Pemberian Reward

Top PDF Pemberian Reward:

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 101775 SAMPALI T.A. 2013/2014.

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 101775 SAMPALI T.A. 2013/2014.

Pemberian reward atau penghargaan atas perilaku baik yang dilakukan anak, sangat diperlukan dalam upaya menumbuhkan penerapan disiplin pada anak. Reward atau penghargaan memiliki tiga fungsi penting dalam mengajari anak berperilaku yang disetujui secara sosial, yaitu memiliki nilai pendidikan, menjadi motivasi bagi anak untuk mengulangi perilaku yang diterima oleh lingkungan atau masyarakat. Dan untuk memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial, dan sebaliknya tiadanya penghargaan akan melemahkan keinginan untuk mengulangi perilaku tersebut. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa pemberian reward akan dapat menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar anak
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

“PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP KOMPETENSI MENJAHIT BLUS SISWA KELAS X DI MAN GODEAN YOGYAKARTA”.

“PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP KOMPETENSI MENJAHIT BLUS SISWA KELAS X DI MAN GODEAN YOGYAKARTA”.

Eddy Ridwansyah (2013) yang berjudul “ Pengaruh Pemberian Reward dalam Pembelajaran terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMKN 1 Kedungwuni ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward dalam pembelajaran terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X kompetensi keahlian teknik pemesinan SMKN 1 Kedungwuni dari sembilan kelas. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode intact group, dimana sampel yang diambil adalah terdiri dari dua kelas yaitu kelas X TP1 sebagai kelas control dan kelas X TP2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan lembar observasi, tes dan wawancara. Terdapat pengaruh yang positif dengan diterapkannya pemberian reward dalam pembelajaran terhadap aktifitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 62,30 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya sebesar 53,17. Selain itu hasil uji-t data hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa t hitung yaitu sebesar 2,219
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJ

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJ

Menurut Pamela (2006), Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian reward dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu diawali dengan tahapan pengkajian, diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi, hal ini sering berpengaruh pada kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keparawatan kepada pasien. Faktor lain biasanya berpengaruh pada sistem manajmen pemberian reward seperti proses rekruitmen, seleksi, kontrak kerja, orientasi, penilaian kinerja, dan pengembangan staf perawat. Proses ini selalu dilakukan sebelum membuka ruang kerja dan setiap ada penambahan perawat baru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIV (1)

PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIV (1)

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian reward (penghargaan) oleh guru fisika terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs NW 02 Kembang Kerag tahun ajaran 2009/2010. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka. Dengan jumlah populasi sebesar 15 siswa ini bisa dikatakan kuantitatif individu yang tidak terlalu besar maka sampel yang diambil sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan instrumen penelitian, berupa angket, dokumentasi, dan observasi. Untuk tehnik analisa data digunakan uji homogenitas, normalitas dan hipotesis. Pengujian hipotesis ini memerlukan uji regresi sederhana dan korelasi product moment. Berdasarkan analisis data terdapat pengaruh pemberian penghargaan oleh guru fisika terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs NW 02 Kembang Kerag, besarnya pengaruh tersebut berada pada kategori tingkat pengaruh cukup kuat. Hal ini terbukti berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikansi 5% dengan “korelasi product moment” dimana r hitung > dari r-tabel yaitu r hitung(0,430) > r tabel (0,316), sehingga bisa disimpulkan dalam proses belajar mengajar pemberian reward oleh guru pada saat pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD KEPADA SISWA SD MUHAMMADIYAH BANTUL KOTA.

IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD KEPADA SISWA SD MUHAMMADIYAH BANTUL KOTA.

Gambar 4. Foto siswa yang mendapatkan bintang prestasi Star Student Pemberian reward bertujuan untuk menumbuhkan motivasi pada diri siswa, menambah semangat, percaya diri dan lebih berani. Berdasarkan kegiatan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, diperoleh jawaban bahwa pemberian reward bertujuan untuk membuat senang anak dan memotivasi belajar siswa, sehingga harus meninimalisir punishment. Hasil wawancara dengan kepala sekolah tersebut didukung dan dilengkapi dengan hasil wawancara guru, yaitu PJL, RW, MJ, DNF, HSN, dan JMN. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa tujuan dari pemberian reward adalah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar, tetap memperhatikan, percaya diri, lebih berani, semakin berkembang dan membuat siswa bangga terhadap diri sendiri. Pendapat guru tersebut juga didukung oleh pendapat orangtua Sw, Wt, Ul, Dw, Rs, dan Yn yang mengungkapkan bahwa, pemberian reward dapat menumbuhkan motivasi, semangat belajar siswa dan sebagai tanda untuk memberitahu orangtua kalau siswa memiliki prestasi.
Baca lebih lanjut

290 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN REWARD DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK PIRI 1 YOGYAKARTA.

