Penculikan anak oleh orang tua

Top PDF Penculikan anak oleh orang tua:

HUBUNGAN ANTARA TERPAAN MEDIA MENGENAI PENCULIKAN ANAK DI TELEVISI DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA DI RT 23 KELURAHAN SIDOMULYO SAMARINDA

HUBUNGAN ANTARA TERPAAN MEDIA MENGENAI PENCULIKAN ANAK DI TELEVISI DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA DI RT 23 KELURAHAN SIDOMULYO SAMARINDA

Proses selanjutnya responden mengerti akan isi dari berita tersebut dan menerimanya. Setelah responden mengolah dan menerimanya maka diharapkan terjadinya respon yaitu responden menjadi cemas.Namun responden tidak merasa cemas seperti pada hasil penelitian dimana tingkat kecemasan seseorang dapat dilihat dari tanda dan gejala kecemasannya. Dari pernyataan responden, responden percaya akan lingkungan sekitar dan telah memberikan pengertian - pengertian kepada anakanak mereka agar menolak bila diajak pergi orangorang yang belum dikenal, tidak menerima makanan atau minuman dari orang yang belum dikenal, tidak bermain jauh dari lingkungan rumah dan lain sebagainya. Tindakan – tindakan ini sebagai upaya pencegahan anak mereka tidak menjadi korban penculikan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TERPAAN MEDIA MENGENAI PENCULIKAN ANAK DI TELEVIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA DI RT 23 KELURAHAN SIDOMULYO

HUBUNGAN ANTARA TERPAAN MEDIA MENGENAI PENCULIKAN ANAK DI TELEVIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA DI RT 23 KELURAHAN SIDOMULYO

Undang-Undang RI. No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak; pasal 1 ayat (2) menyebutkan bahwa: “Anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu ) tahun dan belum pernah kawin.” Sobur (1988), mengartikan pengertian Anak sebagai orang atau manusia yang mempunyai pikiran, sikap, perasaan, dan minat berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan. Sedangkan definisi anak menurut Haditono (dalam Damayanti, 1992), anak adalah mahluk yang membutuhkan kasih sayang, pemeliharaan, dan tempat bagi perkembangannya. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga, dan keluarga memberi kesempatan kepada anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Aristoteles dalam Yusuf (2009) menggambarkan individu, sejak anakanak sampai dewasa itu ke dalam tiga tahapan, yaitu :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis wacana rubrik Media dan Kita majalah Ummi edisi Juli-Oktober 2009

Analisis wacana rubrik Media dan Kita majalah Ummi edisi Juli-Oktober 2009

Anak adalah makhluk sosial seperti juga orang dewasa. Anak membutuhkan orang lain untuk dapat membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehingga tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal. anak- anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya. Anak-anak belajar tentang lingkungannya dari berbagai sumber berita, mereka belajar dari orang tua, guru, teman dan media. Informasi dari televisi, radio atau internet,semua yang disampaikannya adalah berita yang dapat memberikan pengalaman pendidikan yang positif, tetapi akan menjadi masalah jika yang ditayangkan media tersebut adalah berita atau topik yang dapat mengganggu psikologi anak. Berita tentang bencana alam, penculikan anak, pembunuhan massal, teroris, kekerasan di sekolah atau kehidupan sex orang dewasa akan membuat anak melihat dunia ini sebagai sesuatu yang membingungkan, mengancam dan tempat yang tidak aman
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dari Pe

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dari Pe

Kemudian tindakan penculikan terhadap anak, yang saat ini semakin meningkat, baik yang dilakukan oleh orang lain, maupun anggota keluarga, alasan serta tujuannya pun bermacam-macam, mulai dari eksploitasi ekonomi, permasalahan keluarga, dan sebagainya. Banyak juga kasus yang terjadi pada anak dibawah umur, sampai masih tergolong balita, yang kadang dilakukan oleh ibunya, maupun bapaknya yang seharusnya masih dalam pengawasan, pemeliharaan, ibunya (orang tua perempuan), yang kebanyakan masyarakat atau keluarga lainnya tidak menyadari bahwa kasus-kasus atau hal-hal tersebut dapat digolongkan juga dalam kasus penculikan atau perbuatan penculikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TOUN 2013   BHS INDONESIA 5

