pencatatan dan pelaporan

Top PDF pencatatan dan pelaporan:

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN DAN PELAPORAN AKUPUNKTUR DI POLIKLINIK  Pengembangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Akupunktur di Poliklinik Akupunktur Rumah Sakit PKU Delanggu.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN DAN PELAPORAN AKUPUNKTUR DI POLIKLINIK Pengembangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Akupunktur di Poliklinik Akupunktur Rumah Sakit PKU Delanggu.

Poliklinik akupunktur di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu memerlukan sistem pencatatan dan pelaporan data yang baik dan akurat. Selama ini kegiatan pencatatan dan pengolahan data berjalan kurang optimal, dikarenakan masih dilakukan secara manual, sedangkan di bagian poliklinik lain sudah menggunakan sistem informasi, sehingga saat petugas menyusun laporan, mengalami kesulitan karena harus merekap dan mencari kembali data yang akan dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengembangan sistem informasi pencatatan dan pelaporan akupunktur di poliklinik akupunktur RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan 2 tahap yaitu pendekatan kualitatif dan pengembangan sistem. Metode pengembangan sistem yang dipakai adalah prototype. Sampel penelitian ini dengan teknik total sampling yang terdiri dari: 2 petugas akupunktur, 1 petugas RM rawat jalan bagian pendaftaran, dan 1 Kasubag Kepegawaian (petugas penerima laporan). Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, FGD. Hasil identifikasi user, peneliti merancang 5 data flow diagram (DFD) yaitu diagram korteks sistem informasi pencatatan dan pelaporan akupunktur, DFD pengolahan pencatatan dan pelaporan akupunktur, DFD pencatatan data pasien, DFD teknik terapi, DFD laporan rekapitulasi jumlah pasien, entity relationship diagram (ERD), 15 tabel basis data dan 17 desain interface sistem yaitu input: 16 dan output: 1 (Laporan Rekapitulasi Jumlah Pasien). Pengembangan sistem ini menggunakan bahasa pemprograman PHP dengan basis data MySQL.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN DAN PELAPORAN AKUPUNKTUR DI POLIKLINIK  Pengembangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Akupunktur di Poliklinik Akupunktur Rumah Sakit PKU Delanggu.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN DAN PELAPORAN AKUPUNKTUR DI POLIKLINIK Pengembangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Akupunktur di Poliklinik Akupunktur Rumah Sakit PKU Delanggu.

Rasa syukur dan terima kasih penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya skripsi yang berjudul “ Pengembangan Sistem Informasi Pencatatan Dan Pelaporan Akupunktur di Poliklinik Akupunktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu” akhirnya dapat diselesaikan.

18 Baca lebih lajut

SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU

SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu …… (Nurul Dwi Suryani) untuk mengumpulkan data karena dilaksanakan dengan baik oleh tenaga SP2TP di tiap puskesmas dan tepat waktu dalam pengiriman ke Dinas Kesehatan karena dikirim sebelum tanggal 10 ditiap bulannya dan masing- masing puskesmas selalu berusaha menghimbau secara lisan maupun dihimbau dalam setiap kegiatan seperti rapat minilokakarya yang diadakan setiap bulannya. Pelaksanaan SP2TP berdasarkan keputusan Direktur Jendral dalam pelaksanaan pembinaan Kesehatan Masyarakat nomor 590/BM/DJ/INFO/V/1996 tentang penyederhanaan SP2TP, formulir laporan telah disederhanakan dalam upaya untuk mengurangi beban kerja bagi petugas puskesmas, diharapkan tidak adanya laporan lain dari puskesmas selain SP2TP, dan data atau variabel yang dilaporkan diharapkan dapat dipercaya serta dapat diterima tepat waktu 5 .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SISTIM PENCATATAN DAN PELAPORAN DATA DI KLINIK MUHAMMADIYAH MEDICAL CENTER

