Pemenuhan gizi seimbang

Top PDF Pemenuhan gizi seimbang:

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA BALITA DI POSYANDU MAYANG KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR (Description of mother behavior to fulfill Balanced nutrition in children in Posyandu Mayang Sukorejo villages District Su

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA BALITA DI POSYANDU MAYANG KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR (Description of mother behavior to fulfill Balanced nutrition in children in Posyandu Mayang Sukorejo villages District Su

Dari hasil penelitian terhadap 38 ibu, didapatkan data tindakan yaitu sebanyak 60,5% (23 ibu) memiliki tindakan tepat, dan sebanyak 39,5% (15 ibu) memiliki tindakan tidak tepat dalam pemenuhan gizi seimbang pada balita. Tindakan yang tepat dalam memenuhi gizi seimbang pada balita yaitu dapat menyediakan, menyusun dan menyajiakan makanan sehari yang terdiri dari berbagai ragam bahan makanan yang berkualitas dalam jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seseorang untuk pemeliharaan dan perbaikan sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkem- bangan secara optimal (PERSAGI, 2009:71). Agar melakukan tindakan yang tepat dalam pemenuhan gizi seimbang pada balita, ibu memerlukan berbagai informasi tentang pemenuhan gizi seimbang pada balita untuk meningkatkan pengetahuan. Karena se- makin tinggi pengetahuan ibu, ibu tersebut semakin mengetahui sesuatu hal yang benar sehingga dapat menghasilkan tindakan yang tepat. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sebanyak 44,7% (17 ibu) dari 38 ibu yang pernah mendapatkan informasi tentang gizi seimbang pada balita dapat melakukan tindakan tepat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN ANAK REMAJA PUTRI DENGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI DESA TALUN KENAS KABUPATEN DELI SERDANG.

HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN ANAK REMAJA PUTRI DENGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI DESA TALUN KENAS KABUPATEN DELI SERDANG.

Pemenuhan gizi seimbang yang baik sangat dibutuhkan anak remaja untuk proses pertumbuhannya, tetapi pada zaman sekarang banyak remaja yang mengalami masalah gizi akibat pemenuhan gizi seimbangnya tidak terpenuhi, seperti penurunan konsentrasi belajar, penurunan kesegaran jasmani, Anemia, dan penurunan IMT dibawah batas normal atau kurus, overweight ( kelebihan berat badan). Banyak faktor yang mempengaruhi masalah pemenuhan gizi seperti banyaknya mengkonsumsi makanan fast food, akibat diet yang sering dilakukan anak remaja, dan faktor pendapatan orang tua anak remaja tersebut (Pramono, 2009).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Hubungan Pemenuhan Gizi Seimbang dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN ANAK REMAJA PUTRI DENGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI DESA TALUN KENAS KABUPATEN DELI SERDANG.

HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN ANAK REMAJA PUTRI DENGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI DESA TALUN KENAS KABUPATEN DELI SERDANG.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat yang telah memberikan kesehatan, kehidupan serta menurunkan ilmu pengetahuan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan dan penulisan skripsi ini dengan judul: “Hubungan Kebiasaan Makan Anak Remaja Dengan Pemenuhan Gizi Seimbang Didesa Talun Kenas Kabupaten Deli Serdang”.

20 Baca lebih lajut

Hubungan Pemenuhan Gizi Seimbang dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember (The Correlation between The Fulfilling of Balance Nutrition and The Preschoolers Development of

Hubungan Pemenuhan Gizi Seimbang dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember (The Correlation between The Fulfilling of Balance Nutrition and The Preschoolers Development of

Terdapat banyak masalah dalam perkembangan personal sosial anak prasekolah, seperti anak belum bisa berpakaian dan makan sendiri dan anak takut untuk bersosialisasi. Personal sosial anak prasekolah dapat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pemenuhan gizi seimbang dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi pada penelitian ini sebanyak 110 responden dan sampel yang digunakan terdiri dari 86 responden. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan alpha 5 %, usia 4-5 tahun dihasilkan nilai p value = 0,000 dan usia 5-6 tahun dihasilkan nilai p = 0,019, OR = 4,12. Nilai Odd Ratio adalah 4,12 yang artinya adalah orang tua yang memberikan gizi seimbang terpenuhi berpeluang 4,12 kali untuk memiliki anak dengan perkembangan personal sosial yang baik dibandingkan orang tua yang tidak memenuhi gizi seimbang. Saran dari penelitian ini adalah orang tua diharapkan mampu memberikan stimulasi kepada anak sehingga anak dapat mencapai perkembangan personal sosial yang baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS KOMIK KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA PUTRI.

