Pemilihan umum di Indonesia

Top PDF Pemilihan umum di Indonesia:

Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum di Indonesia

Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum di Indonesia

kontestasi politik yang tidak jarang menghadirkan sengketa. Terdapat suatu pemahaman umum bahwa proses dan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu yang efektif merupakan suatu sine qua nonbagi pemilu yang jujur dan adil.Sebaik-baik sistem penyelenggaraan pemilihan umum dirancang di dalamnya selalu ada kemungkinan terjadi pelanggaran yang dapat mereduksi kualitas pemilihan umum, untuk itu sebaik-baik sistem penyelenggaraan pemilihan umum, di dalamnya senantiasa tersedia mekanisme kelembagaan terpercaya untuk menyelesaikan berbagai jenis keberatan dan sengketa pemilihan umum.Sengketa atau perselisihan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (1) sengketa dalam proses pemilihan umum (khususnya yang terjadi antar-peserta pemilihan umum atau antar kandidat) yang selama ini ditangani panitia pengawas pemilihan umum; dan (2) sengketa atau perselisihan hasil pemilihan umum.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyelesaian sengketa pemilihan umum di Indonesia.Tipepenelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif,penelitian ini menggunakan ”pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan sejarah.
Show more

7 Read more

Legitimasi Pemilihan Umum di Indonesia Tahun 2019

Legitimasi Pemilihan Umum di Indonesia Tahun 2019

Keywords: Legitimacy, Constitution, General Elections, Jurdil and Luber Abstrak Artikel bertujuan untuk mengetahui legitimasi pemilihan umum di Indonesia tahun 2019, khususnya terkait dengan masa depan pelaksanaan dasar konstitusi penyelenggaraan pemilihan umum 2019. Penelitian merupakan penelitian hukum normatif yang berdasarkan pada pendekatan statutory approach. hasil penelitian menjukkan bahwa legitimasi merupakan pengakuan dan dukungan dari masyarakat terhadap pemenang pemilu untuk kemudian membentuk pemerintahan negara. Sehingga legitimasi diperlukan untuk kesetabilan politik dan kemungkinan terjadinya perubahan sosial serta membuka kesempatan memperluas bidang- bidang dalam rangka peningkatana kesejahteraan. Untuk Indonesia, Pemilu Tahun 2019 akan mendapat legitimasi formal-prosedural dari siapapun mengingat adanya lemabaga negara yang menjalankan penyelenggaraan pemilu berdasar pada asas luber jurdil. Sedangkan legitimasi yang mendasarkan pada ciri pribadi hanya akan menjadi pembanding dan mengarahkan, menggiring menuju pemberian suara masyarakat, tidak akan berpengaruh pada pemearintahan yang terbentuk mengingat adanya pakta pemilu damai dan demokratis serta mas media yang sudah sampai kedaerah.
Show more

7 Read more

Pemilihan umum di Indonesia   Wikipedia

Pemilihan umum di Indonesia Wikipedia

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amendemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007 , berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 , pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Pada umumnya, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.
Show more

6 Read more

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA 2019

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA 2019

Persyaratan mendasar dari pemerintahan perwakilan daerah adalah bahwa rakyat mempunyai peluang untuk memilih anggota dewan yang memegang peranan dan bertanggung jawab dalam proses pemerintahan. Masken Jie (1961) berpendapat bahwa pemilihan bebas, walaupun bukan puncak dari segalanya, masih merupakan suatu cara yang bernilai paling tinggi, karena belum ada pihak yang dapat mencipatakan suatu rancangan politik yang lebih baik dari cara tersebut untuk kepentingan berbagai kondisi yang diperlukan guna penyelenggaraan pemerintahan dalam masyarakat manapun. Pertama, pemilihan dapat menciptakan suatu suasana dimana masyarakat mampu menilai arti dan manfaat sebuah pemerintahan. Kedua, pemilihan dapat memberikan suksesi yang tertib dalam pemerintahan, melalui transfer kewenangan yang damai kepada pemimpin yang baru ketika tiba waktunya bagi pemimpin lama untuk melepaskan jabatannya, baik karena berhalanga tetap atau karena berakhirnya suatu periode kepemimpinan.
Show more

11 Read more

HUKUM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

HUKUM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) mandat berartikan “ Perintah atau arahan yang diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dan sebagainya) kepada seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dengan kehendak orang banyak itu/ kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dari suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tersebut/ instruksi atau wewenang yang diberikan oleh organisasi (perkumpulan dan sebagainya) kepada wakilnya untuk melakukan sesuatu dalam perundingan, dewan, dan sebagainya “. Di dalam teori ini pada dasarnya berasumsi bahwa subtansi yang diwakili oleh seorang wakil terbatas pada mandat yang disampaikan oleh orang-orang yang memberikan mandat dalam hal ini yang memberikan mandat adalah masyarakat yang mayoritas memilih pemimpin yang terpilih tersebut. Hal demikian mengharuskan segala tindakat, bahkan termasuk sikap dan perilaku dari wakil harus senantiasa bersesuaian dengan kehendak dari orang-orang yang memberikan mandat. Sesuai dengan perkembangan dari teori mandat ini,
Show more

