Pemerintah Korea Selatan

Top PDF Pemerintah Korea Selatan:

STRATEGI PEMERINTAH KOREA SELATAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH VISITOR ARRIVALS SKRIPSI

STRATEGI PEMERINTAH KOREA SELATAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH VISITOR ARRIVALS SKRIPSI

Pada tahun 1997 krisis ekonomi melanda Asia, dan Korea Selatan merupakan salah satu Negara yang terkena dampak dari krisis ekonomi global tersebut. Pada saat krisis tersebut timbul sebuah kekhawatiran dari para investor untuk berinvestasi lebih lanjut di Korea Selatan. Krisis ini juga telah menyebabkan masalah pengangguran yang serius dan juga menyebabkan kesulitan sosial serta ekonomi Korea Selatan. Kemudian Korea Selatan meminjam bantuan dana kepada International Monetary Fund (IMF) yaitu sebesar US $56 Milyar. Korea Selatan berusaha untuk melunasi hutangnya dengan melakukan ekspor yang bisa dibilang besar-besaran, yang dapat membuat hutangnya terlunasi. 1 Dari adanya latar belakang ekonomi tersebut, pemerintah Korea Selatan mulai berusaha untuk mengembangkan adanya budaya sebagai salah satu alat diplomasi Korea Selatan. Korean wave yaitu suatu fenomena budaya di Korea Selatan yang meliputi tarian, drama Korea, makanan, musik dan lain-lain. 2 Kemunculan Korean wave menjadi salah satu hal yang terpenting bagi Korea Selatan, kemajuan akan budaya Korea Selatan hingga menjadi budaya populer yang membuat Korean wave menjadi salah satu tujuan utama pemerintah dalam rencana kebijakan diplomasi Korea.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMERINTAH KOREA SELATAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH VISITOR ARRIVALS.

STRATEGI PEMERINTAH KOREA SELATAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH VISITOR ARRIVALS.

Image sangat perlu dimiliki oleh suatu Negara dalam upaya untuk membentuk power. Dampak dari adanya nation brand suatu Negara yaitu, nation brand yang berhasil meningkatkan citra suatu Negara yang dapat meningkatkan ekonomi. Dengan nation brand image, Hal tersebut dapat meningkatkan pariwisata, menarik investasi asing lebih banyak dan juga meningkatkan nilai dan arus ekspor dari Negara tersebut. 120 Suatu Image yang membuat ketertarikan tersendiri dari Negara lain yang menjadikan hal tersebut sebagai salah satu bentuk identitas Negara tersebut dimata dunia internasional. Peningkatan dan penciptaan national brand image Korea Selatan bertujuan untuk memperbaiki citra Korea Selatan di mata Negara-negara internasional dan juga meningkatkan daya saing Korea dalam ekonomi global. Pemerintah Korea Selatan mulai melakukan soft power guna mencapai tujuan negaranya, yaitu dengan Diplomasi Publik. Dengan melakukan diplomasi publiknya, Korea Selatan melakukan hubungan dengan negara luar melalui budaya Korean Pop atau Korean wave sebagai salah satu cara alternatifnya. Pemerintah Korea telah berusaha untuk mempertahankan dengan mensubsidi biaya produksi beberapa drama                                                             
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM BIDANG PENGIRIMANAN TENAGA KERJA KE KOREA SELATAN

PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM BIDANG PENGIRIMANAN TENAGA KERJA KE KOREA SELATAN

Kesepakatan bersama pengiriman tenaga kerja Indonesia melalui MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan merupakan langkah positif yang diambil pemerintah dalam mencegah terjadinya persoalan baru Tenaga Kerja Indonesia didalam negeri atau di negara Korea Selatan. Peneliti menyarankan kepada pemerintah, akses informasi yang baik dan jelas dapat diterima oleh calon Tenaga Kerja Indonesia sampai ke daerah asal.

