Pemenuhan Hak Anak

Top PDF Pemenuhan Hak Anak:

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PEMENUHAN HAK ANAK ATAS IDENTITAS DIRI  TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PEMENUHAN HAK ANAK ATAS IDENTITAS DIRI BERUPA AKTA KELAHIRAN.

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PEMENUHAN HAK ANAK ATAS IDENTITAS DIRI TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PEMENUHAN HAK ANAK ATAS IDENTITAS DIRI BERUPA AKTA KELAHIRAN.

Tanggung jawab pemerintah pusat dalam pemenuhan hak anak atas identitas diri berupa akta kelahiran adalah tanggung jawab dalam menjalankan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa Presiden mengesahkan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, menetapkan Peraturan Pemerintah, serta menyusun Peraturan Presiden. Presiden dibantu oleh menteri yang tugasnya membidangi urusan pemerintahan yang terkait dengan penyelenggaraan pencatatan sipil.

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PANTI ASUHAN AL RIFDAH SEMARANG DALAM PEMENUHAN HAK ANAK

PENGELOLAAN PANTI ASUHAN AL RIFDAH SEMARANG DALAM PEMENUHAN HAK ANAK

secara formal dan informal. Kedua, pelayanan kesehatan dengan memberikan anak vitamin, supplement, fisioterapi, dan mengecek kesehatan anak. Ketiga, pelayanan pendampingan dengan memberikan pendampingan dan pemantauan setiap aktivitas yang dilakukan anak asuh. Keempat, pelayanan kemandirian dengan membiasakan anak bersikap mandiri (bagi anak yang secara fisik dapat melakukan sendiri).; (4) controlling dilakukan oleh pimpinan panti asuhan untuk mengontrol seluruh kegiatan di panti asuhan. Controlling digunakan untuk mengadakan evaluasi mengenai kegiatan di panti asuhan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan rencana. Pemenuhan hak anak yang didapatkan anak di panti asuhan adalah hak kelangsungan hidup, hak terhadap perlindungan, hak tumbuh kembang, dan hak berpatisispasi. Daya dukung dalam pemenuhan hak anak antara lain terdapat dana dari pemerintah, donatur, dan adanya fasilitas pendukung berupa CCTV, sepeda motor, dan mobil. Kendala dalam pemenuhan hak anak antara lain pengasuh dan sarana dan prasarana.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

SKRIPSI  REALISASI PEMENUHAN HAK ANAK YANG DIATUR DALAM KONSTITUSI TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PROSES PEMIDANAAN.

SKRIPSI REALISASI PEMENUHAN HAK ANAK YANG DIATUR DALAM KONSTITUSI TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PROSES PEMIDANAAN.

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan cinta kasih-Nya, saya dapat menyelesaikan penulisan Hukum/Skripsi yang berjudul “ Realisasi Pemenuhan Hak Anak yang Diatur Dalam Konstitusi Terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum Dalam Proses Pemidanaan” .

12 Baca lebih lajut

REALISASI PEMENUHAN HAK ANAK YANG DIATUR DALAM KONSTITUSI TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PROSES PEMIDANAAN.

REALISASI PEMENUHAN HAK ANAK YANG DIATUR DALAM KONSTITUSI TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PROSES PEMIDANAAN.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dalam bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa realisasi pemenuhan hak anak yang diatur dalam konstitusi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum sudah ter- realisasikan sesuai dengan Undang-Undang Dasar Pasal 28B ayat 2 “Se tiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” karena anak yang berkonflik dengan hukum dalam proses pemidanaan tidak diputus dengan pidana penjara yang semata-mata hanya upaya balas dendam dari negara, namun anak yang berkonflik dengan hukum telah diberi putusan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masa depan anak tersebut, dan setelah dilakukan kajian dengan menganalisis putusan pengadilan terhadap perkara pidana anak, khususnya dibagian menimbang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hakim dalam mengadili anak yang berkonflik dengan hukum telah memperhatikan hak-hak anak sebagaimana yang telah diatur dalam konstitusi yaitu mengedepankan pembinaan, pendidikan, dan dengan tetap memperhatikan setiap perkembangan dan tumbuh kembang anak, terbukti dengan tidak dijatuhkan pidana penjara kepada anak yang baru pertama kali melakukan tindak pidana, sedangkan bagi anak yang telah berulangkali melakukan tindak pidana di tempatkan di Lembaga Pembinaan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB IV PELAKSANAAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG CACAT DI KOTA BENGKULU A. Kondisi Anak Penyandang Cacat di Kota Bengkulu 1. Jenis Anak Penyandang Cacat - PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DIHUBUNGKAN DENGAN PEMENUHAN