PENGEMBANGAN SISTIM PENCATATAN DAN PELAPORAN DATA DI KLINIK MUHAMMADIYAH MEDICAL CENTER

Klinik muhammadiyah medical center membutuhkan sistim pencatatan dan pelaporan yang tepat dan aku rat. Saat ini, pencatatan dan pemrosesan data berjalan kurang optimal, karena dijalankan dengan sistem manual dengan menggunakan sreadsheet. jadi ketika petugas akan membuat laporan mereka me­ ngalami kesulitan dalam mencari dan menyusun data yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan draf dari sistim pencatatan dan pelaporan data registrasi. Jenis penelitian ini adalah pengembangan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif . Dalam penelitian ini, pengumpulan dan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling . Dari hasil identifikasi pengguna , peneliti mulai merancang diagram alir data ( DFD ) , diagram hubungan entitas ( ERD ), database dan desain antarmuka sistem , serta yang dicetak dari laporan yang dihasilkan . Dengan desain sistem ini , diharapkan menjadi masukan yang berguna bagi lembaga . Tapi desain sistem ini masih ba­ nyak kekurangan, seperti subsistem tidak lain dan integrasi antara desain yang ada terbatas pada bagian pendaftaran saja .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Wilayah Kerja Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember Tahun 2013 (Study of Integrated Record and Report System on Public Health Center (PHC) of Umbulsari Public Health Center, Jember District 2

Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Wilayah Kerja Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember Tahun 2013 (Study of Integrated Record and Report System on Public Health Center (PHC) of Umbulsari Public Health Center, Jember District 2

Secara keseluruhan proses pelaksanan pen- catatan dan pelaporan tidak sesuai degan buku pedo- man hal ini disebabkan antara lain adalah pelaksana kegiatan dan koordinator SP2TP melakukan kegiatan yang bukan menjadi tugasnya,tugas dari koordinator SP2TP adalah membuat laporan bulanan SP2TP dan mengirimkan laporan tersebut ke Dinas Kesehatan Dati II paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya[3]. Puskesmas tidak tepat waktu dalam melaporkan LB1 ke Dinas Kesehatan dan tidak melaporkan LB2 ke seksi pelayanan kesehatan melainkan ke seksi far- makmin, puseksmas di Kabupaten Jember tidak ada yang melaporkan LB1S dan LB2S dan tidak melaporkan LT1, LT1 dan LT3, hal ini berkaitan dengan kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jem- ber yang menetapkan laporan tersebut tidak dilaporkan lagi, laporan khusus untuk Puskesmas per- awatan adalah berupa laporan rawat tinggal, pender- ita rawat inap dan penyakit pada fasilitas rawat ting- gal, sedangkan untuk data dasar Puskesmas dan kepegawaian tetap dilaporkan ke Dinas Kesehatan dalam bentuk Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP), LT1 diganti dengan laporan profil Puskesmas yang dikirim setiap bulannya, LT2/laporan kepegawaian juga dikirim setiap bulan ke Dinas Kesehatan dan un- tuk LT3 yaitu laporan peralatan Puskesmas diganti dengan laporan inventaris Puskesmas dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten setiap 6 bulan sekali.dengan demikian, laporan lainnya berupa laporan imunisasi, KB dan gizi yang juga dilaporkan oleh penanggung jawab Puskesmas ke masing-mas- ing seksi di Dinas Kesehatan, dengan demikian prinsip “terpadu” dalam pengertian SP2TP belum ter- laksana karena masih ada pencatatan dan pelaporan lainnya yang akan memperberat beban puskesmas serta arsip SP2TP tidak disimpan lengkap oleh pelaksana kegiatan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU PENCATATAN DAN PELAPORAN ASI EKSKLUSIF   Hubungan Antara Pengetahuan Dan Motivasi Dengan Perilaku Pencatatan Dan Pelaporan Asi Eksklusif Di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU PENCATATAN DAN PELAPORAN ASI EKSKLUSIF Hubungan Antara Pengetahuan Dan Motivasi Dengan Perilaku Pencatatan Dan Pelaporan Asi Eksklusif Di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

