Pemikiran Modern Dalam Islam

Top PDF Pemikiran Modern Dalam Islam:

sejarah pemikiran modern dalam islam

sejarah pemikiran modern dalam islam

Sejak Napoleon menduduki Mesir, umat Islam mulai merasakan dan sadar akan kelemahan dan kemundurannya, sementara mereka juga merasa kaget dengan kemajuan yang telah dicapai Barat. Gelombang ekspansi Barat ke negara-negara muslim yang tidak dapat dibendung itu memaksa para pemuka Islam untuk mulai berpikir guna merebut kembali kemerdekaan yang dirampas. Salah seorang tokoh yang pemikirannya banyak mengilhami gerakan-gerakan kemerdekaan adalah Sayd Jamaluddin Al Afghani. Ia dilahirkan pada tahun 1839 di Afghanistan dan meninggal di Istambul 18973. Pemikiran dan pergerakan yang dipelopori Afghani ini disebut Pan-Islamisme, yang dalam pengertian luas berarti solidaritas antara seluruh umat muslim di dunia internasional.Tema perjuangan yang terus menerus dikobarkan oleh Afghani dalam kesempatan apa saja adalah semangat melawan kolonialisme dengan berpegang kepada tema- tema ajaran Islam sebagai stimulasinya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SEJARAH PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM

SEJARAH PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM

Sejalan dengan Fatwa Majelis Syura Msyumi, M. Isa Anshary, fungsionaris DPP Masyumi dan aktivis Front Anti Komunis, merinci bahaya Komunisme bagi umat Islam. 116 Bahaya tersebut antar lain pertama , bahwa Komunisme di bangun atas filsafat hidup yang baru selesai, yaitu materialisme historis yang sangat bertentangan dengan fitrah kemanusiaan dan aturan alam besar ini. Kedua, materialisme ini pada dasarnya menolak adanya Tuhan, wahyu dan Nabi. Ketiga , implikasi penolakan adanya Tuhan adalah Komunisme menjadi anti agama. Keempat , implikasi materialisme historis adalah berlakunya hukum rimba dengan adagium “apa yang kamu rampas itulah hakmu”. Kelima , Komunisme dibangun tanpa moral karena moral kesusilaan hanyalah pagar bagi kaum borjuis untuk mengekalkan kekuasaanya. Keenam , marxisme mempergunakan pertentangan antar kelas (antar golongan) yang berbeda untuk mencapai tujuanya, yaitu masyarakat tanpa kelas. Ketujuh , kekuasaan diktator-proletariat pada dasarnya adalah pemerintah teror yang didasarkan pada kekuatan, ancaman dan ketakutan serta tegak dengan penuh kecurigaan dan kecemburuan antar kelas. Kedelapan , Komunisme merupakan neraka dunia karena hak milik perseorangan ditiadakan dengan jalan paksa-kekerasan, sehingga manusia sebagai pibadi termpas kemerdekaanya. Kesembilan , Komunisme pda dasarnya anti demokrasi karena tidak diakuinya perbedaan tafsirbdan kebebasan berpendapat. Kesepuluh, Komunisme adalah anti nasionalis karena berkiblat dan mengabdi untuk kepentingan Moscow sebagai induk Komunisme dunia. Kesebelas, Komunisme pada dasaranya adalah imperialisme baru karena revolusi dunia yang di idam-idamkan oleh kaum
Baca lebih lanjut

354 Baca lebih lajut

PANDANGAN NURCHOLISH MADJID TENTANG ISLAM MODERN DI INDONESIA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PANDANGAN NURCHOLISH MADJID TENTANG ISLAM MODERN DI INDONESIA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Modernisme adalah sebuah paham atau gerakan yang bersifat “berkemajuan” yang dianut oleh sebuah komunitas muslim, meliputi kemajuan dari segi aspek pemikiran, sosial, ekonomi, maupun politik. Islam modern merupakan sebuah pemikiran keagamaan yang menafsirkan Islam secara konteks rasional untuk disesuaikan dengan kondisi zaman. Istilah Islam modern sudah menjadi adjektiva tersendiri dalam peta pemikiran Islam kotemporer. Pemberian adjektiva terhadap kata Islam termasuk muslim modernis yang telah banyak digunakan oleh pemikiran modern. Dengan tujuan untuk memahami khazanah pemikiran yang dikembangkan beberapa organisasi keislaman di Indonesia. Kemudian Istilah muslim modernis sesungguhnya merupakan sebagian manifestasi dari “Islam sejarah” atau “Islam realita” sering dipisahkan atau dibedakan dari “Islam normatif” atau “Islam identitas”. Artinya, senantiasa ada jarak antara Islam sebagai prinsip ideal dan Islam sebagai bagian dari revolusi kaum muslim yang plural (majemuk) secara sosiologis dan kultural. (Hilman Latif, 2010 : 72).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Konstelasi pemikiran pedagogik Syed Muhammad Naquib Al-Attas perspektif pendidikan Islam modern