BAB IV PELAKSANAAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG CACAT DI KOTA BENGKULU A. Kondisi Anak Penyandang Cacat di Kota Bengkulu 1. Jenis Anak Penyandang Cacat - PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DIHUBUNGKAN DENGAN PEMENUHAN

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa jenis anak penyandang cacat di Kota Bengkulu berbeda jenisnya, kondisi kecacatan yang bervariasi, berbeda antar kecacatan maupun inter kecacatan, membuat kebutuhan setiap anak penyandang cacat juga berbeda serta memerlukan perhatian dan perlindungan yang layak. Fasilitas bagi anak penyandang cacat di Bengkulu beragam maka dari itu penjabaran mengenai data dari jenis kecacatan, fasilitas pengadaan hingga mencakup peran pendampingan yang diminta untuk tetap dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Bengkulu. Diketahui bahwa jenis kecacatan yang ada di Kota Bengkulu sangat bervariasi, maka pengajuan bantuan yang dibentuk demi terpenuhnya hak dasar anak dengan kecacatan haruslah disesuaikan dengan jenis kecacatannya agar perlindungan terhadap anak dengan kecacatan dapat terwujud.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK ANAK DALAM KELUARGA POLIGAMI

PEMENUHAN HAK ANAK DALAM KELUARGA POLIGAMI

Namun pada umumnya, persoalan pengayoman anak kurang dianggap penting dalam pembicaraan-pembicaraan tentang poligami. Poligami selalu diukur dari kemampuan pelaku dalam hal material dan atau immaterial (kasih sayang) saja. Seringkali pula pelaku poligami disandarkan pada anggapan bahwa jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki, sehingga menjadi sangat alamiah jika laki-laki memiliki pasangan hidup lebih dari satu. Padahal jika melihat realita di masyarakat, banyak dijumpai para poligan yang istri kedua atau ketiga dan atau keempatnya terdiri dari perempuan yang masih perawan (belum punya anak) dan lebih muda bahkan lebih cantik. Dan masih banyak lagi alasan-alasan lain yang pada ujungnya menjustifikasi poligami sebagai kebolehan atau bahkan sunnah (anjuran), tanpa lebih jauh memandang kepentingan dan kesejahteraan anak yatim.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KUALITAS PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN ANAK [Compatibility Mode]

KUALITAS PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN ANAK [Compatibility Mode]

Pemenuhan Hak Anak Pada Masa Sekolah • Jaminan akses pendidikan dan keberlangsungan pendidikan • Jaminan pelayanan kesehatan dasar termasuk pemenuhan gizi • Jaminan dari perlakuan di[r]

7 Baca lebih lajut

PENUTUP  PEMENUHAN HAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK PENGUNGSI DI INDONESIA DITINJAU DARI KONVENSI HAKHAK ANAK.

PENUTUP PEMENUHAN HAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK PENGUNGSI DI INDONESIA DITINJAU DARI KONVENSI HAKHAK ANAK.