Cakupan Pemberian ASI Eksklusif Kabupaten Boyolali tahun 2013 selama satu tahun terdapat 12 Puskesmas yang tidak memberikan pelaporan cakupan ASI Eksklusif. Dimana dalam format capaian ASI Ekslusif yang seharusnya diisi tetapi masih kosong. Hal ini disebabkan pengetahuan, motivasi dan supervisi yang kurang. Pelaporan cakupan ASI Eksklusif di laporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten 6 bulan sekali. Cakupan ASI Eksklusif tidak terlaporkan karena masih belum paham tentang format pengisian yang baru, kurang keinginan untuk belajar dan mempelajari tentang format yang terbaru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan motivasi dengan perilaku pencatatan dan pelaporan ASI Eksklusif di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 29 petugas gizi di seluruh puskesmas Kabupaten Boyolali. Pengetahuan responden mengenai pencatatan dan pelaporan ASI Ekslusif sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi, motivasi responden mengenai pencatatan dan pelaporan ASI Ekslusif sebagian besar memiliki motivasi rendah, perilaku responden mengenai pencatatan dan pelaporan ASI Ekslusif sebagian besar memiliki perilaku tinggi, variabel yang berhubungan dengan perilaku praktek pencatatan dan pelaporan ASI Eksklusif adalah pengetahuan dengan nilai p = 0,0001, motivasi pencatatan dan pelaporan dengan nilai p = 0,0001. Ada hubungan antara pengetahuan, motivasi dengan perilaku pencatatan dan pelaporan ASI Eksklusif.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

26. Modul Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Keuangan Penabulu

26. Modul Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Keuangan Penabulu

S ejatinya, penganggaran merupakan garis “start” dari siklus pengelolaan keuangan. Dalam organisasi nirlaba, penyusunan anggaran akan diikuti dengan penyusunan proposal biaya. Seandainya proposal tersebut memperoleh respon positif, maka organisasi nirlaba tersebut akan menerima dana hibah yang digunakan untuk membiayai program yang ditawarkan. Dalam rentang pelaksanaan program itulah terjadi aneka transaksi keuangan, maka pencatatan akuntansi pun langsung bekerja yang kemudian menghasilkan laporan keuangan.

31 Baca lebih lajut

ANALISIS KETEPATAN WAKTU PELAPORAN DALAM SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PUSKESMAS (SP3)DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLORA.

ANALISIS KETEPATAN WAKTU PELAPORAN DALAM SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PUSKESMAS (SP3)DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLORA.

antara lain kunjungan puskesmas, rawat tinggal, kegiatan rujukan puskesmas pelayanan medik kesehatan gigi. Laporan tahunan terdiri dari data dasar yang meliputi fasilitas pendidikan, kesehatan lingkungan, peran serta masyarakat dan lingkungan kedinasan, data ketenagaan puskesmas dan puskesmas pembantu.

5 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pencatatan dan Pelaporan Online TB/HIV di BBKPM Surakarta

Analisis Sistem Pencatatan dan Pelaporan Online TB/HIV di BBKPM Surakarta

Walaupun dalam laporan sudah tercapai target namun dalam hal menekan angka infeksi HIV masih belum terpenuhi dan perlu kerja keras, hal ini dikarenakan faktor perilaku masyarakat yang masih belum mau peduli terhadap infeksi HIV/AIDS, ungkap Prof. Dr. Nila F Moeloek, dr.SPM. (Anonim, 2013). Bahkan epidemi HIV/AIDS terjadi hampir diseluruh propinsi di Indonesia yang tersebar dari Aceh sampai dengan Papua (33 propinsi) dengan jumlah kasus 177,926 orang (Riskesdas, 2010). Apalagi jika kasus HIV dikaitkan dengan TB dimana penyakit TB aktif merupakan infeksi oportunistik yang tersering pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena HIV meningkatkan kemungkinan progesifitas dari infeksi TB laten menjadi TB aktif, sehingga meningkatnya TB pada ODHA akan meningkatkan risiko penularan TB pada masyarakat umum, tanpa terinfeksi HIV (WHO, 2003).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENCATATAN DAN PELAPORAN KEUANGAN PADA BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR.

