan bagi semua pegawai. Sumber daya manusia yang beragam yang ada di Puskesmas Ulu Siau jika diberdayakan, maka kualitas kerja dari pegawai akan meningkat dan kualitas pelayanan pun ikut meningkat. Pelibatan dan pemberdayaan pegawai sangatlah penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Saat ini Puskesmas Ulu Siau memiliki 53 pegawai dengan sumber daya manusia yang beragam, 2 tenaga struktural (Kepala Puskesmas dan Kepala Tata Usaha), 10 tenaga honor dan 41 tenaga fungsional yang terdiri dari dokter umum 4 orang, dokter gigi 1 orang, perawat/perawat gigi 22 orang, bidan 6 orang, apoteker/asisten apoteker 2 orang, gizi 2 orang, kesehatan lingkungan 3 orang, pekarya 1 orang. Jadi Puskesmas Ulu Siau harusnya mampu untuk mengembangkan kualitas dan mutu Puskesmas melebihi Puskesmas yang lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

t mmb 1004709 chapter5

t mmb 1004709 chapter5

1. Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai Efektifitas Pemberdayaan pegawai bidang koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, hasilnya menunjukan bahwa efektifitas pemberdayaan berada pada kategori cukup Efektif (sedang). Hal tersebut menunjukan bahwa organisasi telah melaksanakan program pemberdayaan dengan cukup baik, dimana proses pemberdayaan tersebut di mulai dengan penempatan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan, pembinaan pegawai yang rutin dan berkala, dan pemeliharaan dan pemanfaatan pegawai dengan cara pemberian kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan pendapat maupun masukan demi kepentingan organisasi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Kunci Kesuksesan Penerapan Manajemen Pengetahuan Untuk Tenaga Kependidikan Pada Institut Pertanian Bogor

Analisis Faktor-Faktor Kunci Kesuksesan Penerapan Manajemen Pengetahuan Untuk Tenaga Kependidikan Pada Institut Pertanian Bogor

Choi (2000) melakukan penelitian mengenai studi empiris faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi manajemen pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan manajemen pengetahuan. Adapun faktor-faktor penting yang diteliti oleh Choi antara lain pelatihan karyawan, keterlibatan karyawan, kerja sama, pemberdayaan karyawan, kepemimpinan manajemen puncak dan komitmen, batasan organisasi, infrastruktur sistem informasi, pengukuran kinerja, iklim kepercayaan, benchmarking, dan struktur pengetahuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang tercatat dalam database klien Organisasi Gallup. Metode penelitian yang digunakan adalah survei cross sectional, analisis dekriptif, analisis regresi multiply dan uji t.
Baca lebih lanjut

226 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Ende,Flores-NTT)

PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Ende,Flores-NTT)

Pemberdayaan aparatur pemerintah merupakan suatu usaha yang terencana dan sistematis yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh pemerintah daerah, guna mengembangkan potensi dan kemampuan yang terdapat dalam diri setiap pegawai/aparat pemerintah daerah.Sumber daya manusia merupakan unsur yang esensial dan modal dasar dalam pembangunan nasional. Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara harus tetap dikembangkan untuk dapat menghasilkan suatu prestasi kerja yang baik dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pemberdayaan aparatur dalam meningkatkan kualitas, kemampuan serta semangat dan kegairahan kerja aparatur pemerintah.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROPINSI SULAWESI TENGAH | Manitu | Katalogis 7965 26173 1 PB

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROPINSI SULAWESI TENGAH | Manitu | Katalogis 7965 26173 1 PB

Gaya kepemimpinan derektif sebagai perilaku pemimpin yang melepaskan bawahannya untuk mencari sendiri pemahaman tentang apa yang mereka kerjakan, memberi bimbingan dan arahan khusus, meminta bawahan untuk mengikuti aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian terhadap variabel gaya kepemimpinan direktif mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sulawesi Tengah sesuai hasil uji nilai t hitung > t tabel
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KINERJA DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN KLATEN DALAM PEMBERDAYAAN UKM TENUN LURIK

KINERJA DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN KLATEN DALAM PEMBERDAYAAN UKM TENUN LURIK

Namun dengan adanya Peraturan Gubernur Jawa Tengah mengenai kewajiban Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Jawa Tengah untuk mengenakan seragam berbahan tenun lurik per 7 Juli 2010 setiap hari rabu serta didukung pula dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Bupati No. 065/77/2010 yang mewajibkan PNS Kabupaten Klaten untuk mengenakan seragam lurik dua hari dalam sepekan, menjadikan tenun lurik mulai diperhatikan. Lurik mulai menarik perhatian orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap lurik sehingga seiring dengan perkembangan ide kreatif. Lurik juga berkembang dengan pesatnya mulai dari peralatan yang digunakan, tenaga yang diserap, hasil tenunan kain lurik yang di dapat serta desain motif yang semakin modern dan mengikuti pangsa pasar, bahkan penghasilan penduduk sekitar menjadi operator lurik juga melejit. Sehingga keberlangsungan kain tenun lurik dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dapat lestari. Karena lurik ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) merupakan salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Klaten.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KOTA TEGAL - UDiNus Repository

PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KOTA TEGAL - UDiNus Repository

PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KOT[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penggajian Pegawai Pada Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Labuhan Batu

Sistem Informasi Penggajian Pegawai Pada Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Labuhan Batu

Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kab.Labuhan Batu. Selanjutnya sebagai tindak lanjut dari Perda tersebut perlu adanya penjabaran mengenai kedudukan, tugas pokok, fungsi dan tata kerja Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berncana. Badan Pemberdyaan Perempuan dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok dan kewenangan Otonomi Daerah di Bidang Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2008 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, antara Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4737 ); bahwa Bidang Pemberdayaan Masyarakat , Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh daerah.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (PPPPTK IPA) BANDUNG - repository UPI S ADP 0906764 Title

PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (PPPPTK IPA) BANDUNG - repository UPI S ADP 0906764 Title

PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PPPPTK IPA BANDUNG Oleh Resviory[r]

3 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (PPPPTK IPA) BANDUNG.

PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (PPPPTK IPA) BANDUNG.

Kecenderungan umum yang diperoleh menunjukkan bahwa kompetensi para pegawai di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan IPA dapat dikatakan sudah sangat baik dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan. Pada Kompetensi Terlihat yang berindikator Penngetahuan dan Keterampilan, dihasilkan nilai tertinggi pada keterampilan dimana pegawai terlihat terampil dalam menggunakan teknologi, terampil dalam berbahasa, terampil dalam membangun kerjasama, dan juga terampil dalam melaksanakan tugas-tugas. Pada pengetahuan mendapat rata-rata lebih rendah dibanding keterampilan namun kategorinya menunjukkan bahwa keduanya sangat baik dimiliki para pegawai PPPPTK IPA. Sedangkan pada Kompetensi Tersembunyi memperoleh rata-rata terendah dari kompetensi terlihat. Kompetensi tersembunyi yang terdiri dari konsep diri, motiv, dan sifat. Namun kategori ketiga sub indikator tersebut dikatakan sangat baik.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects