Penagihan Pajak Aktif

Top PDF Penagihan Pajak Aktif:

Analisis Efektivitas dan Kontribusi Tindakan Penagihan Pajak Aktif dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Sebagai Upaya Pencairan Tunggakan Pajak (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees Tahun 2008-2012).

Analisis Efektivitas dan Kontribusi Tindakan Penagihan Pajak Aktif dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Sebagai Upaya Pencairan Tunggakan Pajak (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees Tahun 2008-2012).

Mala Rizkika Velayati, Siti Ragil Handayani, Achmad Husaini (2013) melakukan penel itian yang berjudul “Analisis Efektivitas dan Kontribusi Tindakan Penagihan Pajak Aktif dengan Surat Teguran dan Surat Paksa sebagai Upaya Pencairan Tunggakan Pajak (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu Tahun 2010- 2012)” . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus rasio efektivitas dan rasio kontribusi. Hasil yang didapat melalui penelitian adalah penagihan pajak aktif dengan surat teguran dan surat paksa di KPP Pratama Batu tahun 2010-2012 tergolong tidak efektif dan kontribusi penagihan pajak aktif dengan surat teguran dan surat paksa di KPP Pratama Batu tahun 2010-2012 tergolong sangat kurang terhadap penerimaan pajak.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pelaksanaan penagihan pajak aktif di kantor pelayanan pajak pratama Surakarta COVER

Pelaksanaan penagihan pajak aktif di kantor pelayanan pajak pratama Surakarta COVER

Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan penagihan pajak aktif di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta sekaligus untuk melengkapi persyaratan kelulusan program Diploma III jurusan Manajemen Administrasi guna memperoleh sebutan Vokasi Ahli Madya (A.Md).

14 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Penagihan Pajak Aktif dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia

Pelaksanaan Penagihan Pajak Aktif dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia

Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Sementara itu penagihan aktif merupakan kelanjutan dari penagihan pasif, yaitu mulai dari penerbitan Surat Teguran, pemberitahuan Surat Paksa, penyitaan sampai dengan penjualan barang sitaan (lelang). Selain itu, dalam hal-hal tertentu, tindakan penagihan aktif juga dapat berupa penerbitan Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus, pelaksanaan Pemblokiran, serta Pencegahan dan Penyanderaan. Di dalam tahapan penagihan aktif, Penanggung Pajak akan dibebani dengan biaya tambahan berupa biaya penagihan pajak yang juga harus dilunasi bersama utang pajaknya. Biaya penagihan tersebut tentu memberatkan Wajib Pajak itu sendiri, sehingga Wajib Pajak akan berusaha agar tidak dikenakan tindakan penagihan aktif terhadapnya. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, tidak ada pilihan lain bagi Wajib Pajak selain harus melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Analisis Proses Penagihan Pajak Aktif terhadap Pencairan Tunggakan Pajak pada KPP Madya Bandung.

Analisis Proses Penagihan Pajak Aktif terhadap Pencairan Tunggakan Pajak pada KPP Madya Bandung.

merupakan iuran kepada negara yang dapat dipaksakan yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pajak merupakan suatu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak pribadi maupun badan. Sedangkan penerimaan pajak adalah penghasilan yang diperoleh oleh pemerintah yang bersumber dari pajak yang diberikan oleh wajib pajak pribadi maupun badan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENAGIHAN PAJAK DAN SURAT PAKSA

PENAGIHAN PAJAK DAN SURAT PAKSA

penagihan pajak aktif dan penagihan pajak asif. Penagihan pajak pasif dilakukan melalui surat tagihan pajak atau surat ketetapan pajak. Penagihan pajak aktif atau penagihan pajak dilakukan dengan surat aksab diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

6 Baca lebih lajut

Analisis Efektivitas dan Kontribusi Penagihan Tunggakan Pajak Dengan Penerbitan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus Pada KPP Pratama Jember) Effectiveness and Contribution Analysis of Tax Arrears Collection With The Issuan