PENGARUH PEMBERIAN REWARD DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK PIRI 1 YOGYAKARTA.

Berdasarkan observasi awal, aktivitas dan hasil belajar siswa SMK PIRI1 Yogyakarta kelas X kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan pada pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Otomotif (DDO) masih rendah. Selain itu, dari pihak guru berdasarkan pengamatan dan wawancara kepada siswa diketahui bahwa saat mengajar masih kurang memberikan penghargaan terhadap prestasi belajar atau kegiatan positif yang dilakukan oleh siswa. Oleh karena itu, pemberian reward dalam pembelajaran pada mata pelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga aktivitas dan hasil belajarnya juga meningkat.
Baca lebih lanjut

254 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA TEMA PAHLAWANKU MELALUI PEMBERIAN REWARD UNTUK SISWA KELAS IV SD  Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Pada Tema Pahlawanku Melalui Pemberian Reward Untuk Siswa Kelas IV Sd Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA TEMA PAHLAWANKU MELALUI PEMBERIAN REWARD UNTUK SISWA KELAS IV SD Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Pada Tema Pahlawanku Melalui Pemberian Reward Untuk Siswa Kelas IV Sd Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan pemberian reward atau hadiah pada siswa kelas IV Sd Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada tema pahlawanku. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebagai subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IVA SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, berjumlah 34 siswa, 17 siswalaki-laki, 17 siswaperempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan model alir. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan Reward atau hadiah mampu meningkatakan motivasi belajar siswa kelas IV pada tema pahlawanku SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari sebelum tindakan 40,00%; kemudian pada siklus I menjadi 60,00%; naik menjadi 80,00% pada siklus II. Dengan demikian dalam penelitian ini setiap siklus mengalami peningkatan hasil belajar secara signifikan, sehingga penelitian ini dapat diterima.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD UCAPAN TERIMA

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD UCAPAN TERIMA

Kedisiplinan waktu saat timbang terima perawat sangat penting. Dalam kenyataannya, 7 ruangan dari 10 ruangan yang menjadi objek pengamatan tidak menerapkan kedisiplinan waktu. Hal tersebut tentunya akan menurunkan kinerja perawat dan dapat merugikan para pengguna jasa layanan keperawatan yang dalam hal ini adalah pasien. Untuk itu perlu pemberian reward ucapan terima kasih untuk meningkatkan motivasi perawat mengikuti timbang terima

14 Baca lebih lajut

“PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP KOMPETENSI MENJAHIT BLUS SISWA KELAS X DI MAN GODEAN YOGYAKARTA.

“PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP KOMPETENSI MENJAHIT BLUS SISWA KELAS X DI MAN GODEAN YOGYAKARTA.

Dalam penelitian ini, dibutuhkan sebuah cara yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yaitu dengan pemberian reward and punishment. reward and punishment adalah termasuk sebuah pemberian motivasi ekstrinsik untuk meningkatkan prestasi belajar dan kedisiplinan belajar. Bentuk reward yang diberikan adalah berupa verbal (pujian), gerakan (acungan jempol, tepuk tangan), dan berupa barang ( tempat pensil seisinya). Sedangkan bentuk punishment berupa gerakan (tatapan mata, perilaku tidak menyenangkan), verbal (diberi peringatan), dan berupa soal- soal latihan untuk siswa. Cara ini dipilih untuk dapat membantu peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan kedisiplinan dimana motivasi dan kedisiplinan ini sangat berpengaruh pada ketercapaian kompetensi menjahit blus di MAN Godean Yogyakarta, akan tetapi peran guru sangat diperlukan untuk memantau dan membimbing jalannya pembelajaran sehingga kompetensi siswa dapat tercapai dengan maksimal.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

PEMBERIAN REWARD UNTUK SISWA AKTIF MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI   Pemberian Reward Untuk Siswa Aktif Memanfaatkan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Di Mts Negeri 2 Semarang.

PEMBERIAN REWARD UNTUK SISWA AKTIF MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI Pemberian Reward Untuk Siswa Aktif Memanfaatkan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Di Mts Negeri 2 Semarang.

