PEMBINAAN KARIER KEPANGKATAN

Top PDF PEMBINAAN KARIER KEPANGKATAN:

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PEMBINAAN KARIER KEPANGKATAN DAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN DI STAIN SURAKARTA.

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PEMBINAAN KARIER KEPANGKATAN DAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN DI STAIN SURAKARTA.

Berbicara mengenai peningkatan kualitas pendidikan, tentunya tidak boleh lepas dari peningkatan kualitas sumber daya pendidik yaitu guru dan dosen. Peran dosen sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar turut memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan di suatu perguruan tinggi. Dengan demikian perlu adanya pembinaan karier kepangkatan dan jabatan fungsional dosen dalam rangka meningkatkan profesionalisme dosen. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya. Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk atau pedoman bagi dosen dalam meniti kariernya dan bagi perguruan tinggi atau lembaga lain yang terkait dalam membina karier kepangkatan dan jabatan dosen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Bagi guru PNS sebagaimana apa yang telah disampaikan diatas PK Guru dilaksanakan dalam rangka pembinaan karier, kepangkatan, dan jabatannya, sedangkan untuk guru non-PNS PK Guru inipun perlu dilaksanakan dalam rangka menilai tingkat kompetensi dari masing-masing guru tersebut dan kelayakan dalam melaksanakan proses pembelajaran kemudia dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian tugas mengajar pada tahun ajaran selanjutnya. Bagi guru non-PNS dengan hasil PK Guru baik akan tetap diberi hak untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya selama masih memungkinkan, dan apabila nilainya kurang, untuk menjamin kualitas proses pembelajaran maka dengan terpaksa guru tersebut tidak diberi hak untuk melaksanakn proses pembelajaran dan dicarikan penggantinya yang lebih berkompeten.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PK Guru dan PKB P3G UNM 2012

PK Guru dan PKB P3G UNM 2012

Penilaian kinerja guru merupakan penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya Permennegpan & RB No.16/2009 Dilakukan s[r]

74 Baca lebih lajut

Ibu Maria PK Guru  dan SKP Oktober 2014 Inna Beach

Ibu Maria PK Guru dan SKP Oktober 2014 Inna Beach

Penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dlm rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya Permennegpan & RB No.16/2009 Dilakukan setiap[r]

254 Baca lebih lajut

PENGAKUAN GURU SEBAGAI PROFESI

PENGAKUAN GURU SEBAGAI PROFESI

Penilaian kinerja guru merupakan penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya Permennegpan & RB No.16/2009 Dilakukan seti[r]

30 Baca lebih lajut

View of PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBINAAN KARIER DOSEN PERGURUAN TINGGI SWASTA

View of PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBINAAN KARIER DOSEN PERGURUAN TINGGI SWASTA

Pergantian yayasan lama (pengurus lama) ke pengurus yang baru tidak berjalan mulus, namun penuh liku-liku, bahkan sampai dengan proses hukum yang lama. Kondisi yang demikian juga mengganggu/menghambat untuk membina pengambilan keputusan karier dosen melalui jabatan struktural. Kondisi ini banyak dosen yang duduk di jabatan struktural takut atau tidak mau kalau ikut tersangkut masalah hukum. Membaiknya kondisi yayasan juga membawa membaiknya lembaga PT Swasta, misalnya jumlah maha-siswa bertambah, yayasan mulai membangun fisik. Membaiknya kondisi yayasan tetap dalam koridor kehati-hatian, artinya untuk mendudukkan seorang dosen dalam unit- unit tertentu (tidak boleh sembarangan). Kondisi inilah yang menyebabkan birokrasi yang ada tidak berjalan mulus. Rektor dalam hal ini untuk mengambil keputusan pembinaan karier dosen melalui jabatan struktural masih dipengaruhi oleh kebijakan yang dipunyai yayasan, baik penentuan orangnya, penentuan persyaratan seorang dosen yang diusulkan untuk menduduki jabatan struktural. Pembinaan karier dosen yang berkaitan dengan jabatan fugsional akademik
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERJA 049 2011 Pembinaan Karier Pegawai Kejaksaan RI final

PERJA 049 2011 Pembinaan Karier Pegawai Kejaksaan RI final

b. bahwa pembinaan karier pegawai Kejaksaan Republik Indonesia merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang bertujuan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna khususnya oleh pegawai Kejaksaan Republik Indonesia yang profesional, bertanggung jawab, jujur dan adil serta sesuai Standar Minimum Profesi Jaksa dan Kode Perilaku Jaksa;

26 Baca lebih lajut

daftar urut kepangkatan

daftar urut kepangkatan

Lahir Pangkat Golongan Jabatan Jenis Guru Mengajar di Kelas Jumlah Jam per Minggu SK Terakhir Tanggal / No TMT Ket Pameungpeuk, ………... Kepala SDN Bojong 04 Dedi Supriadi S.Pd.[r]