TOUN 2013 BHS INDONESIA 5

Olah raga telah memasyarakat di kalangan generasi muda baik di kota maupun di desa. Segala bidang olah raga telah mereka lakukan, misalnya olah raga sepak bola, voli, dan , atletik. Akhir-akhir ini olah raga sepak bola sangan diminati kalangan muda. Mereka bisa bermain sepak bola tanpa menggunakan lapangan yang luas. Olah raga tersebut cukup dilakukan di dalam grdung dengan ruangan yang tidak luas. Olah raga tersebut adalah futsal. Olah raga ini seperti sepak bola, tetapi setiap regu hanya terdiri atas 5 orang

6 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Formal Ibu 1. Pengertian Ibu - Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Ibu dengan Pola Pengasuhan Balita di Dusun X Medan EstateTahun 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Formal Ibu 1. Pengertian Ibu - Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Ibu dengan Pola Pengasuhan Balita di Dusun X Medan EstateTahun 2012

Pola demokratis mendorong anak untuk mandiri, tapi orang tua tetap menetapkan batas dan kontrol. Orang tua biasanya bersikap hangat dan penuh welas asih kepada anak, bisa menerima alasan dari semua tindakan anak, dan mendukung tindakan anak yang konstruktif. Anak yang terbiasa dengan pola asuh demokratisakan memperoleh dampak menguntungkan, di antaranya anak akan merasa bahagia, mempunyai kontrol diri dan rasa percaya diri, bisa mengatasi stres, punya keinginan untuk berprestasi, dan bisa komunikasi baik dengan teman-temannya ataupun orang-orang yang lebih dewasa Danarti, 2010, hlm. 22).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Do You Know KTSP?? SILABUS SD

Do You Know KTSP?? SILABUS SD

Standar Kompetensi : Memahami pedoman hidup dari Allah yang disampaikan melalui tokoh-tokoh dalam Kitab Suci dalam upaya mengembangkan relasi dengan sesama, orang tua dan lingkungan sekitarnya serta berusaha mengembangkan hidup doa mereka Kompetensi Dasar : Memahami kehendak Allah bagi dirinya dalam

11 Baca lebih lajut

ANAK GIFTED DAN PERMASALAHANNYA. docx

ANAK GIFTED DAN PERMASALAHANNYA. docx

Di dalam ciri-ciri fisik maka biasanya anak gifted akan lebih tinggi, lebih kuat dari rata-rata seumurnya. Mereka mulai berjalan, berbicara dan mengenali obyek-obyek lebih dahulu pada umur yang lebih muda dari rata-rata. Secara umum anak gifted memiliki kondisi fisik yang lebih baik ketimbang anak-anak biasa, baik melalui pengukuran badan, riwayat kesehatan maupun test medis.

2 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Formal Ibu - Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Ibu Dengan Pola Pengasuhan Balita Di Dusun X Medan Estate Tahun 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Formal Ibu - Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Ibu Dengan Pola Pengasuhan Balita Di Dusun X Medan Estate Tahun 2012

Pola asuh seperti ini tentu akan menimbulkan serangkaian dampak buruk, di antaranya anak akan mempunyai harga diri yang rendah, tidak punya kontrol diri yang baik, kemampuan sosial yang buruk, dan merasa bukan bagian yang penting untuk orang tuanya. Bukan tidak mungkin serangkaian dampak buruk ini akan terbawa sampai ia dewasa. Tidak tertutup kemungkinan pula si anak melakukan hal yang sama terhadap anaknya kelak (Danarti, 2010, hlm.21). Pola asuh ini juga dapat mengakibatkan anak agresif, tidak patuh pada orang tua, sok kuasa, kurang mampu mengontrol diri, dan kurang intens mengikuti pelajaran sekolah (Surya, 2007, hlm. 87).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP AKTIVITAS BERMAIN ANAK USIA DINI : Penelitian Fenomenologi pada Orang Tua Anak Usia Dini.

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP AKTIVITAS BERMAIN ANAK USIA DINI : Penelitian Fenomenologi pada Orang Tua Anak Usia Dini.

Fenomena di atas tidak hanya memberikan gambaran tetang dampak negatif dari bermain pasif seperti menonton dan bermain games, tapi juga memberikan gambaran tentang semakin sedikitnya anak-anak yang melakukan permainan aktif, seperti halnya permainan tradisional. Kurniati (2006) mengungkapkan bahwa permainan tradisional merupakan salah satu unsur kebudayaan bangsa yang tersebar di berbagai penjuru nusantara. Globalisasi yang sedang marak saat ini dapat mempengaruhi pemilihan baik jenis permainan atau pun alat bermain pada anak, sehingga kini anak-anak dihadapkan dengan hal-hal yang berbau modern dan digital, bahkan beberapa pakar mengasumsikan bahwa permainan tradisional akan berangsur-angsur mengalami kepunahan (Munib, Parikesit, dan Ibipurwo, 2013; Kurniati, 2006).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Strategi Pendampingan Orang Tua Dalam Mengajarkan Interaksi Sosial Kepada Anak Autis.

PENDAHULUAN Strategi Pendampingan Orang Tua Dalam Mengajarkan Interaksi Sosial Kepada Anak Autis.

2012), maka anak autistik sebaiknya diajarkan untuk memahami interaksi sosial. Proses sosialisasi, secara garis besar dapat dibagi atas dua macam, yaitu sosialisai primer dan sosialisasi skunder. Sosialisasi primer adalah sosialisasi pada tahap- tahap awal kehidupan seorang sebagai manusia. Ini terjadi pada usia anak di bawah 5 tahun. Pada saat sosialisasi primer, seorang anak akan dapat mengenal lingkungan terdekatnya. Misalnya ibu, bapak, kakak, adik, paman, bibi, kakek, teman sebayanya, tetangganya dan bahkan dirinya sendiri. Sedangkansosialisasi skunder adalah proses berikutnya yang memperkenalkan individu kedalam lingkungan di luar keluarganya, seperti sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja. Ini akan terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung, namun sosialisasi primer merupakan dasar dari sosialisasi skunder. Jika dalam sosialisasi primer yang berperan adalah orang tua dan keluarga dekatnya, maka dalam sosialisasi skunder yang berperan adalah orang lain. Hal ini dapat dibuktikan bahwa setelah berumur 5 tahun atau lebih seorang anak akan memperluas pergaulannya. Ia mulai mengenal guru di sekolahnya, teman bermain yang tidak hanya di sekitar rumah, namun telah sampai pada tetangga rumah dan seterusnya. (Merianto, 2016).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dari Anak Anak Dewasa Hingga Orang Tua R

Dari Anak Anak Dewasa Hingga Orang Tua R

“Dulu dimari masih sepi penduduk nye, soalnye palmariam belum jadi tempat yang startegis kayak sekarang. Dulu juga dimari komunikasi diantara warga masyarakat sini masih sedikit, kalaupun ade juga mungkin dimasjid atau dipasar dan pas acara syukuran doank. Tempat yang adik lihat saat ini aje, dulu nya tanah kosong terbengkalai dan kagak diurus, kami dulu masyarakat di mari pingin namanya sebuah ruang terbuka hijau yang banyak pepohonan ade di wilayah ini. Selain ruang terbuka hijau ini banyak pepohonan kan bisa bsa tempat tongkrongan juge tuh, bise buat main anak-anak, kumpulnnye orang dewase dan orang tua juga bisa kumpul dimari” 3
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUBUNGAN POLA ASUH LAISSEZ FAIRE DENGAN PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DI MA. MAWAQIUL ULUM MEDINI UNDAAN KUDUS - STAIN Kudus Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUBUNGAN POLA ASUH LAISSEZ FAIRE DENGAN PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DI MA. MAWAQIUL ULUM MEDINI UNDAAN KUDUS - STAIN Kudus Repository

mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, belajar mengambil inisiatif, mengambil keputusan mengenai apa yang ingin dilakukan dan belajar mempertanggung jawabkan segala perbuatannya. Dengan demikian anak akan dapat mengalami perubahan dari keadaannya yang sepenuhnya bergantung kepada orang tua menjadi mandiri. 9 hal ini dapat kita tarik kesimpulan apabila orang tua banyak ikut campur terhadap anak khususnya anak remaja maka tidak menghasilkan kinerja kreatifitas dan sedikit kemungkinan untuk menjadi peserta didik yang berkemandirian belajar. Akan tetapi jika anak diberikan kebebasan dalam berfikir dan menyatakan berfikir secara bebas maka kreatifitas dan kemandirian anak ini akan muncul.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERANAN ORANG TUA DALAM MENGATASI SIFAT PEMALU PADA ANAK (Studi Kasus pada Anak di PAUD Terpadu Pontianak Barat) Shindy Trijayanti Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Muhammadiyah Pontianak (shindytrijayantigmail.com) ABSTRACT - PERANAN ORAN

PERANAN ORANG TUA DALAM MENGATASI SIFAT PEMALU PADA ANAK (Studi Kasus pada Anak di PAUD Terpadu Pontianak Barat) Shindy Trijayanti Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Muhammadiyah Pontianak (shindytrijayantigmail.com) ABSTRACT - PERANAN ORAN

Ronald (2006: 149) mengungkapkan ada beberapa saran yang dapat dilakukan orang tua untuk membuat kehidupan anak- anak yang pemalu lebih menyenangkan, yaitu sebagai berikut: desaklah anak bila perlu, tapi jangan bicara untuk mereka, jangan pernah memaafkan rasa malu anak itu, carilah anak pemalu lainnya disekitar untuk dijadikan teman bermain anak, sesama anak pemalu biasanya tidak akan malu-malu, bantu anak untuk melakukan sesuatu yang baik, baik disekolah, les musik atau hobi yang lain, cari tugas atau pekerjaan yang akan membantu anak-anak tersebut bergaul dengan orang lain, minta bantuan guru tersebut, praktikkan keramahtamahan sosial di depan anak, pujilah anak itu saat dia melakukan sesuatu yang baik. Jangan pernah sekali-kali mengkoreksi anak yang pemalu di depan umum, hati-hati dan jangan sampai anak bergantung pada orang tua, bantu anak untuk mengerti bahwa orang-orang yang sebaya dengan dia adalah sama seperti dia. Orang-orang pemalu sering sensitif dan sangat menaruh perhatian.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KETERBUKAAN DIRI ANAK KEPADA ORANG TUA  DAN GAYA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN  Pengaruh Keterbukaan Diri Anak Kepada Orang Tua Dan Gaya Mendidik Orang Tua Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Pada Siswa Kelas X SMAN 2 Karanganyar.

PENGARUH KETERBUKAAN DIRI ANAK KEPADA ORANG TUA DAN GAYA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN Pengaruh Keterbukaan Diri Anak Kepada Orang Tua Dan Gaya Mendidik Orang Tua Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Pada Siswa Kelas X SMAN 2 Karanganyar.

Kebiasaan anak yang terbuka kepada orang tua berpengaruh dalam membentuk perilaku anak ke arah positif sehingga dapat meminimalisir kenakalan anak di sekolah. Menurut Rakhmat (1996) keterbukaan diri membantu jalannya komunikasi menjadi efektif, menciptakan hubungan yang lebih bermakna. Anak yang terbuka kepada orang tua, maka konsep diri anak menjadi lebih dekat dengan kenyataan. Konsep diri yang terbentuk oleh pengalaman, maka anak akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman dan gagasan baru, anak akan mengindari sikap defensif, dan cermat dalam memandang diri sendiri atau orang lain.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERAN IBU PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH LUAR BIASA SEMESTA KOTA MOJOKERTO