Hasil Penelitian ini adalah (1). Siswa MTs Negeri 2 Semarang yang akan diberikan reward adalah siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan dengan melakukan aktivitas membaca, meminjam, dan disiplin mengembalikan buku- buku yang disediakan oleh perpustakaan MTs Negeri 2 Semarang. Siswa yang mendapatkan reward melakukan aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya karena tugas dari guru saja, namun atas kemauannya sendiri dengan tujuan untuk memperluas wawasannya. (2) Pemberian reward bagi siswa yang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar di MTs Negeri 2 Semarang dilakukan setiap akhir semester. Sebelum pemberian reward, guru dan pustakawan menilai keaktifan siswa dalam memanfaatkan layanan dan juga kedisiplinan dalam mengerjakan tugas. Hasil penilaian tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah berupa grafik. (3) Sekolah memberikan reward bagi siswa yang aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Reward yang diberikan berupa piagam yang diberikan kepala sekolah. Guru di dalam kelas memberikan pujian motivasi dan aplaus kepada siswa, dan juga menghimpun dana dengan pustakawan untuk memberikan perlengkapan sekolah bagi siswa. Selain itu, pihak sekolah memberikan punishment bagi siswa yang belum optimal dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar berupa berupa peringatan, teguran dan sanksi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Reward 1. Pengertian Reward - PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DI KELAS V - repository perpustakaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Reward 1. Pengertian Reward - PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DI KELAS V - repository perpustakaan

siswa kelas V SD Jatingaleh 01”, menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian reward dalam pembelajaran terhadap motivasi belajar pesrta didik kelas V SD Jatingaleh 01. Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa dengan adanya pemberian reward dalam setiap pembelajaran membuat siswa menjadi lebih aktif, lebih bersemangat, dan pembelajaran menjadi lebih meriah serta tidak membosankan bagi siswa. Oleh karena itu, peneliti juga ingin menggali dan akan meneliti motivasi dann tanggung jawab dalam mengerjakan tugassiswa dengan memberikan reward dan punishment.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD KEPADA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD KEPADA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

Pemberian reward kerja yang tinggi akan menciptakan suatu pelayanan profesional, tetap semangat, sesuai dengan ilmu dan kiat-kiat keperawatan dan tentunya patuh dalam pendokumentasian asuhan keperawatan (Riyadi & Kusnanto, 2007). Sesuai dengan teori motivasi dari Abraham Maslow disebutkan bahwa motivasi seseorang dalam melaksanakan tugasnya didasari adanya kebutuhan. Kebutuhan tersebut ada 5 tingkatan yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan aktualisasi diri, dan kebutuhan penghargaan atau reward (Purwanto, 2007).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI MELALUI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS SISWA MTs MA’ARIF NU BLITAR TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MOTIVASI MELALUI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS SISWA MTs MA’ARIF NU BLITAR TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 Maret 2017 di MTsMa’arif NU Blitar dengan populasi siswa kelas VIII Putra ABC dan D sebanyak 132 siswa. Dari populasi tersebut peneliti mengambil sampel penelitian adalah kelas VIIIA, VIIIB dan VIIIC. Adapun daftar nama siswa VIIIA, VIIIB dan VIIIC yang digunakan sampel penelitian sebagaimana terlampir. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh motivasi melalui pemberian reward dan punishment terhadap prestasi belajarAl-Qur’anHaditssiswa kelas VIIIA, VIIIB, dan VIIIC di MTsMa’arif NU Blitar tahun ajaran 2016-2017.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN ISLAMI, BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA DAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PEMBERIAN REWARD SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Kasus Pada Bank BTN Syariah KC Semarang) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tug

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN ISLAMI, BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA DAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PEMBERIAN REWARD SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Kasus Pada Bank BTN Syariah KC Semarang) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tug

Sehubungan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kepemimpinan Islami, Budaya Organisasi, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Pemberian Reward Sebagai Variabel Moderating ”, maka saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengisi angket (kuesioner) sebagaimana terlampir. Semua data tersebut hanya untuk penyusunan skripsi, bukan untuk dipublikasikan atau digunakan untuk kepentingan lainnya. Peran Bapak/Ibu/Sdr/I sangat bermanfaat bagi keberhasilan penelitian yang saya lakukan. Atas kerja sama Bapak/Ibu/Sdr/I saya sampaikan terima kasih.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA KATEGORI SEDANG KELAS V B DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PEMBERIAN REWARD DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA.

KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA KATEGORI SEDANG KELAS V B DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PEMBERIAN REWARD DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku keaktifan belajar yang nampak dalam diri siswa tunagrahita kategori sedang kelas VB SLB N Pembina Yogyakarta ditandai dengan munculnya perilaku subyek pada aspek keberanian, berpartisipasi, usaha belajar, dan kemandirian saat pembelajaran. Keaktifan belajar pada diri siswa tunagrahita kategori sedang masih memerlukan bantuan guru, pendampingan dan pemberian reward; (2) Langkah pemberian reward yang dilakukan oleh guru dari setiap pertemuan adalah sama. Diawali dengan menyeleksi perilaku yang diinginkan, memilih kondisi situasi, menentukan jumlah reward, mengatur jadwal pemberian reward (memberikan reward secara berselang), memberikan penjelasan tentang materi yang akan dibahas pada setiap pertemuan dalam kegiatan pembelajaran, memotivasi siswa dengan memberikan hadiah (reward) ketika pembelajaran berlangsung, memberikan reward kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan dari guru, memberikan reward kepada siswa yang dapat mengikuti instruksi guru, memberikan reward kepada siswa yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar, menggabungkan penggunaan penghargaan sosial bersama dengan jenis penghargaan lain (makanan dan simbol bintang), menunjukkan hasil karya siswa sebagai tanda reward, guru terkadang tidak menyimpulkan hasil belajar pada setiap pertemuan.
Baca lebih lanjut

263 Baca lebih lajut

 HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DENGAN MOTIVASI   Hubungan Pemberian Reward Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Raa Soewondo Pati.

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DENGAN MOTIVASI Hubungan Pemberian Reward Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Raa Soewondo Pati.

Pendahuluan: Pelayanan asuhan keperawatan yang profesional serta berkualitas merupakan target utama yang ingin diraih untuk meningkatkan mutu Rumah Sakit. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang kompetitif, perlu adanya pengelolaan dan pengembangan sumber daya kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari distribusi, rendahnya motivasi kerja, keahlian yang belum merata serta masalah manajemen lainya. Maka dari itu, pihak Rumah Sakit menuntut adanya profesionalisme perawat dalam bekerja, baik itu perawat pelaksana maupun pengelola dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar praktik keperawatan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III RSUD RAA Soewondo Pati. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode corelation study. Penelitian dilaksanakan di RSUD RAA Soewondo Pati di ruang rawat inap kelas III. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 perawat yang terdiri dari 7 ruang rawat inap kelas III. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Rank Spearman. Hasil: Hasil data menunjukkan bahwa tingkat pemberian reward pada perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III dalam kategori sedang ditunjukkan dengan hasil presentase (72,2%) sebanyak 39 responden. Hasil data untuk tingkat motivasi kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III RSUD RAA Soewondo Pati juga dalam kategori sedang dengan hasil presentase (66,7%) Dengan nilai probabilitas p value < 0,05 dengan koefisien korelasi 0,845 yang artinya ada hubungan yang sangat kuat dengan tingkat R square 72,8%. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III RSUD RAA Soewondo Pati.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMBERIAN REWARD PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR

PEMBERIAN REWARD PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR

Reward merupakan suatu bentuk teori penguatan positif yang bersumber dari teori behavioristik. Reward berasal dari Bahasa Inggris yang berarti penghargaan atau hadiah (John M. Echols dan Hasan Shadilya, 1996: 482). Pemberian reward dalam proses perkuliahan cukup penting terutama sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku mahasiswa. Hal ini berdasarkan atas berbagai pertimbangan logis, diantaranya pemberian reward ini dapat menimbulkan motivasi belajar mahasiswa dan dapat mempengaruhi perilaku positif dalam kehidupan mahasiswa.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD KEPADA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD KEPADA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa ibu yang memiliki lila pada saat hamil < 23,5 cm yaitu 21,5 cm dan bayi yang dilahirkan ≤ 2500 gram dan termasuk berat badan lahir ren[r]

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Reward Dan Punishment pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN Mojosari IV Puger Kab.Jember Tahun Ajaran 2015/2016

Pelaksanaan Reward Dan Punishment pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN Mojosari IV Puger Kab.Jember Tahun Ajaran 2015/2016

Pemberian Reward and Punishment merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, pemberian reward dan punisment ini akan memberikan pengaruh positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Tidak hanya punisment yang diterima siswa sebagai konsekuensi negatif tetap juga reward sebagai konsekuensi positif, yaitu ketika siswa berhasil meraih sesuatu tertentu ataupun dapat mengikuti pembelajaran dikelas sesuai yang diharapkan. Menurut (Ramayulis, 2006:197) Metode Reward dan Punishment merupakan cara pendidik memberikan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukan kepada siswa. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin mengkaji lebih dalam penilitian dengan judul “Pelaksanaan Reward Dan Punishment Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Di SDN Mojosari IV Puger”.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...