2 Baca lebih lajut

LOGIKA DILEMA KEAMANAN ASIA TIMUR DAN RA (1)

LOGIKA DILEMA KEAMANAN ASIA TIMUR DAN RA (1)

Kuantitas dan kualitas sistem persenjataan telah menjadi hal yang menentuka n keunggulan bagi Korea Selatan atas sistem persenjataan Korea Utara. Modernisasi yang dilakukan Korea Selatan akibat dari pertumbuhan dan akselerasi ekonomi telah membuat kapabilitas militernya jauh menggungguli Korea Utara. Sebaliknya, instabilitas ekonomi telah memberikan pengaruh signifikan bagi lambatnya modernisasi sistem pertahanan dan militer Korea Utara. Selain itu, kerja sama aliansi keamanan dengan Amerika Serikat telah membuat kapabilitas militer Korea Selatan menjadi semakin kuat (Suh, 2007). Namun dengan pengembangan senjata nuklir dan rudal kini telah menjadikan militer Korea Utara menjadi sedikit lebih unggul (Park, 2001). Perbedaan kekuatan tersebut kemudian menjadikan Korea Utara selalu bersikap waspada sehingga Korea Utara memutuskan untuk tetap berinvestasi pada pengembangan senjata nuklir. Meskipun mengalami permasalahan ekonomi, Korea Utara tidak selalu menerima kebijakan bantuan insentif ekonomi dari negara lain sebagai bentuk kompensasi atas non-proliferasi program nuklirnya. Kebijakan bantuan ekonomi selalu ingin diupayakan negara-negara lain di kawasan, agar Korea Utara meninggalkan program nuklirnya. Kebijakan tersebut selama ini tidak dapat menghasilkan kesepakatan yang maksimal, karena bagi Korea Utara, mempertahankan keamanan nasional lebih penting daripada kesejahteraan ekonomi (Choi, 2013).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Pelayan Khusus di GBKP

Hubungan Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Pelayan Khusus di GBKP

Penelitian mengenai psychological well-being (dalam Ryff, 1995) yang dilakukan di Amerika dan Korea Selatan menunjukkan bahwa responden di Korea Selatan memiliki skor yang lebih tinggi pada dimensi hubungan positif dengan orang lain dan skor yang rendah pada dimensi penerimaan diri. Hal ini dapat disebabkan oleh orientasi budaya yang lebih bersifat kolektif dan saling ketergantungan. Sebaliknya, responden Amerika memiliki skor yang tinggi dalam dimensi pertumbuhan pribadi (untuk responden wanita) dan dimensi tujuan hidup (untuk responden pria), serta memiliki skor yang rendah dalam dimensi otonomi, baik pria maupun wanita. 2. Dukungan Sosial
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

MAKALAH PERANG KOREA SELATAN DAN KOREA U (1)

MAKALAH PERANG KOREA SELATAN DAN KOREA U (1)

Sekutu Korea Utara, seperti Republik Rakyat Tiongkok, menyediakan kekuatan militer, sementara Uni Soviet yang menyediakan penasihat perang dan pilot pesawat, dan juga persenjataan, untuk pasukan Tiongkok dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisional di bawah bendera PBB daripada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan kongres mengumumkan perang. 25 Juni 1950 - artileri telah diluncurkan, tank-tank dan pasukan infanteri Tentara Korea Utara mulai menyerang Korea Selatan, sebuah kawasan di selatannya berseberangan haluan secara politik, yang hanya dipisahkan garis imajiner 38˚. 4 Januari 1951 - Tentara Korea Utara yang dibantu Cina berhasil menguasai Seoul. 27 Juli 1953 - Amerika Serikat, RRC, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan saat itu, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Secara resmi, perang ini belum berakhir sampai dengan saat ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PUSAT KEBUDAYAAN KOREA DI JAKARTA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) BAB IV fix

PUSAT KEBUDAYAAN KOREA DI JAKARTA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) BAB IV fix

b. Tujuan Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta adalah untuk memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata negara Korea Selatan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan kepada masyarakat Kota Jakarta pada khususnya. Serta bertujuan untuk mempererat hubungan kerjasama kedua negara dalam bidang Budaya dan Pariwisata.

2 Baca lebih lajut

Konsep Pendidikan Di Korea Selatan | Karya Tulis Ilmiah

Konsep Pendidikan Di Korea Selatan | Karya Tulis Ilmiah

bertahun-tahun, siswa pergi ke sekolah dari jam 8 pagi sampai lewat tengah malam. Hal ini dikarenakan setelah selesai sekolah, mereka harus menghadiri pendidikan khusus untuk mencoba untuk meningkatkan kinerja akademis mereka. Mereka diprioritaskan untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang sangat ketat, yang banyak mendukung masa depan mereka. Di Korea, jika Anda masuk sebuah universitas bergengsi, Anda akan memperoleh kesempatan yang baik untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang baik. Seorang anak memasuki Universitas yang baik tidak hanya menjamin keadaan ekonomi individunya, tetapi juga mencerminkan reputasi orang tua anak. Dalam budaya Korea, pertimbangan yang paling penting bagi seorang pimpinan bukan kepribadian atau pengalaman kerja, melainkan di Universitas apa orang tersebut belajar. Korea memiliki tingkat kelulusan SMA 97%, ini adalah yang tertinggi tercatat di negara-negara maju. Sangat menarik untuk dicatat bahwa 80% sekolah-sekolah di korea memperolehkan hukuman fisik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Diplomasi Budaya Korea Selatan dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia

Diplomasi Budaya Korea Selatan dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Korea Selatan berupaya dengan mempromosikan kebudayaan Korea Selatan melalui peningkatan tingkat pemahaman terhadap Korea Selatan dan mengupayakan kepentingan ekonominya melalui Hallyu. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Professor (Emiritus), Hankuk University of Foreign Studies Seoul Prof. Yang Seung Yoon. Dalam melakukan diplomasi budaya di Indonesia, secara umum Korea Selatan melakukannya dengan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur formal. Pada Jalur ini Korea Selatan bekerjasama dengan pihak pemerintah dan para edukasional. Peran- peran kelompok edukasional seperti mahasiswa, dosen, pengajar, guru, murid, serta sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia diharapkan dapat mempengaruhi pemerintah sehingga menghasilkan kebijakan-kebijakan yang dapat mempererat hubungan kedua negara. Beberapa contoh dari kegiatan yang telah dilakukan oleh aktor-aktor ini adalah bentuk kerjasama yang umum antara universitas di Indonesia dan universitas di Korea adalah dalam bentuk sister university. Kerjasama sister university yang ada, menurut data KBRI Seoul, saat ini antara lain:
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

Diplomasi Budaya Korea Selatan dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia

Diplomasi Budaya Korea Selatan dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Korea Selatan berupaya dengan mempromosikan kebudayaan Korea Selatan melalui peningkatan tingkat pemahaman terhadap Korea Selatan dan mengupayakan kepentingan ekonominya melalui Hallyu. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Professor (Emiritus), Hankuk University of Foreign Studies Seoul Prof. Yang Seung Yoon. Dalam melakukan diplomasi budaya di Indonesia, secara umum Korea Selatan melakukannya dengan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur formal. Pada Jalur ini Korea Selatan bekerjasama dengan pihak pemerintah dan para edukasional. Peran- peran kelompok edukasional seperti mahasiswa, dosen, pengajar, guru, murid, serta sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia diharapkan dapat mempengaruhi pemerintah sehingga menghasilkan kebijakan-kebijakan yang dapat mempererat hubungan kedua negara. Beberapa contoh dari kegiatan yang telah dilakukan oleh aktor-aktor ini adalah bentuk kerjasama yang umum antara universitas di Indonesia dan universitas di Korea adalah dalam bentuk sister university. Kerjasama sister university yang ada, menurut data KBRI Seoul, saat ini antara lain:
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA INTERNASIONAL KE KOREA SELATAN

DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA INTERNASIONAL KE KOREA SELATAN

Dalam tesis ini, peneliti memanfaatkan hallyu (istilah kepopuleran budaya Korea Selatan berupa, drama serial televise, film, musik (Boyband dan Girlband) dan budaya lainnya, dengan penyebaran produk-produk budaya Korea melalui media visual, khususnya drama televisi diterima secara universal dan mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat kawasan Asia Timur, sehingga pemerintah Korea Selatan menjalankan diplomasi publik yang cenderung melakukan pendekatan langsung pada masyarakat di negara-negara kawasan Asia Timur (people to people). Hallyu bisa memberikan pandangan yang lebih baik mengenai Korea Selatan, baik mengenai visi dan misinya, cara hidupnya, serta nilai-nilai budayanya yang berimplikasi bagi peningkatan soft power Korea Selatan dilihat dari hubungan Korea Selatan dengan Negara-negara di Kawasan Asia Timur bidang sosiokultural dan ekonomi. Demi tercapainya kepentingan
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Aliansi Militer Dan Keamanan Amerika Serikat-Korea Selatan Pasca Perang Dingin Dan Pengaruhnya Di Kawasan Asia Timur | Gusfianda | GLOBAL INSIGHT JOURNAL 936 2994 1 PB

Aliansi Militer Dan Keamanan Amerika Serikat-Korea Selatan Pasca Perang Dingin Dan Pengaruhnya Di Kawasan Asia Timur | Gusfianda | GLOBAL INSIGHT JOURNAL 936 2994 1 PB