EFEKTIVITAS KOMIK KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA PUTRI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik konseling gizi tidak efektif terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang remaja putri (p>0,05). Komik konseling gizi efektif terhadap perubahan kebiasaan pemenuhan gizi seimbang pada remaja putri yaitu kebiasaan sarapan, frekuensi makan, kebiasaan makan beragam, kebiasaan jajan makanan siap saji (fast food) dan kebiasaan konsumsi air putih. Komik konseling gizi tidak efektif terhadap kebiasaan ngemil dan kebiasaan makan sesuai Tumpeng Gizi Seimbang (TGS).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER

Data lain dari hasil wawancara yang dilakukan pada 5 orang tua di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita bahwa 4 dari 5 orang tua selalu menyiapkan sarapan dan susu sebelum anak berangkat sekolah dan 3 dari 5 siswa dibawakan bekal berupa nasi, mie goreng, ayam goreng, dan sayur, tetapi anak hanya mau makan nasi dan lauknya saja sedangkan sayurnya tidak dimakan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua khususnya ibu mengenai pemenuhan gizi seimbang dapat dikatakan baik dan hasil wawancara dari 2 guru mengatakan anak-anak senang membeli jajanan di lingkungan sekolah seperti es lilin, makanan ringan, dan coklat. Padahal dari pihak sekolah mewajibkan anak membawa bekal makanan dari rumah. Anak juga sering berselisih dalam bermain dengan temannya. Fakta tersebut terlihat sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik yang dapat mempengaruhi personal sosial anak di lingkungan sekolah. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin mengetahui hubungan pemenuhan gizi seimbang dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

PERSEPSI IBU PADA PENYULUHAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI PENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BALITA.

PERSEPSI IBU PADA PENYULUHAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI PENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BALITA.

Salah satu Posyandu yang menyelanggarakan penyuluhan adalah Posyandu Melati Desa Sukamulya Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Penyuluhan ini diharapkan dapat membuat ibu mengalami perubahan kognitif, afektif dan psikomotor dalam pemahaman dan pemenuhan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang balita. Hal ini berdasarkan wawancara dengan kader bahwa rendahnya pengetahuan mengenai pemenuhan gizi seimbang sebagai pendukung tumbuh kembang balita masih cukup rendah, dimana masih terdapat anak balita yang memiliki status gizi kurang. Selain itu dengan kondisi daerah yang cukup jauh dari pusat kota jangkauan informasi masih terbatas.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI VIDEO EDUTAINMENT KONSELING GIZI TERHADAP PEMAHAMAN DAN KEBIASAAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA PUTRI.

IMPLEMENTASI VIDEO EDUTAINMENT KONSELING GIZI TERHADAP PEMAHAMAN DAN KEBIASAAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA PUTRI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi video edutainment konseling gizi terhadap pemahaman dan perubahan kebiasaan pemenuhan gizi seimbang pada remaja putri. Kebiasaan makan mengacu pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

1 Baca lebih lajut

INTERVENSI GIZI DI DESA BERCAK KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI

INTERVENSI GIZI DI DESA BERCAK KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI

1. Penyuluhan, yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu balita tentang gizi seimbang bagi balita. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu balita yang ada di desa Bercak sebanyak 50 orang. Materi yang diberikan makanan seimbang bagi Balita dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Metode Penyuluhan yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab dengan media Flip chart.

7 Baca lebih lajut

Makalah Gizi   Pemenuhan Gizi pada Balita

Makalah Gizi Pemenuhan Gizi pada Balita

Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi, jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti hanya mengandung gula saja. Makanan ini jika diberikan terus-menerus sangat berbahaya. Jika sejak kecil hanya senang yang manis-manis saja maka kebiasaan ini akan dibawa sampai dewasa dan risiko mendapat kegemukan menjadi meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko pada usia yang relatif muda dapat terserang penyakit tertentu.

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN KEBIASAAN MAKAN PESERTA DIDIK KELAS XI JASA BOGA SMK N 6 YOGYAKARTA.