ANALISIS PENCATATAN DAN PELAPORAN KEUANGAN PADA BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR.

menginstruksikan pemerintah daerah agar segera menyusun dan menerapkan sistem akuntansi untuk mencatat dan melaporkan transaksi keuangannya. PP ini selanjutnya terus diperbaharui dengan di keluarkannya PP No. 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga telah menerbitkan Peraturan No. 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah sebagaiman telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri dalam Negeri No.21 Tahun 2010 tentang perubahan kedua atas peraturan menteri dalam negeri No.13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah yang memuat pedoman pengelolaan keuangan daerah dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, Pelaporan, dan Peraturan Menteri dalam Negeri No.55 Tahun 2008 tentang tata cara penatausahaan dan penyusunan laporan pertanggung jawaban Bendahara serta penyampaiannya dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah untuk memperinci Permendagri 13. Semua peraturan ini mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengawasan Internal Kas Pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara

Pengawasan Internal Kas Pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara

Kebijaksanaan yang ada pada Fakultas Ekonomi USU merupakan tujuan yang harus dicapai dan telah ditetapkan oleh fakultas secara jelas serta seluruh aktivitas pegawai harus sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan fakultas. Sama halnya dengan kebijaksanaan, maka prosedur yang dikaitkan oleh fakultas. Prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan dengan cara sederhana, membagi pekerjaan secara logis dan mudah dimengerti sehingga pegawai mengetahui apa yang akan dikerjakannya, dengan demikian prosedur juga telah berfungsi sebagai pengawasan di dalam fakultas. c. Pencatatan dan Pelaporan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerapan Penghitungan Pajak dan Pencatatan serta Pelaporan Pajak Bumi dan Bangunan Apartemen X

Penerapan Penghitungan Pajak dan Pencatatan serta Pelaporan Pajak Bumi dan Bangunan Apartemen X

Semakin sempi tnya l ahan untuk dijadikan r umah kar ena semakin meni ngkatnya tempat usaha at au gedung per kantor an dan dor ongan kehidupan untuk memili ki tempat ti nggal, kebanyakan or ang memi lih tempat t inggal yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat ker ja. Salah satu tempat pemil ihan tempat tinggal adalah apar temen. Menur ut Kamus Besar Bahasa Indonesia apar t emen adalah tempat t inggal yang t er dir i at as kamar duduk, kamar tidur , kamar mandi, dapur , dll yang ber ada pada 1 l antai bangunan ber tingkat. Atau bangunan ber ti ngkat, ter bagi dalam beber apa tempat., selain unt uk di tempati apar temen juga dapat di sew akan. Pemili han apar temen yang ber agam dengan lokasi yang sangat str ategis menjadi kan apar temen menjadi tempat hunian yang banyak diminati oleh masyar akat. Apar temen umumnya tidak ber beda dengan r umah yang lain kar ena apar t emen di kenakan pajak bumi dan bangunan atas kepemi likannya. Hal ter sebut ter tuang dalam Per atur an Daer ah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Objek Pajak Bumi dan Bangunan PBB-P2. Menur ut Samudr a, A (2015, h 262) dal am bukunya Per paj akan Indonesia bumi adalah per mukaan bumi ser t a t ubuh bumi yang ada di baw ahnya, per mukaan bumi mel iputi tanah dan per air an sedangkan bangunan adalah kontr uksi t eknik yang ditanam at au dilekat kan secar a ber tahap pada tanah atau per air an.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI AKUNTANSI DALAM ORGANISASI KEAGAMAAN (STUDI KASUS GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH CEPU).

IMPLEMENTASI AKUNTANSI DALAM ORGANISASI KEAGAMAAN (STUDI KASUS GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH CEPU).

Serikat pada pertengahan abad 19. Ciri utama Gereja Advent adalah pengudusan hari Sabtu, hari ketujuh dalam pekan, sebagai hari Sabat. Pada tahun 1863, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dalam bahasa Inggris the Seventh-day Adventist Church, diorganisasi. Gereja ini juga dikenal dengan nama Gereja Advent. Sejarah Perkembangan Gereja Advent dimulai pada awal abad ke-19 banyak orang Kristen termasuk di dalamnya kalangan Baptis, Presbiterian, Metodis, Lutheran, Anglikan, Kongregasionalis – melakukan studi mendalam tentang Daniel 8. Para penyelidik Alkitab itu mengharapkan beberapa kejadian yang sangat penting akan terjadi sehubungan dengan nubuatan 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8. Salah satu kelompok yang menonjol dalam penyelidikan ini dipimpin William Miller, seorang anggota Gereja Baptis. Mereka percaya bahwa Yesus akan datang ke bumi pada tanggal 22 Oktober 1844. Belakangan pengikut-pengikut Gerakan Miller ini menyadari bahwa mereka telah keliru menafsirkan hari kedatangan kembali Yesus, dan menyebut hari yang mereka harapkan Yesus akan datang sebagai "Hari Kekecewaan".
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kuliah 1(sistematika UU KUP)