Pemenuhan hak pengungsi khususnya hak perlindungan merupakan kewajiban setiap negara. Pemenuhan itu sendiri membuktikan sebuah penghargaan besar terhadap Hak Asasi Manusia pengungsi itu sendiri. Dalam kaitannya dengan pemenuhan hak-hak pengungsi, khususnya hak perlindungan terhadap anak-anak pengungsi, pemerintah Indonesia masih belum memenuhi hak perlindungan terhadap anak-anak pengungsi. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh petugas-petugas di Ruang Detensi adalah bukti buruknya kegiatan pemenuhan hak oleh pemerintah Indonesia terhadap pengungsi khusunya anak-anak. Fasilitas-fasilitas yang terdapat di Ruang Detensi di Jakarta dimana para pengungsi beserta anak- anak mereka ditempatkan, masih dalam kondisi yang buruk dan tidak layak bagi pemenuhan hak anak. Anak-anak yang seharusnya dipelihara, dididik, dan dilindungi hak-haknya, sebaliknya mengalami perlakuan yang buruk oleh petugas-petugas di Ruang Detensi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Jalanan Dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Dikaitkan Dengan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Jalanan Dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Dikaitkan Dengan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Setiap anak jalanan memiliki hak yang sama dengan anak pada umumnya, salah satunya hak atas pelayanan kesehatan. Hingga kini, masih banyak anak jalanan yang sulit mengakses pelayanan kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji jaminan hukum terhadap hak anak jalanan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan memahami pemenuhan hak anak jalanan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan

1 Baca lebih lajut

PERAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGANANAK PROVINSI LAMPUNG DALAM MEWUJUDKAN PEMENUHAN HAK-HAK ANAK

PERAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGANANAK PROVINSI LAMPUNG DALAM MEWUJUDKAN PEMENUHAN HAK-HAK ANAK

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung adalah lembaga perlindungan anak yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 7 Tahun 2013.Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dibentuk untuk membantu Gubernur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, merumuskan strategi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui pemberian perlindungan. Meskipun ada lembaga semacam ini, namun tahun 2014 sampai 2015 masih banyak anak belum mendapatkan perlindungan. Anak balita terlantar 4695, anak terlantar 17636, anak berhadapan dengan hukum 1238, anak jalanan 937, anak kedisabilitas4338, anak korban tindak kekerasan 399,anak memerlukan perlindungan khusus 230. Untuk mengetahui peran Badan PPPA Provinsi Lampung dalam mewujudkan pemenuhan hak anak dan faktor penghambatnya, peneliti tertarik meneliti tentang “Peran Badan PPPA Provinsi Lampung dalam Mewujudkan Pemenuhan Hak- Hak Anak”.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMILIHAN GUBERNUR DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERIODE 2016-2021 (Studi Tentang Konflik antar Calon Gubernur)

PEMILIHAN GUBERNUR DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERIODE 2016-2021 (Studi Tentang Konflik antar Calon Gubernur)

Dengan adanya kondisi anak yang masi bermasalah di Kota Malang, melalui MAKOLA, Kota Malang bertekat untuk menjadikan kota yang layak terhadap anak. Salah satu yang direkomendasikan tim penilai untuk lebih dekat pada predikat tersebut Kota Malang harus melengkapi taman kotanya atau faslitas publiknya dengan ruang laktasi atau ruang ibu menyusui. tak hanya di taman- taman kota, namun juga di fasilitas publik lainnya seperti terminal, stasiun, pendidikan serta balaikota dan perkantoran pemerintah. Penyedian fasilitas publik di Malang bagi anak-anak di dasari dengan 31 indikator kota layak anak yang merupakan penjabaran dari 5 kluster hak-hak anak terlepas dari penguatan kelembagaan yang tertera dalam peraturan mentri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Indikator KLA dibuat dalam rangka untuk mengukur kabupaten/kota menjadi layak anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah, menetapkan 31 Indikator Pemenuhan Hak Anak yang sekaligus juga
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK KONSUMEN ANAK MELALUI KAWA

PEMENUHAN HAK KONSUMEN ANAK MELALUI KAWA

Hak-hak konsumen anak-anak tersebut nyatanya belum sepenuhnya terakomodir dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan juga Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain itu para pihak yang berkewajiban untuk memberi pemenuhan hak anak juga masih belum dilibatkan dalam upaya pemenuhan hak anak sebagai konsumen. Apabila kita melihat ketentuan dalam Undang-undang Perlindungan Anak, hak-hak anak tersebut seharusnya dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Bila dikaitkan antara hak anak sebagai konsumen maka hak-hak konsumen anak juga seharusnya memperoleh perlindungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Perlindungan konsumen juga sebenarnya menjadi tanggung jawab semua pihak yaitu pemerintah, pelaku usaha, organisasi konsumen, dan konsumen itu sendiri. 11 Berdasarkan hal tersebut maka jelas bahwa kedudukan konsumen anak dengan konsumen dewasa berbeda. Kedudukan konsumen yang masih anak-anak selayaknya memperoleh metode perlindungan yang berbeda dibandingkan dengan konsumen dewasa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENUTUP  REALISASI PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM MENANGANI ANAK YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN.