Analisis Efektivitas dan Kontribusi Penagihan Tunggakan Pajak Dengan Penerbitan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus Pada KPP Pratama Jember) Effectiveness and Contribution Analysis of Tax Arrears Collection With The Issuan

pajak yang memiliki kekuatan hukum yang bersifat memaksa. Tindakan penagihan pajak aktif merupakan solusi terakhir yang memegang peranan penting dalam penegakan hukum di bidang perpajakan. Hal ini perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya membayar pajak tepat waktu sehingga dapat Sumber penerimaan pemerintah terdiri dari dua macam penerimaan, yaitu penerimaan luar negeri (eksternal) dan penerimaan dalam negeri (internal). Penerimaan yang berasal dari luar negeri antara lain pinjaman dan bantuan luar negeri. Sedangkan salah satu penerimaan pemerintah yang berasal dari penerimaan dalam negeri adalah pajak. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang sangat penting artinya bagi pelaksanaan dan peningkatan pembangunan nasional, yang merupakan pengamalan Pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian sistem perpajakan terus disempurnakan, pemungutan pajak diintensifkan, dan aparat perpajakan/pengelola juga harus makin mampu dan bersih sehingga dapat mewujudkan peran yang besar dalam pembangunan nasional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  EVALUASI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENAGIHAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA PALMERAH PERIODE 2008-2009.

LANDASAN TEORI EVALUASI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENAGIHAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA PALMERAH PERIODE 2008-2009.

Kegiatan ini meliputi saat antara penerbitan Surat Tagihan Pajak (STP), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT), dan Surat Keputusan Pembetulan (SK Pembetulan), Surat Keputusan Keberatan (SK Keberatan), dan Putusan Banding oleh seksi terkait hingga penerbitan Surat Teguran oleh seksi penagihan. Sedangkan yang dimaksud dengan penagihan pajak aktif adalah keseluruhan kegiatan penagihan yang merupakan kelanjutan dari penagihan pajak pasif dimulai dari pemberitahuan Surat Paksa hingga menjual barang yang telah disita dan dalam hal ini seksi penagihan melakukan tindakan yang nyata atas Wajib Pajak atau Penanggung Pajak. 5 Sehingga berdasarkan pengertian tersebut, kinerja seksi penagihan hanya diukur dari keseluruhan penagihan pajak aktif yang dilakukan, sedangkan pencairan tunggakan pajak sebelum penagihan aktif dinilai sebagai kinerja pemeriksa terkait dengan adanya kesadaran yang tinggi dari Wajib Pajak atau Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Penagihan Pajak dan Ekstensifikasi Wajib Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Bandung Cibeunying Periode 2013-2015)

Pengaruh Penagihan Pajak dan Ekstensifikasi Wajib Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Bandung Cibeunying Periode 2013-2015)

Tindakan penagihan yang berpotensi memberikan pencairan tunggakan pajak antara lain melalui penagihan pajak aktif yang dilakukan oleh Jurusita Pajak, penagihan pajak aktif dimulai dengan diterbitkannya Surat Teguran yang dikirimkan ke Wajib Pajak yang mempunyai hutang pajak dan tidak membayarnya dalam waktu tujuh hari setelah diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak atau Surat Tagihan Pajak, Surat Teguran yang dikirim bertujuan untuk menegur atau memperingatkan Wajib Pajak agar membayar hutang pajaknya, penagihan pajak dengan Surat Teguran diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap efektivitas penerimaan pajak, apabila dengan Surat Teguran wajib pajak masih belum membayar pajaknya maka diberikan Surat Paksa, Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak (Mardiasmo, 2011:127).
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Tatacara Penagihan Aktif Terhadap Wajib Pajak Yang Memiliki Hutang Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (Kpp) Pratama Medan Barat

Tatacara Penagihan Aktif Terhadap Wajib Pajak Yang Memiliki Hutang Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (Kpp) Pratama Medan Barat