Kuliah 1(sistematika UU KUP)

Seiring berjalannya waktu terlihat bahwa perubahan saat itu belum cukup. Apalagi pada tahun 1997/1998 krisis moneter melanda Indonesia. Yang terjadi kemudian pemungutan pajak, yang semestinya merupakan bentuk pelayanan publik, menjadi kegiatan transaksional. Akibatnya penerimaan pajak menjadi tidak optimal dan fungsi pelayanan terabaikan. Hal itu terjadi untuk waktu yang tidak sebentar.

Baca lebih lajut

Blangko Pencatatan dan Pelaporan

Blangko Pencatatan dan Pelaporan

Berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor : 70 Tahun 2012 dan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung nomor : 027/186/PPBJ.PL/416-205/2013, Tanggal 26 Nopember 2013 serta Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa Nomor : 027/187/PPBJ.PL/416-205/2013, Tanggal 26 Nopember 2013, adalah sebagai berikut :

2 Baca lebih lajut

Silabus Akuntansi Keuangan Lanjutan

Silabus Akuntansi Keuangan Lanjutan

Setelah mengikuti kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan I, mahasiswa mampu untuk: melakukan pencatatan dan pelaporan transaksi pada persekutuan, melakukan pencatatan dan pelaporan atas transaksi penjualan angsuran dan konsinyasi, menyusun laporan keuangan gabungan kantor pusat dan cabang perusahaan, melakukan pencatatan dan pelaporan transaksi lindung nilai dan transaksi valuta asing, menyusun laporan keuangan valuta asing, dan menyusun laporan keuangan segmen dan interim.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Mutu Pelayanan Resep di Puskesmas Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur

Mutu Pelayanan Resep di Puskesmas Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur

Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap obat yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Tujuannya adalah agar mutu obat yang tersedia di Puskesmas dapat dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

Baca lebih lajut

Evaluasi Pelaksanaan Pengelolaan Distribusi Obat di Puskesmas Mandala Medan dan Puskesmas Dahadano Botombawo Kabupaten Nias Sumatera Utara

Evaluasi Pelaksanaan Pengelolaan Distribusi Obat di Puskesmas Mandala Medan dan Puskesmas Dahadano Botombawo Kabupaten Nias Sumatera Utara

Evaluasi pelaksanaan pengelolaan distribusi obat di Puskesmas Mandala Medan dan Puskesmas Dahadano Botombawo Kabupaten Nias Sumatera Utara dilakukan dengan menggunakan beberapa aspek dan indikator sebagai parameter pengamatan yaitu aspek SDM, aspek sarana dan prasarana dan aspek pengendalian stok obat. Aspek evaluasi distribusi obat ini berdasarkan padaPedoman Pengelolaan Obat di Puskesmas oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan dan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Baca lebih lajut

PERDA NO 8 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN RSUD DOKTER ISKAK

PERDA NO 8 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN RSUD DOKTER ISKAK

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat, tentunya perlu ditunjang dengan sumberdaya yang memadai dengan mempertimbangkan jenis layanan dan perkembangan peralatan yang dimiliki. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka perlu menetapkan Penyelenggaraan Pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung dengan Peraturan Daerah.

Baca lebih lajut

Pengumuman Pengadaan Sarana dan Prasarana Pencatatan Pelaporan

Pengumuman Pengadaan Sarana dan Prasarana Pencatatan Pelaporan

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan penelitian oleh Pokja Pengadaan Formulir Pelayanan Kontrasepsi dan Pengendalian Lapangan melalui Penetapan Pemenang Lelang Nomor : PBJ/09/PB.03- BKKBN/VI/2017 tanggal : 05 Juni 2017, telah menetapkan Pemenang Lelang Umum/ Sederhana untuk pekerjaan tersebut di atas yaitu sebagai berikut :

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...