Korea Utara Merespon dengan mengembangkan senjata nuklir sebagai bentuk ancaman langsung ( direct threat ) terhadap Amerika Serikat. Pengembangan program senjata nuklir Korea Utara merupakan hasil dari tidak berjalannya konstruksi sosial di kawasan sebagai akibat pecahnya perang Korea.Hal tersebut memunculkan persepsi ancaman masing-masing pihak yang bertikai Korea Utara dan Korea Selatan yang juga melibatkan dua kekuatan global yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dari fenomena tersebut membentuk identitas relasi antar aktor di kawasan kearah pola pemusuhan termasuk didalamnya Cina yang nota bene merupakan sekutu Korea Utara dan Amerika Serikat sebagai aktor di luar kawasan yang mendukung Korea Selatan 14 . Korea utara menjanjikan “tanggapan fisik“ atas latihan militer yang digelar oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan di sekitara kawasan Asia Timur. Komentar ini muncul pada saat menteri luar negeri bertemu di Hanoi, Vietnam, dalam Forum Kawasan ASEAN. Juru bicara delegasi Korea Utara dalam forum tersebut yaitu Ri Tong-il mengatakan “latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan merupakan contoh dari diplomasi kapal perang pada masa abad 19”, dan dia menambahak an “ini abad baru dan negara -negara Asia membutuhkan
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

97 fakta menarik tentang korea selatan.d

97 fakta menarik tentang korea selatan.d

71. Hari Valentine di Korea Selatan dirayakan dengan dua hal, yaitu hari dimana seorang wanita ingin memperlihatkan rasa cintanya kepada kekasihnya dengan memberikan cokelat dan hari memberikan hadiah buat suaminya atau pacarnya. Pada tanggal 14 Maret, warga Korea Selatan juga merayakan White Day (Hari Putih), dimana seorang lelaki akan mendapat bingkisan hadiah berupa cokelat dan lainnya dari kekasihnya, sebagai kebalikan dari Hari Valentine. Faktanya, tanggal 14 setiap bulannya

23 Baca lebih lajut

T1__BAB VI Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Relevansi Sistem Wajib Militer Korea Selatan sebagai Alat Pertahanan Nasional Korea Selatan T1  BAB VI

T1__BAB VI Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Relevansi Sistem Wajib Militer Korea Selatan sebagai Alat Pertahanan Nasional Korea Selatan T1 BAB VI

Korea Selatan mengalami banyak transformasi di berbagai situasi dan kondisi namun dalam arus tersebut, sistem wajib militer Korea Selatan masih dipertahankan oleh pemerintah Korea Selatan hingga saat ini. Sistem wajib militer yang masih terus dipertahankan oleh Korea Selatan hingga saat ini didorong oleh berbagai faktor. Pada masa kemunculannya sistem wajib militer Korea Selatan didorong oleh faktor ekonomi, faktor keamanan dan faktor nasionalisme bangasa Korea saat itu. Namun, seiring kemajuan Korea Selatan saat ini faktor- faktor pendorong tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi Korea Selatan saat ini. Ancaman kemiskinan dan kekerasan perang tidak lagi dirasakan oleh masyarakat Korea Selatan saat ini, karena Korea Selatan saat ini telah menjadi negara maju yang dapat dilihat dari kenaikan tingkat ekonomi dan HDI serta mendunianya budaya Kpop saat ini. Akan tetapi Korea Selatan tetap mempertahankan sistem wajib militer di negaranya. Pada kemajuan Korea Selatan saat ini, terdapat faktor-faktor baru yang lebih relevan yang menyebabkan sistem wajib militer tetap dipertahankan hingga saat ini.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S SOS 1202390 Bibliography

S SOS 1202390 Bibliography

Salam, Ibnu Ivan. (2012). Hubungan Antara Terpaan Drama Korea di Telebisi dengan Gaya Hidup Penonton. Universitas Padjajaran. (Jurnal Online) Vol. 1, No. 01, Hlm. 1-16. Tersedia : http ://journals.unpad.ac.id. Sue Jin, Lee. (2011). The Korean Wave : The Seoul of Asia. Stategic

5 Baca lebih lajut

Konsep Pendidikan Di Korea Selatan

Konsep Pendidikan Di Korea Selatan

Adapun penilaian dalam memasuki universitas ialah kombinasi dari pencapaian selama masa SMA digabungkan dengan nilai ketika tes skolastik secara nasional (Su-Neung), agak berbeda dengan negara kita yang menilai hanya dari hasil SNMPTN saja. Rapor ketika SMA menyumbang 40% dalam penentuan kelulusan. Akan tetapi, karena ujian di sekolah juga sama pentingnya dengan ujian untuk memasuki universitas, maka pelajar di sana tidak memiliki waktu untuk bersantai. Menurut statistik, pelajar di Korea harus menghafal 60 hingga 100 halaman setiap kali tes untuk bisa mendapat nilai bagus.