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN KEBIASAAN MAKAN PESERTA DIDIK KELAS XI JASA BOGA SMK N 6 YOGYAKARTA.

Usia remaja, yaitu 10-18 tahun, merupakan tahap tumbuh kembang yang luar biasa secara fisiologis, psikologis, dan sosial. Kemudian di usia remaja merupakan periode rentan gizi karena berbagai sebab. Pertama, remaja memerluan zat gizi yang lebih tinggi karena peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan yang dramatis itu. Kedua, perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan remaja mempengaruhi baik asupan maupun kebutuhan gizinya. Ketiga, remaja yang mempunyai kebutuhan gizi khusus, yaitu remaja yang aktif dalam kegiatan olah raga, menderita penyakit kronis, sedang hamil, melakukan diet secara berlebihan, pecandu alkohol atau obat terlarang (Almatsier, 2012).
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Makalah Gizi   Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Makalah Gizi Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang cukup mengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Kebutuhan nutrien akan meningkat selama hamil, namun tidak semua kebutuhan nutrien meningkat secara proporsional.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pemberian Asupan Gizi Seimbang Terhadap Tumbuh Dan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun Di Pos PAUD Permata Jayengan Surakarta Tahun 2013/2014.

PENDAHULUAN Pengaruh Pemberian Asupan Gizi Seimbang Terhadap Tumbuh Dan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun Di Pos PAUD Permata Jayengan Surakarta Tahun 2013/2014.

Agar penelitian dapat terarah maka permasalahan dibatasi pada asupan gizi seimbang anak usia 1-5 tahun. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh pada asupan gizi seimbang anak usia 1-5 tahun terhadap tumbuh kembang di pos Paud Permata Jayengan Surakarta.

9 Baca lebih lajut

07 SKPD DINAS KESEHATAN

07 SKPD DINAS KESEHATAN

PHBS BIDANG GIZI PHBS BIDANG KIA DAN KB PHBS BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN PHBS BIDANG PEMELIHARAAN KESEHATAN MISAL: - MAKAN DENGAN GIZIMAKAN DENGAN GIZI SEIMBANG SEIMBANG -MINUM[r]

52 Baca lebih lajut

Sejarah dan pengertian gizi seimbang (1)

Sejarah dan pengertian gizi seimbang (1)

Didalam siklus kehidupan manusia, bayi berada di dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat. Bayi yang dilahirkan dengan sehat, pada umur 6 bulan akan mencapai pertumbuhan atau berat badan 2 kali lipat dari berat badan pada waktu dilahirkan. Untuk pertumbuhan bayi dengan baik zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan ialah : a. Protein, dibutuhkan 3-4 gram/kilogram berat badan

8 Baca lebih lajut

Gambaran praktek Pedoman Gizi Seimbang (PGS) pada remaja di MTs. Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2013

Gambaran praktek Pedoman Gizi Seimbang (PGS) pada remaja di MTs. Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2013

Pada konferensi pangan sedunia tahun 1992 di Roma dan Genewa, yang diadakan oleh FAO, antara lain ditetapkan agar semua negara berkembang yang semula menggunakan slogan sejenis “Basic Four” memperbaiki menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet”. Ketetapan tersebut dianggap penting untuk menyiapkan pola hidup sehat dalam menghadapi beban ganda masalah gizi. Negara berkembang dan miskin bukan hanya menghadapi masalah kekurangan gizi, tetapi kegemukan dan penyakit degeneratif karena kelebihan gizi. Keputusan FAO tersebut diterapkan di Indonesia dalam kebijakan Repelita V tahun 1995 sebagai PUGS dan menjadi bagian dari program perbaikan gizi. Namun, PUGS kurang disosialisasikan sehingga terjadi pemahaman yang salah dan masyarakat cenderung tetap menggunakan 4S5S. Kemudian tahun 2009 secara resmi PGS (Pedoman Gizi Seimbang) diterima masyarakat, sesuai dengan Undang – Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam program perbaikan gizi (Kurniasih, 2010).
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-

42 Baca lebih lajut

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit atau konstipasi (susah BAB) dan terbentuknya benjolan-benjolan pada usus. Serat makanan telah terbukti dapat menyembuhkan kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

Gizi seimbang dalam siklus hidup manusia

kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-

42 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...