Konstelasi pemikiran pedagogik Syed Muhammad Naquib Al-Attas perspektif pendidikan Islam modern

sekularisme, terbitan Pustaka Bandung, yang sangat populer pada tahun 80-an, Islam dan Filsafat Sains terbitan Mizan, atau Konsep Pendidikan Islam, pasti mengenalnnya. Namun, sisi penting sosok Al-Attas sebagai pemikir Muslim terkemuka dan pembaharu pemikiran Islam tidak dapat ditangkap hanya dari karya-karya yang telah diterjemahkan tersebut. Sosoknya sebagai pemikir dan pembaharu di Dunia Islam sebenarnya tercermin dari gagasan perlunya islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer yang kemudian dipopulerkan oleh Ismail Raji Al- Faruqi 8 . Gagasannya bukan tanpa konsep, melainkan justru merupakan titik kulminasi beberapa pemikiran konseptualnya yang kemudian dikumpulkan dalam karyanya, Prolegomena to the Metaphysich of Islam. Bahkan, yang lebih menarik lagi, karena kepeduliannya yang sangat kuat terhadap kemunduran umat Islam, gagasan dan pemikiran konseptualnya diimplementasikan ke dalam lembaga pendidikan bertaraf internasional. 9 Inilah substansi dari skripsi yang penulis tuangkan ini, yakni mengungkap pemikiran-pemikiran cemerlang Al-Attas tentang pendidikan Islam dan relevansinya dengan pendidikan Islam modern.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN NIDHAL GUESSOUM DALAM INTEGRASI ISLAM DAN SAINS MODERN:  Pemikiran Nidhal Guessoum Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern: Implementasi Pada Pengembangan Modul Ajar IPA Untuk Kelas VII Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

PEMIKIRAN NIDHAL GUESSOUM DALAM INTEGRASI ISLAM DAN SAINS MODERN: Pemikiran Nidhal Guessoum Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern: Implementasi Pada Pengembangan Modul Ajar IPA Untuk Kelas VII Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Segala puji bagi Allah T a’ala yang melimpahkan rahmat dan pertolongan - Nya sehingga dapat dituntaskan penelitian tesis ini. Selama proses penyusunannya selalu teriring harapan hanya untuk meraih keridhaan-Nya, sekaligus berharap menjadi sebentuk sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi umat.

19 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN NIDHAL GUESSOUM DALAM INTEGRASI ISLAM DAN SAINS MODERN:  Pemikiran Nidhal Guessoum Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern: Implementasi Pada Pengembangan Modul Ajar IPA Untuk Kelas VII Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

PEMIKIRAN NIDHAL GUESSOUM DALAM INTEGRASI ISLAM DAN SAINS MODERN: Pemikiran Nidhal Guessoum Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern: Implementasi Pada Pengembangan Modul Ajar IPA Untuk Kelas VII Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dengan tadabbur, juga diharapkan al- Qur’an lah yang menjadi spirit atau motivasi peserta didik dalam melakukan pengamatan dan penelitian ilmiah, sebagaimana para ulama dan cendekiawan polymath (pakar/ahli pada banyak bidang keilmuan) di masa klasik melakukan penelitian sebab terinspirasi dari ayat-ayat al- Qur’an yang dikajinya. Untuk menerapkan tadabbur dalam pengembangan modul ajar maupun pengajaran di dalam kelas, dibutuhkan literatur pendukung berupa mu ṡ haf al- Qur’an, kitab tafsir misalnya Kitab Tafsir Ibnu Katsir, kitab- kitab sains karya para saintis Muslim masa klasik, dan buku-buku sains modern yang disusun ulang oleh para saintis Muslim kontemporer.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN ISLAM MODERN PENDAHULUAN - Makalah Pemikiran Islam Modern.

PEMIKIRAN ISLAM MODERN PENDAHULUAN - Makalah Pemikiran Islam Modern.