6 Baca lebih lajut

Sesuaikah Democratic Peace dalam Krisis

Sesuaikah Democratic Peace dalam Krisis

Pada saat ini semenanjung Korea terbagi menjadi dua Negara yakni Korea Selatan dan Korea Utara yang disebabkan oleh berakhirnya perang dunia ke II. Konflik di semenanjung Korea terjadi sejak 25 Juni 1950 yang pada awalnya hanya diawali oleh dua Negara yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Alasan mendasar penyebab terjadinya konflik ini ialah perbedaan ideologi serta isu perbatasan yang menjadi isu yang sangat sensitif antara kedua wilayah ini, mengingat pembatas wilayah bagi kedua Negara ini bukan dianggap sebagai perbatasan antar negara.Kemudian ketegangan di semenanjung Korea ini semakin lama semakin panas dan genting keadaannya. Hal ini dibuktikan dengan ancaman yang dikeluarkan oleh pihak Korea Utara terhadap Pihak Korea Selatan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sejarah korea selatan dan korea joseon

Sejarah korea selatan dan korea joseon

Pada 1880, perebutan kekuasaan pengadilan sudah tidak menjadi masalah besar bagi negara dan mengambil aspek internasional .Sebagai sebuah negara yang baru muncul, Jepang mengalihkan perhatian ke arah Korea. Itu penting bagi Jepang, dalam rangka melindungi kepentingan dan keamanan sendiri, baik lampiran Korea sebelum jatuh mangsa (atau dianeksasi) berkuasa lain atau untuk memastikan independensi yang efektif dengan membuka sumber daya dan reformasi administrasi. Sebagai salah satu negarawan Jepang mengatakan, Korea adalah "panah menunjuk jantung Jepang". Jepang merasa bahwa kekuatan lain memiliki kehadiran militer di semenanjung Korea akan merugikan keamanan nasional Jepang, dan Jepang memutuskan untuk mengakhiri hak kedaulatan Tiongkok berusia berabad-abad atas Korea. Selain itu, Jepang menyadari bahwa deposit batubara dan bijih besi Korea akan menguntungkan semakin berkembang basis industri Jepang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Diplomasi Publik Republik Korea Selatan melalui Hallyu/Korean Wave Terhadap Perekonomian Republik Korea Selatan

Diplomasi Publik Republik Korea Selatan melalui Hallyu/Korean Wave Terhadap Perekonomian Republik Korea Selatan

Korean wave atau hallyu merupakan kebudayaan pop culture yang berasal dari Republik Korea Selatan. Hampir sama dengan pop culture dari amerika serikat, Korean wave juga menjual prodak-prodak kebudayaan melalui film, musik, drama dan kebiasaan dengan memadukan unsur tradisional serta modern di dalamnya. Penyebaran produk budaya korea melaui Korean Wave atau hallyu sudah merambah ke pasar dunia, dimana saat ini hampir di seluruh penjuru dunia menikmati budaya pop ini. Budaya dalam suatu negara meliputi film, musik, tarian-tarian, fotografi, makanan, dan sebagainya adalah hal yang bisa untuk dibungkus secara atraktif atau menarik dan mudah mendapat perhatian dari masyarakat nasional maupun Internasional, dan dapat dipercaya melalui diplomasi budaya, hubungan yang lebih baik dengan negara lain, kerjasama, yang tentunya akan bisa memberikan keuntungan di berbagai aspek akan mudah dijalin. 1
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pembangunan ekonomi Korea Selatan pada masa pemerintahan Park Chung-Hee (1963-1979)

Pembangunan ekonomi Korea Selatan pada masa pemerintahan Park Chung-Hee (1963-1979)

Ira Ayu Dwi Agustina. K4410029. PEMBANGUNAN EKO NOM I K OREA SELATAN PADA M ASA PEMERINTAH AN PARK CHUNG-H EE (1963- 1979). Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2014.

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...