7 Read more

Pemilihan umum di Indonesia (1)

Pemilihan umum di Indonesia (1)

Persyaratan untuk ikut serta sebagai pemilih adalah berusia sekurangnya 17 tahun atau pernah menikah, kecuali mereka yang menderita kegilaan, eks PKI ataupun organisasi yang berkorelasi dengannya, juga narapidana yang terkena pidana kurung minimal 5 tahun tidak diperbolehkan ikut serta. Sementara itu, kandidat yang boleh mencalonkan diri sekurang berusia 21 tahun, lancar berbahasa Indonesia, mampu baca-tulis latin, sekurangnya lulusan SMA atau sederajat, serta loyal kepada Pancasila sebagai ideologi negara. Voting dilakukan di 26 provinsi dengan sistem proporsional daftar partai (party list system).[8] Jumlah pemilih yang terdaftar 70.662.155 orang sementara yang menggunakan hak pilihnya 63.998.344 orang atau meliputi 90,56%. Sekber Golkar beroleh suara 39.750.096 (62,11%) dan memperoleh 232 kursi. PPP beroleh suara 18.743.491 (29,29%) dan memperoleh 99 kursi. PDI beroleh 5.504.757 suara (8,60%) dan memperoleh 29 kursi. Sementara itu, kursi jatah ABRI adalah 75 kursi dan golongan fungsional 25 kursi. Golongan fungsional lalu menggabungkan diri ke dalam sekber Golkar sehingga kursi untuk Golkar bertambah menjadi 257 kursi. Anggota parlemen laki-laki 426 orang sementara perempuan 34 orang (7,40%).
Show more

30 Read more

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (2)

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (2)

contoh, munculnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirasakan mampu menimbulkan efek jera para koruptor dengan dipenjarakannya beberapa koruptor. Namun di sisi lain, para pengemplang dana bantuan likuiditas bank Indonesia (BLBI) mendapat pengampunan yang tidak sepadan dengan ”dosa- dosa” mereka terhadap perekonomian. Namun demikian, masih ada sisi positif yang bisa dilihat seperti lahirnya undang-undang sistem pendidikan nasional yang mengamanatkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Demikian pula rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi yang masih dibahas di parlemen. Rancangan undang-undang ini telah mendapat masukan dan dukungan dari ratusan organisasi Islam yang ada di tanah air. Hal ini juga memperlihatkan adanya partisipasi umat Islam yang meningkat dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Sementara undang-undang sistem pendidikan nasional yang telah disahkan parlemen juga pada masa pembahasannya mendapat dukungan yang kuat dari berbagai organisasi Islam. Sementara itu, ekonomi di era demokrasi ternyata mendapat pengaruh besar dari kapitalisme internasional. Hal ini menyebabkan dilema. Bahkan di tingkat pemerintah, ada kesan mereka tunduk dibawah tekanan kapitalis internasional yang tidak diperlihatkan secara kasat mata kepada publik namun bisa dirasakan.
Show more

20 Read more

Pemilihan Umum di Indonesia (3)

Pemilihan Umum di Indonesia (3)

Pemilihan umum adalah salah satu cara untuk memilih wakil-wakil rakyat yang sekaligus merupakan perwujudan dari negara demokrasi atau suatu cara untuk menyalurkan aspirasi atau kehendak rakyat. Dalam UU RI No. 12 tahun 2003 tentang pemilu anggota DPR, DPP dan DPRD pasal 1 berbunyi “Pemilihan umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Dan UU NO. 23 tahun 2003 mengatur pemilu untuk presiden dan wakil presiden negara RI yang dipilih langsung oleh rakyat. Pemilu merupakan syarat mutlak bagi negara demokrasi untuk melaksanakan kedaulatan rakyat karena dengan banyaknya jumlah penduduk demi seorang dalam menentukan jalannya pemerintahan oleh sebab itu kedaulatan rakyat dilaksanakan dengan cara perwakilan.
Show more

6 Read more

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (4)

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (4)

Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD RI 1945) menentukan : “Kedaulatan adalah ditangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.” Mana kedaulatan sama dengan makna kekuasaan tertinggi, yaitu kekuasaan yang dalam taraf terakhir dan tertinggi wewenang membuat keputusan. Tidak ada satu pasalpun yang menentukan bahwa negara Republik Indonesia adalah suatu negara demokrasi. Namun, karena implementasi kedaulatan rakyat itu tidak lain adalah demokrasi, maka secara implesit dapatlah dikatakan bahwa negara Republik Indonesia adalah negara demokrasi. Hal yang demikian wujudnya adalah, manakala negara atau pemerintah menghadapi masalah besar, yang bersifat nasional, baik di bidang kenegaraan, hukum, politik, ekonomi, sosial-budaya ekonomi, agama “ semua orang warga negara diundang untuk berkumpul disuatu tempat guna membicarakan, merembuk, serta membuat suatu keputusan.” ini adalah prinsipnya. 2
Show more