PERAN IBU PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH LUAR BIASA SEMESTA KOTA MOJOKERTO

Berdasarkan faktor pekerjaan didapatkan bahwa sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 11 responden (64,7%) dan berdasarkan hasil tabulasi silang didapatkan bahwa kurang dari setengah responden tidak bekerja berperan pada anak autis yaitu sebanyak 8 responden (47,1%). Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan. Keuangan keluarga yang memadai, memberikan kesempatan yang lebih baik bagi orang tua untuk dapat memberikan ”penyembuhan” bagi anak mereka. Dengan kemampuan finansial yang lebih baik, makin besar pula kemungkinan orang tua untuk dapat memberikan beberapa terapi sekaligus, sehingga proses ”penyembuhan” juga akan semakin cepat (Rachmayanti, 2009). Orang tua yang tidak bekerja pada umumnya lebih banyak memiliki waktu luang terhadap anak autis. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil penelitian bahwa sebagian besar repsonden tidak bekerja berperan terhadap anak autis.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KETERBUKAAN DIRI ANAK KEPADA ORANG TUA  DAN GAYA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN  Pengaruh Keterbukaan Diri Anak Kepada Orang Tua Dan Gaya Mendidik Orang Tua Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Pada Siswa Kelas X SMAN 2 Karanganyar.

PENGARUH KETERBUKAAN DIRI ANAK KEPADA ORANG TUA DAN GAYA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN Pengaruh Keterbukaan Diri Anak Kepada Orang Tua Dan Gaya Mendidik Orang Tua Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Pada Siswa Kelas X SMAN 2 Karanganyar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada korelasi positif antara keterbukaan diri anak kepada orang tua dengan penurunan tingkat kenakalan anak di sekolah pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Semakin tinggi keterbukaan diri anak kepada orang tua, maka semakin rendah tingkat kenakalan anak di sekolah. Sebaliknya semakin rendah keterbukaan diri anak kepada orang tua, maka semakin tinggi tingkat kenakalan anak di sekolah; 2) Ada korelasi positif antara gaya mendidik orang tua dengan penurunan tingkat kenakalan anak di sekolah pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Semakin baik gaya mendidik orang tua, maka semakin rendah tingkat kenakalan anak di sekolah. Sebaliknya semakin kurang baik gaya mendidik orang tua, maka semakin tinggi tingkat kenakalan anak di sekolah; 3) Ada korelasi positif antara keterbukaan diri anak kepada orang tua dan gaya mendidik orang tua dengan penurunan tingkat kenakalan anak pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Semakin tinggi keterbukaan diri anak kepada orang tua dan semakin baik gaya mendidik orang tua, maka semakin rendah tingkat kenakalan anak di sekolah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

Meskipun banyak orang tua yang sudah mengerti seberapa penting arti kualitas komunikasi antara orang tua dengan anak, namun pada kenyataannya masih banyak orang tua yang tidak menyadari akan hal ini. Seringkali orang tua menganggap komunikasi bukanlah hal utama dalam membentuk kepercayaan diri. Banyak dijumpai orang tua yang cenderung pasif sehingga memiliki kualitas komunikasi yang buruk dengan anaknya. Komunikasi yang baik yang dilakukan orang tua sedini mungkin akan menjembatani seorang anak ketika pertama kali melangkah ke luar dunia keluarganya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Cinta Orang tua terhadap anak

Cinta Orang tua terhadap anak

Rasa cinta orangtua pada anak seringkali disebut sebagai bentuk cinta yang paling ‘murni’. Untuk mencintai seorang anak sudah pasti berarti menerima mereka apa adanya. Dengan kata lain untuk menerima mereka apa adanya (dengan segala kekurangan), apa pun kondisinya. Namun demikian kita cenderung menyangkalkan anak kita di bagian-bagian yang juga kita sangkal dari diri sendiri, biasanya secara tidak sadar. Kelanjutannya adalah kemampuan menerima anak-anak kita sebagaimana apa adanya, biasanya mungkin terjadi apabila kita sendiri sudah menerima diri sendiri sebagaimana apa adanya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Krim VIII teori genetika

Krim VIII teori genetika

abnormalitas adalah The XYY Chromosome male atau laki- laki dengan kromosom XYY. Orang tersebut menerima dua Y kromosom dari ayahnya. Kurang lebih lebih dari satu dari 1000 kelahiran laki-laki dari keseluruhan populasi memiliki komposisi genetika semacam ini. Mereka yang memiiki

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...