Khazanah pemikiran Islam pasca kodifikasi hingga masa kini merupakan citra, sekaligus manifestasi dari sejarah panjang dari pergulatan intelektual Muslim, baik pada ranah filsafat, ideologi, teologi, hukum serta bidang-bidang lain. Mennurut Abid al-Jabiri, berdasarkan konteks geografis, khazanah pemikiran Islam dapat dibedakan menjadi dua wilayah, yaitu Timur (al-Masyriq) dan Barat (al-Maqrib).

7 Baca lebih lajut

TAP.COM -   1 TREN LIBERALISME DALAM PEMIKIRAN ISLAM OLEH BIYANTO ...

TAP.COM - 1 TREN LIBERALISME DALAM PEMIKIRAN ISLAM OLEH BIYANTO ...

Adanya kesan kontradiksi dalam peristilahan Islam liberal juga dapat muncul jika diajukan pertanyaan; dapatkah Islam itu dipersandingkan dengan liberal? Sebab, Islam secara lugha> wi> y berarti pasrah atau tunduk kepada Allah dan terikat dengan ketentuan syari’ah yang dibawa oleh Rasul Saw. Dalam perspektif ini jelas Islam tidak bebas. Menjawab problem terminologis ini, Kurzman dengan mengutip pendapat Asaf ‘Ali Asghar Fyzee (1899-1981) yang menyatakan, “Kita tidak perlu menghiraukan nomenklatur, tetapi jika sebuah nama harus diberikan kepadanya, marilah kita sebut itu Islam liberal.” 8 Bahkan Fyzee menamakan Islam liberal dengan sebutan “Islam Protestan”. Dengan istilah Islam Protestan, Fyzee menyampaikan pesan perlunya menghadirkan wajah Islam yang lain, yaitu Islam yang non-ortodoks; Islam yang kompatibel terhadap perubahan zaman; dan Islam yang berorientasi ke masa depan dan bukan ke masa silam. 9 Meski demikian harus juga diakui bahwa istilah Islam liberal ini bagi sebagian kalangan seringkali mengandung konotasi negatif, dimana ia diasosiasikan dengan dominasi asing, kapitalisme tanpa batas, kemunafikan yang mendewakan kebenaran, dan permusuhan kepada Islam.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN TASAWUF HAMKA DALAM KEHIDUPAN MODERN

PEMIKIRAN TASAWUF HAMKA DALAM KEHIDUPAN MODERN

Tasawuf modern Hamka sangat penting artinya bagi dunia saat ini, karena masyarakat telah terperangkap dalam pola pikir rasional dan mencampakkan dimensi batin, hingga melahirkan gaya hidup yang materialis dan hidonis, dalam arti masyarakat hanya berfikir kehidupan duniawi semata tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi, akibatnya berbagai penyimpangan kemanusian terjadi disegala sektor kehidupan, seperti; koropsi, penindasan terhadap kaum lemah, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, eksploitasi sumberdaya alam hingga menimbulkan kerusakan lingkungan, dekadensi moral dan lain sebagainya. Disisi lain ada sebagian orang yang terlalu terlena dengan tradisi mistik sufistik, mereka meyakini dengan meninggalkan kehidupan dunia akan mendapatkan kebahagian batin yang akhirnya menghantarkan mereka pada singgasana kemuliaan kelak di akhirat, dari pemahaman ini mereka tidak mautau terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka acuh terhadap hirukpikuk keramaian zaman, karena mengurusi yang demikian dianggap sebagai kesiasiaan belaka. Melihat gejala seperti itu, tasawuf modern Hamka layak dijadikan rujukan dalam kehidupan yang delematis tersebut, karena itu pemikiran tasawuf hamka, mampu memberikan pemahaman untuk mengatasi krisis spiritual manusia modern dan dampak yang ditimbulkan, tawaran tasawuf terhadap kebutuhan spiritual manusia modern, tasawuf sebagai instrumen pembinaan moral manusia modern, serta integrasi syari’ah dan tasawuf sebagai wujud sufistik modern.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

RELASI KUASA ISLAM DAN NEGARA INDONESIA

RELASI KUASA ISLAM DAN NEGARA INDONESIA

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kaum menjadikan fithrah sebab basis epistemologi, tidak hanya bertujuan untuk mencari harmoni antar nalar dan wahyu tetapi juga memberikan perhatian utama pada kepada kemampuan nalar dan pengetahuan empiris (pengalaman), bukan pada sistem berpikir yang telah lama terbentuk dalam tradisi Islam. Pengetahuan empiris (historis) menurut pemikiran para pembaharu lebih rasional dan lebih baik dalam memahami pesan-pesan keislaman dari proposisi-proposisi yang dikemukakan oleh para ahli kalam dan filosof Muslim. Mereka menekankan pada representasi dan pendasaran secara teoritik kepada pemahaman mayoritas Muslim dalam menata kehidupan bersama. Menurut Nurcholish, fithrah sebagai kecenderungan kebaikan telah diberikan Tuhan kepada semua manusia, ketika digabung dengan nalar alami (al-‘aql), merupakan jaminan terbaik kebenaran dalam persoalan-persoalan yang dapat dicapai oleh nalar manusia. Wahyu turun berfungsi untuk mengkonfirmasi kebenaran nalar tersebut dan untuk meng- informasikan nalar manusia tentang hal-hal yang tidak dapat dicapai olehnya seperti tentang sifat-sifat Tuhan dan ritual-ritual keagamaan. 46 Dengan pemikiran yang demikian
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB (RELIGIUS-RASIONAL) TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP DUNIA MODERN

PEMIKIRAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB (RELIGIUS-RASIONAL) TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP DUNIA MODERN

Keberhasilan mencapai tujuan pendidikan nasional lebih sulit lagi dengan adanya tantangan yang besar akibat pengaruh ilmu pegetahuan empiris, rasional, materialistis, dan kuantitatif (ERMK), yang keseluruhan sistemnya dibangun atas dasar pengalaman dan mudah dimengerti akal, terjangkau oleh pancaindera. Ini pada akhirnya mudah tersebar luas dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Melalui sistem EMRK ini, pemikiran dilatih dan pembuktian terus menerus diperdalam dengan “bahasa” yang tidak asing digunakan oleh kalangan banyak. Dapat digambarkan apa yang dapat dilakukan dengan metodologi yang ditemukan dalam kenyataan ketika menghadapi hasil sistem EMRK tersebut. Oleh karena itu, hal yang sangat penting untuk diangkat kedataran sistem kurikuler kontemporer dari pemikiran religius-rasional dalam pendidikan Islam adalah ijtihad (perenungan intelektual) dalam menafsirkan fenomena pendidikan secara “sosiologis”.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Silabus PAI 11B K 2013   [melihat.net]

Silabus PAI 11B K 2013 [melihat.net]

Masa Modern Kegiatan Pembelajaran 2: Hikmah Perkembangan Islam pada Masa Modern A.Hikmah Perkembangan Islam pada Masa Modern B.Perilaku Menghayati Perkembangan Islam pada Masa [r]

17 Baca lebih lajut

Analisis Semiotik Pesan Perdamaian Pada Video Klip ‘Salam Alaikum Harris J

Analisis Semiotik Pesan Perdamaian Pada Video Klip ‘Salam Alaikum Harris J

Islam sebagai jalan kebenaran perlu dikomunikasikan dan disebarluaskan segenap umat manusia, maka dari itu diperlukan landasan keilmuan guna membumikan ajarannya. Beberapa paham dan teori social memastikan bahwa hubungan antara individu yang satu dan individu yang lain selalu merupakan hubungan pertentangan dan permusuhan, hubungan antara individu dan kekuasaan selamanya merupakan hubungan pemaksaan. Lain hal nya dengan Islam yang menetapkan hubungannya antara semua individu didalam masyarakat adalah hubungan kasih sayang, setia kawan dan saling bantu, hubungan ketentraman dan perdamaian. Islam juga menetapkan kaidah yang melandasi kehidupan yaitu keserasian dan keseimbangan antara hak dan kewajiban, antara keberuntungan dan kerugian serta keseimbangan antara jerih payah dan imbalan. Sedang tujuan yang ditentukan ialah melestarikan, menumbuhkan dan meningkatkan serta memajukan kehidupan dengan menghadapkan semua kegiatan kepada Allah pencipta alam dan pengatur kehidupan ini, dengan niat bekerja dan beramal seikhlas-ikhlasnya. 1
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

 this  file 1302 3388 1 SM

this file 1302 3388 1 SM

Perkembangan pemikiran pendidikan Islam, memiliki sketsa pemikiran yang beraneka ragam, mulai dari zaman klasik sampai dengan modern. Pemikiran pendidikan Islam modern merupakan respon kritis atas peradaban global Barat yang sekuler. Pengaruh negatif tersebut adalah dualisme sistem pendidikan yang berlaku pada umat Islam, yaitu sistem pendidikan Barat dan sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Barat pengaruhnya sangat kuat sehingga merupakan sebuah ancaman bagi pendidikan Islam. Oleh karena itu, usaha pembentukan sistem yang integral adalah sebuah keharusan. Al- Faruqi dan Al-Attas berusaha menawar solusi berupa islamisasi ilmu, yang berbeda dari segi strategi islamisasi ilmu, jika Al-Faruqi pada ilmu-ilmu sosial sedangkan Al-Attas pada humaniora. Tipologi pemikiran al-Faruqi dan Al-Attas tidak terlepas dari latar sosial dan nuansa kultural tempat keduanya beraktivitas serta mengapresiasikan ide-ide mereka. Kata Kunci: Pemikiran Pendidikan Islam Modern, Isma’il Raji Al-Faruqi
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemikiran Politik Islam Pemikiran Politi (1)

Pemikiran Politik Islam Pemikiran Politi (1)

Al-Mawardi adalah pemikir yang berbeda dari Al-Farabi dan Al-Ghazali, Karena menurut Al- Farabi kepala negara adalah seseorang yang mempunyai kredibilitas dalam bernegara dan agama. Dalam pemikiran politiknya, Al Mawardi menyebutkan tentang tujuh kriteria pemimpin atau Imam atau yang ia sebut dengan ahl-imamah, yaitu sikap adil dengan segala persyaratannya; ilmu pengetahuan yang memadai untuk ijitihad, sehat pendengaran, penglihatan dan lisannya, utuh anggota tubuhnya, wawasan yang memadai untuk mengatur kepentingan rakyat dan mengelola kepentingan umum, serta terakhir adalah keturunan Quraisy. Negara menurut Mawardi harus memiliki enam sendi utama, yaitu: agama yang dihayati, penguasaa yang berwibawa, keadilan yang menyeluruh, keamanan yang merata, kesuburan tanah yang berkesinambungan, hingga adanya harapan tentang kelangsungan hidup.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemikiran Islam Kontemporer Antara Mode

Pemikiran Islam Kontemporer Antara Mode

Al-Jabiri mencatat adanya sebuah problematika struktural mendasar pemikiran dalam struktur Akal Arab, yaitu kecenderungan untuk selalu memberi otoritas referensial pada model masa lampau (namu>dhaj salafi).38 Kecenderungan inilah yang menyebabkan wacana agama terlalu berbau ideologis dengan dalih otentisisme (as}âlah). Padahal menurut Al-Jabiry, dalam membangun model pemikiran tertentu, pemikiran Arab tidak bertolak dari realitas, tetapi berangkat dari suatu model masa lalu yang dibaca ulang. Menurut Al-Jabiri, tradisi (turâts) dilihat bukan sebagai sisa-sisa atau warisan kebudayaan masa lampau, tetapi sebagai “bagian dari penyempurnaan” akan kesatuan dalam ruang lingkup kultur tersebut, yang terdiri atas doktrin agama dan syariat, bahasa dan sastra, akal dan mentalitas, dan harapan- harapan.39 Tradisi bukan dimaknai sebagai penerimaan secara totalitas atas warisan klasik, sehingga istilah otentisitas menjadi sesuatu yang debatable. Untuk menjawab tantangan modernitas, Al-Jabiri menyerukan untuk membangun epistemologi nalar Arab yang tangguh. Sistem yang menurut skema al-Jabiri hingga saat ini masih beroperasi, yaitu: Pertama, disiplin “eksplikasi” (‘ulum al-bayân) yang didasarkan pada metode epistemologis yang menggunakan pemikiran analogis, dan memproduksi pengetahuan secara epistemologis pula dengan menyandarkan apa yang tidak diketahui dengan yang telah diketahui, apa yang belum tampak dengan apa yang sudah tampak. Kedua, disiplin gnotisisme (‘ulum al’irfân) yang didasarkan pada wahyu dan “pandangan dalam” sebagai metode epistemologinya, dengan memasukkan sufisme, pemikiran Syi’i, penafsiran esoterik terhadap Al-Qur’an, dan orientasi filsafat illuminasi. Ketiga, disiplin-disiplin bukti “inferensial” (‘ulum al-burhân) yang didasarkan atas pada metode epistemologi melalui observasi empiris dan inferensiasi intelektual. 40 Jika disingkat, metode bayani adalah rasional, metode ‘irfani adalah intuitif, dan metode burhâni adalah empirik, dalam epistemologi umumnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S SEJ 1001527 Bibliography

S SEJ 1001527 Bibliography

Bachtiar, T.A. (2011) Lajur-Lajur Pemikiran Islam. Depok: Komunitas Nuun. Burke, P. (2003) Sejarah Dan Teori Sosial. Jakarta : Yayasan obor Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