8 Read more

Pemilihan umum di Indonesia perjuangan

Pemilihan umum di Indonesia perjuangan

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Pada umumnya, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.
Show more

11 Read more

Pemilihan umum DI INDONESIA era

Pemilihan umum DI INDONESIA era

• Sepuluh partai tersebut adalah PNI, Masyumi, NU, PKI, Partai Khatolik, Partindo, Partai Murba, PSII Arudji, IPKI, dan Partai Islam Perti.. • Pemilu dilaksanakan tahun 1971 pada masa o[r]

5 Read more

Pemilihan Umum Di Indonesia 2014

Pemilihan Umum Di Indonesia 2014

Sebelum koalisi pencapresan 2014 terben- tuk, setidaknya ada tiga partai politik menyo- dorkan nama yang akan dicalonkan sebagai presiden. Ketiga partai itu adalah PDI-P yang menjagokan Joko Widodo, Partai Golkar mema- jukan Aburizal Bakrie, dan Partai Gerindra me- ngusung Prabowo Subianto. Namun, pada masa kampanye Pileg muncul beberapa nama kandi- dat presiden Indonesia periode 2014-2019. Mereka ialah Hatta Rajasa (PAN), Wiranto (Partai Hanura), Surya Paloh (Partai NasDem), Rhoma Irama dan Mahfud MD (PKB), Anis Matta, Hidayat Nurwahid, dan Ahmad Heryawan (PKS), Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung (Partai Golkar), bahkan Abraham Samad (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi). Akan tetapi, semua itu hanyalah gimmick partai politik untuk meraup sebanyak-banyaknya suara pemilih yang ber- simpati kepada masing-masing tokoh yang me- reka ajukan. Sebagai contoh, “memanfatkan” pengaruh Rhoma Irama dan Mahfud MD, yang dicalonkan PKB sebagai kandidat presiden, sebagai pendulang suara (vote getter). Hasilnya memang luar biasa; perolehan suara PKB berada di atas 9 persen, namun petinggi partai ini me- nampik relatf tingginya suara itu karena hasil Rhoma Irama dan Mahfud MD effect.
Show more

16 Read more

Pemilihan Umum di Indonesia Tahun 2014

Pemilihan Umum di Indonesia Tahun 2014

yang dapat mengajukan kandidat pada bursa calon pemilihan presiden, tetapi juga sebagaiwi- layah bagi penciptaan stabilitas politik, terutama,. pemerintahan.26[r]

18 Read more

AMBIVALENSI PENGATURAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

AMBIVALENSI PENGATURAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

Pemilihan umum adalah sebuah proses pemilihan dengan melibatkan seluruh warga negara yang akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil- wakil mereka serta melibatkan par[r]

12 Read more

peer review Pemilihan Umum di Indonesia

peer review Pemilihan Umum di Indonesia

Scanned by CamScanner... Scanned by CamScanner.[r]

2 Read more

SISTEM MULTI PARTAI DALAM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

SISTEM MULTI PARTAI DALAM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

batas (threshold). Ambang batas tersebut di Indonesia dikenal dengan Electoral Threshold. Di dalam UU No 3/1999 tentang Pemilu diatur bahwa partai politik yang berhak untuk mengikuti pemilu berikutnya adalah partai politik yang mendapatkan sekurang-kurangnya 2% jumlah kursi DPR. Partai politik yang tidak mencapai ambang batas tersebut dapat mengikuti pemilu berikutnya harus bergabung dengan partai politik lain atau membentuk partai politik baru. Apabila pemilu 1999 hanya menghasilkan lima partai politik yang mendapatkan suara signifi kan dan mencapai Electoral Threshold (ET). Meskipun persentasi ET dinaikan dari 2% menjadi 3% jumlah kursi DPR, Pemilu 2004 menghasilkan lebih banyak partai politik yang mendapatkan suara signifi kan dan lolos ET untuk pemilu 2009. Pemilu 2004 menghasilkan tujuh partai yang mencapai ambang batas tersebut. Ketujuh partai tersebut adalah P.Golkar, PDI. Perjuangan, PKB, PPP, P.Demokrat, PKS, dan PAN. Hasil Pemilu Legislatif 2009 hanya 9 partai politik dari 34 partai politk yang berhasil lolos dari parliamentary Threshold yaitu partai demokrat, partai golkar, PDIP, PKS, PAN, PPP, PKB, partai Gerindra, dan partai Hanura.
Show more

14 Read more

Show all 10000 documents...