PENUTUP REALISASI PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM MENANGANI ANAK YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN.

pidana khususnya penganiayaan tersebut terpenuhi hak-haknya. KPAI terus memantau tumbuh kembang sang anak dan dalam pemenuhan hak-haknya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas menjamin pemenuhan hak anak seperti Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak, LPA maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pemenuhan hak anak tersebut. Pemantauan ini dilakukan dari awal KPAI menerima laporan mengenai adanya anak pelaku tindak pidana penganiayaan sampai anak itu dapat kembali dan diterima oleh masyarakat. B. Saran
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK-HAK ANAK USIA DINI MELALUI KAMPUNG RAMAH ANAK DI RW 05 KELURAHAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA.

PEMENUHAN HAK-HAK ANAK USIA DINI MELALUI KAMPUNG RAMAH ANAK DI RW 05 KELURAHAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA.

kampung ramah anak di Kampung Badran RW 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : ada beberapa faktor dipilihnya Kampung Badran RW 11 sebagai kampung ramah anak, diantaranya yaitu adanya potensi sebagai kampung hitam dari masyarakat umum yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan anak. Adanya permasalahan seperti anak putus sekolah, eksploitasi anak, kekerasan terhadap anak, serta sarana bermain yang kurang bagi anak. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan diantaranya peringatan hari besar nasional, sosialisasi pemenuhan hak anak, TPA sebagai kegiatan religi, dan lain-lain. Dampak positif adanya kampung ramah anak di Kampung Badran yaitu mulai berkurangnya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan, muncul identitas baru sebagai kampung yang responsif terhadap permasalahan anak. Dampak negatifnya yaitu bertambahnya beban tugas anak anggota patriot, selain harus mengerjakan tugas sekolah atau yang lainnya, mereka harus mengatur waktu untuk mempersiapkam kegiatan tiap bulannya.
Baca lebih lanjut

232 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN

Dalam mewujudkan terpenuhinya hak pada anak, Indonesia menerapkan program maupun kebijakan yang di dalamnya terkait dengan pemenuhan hak anak yaitu Kota Layak Anak (KLA). KLA merupakan istilah yang diperkenalkan pertama kali oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan tahun 2005 melalui kebijakan Kota Layak Anak. Karena alasan untuk mengakomodasi pemerintahan kabupaten, belakangan ini istilah Kota Layak Anak menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak dan kemudian disingkat menjadi KLA. Dalam kebijakan tersebut digambarkan bahwa KLA merupakan upaya pemerintahan kabupaten/kota untuk mempercepat implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan seperti kebijakan, institusi, dan program yang layak anak 4 . Perencanaan Kota Layak Anak (KLA) adalah salah satu upaya pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam memenuhi hak-hak anak yang juga merupakan bagian dari komunitas. Diperlukan partisipasi dari anak-anak agar perencanaan kota dengan konsep Kota
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

T1 312007037 BAB III

T1 312007037 BAB III

Pengungsi merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak kalah penting sebagai imbas dari kerusuhan. Situasi Pengungsian Malewa banyak anakanak pengungsi yang putus sekolah, dapat dikatakan sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena ketiadaan dana untuk biaya pendidikan. Menurut pendapat keluarga korban anak pasca konflik sampai saat ini tidak menerima apapun dari Pemda yang seharusnya berperan dalam mensejahterakan anak tetapi tidak nampak bantuan apapun untuk mensejahteraan anak, tetapi yang sudah berperan selama ini adalah LSM dalam pendampingan anakanak pasca konflik, oleh karena itu, anak tidak merasa terpenuhi hakhak nya yang seharusnya ia peroleh. Seperti hak dalam pendidikan, hak bermain, dan hak mendapatkan kesehatan. Sehingga anakanak pengungsi hak mereka terabaikan dan tidak terpenuhi. LSM yang sangat berperan dalam memberikan bantuan seperti sepatu, buku, dan baju. Demikian pula anakanak yang putus sekolah harus mencari sesuap nasi dengan kerja sampingan seperti berjualan
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK PENGUNGSI DI INDONESIA DITINJAU DARI KONVENSI HAKHAK ANAK.