2 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 03 3_02001

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 03 3_02001

1881.003 Pembinaan Kepangkatan dan pemindahan PNS 2.278.603 1.150.143 1.206.500 1.206.500 1882.004 Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 1882.005 Laporan Sosialis[r]

6 Baca lebih lajut

 Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru PendidikanKewarganegaraan

Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru PendidikanKewarganegaraan

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

461 Baca lebih lajut

12615 027 guru kelas sd

12615 027 guru kelas sd

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

444 Baca lebih lajut

12615 097 ilmu pengetahuan alam

12615 097 ilmu pengetahuan alam

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

444 Baca lebih lajut

12615 100 ilmu pengetahuan sosial

12615 100 ilmu pengetahuan sosial

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

386 Baca lebih lajut

 Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru BahasaIndonesia

Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru BahasaIndonesia

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

374 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

432 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

409 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Dalam kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan guru, telah muncul beberapa harapan ke depan. Pertama, perhitungan guru melalui Sensus Data Guru sangat diperlukan untuk merencanakan kebutuhan guru dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan proyeksi pemenuhan guru di masa mendatang. Hasil perhitungan dan rencana pemenuhan guru per kabupaten/kota perlu diterbitkan secara berkala dalam bentuk buku yang dipublikasikan minimal setiap tiga tahun. Kedua, memperhitungkan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan (supply and demand) atau keseimbangan antara kebutuhan guru dan produksi guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan guru dan rasio guru:murid dapat di pertahankan secara efektif dan optimal. Pada kondisi riil di sekolah sebenarnya terjadi kelebihan guru sehingga guru-guru honor yang ada di sekolah merasa teraniaya/ termarjinalisasi/tak terurus. Ketiga, merealisasikan pemerataan guru yang efektif dan efisien di semua satuan pendidikan di kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Apalagi jika Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang Pemindahan Guru PNS yang masih dalam proses penyelesaian telah terbit, maka berangsur-angsur akan terjadi pemerataan guru. Guru yang berlebih di satu kabupaten/kota dipindahkan ke kabupaten/kota lainnya yang kekurangan. Keempat, menghitung dengan tepat dan cermat kebutuhan fiskal negara terkait dengan agenda kesejahteraan guru yaitu pemberian tunjangan profesi guru, tunjangnan khusus, maslahat tambahan, dan lain-lain. Kelima, pengembangan karier guru pascasertifikasi. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, ada empat aktivitas pengembangan karier guru pascasertifikasi guru, yaitu: penilaian kinerja guru, peningkatan guru berkinerja rendah, pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, dan pengembangan karier guru.
Baca lebih lanjut

434 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi Dalam Pembinaan Karier Guru Dalam Jabatan

Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi Dalam Pembinaan Karier Guru Dalam Jabatan

Dari sudut pandang manajemen SDM guru, guru masih berada dalam pengelolaan bersifat birokratis-administratif yang kurang berlandaskan paradigma pendidikan (antara lain manajemen pemerintahan, kekuasaan, politik, dsb.). Dari aspek unsur dan prosesnya, masih dirasakan terdapat kekurang-terpaduan antara sistem pendidikan, rekrutmen, pengangkatan, penempatan, supervisi, dan pembinaan guru. Masih dirasakan belum terdapat keseimbangan dan kesinambungan antara kebutuhan dan pengadaan guru. Rerkrutmen dan pengangkatan guru masih selalu diliputi berbagai masalah dan kendala terutama dilihat dari aspek kebutuhan kuantitas, kualitas, dan distribusi. Pembinaan dan supervisi dalam jabatan guru belum mendukung terwujudnya pengembangan pribadi dan profesi guru secara proporsional. Mobilitas mutasi guru baik vertikal maupun horisontal masih terbentur pada berbagai peraturan birokrasi dan “arogansi dan egoisme” sektoral.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pembinaan Karier Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional Pustakawan

Pembinaan Karier Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional Pustakawan

Pustakawan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I II/b sampai dengan Pustakawan Penyelia pangkat Peñata III/c dan Pustakawan Pertama pangkat Penata Muda III/a sampai dengan Pustakaw[r]

19 Baca lebih lajut

PEMBINAAN KARIER KETENAGAKERJAAN DALAM P

PEMBINAAN KARIER KETENAGAKERJAAN DALAM P

Penelitian menggunakan metode pendekatan normatif – empiris, penelitian dilakukan terhadap latar belakang atau argumen hukum (ratio legis) dari kebijakan perusahaan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan Serikat Pekerja PT Bnak Negara Indonesia, Buku Pedoman Pegawai (BPP) serta kebijakan – kebijakan intern yang ditunjukkan dengan surat – surat keputusan dari Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Data primer berupa populasi karyawan karyawati PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk cabang Karangayu Semarang sebagai sample penelitian pembinaan karier ketenagakerjaan dalam perbanakan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan filosofi.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Show all 8401 documents...