Penyitaan terhadap barang milik Penanggung Pajak dilaksanakan oleh Jurusita Pajak berdasarkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan yang diterbitkan oleh Pejabat. Pejabat yang dimaksud di sini dalah pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Jurusita Pajak, menerbitkan Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus, Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan, Surat Pencabutan Sita, Pengumuman Lelang, Penentuan Harga limit, Pembatalan Lelang, Surat Perintah Penyanderaan dan surat lain yang diperlukan untuk penagihan pajak sehubungan dengan Penanggung Pajak tidak melunasi sebagian atau utang pajak menurut Undang-Undang Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Sosialisasi, Pemeriksaan, Dan Penagihan Aktif Terhadap Kesadaran Pajak   Dan Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Analisis Pengaruh Sosialisasi, Pemeriksaan, Dan Penagihan Aktif Terhadap Kesadaran Pajak Dan Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Secara umum dapat dikatakan kewajiban fiskus atau Direktorat Jenderal Pajak sebagai lembaga di bidang penegakan hukum adalah mengawasi agar proses dan pelaksanaan sistem self assessment tetap berada pada koridor peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Pilar utama penerapan law enforcement di bidang perpajakan adalah kegiatan pemeriksaan, penyidikan dan penagihan pajak. Jadi kegiatan pemeriksaan, penyidikan dan penagihan pajak harus dilihat sebagai upaya Direktorat Jenderal Pajak seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-undang Perpajakan dalam menjalankan fungsinya untuk menjaga agar koridor peraturan perpajakan yang telah ditetapkan dapat dijalankan secara konsisten dan konsekuen baik oleh Wajib Pajak maupun oleh aparat Direktorat Jenderal Pajak sendiri. Beberapa jenis pajak, atau seluruh jenis pajak, baik untuk tahun-tahun yang lalu maupun untuk tahun berjalan. Salah satu media perpajakan yang mempunyai kekuatan hukum memaksa untuk penagihan tunggakan pajak adalah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP). Menurut UU RI Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa pasal 1 ayat (12), “Penagihan Pajak dengan Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak”. Jumlah tagihan pajak yang tidak atau kurang dibayar sampai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran sesuai yang tercantum dalam STP, SKPKB, dan SKPKBT ditagih dengan menggunakan Surat Paksa.
Baca lebih lanjut

255 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Terhadap  Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam

Bila dilihat dari potensinya, sektor perpajakan dapat menjadi salah satu sektor yang dapat memenuhi pembiayaan pembangunan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara materil maupun spiritual. Bisa berjalan secara baik atau tidak pemanfaatan sumber ini tak lepas dari adanya kebijakan–kebijakan dari pemerintah dan peran serta masyarakat untuk memenuhi kewajiban pembayaran pajak berdasarkan ketentuan perpajakan sangat diharapkan, namun dalam kenyataannya masih banyak dijumpai adanya tunggakan pajak sebagai akibat dari tidak di lunasinya utang pajak sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tata Cara Penagihan Pajak Penghasilan Kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur Chapter III V

Tata Cara Penagihan Pajak Penghasilan Kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur Chapter III V

Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya Penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan Penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan Penyitaan, melaksanakan penyanderaan, dan menjual barang yang telah disita. (Pasal 1 ayat 9 Undang – Undang Nomor 19 tahun 2000). Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas pada bab sebelumnya, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: 1. Penagihan pajak timbul akibat dari adanya penelitian dan pemeriksaan yang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Prosedur Penagihan Aktif Pajak Penghasilan (PPh) Dan Pajak pertambahan Nilai (PPN) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya

Prosedur Penagihan Aktif Pajak Penghasilan (PPh) Dan Pajak pertambahan Nilai (PPN) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya

Dengan makin pesatnya perkembangan sosial ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional dan globalisasi serta reformasi di berbagai bidang, maka perlu dilakukan perubahan undang-undang tersebut guna meningkatkan fungsi dan peranannya dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional khususnya di bidang ekonomi. UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan telah beberapa kali diubah dan disempurnakan, yaitu dengan UU No. 7 tahun 1991, UU No. 10 tahun 1994, UU No. 17 tahun 2000, dan terakhir dalam UU No. 36 tahun 2008. Perubahan UU Pajak Penghasilan tersebut dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip- prinsip perpajakan yang dianut secara universal, yaitu keadilan, kemudahan/ efiseinsi administrasi dan produktivitas penerimaan Negara. Maka atas dasar perubahan UU tersebut dikemukakan bahwa definisi dari pajak penghasilan sendiri adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak. Sedangkan yang menjadi objek pajak penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima/ diproleh wajib pajak baik berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi/ untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dalam dalam bentuk apapun.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Penagihan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Majalaya Periode 2008-2014)

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Penagihan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Majalaya Periode 2008-2014)

Apabila pada waktu surat paksa telah disampaikan kepada wajib pajak yang bersangkutan tidak ada itikad baik. Juru sita pajak negara dapat melakukan tindakan penyanderaan. Penyanderaan hanya dapat dilakukan apabila penanggung pajak mempunyai utang pajak di atas Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.