PEMENUHAN HAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK PENGUNGSI DI INDONESIA DITINJAU DARI KONVENSI HAKHAK ANAK.

Realitas keadaan pelanggaran terhadap hak-hakanak di muka peta dunia ini masih belum menggembirakan. Penyiksaan atau penganiayaan kepada anak-anak dilakukan dengan berbagai macam bentuk yang dilakukan secara sengaja atau tak terelakan, atau karena situasi. Anak-anak itu mungkin menjadi korban dari klaim hak milik bersama dengan segala akibatnya, disia-siakan, diperas tenagannya atau untuk kepuasaan seks, diperlakukan dengan semena-mena, diperdagangkan dan diperjual-belikan, menjadi korban perang baik sebagai orang sipil maupun sebagai tentara di bawah umur, dan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh negara totaliter 1 . Dalam dasawarsa terakhir saja, kira-kira 1,5 juta anak terbunuh dalam konflik bersenjata, 4 juta lagi menjadi cacat kaki atau patah, buta dan mengalami kerusakan otak. Setidaknya 5 juta anak menjadi pengungsi, 12 juta lebih terpisah dari masyarakat, lebih banyak lagi menderita sakit, kekurangan gizi, dan pendidikan terlantar 2 . Anak seharusnya mendapatkan pemeliharaan dan perlindungan khusus dimana dia sangat bergantung pada bantuan dan pertolongan orang dewasa
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Peranan Saki ( Sanggar Anak Kampung Indonesia ) Dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak Di Kampung Ledok Tukangan Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Peranan Saki ( Sanggar Anak Kampung Indonesia ) Dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak Di Kampung Ledok Tukangan Yogyakarta

memberikan fasilitas untuk menunjangnya. Namun tak semua anak dapat menkmati fasilitas tersebut, bahkan dibeberapa tempat sepertinya fasilitas-fasilitas untuk anak-anak masih minim. Kampung ini memang letaknya tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal karena kondisi tempat yang terlalu padat membuat anak- anak kurang memiliki lahan untuk bermain, dan lagi kondisi psikologis bagi anak- anak sangat terganggu karena tidak sedikit orang dewasa yang tidak mneghormati hak anak tersebut. Secara kasat mata banyak pelanggaran-pelanggaran kerap terjadi, hal-hal yang seharusnya tindak diperlihatkan didepan anak kecil terkadang diperlihatkan, hal ini yang dianggap sebagai melanggar hak anak. Kelompok yang kemudian membawa solusi untuk lingkungannya, sekumpulan anak muda yang sadar akan keberlangsungan kehidupan yang sehat baik secara fisik maupun psikologis bagi anak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK DIDIK PERMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK YOGYAKARTA.

PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK DIDIK PERMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK YOGYAKARTA.

yang bersangkutan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan pemuda. Seorang anak yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun dan belum selesai menjalani pidana, akan di pindahkan ke Rumah Tahanan Negara dewasa dengan memperhatikan kesinambungan pembinaan anak, yang berarti hak anak tetap di pertimbangkan keutamaannya dan juga asas kepentingan dalam bidang pendidikan harus tetap dipenuhi bagi narapidana anak di dalam Rumah Tahanan Negara, karena Rumah Tahanan Negara anak menjadi acuan bagi perkembangan narapidana anak baik dalam hal jasmani, rohani, maupun pendidikan. Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, BAB VIII mengatur secara khusus tentang Rumah Tahanan Negara Pasal 21 ayat (1) Rutan dikelola oleh Departemen Kehakiman. Ayat (2), bahwa tanggung jawab juridis atas tahanan ada pada pejabat yang menahan sesuai dengan tingkat pemeriksaan. Ayat (3) bahwa tanggung jawab atas fisik kepada tahanan ada pada Rutan. Ayat (4) diatur tanggung jawab atas perawatan kesehatan tahanan ada pada dokter yang ditunjuk oleh mentri.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...