8 Baca lebih lajut

INTEGRASI DAN ISLAMISASI ILMU DALAM PERS

INTEGRASI DAN ISLAMISASI ILMU DALAM PERS

Perkembangan sains dan teknologi terjadi begitu cepat sekarang ini. sains dan teknologi memberi banyak fasilitas dan kemudahan bagi manusia dalam berbagai aspek kehidupan. dengan dampaknya yang positif tersebut, muncul adanya kepercayaan yang berlebihan terhadapnya, sehingga muncul gejala ‘ sainstisme ’ di kalangan masyarakat modern. gejala ‘ sainstisme ’ itu bukan hanya kepada produk-produk yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi kepada asumsi-asumsi filosofisnya yang dibangun berdasarkan falsafah positivisme dan materialisme. dasar-dasar asumsi filosofis tersebut kemudian masuk ke wilayah pendidikan yang pada akhirnya menghasilkan ilmuwan-ilmuwan dan pemikir-pemikir sekular yang percaya bahwa realitas itu hanya terbatas pada hal-hal fisik saja, sedangkan realitas-realitas metafisik itu tidak ada, atau paling kurang tidak bisa dikonfirmasi oleh data-data yang bersifat empiris.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER

PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER

pendidikan Islam. Kedua, perlu upaya penegakan hukum atau sanksi yang tegas bagi para perusak lingkungan. Ketiga, melakukan upaya penanaman bibit poon di area hutan yang telah gundul (rebosisasi). Keempat, di kota-kota besar maupun pedesaan yang padat penduduk perlu dilakukan tamanisasi. Pembuatan konblok mati sedapat mungkin dihindari agar air tidak lari dari halaman rumah yang akhirnya menjadi “air jalanan”. Kelima, menggali kearifan lokal tentang upaya pelestarian alam. Sebagaimana contoh di Sumbar dibuat ikan tawar yang dilestarikan. Keenam, membersihkan sampah di kali/sungai serta proyek kanalisasi. Ketujuh, menanam hutan-hutan bakau di pinggir pantai agar tidak terjadi abrasi, sekaligus bisa dijadikan pemecah air bila ada tsunami. Kedelapan, pemeliharaan terumbu karang sebagai tempat penyemaian aneka jenis ikan. Para nelayan perlu dididik untuk tidak menggunakan bom molotov dalam menangkap ikan yang berdampak pada rusaknya rumah ikan (terumbu karang). Kesembilan, pembuatan hutan-hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Kini banyak kota-kota besar dunia yang mulai menyadari betapa pentingnya RTH ini. Bahkan tidak sedikit kantor-kantor yang menjulang tinggi kini menanam pohon yang bisa menjalar di dinding, maupun pembuatan taman-taman hijau di atas atap rumah atau kantor. Orang Jepang juga selalu memanfaatkan tanahnya yang sempit sekiar 1-2 meter untuk menanam cabe, terong, tomat, dan lain-lain. Kesepuluh, penggunaan pupuk organik dan pemisahan sampah plastik dan kertas serta pembuatan pupuk kompos. Salah satu kota kecil di Amerika yang pada mulanya kelihatan asri dan indah, namun akhirnya walikota kota tersebut suatu hari menginstruksikan agar semua penduduk kota itu hijrah, akibat air yang ada di bawah tanah sudah tercemar karena bertahun-tahun rumput dan ranamannya disirami dengan zat atau pupuk non-organik. Kesebelas, pembuatan sumur-sumur resapan di sekitar rumah. Keduabelas, penebangan kayu ala Thailand di mana penebangan tersebut bukan dari batang dekat akar, tetapi cukup diambil dua tiga batang bagian cabang yang sudah besar serta menyisakan bagian cabang yang lain, sambil menunggu beberapa tahun tumbuhnya tunas dari batang yang telah ditebang. Dengan demikian akar batang yang menyimpan air tidak rusak. Wapres Yusuf Kalla pernah menganalogikan, bila kita mengambil seribu pohom tanamlah sekitar dua ribu pohon. Ketigabelas, bisa juga dicanangkan gerakan bersih lingkungan, misalnya setiap minggu/bulan. Keempatbelas, perlu peraturan daerah (perda) tentang larangan merokok di depan umum/ruang publik. Kelimabelas, perlu dibuatkan berbagai brosur, buku dan sejenisnya sebagai media kampanye cinta lingkungan.
Baca lebih lanjut

227 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...