34 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Perpajakan - Analisis Pengaruh Surat Teguran, Surat Paksa Dan Surat Perintah Melakukan Penyitaan (SPMP) Terhadap Efektivitas Penagihan Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Medan Kota

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Perpajakan - Analisis Pengaruh Surat Teguran, Surat Paksa Dan Surat Perintah Melakukan Penyitaan (SPMP) Terhadap Efektivitas Penagihan Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Medan Kota

Karianton (2013:6) mengemukakan pengertian pajak menurut Soemitro yang dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek ekonomis dan aspek hukum. Pengertian pajak dari aspek ekonomis yaitu peralihan kekayaan dari swasta kepada sektor publik berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dapat ditunjukkan, digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan sebagai pendorong, penghambat atau pencegah untuk mencapai tujuan yang ada di luar bidang keuangan negara. Sedangkan dari aspek hukum, pajak adalah perikatan yang timbul karena undang-undang yang mewajibkan seseorang memenuhi syarat-syarat sesuai undang-undang untuk membayar uang kepada negara yang dapat dipaksakan tanpa mendapatkan suatu imbalan yang secara langsung dapat ditunjuk, dan digunakan untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran negara.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Pasif dan Pajak Aktif terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Pasif dan Pajak Aktif terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah

Berdasarkan sistem pemungutannya pajak dibagi menjadi tiga bagian yaitu Official Assessment System, Self Assessment system, dan With Holding System.Official assessment system adalah sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak menurut perundang-undangan perpajakan yang berlaku.Self assessment system adalah sistem pemungutan pajak yamg memberi wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang, Wajib Pajak menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar. Dan, With holding system adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan Wajib Pajak yang bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Pasif dan Pajak Aktif terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah

Pelaksanaan Penagihan Tunggakan Pajak Pasif dan Pajak Aktif terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah

Dalam menuntun logo, tentu saja instansi yang bersangkutan memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus.Apalagi instansi kepemerintahan seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah yang berada dibawah naungan Menteri Keuangan (MenKeu) Republik Indonesia.Setiap logo tentunya memiliki makna- makna tersendiri begitu juga dengan Kementrian Keuangan Republik Idonesia. Keterangan Umum:

20 Baca lebih lajut

T1 232010085 Full text

T1 232010085 Full text

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Salatiga merupakan lembaga penting yang ditugasi pemerintah untuk melakukan penagihan pajak secara aktif. Fiskus sebagai pemeriksa pajak berfungsi sebagai pengontrol dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau wajib pajak yang telah diberikan kesempatan untuk bisa menghitung, melapor serta meyetorkan pajaknya sendiri. Alat pengontrol yang digunakan fiskus adalah dengan adanya surat tagihan pajak, surat ketetapan pajak kurang bayar, surat ketetapan pajak kurang bayar tambahan, surat teguran, surat paksa, surat perintah melaksanakan penyitaan serta lelang atas keterlambatan wajib pajak dalam membayar kewajiban perpajakannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH SOSIALISASI, PEMERIKSAAN, DAN PENAGIHAN AKTIF TERHADAP KESADARAN PAJAK DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR T E S I S

ANALISIS PENGARUH SOSIALISASI, PEMERIKSAAN, DAN PENAGIHAN AKTIF TERHADAP KESADARAN PAJAK DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR T E S I S

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul : “ANALISIS PENGARUH SOSIALISASI, PEMERIKSAAN, DAN PENAGIHAN AKTIF TERHADAP KESADARAN PAJAK DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR” adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara benar dan jelas.

Baca lebih lajut

Pelaksanaan Penagihan Aktif dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanaan Pajak Pratama Medan Kota

Pelaksanaan Penagihan Aktif dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak pada Kantor Pelayanaan Pajak Pratama Medan Kota

Namun kenyataan yang terjadi dilapangan masih banyak Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakannya yaitu dalam hal pelunasan utang pajaknya. Banyak dari Wajib Pajak yang tidak menghiraukan atas diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak dan selanjutnya pihak aparatur pajak harus menerbitkan Surat Teguran. Begitu juga dengan Surat Teguran bukanlah suatu sarana yang menjamin atas lancarnya penerimaan pajak, Kemudian pihak aparatur pajak masih harus menerbitkan Surat Paksa ditindaklanjuti dengan pemberitahuan Surat Perintah Melakukan Penyitaan, ditindaklanjuti dengan pelaksanaan lelang. Sebagai ketidakpatuhan dari Wajib pajak ini, maka dilakukanlah tindakan penagihan aktif dimana sebagai sarana dalam mencapai penerimaan negara dari sektor pajak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...